Tag: Donald Trump

  • Analisa Harga Emas Minggu Ini, Lanjut Turun atau Tambah Mahal Lagi? – Page 3

    Analisa Harga Emas Minggu Ini, Lanjut Turun atau Tambah Mahal Lagi? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Perdagangan tipis selama libur mendukung harga emas pada Jumat. Sementara investor menghadapi volatilitas harga emas signifikan yang dipengaruhi oleh sentimen geopolitik yang terus berubah.

    Pasar emas memulai pekan ini dengan penurunan dramatis sebesar 3% pada Senin, setelah Presiden terpilih Donald Trump mencalonkan Scott Bessent, seorang finansial tradisional dari Wall Street, sebagai pemimpin Departemen Keuangan AS. Pasar memperkirakan Bessent akan membawa stabilitas bagi ekonomi AS.

    Pengumuman potensi gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada awal pekan juga meredakan kekhawatiran geopolitik, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven).

    Namun, emas kembali mendapatkan dukungan sebagai aset aman sehari kemudian setelah Trump mengancam Meksiko dan Kanada dengan tarif 25% serta mengusulkan tarif 10% untuk semua produk dari China.

    Bakal Hadapi Volatilitas Harga

    Chantelle Schieven, Kepala Riset di Capitalight Research, mengatakan bahwa pasar emas kemungkinan akan menghadapi volatilitas dalam waktu dekat karena pasar terus bereaksi terhadap pernyataan Trump menjelang pelantikannya.

    “Saat ini, kita berada dalam mode menunggu dan melihat, dan pasar akan sangat sensitif karena kita belum tahu seperti apa pemerintahan baru nantinya,” ujar Schieven, dikutip dari Kitco, Senin (2/12/2024).

    “Kita tidak tahu seberapa banyak komentarnya hanya sekadar retorika atau seberapa keras ia akan mendorong kebijakan-kebijakannya.”

    Dalam jangka pendek, Schieven memprediksi harga emas kemungkinan akan bergerak dalam rentang antara USD 2.500 hingga USD 2.750 per ons. Meskipun ini mungkin membuat frustrasi beberapa investor dan pedagang, ia menekankan bahwa periode konsolidasi ini akan sehat untuk pasar emas.

    “Kita tidak perlu terlalu khawatir dengan volatilitas ini,” katanya. “Harga emas masih mengalami kenaikan yang signifikan dan cukup stabil. Menurut saya, ini adalah konsolidasi yang sehat.”

    Koreksi Pasar Emas Belum Berakhir?

    Meskipun pasar emas mengakhiri pekan ini dengan catatan positif, beberapa analis percaya bahwa penurunan besar pada Senin mungkin menandakan bahwa arah pergerakan harga cenderung melemah.

    Naeem Aslam, Chief Investment Officer di Zaye Capital Markets, mengatakan bahwa meskipun harga emas telah pulih sebagian pekan ini karena inflasi yang masih tinggi, kemungkinan masih ada ruang untuk koreksi lebih lanjut. “Kami pikir harga bisa sedikit turun lagi, karena koreksi saat ini belum sepenuhnya selesai,” jelasnya.

    Alex Kuptsikevich, Analis Pasar Utama di FxPro, mencatat bahwa meskipun pedagang bearish saat ini mendominasi aksi harga emas, pasar tetap relatif tangguh. Menurutnya, level USD 2.540 per ons adalah level kunci yang harus diperhatikan; jika harga turun di bawah ini, level USD 2.400 bisa menjadi target berikutnya.

    Namun, ia juga mencatat bahwa emas batangan berhasil mempertahankan dukungan kuat di atas USD 2.600.

    “Kenaikan lambat tetapi stabil dari Selasa hingga Jumat menunjukkan minat beli yang hati-hati, yang menunjukkan minat berkelanjutan bahkan di level tinggi secara historis. Penutupan mingguan dan bulanan di atas USD 2.670 dapat menjadi sinyal untuk kenaikan lebih lanjut,” ujarnya.

     

  • Gabung KADIN, James Riyadi Sebut Prabowo Punya Kesamaan Dengan Trump

    Gabung KADIN, James Riyadi Sebut Prabowo Punya Kesamaan Dengan Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – Konglomerat Lippo Group James Riady mengaku optimistis terjadap perekonomian Indonesia. Hal itu tercermin dari keputusannya untuk memilih masuk dalam organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Ia sendiri telah dikukuhkan sebagai Wakil Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin.

    “Kelompok saya memutuskan hanya dua organisasi yang kita ikut serta di Indonesia yaitu KADIN Indonesia, di luar negeri adalah Global Economic Forum. Jadi itulah yang kita melihat pentingnya KADIN. Saya menantikan waktu-waktu bulan-bulan ke depan untuk kita bisa banyak kerjasama untuk membangun bangsa kita,” ujarnya di Hotel Mulia Jakarta, Minggu (1/12).

    James memandang, saat ini ekonomi situasi dunia tidak dalam kondisi yang baik. Ada begitu banyak kekacauan, perpecahan, dan kebingungan. Namun, James menyebut, di tengah banyaknya ketidakpastian, ia memandang terpilihnya Donald Trump untuk kembali memimpin Amerika Serikat (AS) dapat menjadi angin segar karena dianggap memiliki terobosan ide-ide baru. Apalagi, ia melihat, ada kesamaan antara Trump dan Prabowo Subianto sebagai Presiden.

    “Saya melihat di Indonesia kita juga muncul satu presiden baru juga dengan pikiran-pikiran itu yang juga terobosan,” sebutnya.

    James menilai, Prabowo memiliki program-program besar yang jika berhasil dijalankan dia yakin Indonesia akan menjadi negara yang kuat di dunia.

    “Saya melihat beliau berpidato di Hari Guru Nasional. Dulu Pak Prabowo yang kita kenal tidak pernah mendengar beliau bicara mengenai pendidikan, tetapi kali ini di dalam perjalanan beliau terus membicarakan mengenai pendidikan, berarti beliau sungguh-sungguh,” ucapnya

    (hsy/hsy)

  • Hamas Unggah Video Sandera Israel Minta Tolong Trump-Netanyahu

    Hamas Unggah Video Sandera Israel Minta Tolong Trump-Netanyahu

    Jakarta

    Hamas menerbitkan sebuah video tentang seorang sandera Amerika-Israel yang ditahan di Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 di Israel. Sandera tersebut bernama Edan Alexander.

    Dilansir AFP, Minggu (1/12/2024), dalam video tersebut yang tanggalnya tidak dapat diverifikasi, Edan berbicara kepada Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam bahasa Inggris dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam bahasa Ibrani.

    Ia meminta warga Israel untuk menekan pemerintah agar membebaskan para sandera yang ditawan pada tanggal 7 Oktober.

    “Video mengejutkan Edan, seorang warga negara Amerika-Israel, adalah bukti pasti bahwa terlepas dari semua rumor — ada sandera yang masih hidup dan mereka sangat menderita,” kata kelompok kampanye Forum Keluarga Sandera dalam sebuah pernyataan.

    “Satu tahun setelah kesepakatan pertama dan satu-satunya, jelas bagi semua orang: mengembalikan para sandera hanya mungkin dilakukan melalui kesepakatan,” tambahnya.

    Militan Hamas diketahui menangkap 251 sandera selama serangan 7 Oktober 2023 di Israel selatan, beberapa di antaranya sudah meninggal.

    Selama gencatan senjata singkat antara Israel dan Hamas pada November tahun lalu, 80 warga Israel yang ditahan oleh militan di Gaza dibebaskan, sebagai ganti 240 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.

    Sebanyak 25 sandera lainnya, sebagian besar pekerja pertanian Thailand, juga dibebaskan dari penahanan di Gaza.

    Serangan 7 Oktober mengakibatkan 1.207 kematian, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP dari angka resmi Israel. Kampanye pembalasan Israel telah menewaskan 44.382 orang di Gaza, menurut angka dari kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas yang dianggap dapat diandalkan oleh PBB.

    (azh/azh)

  • Anindya Lihat RI Berpeluang Untung di Balik Langkah Trump Kerek Tarif Impor

    Anindya Lihat RI Berpeluang Untung di Balik Langkah Trump Kerek Tarif Impor

    Jakarta

    Dunia dibayangi kekhawatiran atas rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Terpilih Donald Trump menaikkan tarif impor Kanada hingga China. Di sisi lain, langkah tersebut justru diproyeksikan akan mendatangkan peluang besar bagi Indonesia.

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menilai, kondisi ini akan mendatangkan peluang investasi besar masuk ke Indonesia. Diperkirakan, langkah ini akan membuat China merelokasi pabrik dan menggencarkan investasinya di ASEAN.

    “Apa nih dampaknya terhadap Indonesia? Nah kita melihat relokasi. Relokasi dari banyak pabrik di China ke Indonesia atau ASEAN itu akan sangat besar. Akan banyak,” kata Anindya, dalam acara Forum Anggota Luar Biasa (ALB) Pra-Rapimnas Kadin 2024 di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu (30/11/2024).

    Trump sendiri telah mengumumkan akan menerapkan kenaikan tarif impor sebesar 25% untuk mitra dagang besarnya, Kanada dan Mexico. Sedangkan China akan naik 10%, mengingat sebelumnya tarifnya sudah dinaikkan sebesar 100%.

    Menurut Anindya, relokasi yang telah dilakukan China selama ini baru 5%. Dengan demikian, ke depannya potensi terjadinya relokasi dan aliran investasi ke negara berkembang masih sangat besar.

    “Kalau Cina tiba-tiba dikasih tarif besar, negara yang plus satu itu aman. Nah dia pasti mencari negara yang istilahnya tidak berkubu atau bahasanya non-aligned. Nah Indonesia ini salah satu yang sangat mungkin karena ada peace, keamanan dan stability. Tambah lagi continuity,” ujarnya.

    Di sisi lain, menurutnya, kunci utamanya ialah Indonesia perlu benar-benar bekerja keras. Hukum juga perlu ditegakkan lebih tegas untuk menjamin keamanan berinvestasi. Rule of law ini perlu benar-benar dipegang teguh.

    “Bayangin saja kita taruh uang, misalkan kita tinggal di Jakarta, setiap hari kita tongkrongin belum tentu uang itu nggak hilang. Apalagi kalau orang dari luar negeri menaruh (investasi), 10 ribu km keliling dunia berharap uangnya nggak hilang. Nggak akan mungkin tanpa kejelasan dan ketegasan itu,” kata Anindya.

    “Jadi saya rasa ya Kadin juga kita mesti semakin menguatkan governance kita. Karena pemerintah butuh untuk menjalankan penegakan hukum yang baik, berlandaskan keadilan. Supaya orang tidak takut menitipkan uangnya,” sambungnya.

    Selain itu, menurutnya, investasi dalam membangun pabrik merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, kebijakan terkait tenaga kerja hingga pajak sangatlah penting. Ia berharap agar momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

    “Intinya saya melihat bahwa di balik kesulitan naiknya tarif dana Amerika, kalau saya melihat Indonesia ini juga ada peluang. Buat relokasi, China plus one,” ujar dia.

    (shc/fdl)

  • BI Proyeksi Ekonomi 5,6% di 2025, Ini Respons Airlangga-Wamenkeu

    BI Proyeksi Ekonomi 5,6% di 2025, Ini Respons Airlangga-Wamenkeu

    Jakarta

    Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,8-5,6%. Pertumbuhan itu diyakini dapat tercapai meski di tengah ketidakpastian dan gejolak global yang terus berlanjut.

    Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia telah diproyeksikan seusai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 5,2%. Namun, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan didorong meningkat setiap tahunnya.

    “Kalau target tahun depan kan sekitar 5,2% di dalam APBN kan begitu tapi nanti sesudahnya kita akan dorong di 2026-2027 untuk lebih tinggi lagi,” kata Airlangga ditemui di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (30/11/2024).

    Dalam waktu bersamaan, pemerintah juga mengantisipasi efek dari kebijakan Donald Trump sebagai Presiden baru Amerika Serikat (AS). Apalagi Indonesia belum lolos mendapatkan relaksasi tarif melalui Generalized System of Preferences (GSP), program perdagangan AS yang memberikan perlakuan khusus kepada produk ekspor ke negara tersebut.

    “Waktu jilid 1 kita berunding GSP tapi tidak dinaikkan ke kongres atau senat sehingga sampai sekarang produk Indonesia ke Amerika Serikat kena tarif,” terangnya.

    Pemerintah masih akan mendorong Indonesia mendapatkan GSP karena Indonesia dan AS merupakan partner yang strategis. Saat ini Indonesia juga tengah berjuang untuk masuk dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

    “Tentu kita berharap positioning Indonesia akan lebih baik, apalagi ya tentu kita harap alternatif daripada direct investment dari China bisa ke Indonesia,” tuturnya.

    Ditemui di lokasi yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga mengatakan senada terkait target ekonomi Indonesia 2025 sesuai dengan yang telah diproyeksi di APBN 2025. Namun, diakui harus ada beberapa aspek yang diwaspadai dan ditingkatkan untuk menjaga perekonomian Indonesia ke depan.

    “Kita liat aktivitas ekonomi 2024 menggeliat. Tentu saja titik titik yang kita waspadai ada, konsumsi harus kita tingkatkan, investasi akan lebih bagus lagi kalau bisa kita tumbuhkan,”pungkasnya.

    (ada/ara)

  • Trump jadi Presiden AS, Bukit Asam (PTBA) Optimistis Prospek Batu Bara Positif

    Trump jadi Presiden AS, Bukit Asam (PTBA) Optimistis Prospek Batu Bara Positif

    Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menyampaikan optimistis terhadap prospek batu bara ke depan seiring terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat. 

    Corporate Secretary Bukit Asam Niko Chandra menjelaskan PTBA melihat dengan kondisi geopolitik ke depan, sektor batu bara akan diuntungkan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. 

    “Jadi pas terpilihnya Trump, tampaknya dan suatu harapan untuk industri batu bara semakin memanas,” ucap Niko dalam Media Gathering Bukit Asam, Sabtu (30/11/2024). 

    Niko menjelaskan saat ini demand atau permintaan utama batu bara PTBA memang berasal dari domestik. Dia mencermati, setelah Covid-19, terjadi pertumbuhan permintaan batu bara secara domestik. 

    Di sisi lain, untuk keperluan ekspor, PTBA menurutnya saat ini mulai mencari pasar baru, yang secara permintaan tumbuh cukup tinggi. Negara-negara baru tersebut seperti Vietnam dan Filipina. 

    “Memang kami fokus ke sana selain market-market yang saat ini sudah kami punya, dengan existing market tetap kami pertahankan,” ujar Niko.

    Hanya saja, lanjutnya, saat ini tantangan bagi PTBA menurutnya datang dari kebijakan Mitra Instansi Pengelola (MIP) batu bara yang tengah digodok pemerintah. PTBA menurut Niko belum menemukan titik terang dari penerapan kebijakan ini.

    “Dengan adanya kebijakan MIP, ini menjadi salah satu solusi yang perlu tetap didorong,” tuturnya. 

    Dia melanjutkan pada tahun depan, PTBA akan fokus untuk investasi terkait pengembangan sisi logistik perseroan. Menurutnya, PTBA akan fokus mengembangkan proyek Keramasan, khususnya pengembangan proyek Train Loading Station (TLS) 67. 

    Niko menuturkan proyek ini menjadi salah satu inisiatif strategis bagaimana PTBA meningkatkan pengeluaran batu bara, selain juga meningkatkan pengeluaran batu bara dengan moda anggota lain. 

  • Dampak Stimulus Mulai Terlihat, Indeks PMI Manufaktur China Lanjutkan Pemulihan

    Dampak Stimulus Mulai Terlihat, Indeks PMI Manufaktur China Lanjutkan Pemulihan

    Bisnis.com, JAKARTA – Indeks manufaktur China meningkat secara moderat selama dua bulan beruntun pada November. Hasil positif ini menambah serangkaian data terkini yang menunjukkan bahwa stimulus kilat akhirnya mulai berdampak tepat saat Donald Trump meningkatkan ancaman perdagangannya. 

    Data dari Biro Statistik Nasional China pada Sabtu (30/11/2024) mencatat, purchasing managers’ index (PMI) manufaktur China pada November 2024 mencapai 50,3. Catatan tersebut merupakan yang tertinggi dalam tujuh bulan dan naik dari perolehan Oktober 2024 sebesar 50,1

    Dengan demikian, PMI manufaktur China kembali mencatatkan tren ekspansi dan mengalahkan perkiraan median 50,2 dalam jajak pendapat Reuters. 

    Laporan PMI menunjukkan total pesanan baru meningkat untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada bulan November, sementara pesanan ekspor baru mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut.

    Sentimen di sektor manufaktur China telah tertekan selama berbulan-bulan karena jatuhnya harga produsen dan berkurangnya pesanan, tetapi pembacaan PMI yang positif selama dua bulan menunjukkan pengumuman stimulus meningkatkan sentimen di lantai pabrik. 

    Meskipun demikian, hambatan baru dari tarif tambahan AS dapat mengancam sektor industri China tahun depan dan meredam optimisme awal di sektor manufaktur raksasa Asia tersebut.

    Meskipun ada beberapa tanda bahwa langkah terbaru para pembuat kebijakan China mungkin memberikan dukungan pada pasar properti yang sedang sakit,  para pejabat kini tengah berlomba untuk membatasi kerentanan ekonomi menjelang masa jabatan kedua Trump sebagai presiden. 

    Presiden terpilih AS, Donald Trump mengatakan pada awal pekan ini bahwa dia akan mengenakan tarif 10% pada barang-barang China agar Beijing berbuat lebih banyak untuk menghentikan perdagangan bahan kimia buatan Negeri Tirai Bambu yang digunakan dalam produksi fentanil.

    Dia juga mengancam akan mengenakan tarif lebih dari 60% pada barang-barang China saat ia sedang berkampanye, kenaikan yang menimbulkan risiko pertumbuhan yang besar bagi eksportir barang terbesar di dunia.

    Ekspor China melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan Oktober, yang oleh para analis dikaitkan dengan pabrik-pabrik yang mempercepat pengiriman ke pasar-pasar utama untuk mengantisipasi tarif lebih lanjut dari AS dan Uni Eropa.

    “Perekonomian baru-baru ini stabil karena kebijakan fiskal dan moneter dilonggarkan setelah pertemuan Politbiro pada tanggal 26 September. Namun prospek untuk tahun 2025 masih belum jelas,” kata presiden dan kepala ekonom di Pinpoint Asset Management, Zhang Ziwei.

    “Perang dagang semakin dekat dan akan menunda keputusan investasi oleh perusahaan. Para investor mengharapkan stimulus fiskal tetapi ukuran dan komposisi pengeluaran masih belum pasti,” kata Zhang.

    Konferensi kerja ekonomi pusat pada bulan Desember dapat memberikan sedikit gambaran tentang prospek kebijakan, tambahnya.

    “Indeks PMI terus meningkat pada bulan November, menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih jelas di bagian bawah ekonomi. Efek kebijakan dalam meningkatkan kepercayaan bisnis menjadi lebih kuat,” kata analis di Pusat Informasi Logistik China Zhang Liqun.

    Namun, dia mengatakan permintaan yang tidak mencukupi masih menjadi kendala utama pada aktivitas produksi perusahaan. Hal itu diperlukan terutama untuk memperkuat dorongan efektif investasi publik pemerintah pada pesanan perusahaan.

    PMI nonmanufaktur, yang mencakup konstruksi dan jasa, turun menjadi 50,0 bulan ini, setelah naik menjadi 50,2 pada bulan Oktober. Aktivitas di sektor jasa meningkat secara moderat untuk bulan kedua berturut-turut.

    Awal bulan ini, China meluncurkan paket utang 10 triliun yuan atau US$1,38 triliun untuk meredakan ketegangan pembiayaan kota. Itu menyusul bank sentral China pada bulan September yang memperkenalkan stimulus terbesarnya sejak pandemi untuk menarik ekonomi kembali ke target pertumbuhan pemerintah sekitar 5%.

    Penasihat kebijakan China merekomendasikan agar Beijing mempertahankan target pertumbuhan yang sama tahun depan dan memperkenalkan lebih banyak stimulus untuk meningkatkan permintaan domestik.

    Tanda-tanda awal ekonomi China mulai membaik juga telah terlihat Penjualan eceran, ukuran konsumsi, tumbuh paling tinggi sejak Februari bulan lalu, dan penurunan penjualan properti menyempit, yang mungkin mengindikasikan bahwa sektor yang terkepung itu mulai bangkit kembali.

    Namun, produksi industri bulan lalu sedikit melambat dari laju September dan laba industri, indikator yang tertinggal, terus turun, yang menunjukkan betapa sulitnya bagi perusahaan untuk tetap menguntungkan dalam iklim ekonomi saat ini di China.

    Sementara itu, survei pabrik Caixin sektor swasta akan dirilis pada Senin (2/12/2024) mendatang dan analis memperkirakan angkanya akan naik menjadi 50,5. PMI gabungan resmi China bulan November, yang mencakup aktivitas manufaktur dan jasa, tetap di angka 50,8 pada bulan November.

  • Panas, Pengusaha di AS Minta Insentif Pajak Mobil Listrik Tidak Dihapus

    Panas, Pengusaha di AS Minta Insentif Pajak Mobil Listrik Tidak Dihapus

    Jakarta

    Kelompok yang mewakili produsen baterai dan kendaraan listrik di Amerika Serikat mengimbau Presiden terpilih Donald Trump untuk tidak menghapus insentif pajak kendaraan listrik.

    Mengutip Reuters, kelompok tersebut menilai bahwa insentif yang berlaku telah mendukung penjualan dan produksi kendaraan listrik di AS. Adanya penghapusan insentif pajak terhadap kendaraan listrik dapat berdampak negatif bagi perekonomian negara.

    Zero Emission Transportation Association (ZETA), organisasi yang beranggotakan Tesla, Rivian, LG, Uber, Lucid, dan Panasonic, menjelaskan bahwa insentif pajak untuk produksi kendaraan listrik telah menciptakan banyak lapangan pekerjaan di negara bagian seperti Ohio, Kentucky, Michigan, dann Georgia. Mereka juga khawatir penghapusan insentif tersebut dapat menghambat investasi yang telah berjalan dan akan mempengaruhi pertumbuhan lapangan pekerjaan di sektor ini. Meskipun begitu, Tesla sebagai anggota ZETA justru mendukung rencana penghentian insentif tersebut.

    Direktur Eksekutif ZETA, Albert Gore, menegaskan bahwa insentif pajak tersebut adalah elemen kunci bagi Amerika Serikat untuk tetap kompetitif di pasar global. Ia juga menegaskan bahwa insentif tersebut dapat melawan dominasi China dalam sektor kendaraan listrik.

    Diberitakan sebelumnya bahwa tim transisi Trump kini tengah mempertimbangkan untuk menghapus insentif pajak sebesar 7.500 USD. Setelah pemberitaan tersebut muncul, harga saham perusahaan di sektor kendaraan listrik dan baterai mengalami penurunan. Hal tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dari insentif pajak tersebut bagi sektor otomotif AS.

    Charger mobil listrik Tesla Foto: Getty Images

    Beberapa produsen otomotif sebelumnya telah menyampaikan kepada tim transisi Trump dan pihak legislator bahwa mereka masih membutuhkan insentif pajak kendaraan listrik untuk mematuhi regulasi emisi yang ketat. Alliance for Automotive Innovation bahkan telah mengirim surat ke Kongres dan meminta agar kebijakan ini tetap dipertahankan. Pihaknya menilai bahwa insentif pajak memainkan peran penting dalam menjaga posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin global dalam masa depan industri otomotif.

    Donald Trump sendiri sebelumnya juga telah menyatakan niatnya untuk merevisi peraturan emisi yang diberlakukan oleh pemerintahan sebelumnya. Aturan tersebut mengharuskan pengurangan emisi gas buang sebesar 50% pada tahun 2032.

    (lth/lth)

  • AS Terapkan Tarif Impor Baru untuk Produk Panel Surya dari Asia Tenggara

    AS Terapkan Tarif Impor Baru untuk Produk Panel Surya dari Asia Tenggara

    Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat pada Jumat (29/11/2024) mengumumkan sebuah putaran baru tarif impor panel surya dari empat negara Asia Tenggara, yakni Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.

    Melansir dari Reuters, Sabtu (30/11/2024), kebijakan tersebut ditetapkan setelah para produsen Amerika mengeluhkan bahwa perusahaan-perusahaan di sana membanjiri pasar dengan barang-barang yang sangat murah.

    Kebijakan ini adalah keputusan kedua dari dua keputusan awal yang diambil oleh Departemen Perdagangan Presiden Joe Biden tahun ini dalam kasus perdagangan yang diajukan oleh Hanwha Qcells (000880.KS) dari Korea Selatan, First Solar Inc (FSLR.O) yang berbasis di Arizona, AS, serta beberapa produsen kecil yang berusaha melindungi investasi miliaran dolar AS di bidang manufaktur tenaga surya.

    Kelompok yang tergabung dalam Aliansi Amerika untuk Komite Perdagangan Manufaktur Tenaga Surya, menuduh para produsen panel surya besar dari China yang memiliki pabrik-pabrik di Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand, telah menyebabkan jatuhnya harga-harga global dengan cara membuang produk mereka ke pasar. 

    Menurut sebuah keputusan awal yang dimuat di situs web Departemen Perdagangan AS pada Jumat, badan tersebut menghitung bea masuk dumping antara 21,31% sampai 271,2%, tergantung pada perusahaannya, untuk sel surya dari Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

    Dumping terjadi ketika sebuah perusahaan menjual sebuah produk di Amerika Serikat dengan harga di bawah biaya produksinya atau lebih rendah daripada harga di negara asalnya.

    Jinko Solar menerima bea masuk sebesar 21,31% untuk produk-produk yang dibuat di Malaysia dan 56,51% untuk produk-produk yang diproduksi di Vietnam.

    Trina Solar dari China menerima margin dumping sebesar 77,85% untuk produk yang dibuat di Thailand dan 54,46% untuk produk yang diproduksi di Vietnam.

    Sebaliknya, Departemen Perdagangan tidak menetapkan margin dumping untuk produk Hanwha Qcells yang dibuat di Malaysia. Pada Oktober, departemen tersebut telah menghitung tingkat subsidi sebesar 14,72% untuk perusahaan tersebut.

    Penentuan akhir departemen ditetapkan pada 18 April 2025, dengan Administrasi Perdagangan Internasional akan menyelesaikan penentuannya pada 2 Juni berikutnya dan perintah akhir diharapkan pada 9 Juni.

    “Dengan bea masuk pendahuluan ini, kami bergerak lebih dekat untuk mengatasi perdagangan tidak adil yang merugikan selama bertahun-tahun dan melindungi miliaran dolar investasi dalam manufaktur dan rantai pasokan tenaga surya Amerika yang baru,” ujar Tim Brightbill, mitra di Wiley Rein dan pengacara utama para pemohon.

    Sementara itu, perwakilan dari Jinko dan Trina belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

    Sebagian besar panel surya yang dipasang di Amerika Serikat dibuat di luar negeri, dan sekitar 80% impor berasal dari empat negara yang menjadi target penyelidikan Departemen Perdagangan AS.

    Pemerintahan Biden tahun ini meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi besar-besaran China dalam kapasitas pabrik untuk barang-barang energi bersih.

    Undang-undang perubahan iklim Biden yang penting, yaitu Inflation Reduction Act (IRA), mencakup insentif bagi perusahaan-perusahaan yang memproduksi peralatan energi bersih di Amerika Serikat – sebuah subsidi yang telah mendorong kesibukan dalam rencana pembangunan pabrik-pabrik tenaga surya.

    Di sisi lain, presiden terpilih Donald Trump menyebut IRA terlalu mahal. Meski demikian, Trump juga berencana untuk menerapkan tarif yang tinggi pada berbagai sektor untuk melindungi pekerja Amerika.

  • Bos BI Siapkan 5 Kunci Hadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

    Bos BI Siapkan 5 Kunci Hadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

    Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terus mewaspadai dan mengantisipasi transmisi dari risiko gejolak ekonomi dan geopolitik global yang tengah berlangsung.

    Perry menyampaikan bahwa sinergi menjadi satu kunci utama agar ekonomi Indonesia dapat berdaya tahan, seperti halnya langkah yang dilakukan bersama pemerintah kala pandemi Covid-19. Untuk itu, Perry menyiapkan lima langkah yang menjadi kunci untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

    “Pertama, sinergi memperkuat stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan,” ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jumat (29/11/2024).

    Langkah kedua, sinergi dengan mendorong permintaan domestik khususnya konsumsi dan investasi. Ketiga, sinergi meningkatkan produktivitas dan kapasitas ekonomi nasional.

    Keempat, sinergi pendalaman keuangan untuk pembiayaan perekonomian. Terakhir, sinergi digitalisasi sistem pembayaran dan ekonomi keuangan digital nasional.

    Pasalnya, sinergi dipercaya menjadi kunci utama di tengah kewaspadaan akan perlambatan ekonomi global pada 2025 dan 2026 akibat kondisi ekonomi dunia yang terus bergejolak dan akan adanya rambatan sebagai efek dari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS.

    Trump membawa kebijakan dengan mementingkan negaranya terlebih dahulu atau American First, sehingga membawa perubahan terhadap geopolitik dan ekonomi dunia. Mulai dari tarif tinggi, perang dagang, geopolitik, disrupsi dagang, fragementasi ekonomi dan keuangan.

    Perry menegaskan bahwa stabilitas sangatlah penting bagi negara manapun dalam mendorong ekonomi tumbuh tinggi—seperti harapan Presiden Prabowo Subianto agar pertumbuhan ekonomi mencapai 8%. Kredibilitas Indonesia diakui secara internasional sebagai negara dengan disiplin tinggi 

    “Itulah kunci ketahanan menghadapi gejolak global. Sinergi fiskal dan moneter yang sangat erat perlu semakin kita perkuat ke depan dalam pengendalian inflasi, defisit fiskal, stabilisasi rupiah,” tutur Perry.

    Termasuk sinergi dalam penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan juga operasi moneter Bank Indonesia serta efektivitas penerapan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA).

    Selain itu, sinergi pemerintah dan bank sentral dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam pengawasan dan resolusi permasalahan lembaga keuangan, pendalaman pasar keuangan, literasi keuangan, dan perlindungan konsumen.