Tag: Donald Trump

  • Trump Bertemu Emir Qatar, Puji Peran Penting dalam Gencatan Senjata di Gaza

    Trump Bertemu Emir Qatar, Puji Peran Penting dalam Gencatan Senjata di Gaza

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump singgah di Qatar dalam lawatannya ke Asia. Trump bertemu dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di atas pesawat Air Force One.

    Dilansir AFP, Minggu (26/20/2025), para pemimpin Qatar itu menaiki Air Force One yang mendarat di Pangkalan Udara Al Udeid. Pangkalan udara ini menampung markas regional militer AS dan ribuan pasukan Amerika.

    Trump mengatakan bahwa keduanya telah memainkan peran penting dalam proses perdamaian Timur Tengah dan gencatan senjata di Gaza. Trump menambahkan bahwa Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani telah menjadi “sahabatnya bagi dunia.”

    “Apa yang telah kami lakukan adalah perdamaian yang luar biasa bagi Timur Tengah, dan mereka merupakan faktor yang sangat besar di dalamnya,” kata Trump.

    Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang baru saja melakukan perjalanan ke Israel sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk menjaga gencatan senjata Gaza tetap pada jalurnya, hadir dalam pertemuan dengan para pemimpin Qatar.

    Trump akan melakukan perjalanan ke Asia untuk pertama kalinya sejak kembali menjabat pada bulan Januari. Lawatan ke Asia ini dengan dua pertemuan puncak regional dan pertemuan tatap muka dengan Presiden China Xi Jinping dan para pemimpin lainnya.

    Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menjamu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini untuk membahas langkah-langkah selanjutnya yang sangat sensitif dalam kesepakatan tersebut, termasuk pembentukan pasukan keamanan di Gaza dan nasib Hamas.

    Perdana Menteri Qatar juga telah menjadi negosiator kunci sejak pecahnya perang setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

    Pembicaraan di atas Air Force One terjadi ketika Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan seorang terduga militan Jihad Islam di Gaza.

    Meskipun ada gencatan senjata antara Hamas, sekutu Jihad Islam, dan Israel, Israel tetap memiliki hak untuk mempertahankan diri dan pasukannya dari serangan militan.

    “Mari kita lihat apa yang mereka lakukan dalam 48 jam ke depan. Saya mengamati ini dengan saksama,” kata Trump di platform Truth Social-nya setelah pembicaraan dengan para pemimpin Qatar.

    (lir/lir)

  • Trump Dapat Donasi Anonim Rp2,15 Triliun, Mau Dipakai Gaji Militer

    Trump Dapat Donasi Anonim Rp2,15 Triliun, Mau Dipakai Gaji Militer

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Donald Trump berencana menyalurkan donasi sebesar US$130 juta, atau setara Rp 2,15 triliun (asumsi kurs Rp 16.613 per US$), dari ‘teman’ anonim presiden Amerika Serikat (AS) untuk membayar gaji anggota militer selama government shutdown. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Departemen Pertahanan AS pada Jumat (24/10/2025) lalu.

    “Sumbangan itu dibuat dengan syarat bahwa dana itu digunakan untuk mengimbangi biaya gaji dan tunjangan anggota,” kata kepala juru bicara Pentagon Sean Parnell, dilansir CNN International, Sabtu (25/10/2025).

    Langkah tersebut dinilai menjadi sesuatu yang tidak biasa, karena pendanaan militer umumnya berasal dari anggaran publik yang disetujui oleh Kongres AS. Keputusan tersebut juga menimbulkan pertanyaan tentang identitas dan motivasi sang donor yang bersedia memberikan sumbangan hingga sembilan digit kepada pemerintah.

    Meski jumlahnya besar, donasi US$130 juta itu tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap gaji sekitar 1,3 juta anggota militer aktif, yang jika dibagi rata hanya setara dengan sekitar US$100 per orang.

    Adapun, para anggota Kongres dari kedua partai mengatakan pada Jumat bahwa mereka masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak administrasi terkait detail sumbangan tersebut, namun sejauh ini belum menerima informasi apa pun.

    Pihak Demokrat juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai legalitas donasi itu. Mereka berpendapat bahwa otoritas penerimaan hadiah yang dikutip oleh Pentagon hanya memperbolehkan pemberian untuk tujuan tertentu, seperti pendanaan sekolah militer, rumah sakit, pemakaman, atau untuk membantu anggota pasukan yang terluka maupun keluarga mereka yang gugur saat bertugas.

    Donasi semacam itu juga dinilai bisa menghadapi pembatasan tambahan jika berasal dari pemerintah atau organisasi asing.

    “Menggunakan sumbangan anonim untuk mendanai militer kita menimbulkan pertanyaan yang mengganggu tentang apakah pasukan kita sendiri berisiko benar-benar dibeli dan dibayar oleh kekuatan asing,” ujar Senator Delaware Chris Coons, Demokrat terkemuka di subkomite alokasi pertahanan Senat.

    Selain itu, sejumlah pakar anggaran juga mempertanyakan apakah penggunaan donasi tersebut melanggar Undang-Undang Antidefisiensi, yang melarang lembaga federal menggunakan dana di luar batas yang telah dialokasikan untuk mereka. Pihak Demokrat menuduh pemerintahan Trump beberapa kali melanggar undang-undang ini selama penutupan pemerintahan, termasuk saat memecat ribuan pegawai federal.

    “Undang-Undang Antidefisiensi secara eksplisit bahwa sumbangan pribadi tidak dapat digunakan untuk mengimbangi penyimpangan dalam alokasi. Saya pikir mereka bisa menerimanya tetapi mereka tidak bisa menggunakannya untuk tujuan itu karena hukumnya sangat jelas,” kata Bill Hoagland selaku mantan pembantu anggaran Senat GOP yang kini menjabat sebagai wakil presiden senior di Pusat Kebijakan Bipartisan.

    Sehari sebelumnya, Donald Trump sempat menggembar-gemborkan sumbangan US$130 juta tersebut, yang ia klaim berasal dari seorang temannya dan ditujukan untuk menutupi kekurangan pendanaan militer. Namun, dia menolak mengungkapkan identitas donor itu, dengan alasan tidak benar-benar menginginkan pengakuan.

    Saat dimintai penjelasan tentang identitas donor dan kemungkinan adanya hubungan dengan kepentingan asing, juru bicara Gedung Putih justru mengarahkan pertanyaan ke Pentagon dan Departemen Keuangan. Namun, Pentagon kembali merujuk pertanyaan itu ke Gedung Putih, sementara Departemen Keuangan tidak segera memberikan tanggapan.

    Pentagon hanya menyebut bahwa donasi tersebut merupakan kontribusi “anonim” dan belum menanggapi pertanyaan mengenai apakah mereka akan memberikan penjelasan resmi kepada Kongres terkait penggunaannya.

    (hsy/hsy)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Memanas Laut Karibia Kala AS Bersitegang dengan Venezuela-Kolombia

    Memanas Laut Karibia Kala AS Bersitegang dengan Venezuela-Kolombia

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) kembali menyerang kapal yang diduga dioperasikan oleh geng penyelundup narkoba asal Venezuela. Sebanyak enam orang, yang disebutnya sebagai “teroris narkotika”, tewas dalam serangan AS di Laut Karibia tersebut.

    Seperti dilansir AFP, Jumat (25/10/2025), Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth mengumumkan via postingan media sosial X pada Jumat (24/10) bahwa serangan pada malam hari itu dilancarkan terhadap kapal yang diduga dioperasikan geng penyelundup narkoba asal Venezuela, Tren de Aragua.

    “Enam pria teroris narkotika ada di atas kapal selama serangan, yang dilancarkan di perairan internasional — dan merupakan serangan pertama di malam hari,” kata Hegseth dalam pernyataannya.

    “Semua keenam teroris itu tewas,” ucapnya.

    “Jika Anda seorang teroris narkotika yang menyelundupkan narkoba di belahan Bumi kami, kami akan memperlakukan Anda seperti kami memperlakukan Al-Qaeda. Siang atau MALAM, kami akan memetakan jaringan Anda, melacak orang-orang Anda, memburu Anda, dan membunuh Anda,” tegas Hegseth.

    Screenshot video yang diunggah Donald Trump di media sosial menunjukkan sebuah kapal meledak (Foto: Donald Trump via Truth Social/via REUTERS Purchase Licensing Rights)

    10 Serangan AS

    Serangan militer terbaru itu menjadikan jumlah total serangan AS terhadap terduga penyelundup narkoba di Karibia dan Pasifik Timur menjadi setidaknya 10 serangan, yang menurut penghitungan AFP berdasarkan data AS, telah menewaskan total sedikitnya 43 orang.

    AS mulai melancarkan serangan militer yang menargetkan kapal-kapal yang diduga penyelundup narkoba pada awal September lalu, setelah mengerahkan aset-aset militer termasuk jet tempur siluman F-35, kapal Angkatan Laut, dan kapal selam bertenaga nuklir ke kawasan Karibia.

    Sejauh ini, otoritas Washington belum merilis bukti bahwa target serangannya adalah penyelundup narkoba. Para pakar mempertanyakan legalitas serangan AS terhadap kapal-kapal tersebut di perairan internasional, tanpa mencoba mencegat atau menangkap awak kapal dan mengadili mereka.

    Pengerahan aset militer dan serangan-serangan itu semakin memicu kekhawatiran dan ketegangan di kawasan Karibia, dengan Venezuela menuduh AS berkomplot untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

    AS Serang Kapal Narkoba Kolombia

    Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan serangan terhadap kapal pemberontak Kolombia, yang diklaim menyelundupkan narkoba, di perairan internasional di kawasan Amerika Selatan. Serangan ini menandai perluasan operasi militer AS di kawasan tersebut.

    Dilansir AFP, Senin (20/10/2025), pengumuman mengenai serangan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth pada Minggu (19/10) waktu setempat. Serangan itu sendiri disebut oleh Hegseth telah dilancarkan pada Jumat (17/10) lalu.

    Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth (Foto: 20Detik)

    Hegseth mengatakan bahwa pasukan AS menyerang sebuah kapal yang disebutnya berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Kolombia, sebuah kelompok gerilya sayap kiri yang dikenal sebagai ELN dalam bahasa Spanyol.

    Disebutkan oleh Hegseth bahwa sedikitnya tiga awak kapal tersebut tewas akibat serangan AS.

    Dalam pernyataannya, Hegseth menyebut kapal itu diserang saat berlayar di perairan internasional yang masuk dalam wewenang Komando Selatan AS, yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Amerika Latin. Dia tidak merinci lokasi serangan itu secara spesifik. Kolombia memiliki pesisir Karibia dan pesisir Pasifik.

    AS mengerahkan sejumlah kapal perang ke kawasan Karibia, di dekat lepas pantai Venezuela, sejak Agustus lalu. Sejauh ini, kapal-kapal perang Washington itu telah menyerang setidaknya enam kapal, yang diklaim menyelundupkan narkoba ke wilayah AS, hingga menewaskan sedikitnya 27 orang.

    Halaman 2 dari 2

    (kny/jbr)

  • Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

    Trump Sebut Korea Utara sebagai ‘Kekuatan Nuklir’, Beri Pengakuan?

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Korea Utara (Korut) sebagai “semacam kekuatan nuklir” saat dia bertolak ke Asia, dalam kunjungan yang kemungkinan mencakup pertemuan dengan pemimpin Pyongyang, Kim Jong Un.

    Saat ditanya wartawan di pesawat kepresidenan AS Air Force One soal apakah dirinya terbuka terhadap tuntutan Korut untuk diakui sebagai negara nuklir sebagai prasyarat dialog dengan AS, seperti dilansir AFP, Sabtu (25/10/2025), Trump menjawab: “Ya, saya pikir mereka semacam kekuatan nuklir.”

    “Ketika Anda mengatakan mereka harus diakui sebagai kekuatan nuklir, ya, mereka punya banyak senjata nuklir, saya akan mengatakan demikian,” ujar Trump.

    Trump diperkirakan berada di Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (29/10) pekan depan untuk menghadiri Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

    Laporan media-media AS menyebut para pejabat dari pemerintahan Trump telah secara tertutup membahas pengaturan untuk pertemuan antara sang Presiden AS dan pemimpin tertinggi Korut. Keduanya terakhir kali bertemu dan berbicara pada tahun 2019 lalu.

    Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih sebelum terbang ke Asia, Trump mengakui dirinya ingin bertemu dengan Kim Jong Un, ketika ditanya apakah pertemuan antara dirinya dan pemimpin Korut mungkin dilakukan selama dia berkunjung ke Korsel.

    “Saya ingin melakukannya, dia mengetahui kita akan ke sana,” kata Trump. “Saya tidak tahu, kita akan memberitahu dia, dia mengetahui saya akan pergi,” ucapnya.

    Dia menambahkan soal kedekatan dirinya dengan Kim Jong Un. “Saya sangat akrab dengannya,” sebut Trump.

    Pernyataan Trump itu disampaikan setelah Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong Young mengatakan dirinya meyakini ada peluang yang “cukup besar” untuk pertemuan antara Trump dan Kim Jong Un saat sang Presiden AS berkunjung ke Semenanjung Korea pekan depan.

    Namun, seorang pejabat senior AS menanggapi laporan itu pada Jumat (24/10) dengan menegaskan bahwa Trump sejauh ini tidak dijadwalkan untuk bertemu Kim Jong Un saat berada di Korsel pekan depan.

    “Presiden, tentu saja, telah menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Kim Jong Un di masa mendatang. Pertemuan itu tidak ada dalam jadwal untuk perjalanan ini,” kata pejabat senior AS yang berbicara kepada wartawan via telepon, namun meminta untuk tidak disebut namanya tersebut.

    Bulan lalu, Kim Jong Un mengatakan dirinya memiliki “kenangan indah” tentang Trump dan terbuka untuk berunding jika AS membatalkan tuntutan “khayalan” mereka agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.

    Trump dan Kim Jong Un terakhir bertemu tahun 2019 di area Panmunjom yang masuk dalam kompleks Area Keamanan Bersama (JSA) di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea — satu-satunya tempat di mana tentara dari kedua negara saling berhadapan secara rutin.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • AS Kirim Kapal Induk ke Karibia, Perangi Narkoba atau Lengserkan Maduro?

    AS Kirim Kapal Induk ke Karibia, Perangi Narkoba atau Lengserkan Maduro?

    Washington DC

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menuduh Amerika Serikat “merekayasa perang”, setelah AS mengirim kapal perang terbesar di dunia ke Karibia.

    Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memerintahkan kapal induk USS Gerald R Ford, yang dapat mengangkut hingga 90 pesawat tempur, untuk bertolak dari Laut Mediterania pada Jumat (24/10).

    “Mereka sedang merekayasa perang abadi yang baru,” kata Maduro kepada media pemerintah Venezuela. “Mereka berjanji tidak akan pernah lagi terlibat dalam perang, dan mereka sedang merekayasa perang,” tambahnya.

    AS sedang meningkatkan kekuatan militernya di Karibia. Washington DC telah mengerahkan sejumlah kapal perang, kapal selam nuklir, dan pesawat F-35 dalam tindakan yang mereka sebut sebagai operasi memerangi pengedar narkoba.

    Kapal induk USS Gerald Ford adalah kapal perang terbesar di dunia saat ini (Reuters)

    AS juga telah melakukan 10 serangan udara terhadap kapal-kapal yang diklaim milik para pengedar. Salah satu serangan, yang terjadi di Laut Karibia pada Jumat (24/10), menyebabkan “enam pria narko-teroris” tewas, menurut Hegseth.

    Pemerintahan Trump menyatakan sedang melancarkan perang melawan perdagangan narkoba. Namun, para ahli dan anggota Kongres menuding Trump sejatinya sedang melancarkan upaya menggoyahkan pemerintahan Maduro.

    Maduro adalah musuh bebuyutan Trump. Presiden Venezuela tersebut dituduh sebagai pemimpin organisasi perdagangan narkoba, yang dibantah Maduro.

    BBC

    BBC Verify telah memantau informasi pelacakan yang tersedia untuk umum terhadap kapal perang dan pesawat tempur AS di wilayah Karibia. Citra satelit dan foto-foto di media sosial juga dipantau untuk mencoba mengetahui seberapa besar kekuatan militer yang dikerahkan Trump.

    Penempatan pasukan berubah-ubah sehingga BBC memantau wilayah tersebut secara berkala untuk mendapatkan informasi terbaru.

    Per 23 Oktober, kami mengidentifikasi 10 kapal militer AS di wilayah tersebut, termasuk kapal perusak berpeluru kendali, kapal serbu amfibi, dan kapal tanker minyak untuk mengisi bahan bakar kapal di laut.

    Pengerahan kekuatan militer AS

    Pentagon telah memerintahkan pengerahan gugus tempur kapal induk ke wilayah Karibia.

    Gugus tugas ini mencakup USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia.

    Selain kapal-kapal AS di sekitar Puerto Rico tempat AS memiliki pangkalan militer citra satelit juga menunjukkan dua kapal sekitar 123 km sebelah timur Trinidad dan Tobago.

    Salah satunya adalah kapal penjelajah berpeluru kendali, USS Lake Erie.

    Kapal lainnya adalah MV Ocean Trader, menurut Bradley Martin, mantan kapten Angkatan Laut AS yang kini menjadi peneliti kebijakan senior di RAND Corp.

    Kapal kargo ini merupakan hasil modifikasi yang dirancang untuk mendukung misi pasukan khusus sekaligus menyatu dengan lalu lintas komersial. Kapal ini dapat menampung drone, helikopter, dan kapal kecil.

    Citra satelit menunjukkan kapal perang AS di lepas pantai Trinidad dan Tobago (BBC)

    Ada beragam misi yang dapat didukung kapal tersebut, termasuk pengintaian untuk mempersiapkan serangan. Namun, Martin menekankan bahwa kehadiran MV Ocean Trader “tidak selalu berarti bahwa kegiatan semacam itu sedang dilakukan atau direncanakan”.

    Para analis militer telah menunjukkan bahwa pencegatan pengiriman narkoba di laut tidak membutuhkan kekuatan militer sebesar saat ini.

    AS juga telah memperkuat Angkatan Udara di wilayah tersebut – BBC Verify telah mengidentifikasi sejumlah pesawat militer AS di Puerto Rico.

    Stu Ray, analis senior di McKenzie Intelligence Services, mengatakan citra satelit yang diambil pada 17 Oktober menunjukkan terdapat sejumlah pesawat jet tempur F-35 di landasan, kemungkinan F-35B.

    Citra satelit menunjukkan sejumlah pesawat F-35 di Bandara Jose Aponte De La Torre, Puerto Rico (BBC)

    Pesawat itu adalah jet siluman canggih yang mampu lepas landas di landasan pacu yang pendek dan bisa mendarat vertical.

    Di media sosial, seorang pilot jet pribadi membagikan video drone MQ-9 Reaper, yang direkam di Bandara Rafael Hernndez di Puerto Rico.

    Drone ini telah digunakan oleh AS untuk melakukan serangan dan pengawasan di Afghanistan, Suriah, Libya, dan Mali.

    Pada awal Oktober, BBC Verify melacak tiga pesawat pengebom B-52 yang terbang melintasi Karibia dan dekat dengan pantai Venezuela.

    BBC

    Angkatan Udara AS kemudian mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat tersebut telah mengambil bagian dalam “simulasi serangan bom”.

    Penerbangan pesawat pengebom B1 dan pesawat mata-mata P-8 Poseidon juga terlihat di platform pelacakan pesawat.

    Gambar di media sosial juga menunjukkan helikopter militer beroperasi di lepas pantai Trinidad dan Tobago.

    Beberapa di antaranya adalah Boeing MH-6M Little Birds – dijuluki “Telur Pembunuh” – yang digunakan oleh pasukan khusus AS.

    BBC

    Apakah pengerahan kekuatan militer AS semata-mata demi memerangi narkoba?

    Donald Trump telah menyatakan pengerahan kekuatan militer AS adalah perang terhadap pengedar narkotika. Dia mengklaim satu kapal yang ditabrak AS pada 16 Oktober “sebagian besar berisi fentanil.”

    Namun, fentanil terutama diproduksi di Meksikobukan Amerika Selatan dan masuk ke AS melalui perbatasan selatan.

    “Ini bukan tentang narkoba,” kata Dr. Sabatini. “Namun, dia telah mengadopsi bahasa oposisi Venezuela bahwa ini bukan sekadar kediktatoran ini adalah rezim kriminal.”

    Sejak 2020, Departemen Kehakiman AS telah menuduh Presiden Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba dan narkotika-terorisme, yang dibantahnya.

    Trump mengatakan dia telah mengizinkan CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela, sebagian karena “narkoba yang masuk” dari Venezuela.

    Venezuela tidak memproduksi kokain dalam jumlah besar tapi Kolombia, Peru, dan Bolivia. Ada beberapa kokain yang diperdagangkan melalui Venezuela, yang diklaim pemerintah Venezuela sedang ditindak.

    Laporan Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) tahun 2025 menyebutkan 84% kokain yang disita di AS berasal dari Kolombia dan menyebutkan negara-negara lain. Namun, DEA tidak menyebutkan Venezuela sebagai negara asal pengiriman kokain.

    Tujuh serangan pertama AS dilakukan di Karibia, yang bukan merupakan jalur laut utama untuk perdagangan narkoba.

    AS belum merinci bukti-bukti yang menunjukkan Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba. Maduro telah berulang kali membantah tuduhan tersebut, dan justru menuduh AS melakukan imperialisme dan memperburuk krisis ekonomi negara melalui sanksi.

    Ada beberapa kasus yang mendakwa orang-orang dekatnya.

    Pada 2016, pengadilan federal New York menjatuhkan hukuman kepada dua keponakan istri Maduro karena berkonspirasi mengimpor kokain ke AS.

    Dalam kasus tersebut, mereka dituduh berencana menggunakan sebagian uang tersebut untuk mendanai kampanye politik istri Maduro. Mereka kemudian dibebaskan melalui perjanjian pertukaran tahanan dengan AS.

    Apa yang CIA bisa lakukan di Venezuela?

    Ketika ditanya apakah CIA telah diberi wewenang untuk menangkap Maduro, Donald Trump mengelak dan mengatakan akan “konyol” untuk menjawabnya.

    Ia juga mengatakan bahwa AS “sedang mempertimbangkan pendaratan”, merujuk pada kemungkinan operasi militer di Venezuela.

    CIA dipandang dengan penuh kecurigaan oleh banyak orang di Amerika Latin karena sejarah panjang intervensi rahasia, upaya pergantian rezim, dan dukungan terhadap kediktatoran militer sayap kanan di masa lalu, terutama di Chile dan Brasil.

    Ned Price, wakil perwakilan AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mantan analis senior CIA serta penasihat senior Departemen Luar Negeri, mengatakan tindakan rahasia CIA dapat terjadi “dalam berbagai bentuk.”

    “Bisa berupa operasi informasi. Bisa berupa operasi sabotase. Bisa berupa pendanaan partai oposisi. Bisa sampai penggulingan rezim. Ada banyak pilihan antara opsi tingkat rendah dan tingkat tinggi.”

    Ini bisa mencakup agen yang digunakan untuk menargetkan tersangka perdagangan manusia di Venezuela. Menurut definisi AS, penargetan bisa mencakup Maduro.

    Demonstrasi di Venezuela pada Juli lalu, setelah Nicolas Maduro mengklaim telah memenangi pilpres (Reuters)

    Dr. Sabatini mengatakan, mengingat Venezuela bukan titik produksi utama narkoba, tidak ada laboratorium kokain atau fentanil yang bisa “dihilangkan”, tetapi ada lapangan udara atau pelabuhan yang bisa menjadi target AS.

    “Jika AS ingin agresif, AS bisa mengirim rudal ke barak militer. Ada informasi intelijen yang cukup kuat bahwa beberapa sektor militer terlibat dalam perdagangan kokain.”

    Operasi CIA bisa juga berupa “hancurkan dan rebut”, catatnya, yaitu menangkap Maduro atau beberapa pembantunya dan membawa mereka ke pengadilan di AS.

    Pertanyaan besar, menurutnya, adalah berapa lama Trump bersedia menyimpan begitu banyak aset militer AS di Karibia.

    Jika tujuan utama peningkatan kekuatan militer ini adalah untuk mengancam Maduro, tidak jelas apakah itu cukup untuk memicu pembelotan di Venezuela.

    Apakah itu sampai pada upaya nyata untuk menggulingkan rezim Maduro melalui kekerasan, kata Profesor Albertus, sulit untuk mengetahuinya.

    (nvc/nvc)

  • Warga RI Bisa Kabur Aja Dulu ke China, Syaratnya Makin Mudah

    Warga RI Bisa Kabur Aja Dulu ke China, Syaratnya Makin Mudah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin meniti karier di luar negeri kini memiliki kesempatan baru melalui inisiatif dari Pemerintah China.

    Pada Rabu (1/10/2025), China secara resmi meluncurkan program visa khusus yang dirancang untuk menarik talenta global di bidang sains dan teknologi agar bersedia bekerja di Negara Tirai Bambu.

    Berdasarkan laporan AFP, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi China memperkuat posisinya sebagai pemimpin dunia dalam sektor sains dan teknologi, sekaligus menantang dominasi Amerika Serikat (AS).

    Program yang pertama kali diumumkan pada Agustus 2025 ini juga tampak kontras dengan kebijakan Washington. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump justru menaikkan biaya visa kerja secara drastis, yang dinilai menghambat masuknya tenaga ahli asing.

    Sementara itu, media pemerintah CHina melaporkan bahwa visa kategori K ini akan secara signifikan mempermudah proses imigrasi bagi kandidat yang memenuhi persyaratan.

    “Dengan latar belakang beberapa negara yang menarik diri, berfokus pada kepentingan dalam negeri, dan mengesampingkan talenta internasional, China dengan penuh semangat memanfaatkan peluang penting ini dan segera memperkenalkan kebijakan ini,” tulis surat kabar pemerintah People’s Daily, dikutip dari AFP, Jumat (10/10/2025).

    Berbeda dengan banyak kategori visa lainnya, visa K tidak mewajibkan pemberi kerja atau entitas domestik untuk mengeluarkan undangan kepada pemohon.

    “Visa K akan menawarkan lebih banyak kemudahan bagi pemegangnya dalam hal jumlah entri yang diizinkan, masa berlaku, dan durasi tinggal,” lapor kantor berita pemerintah Xinhua pada Agustus lalu.

    Adapun syarat yang ditetapkan bagi peminat visa K adalah “talenta sains dan teknologi muda global”. Syarat lebih spesifik terkait usia, latar belakang pendidikan, dan pengalaman kerja yang dibutuhkan, belum dijelaskan secara perinci.

    Xinhua mengatakan pemegang visa bisa terlibat dalam beragam sektor pekerjaan, seperti pendidikan, budaya, sains dan teknologi, serta kewirausahaan yang relevan dan aktivitas bisnis.

    Seperti bumi dan langit, industri teknologi AS sedang terguncang akibat perubahan kebijakan visa kerja H-1B yang ditetapkan Trump. H-1B merupakan tipe visa yang memungkinkan perusahaan untuk mensponsori talenta asing dengan keterampilan khusus seperti sains, engineer, dan programmer, untuk bekerja di AS selama 3 tahun dan bisa diperpanjang hingga 6 tahun.

    Visa tersebut sangat banyak digunakan oleh industri teknologi. Namun, ketetapan baru visa H-1B mematok biaya super mahal sebesar US$100.000 (Rp1,6 miliar).

    Warga negara India menyumbang hampir tiga perempat dari izin yang diberikan melalui sistem lotere setiap tahun.

    (hsy/hsy)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Presiden Brasil Kritik PBB ‘Tak Lagi Berfungsi’ Hadapi Genosida di Gaza

    Presiden Brasil Kritik PBB ‘Tak Lagi Berfungsi’ Hadapi Genosida di Gaza

    Kuala Lumpur

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melontarkan kritikan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga multilateral lainnya, yang disebutnya “tidak lagi berfungsi” dan gagal melindungi korban perang Gaza.

    Kritikan itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (25/10/2025), dilontarkan Lula da Silva saat berada di Malaysia setelah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim pada Sabtu (25/10), menjelang pertemuan puncak (KTT) ASEAN.

    “Siapa yang bisa menerima genosida yang telah berlangsung begitu lama di Jalur Gaza?” kata Lula da Silva kepada wartawan di Putrajaya, setelah pertemuan bilateral untuk mempererat hubungan antara Brasil dan Malaysia.

    “Lembaga-lembaga multilateral yang dibentuk untuk mencegah hal-hal itu terjadi telah berhenti berfungsi. Hari ini, Dewan Keamanan PBB dan PBB tidak lagi berfungsi,” kritiknya.

    Dalam pernyataannya, Luka da Silva juga melontarkan sindiran untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang juga akan menghadiri KTT ASEAN di Kuala Lumpur. Lula da Silva dan Trump ada kemungkinan untuk bertemu di sela-sela KTT ASEAN

    “Bagi seorang pemimpin, berjalan dengan kepala tegak lebih penting daripada Hadiah Nobel,” ucapnya.

    Trump telah bertolak menuju ke Asia pada Jumat (24/10) malam waktu AS. Dia akan mengunjungi Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel). Selain menghadiri KTT ASEAN, Trump juga akan menghadiri KTT APEC di Korsel dan melakukan pembicaraan penting dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT APEC.

    Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua pada Januari lalu, Trump telah berulang kali menegaskan bahwa dirinya pantas menerima Nobel Perdamaian atas perannya dalam menyelesaikan berbagai konflik. Klaim Trump itu, oleh para pengamat, dinilai terlalu dibesar-besarkan.

    Ketika Komite Nobel Norwegia pada bulan ini menganugerahkan Nobel Perdamaian kepada pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado, Gedung Putih memberikan kecamannya untuk komite tersebut.

    Sementara itu, Lula da Silva dan Trump mulai memperbaiki perbedaan mereka setelah berbulan-bulan berseteru terkait persidangan dan vonis terhadap mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, sekutu Trump.

    Trump telah memberlakukan tarif 50 persen terhadap banyak produk Brasil dan menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat tinggi Brasilia, termasuk seorang hakim Mahkamah Agung, untuk menghukum Brasil atas apa yang disebutnya sebagai “perburuan penyihir” terhadap Bolsonaro.

    Mahkamah Agung Brasil menjatuhkan hukuman 27 tahun penjara kepada Bolsonaro pada September lalu, atas perannya dalam upaya kudeta yang gagal setelah kekalahan dari Lula da Silva dalam pemilu tahun 2022.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • 9
                    
                        AS Kerahkan Kapal Induk ke Amerika Selatan, Serang Terus Bandar Narkoba
                        Internasional

    9 AS Kerahkan Kapal Induk ke Amerika Selatan, Serang Terus Bandar Narkoba Internasional

    AS Kerahkan Kapal Induk ke Amerika Selatan, Serang Terus Bandar Narkoba
    Tim Redaksi
    WASHINGTON DC, KOMPAS.com
    – Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk ke perairan lepas pantai Amerika Selatan untuk memperkuat kehadiran militer di kawasan tersebut.
    Langkah ini dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Jumat (24/10/2024), seperti dilansir
    The Telegraph India
    .
    Dalam pernyataannya, Hegseth mengatakan bahwa militer AS melakukan serangan ke-10 terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba.
    Ia menuding kelompok Tren de Aragua, geng kriminal yang berasal dari dalam penjara Venezuela, sebagai operator kapal tersebut.
    “Serangan berlangsung tengah malam dan menjadi serangan malam hari pertama yang kami lakukan,” ujar Hegseth dalam unggahan di media sosial.
    Hegseth juga menegaskan sikap keras pemerintah terhadap kelompok penyelundup narkoba.
    “Apa pun
    narco-terrorist
    yang menyelundupkan narkoba di belahan bumi kami, akan kami perlakukan seperti kami memperlakukan Al Qaeda,” tegasnya.
    Sebanyak enam orang dilaporkan tewas dalam insiden yang terjadi di Laut Karibia tersebut.
    Bila sebelumnya serangan hanya terjadi setiap beberapa pekan sekali, pekan ini saja tercatat sudah tiga kali serangan dilakukan.
    Sejak awal September, total korban tewas akibat operasi militer ini mencapai sedikitnya 43 orang.
    Dua dari serangan terbaru terjadi di wilayah timur Samudra Pasifik. Hal ini menandai perluasan area operasi militer AS hingga ke salah satu jalur utama perdagangan kokain dunia.
    Menurut Hegseth, semua serangan berlangsung di wilayah perairan internasional. Ia menyebut operasi malam hari ini sebagai pencapaian tersendiri dalam strategi militer.
    Serangan terbaru ini kembali menyoroti kelompok Tren de Aragua, yang sebelumnya juga disebut dalam serangan perdana bulan lalu.
    Pemerintahan Presiden Donald Trump menetapkan geng ini sebagai organisasi teroris asing.
    Kelompok tersebut dituding sebagai penyebab kekerasan dan jaringan perdagangan narkoba lintas negara, termasuk di sejumlah kota di kawasan Amerika.
    Meskipun Hegseth tidak secara spesifik menyebut negara asal kapal yang diserang, pejabat pemerintah menyatakan, setidaknya empat kapal yang pernah menjadi target serangan berasal dari Venezuela.
    Peningkatan serangan dan pengerahan kekuatan militer AS di wilayah Laut Karibia serta perairan dekat Venezuela menimbulkan spekulasi, pemerintahan Trump sedang berupaya menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
    Satu hari sebelum serangan malam dilakukan, militer AS juga diketahui menerbangkan dua pesawat pengebom berat supersonik ke lepas pantai Venezuela.
    Pemerintah AS berdalih bahwa semua langkah militer ini ditujukan untuk memberantas perdagangan narkoba yang mengalir ke wilayah Amerika Serikat.
    Namun, Presiden Maduro menilai langkah tersebut sebagai bagian dari tekanan politik terhadap pemerintahannya.
    “Ini adalah upaya terbaru mereka untuk memaksa saya turun dari kekuasaan,” ujar Maduro.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Malaysia Mau Nego Tarif Semikonduktor Tetap 0% ke Donald Trump

    Malaysia Mau Nego Tarif Semikonduktor Tetap 0% ke Donald Trump

    Bisnis.com, JAKARTA – Malaysia tengah berupaya memastikan produk chip semikonduktor terbebas dari tarif impor Amerika Serikat dalam perjanjian dagang yang direncanakan ditandatangani pada Minggu (26/10/2025).

    Penandatanganan ini dilakukan bersamaan dengan kunjungan Presiden Donald Trump ke Kuala Lumpur untuk menghadiri KTT Asean.

    Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Zafrul Aziz mengatakan saat ini tarif impor produk semikonduktor asal Malaysia ke AS masih 0% dan pemerintah berharap bisa dipertahankan.

    “Pasar ini sangat krusial bagi Malaysia,” jelas Aziz seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (25/10/2025).

    Malaysia sebelumnya dikenakan tarif 19% untuk ekspor ke AS. Kini, Trump bahkan mempertimbangkan tarif hingga 300% terhadap semikonduktor. Langkah ini dianggap mengkhawatirkan bagi Malaysia, yang merupakan eksportir semikonduktor terbesar keenam dunia.

    AS merupakan pasar tujuan terbesar ketiga bagi produk semikonduktor negara tersebut.

    Zafrul juga membuka peluang tercapainya kesepakatan terkait mineral kritis dengan AS saat Trump menghadiri KTT Asean.

    “Itu sangat mungkin,” katanya saat ditanya dalam forum bisnis Asean mengenai apakah kesepakatan akan diteken pada Minggu.

    Malaysia semakin menunjukkan ambisi di sektor penambangan dan pemrosesan mineral tanah jarang untuk memenuhi lonjakan permintaan global yang dipicu oleh kebutuhan perangkat elektronik, kendaraan listrik, dan teknologi energi bersih seperti baterai lithium.

    Zafrul menambahkan, Malaysia akan terus melibatkan perusahaan dari China, Jepang, Korea Selatan, dan AS dalam pengembangan sektor ini.

    Dana kekayaan negara, Khazanah Nasional Bhd., akan bermitra dengan perusahaan global di bidang pengolahan hilir mineral tanah jarang, sebagaimana diumumkan Perdana Menteri Anwar Ibrahim awal bulan ini.

  • Ibu Suri Thailand Sirikit Meninggal Dunia Usia 93 Tahun, Ini Profilnya

    Ibu Suri Thailand Sirikit Meninggal Dunia Usia 93 Tahun, Ini Profilnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sirikit, mantan ratu sekaligus ibu suri Thailand, meninggal dunia. Ibunda Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, yang juga merupakan istri dari mendiang raja yang paling lama memerintah di negara itu, Bhumibol Adulyadej, wafat saat usia 93 tahun.

    “Kondisi Yang Mulia memburuk hingga Jumat dan beliau meninggal dunia pukul 21.21 di Rumah Sakit Chulalongkorn pada usia 93 tahun,” demikian pengumuman pihak istana pada Sabtu (25/10/2025) sebagaimana dilansir Aljazeera.

    Sirikit menikah dengan Raja Bhumibol yang telah berkuasa di Thailand selama tujuh dekade. Raja Bhumibol meninggal pada 2016.

    Ia sudah jarang tampil di publik, setelah menderita berbagai penyakit. Kondisi Sirkit melemah seusai terkena stroke pada 2012 silam, dan dirawati di rumah sakit sejak September 2019.

    Pada 17 Oktober lalu, Sirkit juga berjuang melawan infeksi darah.eskipun tim medis telah berupaya, kondisinya tidak kunjung membaik, menurut laporan yang diterima Aljazeera.

    Seorang juru bicara pemerintah mengatakan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga telah membatalkan penerbangannya pada Sabtu ini ke Malaysia setelah mengetahui kematian Sirkit. Ia dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak para pemimpin ASEAN pada Minggu hingga Selasa.

    Pemimpin Thailand itu langsung mengadakan rapat kabinet pada Sabtu pagi untuk membahas prosesi pemakaman. Suasana pertemuan itu muram, menurut media berita Thailand, The Nation, dengan semua yang hadir mengenakan pakaian hitam.

    Anutin kembali terjadwal terbang ke Malaysia pada Minggu, menurut The Nation, mengingat Presiden AS Donald Trump juta akan menyaksikan penandatanganan perjanjian damai antara Thailand dan Kamboja setelah sengketa perbatasan meningkat menjadi konflik habis-habisan pada Juli.

    Raja Vajiralongkorn telah menetapkan bahwa masa berkabung resmi selama satu tahun akan dijalani oleh anggota keluarga kerajaan dan pelayan kerajaan sejak tanggal kematiannya, menurut outlet media Thai PBS.

    Jenazah mendiang Ibu Suri akan diabadikan di Istana Agung Bangkok.

    Meskipun dibayangi oleh catatan kekuasaan putranya, Raja Thailand Vajiralongkorn, Sirikit adalah sosok yang dicintai di sebagian besar negaranya. Ulang tahunnya tanggal 12 Agustus bahkan dirayakan sebagai Hari Ibu.

    Selama protes besar-besaran yang dipimpin mahasiswa pada 2020 dan 2021 – yang berubah menjadi kritik publik yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap monarki dan seruan untuk mencabut undang-undang penghinaan terhadap raja yang kejam – kemarahan para pengunjuk rasa sebagian besar ditujukan kepada Raja, bukan kepada orang tuanya.

    Keluarga kerajaan dihormati di Thailand, dan monarki dilindungi oleh beberapa hukum paling keras di dunia yang melarang kritik terhadap institusi tersebut.

    Mereka diperlakukan oleh banyak orang sebagai tokoh semi-dewa dan diliput media dengan gemilang serta potret-potret berhiaskan emas yang tergantung di tempat umum dan rumah-rumah pribadi di seluruh negeri.

    Meninggalnya Raja Bhumibol pada 2016 diikuti oleh ungkapan duka cita publik yang mendalam dan masa berkabung resmi selama setahun, dengan banyak warga Thailand memilih mengenakan pakaian hitam selama masa berkabung tersebut.

    Sirikit dilahirkan dalam keluarga bangsawan kaya di Bangkok pada 1932, tahun ketika monarki absolut digantikan oleh sistem konstitusional di Thailand.

    Ia bertemu Bhumibol pada 1948 di Paris, tempat ayahnya menjadi duta besar Thailand dan Sirikit yang berusia 16 tahun sedang belajar musik serta bahasa.

    Pasangan itu menikah dua tahun kemudian pada 28 April 1950, seminggu sebelum Bhumibol secara resmi dinobatkan sebagai Rama IX dari Dinasti Chakri.

    Sirikit diberi gelar kerajaan Somdet Phra Nang Chao Sirikit Phra Borommarachininat. Pasangan ini dikaruniai empat orang anak – Raja Vajiralongkorn, dan putri-putri Ubolratana, Sirindhorn, dan Chulabhorn.

    Selama dekade-dekade awal mereka di atas takhta, para bangsawan muda Thailand berkelana di seluruh dunia sebagai duta besar yang berniat baik, menjalin hubungan pribadi dengan para pemimpin dunia, dengan Sirikit yang dikenal secara internasional karena selera busananya.

    Pada 1970-an, para bangsawan mulai memperhatikan masalah dalam negeri Thailand dengan menyiapkan program pembangunan guna mengatasi masalah sosial dan lingkungan, termasuk penggundulan hutan, kemiskinan di pedesaan, dan kecanduan opium di kalangan suku pegunungan.

    Kegiatan amal mereka disiarkan setiap malam di Royal Bulletin negara itu.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]