Tag: Donald Trump

  • Manusia Rp 3.000 Triliun Jilat Presiden, Minta Jualan di China

    Manusia Rp 3.000 Triliun Jilat Presiden, Minta Jualan di China

    Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Nvidia Jensen Huang ingin perusahaannya tetap langgeng berbisnis di China. Salah satunya strategi dengan melempar pujian hingga membujuk presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Dalam konferensi AI tahunan belum lama ini, Huang diketahui memuji kebijakan yang diambil Trump. Langkah itu disebutnya bisa membuat AS tetap berada di garis terdepan perlombaan AI.

    Seperti diketahui Nvidia adalah perusahaan teknologi multinasional yang berbasis di AS. Perusahaan Huang tersebut tengah terjepit di antara perang dagang China dan AS.

    “Jika hal itu tidak terjadi, kita bisa berada dalam situasi yang buruk. Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Trump,” kata Huang, dikutip dari Politico.

    Bukan hanya itu, dia menutup pidatonya dengan mengucapkan terima kasih pada Trump yang telah membuat AS kembali hebat.

    Kemudian, dia juga diketahui berharap banyak pada pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan. Salah satunya mengharapkan bisa kembali berbisnis di China dengan tetap ingin menjual chip Blackwell di China.

    Dia hanya mengatakan keputusan tetap berada di tangan Trump. Selain itu mengungkapkan tak tahu isi pembicaraan, meski senang dengan keberhasilan keduanya bertemu.

    “Kami selalu berharap kembali ke China, dan saya pikir Nvidia di China sangat bagus. Demi kepentingan terbaik Amerika Serikat (AS), ini demi kepentingan terbaik China,” jelasnya dikutip dari Reuters, Senin (3/11/2025).

    Sayang tak ada pembicaraan soal Blackwell. Ini dikonfirmasi sendiri oleh Trump, yang juga mengatakan semikonduktor dibahas oleh keduanya dan China juga akan berbicara dengan pihak lain termasuk Nvidia terkait pengambilan chip.

    Nvidia memang jadi sasaran dua negara saat perang dagang China-AS terus memanas. Misalnya dilarang menjual chip canggih, dan di sisi lain chip penggantinya H20 kurang diminati oleh China.

    Huang juga telah berupaya untuk meminta Trump melakukan pelonggaran kontrol. Dia mengatakan ketergantungan AI China adalah hal terbaik untuk AS. Dia mengatakan Nvidia tidak berharap pangsa pasarnya menjadi 0, namun kini kemungkinan itu bisa terjadi.

    Masalah militer China bisa mengganggu keamanan nasional AS dengan teknologi buatan negara itu, dia mengatakan tak masuk akal. Karena China punya chip AI sendiri yang kemampuannya sudah cukup baik bagi aplikasi mereka.

    AS tidak bisa meremehkan kekuatan Beijing. Termasuk tak menganggap semangat dari raksasa China, Huawei.

    “Sangat bodoh meremehkan kekuatan China dan semangat kompetitif Huawei yang luar biasa. ini merupakan perusahaan teknologi yang luar biasa,” jelasnya.

    (haa/haa)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Badai PHK Menggila di 2025, Cek Daftar Terbarunya

    Badai PHK Menggila di 2025, Cek Daftar Terbarunya

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tahun 2025 tak berbeda dengan sebelumnya, karena badai PHK masih menyerang banyak perusahaan. Termasuk sejumlah perusahaan teknologi dan banyak sektor lain yang harus merumahkan banyak pekerjanya.

    Tarif impor baru yang diumumkan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pergeseran kebiasaan belanja konsumen beberapa waktu lalu jadi penyebab PHK ini. Sejumlah perusahaan harus meningkatkan biaya operasional karena kebijakan itu.

    Selain itu ada juga terkait restrukturisasi di dalam perusahaan dan pengalihan dana untuk investasi Artificial Intelligence (AI).

    Survei dari perusahaan penggajian ADP melaporkan 32 ribu pekerjaan hilang di sektor swasta hanya pada bulan September saja.

    Berikut daftar perusahaan yang memangkas pekerjanya, dirangkum dari AP News, Senin (3/11/2025):

    General Motors

    Sekitar 1.700 pekerja terdampak kebijakan PHK perusahaan untuk seluruh lokasi pabrik di Michigan dan Ohio. Dilaporkan juga ratusan karyawan tambahan akan mengalami ‘PHK sementara’.

    Kabar terakhir termasuk 200 orang, yang sebagian besar para insinyur di Detroir. Pusat Inovasi TI Georgio akan ditutup dan membuat 300 orang terkena PHK.

    Paramount

    Paramount yang bekerja di bidang media dan hiburan, dikabarkan akan memberhentikan 2.000 karyawan atau 10% dari seluruh pekerjanya. Seorang sumber mengatakan perusahaan bakal memecat sekitar 1.000 pegawai lebih dulu pada Rabu, dan sisanya bakal dilakukan pada beberapa hari.

    PHK ini terjadi setelah merger dengan Skydance beberapa waktu lalu. Merger kedua perusahaan senilai US$8 miliar.

    Amazon

    Amazon mengumumkan rencananya memangkas 14 ribu pekerjanya atau 4% dari total seluruh pegawai. PHK dilakukan saat perusahaan berfokus pada AI dan meningkatkan belanjanya untuk sektor itu.

    CEO Andy Jassy juga pernah mengatakan soal AI generatif yang bakal mengurangi jumlah tenaga kerja korporat Amazon.

    UPS

    Tahun ini, UPS akan merumahkan 48 ribu orang pegawainya atau lebih besar dari yang dilakukan awal 2025 sebanyak 20 ribu orang.

    Alasannya sebagai upaya pemulihan, saat adanya pergeseran pada pengiriman. Sejauh ini, UPS telah memecat 34 ribu dan akan mengurangi 14 ribu yang sebagian besar adalah level manajemen.

    Target

    Target juga akan merumahkan 1.800 posisi perusahaan atau 8% dari total secara keseluruhan. Pemangkasan terjadi dalam upaya perampingan.

    “Terlalu banyak lapisan dan pekerjaan yang tumpang tindih membuat pengambilan keputusan lambat,” kata Chief Operating Officer Michael Fiddelke.

    Nestle

    Perusahaan mengungkapkan akan memecat 16 ribu pekerja di seluruh dunia, karena adanya pemangkasan biaya lebih luas untuk memulihkan kinerja keuangan. PHK akan dilakukan selama dua tahun ke depan.

    Nestle menghadapi tantangan seperti kenaikan harga komoditas dan tarif dari AS.

    Lufthansa Group

    PHK dalam jangka waktu panjang akan dilakukan Lufthansa. Sebanyak 4.000 pekerja bakal dipecat pada 2030, sebagian besar berasal dari kantor Herman dan peran administratif.

    Pengurangan ribuan pekerja itu karena penerapan AI, digitalisasi dan konsolidasi pekerjaan.

    Novo Nordisk

    Perusahaan farmasi asal Denmark mengumumkan akan memecat 9.000 pekerja atau 11% dari total semua pekerjanya. PHK terjadi jadi bagian restrukturisasi, karena perusahaan menjual lebih banyak obat obesitas dan diabetes di tengah persaingan.

    ConocoPhillips

    Raksasa minyak mengatakan bakal memberhentikan seperempat tenaga kerjanya. Juru bicara perusahaan mengonfirmasi 20-25% karyawan dan kontraktor terdampak di seluruh dunia, atau sekitar 2.600-3.250 orang dari 13 ribu total pekerjanya.

    PHK ini dilakukan sebagai upaya ConocoPhillips untuk memangkas biaya.

    Intel

    Intel juga akan melakukan hal serupa. CEO Lip-Bu Tan mengatakan perusahaan akan menutup tahun dengan 75 ribu pekerja inti saja, tidak termasuk anak perusahaan.

    Artinya bakal ada sekitar 22 ribu karyawan yang kehilangan pekerjaan. Sebab jumlah pegawai yang diumumkan tahun lalu sebanyak 99.500 orang.

    Microsoft

    Total 15 ribu karyawan Microsoft kehilangan pekerjaan. Pada Mei, 6.000 orang telah di-PHK dan baru-baru ini diumumkan 9.000 posisi terancam dipecat.

    PHK terbaru menimpa sejumlah divisi, termasuk bisnis gim video Xbox Microsoft. Banyak eksekutif yang menganggap pemecatan sebagian upaya memangkas lapisan manajemen.

    Procter & Gamble (P&G)

    Perusahaan berencana memangkas hingga 7.000 pekerjaan dalam dua tahun ke depan atau 6% dari tenaga kerja seluruhnya.

    PHK itu terjadi karena bagian dari restrukturisasi dan di tengah tekanan tarif. Sebelumnya produsen deterjen Tide dan popok Pampers juga mengatakan bakal menaikkan seperempat produknya karena pajak impor baru.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Dituduh Trump Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir, China Bilang Gini

    Dituduh Trump Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir, China Bilang Gini

    Pemerintah China membantah telah melakukan uji coba senjata nuklir. Hal ini disampaikan pada hari Senin (3/11) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh negara tersebut termasuk di antara negara-negara yang melakukan uji coba nuklir tanpa sepengetahuan publik.

    “China selalu berpegang teguh pada jalur pembangunan damai, menerapkan kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, menegakkan strategi nuklir untuk membela diri, dan mematuhi komitmennya untuk menangguhkan uji coba nuklir,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dilansir kantor berita AFP, Senin (3/11/2025).

    Sebelumnya, Trump menuduh negara-negara seperti Rusia dan China telah melakukan uji coba nuklir bawah tanah, tanpa sepengetahuan publik. Dan, Amerika Serikat akan mengikutinya, ujar Trump.
    “Rusia melakukan uji coba, dan China juga menguji coba, tetapi mereka tidak membicarakannya,” ujar Trump kepada program “60 Minutes” di stasiun televisi CBS, dalam sebuah wawancara yang dirilis pada hari Minggu (2/11) waktu setempat.

    “Saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak melakukan uji coba,” katanya, seraya menambahkan Korea Utara dan Pakistan masuk ke dalam daftar negara yang diduga menguji persenjataan nuklir mereka.

    Trump membuat pengumuman mengejutkan melalui unggahan media sosial pada hari Kamis lalu, yang memerintahkan agar AS memulai uji coba nuklir. Hal ini disampaikannya beberapa menit sebelum memasuki pertemuan puncak dengan pemimpin China Xi Jinping di Korea Selatan.

    Pengumuman ini muncul setelah Rusia mengatakan telah menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir baru, Burevestnik, dan sebuah drone bawah air bertenaga nuklir dan berkemampuan nuklir.

    Ketika ditanya langsung apakah ia berencana agar Amerika Serikat meledakkan senjata nuklir untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade, Trump mengatakan kepada CBS: “Saya katakan bahwa kita akan menguji senjata nuklir seperti yang dilakukan negara-negara lain, ya.”

    Tidak ada negara selain Korea Utara yang diketahui telah melakukan peledakan nuklir selama beberapa dekade. Rusia dan China belum melakukan uji coba semacam itu sejak tahun 1990 dan 1996. Amerika Serikat melakukan uji coba ledakan nuklir pertamanya pada tahun 1992.

    Ketika ditanya tentang hal tersebut, Trump berkata: “Mereka tidak akan langsung memberi tahu Anda.”

    “Sehebat apa pun mereka, ini adalah dunia yang besar. Anda belum tentu tahu di mana mereka menguji,” kata Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (3/11/2025).

    “Mereka menguji jauh di bawah tanah di mana orang-orang tidak tahu persis apa yang terjadi dengan uji coba tersebut. Anda merasakan sedikit getaran,” tambahnya.

  • Trump Minggir, Xi Jinping Blak-blakan Mau Kuasai Dunia

    Trump Minggir, Xi Jinping Blak-blakan Mau Kuasai Dunia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden China, Xi Jinping, menjadi sorotan dalam KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (2/11) kemarin. Xi Jinping unjuk gigi saat Presiden AS Donald Trump tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

    Xi memanfaatkan momentum untuk mendorong proposal pembentukan badan global yang mengatur kecerdasan buatan (AI) dan menegaskan ambisi China sebagai pemimpin alternatif dalam kerja sama perdagangan dunia.

    Ia mengusulkan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization, yang menurutnya bisa menetapkan aturan tata kelola AI dan meningkatkan kerja sama internasional, sehingga AI menjadi kebaikan publik bagi komunitas internasional.

    Pernyataan ini pertama kali disampaikan Xi sejak Beijing mengumumkan inisiatif tersebut tahun ini, sementara Amerika Serikat (AS) menolak upaya regulasi AI di lembaga internasional.

    “Kecerdasan buatan memiliki arti penting bagi perkembangan masa depan dan harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di seluruh negara dan wilayah,” kata Xi dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Xinhua, dikutip dari Reuters, Senin (3/11/2025).

    Para pejabat China mengatakan organisasi ini kemungkinan akan berbasis di Shanghai, pusat komersial di Negeri Tirai Bambu.

    Ketidakhadiran Trump membuka ruang bagi Xi untuk mempromosikan China sebagai juara kerja sama multilateral versi Beijing.

    Dalam pertemuan bilateral sebelumnya, kedua pemimpin sempat menandatangani kesepakatan satu tahun untuk sebagian mencabut kontrol perdagangan dan teknologi yang memicu ketegangan.

    Di sisi lain, Xi menyoroti dominasi China dalam teknologi hijau, termasuk baterai dan panel surya, serta mendorong APEC agar mendukung peredaran bebas teknologi hijau.

    Selain itu, Xi menekankan pentingnya model AI murah buatan perusahaan China, DeepSeek, sebagai bagian dari strategi kedaulatan algoritmik.

    Para anggota APEC akhirnya menyetujui deklarasi bersama dan sejumlah kesepakatan terkait AI serta tantangan populasi yang menua.

    China sendiri akan menjadi tuan rumah KTT APEC 2026 di Shenzhen, kota yang dulunya desa nelayan namun kini menjadi pusat manufaktur dan teknologi.

    APEC sendiri merupakan forum konsultatif yang terdiri dari 21 negara dan mewakili setengah perdagangan global.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Smartphone Trump Tak Kunjung Muncul, Pembeli di AS Was-was Uang Muka Melayang

    Smartphone Trump Tak Kunjung Muncul, Pembeli di AS Was-was Uang Muka Melayang

    Bisnis.com, JAKARTA — Peluncuran Smartphone Trump atau Trump Phone kembali molor. Sempat ditargetkan hadir pada Oktober 2025, hingga November ponsel pintar itu tak terlihat. Menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang telah memesan ponsel tersebut.

    Melansir laman Phone Arena, Senin (3/11/2025), kabar terakhir mengenai Trump Phone muncul pada 28 Agustus lalu. Saat itu, Organisasi Trump mengunggah gambar render ponsel yang ternyata merupakan hasil editan dari Samsung Galaxy S25 Ultra yang dibungkus dengan casing merek Spigen. Bahkan, logo Spigen masih terlihat jelas pada gambar tersebut, memperkuat dugaan tampilan ponsel itu bukanlah produk asli.

    Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen yang telah memesan Trump Phone dengan membayar uang muka sebesar US$100 atau sekitar Rp1,6 juta. 

    Sejumlah pihak mulai mempertanyakan apakah ponsel yang dijanjikan akan benar-benar dikirimkan kepada pemesan, mengingat hingga kini belum ada kejelasan terkait peluncuran perangkat tersebut.

    Sebelumnya, pada Juni lalu, Organisasi Trump juga memperkenalkan Trump Mobile, sebuah operator jaringan virtual (MVNO) yang menyewa layanan dari T-Mobile, AT&T, dan Verizon untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. 

    Praktik semacam ini lazim dilakukan MVNO karena mereka tidak memiliki infrastruktur jaringan sendiri. Namun, berbeda dari kebanyakan MVNO lain yang menawarkan harga lebih murah, Trump Mobile justru mematok tarif yang tergolong tinggi, yakni US$47,45 atau sekitar Rp759.200 per bulan.

    Harga tersebut jelas memiliki makna simbolis mengacu pada urutan masa jabatan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat ke-45 dan ke-47. Paket layanan yang disebut “47 Plan” itu menawarkan layanan unlimited untuk telepon, SMS, dan data dengan batas kecepatan tertentu. 

    Selain itu, pelanggan juga mendapat perlindungan perangkat, bantuan darurat 24 jam melalui Drive America, layanan kesehatan daring termasuk konsultasi mental dan pemesanan obat, hingga panggilan internasional gratis ke lebih dari 100 negara, termasuk negara-negara yang memiliki pangkalan militer AS.

    Bersamaan dengan peluncuran Trump Mobile, perusahaan tersebut juga memperkenalkan Trump Phone atau T1 Phone 8002 dalam varian warna emas, dengan harga US$499 atau sekitar Rp7.984.000. 

    Ponsel kelas menengah ini diklaim memiliki layar AMOLED berukuran 6,25 inci dengan refresh rate 120Hz, kamera utama 50MP, lensa makro dan sensor kedalaman masing-masing 2MP, serta kamera depan 16MP. Ditenagai baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 20W, perangkat ini juga disebut memiliki pemindai sidik jari, fitur AI face unlock, dan ruang penyimpanan 256GB yang bisa diperluas. Sistem operasinya adalah Android 15

  • Trump Tuduh Rusia dan China Diam-diam Lakukan Uji Coba Nuklir

    Trump Tuduh Rusia dan China Diam-diam Lakukan Uji Coba Nuklir

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh negara-negara seperti Rusia dan China telah melakukan uji coba nuklir bawah tanah, tanpa sepengetahuan publik. Dan, Amerika Serikat akan mengikutinya, ujar Trump.

    “Rusia melakukan uji coba, dan China juga menguji coba, tetapi mereka tidak membicarakannya,” ujar Trump kepada program “60 Minutes” di stasiun televisi CBS, dalam sebuah wawancara yang dirilis pada hari Minggu (2/11) waktu setempat.

    “Saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak melakukan uji coba,” katanya, seraya menambahkan Korea Utara dan Pakistan masuk ke dalam daftar negara yang diduga menguji persenjataan nuklir mereka.

    Sebelumnya, Trump membuat pengumuman mengejutkan melalui unggahan media sosial pada hari Kamis lalu, yang memerintahkan agar AS memulai uji coba nuklir. Hal ini disampaikannya beberapa menit sebelum memasuki pertemuan puncak dengan pemimpin China Xi Jinping di Korea Selatan.

    Pengumuman ini muncul setelah Rusia mengatakan telah menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir baru, Burevestnik, dan sebuah drone bawah air bertenaga nuklir dan berkemampuan nuklir.

    Ketika ditanya langsung apakah ia berencana agar Amerika Serikat meledakkan senjata nuklir untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade, Trump mengatakan kepada CBS: “Saya katakan bahwa kita akan menguji senjata nuklir seperti yang dilakukan negara-negara lain, ya.”

    Tidak ada negara selain Korea Utara yang diketahui telah melakukan peledakan nuklir selama beberapa dekade. Rusia dan China belum melakukan uji coba semacam itu sejak tahun 1990 dan 1996. Amerika Serikat melakukan uji coba ledakan nuklir pertamanya pada tahun 1992.

    Ketika ditanya tentang hal tersebut, Trump berkata: “Mereka tidak akan langsung memberi tahu Anda.”

    “Sehebat apa pun mereka, ini adalah dunia yang besar. Anda belum tentu tahu di mana mereka menguji,” kata Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (3/11/2025).

    “Mereka menguji jauh di bawah tanah di mana orang-orang tidak tahu persis apa yang terjadi dengan uji coba tersebut. Anda merasakan sedikit getaran,” tambahnya.

    Namun, Menteri Energi AS pada hari Minggu (2/11) mengecilkan kemungkinan bahwa Amerika Serikat berencana untuk melakukan uji ledakan nuklir.

    “Saya pikir uji coba yang sedang kita bicarakan saat ini adalah uji sistem. Ini bukan ledakan nuklir,” kata Chris Wright dalam wawancara dengan Fox News pada hari Minggu.

    “Ini yang kami sebut ‘ledakan non-kritis’, jadi Anda menguji semua bagian lain dari senjata nuklir untuk memastikannya memberikan geometri yang tepat dan menyiapkan ledakan nuklir,” ujarnya.

    Amerika Serikat telah menjadi penanda tangan Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif sejak tahun 1996, yang melarang semua uji coba ledakan atom, baik untuk tujuan militer maupun sipil.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Poin-poin Kritik Pedas Obama untuk Donald Trump

    Poin-poin Kritik Pedas Obama untuk Donald Trump

    Jakarta

    Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Sejumlah hal disoroti Obama terkait kebijakan Trump.

    Dirangkum detikcom, Senin (3/11/2025), salah satu kritik yang disampaikan, Obama mengatakan negaranya sedang berada di masa yang suram dan dalam situasi yang sulit. Obama juga menyoroti kebijakan tarif Trump dan pengerahan pasukan garda nasional, seraya menganalogikan seolah-olah setiap hari seperti Haloween.

    Obama Sebut AS Dalam Masa Gelap

    Hal itu disampaikan Obama saat mengkampanyekan kandidat Partai Demokrat di dua negara bagian seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/11/2025). Dia menyerukan kepada semua pemilih untuk menolak apa yang dia sebut sebagai ketiadaan hukum dan tindakan sembrono dari pemerintahan Trump.

    “Terus terang saja, negara dan kebijakan kita sedang berada di masa yang cukup gelap saat ini,” kata Obama saat mendukung calon gubernur Virginia, Abigail Spanberger, dan calon gubernur New Jersey, Mikie Sherrill di Universitas Old Dominion, Norfolk, Virginia.

    “Susah untuk memulainya dari mana. Karena setiap hari, Gedung Putih ini menyuguhkan kepada rakyat satu paket baru dari tindakan tanpa hukum, kecerobohan, sikap kejam dan benar-benar kegilaan,” sambung dia.

    Kritik Tarif Trump-Pengerahan Pasukan

    Obama mengaku terkejut saat melihat para pemimpin bisnis, firma hukum dan universitas ‘berlutut’ demi menyenangkan Trump.

    Pada Sabtu malam dalam acara di Newark, New Jersey untuk mendukung Sherrill, Obama menyerukan tema yang sama saat mengkritik terhadap pemerintahan Trump.

    Sindiran Obama ke Trump Terkait Gedung Putih

    Selain itu, Obama juga melontarkan sindiran terhadap kebijakan Trump seperti merenovasi sebagian Gedung Putih di tengah penutupan pemerintahan federal.

    “Sebagai catatan, dia memang fokus pada beberapa isu penting seperti menutup halaman Rose Garden dengan aspal, supaya orang-orang tidak terkena lumpur di sepatunya, dan membangun ballroom senilai 300 juta dolar,” imbuhnya.

    (yld/azh)

  • Akankah PM Kanada Penuhi Undangan Xi Jinping Tahun Baruan di China?

    Akankah PM Kanada Penuhi Undangan Xi Jinping Tahun Baruan di China?

    JAKARTA – Kanada dan China pada Jumat 31 Oktober mengadakan pembicaraan formal pertama antar pemimpin kedua negara sejak terakhir berlangsung pada 2017. 

    Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Sabtu 1 November mengungkapkan pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di sela KTT APEC 2025 di Korea Selatan itu sebagai “titik balik” dalam hubungan bilateral kedua negara.

    “Kami sekarang telah membuka jalan ke depan untuk mengatasi masalah-masalah terkini,” kata Carney merujuk pada China kepada para wartawan di kota Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu waktu setempat, dikutip dari AFP.

    “Diskusi kami secara keseluruhan konstruktif,” tambahnya.

    Carney mengatakan saat bertemu dengan Xi Jinping mendapat undangan untuk berkunjung ke China dalam momen “tahun baruan”.

    Menurut Carney, yang terpenting dari itu semua adalah tindaklanjut dari pertemuan sehingga hubungan Kanada-China semakin kuat, terutama dalam kerja sama dan pertumbuhan ekonomi. 

    “Saya mengarahkan para menteri dan pejabat kami untuk bekerja sama guna menemukan solusi atas tantangan-tantangan saat ini dan untuk mengidentifikasi area-area untuk kerja sama dan pertumbuhan,” ujarnya.

    Kanada dan China diketahui sama-sama terperangkap dalam sanksi tarif Pemerintahan Presiden AS Donald Trump. 

    Untuk Kanada, Trump bersikap keras. Pada Agustus 2025, Trump menetapkan tarif 35 persen terhadap produk-produk dari Kanada yang tidak terkait dengan Perjanjian Amerika Serikat–Meksiko–Kanada (USMCA). 

    Selain itu, untuk tarif sektor baja dan aluminium Trump memberlakukan tarif sebesar 50 persen untuk Kanada membuat perekonomian negara tersebut terdampak.

    Pada Sabtu 25 Oktober, Trump kembali mengumumkan kenaikan tarif barang-barang Kanada sebesar 10 persen dengan pembatalan seluruh negosiasi perdagangan menyusul iklan menyentil Pemerintah AS yang disiarkan di Otario, Kanada. 

  • Trump Marah Pembantaian Warga Kristen di Nigeria

    Trump Marah Pembantaian Warga Kristen di Nigeria

    JAKARTA – Presiden AS Donald Trump mengatakan warga beragama Kristen menghadapi ancaman di Nigeria. AS memasukkan negara Afrika Barat itu ke dalam daftar pantauan Departemen Luar Negeri.

    “Kekristenan menghadapi ancaman eksistensial di Nigeria. Ribuan orang Kristen dibunuh. Kelompok Islam radikal bertanggung jawab atas pembantaian massal ini,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social dilansir Reuters, Sabtu, 1 November.

    Ia mengatakan akan memasukkan Nigeria, produsen minyak terbesar dan negara terpadat di Afrika, ke dalam daftar “Negara-negara yang Memerlukan Perhatian Khusus” yang menurut temuan AS terlibat dalam pelanggaran kebebasan beragama. Daftar tersebut mencakup antara lain China, Myanmar, Korea Utara, Rusia, dan Pakistan, menurut situs web Departemen Luar Negeri.

    Trump mengatakan ia meminta Perwakilan AS Riley Moore dan Tom Cole, serta Komite Alokasi Anggaran DPR, untuk menyelidiki masalah tersebut dan melaporkan kembali kepadanya.

  • Bukan AI, Para Raksasa Teknologi Panen Cuan dari Sini

    Bukan AI, Para Raksasa Teknologi Panen Cuan dari Sini

    Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah maraknya investasi besar-besaran pada kecerdasan buatan (AI), bisnis periklanan digital raksasa teknologi dunia justru semakin menggeliat.

    Mengutip CNBC.com, Minggu (2/10/2025), Meta, Amazon, Alphabet (Google), dan Microsoft kompak mencatat lonjakan pendapatan dari sektor iklan online pada laporan keuangan kuartal terbaru mereka.

    Laporan pendapatan kuartal III/2025 menunjukkan bisnis iklan digital tetap tumbuh kuat, meski ekonomi global sempat diliputi ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Meta mencatat kinerja terbaik dengan pendapatan iklan naik 26% secara tahunan menjadi US$51,24 miliar, tertinggi sejak kuartal I/2024. Sekitar 98% pendapatan perusahaan bersumber dari bisnis iklan online.

    Amazon juga mencetak kenaikan signifikan. Pendapatan unit iklannya melonjak 24% menjadi US$17,7 miliar, bahkan melampaui pertumbuhan bisnis komputasi awan (AWS) yang naik 20%. CEO Amazon Andy Jassy mengatakan, perusahaan terus memperluas platform iklannya ke aplikasi dan situs pihak ketiga, termasuk menjalin kemitraan dengan Roku, Netflix, dan Spotify.

    Sementara itu, Alphabet membukukan pendapatan iklan sebesar US$74,18 miliar, naik 13% dibanding tahun sebelumnya. YouTube juga mencatat pertumbuhan 15% menjadi US$10,26 miliar.
    Microsoft melaporkan pendapatan US$3,7 miliar dari unit iklan pencarian dan berita, meningkat 14% dibanding tahun lalu.

    Tak hanya para raksasa teknologi, platform lain seperti Reddit juga menunjukkan performa gemilang. Penjualan Reddit naik 68% pada kuartal yang sama, sementara pengguna aktif harian global tumbuh 19% menjadi 116 juta.

    Meski bisnis iklan tengah melonjak, para raksasa teknologi juga terus memperbesar investasi pada kecerdasan buatan. Alphabet, Meta, Amazon, dan Microsoft secara kolektif memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini melampaui US$380 miliar.

    Namun, langkah agresif Meta di bidang AI justru menekan harga sahamnya. Saham perusahaan anjlok 11% setelah menaikkan batas bawah proyeksi capex menjadi US$70-72 miliar. Analis Oppenheimer menilai, strategi Meta di AI mencerminkan pola serupa dengan proyek metaverse sebelumnya yang belum menghasilkan keuntungan signifikan.

    Chief Financial Officer Meta Susan Li menegaskan, perusahaan harus tetap berinvestasi besar pada infrastruktur dan layanan cloud berbasis AI agar tidak tertinggal.

    (mkh/mkh)

    [Gambas:Video CNBC]