Tag: Donald Trump

  • Makin Panas! Trump Kirim Kapal Induk AS ke Perairan Amerika Latin

    Makin Panas! Trump Kirim Kapal Induk AS ke Perairan Amerika Latin

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara dramatis meningkatkan pengerahan aset militer AS di kawasan Karibia, dengan mengirimkan armada kapal induk USS Gerald R Ford ke perairan Amerika Latin. Hal ini dilakukan saat AS bersitegang dengan Venezuela dan Kolombia terkait operasi antinarkotika mematikan.

    Pengerahan USS Gerald R Ford itu, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (25/10/2025), diumumkan oleh juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, Sean Parnell, dalam pernyataan via media sosial X pada Jumat (24/10) waktu setempat.

    “Peningkatan kehadiran pasukan AS di USSOUTHCOM AOR akan memperkuat kapasitas AS untuk mendeteksi, memantau, dan menghentikan para aktor dan aktivitas ilegal yang membahayakan keselamatan dan kemakmuran tanah air Amerika Serikat serta keamanan kita di Belahan Barat,” kata Parnell.

    Dia tidak menyebutkan lebih lanjut soal kapan kapal induk AS itu akan bergerak ke kawasan Karibia. Namun beberapa hari yang lalu, diketahui bahwa USS Gerald R Ford telah berlayar melalui perairan Selat Gibraltar dan di perairan Eropa.

    Parnell, dalam pernyataannya, menyebut pengerahan USS Gerald R Ford dan kapal-kapal pendampingnya “akan meningkatkan dan menambah kemampuan yang ada untuk menghentikan perdagangan narkotika serta melemahkan dan membongkar TCO (organisasi kriminal transnasional)”.

    USS Gerald R Ford yang mulai beroperasi tahun 2017, merupakan kapal induk paling baru AS dan kapal induk terbesar di dunia, dengan membawa lebih dari 5.000 personel di dalamnya.

    Kapal induk yang dilengkapi sebuah reaktor nuklir ini, dapat menampung lebih dari 75 pesawat militer, termasuk jet tempur F-18 Super Hornet dan E-2 Hawkeye, yang dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini.

    Kapal induk ini memiliki persenjataan rudal, seperti Evolved Sea Sparrow Missile, yang merupakan rudal permukaan-ke-udara jarak menengah yang dapat digunakan untuk menghadapi drone dan pesawat terbang.

    Pengerahan kapal induk AS ini merupakan bagian dari pengumpulan aset militer AS oleh Trump di kawasan Karibia, yang mencakup delapan kapal perang Angkatan Laut AS dan 10 jet tempur siluman F-35, serta sebuah kapal selam nuklir.

    Keberadaan aset militer yang semakin banyak di Karibia, terutama di dekat Venezuela, semakin meningkatkan kekhawatiran soal tujuan akhir Washington, yang dicurigai untuk menggulingkan rezim Presiden Nicolas Maduro.

    Pada Agustus lalu, AS menggandakan tawaran imbalan untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro, yang dituduh terlibat perdagangan narkoba dan kelompok kriminal, menjadi US$ 50 juta. Maduro telah membantah tuduhan tersebut.

    Sejak awal September, pasukan AS yang ada di kawasan tersebut telah melancarkan setidaknya 10 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba, sebagian besar di perairan Karibia. Serangan-serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 40 orang.

    Pentagon belum memberikan banyak informasi soal serangan semacam itu, namun disebutkan bahwa beberapa yang tewas merupakan warga Venezuela.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini 25 Oktober 2025: UBS dan Galeri24 Melonjak – Page 3

    Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini 25 Oktober 2025: UBS dan Galeri24 Melonjak – Page 3

    Pelaku pasar hampir sepenuhnya mengantisipasi penurunan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS minggu depan, dengan penurunan lainnya diperkirakan terjadi pada Desember.

    Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang aset non-imbal hasil seperti emas.

    Sementara itu, Gedung Putih mengonfirmasi pada Kamis kalau Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping minggu depan, menjelang batas waktu 1 November untuk tarif tambahan AS atas impor China.

    “Jika (harga emas) turun di bawah USD 4.000, kita akan terus melihat penurunan pasar yang lebih dramatis, mungkin hingga USD 3.850, level support utama berikutnya,” UJAR Chief Market Strategiest Blue Line Futures, Phillip Streible.

    Harga emas batangan telah naik 55% tahun ini, didorong oleh ketegangan geopolitik dan perdagangan, pembelian yang kuat oleh bank sentral, dan ekspektasi penurunan suku bunga AS, di antara faktor-faktor lainnya.

    Sementara itu, platinum tergelincir 1,33% menjadi USD 1.603,94 dan paladium turun 1,43% menjadi USD 1.436,19.

  • Rosneft Kena Sanksi AS, Bagaimana Nasib Kilang Tuban di RI?

    Rosneft Kena Sanksi AS, Bagaimana Nasib Kilang Tuban di RI?

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proyek Kilang Tuban di Indonesia, yang salah satu pemegang sahamnya adalah Rosneft, terus berjalan meskipun perusahaan minyak asal Rusia tersebut baru saja mendapatkan sanksi dari Presiden AS Donald Trump. 

    Proyek Tuban rencananya akan digarap oleh mitra asal Rusia, Rosneft dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Pemerintah pun masih mengevaluasi ulang rencana investasi pada megaproyek Grass Root Refinery (GRR) di Jawa Timur itu. 

    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah bersama Pertamina akan fokus untuk mengeksekusi proyek tersebut karena salah satu kebutuhan untuk ketahanan energi nasional. 

    “Menyangkut kilang yang selama ini kerja sama antara Pertamina dan Rosneft, sekarang masih dalam tetap masih on progress bahwa plan A plan B semuanya akan dalam pembahasan,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025). 

    Sebelumnya, Bahlil juga masih menilai sanksi yang dikenakan AS ke Rosneft tidak akan berdampak pada proyek Kilang Tuban di RI. Namun, dia mengakui bahwa saat ini Pertamina dan Rosneft masih dalam pertimbangan. 

    Adapun, FID ditargetkan rampung pada kuartal IV/2025 mendatang. 

    “Tenang aja, banyak jalan menuju surga. Jangan terlalu khawatir berlebihan ya. Kita sudah siasati,” ujar Bahlil. 

    Menurut Bahlil, Kilang Tuban belum jalan karena pemerintah masih menghitung keekonomian dari proyek itu. 

    “Nah, sekarang kenapa belum jalan? Setelah dihitung kembali antara investasi dan nilai ekonominya masih terjadi review kembali lah,” kata Bahlil, beberapa waktu lalu. 

    Dia juga berpendapat perhitungan itu menjadi hal penting. Sebab, nilai investasi dari proyek Kilang Tuban cukup fantastis. Terlebih, belakangan nilai investasi proyek Kilang Tuban membengkak. 

    Tercatat, nilai investasi proyek tersebut kini berada di angka US$23 miliar atau setara Rp377,38 (asumsi kurs Rp16.408 per US$). Angka ini naik dari rencana awal yang senilai US$13,5 miliar atau Rp205,05 triliun. 

    “Sampai dengan sekarang kita lagi melakukan evaluasi terhadap investasinya. Memang investasinya cukup gede di awal itu,” ucap Bahlil.

  • Perang Baru Trump Menggila, 40 Orang Tewas Diserang Pasukan AS

    Perang Baru Trump Menggila, 40 Orang Tewas Diserang Pasukan AS

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Donald Trump makin kencang menyerang kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di wilayah perairan Karibia, dekat Venezuela. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan serangan terbaru ke sebuah kapal angkutan pada Jumat (24/10) waktu setempat, telah menewaskan 6 orang.

    Dalam unggahan di akun X, Hegseth mengatakan ini adalah serangan pertama yang dilakukan pada malam hari. Adapun kapal yang diserang, menurut Hegseth, dioperasikan oleh geng Tren de Aragua.

    Hegseth tak memperinci bukti yang menunjukkan bahwa kapal tersebut mengangkut narkoba. Ia hanya membagikan video berdurasi 20 detik yang menunjukkan kapal tersebut di atas air sebelum diserang oleh proyektil dan peledak dari pasukan AS.

    Sejak September 2025, AS sudah melancarkan 10 operasi penyerangan ke kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di Karibia dan Samudra Pasifik. Secara total, hampir 40 orang tewas dalam serangan bertubi-tubi AS, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/10/2025)

    Pada Kamis (23/10), Trump mengatakan pemerintahannya berencana memberikan pengarahan kepada Kongres AS mengenai operasi melawan kartel narkoba.

    Trump menekankan meskipun ia tidak memerlukan deklarasi perang, operasi melawan kartel di darat akan menjadi prioritas berikutnya.

    Sebagai informasi, militer AS telah meningkatkan kehadirannya di Karibia, termasuk pengerahan kapal perusak berpeluru kendali, jet tempur F-35, kapal selam nuklir, dan ribuan pasukan.

    Serangan AS telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pakar hukum dan anggota parlemen Demokrat, yang mempertanyakan apakah mereka mematuhi hukum perang.

    Pekan lalu, Reuters menjadi yang pertama melaporkan bahwa dua orang yang diduga sebagai pengedar narkoba selamat dari serangan militer AS di Karibia. Mereka diselamatkan dan dibawa ke kapal perang Angkatan Laut AS sebelum dipulangkan ke negara asal mereka, Kolombia dan Ekuador.

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah berulang kali menuduh bahwa AS berharap untuk menggulingkannya dari kekuasaan. Pada Agustus lalu, Washington menggandakan hadiahnya untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro menjadi US$50 juta.

    Pemerintah AS menuduh Maduro memiliki hubungan dengan perdagangan narkoba dan kelompok kriminal. Hal ini dibantah Maduro.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Pasukan AS Kembali Serang Kapal Narkoba Venezuela Kartel Tren de Aragua, 6 Orang Tewas

    Pasukan AS Kembali Serang Kapal Narkoba Venezuela Kartel Tren de Aragua, 6 Orang Tewas

    JAKARTA – Pasukan Amerika Serikat (AS) kembali melakukan serangan AS terhadap kapal yang diduga mengangkut narkoba. Serangan menewaskan enam tersangka “teroris narkotika” di Karibia.

    Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Jumat, 24 Oktober. Serangan ini merupakan operasi terbaru dalam kampanye antinarkoba Presiden Donald Trump di kawasan tersebut.

    Dalam unggahan di X seperti dikutip Reuters, Hegseth mengatakan ini adalah serangan pertama yang dilakukan pada malam hari sebagai bagian dari operasi yang dimulai pada September.

    Serangan tersebut terjadi pada malam hari dan kapal tersebut dioperasikan oleh kartel Tren de Aragua.

    Sebelumnya pada pertengahan Oktober, pasukan AS menyerang

    apal di lepas pantai Venezuela dan menewaskan enam tersangka pengedar narkoba.

    Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan serangan itu dilakukan terhadap organisasi teroris, tetapi dia tidak memberikan detail kelompok mana.

    “Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut menyelundupkan narkotika dan terkait dengan jaringan teroris narkotika ilegal,” kata Trump, tanpa memberikan bukti dilansir Reuters, Rabu, 15 Oktober.

    Video berdurasi sekitar 30 detik yang diunggah Trump tampak memperlihatkan kapal yang sedang diam di perairan yang dihantam proyektil sebelum meledak.

    Serangan AS terhadap kapal yang diduga mengangkut narkoba di lepas pantai Venezuela

    Pentagon baru-baru ini mengungkapkan kepada Kongres, Trump menetapkan Amerika Serikat terlibat dalam “konflik bersenjata non-internasional” dengan kartel narkoba.

  • Google Ikut Setor Rp 365 M Buat Pembangunan Ruang Dansa Trump

    Google Ikut Setor Rp 365 M Buat Pembangunan Ruang Dansa Trump

    Google dilaporkan turut menyumbang dana Rp 365 M dalam proyek pembongkaran Sayap Timur Gedung Putih untuk pembangunan ruang dansa dan ballroom Donald Trump.

    Selain Google, ada beberapa nama-nama donatur lain yang turut menyumbang dalam proyek yang memakan dana sekitar Rp 4,1 T tersebut.

    Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan tersebut tengah menuai pro dan kontra di masyarakat AS lantaran Sayap Timur Gedung Putih merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada 1942 di masa pemerintahan Franklin D. Roosevelt.

  • Video: XI Jinping Hadiri KTT APEC di Korea Selatan

    Video: XI Jinping Hadiri KTT APEC di Korea Selatan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Tiongkok Xi Jinping akan mengunjungi Korea Selatan Dari 30 Oktober-1 November untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Namun, Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Jumat (24/10) tidak mengonfirmasi pertemuan dengan presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Selengkapnya dalam program Nation Hub CNBC Indonesia, Jumat (24/10/2025).

  • Trump Mendadak Berubah Gara-gara Nasihat Manusia Rp 2.600 Triliun

    Trump Mendadak Berubah Gara-gara Nasihat Manusia Rp 2.600 Triliun

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden AS Donald Trump ternyata bisa berubah pikiran gara-gara omongan CEO Nvidia, Jensen Huang. Trump mengubah rencana awal untuk mengerahkan pasukan federal ke San Francisco.

    Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan pembatalan rencana ‘mengamankan’ San Francisco dilakukan setelah mendapat ‘nasihat’ dari beberapa orang. Di antaranya Huang, CEO Salesforce Marc Benioff, dan pihak-pihak ‘berpengaruh’ lainnya.

    Lebih lanjut, Trump mengatakan telah berbicara dengan Wali Kota San Francisco, Daniel Lurie, yang berasal dari Partai Demokrat. Menurut Trump, Lurie telah membuat peningkatan yang substansial untuk menumpas kriminalitas di wilayah pimpinannya.

    “Orang-orang hebat seperti Jensen Huang, Marc Benioff, dan lainnya mengatakan kepada saya bahwa masa depan San Francisco sangat baik,” tulis Trump, dikutip dari CNBC International, Jumat (24/10/2025).

    Keputusan Trump ini merupakan kemenangan politis bagi Lurie yang terpilih sebagai Wali Kota San Francisco untuk masa jabatan pertamanya.

    “Presiden [Trump] sudah memberi tahu saya soal pembatalan rencana untuk mengerahkan pasukan federal di San Francisco. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem juga mengonfirmasinya dalam diskusi kami pagi ini,” kata Lurie, dikutip dari CNBC International.

    Nvidia menolak berkomentar soal diskusi via panggilan telepon yang terjadi antara Huang dan Trump.

    Huang merupakan salah satu bos raksasa teknologi yang dikenal makin dekat dengan Trump. Perusahaannya tumbuh pesat karena mampu menangkap peluang bisnis di tengah perkembangan teknologi AI. Forbes memprediksi kekayaannya saat ini mencapai US$158,2 miliar atau sekitar Rp2.600 triliun.

    Lurie merupakan kader Demokrat moderat. Ia telah mengambil pendekatan yang berbeda terhadap Trump dibandingkan pejabat California lainnya, seperti Anggota DPR Nancy Pelosi dan Gubernur Gavin Newsom, yang secara terbuka menyerang balik pemerintahan Trump. Sebaliknya, Lurie secara konsisten tidak menyebut nama Trump secara publik maupun pribadi ketika melontarkan kritik.

    Dalam pidatonya baru-baru ini tentang potensi penempatan pasukan federal, Lurie telah memuji kemajuan kota dalam pengembangan bisnis dan kejahatan, sering mengutip data yang menunjukkan warga San Francisco merasa kota ini berada di jalur yang benar.

    “Kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami akan menyambut baik kemitraan berkelanjutan dengan FBI, DEA, ATF, dan Jaksa Agung AS untuk menyingkirkan narkoba dan pengedar narkoba dari jalanan kami, tetapi keberadaan militer dan penegakan hukum imigrasi yang dimiliterisasi di kota kami akan menghambat pemulihan kami,” kata Lurie.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • YouTube Tambah Fitur Pembatas Waktu di Shorts, Pengguna Bisa Atur Durasi Nonton Harian – Page 3

    YouTube Tambah Fitur Pembatas Waktu di Shorts, Pengguna Bisa Atur Durasi Nonton Harian – Page 3

    YouTube baru saja membuka izin bagi pengguna yang diblokir beberapa tahun silam untuk kembali mengakses platform-nya. 

    Setelah diselidiki, penerapan aturan ini berlaku bagi penyebar konten misinformasi tentang pemilu Amerika Serikat (AS) 2020 dan Covid-19.

    Mengutip CNN, Rabu (15/10/2025), awal mula dari kasus ini adalah tekanan politik yang diberikan oleh kubu Demokrat dari mantan Presiden AS, Joe Biden (saat masih menjabat) kepada jajaran perusahaan perangkat lunak dan media sosial, seperti Meta dan Google.

    Terkait konteks paksaan di atas, Partai Republik (kubu Donald Trump) menuduh desakan tersebut berfokus pada tindakan sensorhip atau pun menghapus konten yang dirasa bersebrangan atau menyebarkan misinformasi dari sisi Demokrat.

    Apa Dampak Bagi Republican?

    Selain memberikan paksaan, mereka juga merasa menjadi korban atas hak kebebasan berekspresi pada tahun 2020. Sebab, dengan disensornya konten postingan dari kubu konservatif, suara dan pendapat tidak bisa sampai ke telinga masyarakat.

    Para kreator yang ingin dan diizinkan kembali harus membuat saluran (channel) baru. Dalam kanal tersebut, mereka dibebaskan mengunggah ulang konten lama karena aturan sensor dari kubu Presiden Joe Biden sudah dihapuskan.

  • AS Minta OpenAI Serahkan Data Pengguna, Prompt ChatGPT jadi Alat Penyelidikan

    AS Minta OpenAI Serahkan Data Pengguna, Prompt ChatGPT jadi Alat Penyelidikan

    Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya meminta OpenAI menyerahkan data pengguna ChatGPT dalam penyelidikan kriminal. AS menjadikan prompt ChatGPT sebagai alat penyelidikan dan ini merupakan yang pertama di dunia.

    Permintaan tersebut terungkap dalam surat perintah pencarian (search warrant) yang baru saja dibuka di pengadilan Maine pekan lalu, dan menunjukkan bagaimana lembaga penegak hukum kini mulai memanfaatkan data dari platform kecerdasan buatan (AI) dalam investigasi.

    Menurut dokumen yang diperoleh Forbes, permintaan data itu diajukan oleh Homeland Security Investigations (HSI), unit di bawah U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang berfokus pada eksploitasi anak, kejahatan siber, dan perdagangan manusia. 

    Mereka tengah menyelidiki seorang administrator situs eksploitasi anak di dark web yang telah lama diburu sejak 2019. Dalam upaya penyamaran, agen federal berinteraksi langsung dengan administrator tersebut di salah satu situs gelap. 

    Di tengah percakapan, tersangka tanpa sadar mengungkap bahwa ia menggunakan ChatGPT. Dia bahkan membagikan beberapa prompt dan tanggapan dari ChatGPT, di antaranya percakapan ringan seperti, “Apa yang akan terjadi jika Sherlock Holmes bertemu Q dari Star Trek?”

    Dalam percakapan lain, tersangka juga menyebut pernah meminta ChatGPT menulis puisi sepanjang 200.000 kata dan mendapat contoh puisi bergaya Donald Trump yang lucu dan berlebihan. 

    Informasi inilah yang mendorong pemerintah meminta OpenAI menyerahkan berbagai data terkait pengguna tersebut, termasuk riwayat percakapan lain, nama, alamat, serta data pembayaran yang terhubung dengan akun ChatGPT terkait.

    Kasus ini menjadi contoh pertama bagaimana aparat hukum AS dapat menggunakan data prompt ChatGPT sebagai alat bantu penyelidikan. 

    Sebelumnya, lembaga seperti Google sudah beberapa kali diminta menyerahkan data pengguna berdasarkan kata kunci pencarian tertentu, namun belum pernah terjadi pada platform AI generatif seperti ChatGPT. Meski begitu, OpenAI bukanlah kunci utama dalam pengungkapan identitas pelaku. 

    Penyelidik ternyata berhasil mengidentifikasi tersangka melalui informasi pribadi yang ia ungkap sendiri selama obrolan penyamaran, termasuk dirinya pernah tinggal tujuh tahun di Jerman, menjalani pemeriksaan kesehatan militer, dan memiliki ayah yang pernah bertugas di Afghanistan. 

    Dari data tersebut, mereka menelusuri keterkaitan tersangka dengan pangkalan militer Ramstein Air Force Base di Jerman dan pekerjaannya di bawah Departemen Pertahanan AS. Akhirnya, pemerintah menuduh seorang pria berusia 36 tahun bernama Drew Hoehner sebagai administrator situs tersebut. 

    Dia didakwa dengan satu tuduhan konspirasi untuk mengiklankan materi eksploitasi seksual anak (CSAM). Hingga berita ini diturunkan, Hoehner belum mengajukan pembelaan, sementara pengacaranya belum memberikan komentar.

    Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa HSI percaya Hoehner merupakan moderator atau administrator di sekitar 15 situs dark web berisi materi pelecehan anak, dengan total pengguna lebih dari 300.000 akun.

    Situs-situs tersebut beroperasi di jaringan Tor yang mengenkripsi lalu lintas pengguna agar sulit dilacak. Beberapa di antaranya bahkan memiliki kategori khusus untuk konten ilegal yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

    Belum diketahui jenis data apa saja yang diserahkan OpenAI kepada pemerintah. Namun catatan menunjukkan bahwa perusahaan mengirimkan satu berkas Excel spreadsheet berisi informasi pengguna. Tidak ada rincian lebih lanjut, dan Departemen Kehakiman AS belum menanggapi permintaan konfirmasi. Data itu kemungkinan akan digunakan untuk memperkuat bukti identitas tersangka di pengadilan.

    Meski permintaan data ini terbatas hanya pada dua prompt, para ahli menilai kasus ini menunjukkan tren baru di mana aparat hukum mulai memanfaatkan platform AI untuk mencari bukti kejahatan.

    Penasihat hukum dari Electronic Frontier Foundation (EFF) Jennifer Lynch mengatakan kasus ini menjadi pengingat penting bagi perusahaan AI.

    “Ini menunjukkan semakin besarnya peran ChatGPT dalam penyelidikan kriminal. Karena itu, perusahaan seperti OpenAI perlu lebih berhati-hati dan membatasi data pengguna yang mereka kumpulkan,” katanya.

    Menurut data OpenAI, antara Juli hingga Desember tahun lalu, perusahaan melaporkan 31.500 konten terkait eksploitasi anak ke National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) sesuai kewajiban hukum di AS. Dalam periode yang sama, OpenAI menerima 71 permintaan pemerintah untuk mengakses data pengguna, mencakup 132 akun.