Tag: Donald Trump

  • Di Mana Biden Saat Foto Bersama Pemimpin Dunia di KTT G20?

    Di Mana Biden Saat Foto Bersama Pemimpin Dunia di KTT G20?

    Jakarta

    Saat sesi foto bersama para pemimpi dunia dalam KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, tidak nampak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Di mana Biden saat sesi foto tersebut?

    Ketidakhadiran Biden sempat menuai spekulasi. Muncul spekulasi Biden menghindari tampil bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov yang juga hadir.

    Insiden itu, seperti dilansir Associated Press dan The Guardian, Selasa (19/11/2024), terjadi ketika sesi foto bersama. Sesi foto bersama itu rutin dilakukan pemimpin dunia setiap menghadiri KTT G20, dan saat itu digelar di Museum Seni Modern yang terletak di tepi teluk Rio de Janeiro pada Senin (18/11) waktu setempat.

    KTT G20 di Brasil ini menjadi pertemuan puncak G20 terakhir yang dihadiri Biden sebagai Presiden AS, sebelum Donald Trump akan mengambil alih jabatan tersebut mulai Januari tahun depan. Pejabat AS yang enggan disebut namanya dan turut mendampingi Biden mengungkapkan ada masalah logistik sehingga Biden tak hadir saat sesi foto.

    Dia menyebut sesi foto digelar lebih awal dari yang dijadwalkan sebelumnya. Selain Biden, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dan PM Italia Giorgia Meloni juga tidak ikut dalam foto bersama itu.

    Foto bersama para pemimpin dunia pun dilakukan tanpa kehadiran sang Presiden AS. Saat Biden dan rombongannya tiba di lokasi, sesi foto berakhir.

    Para pemimpin dunia, termasuk Presiden China Xi Jinping, PM India Narendra Modi, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tampak mengobrol saat berkumpul untuk berpose dengan latar belakang Gunung Sugarloaf yang menjadi ikon Rio de Janeiro. Mereka tersenyum dan mengangkat tangan saat diambil fotonya.

    (dek/lir)

  • Harga Emas Cetak Rekor Termahal Lagi – Page 3

    Harga Emas Cetak Rekor Termahal Lagi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Harga emas naik untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Harga emas dunia mencapai level tertinggi dalam satu minggu karena meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina memicu serbuan terhadap aset-aset safe-haven seperti emas. Sementara investor menunggu sinyal penting mengenai rencana suku bunga Federal Reserve.

    Dikutip dari CNBC, Rabu (20/11/2024), harga emas dunia di pasar spot naik 0,8% menjadi USD 2.632,68 per ounce, mencapai level tertinggi sejak 11 November 2024. Sedanglan harga emas berjangka AS juga naik 0,8% menjadi USD 2,635.50 per ounce.

    Pada hari Senin kemarin, harga emas melonjak 2%, menandai kenaikan satu hari terbesar sejak pertengahan Agustus dan rebound tajam dari level terendah dua bulan yang dicapai minggu lalu.

    “Kami berpendapat bahwa laporan semalam mengenai Rusia yang mengubah doktrin nuklirnya setelah serangan rudal jarak jauh pertama Ukraina di wilayah Rusia telah menyebabkan aliran emas menjadi safe haven,” kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali.

    “Kecuali ada konsolidasi harga lagi, investor spekulatif tidak memiliki cukup dana untuk emas guna melanjutkan kenaikannya pada saat ini,” lanjut dia.

    Daya tarik emas didukung oleh ketegangan geopolitik, risiko ekonomi, dan kondisi suku bunga rendah. Beberapa pejabat The Fed dijadwalkan untuk memberikan pidato pada minggu ini, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai jalur penurunan suku bunga.

    Peluang Penurunan Suku Bunga AS

    Pedagang saat ini melihat peluang 62% penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.

    “Karena argumen yang mendukung emas masih terus berlanjut, tingkat harga yang lebih rendah tampaknya mengarah pada minat beli,” kata analis Commerzbank.

    Ketidakpastian geopolitik, pembelian oleh bank sentral, dan defisit yang membengkak di Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya semakin mendukung harga emas, kata bank tersebut.

    Yang juga mendukung harga emas batangan adalah melemahnya kurs dolar SD yang terjadi setelah reli kuat pekan lalu ke level tertinggi dalam satu tahun yang dipicu oleh euforia perdagangan Donald Trump. Melemahnya dolar AS membuat emas lebih menarik bagi pembeli dalam mata uang lainnya.

     

  • Donald Trump Usul Tarif hingga 100%, Harga Barang Ini Bakal Melonjak – Page 3

    Donald Trump Usul Tarif hingga 100%, Harga Barang Ini Bakal Melonjak – Page 3

    Elektronik 

    Smartphone, tablet, dan laptop termasuk di antara berbagai produk elektronik yang kemungkinan besar akan mengalami kenaikan harga akibat tarif, kata para ahli. 

    Harga laptop dan tablet bisa naik hingga 46%, sedangkan harga smartphone dapat melonjak 26%, menurut sebuah studi yang diterbitkan bulan lalu oleh Consumer Technology Association, kelompok perdagangan yang mewakili perusahaan teknologi.  

    Sebagian besar barang tersebut diimpor dari China, yang akan menghadapi tarif tertinggi di bawah usulan Trump, kata Handfield. 

    Sekitar 90% peralatan elektronik video dan audio yang dijual kepada konsumen AS adalah barang impor, menurut Biro Analisis Ekonomi AS pada 2017. Sementara itu, 88% komputer elektronik dan 78% peralatan listrik kecil juga diimpor.  

    “Harga elektronik pasti akan naik,” kata Handfield.  

    Pakaian

    Jeans, kaos, sweatshirt, dan berbagai item pakaian lainnya diperkirakan naik harga jika tarif Trump berlaku, kata para ahli.  

    AS mengimpor lebih dari 80% pakaian yang dijual oleh pengecer, menurut data Biro Analisis Ekonomi AS tahun lalu.  

    “Selama beberapa dekade, AS semakin bergantung pada produsen pakaian di China, Bangladesh, Vietnam, dan pasar biaya rendah lainnya di luar negeri,” kata Profesor Manajemen Rantai Pasok di Michigan State University, Jason Miller..  

    Harga dari 500 produk pakaian, mulai dari pakaian renang hingga sarung tangan hingga pakaian bayi, dapat naik hingga 20% akibat tarif potensial, menurut studi bulan ini oleh National Retail Federation (NRF).

     

     

  • Harga Minyak Naik Setelah Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh Buatan AS

    Harga Minyak Naik Setelah Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh Buatan AS

    Chicago, Beritasatu.com – Harga minyak dunia naik tipis pada Selasa (19/11/2024) setelah Ukraina menyerang Rusia dengan rudal jarak jauh buatan AS.

    Harga emas West Texas Intermediate (WTI) acuan AS kontrak Desember naik 23 sen atau (0,33%) mencapai US$ 69,39 per barel. Sementara sepanjang tahun ini, minyak mentah AS telah turun sekitar 3%. 

    Sedangkan harga minyak Brent acuan global kontrak Januari naik 1 sen atau 0,01% menjadi US$ 73,31 per barel. Sejak awal 2024 hingga kini, harga minyak patokan global turun hampir 5%.

    Dilansir CNBC International, meskipun harga minyak sedikit berubah pada Selasa, tetapi naik signifikan sekitar 3% pada Senin (18/11/2024) di tengah kekhawatiran meningkatnya perang Ukraina dan Rusia.

    Serangan itu terjadi setelah Presiden AS Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan senjata itu untuk menyerang Rusia. Sikap Biden ini sebuah perubahan besar dari posisi Washington sebelumnya.

    Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengatakan, Ukraina menyerang fasilitas di wilayah Bryansk dengan enam rudal Atacams saat ketegangan meningkat di Eropa Timur. Sebagai tanggapan, Presiden Rusia Vladimir Putin menurunkan ambang batas Moskwa untuk menggunakan senjata nuklir.

    Keputusan Biden mengizinkan penggunaan rudal buatan AS untuk menyerang Rusia muncul hanya 2 bulan sebelum ia lengser dari jabatannya. Presiden terpilih Donald Trump berkampanye untuk mengakhiri perang di Ukraina.

    Invasi besar-besaran Moskwa ke Ukraina mengguncang pasar energi global pada 2022 karena negara-negara Eropa berusaha mengakhiri ketergantungan pada gas alam Rusia.

  • AS soal Aturan Baru Serangan Nuklir Rusia: Retorika Tak Bertanggung Jawab

    AS soal Aturan Baru Serangan Nuklir Rusia: Retorika Tak Bertanggung Jawab

    Rio de Janeiro

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui doktrin terbaru soal Rusia bisa mempertimbangkan serangan nuklir jika dihantam rudal konvensional yang didukung oleh negara berkekuatan nuklir. Amerika Serikat (AS) mengecam dan menyebut itu sebagai retorika tak bertanggung jawab.

    “Ini lebih merupakan retorika tak bertanggung jawab yang sama dari Rusia, yang telah kita lihat selama dua tahun terakhir,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS seperti dilansir AFP, Rabu (20/11/2024).

    Langkah Putin dilakukan setelah Washington mengizinkan Ukraina menembakkan rudal jarak jauh buatan AS ke wilayah Rusia. Moskow mengatakan Kyiv telah menggunakan senjata itu untuk pertama kalinya pada Selasa kemarin.

    Juru bicara tersebut mengatakan bahwa AS tidak terkejut dengan pengumuman Rusia.

    “Kami tidak terkejut dengan pengumuman Rusia bahwa mereka akan memperbarui doktrin nuklirnya,” kata dia seraya menambahkan bahwa Moskow telah memberikan isyarat niatnya untuk melakukannya selama beberapa minggu.

    “Karena tidak melihat adanya perubahan pada postur nuklir Rusia, kami tidak melihat alasan untuk menyesuaikan postur atau doktrin nuklir kami sendiri sebagai tanggapan atas pernyataan Rusia hari ini,” jelasnya.

    Pejabat AS sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Presiden Joe Biden yang menghadiri pertemuan puncak G20 di Rio de Janeiro, memberikan lampu hijau bagi sekutu Kyiv untuk menggunakan rudal jarak jauh terhadap Rusia.

    “Pengerahan pasukan Pyongyang merupakan eskalasi yang signifikan dan kami memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menanggapinya. Saya tidak akan membahas detail tanggapan tersebut hari ini,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional.

    Reaksi AS muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh para pemimpin G20 gagal bertindak setelah perubahan aturan nuklir Putin.

    Ukraina dengan cemas mengamati apakah Presiden terpilih AS Donald Trump akan menghentikan bantuan militer Amerika dan mencoba mendorong kesepakatan damai yang dapat memaksa Kyiv menyerahkan wilayahnya kepada Moskow.

    Putin Setujui Aturan Baru Nuklir

    Putin telah menyetujui doktrin nuklir negaranya yang diperbarui. Doktrin nuklir terbaru ini menyatakan Rusia bisa mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklirnya, jika dihantam serangan rudal konvensional yang didukung oleh negara berkekuatan nuklir.

    Disetujuinya doktrin nuklir terbaru Rusia oleh Putin ini menjadi peringatan tersendiri untuk Amerika Serikat (AS), yang mendukung Ukraina dengan pasokan persenjataan selama perang berlangsung sejak tahun 2022 lalu.

    Persetujuan untuk perubahan doktrin nuklir resmi Rusia, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/11), menjadi jawaban Kremlin terhadap keputusan pemerintahan Presiden Joe Biden yang mengizinkan Ukraina menembakkan rudal jarak jauh pasokan AS untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.

    Doktrin nuklir yang diperbarui ini menguraikan ancaman-ancaman yang bisa menjadi dasar bagi pemimpin Rusia untuk mempertimbangkan serangan nuklir.

    Disebutkan dalam doktrin nuklir terbaru itu, bahwa serangan dengan rudal konvensional, drone atau pesawat tempur dapat dianggap memenuhi kriteria tersebut.

    (lir/lir)

  • Harga Emas Capai Level Tertinggi dalam 1 Minggu Seiring Ketegangan Rusia-Ukraina

    Harga Emas Capai Level Tertinggi dalam 1 Minggu Seiring Ketegangan Rusia-Ukraina

    Chicago, Beritasatu.com – Harga emas naik pada Selasa (19/11/2024) atau 2 hari berturut-turut mencapai level tertinggi dalam 1 minggu karena ketegangan Rusia-Ukraina. Investor juga menunggu sinyal penting rencana suku bunga Federal Reserve (The Fed).

    Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi US$ 2.632,68 per ons mencapai level tertinggi sejak 11 November. Sedangkan harga emas berjangka AS juga naik 0,8% menjadi US$ 2.635,50 per ons.

    Pada Senin (18/11/2024), harga emas melonjak 2% menandai kenaikan 1 hari terbesar sejak pertengahan Agustus dan pulih tajam dari level terendah 2 bulan yang dicapai minggu lalu.

    “Laporan tentang Rusia yang mengubah doktrin nuklirnya menyusul serangan rudal jarak jauh pertama Ukraina di wilayah Rusia menyebabkan aliran dana ke aset safe haven, seperti emas,” kata analis komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

    Daya tarik emas didukung ketegangan geopolitik, risiko ekonomi, dan lingkungan suku bunga rendah.

    Beberapa pejabat Fed dijadwalkan berbicara minggu ini, yang dapat memberikan wawasan penurunan suku bunga. “Mengingat argumen yang mendukung harga emas belum berkurang, harga yang masih rendah memicu minat beli,” kata analis Commerzbank.

    Commerzbank menyatakan, faktor yang mendukung emas adalah ketidakpastian geopolitik, pembelian bank sentral, dan membengkaknya defisit di Amerika Serikat.

    Hal lain yang mendorong emas adalah pelemahan dolar setelah minggu lalu naik ke level tertinggi dalam 1 tahun akibat euforia perdagangan akibat kemenangan Donald Trump. Pelemahan dolar membuat emas lebih menarik bagi pembeli dalam mata uang lain.

  • Rupiah menguat pengaruh dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS

    Rupiah menguat pengaruh dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Rupiah menguat pengaruh dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Selasa, 19 November 2024 – 17:45 WIB

    Elshinta.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, ditutup menguat dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS.

    Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah naik 12 poin atau 0,08 persen menjadi Rp15.845 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.857 per dolar AS.

    “Pelemahan dolar AS ini bisa disebabkan karena ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/11).

    Menurut survei CME, di bulan Desember 2024, 68 persen peluang Bank Sentral AS atau The Fed akan memangkas dibandingkan peluang sisanya The Fed akan menahan suku bunga acuannya.

    Selain itu, Ariston menuturkan pasar juga melihat bahwa rencana Donald Trump, yang merupakan presiden terpilih dalam Pemilihan Umum AS 2024, untuk menumbuhkan ekonomi AS membutuhkan anggaran besar yang bisa meningkatkan defisit dan ini bisa mendorong pelemahan ekonomi AS.

    Tapi di sisi lain, pelaku pasar juga masih melihat potensi penguatan dolar AS ke depan, karena potensi kebijakan perang tarif dari Trump. Hal itu mungkin menjaga dolar AS tidak terlalu menguat hari ini.

    Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa, meningkat ke level Rp15.816 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.848 per dolar AS.

    Sumber : Antara

  • Dampak terhadap Indonesia dan Prospek Energi Nuklir

    Dampak terhadap Indonesia dan Prospek Energi Nuklir

    Jakarta: Di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, lanskap energi global diprediksi akan mengalami pergeseran besar. Fokus pada dominasi energi fosil dan kemandirian energi nasional AS menjadi prioritas utama, yang dapat membawa dampak signifikan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
     
    Trump diperkirakan akan mempercepat eksploitasi minyak, gas, dan batu bara, menjadikan AS sebagai pemimpin pasar energi dunia. Namun, kebijakan ini diiringi dengan pengurangan dukungan untuk energi terbarukan, termasuk pemangkasan insentif federal yang berpotensi memperlambat investasi global di sektor energi bersih.
     
    Baca juga: Trump Tunjuk Chris Wright Jadi Menteri Energi: Pemain Industri Nuklir hingga Panas Bumi
    Meski begitu, ada peluang baru yang muncul, terutama di sektor energi nuklir. Trump mendukung pengembangan teknologi nuklir modern, seperti Small Modular Reactor (SMR), yang berpotensi membuka jalan bagi kolaborasi teknologi dengan Indonesia. Langkah ini relevan dengan rencana Indonesia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama sebagai bagian dari transisi menuju energi rendah emisi.

    Dampak terhadap Indonesia

    Menurut Bob S Effendi, Chief Operating Officer PT Thorcon Power Indonesia, kebijakan energi Trump membawa tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Ia menjelaskan Trump mendukung energi nuklir sebagai sumber energi rendah emisi yang strategis bagi kemandirian energi AS. 
     
    AS berinvestasi dalam pengembangan teknologi nuklir modern, termasuk reaktor Generasi IV dan Small Modular Reactor (SMR). Pada tahun 2020, AS meluncurkan inisiatif untuk mendukung ekspor teknologi nuklir ke negara-negara mitra, khususnya di ASEAN, guna memperkuat kolaborasi energi. 
     
    “Kebijakan ini membuka peluang bagi Indonesia, yang berencana mengembangkan PLTN pertama melalui konsep PLTN Merah Putih. Kolaborasi dengan AS dapat membantu transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia, yang sangat penting untuk meningkatkan kapabilitas nuklir Indonesia dan mendorong kemandirian energi,” jelas Bob, Selasa 19 September 2024.
     
    Bob menambahkan, Indonesia perlu mengambil langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar energi global. Selain memanfaatkan peluang di sektor nuklir, Indonesia juga harus mengembangkan sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung transisi energi bersih.
     
    “Ini saatnya Indonesia mengevaluasi ulang strategi energinya, memaksimalkan kolaborasi internasional, dan memperkuat kemandirian di tengah perubahan besar di sektor energi global,” tegas Bob.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (DHI)

  • 1.000 Hari Perang Rusia-Ukraina, Asa Perdamaian di Tengah Pertempuran

    1.000 Hari Perang Rusia-Ukraina, Asa Perdamaian di Tengah Pertempuran

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perang Rusia-Ukraina telah memasuki hari ke-1.000 pada Selasa (19/11/2024). Sejauh ini, prospek pertempuran masih belum menuju tujuan perdamaian, dengan sejumlah negara Barat masih terus memberikan dukungan bagi Ukraina dan tekanan bagi Rusia.

    Ribuan warga Ukraina telah tewas, lebih dari 6 juta orang hidup sebagai pengungsi di luar negeri, dan populasinya telah turun seperempat sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi melalui darat, laut, dan udara, yang memulai konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

    Kerugian militer telah menjadi bencana besar, meskipun hal itu tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat. Perkiraan publik Barat berdasarkan laporan intelijen sangat bervariasi, tetapi sebagian besar mengatakan ratusan ribu orang telah terbunuh atau terluka di kedua belah pihak.

    Tragedi telah menyentuh keluarga di setiap sudut Ukraina, di mana pemakaman militer merupakan hal yang biasa di kota-kota besar dan desa-desa terpencil, dan orang-orang kelelahan karena malam-malam tanpa tidur karena sirine serangan udara dan kesedihan.

    Meski begitu, baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden justru memberi lampu hijau bagi rudal Washington untuk digunakan terhadap target yang lebih dalam di Rusia. Ini berpotensi untuk memperpanjang peperangan, bahkan mengeskalasi skala pertempuran ke depan.

    Walau begitu, kebijakan ini kemungkinan besar dapat dibalikan oleh presiden terpilih AS Donald Trump. Trump sendiri telah berjanji untuk menyelesaikan peperangan antara dua negara Uni Soviet

    Peta Kekuatan Terbaru

    Eskalasi makin terasa saat Moskow dan Kyiv berusaha untuk meningkatkan posisi medan perang mereka sebelum negosiasi apa pun. Moskow terus maju di Timur sementara Ukraina masih terus menekan Rusia di wilayah Utara, utaranya di daerah Kursk, yang sejatinya milik Negeri Beruang Putih

    Sudah didorong oleh pesawat nirawak serang Iran dan peluru artileri serta rudal balistik Korea Utara (Korut), Rusia kini telah mengerahkan 11.000 tentara Pyongyang dalam perang. Seorang pejabat senior Kyiv mengatakan Pyongyang memiliki kapasitas untuk mengirim 100.000 tentara.

    Sementara itu, Ukraina mengerahkan beberapa pasukan terbaiknya untuk mempertahankan sebagian kecil wilayah Kursk, yang direbut pada bulan Agustus sebagai alat tawar-menawar.

    Dengan datangnya musim dingin, Moskow pada hari Minggu memperbarui serangan udaranya terhadap sistem tenaga listrik Ukraina yang sedang berjuang. Kremlin menembakkan 120 rudal dan 90 pesawat tanpa awak dalam serangan udara terbesar sejak bulan Agustus.

    Tuntutan Moskow

    Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan minggu lalu bahwa Ukraina harus melakukan yang terbaik untuk mengakhiri perang tahun depan melalui cara diplomatik. Namun, ia dengan tegas menutup semua pembicaraan tentang gencatan senjata sebelum jaminan keamanan yang tepat diberikan kepada Ukraina.

    Kremlin mengatakan tujuan perangnya tetap tidak berubah sejak Putin mengatakan pada bulan Juni bahwa Ukraina harus menghentikan ambisinya untuk bergabung dengan NATO, dan harus mundur dari empat wilayah Ukraina yang sebagian dikuasai pasukannya, semuanya sama saja dengan menyerah kepada Kyiv.

     

    (luc/luc)

  • LAPORAN dari BRASIL: KTT G20 Teguhkan Komitmen Perjanjian Paris Meski Trump Ancam Mundur

    LAPORAN dari BRASIL: KTT G20 Teguhkan Komitmen Perjanjian Paris Meski Trump Ancam Mundur

    Bisnis.com, RIO DE JANEIRO — Leaders’ Declaration Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 kembali menegaskan komitmen terhadap United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan Perjanjian Paris, di tengah rencana Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mundur dari komitmen tersebut. 

    Dalam dokumen deklarasi yang dihasilkan pada hari pertama KTT G20 Brasil, forum menegaskan tetap bersatu dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka panjang dari perjanjian tersebut.

    “Kami menegaskan kembali sasaran suhu sebagaimana Perjanjian Paris untuk menahan peningkatan rata-rata suhu global di bawah 2 derajat celsius di atas level praindustri, serta mengejar upaya untuk membatasi peningkatan suhu ke 1,5 derajat celsius di atas level praindustri,” bunyi Leaders’ Declaration KTT G20 Brasil di Rio de Janeiro, Brasil yang dihasilkan Senin (18/11/2024). 

    Para pemimpin negara G20 menggarisbawahi dampak perubahan iklim akan lebih rendah pada kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat celsius dibandingkan 2 derajat celsius, serta mengulang kembali usaha untuk membatasi kenaikan suhu ke 1,5 derajat celsius. 

    Tidak hanya itu, negara-negara G20 juga bertekad untuk mendorong sistem pembiayaan internasional untuk mempercepat dan meningkatkan aksi iklim. 

    G20 Brasil juga akan menantikan hasil negosiasi New Collective Quiantified Goal (NCQG) yang ingin dicapai pada COP29, Baku, Azerbaijan. “Kami juga berjanji untuk mendukung Presidensi COP30 di 2025,” demikian bunyi deklarasi tersebut. 

    Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) berpotensi mundur dari Perjanjian Paris setelah Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) resmi kembali ke Gedung Putih. Untuk diketahui, mantan Presiden AS itu baru saja memenangkan Pemilihan Presiden AS 2024. 

    Adapun, kini AS masih diwakili oleh Presiden Joe Biden yang turut hadir dalam KTT G20, Brasil. Komitmen AS sebagai salah satu negara anggota G20 untuk tetap mengikuti Perjanjian Paris masih berada di bawah kepemimpinan Biden. 

    Dilansir Reuters, tim transisi pemerintahan Trump disebut telah menyiapkan instruksi dan proklamasi untuk mundur dari Perjanjian Paris. 

    Juru Bicara Tim Transisi Trump, Karoline Leavitt menyebut hasil Pemilu AS memberikannya mandat untuk menerapkan janji-janji yang dibuatnya selama kampanye. 

    Bahkan, beberapa orang dari tim transisi Trump telah membahas pemindahan Badan Perlindungan Lingkungan dari Washington.