Tag: Donald Trump

  • Trump Ingatkan MA, Pembatalan Kebijakan Tarif Bakal Jadi Bencana Ekonomi AS

    Trump Ingatkan MA, Pembatalan Kebijakan Tarif Bakal Jadi Bencana Ekonomi AS

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingatkan bahwa keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan kebijakan tarif globalnya akan menjadi bencana bagi ekonomi AS.

    Komentar Trump muncul setelah para hakim Mahkamah Agung AS mempertanyakan dasar hukumnya dalam sidang terbaru.

    Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan telah diberi tahu bahwa proses persidangan berjalan baik. Namun, dia menegaskan dunia akan jatuh ke dalam depresi jika dia tidak diberi kewenangan untuk memberlakukan tarif terhadap negara mitra dagang AS.

    “Saya pikir ini salah satu kasus terpenting, mungkin yang paling penting, dalam sejarah negara kita,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/11/2025).

    Trump juga mengklaim bahwa kebijakan tarif tersebut memungkinkan dirinya menekan China untuk membatalkan rencana pembatasan ekspor logam tanah jarang. “Itu bukan ancaman terhadap kami, tetapi terhadap seluruh dunia. Saya melakukan ini untuk dunia,” katanya.

    Sebelumnya, dalam sidang yang berlangsung hampir tiga jam, para hakim Mahkamah Agung dari berbagai spektrum ideologi mempertanyakan penggunaan undang-undang darurat oleh Trump untuk memungut puluhan miliar dolar tarif setiap bulan.

    Tiga hakim konservatif mempertanyakan dasar hukum penggunaan Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional atau International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) yang digunakan Trump untuk mengenakan tarif senilai puluhan miliar dolar per bulan.

    Ketua Mahkamah Agung John Roberts menyebut tarif itu sebagai pajak terhadap warga AS yang seharusnya menjadi wewenang Kongres. Sementara itu, Hakim Neil Gorsuch dan Amy Coney Barrett — yang juga merupakan hakim pilihan Trump — turut menyoroti keabsahan langkah tersebut.

    Apabila Mahkamah Agung memutuskan menentang Trump, pemerintah AS bisa dipaksa mengembalikan lebih dari US$100 miliar tarif impor kepada pelaku usaha, menghapus beban besar bagi importir AS, serta melemahkan instrumen utama yang selama ini digunakan Trump dalam menekan mitra dagang global.

    Kebijakan yang dipersoalkan adalah tarif “Liberation Day” yang diberlakukan sejak April, dengan besaran 10%–50% untuk sebagian besar impor tergantung asal negara. 

    Trump beralasan tarif tersebut diperlukan untuk mengatasi defisit perdagangan serta membatasi peredaran fentanyl dari Kanada, Meksiko, dan China.

    Namun, beberapa hakim mempertanyakan apakah undang-undang darurat tersebut benar-benar memberi kewenangan kepada presiden untuk menetapkan tarif.

  • Zohran Mamdani Sindir Trump soal Janji Kampanye Bahan Makanan Murah

    Zohran Mamdani Sindir Trump soal Janji Kampanye Bahan Makanan Murah

    Jakarta

    Zohran Mamdani mengatakan banyak pelajaran yang dia ambil dalam pemilihan wali kota New York. Mamdani juga mendapat pelajaran dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Mamdani mengatakan “mendiagnosis krisis dalam kehidupan kelas pekerja Amerika saja tidak cukup. Kita harus mewujudkannya”.

    “Ini adalah presiden yang berkampanye dengan janji harga bahan makanan yang lebih murah, dan sekarang … telah bertindak lebih jauh dengan memotong tunjangan SNAP bagi hampir 2 juta warga New York,” kata Mamdani dalam konferensi pers sebagaimana dilansir CNN, Kamis (6/11/2025).

    Menurutnya, kebijakan Trump saat ini berbeda dengan janji politiknya. Dia menilai beberapa kebijakan Trump bahkan membuat warga susah.

    “Seseorang yang benar-benar mempersulit mereka untuk membeli bahan makanan yang harganya sama dengan yang ia kecam belum lama ini,” katanya.

    “Yang membuat Partai Republik di seluruh negeri takut adalah kenyataan bahwa kami akan benar-benar mewujudkan agenda ini. Dan kontrasnya adalah sesuatu yang tidak dapat mereka saksikan,” tambah Wali Kota terpilih tersebut.

    Sebelumnya, Trump mengomentari hasil pemilu di AS. Trump mengatakan “Saya rasa ini tidak baik untuk Partai Republik”. Kemarin, Trump menyalahkan hasil pemilu tersebut pada penutupan kegiatan pemerintah atau government shutdown dan ketidakhadirannya dalam pemungutan suara.

    Trump juga sudah buka suara atas kemenangan Mamdani. Trump menyebut Mamdani sebagai komunis.

    “Komunis, sosialis Marxis, dan globalis memiliki kesempatan, dan mereka hanya menghasilkan bencana. Dan sekarang mari kita lihat bagaimana seorang komunis akan bertindak di New York,” kata Trump.

    Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato di depan pendukungnya di Miami pada Rabu (5/11) waktu setempat. Trump berpidato di acara peringatan satu tahun kemenangannya di Pilpres AS tahun lalu.

    Meski begitu, Trump bersedia membantu pemerintahan New York. Dia mendoakan kota itu sukses.

    “Kita akan lihat bagaimana hasilnya nanti. Dan kita akan membantu mereka. Kita akan membantu mereka. Kita ingin New York sukses. Kita akan membantu mereka sedikit, mungkin,” katanya.

    (zap/isa)

  • Putin Perintahkan Pejabat Rusia Susun Proposal Uji Coba Senjata Nuklir!

    Putin Perintahkan Pejabat Rusia Susun Proposal Uji Coba Senjata Nuklir!

    Jakarta

    Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan para pejabat tingginya untuk menyusun proposal uji coba senjata nuklir, sesuatu yang belum pernah dilakukan Moskow sejak tumbangnya Uni Soviet pada tahun 1991.

    Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov mengatakan kepada Putin bahwa pernyataan dan tindakan Amerika Serikat baru-baru ini, menunjukkan bahwa “disarankan untuk segera mempersiapkan uji coba nuklir skala penuh”.

    Dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Kamis (6/11/2025), Belousov mengatakan bahwa lokasi uji coba Arktik Rusia di Novaya Zemlya dapat menjadi tuan rumah uji coba nuklir semacam itu dalam waktu dekat.

    Putin berkata: “Saya menginstruksikan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan… badan-badan khusus, dan lembaga-lembaga sipil terkait untuk melakukan segala yang mungkin guna mengumpulkan informasi tambahan mengenai masalah ini, menganalisisnya di Dewan Keamanan, dan membuat proposal yang disepakati mengenai kemungkinan dimulainya persiapan uji coba senjata nuklir.”

    Tidak ada negara selain Korea Utara – yang terakhir dilakukan pada tahun 2017 – yang telah melakukan uji coba ledakan senjata nuklir di abad ke-21. Para analis keamanan mengatakan dimulainya kembali uji coba akan menimbulkan ketidakstabilan di tengah ketegangan geopolitik yang akut.

    Jika ada satu negara yang melakukan uji coba semacam itu, para analis mengatakan negara lain kemungkinan akan mengikutinya.

    Amerika Serikat terakhir kali menguji coba senjata nuklir pada tahun 1992, China dan Prancis pada tahun 1996, dan Uni Soviet pada tahun 1990. Rusia pasca-Soviet, yang mewarisi persenjataan nuklir Soviet, tidak pernah melakukannya.

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam sebuah pengumuman mengejutkan minggu lalu: “Karena negara-negara lain sedang menguji program ini, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji Senjata Nuklir kita secara setara. Proses itu akan segera dimulai.”

    Trump belum mengklarifikasi apakah yang ia maksud adalah uji coba bahan peledak nuklir, yang akan dilakukan oleh Badan Keamanan Nuklir Nasional, atau uji terbang rudal berkemampuan nuklir.

    Bulan lalu, Rusia menguji coba rudal jelajah Burevestnik terbarunya, yang bertenaga nuklir dan dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir. Rusia juga menguji coba supertorpedo Poseidon bertenaga nuklir.

    Lihat juga Video: Usai Batal Bertemu Trump, Putin Pantau Militernya Latihan Nuklir

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Biden Ucapkan Selamat ke Wali Kota Terpilih New York Zohran Mamdani

    Biden Ucapkan Selamat ke Wali Kota Terpilih New York Zohran Mamdani

    Jakarta

    Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengucapkan selamat kepada Zohran Mamdani yang terpilih menjadi Wali Kota New York. Biden mengucapkan langsung ke Mamdani melalui sambungan telepon.

    “Di Virginia, New Jersey, New York City, California, dan komunitas-komunitas di seluruh negeri, para pemilih memilih harapan, keadilan, dan masa depan di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama,” tulis Biden sebagaimana dilansir CNN, Kamis (6/11/2025).

    “Demokrasi kita berhasil ketika kita mewujudkannya, dan tadi malam, rakyat Amerika sekali lagi membuktikan bahwa mereka mampu menjalankan tugasnya,” imbuhnya.

    Democratic candidate for New York City mayor, Zohran Mamdani, looks on as he holds a campaign rally on the eve of election day, in the Queens borough of New York City, U.S., November 3, 2025. REUTERS/Shannon Stapleton Foto: REUTERS/Shannon Stapleton

    Diketahui, Zohran Mamdani unggul dalam setiap quick count atau hitung cepat pemilihan wali kota New York. Zohran menjadi Wali Kota Muslim pertama di New York.

    Dalam pidatonya, Mamdani mendeklarasikan “era baru” perubahan politik. “Mulai sekarang, semoga satu-satunya penyesalan kita adalah hari ini datangnya begitu lama,” ujarnya.

    Dia mendedikasikan kemenangannya untuk kelas pekerja, dan menegaskan tekadnya untuk menjadikan Kota New York sebagai tempat yang menyambut dan merayakan keberagaman.

    “Masa depan ada di tangan kita,” tegasnya.

    Mamdani bertekad menjadikan Kota New York sebagai tempat yang menyambut dan merayakan keberagaman.

    “Di sini kita yakin untuk membela orang-orang yang kita sayangi, baik Anda seorang imigran, anggota komunitas trans, salah satu dari banyak wanita kulit hitam yang dipecat Donald Trump dari pekerjaan federal, seorang single mom yang masih menunggu harga bahan makanan turun, atau siapa pun yang terdesak, perjuangan Anda adalah perjuangan kita juga,” ucap Mamdani.

    Tonton juga Video Pidato Kemenangan Zohran Mamdani: Kita Telah Menggulingkan Dinasti!

    (zap/isa)

  • Putin Respons Rencana “Gila” Trump, Perang Nuklir di Depan Mata

    Putin Respons Rencana “Gila” Trump, Perang Nuklir di Depan Mata

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Rusia Vladimir Putin membuka kemungkinan bagi Moskow untuk kembali melakukan uji coba nuklir jika Amerika Serikat benar-benar memulai kembali program pengujian senjata atom seperti yang diumumkan Presiden Donald Trump pekan lalu.

    Langkah itu, menurut Putin, akan menjadi respons “setara dan sepadan” terhadap kebijakan Washington.

    “Rusia selalu mematuhi dan terus mematuhi kewajibannya di bawah Traktat Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), dan kami tidak berencana menyimpang dari komitmen tersebut,” ujar Putin dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia pada Rabu (5/11/2025), dilansir CNN International.

    Namun, ia menegaskan bahwa jika AS atau negara lain yang juga merupakan penandatangan CTBT mulai melakukan uji coba senjata nuklir, “Rusia juga harus mengambil langkah-langkah tanggapan yang tepat dan seimbang.”

    Putin mengatakan dirinya telah meminta kementerian dan lembaga terkait untuk “menyampaikan usulan terkoordinasi mengenai kemungkinan dimulainya pekerjaan persiapan untuk uji coba senjata nuklir.”

    Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai rencana tersebut.

    “Kami baru sedang mempelajari apakah perlu memulai persiapan atau tidak,” katanya kepada CNN. “Kami masih terikat oleh kewajiban kami dalam larangan total uji coba nuklir.”

    Pernyataan itu datang seminggu setelah Putin mengejutkan dunia dengan mengumumkan bahwa Rusia telah berhasil menguji torpedo bawah laut bertenaga nuklir eksperimental bernama Poseidon, yang menurut analis militer memiliki jangkauan lebih dari 9.600 kilometer.

    Beberapa jam setelah pengumuman itu, Presiden Trump menulis di media sosial bahwa, “karena program pengujian yang dilakukan negara lain, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk memulai pengujian senjata nuklir kita secara setara. Proses itu akan segera dimulai.”

    Baik Rusia maupun Amerika Serikat belum pernah melakukan uji coba senjata nuklir sejak 1990-an. Keduanya merupakan penandatangan CTBT, perjanjian internasional yang melarang seluruh bentuk ledakan uji coba nuklir untuk tujuan apa pun.

    Menurut lembaga nirlaba Nuclear Threat Initiative (NTI), Rusia terakhir kali melakukan uji coba senjata nuklir pada Oktober 1990 sebelum menerapkan moratorium. Sementara AS belum melakukan uji coba sejak 1992.

    Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan bahwa bahkan sebelum pengumuman Trump, sudah jelas bahwa AS “secara aktif meningkatkan kemampuan ofensif strategisnya.”

    “Kita harus fokus bukan hanya pada pernyataan para pejabat Amerika, tetapi terutama pada tindakan nyata mereka,” kata Belousov.

    Ia menuding Washington telah keluar dari sejumlah perjanjian pembatasan senjata dan mengembangkan berbagai sistem persenjataan baru.

    Belousov menegaskan bahwa sistem pencegahan nuklir Rusia harus siap menghadapi segala ancaman, dan menambahkan bahwa lokasi uji utama negara itu di Novaya Zemlya “siap untuk setiap kemungkinan uji coba nuklir.”

    Kepala Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov, dalam pertemuan yang sama mengatakan bahwa Amerika Serikat belum memberikan penjelasan resmi terkait pernyataan Trump mengenai uji coba nuklir.

    “Hal ini membuat kami tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa Amerika Serikat akan menahan diri dari mempersiapkan atau melaksanakan uji coba semacam itu dalam waktu dekat,” ujarnya.

    Gerasimov memperingatkan bahwa mengabaikan tanda-tanda kesiapan AS bisa berakibat fatal bagi keamanan Rusia.

    “Pihak Amerika mungkin terus menghindari memberikan penjelasan resmi, tetapi itu tidak mengubah apa pun, karena jika kita tidak mengambil langkah yang tepat sekarang, kita akan kehilangan waktu dan peluang untuk merespons secara tepat terhadap tindakan AS,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa masa persiapan uji coba nuklir bisa berlangsung “dari beberapa bulan hingga beberapa tahun,” yang berarti setiap keputusan perlu diambil dengan cepat agar Rusia tidak tertinggal secara strategis.

     

    (luc/luc)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Saling Sentil Zohran Mamdani vs Trump

    Saling Sentil Zohran Mamdani vs Trump

    Jakarta

    Sejarah mencatat bahwa Zohran Mamdani menjadi Muslim pertama yang menjadi Wali Kota New York, Amerika Serikat (AS). Pemilihan Walkot New York ini sempat diwarnai saling sindir Mamdani dan Presiden Donald Trump.

    Dirangkum detikcom, Rabu (5/11/2025), pada pidato kemenangannya, Mamdani menyebut-nyebut nama Trump. Pada masa proses pemilihan, Trump memang vokal mengkritik Mamdani.

    Trump Pernah Cemooh Mamdani

    Sejak Juni lalu, Trump sudah menyerang Mamdani. Pada saat itu, Presiden dari Partai Republik itu mencemooh Mamdani, dengan menyebutnya ‘komunis gila’ hingga tidak pintar.

    Mamdani adalah politikus Muslim dari Partai Demokrat. Sebelum maju dalam pemilihan Walkot New York adalah legislator negara bagian New York mewakili wilayah Queens.

    Secara mengejutkan, Mamdani berhasil mengungguli mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk calon Wali Kota New York yang digelar pada Selasa (24/6).

    Keberhasilan Mamdani tersebut, mendorong Trump untuk meluapkan ketidaksenangannya dalam rentetan postingan media sosial pada Rabu (25/6), mulai dari komentar menyerang penampilan, suara, hingga kecerdasan legislator berusia 33 tahun tersebut.

    “Akhirnya terjadi, Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100%, baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, dan ada dalam jalur untuk menjadi Wali Kota,” tulis Trump dalam salah satu postingannya.

    “Kita pernah memilih kaum kiri radikal sebelumnya, tetapi ini menjadi agak konyol. Dia terlihat BURUK, suaranya melengking, dia tidak terlalu pintar,” sebut Trump melontarkan serangan verbal terhadap Mamdani.

    Trump Bilang Warga Yahudi yang Pilih Mamdani ‘Orang Bodoh’

    Berlanjut, jelang hari pemilihan Walkot Senin (3/11) lalu, Trump masih melancarkan serangan ke Mamdani. Dia mendesak warga New York untuk memilih mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, yang tertinggal dari Mamdani dalam jajak pendapat.

    Trump juga mengancam akan menahan dana federal dari Kota New York, jika Mamdani memenangkan pemilihan.

    “Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang yang terbukti dan mengaku sebagai PEMBENCI YAHUDI, adalah orang bodoh!!!!” tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/11).

    Zamdani Balik Sindir Trump

    Dalam pidato kemenangannya, Zohran Mamdani menyebut-nyebut nama Donald Trump. Mamdani menentang Trump. Dia mengucapkan empat kata untuk Trump yakni ‘turn the volume up’, yang jika diartikan ‘keraskan volumenya’ merujuk kepada Trump.

    Mamdani mengatakan kemenangannya ini menunjukkan cara untuk mengalahkan Trump. Selama masa kampanye di New York, Trump selalu melemparkan kritik tajam kepada Mamdani yang merupakan sosialis Partai Demokrat dan pemuda Muslim.

    “Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya,” cetus Mamdani dalam pidato kemenangannya, Selasa (4/11).

    Diketahui, tempat kelahiran Trump adalah New York. Trump lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York.

    “Di masa kegelapan politik ini, New York akan menjadi cahaya,” imbuh Mamdani.

    Dalam pidatonya,Mamdani mendeklarasikan “era baru” perubahan politik. “Mulai sekarang, semoga satu-satunya penyesalan kita adalah hari ini datangnya begitu lama,” ujarnya.

    Dia mendedikasikan kemenangannya untuk kelas pekerja, dan menegaskan tekadnya untuk menjadikan Kota New York sebagai tempat yang menyambut dan merayakan keberagaman.

    “Terima kasih teman-teman. Matahari mungkin telah terbenam di atas kota kita malam ini, tetapi seperti yang pernah dikatakan Eugene Debs, ‘Saya dapat melihat fajar untuk hari yang lebih baik bagi umat manusia’,” ucap Mamdani.

    “Masa depan ada di tangan kita,” tegasnya.

    “Di sini kita yakin untuk membela orang-orang yang kita sayangi, baik Anda seorang imigran, anggota komunitas trans, salah satu dari banyak wanita kulit hitam yang dipecat Donald Trump dari pekerjaan federal, seorang single mom yang masih menunggu harga bahan makanan turun, atau siapa pun yang terdesak, perjuangan Anda adalah perjuangan kita juga,” ujarnya.

    Trump: Dan Ini Dimulai

    Donald Trump tampaknya memberikan respons terhadap pesan langsung yang disampaikan Zohran Mamdani dalam pidato kemenangannya. Trump memposting pesan samar via media sosial sesaat setelah Mamdani menyebut namanya dalam pidatonya.

    Pesan samar itu, seperti dilansir The Guardian dan The Expresss Tribune, Rabu (5/11), diposting via akun Truth Social milik Trump pada Selasa (4/11) tengah malam, ketika Mamdani sedang menyampaikan pidato kemenangannya di Brooklyn, New York City.

    “…DAN INI DIMULAI!” demikian bunyi pesan singkat dan samar dari Trump.

    Tidak diketahui secara jelas apakah memang postingan Trump itu menanggapi pesan Mamdani. Namun pesan samar itu diposting Trump tepat beberapa saat setelah Mamdani menyebut namanya dalam pidatonya dan menyampaikan pesan langsung untuk sang Presiden AS yang berbunyi: “Keraskan volumenya.”

    Lihat juga Video Trump: Yahudi yang Pilih Zohran Mamdani Adalah Orang Bodoh!

    Halaman 2 dari 3

    (lir/ygs)

  • “Teror” Tarif Trump Terancam Dibatalkan, Saatnya Dunia Bernapas Lega?

    “Teror” Tarif Trump Terancam Dibatalkan, Saatnya Dunia Bernapas Lega?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat dari berbagai spektrum ideologi, baik konservatif maupun liberal, pada Rabu (5/11/2025) menyoroti keabsahan kebijakan tarif dagang agresif yang diberlakukan Presiden Donald Trump terhadap sebagian besar negara di dunia.

    Dalam sidang yang berlangsung lebih dari dua setengah jam, mereka mempertanyakan apakah langkah Trump melampaui kewenangan eksekutif dan melanggar hak konstitusional Kongres dalam urusan perpajakan.

    Kasus ini berpusat pada tarif timbal balik atau resiprokal yang diterapkan Trump terhadap banyak mitra dagang AS, serta tarif tambahan untuk produk dari Kanada, China, dan Meksiko yang disebut “tarif fentanil.”

    Dua pengadilan federal sebelumnya memutuskan bahwa presiden tidak memiliki dasar hukum menggunakan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk menetapkan tarif semacam itu.

    Dalam sidang, Jaksa Agung D. John Sauer – yang mewakili pemerintahan Trump – membela kebijakan tersebut dengan menyebut tarif itu sebagai “langkah regulasi” bukan pajak.

    “Ini adalah tarif regulasi, bukan tarif yang dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan,” kata Sauer, dilansir CNBC International. “Fakta bahwa tarif ini menghasilkan pendapatan hanyalah dampak sampingan.”

    Namun, pernyataan itu segera mendapat tanggapan tajam dari Hakim Sonia Sotomayor, salah satu dari tiga hakim liberal di Mahkamah Agung.

    “Bapak mengatakan tarif bukan pajak, tapi itulah kenyataannya,” ujarnya. “Tarif ini menghasilkan uang dari warga negara Amerika – ini jelas merupakan pendapatan.”

    Sotomayor juga mengingatkan bahwa tidak ada presiden sebelum Trump yang pernah menggunakan IEEPA untuk mengenakan tarif sejak undang-undang itu disahkan pada 1977.

    Hakim konservatif Neil Gorsuch turut menyoroti potensi penyalahgunaan kekuasaan presiden, mengingat Trump memberlakukan tarif sepihak dengan dalih keadaan darurat terkait defisit perdagangan dan penyelundupan fentanyl.

    “Bagaimana jika presiden memveto undang-undang yang ingin menarik kembali kekuasaan ini?” tanya Gorsuch.

    “Secara praktis, Kongres tidak bisa mendapatkan kembali kekuasaan ini setelah memberikannya kepada presiden. Ini seperti jalan satu arah yang perlahan menggeser kekuasaan dari wakil rakyat ke eksekutif.”

    Beberapa hakim konservatif lain – termasuk Ketua Mahkamah John Roberts, Amy Coney Barrett, Brett Kavanaugh, dan Samuel Alito – juga menekan argumen pemerintah.

    Adapun kebijakan tarif Trump dimulai dari 10% untuk banyak negara, dan bisa meningkat hingga 50% bagi India dan Brasil. Menurut Committee for a Responsible Federal Budget, jika tarif ini tetap berlaku, AS berpotensi meraup tambahan pendapatan sekitar US$3 triliun hingga tahun 2035.

    Kelompok itu melaporkan bahwa pemerintah federal telah mengumpulkan US$151 miliar dari bea masuk pada paruh kedua tahun fiskal 2025 – naik hampir 300% dibanding periode yang sama pada 2024.

    Neal Katyal, pengacara pihak penggugat yang menentang kebijakan tarif, menegaskan bahwa apapun istilah yang digunakan, tarif pada hakikatnya adalah pajak.

    “Para pendiri bangsa memberikan kekuasaan untuk memungut pajak hanya kepada Kongres,” katanya. “Kami tidak percaya IEEPA memberi wewenang kepada presiden untuk merombak arsitektur tarif dunia sesuka hati.”

    Katyal juga menyoroti bahwa dalih defisit perdagangan tidak konsisten, sebab Trump memberlakukan tarif 39% pada impor dari Swiss – negara sekutu AS – padahal AS justru mencatat surplus perdagangan dengan Swiss.

    “Tidak ada presiden lain yang pernah melakukan hal seperti itu,” katanya.

    Mahkamah Agung belum mengumumkan kapan keputusan akan dikeluarkan, tetapi pemerintahan Trump meminta proses dipercepat.

    Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan dalam dokumen pengadilan bahwa jika Mahkamah memutus tarif tersebut ilegal dan menunda keputusan hingga musim panas tahun depan, AS mungkin harus mengembalikan dana lebih dari US$750 miliar kepada perusahaan dan importir yang terkena tarif.

    Bessent, yang hadir di persidangan, kemudian menulis di X bahwa argumen Sauer “kuat dan meyakinkan,” sementara para pengacara penggugat “salah memahami tujuan ekonomi dari kebijakan tarif Trump.”

    Ia menuding pihak penggugat “memperlihatkan ketidaktahuan ekonomi yang memalukan” karena menganggap embargo atau kuota tidak memengaruhi pendapatan pemerintah.

     

    (luc/luc)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi, Semua Anggota Diisi Perempuan

    Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi, Semua Anggota Diisi Perempuan

    Jakarta

    Zohran Mamdani mengumumkan tim transisi usai terpilih sebagai Wali Kota New York. Seluruh anggota tim transisi itu diisi oleh perempuan.

    Dilansir The Guardian, Kamis (6/11/2025), pengumuman tim transisi itu disampaikan Zohran di Queens, New York, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (5/11) waktu setempat. Tim tersebut dipimpin oleh Elana Leopold sebagai direktur eksekutif.

    Tim ini juga beranggotakan mantan Wakil Wali Kota New York pertama; Maria Torres-Springer, mantan Ketua Komisi Perdagangan Federal AS; Lina Khan, Presiden dan CEO United Way; Grace Bonilla dan mantan Wakil Wali Kota untuk Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan New York; Melanie Hartzog.

    “Dalam beberapa bulan mendatang, saya dan tim saya akan membangun balai kota yang mampu memenuhi janji-janji kampanye ini,” kata Mamdani.

    “Kami akan membentuk pemerintahan yang cakap dan penuh kasih sayang, berintegritas, dan bersedia bekerja keras seperti jutaan warga New York yang menjadikan kota ini sebagai rumah mereka,” sambungnya.

    “Kita punya waktu 57 hari dan itu adalah 57 hari untuk mulai melakukan persiapan,” katanya.

    “Beberapa bulan yang lalu saya meminta para pendukung di seluruh kota untuk berhenti berdonasi, dan hari ini saya meminta mereka untuk mulai lagi,” kata Mamdani.

    Ia menjelaskan bahwa tim transisinya akan membutuhkan staf, penelitian, dan infrastruktur yang semuanya membutuhkan pendanaan.

    “Dan saya senang karena proyek ini akan didanai oleh orang-orang yang membawa kita ke titik ini, para pekerja yang tertinggal akibat politik kota ini,” tambah Mamdani.

    Mamdani mengaku belum mendapatkan pesan dari Gedung Putih usai kemenangannya di Pemilihan Wali Kota New York. Namun, ia mengaku menantikan kesempatan untuk berdiskusi dengan Presiden AS Donald Trump.

    “Saya menantikan untuk berdiskusi dan menegaskan bahwa jika ada sesuatu yang perlu dibicarakan yang dapat bermanfaat bagi warga kota ini, saya siap dan bersedia untuk membicarakannya dengan siapa pun,” katanya.

    (ygs/ygs)

  • Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi, Semua Anggota Diisi Perempuan

    Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi, Semua Anggota Diisi Perempuan

    Jakarta

    Zohran Mamdani mengumumkan tim transisi usai terpilih sebagai Wali Kota New York. Seluruh anggota tim transisi itu diisi oleh perempuan.

    Dilansir The Guardian, Kamis (6/11/2025), pengumuman tim transisi itu disampaikan Zohran di Queens, New York, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (5/11) waktu setempat. Tim tersebut dipimpin oleh Elana Leopold sebagai direktur eksekutif.

    Tim ini juga beranggotakan mantan Wakil Wali Kota New York pertama; Maria Torres-Springer, mantan Ketua Komisi Perdagangan Federal AS; Lina Khan, Presiden dan CEO United Way; Grace Bonilla dan mantan Wakil Wali Kota untuk Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan New York; Melanie Hartzog.

    “Dalam beberapa bulan mendatang, saya dan tim saya akan membangun balai kota yang mampu memenuhi janji-janji kampanye ini,” kata Mamdani.

    “Kami akan membentuk pemerintahan yang cakap dan penuh kasih sayang, berintegritas, dan bersedia bekerja keras seperti jutaan warga New York yang menjadikan kota ini sebagai rumah mereka,” sambungnya.

    “Kita punya waktu 57 hari dan itu adalah 57 hari untuk mulai melakukan persiapan,” katanya.

    “Beberapa bulan yang lalu saya meminta para pendukung di seluruh kota untuk berhenti berdonasi, dan hari ini saya meminta mereka untuk mulai lagi,” kata Mamdani.

    Ia menjelaskan bahwa tim transisinya akan membutuhkan staf, penelitian, dan infrastruktur yang semuanya membutuhkan pendanaan.

    “Dan saya senang karena proyek ini akan didanai oleh orang-orang yang membawa kita ke titik ini, para pekerja yang tertinggal akibat politik kota ini,” tambah Mamdani.

    Mamdani mengaku belum mendapatkan pesan dari Gedung Putih usai kemenangannya di Pemilihan Wali Kota New York. Namun, ia mengaku menantikan kesempatan untuk berdiskusi dengan Presiden AS Donald Trump.

    “Saya menantikan untuk berdiskusi dan menegaskan bahwa jika ada sesuatu yang perlu dibicarakan yang dapat bermanfaat bagi warga kota ini, saya siap dan bersedia untuk membicarakannya dengan siapa pun,” katanya.

    (ygs/ygs)

  • Trump Melunak, Kini Doakan New York Sukses di Bawah Zohran Mamdani

    Trump Melunak, Kini Doakan New York Sukses di Bawah Zohran Mamdani

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pidato pertamanya di depan publik usai kemenangan Zohran Mamdani di pemilihan Wali Kota New York. Trump kini bersikap melunak dan bersedia membantu kota tersebut usai sebelumnya mengancam melakukan pemotongan dana.

    “Komunis, sosialis Marxis, dan globalis memiliki kesempatan, dan mereka hanya menghasilkan bencana. Dan sekarang mari kita lihat bagaimana seorang komunis akan bertindak di New York,” kata Trump dilansir CNN International, Kamis (6/11/2025).

    Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato di depan pendukungnya di Miami pada Rabu (5/11) waktu setempat. Trump berpidato di acara peringatan satu tahun kemenangannya di Pilres AS tahun lalu.

    Dalam pidatonya itu, Trump juga bersedia membantu pemerintahan New York. Dia mendoakan kota itu sukses.

    “Kita akan lihat bagaimana hasilnya nanti. Dan kita akan membantu mereka. Kita akan membantu mereka. Kita ingin New York sukses. Kita akan membantu mereka sedikit, mungkin,” katanya.

    Meski bersikap melunak, Trump juga mengkritik keras Partai Demokrat yang menempatkan Zohran Mamdani dalam pemilihan Wali Kota New York. Dia menyebut komunis telah memimpin kota tersebut dan mencerminkan pandangan dari Partai Demokrat.

    “Jika Anda ingin melihat apa yang ingin dilakukan oleh anggota Kongres dari Partai Demokrat terhadap Amerika, lihat saja hasil pemilu kemarin di New York – di mana partai mereka mengangkat seorang komunis sebagai wali kota kota terbesar di negara ini,” kata Trump .

    “Ingat, saya pernah bilang kita tidak akan pernah memiliki seorang sosialis yang terpilih untuk jabatan apa pun di negara kita? Dulu saya bilang bahwa … kita melewatkan kaum sosialis, kita justru menempatkan kaum komunis,” sambungnya.

    Dia menambahkan, banyak warga akan meninggalkan New York usai terpilihnya sebagai Wali Kota.

    “Lihatlah apa yang terjadi di berbagai belahan dunia – tetapi sekarang Partai Demokrat begitu ekstrem sehingga Miami akan segera menjadi tempat perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari komunisme di New York City,” lanjutnya.

    Trump sebelumnya mengeluarkan ancaman akan membatasi dana federal untuk Kota New York jika kandidat dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, menang dalam pemilihan wali kota. Trump juga menyerukan dukungan kepada rival Mamdani, Andrew Cuomo.

    “Sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbang dana federal, selain dari jumlah minimum yang diwajibkan,” ujar Trump ketika bicara mengenai ‘jika Mamdani memenangkan pemilihan’ di media sosialnya sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (4/11).

    (ygs/ygs)