Tag: Donald Trump

  • Donald Trump Tunjuk Miliarder Linda McMahon Urus Pendidikan – Page 3

    Donald Trump Tunjuk Miliarder Linda McMahon Urus Pendidikan – Page 3

    Dr. Oz, yang gagal dalam pencalonannya untuk Senat AS tahun 2022, akan memimpin Centers for Medicare and Medicaid Services (CMS). Program-program yang dikelola oleh CMS, termasuk Medicaid, Medicare, dan Affordable Care Act, mencakup lebih dari setengah populasi Amerika. 

    Trump memuji Dr. Oz sebagai pemimpin yang akan memprioritaskan pencegahan penyakit dan mengurangi pemborosan dalam sistem kesehatan negara.

    “Dr. Oz akan menjadi pemimpin dalam mendorong pencegahan penyakit sehingga kita mendapatkan hasil terbaik untuk setiap dolar yang kita keluarkan untuk kesehatan di negara ini,” ujar Trump.  

    Namun, penunjukan ini menuai kritik dari beberapa pihak. Senator Demokrat Patty Murray menyebut Dr. Oz tidak memenuhi syarat dan mempromosikan pseudoscience, serta memiliki pandangan ekstrem terkait aborsi. 

    Selama kariernya, Oz juga dikenal karena mendukung penggunaan hydroxychloroquine selama pandemi COVID-19, meskipun efektivitasnya masih dipertanyakan.

    Dia memperkirakan kekayaan bersihnya antara USD 100 juta dan USD 315 juta, menurut pengungkapan keuangan federal yang dia ajukan pada tahun 2022.

  • Putin Siap Negosiasi dengan Trump soal Ukraina, Perang Berakhir?

    Putin Siap Negosiasi dengan Trump soal Ukraina, Perang Berakhir?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan terbuka untuk membahas kesepakatan gencatan senjata Ukraina dengan presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Hal ini terjadi tatkala Trump, yang baru saja memenangkan pemilihan awal bulan ini, berkomitmen menyelesaikan konflik tersebut.

    Dalam pelaporan terperinci yang dikutip Reuters, lima pejabat Rusia saat ini dan mantan pejabat mengatakan Kremlin secara umum mengatakan Moskow dapat setuju untuk membekukan konflik di sepanjang garis depan.

    “Mungkin ada ruang untuk negosiasi mengenai pembagian tepat empat wilayah timur Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson,” menurut tiga orang yang semuanya meminta anonimitas untuk membahas masalah-masalah sensitif.

    “Rusia mungkin juga terbuka untuk menarik diri dari sebagian kecil wilayah yang dikuasainya di wilayah Kharkiv dan Mykolaiv, di utara dan selatan Ukraina,” tambah dua pejabat lainnya.

    Putin mengatakan bulan ini bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata harus mencerminkan ‘realitas’ di lapangan. Namun ia khawatir gencatan senjata yang berumur pendek hanya akan memungkinkan Barat untuk mempersenjatai kembali Ukraina.

    “Jika tidak ada kenetralan, sulit untuk membayangkan adanya hubungan bertetangga yang baik antara Rusia dan Ukraina,” kata Putin kepada kelompok diskusi Valdai pada 7 November.

    “Mengapa? Karena ini berarti Ukraina akan terus-menerus digunakan sebagai alat di tangan yang salah dan merugikan kepentingan Federasi Rusia.”

    Dua sumber mengatakan keputusan Presiden AS Joe Biden yang akan lengser untuk mengizinkan Ukraina menembakkan rudal ATACMS Amerika jauh ke Rusia dapat mempersulit dan menunda penyelesaian apa pun.

    Pada hari Selasa, Kyiv menggunakan rudal untuk menyerang wilayah Rusia untuk pertama kalinya, menurut Moskow yang mengecam tindakan tersebut sebagai eskalasi besar.

    Para sumber menyebut jika tidak ada gencatan senjata yang disepakati, maka Rusia akan terus berperang.

    Jaminan Keamanan

    Para sumber mengatakan Rusia terbuka untuk membahas jaminan keamanan bagi Kyiv. Ini merupakan bentuk tukar guling dari permohonan Kyiv untuk masuk pada aliansi NATO, yang ditolak keras oleh Moskow.

    “Konsesi Ukraina lainnya yang dapat didorong Kremlin termasuk Kyiv yang setuju untuk membatasi jumlah angkatan bersenjatanya dan berkomitmen untuk tidak membatasi penggunaan bahasa Rusia,” kata orang-orang tersebut.

    Rusia sendiri melancarkan serangan skala besar terhadap Ukraina Timur atau Donbass pada 24 Februari 2024. Moskow berupaya merebut wilayah itu dengan alasan diskriminasi rezim Kyiv terhadap wilayah itu, yang mayoritas dihuni etnis Rusia, serta niatan Ukraina untuk bergabung bersama aliansi pertahanan Barat, NATO.

    Realita di Lapangan: Kemenangan Rusia

    Rusia menguasai 18% wilayah Ukraina termasuk seluruh Krimea, semenanjung yang dianeksasinya dari Ukraina pada tahun 2014. Secara total, Rusia memiliki lebih dari 110.000 km persegi wilayah Ukraina.

    Di sisi lain, Ukraina menguasai sekitar 650 km persegi wilayah Kursk milik Rusia. Sejauh ini, Moskow masih berupaya mengusir pasukan Kyiv dari wilayah itu, bahkan Rusia dilaporkan telah memanggil pasukan Korea Utara untuk melakukan hal ini.

    “Di dalam negeri, Putin dapat menjual kesepakatan gencatan senjata yang membuat Rusia menguasai sebagian besar wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sebagai kemenangan yang memastikan pertahanan bagi penutur bahasa Rusia di Ukraina timur dan mengamankan jembatan darat ke Krimea,” menurut salah satu sumber.

    Masa depan Krimea sendiri tidak dapat didiskusikan, kata semua pejabat Rusia.

    Salah satu pejabat yang mengetahui diskusi tingkat atas Kremlin, mengatakan Barat harus menerima ‘kebenaran pahit’ bahwa semua dukungan yang diberikannya kepada Ukraina tidak dapat mencegah Rusia memenangkan perang.

    “Putin, mantan letnan kolonel KGB yang menyaksikan runtuhnya Uni Soviet saat bertugas di Dresden, mengambil keputusan untuk menyerang Ukraina sendiri hanya dengan nasihat terbatas dari sekelompok kecil penasihat terpercaya,” kata sumber itu.

    Ketika ditanya seperti apa kemungkinan gencatan senjata, dua sumber Rusia merujuk pada rancangan perjanjian yang hampir disetujui pada April 2022 setelah perundingan di Istanbul, dan yang telah disebut Putin di depan umum sebagai kemungkinan dasar untuk kesepakatan.

    Berdasarkan rancangan tersebut, yang salinannya telah dilihat Reuters, Ukraina harus menyetujui netralitas permanen dengan imbalan jaminan keamanan internasional dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yakni Inggris, China, Prancis, Rusia, dan AS.

    Satu pejabat Rusia lainnya mengatakan tidak akan ada kesepakatan kecuali Ukraina menerima jaminan keamanan dan netralitas.

    “Pertanyaannya adalah bagaimana menghindari kesepakatan yang mengunci Barat ke dalam kemungkinan konfrontasi langsung dengan Rusia suatu hari nanti,” ucapnya.

    (luc/luc)

  • IHSG Ditutup Menguat Mengekor Bursa Kawasan Asia

    IHSG Ditutup Menguat Mengekor Bursa Kawasan Asia

    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.
     
    IHSG ditutup menguat 9,19 poin atau 1,06 persen ke posisi 7.195,70. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,19 poin atau 1,06 persen ke posisi 876,93.
     
    “Bursa regional Asia cenderung menguat yang tampaknya pasar tertuju pada berkumpulnya petinggi Tiongkok di sebuah pertemuan puncak investasi di Hong Kong,” ungkap Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 19 November 2024.
    “Pasar mencermati pidato pejabat pembuat kebijakan keuangan Tiongkok dalam pertemuan tingkat tinggi di Hong Kong, para kepala badan ekonomi dan keuangan utama diharapkan untuk membahas perkembangan terbaru di sektor keuangan Tiongkok,” sambung dia.
     
    Pada saat yang sama, Wakil Presiden Tiongkok He Lifeng mengatakan Beijing akan mendukung inovasi dan reformasi keuangan Hong Kong untuk meningkatkan daya saingnya sebagai pusat keuangan. Selain itu, ia menambahkan langkah-langkah stimulus telah menguntungkan Tiongkok, dan membuat lintasan ekonomi ke atas menjadi lebih pasti.
     
    Di sisi lain, pasar tampaknya ditopang dari imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) yang kembali turun setelah pasar mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed dan memperhitungkan potensi tekanan inflasi dari kebijakan tarif yang lebih tinggi dan pajak yang lebih rendah yang diusulkan Donald Trump.
     
    Sebelumnya, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyebut bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga acuannya.
     
    Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menantikan arah kebijakan moneter bank sentral, di mana hari ini Bank Indonesia (BI) akan memulai Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari, dengan keputusan mengenai suku bunga BI Rate yang akan diumumkan besok.
     
    Sebanyak 25 dari 34 ekonom atau 70 persen yang disurvei oleh Reuters memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level yang sama yaitu 6,0 persen untuk menjaga stabilitas rupiah yang terus melemah sejak terpilihnya Donald Trump.
     
    8 sektor saham menguat

    Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
     
    Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi sebesar 5,15 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing- masing sebesar 2,08 persen dan 2,05 persen.
     
    Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam minus 0,30 persen, diikuti oleh sektor industri yang turun sebesar 0,10 persen.
     
    Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BDKR, INPC, DOSS, PYFA, dan BOAT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BAJA, SCNP, JAWA, LIVE, dan AYLS.
     
    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.232.806 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,63 miliar lembar saham senilai Rp10,83 triliun. Sebanyak 382 saham naik 212 saham menurun, dan 197 tidak bergerak nilainya.
     
    Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 193,50 poin atau 0,51 persen ke level 38.414,39, indeks Hang Seng menguat 87,06 poin atau 0,44 persen ke level 19.663,66, indeks Shanghai menguat 22,15 poin atau 0,67 persen ke posisi 3.346,01, dan indeks Straits Times menguat 23,33 poin atau 0,63 persen ke 3.755,88.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Gubernur BI Sebut Penurunan Suku Bunga The Fed Bakal Terbatas, 50 Bps pada 2025

    Gubernur BI Sebut Penurunan Suku Bunga The Fed Bakal Terbatas, 50 Bps pada 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed masih akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember 2024 dan 50 bps sepanjang 2025 mendatang.

    Perry menuturkan penurunan tersebut akan lebih terbatas pada tahun depan, sejalan dengan laju penurunan inflasi AS yang juga akan berjalan lebih lambat.

    “Untuk tahun depan dari semula kami perkirakan empat kali [The Fed pangkas suku bunga], hanya akan turun 50 bps tahun depan turun dua kali masing-masing 25 bps,” ungkapnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/11/2024).

    Sebelumnya dalam RDG bulan lalu—sebelum Pilpres AS dan sebelum Donald Trump dinyatakan menang—Perry meyakini The Fed akan memangkas Fed Fund Rate (FFR) sebanyak empat kali sepanjang tahun depan dengan total 100 bps.

    Usai kemenangan Trump, Perry bersama jajaran deputi terus memantau perkembangan politik AS karena terdapat risiko global yang semakin tinggi dengan adanya potensi fragmentasi perdagangan.

    Pasalnya, Trump akan menjalankan kebijakan inward looking atau mementingkan kepentingan ekonomi domestik. Termasuk di dalamnya penerapan tarif perdagangan yang tinggi dan kebijakan imigrasi yang ketat.

    Alhasil hal tersebut akan berdampak pada risiko melambatnya pertumbuhan ekonomi di banyak negara termasuk China dan Eropa.

    Lebih jauh lagi, kondisi tersebut berpotensi akan kembali meningkatkan inflasi dunia.

    Di sisi lain, Perry mengungkapkan perubahan politik di AS tersebut telah berdampak pada menguatnya mata uang dolar AS secara luas dan berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan portfolio kembali ke AS.

    Tak heran, negara maju lainnya maupun negara berkembang mengalami pelemahan nilai tukar, termasuk Indonesia.

    Adapun, The Fed dikabarkan tengah dilanda kegalauan dalam memutuskan FFR pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 17—18 Desember 2024 mendatang.

    Melansir dari Reuters, The Fed belum dapat memastikan seberapa jauh suku bunga acuan tersebut akan diturunkan pada Desember.

    Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid kepada Omaha Chamber of Commerce pada Selasa (19/11/2024), mengatakan saat ini memang progres inflasi yang mengarah ke target 2% menandakan waktunya untuk memangkas suku bunga.

    Meski demikian, dirinya menilai The Fed masih harus melihat seberapa jauh suku bunga akan turun atau di mana suku bunga akhirnya akan stabil.

  • Rupiah Keok Lagi, Ternyata Gara-gara Ini – Page 3

    Rupiah Keok Lagi, Ternyata Gara-gara Ini – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali jatuh ke zona merah pada perdagangan hari ini.Rupiah ditutup melemah 26 poin terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), setelah sebelumnya sempat menguat 8 poin di level Rp 15.871 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.844. 

    “Sedangkan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.800 – Rp 15.890,” ungkap Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

    Pelemahan rupiah terjadi menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 19-20 September 2024.

    Pada RDG bulan sebelumnya, BI juga mempertahankan BI rate di level 6%.

    Selain suku bunga acuan, BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility di level 5,25%, dan suku bunga lending facility dipertahankan di level 6,75%.

    Keputusan mempertahankan BI rate 6,% ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendali inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025. 

    Saat ini, perkembangan konflik Rusia-Ukraina menjadi fokus pasar setelah ancaman nuklir Moskow meningkatkan ketegangan kedua negara itu. 

    “Selain itu, pasar tetap tidak yakin tentang apa yang akan terjadi pada ekonomi dan suku bunga AS di bawah kepemimpinan Donald Trump, di tengah beberapa keraguan tentang apakah Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan Desember,” papar Ibrahim.

    Kebijakan China

    Di Asia, Bank Rakyat Tiongkok tidak mengubah LPR satu tahun dan lima tahunnya pada hari Rabu, dengan Beijing kemungkinan menahan stimulus lebih lanjut hingga memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang apa yang akan terjadi pada hubungan Tiongkok-AS di bawah kepemimpinan Donald Trump.

    Selain itu, data menunjukkan negara itu mencatat defisit perdagangan yang lebih besar dari yang diharapkan pada bulan Oktober, karena impor lokal meningkat secara tak terduga selama bulan tersebut. 

    “Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan Jepang masih relatif kuat. Fokus minggu ini adalah pada data inflasi konsumen Jepang untuk bulan Oktober, yang akan dirilis pada hari Jumat,” Ibrahim menyoroti.

  • Ditonton Trump, Roket Raksasa Elon Musk Gagal Nyangkut Malah Tercebur

    Ditonton Trump, Roket Raksasa Elon Musk Gagal Nyangkut Malah Tercebur

    Jakarta, CNBC Indonesia – Roket raksasa Elon Musk gagal mengulang kesuksesannya mendarat dengan mulus pada percobaan peluncuran yang disaksikan langsung oleh presiden AS terpilih Donald Trump.

    SpaceX menggelar lagi percobaan peluncuran roket raksasa yang diberi nama Starship di Texas pada Selasa (19/11/2024) waktu setempat. Roket yang tingginya mencapai 122 meter tersebut didesain untuk membawa astronaut ke Bulan dan ke Mars. Sebagai perbandingan, tinggi Monas dari permukaan tanah ke ujung ukiran api adalah 132 meter.

    Starship didesain khusus agar bisa digunakan berulang kali seperti roket buatan SpaceX yang diberi nama Falcon. Namun, SpaceX menggunakan mekanisme pendaratan lain karena ukuran Starship yang jauh lebih besar. Alih-alih dirancang untuk mendarat mulus di permukaan tanah, sistem pendorong Starship yang diberi nama Super Heavy didesain untuk “ditangkap” oleh dua lengan besi sebelum menyentuh tanah.

    Dalam uji coba yang disaksikan Trump, Super Heavy yang tingginya mencapai 71 meter berhasil memisahkan diri di ketinggian 62 kilometer di atas permukaan tanah. Namun, Super Heavy tidak berhasil kembali ke area peluncuran dan jatuh di laut di sekitar Teluk Meksiko. Menurut Reuters, keputusan SpaceX untuk mengalihkan Super Heavy ke wilayah laut menunjukkan ada permasalahan dalam peluncuran.

    Dalam sebuah video streaming yang disiarkan oleh blogger Everyday Astronaut, Super Heavy terlihat meledak di atas Teluk Meksiko.

    Pada percobaan sebelumnya, Super Heavy berhasil ditangkap oleh lengan besi. Percobaan kemarin, menurut pendiri SpaceX Elon Musk, didesain untuk lebih “cepat dan keras.”

    Meskipun Super Heavy gagal mendarat, bagian dari Starship yang meluncur ke orbit sukses mengelilingi Bumi kemudian jatuh di Samudra Hindia satu jam setelah peluncuran. SpaceX untuk pertama kalinya sukses menghidupkan mesin Starship di luar angkasa dalam peluncuran tersebut. Mesin di Starship dirancang untuk mengendalikan arah terbang pesawat.

    Bos NASA Bill Nelson menyatakan keberhasilan SpaceX menyalakan mesin Starship di luar atmosfer adalah “kemajuan besar menuju penerbangan orbit.”

    Kehadiran Trump dalam peluncuran Starship menggambarkan kedekatannya dengan Trump. Miliarder yang juga memimpin perusahaan produsen mobil listrik Tesla tersebut diperkirakan bakal punya pengaruh besar dalam pemerintahan Trump.

    Musk yang merupakan orang terkaya dunia adalah salah satu pendukung utama Trump dan diketahui telah mendonasikan hingga US$ 119 juta kepada kampanye Trump.

    “Saya menuju Texas untuk menyaksikan peluncuran objek terbesar yang pernah diterbangkan, tak hanya menuju luar angkasa, tetapi [objek terbesar] yang bisa diterbangkan,” kata Trump di media sosial miliknya, Truth Social.

    (dem/dem)

  • DK PBB Akan Voting Resolusi Gencatan Senjata Gaza, Sikap AS Tak Jelas

    DK PBB Akan Voting Resolusi Gencatan Senjata Gaza, Sikap AS Tak Jelas

    Draf resolusi yang akan divoting pada Rabu (20/11) waktu setempat itu juga menyerukan “masuknya bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar secara aman dan tanpa hambatan”, termasuk di Jalur Gaza bagian utara yang terkepung, dan mengecam segala upaya untuk membuat warga Palestina kelaparan.

    Delegasi Palestina di PBB berpendapat bahwa isi draf resolusi terbaru itu tidaklah cukup.

    “Nasib Gaza akan menghantui dunia selama beberapa generasi mendatang,” ucap Duta Besar Palestina, Riyad Mansour, memberi peringatan.

    Dia menyebut satu-satunya tindakan yang harus dilakukan Dewan Keamanan PBB adalah menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat berdasarkan pasal 7 Piagam PBB. Pasal itu memungkinkan Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah guna menegakkan resolusinya, seperti pemberlakuan sanksi.

    Namun isi draf resolusi terbaru itu sama sekali tidak menyebut opsi tersebut.

    Sejak awal perang berkecamuk di Jalur Gaza, Dewan Keamanan PBB gagal untuk satu suara dalam menyerukan gencatan senjata. AS yang merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB, berulang kali menggunakan hak vetonya yang menggagalkan disepakatinya sejumlah resolusi.

    Namun, beberapa diplomat menyatakan harapan mereka bahwa setelah kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS pada 5 November lalu, Presiden Joe Biden mungkin akan lebih fleksibel dalam beberapa minggu terakhir dia menjabat.

    Pada saat itu, AS tidak menggunakan hak vetonya, yang menjadi terobosan baru dari dukungan tradisional Washington terhadap Israel dalam isu sensitif mengenai permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

    (nvc/ita)

  • Potret Donald Trump Hadiri Peluncuran Roket SpaceX Elon Musk

    Potret Donald Trump Hadiri Peluncuran Roket SpaceX Elon Musk

    Kedekatan Trump dan Musk menjadi sorotan, terutama setelah Musk sering terlihat di Mar-a-Lago, klub pribadi Trump di Palm Beach. Musk, CEO Tesla, juga diketahui sebagai penasihat dekat Trump selama transisi menuju Gedung Putih. (Brandon Bell/Pool via REUTERS)

  • Donald Trump Tunjuk Dokter Seleb ‘Dr Oz’ Pimpin Asuransi Kesehatan Publik AS

    Donald Trump Tunjuk Dokter Seleb ‘Dr Oz’ Pimpin Asuransi Kesehatan Publik AS

    Jakarta

    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjuk dokter selebriti Dr Mehmet Oz menjadi pemimpin program asuransi kesehatan publik atau Pusat Layanan Medicare and Medicaid (CMS).

    “Dia adalah seorang Dokter, Ahli Bedah Jantung, Penemu, dan Komunikator Kelas Dunia terkemuka, yang telah menjadi pelopor gaya hidup sehat selama beberapa dekade,” kata Trump dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa Dr Oz akan bekerja sama dengan Robert F Kennedy Jr, seorang aktivis antivaksin yang Trump tunjuk sebagai Kepala Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

    Diberitakan NBCNews, Pusat Layanan Medicare dan Medicaid bertanggung jawab untuk menyediakan asuransi kesehatan berbasis pemerintah kepada lebih dari 160 juta orang melalui Medicare, Medicaid, dan Program Asuransi Kesehatan Anak, yang menyediakan pertanggungan kepada anak-anak yang keluarganya berpenghasilan tinggi untuk memenuhi syarat Medicaid.

    “Dr Oz menjadi pemimpin dalam memberi insentif bagi Pencegahan Penyakit, sehingga kita mendapatkan hasil terbaik di Dunia untuk setiap dolar yang kita belanjakan untuk Layanan Kesehatan di Negara Besar kita,” ujar Trump.

    Dr Oz terkenal di acara televisi utama Oprah Winfrey sebelum membuat serialnya sendiri, “The Dr. Oz Show,” pada tahun 2009. Dia berhenti melakukan operasi pada tahun 2018 tetapi lisensi dokternya masih berlaku di Pennsylvania hingga akhir tahun ini, menurut basis data negara bagian tersebut.

    Namun, pandangannya tentang COVID-19 memicu kontroversi. Di awal pandemi, misalnya, Dr Oz membicarakan obat antimalaria hidroksiklorokuin sebagai cara untuk mengobati virus corona, meskipun kurangnya bukti ilmiah yang kuat bahwa obat itu efektif.

    Trump sempat tampil di acara televisi Oz, “The Dr. Oz Show,” selama kampanye presidennya tahun 2016 untuk mengungkap hasil pemeriksaan fisiknya.

    (kna/kna)

  • Donald Trump Tunjuk Dokter Seleb ‘Dr Oz’ Pimpin Asuransi Kesehatan Publik AS

    Trump Tunjuk Doktor Selebritas Mehmet Oz Pimpin Pusat Medicare dan Medicaid

    Jakarta

    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memilih Dr Mehmet Oz sebagai administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid AS. Pusat layanan itu adalah sebuah badan yang mengawasi asuransi kesehatan rakyat AS.

    “Saya telah mengenal Dr Oz selama bertahun-tahun, dan saya yakin dia akan berjuang untuk memastikan semua orang di Amerika menerima layanan kesehatan terbaik, sehingga Negara kita bisa menjadi Hebat dan Sehat Kembali!” kata Trump dalam sebuah pernyataan dilansir CNN, Rabu (20/11/2024).

    “Dr Oz akan menjadi pemimpin dalam memberikan insentif untuk pencegahan penyakit, sehingga kita mendapatkan hasil terbaik di dunia untuk setiap dollar yang kita keluarkan untuk Layanan Kesehatan di Negara kita yang besar ini,” imbuhnya.

    Trump mengatakan dirinya berencana memangkas pengeluaran pemerintahan yang mengakibatkan pemborosan. Dia meyakini Dr Oz akan menjalankan misinya itu.

    “Dia (Dr Oz)juga akan mengurangi pemborosan dan penipuan di Badan Pemerintahan yang paling mahal di negara kita, yaitu sepertiga dari anggaran kesehatan negara kita, dan seperempat dari seluruh anggaran nasional kita,” kata Trump.

    Profil Dr Oz

    Oz diketahui seorang ahli bedah kardiotoraks dan tokoh televisi. Dia gagal mencalonkan diri sebagai Senat pada tahun 2022 di Pennsylvania dengan dukungan Trump.

    Pada tahun 2018, Trump menunjuk Oz ke Dewan Kepresidenan untuk Olahraga, Kebugaran dan Gizi, dan mengangkatnya kembali ke posisi tersebut pada tahun 2020.

    Oz menjadi terkenal karena sering menjadi tamu Oprah Winfrey. Dia pun akhirnya meluncurkan acara bincang-bincang TV siang hari sindikasinya sendiri pada tahun 2009. Melalui ‘The Dr Oz Show’ yang memenangkan beberapa penghargaan Emmy siang hari dan menjangkau jutaan pemirsa, Oz menjadi salah satu dari acara tersebut. dokter paling terkenal di negeri ini.

    Terpilihnya Oz melanjutkan serangkaian pilihan Trump yang tidak lazim untuk menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahannya, termasuk Robert F Kennedy Jr sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. Jika keduanya terkonfirmasi, Kennedy akan menjadi bos Oz. Untuk administrator CMS pada masa jabatan pertamanya, Trump memilih Seema Verma, yang memiliki sejarah panjang dalam kebijakan kesehatan dan konsultasi dengan spesialisasi di Medicaid.

    (zap/yld)