Tag: Donald Trump

  • Bank of Japan Naikkan Suku Bunga ke 0,75%, Tertinggi Dalam 30 Tahun

    Bank of Japan Naikkan Suku Bunga ke 0,75%, Tertinggi Dalam 30 Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA — Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 30 tahun. Langkah tersebut menegaskan keyakinan bank sentral bahwa inflasi di Jepang semakin menguat.

    Melansir Bloomberg pada Jumat (19/12/2025), Dewan kebijakan BOJ yang dipimpin Gubernur Kazuo Ueda sepakat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,75% dalam keputusan bulat, sebagaimana tercantum dalam pernyataan resmi pada Jumat (19/12/2025).

    Bank sentral Jepang itu menilai peluang terealisasinya proyeksi ekonomi semakin besar. Langkah ini telah diperkirakan seluruh 50 ekonom yang disurvei Bloomberg.

    BOJ menegaskan siklus pengetatan moneter belum berakhir. Bank sentral menyatakan akan terus menaikkan biaya pinjaman jika prospek ekonominya terwujud, seraya mencatat inflasi inti masih meningkat secara moderat.

    Pasca pengumuman tersebut, yen melemah terhadap dolar AS dan diperdagangkan di kisaran 156, mengindikasikan kenaikan suku bunga telah sepenuhnya diantisipasi pasar.

    Kebijakan tersebut menegaskan tekad Ueda untuk melanjutkan normalisasi suku bunga seiring inflasi yang kian mengakar dalam perekonomian. Hal itu merupakan pergeseran besar setelah pecahnya gelembung properti pada awal 1990-an yang memicu dekade panjang tekanan harga yang lemah.

    Data yang dirilis sebelumnya menunjukkan indikator utama harga konsumen naik 3% pada November 2025, memperpanjang periode inflasi yang berada di atau di atas target 2% BOJ menjadi 44 bulan berturut-turut.

    Meski kemunculan Sanae Takaichi sebagai perdana menteri pada Oktober sempat memunculkan keraguan atas ruang gerak Ueda dalam menormalisasi kebijakan, biaya politik dari tekanan inflasi yang berlanjut serta pelemahan yen membuat pemerintah tidak menghalangi langkah BOJ.

    Ueda juga menaikkan biaya pinjaman untuk pertama kalinya sejak Januari 2025 setelah data ekonomi menunjukkan tarif Presiden AS Donald Trump tidak memberikan dampak besar terhadap ekonomi Jepang.

    Selain itu, berbagai serikat pekerja menetapkan target dalam perundingan upah tahunan yang sejalan dengan tahun lalu—yang menghasilkan kenaikan upah bersejarah—menandakan momentum kenaikan upah masih terjaga.

    Fokus pasar kini tertuju pada waktu kenaikan berikutnya. Mayoritas pengamat BOJ memperkirakan laju pengetatan akan berlangsung sekitar sekali setiap enam bulan.

    Langkah ini menegaskan posisi BOJ sebagai pengecualian di antara bank sentral global tahun ini, sebagai satu-satunya yang menaikkan suku bunga. Pekan lalu, Federal Reserve AS memangkas suku bunga The Fed untuk ketiga kalinya tahun ini. 

    Meski demikian, setelah kenaikan terbaru, suku bunga Jepang masih berada jauh di bawah tingkat inflasinya, sementara biaya pinjaman di AS lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan harga—menunjukkan konvergensi kebijakan kedua negara.

    Selisih suku bunga Jepang-AS telah menyempit 125 basis poin sepanjang tahun ini. Namun, penyempitan tersebut belum membalikkan tren di pasar valuta asing, dengan pelemahan yen masih berlanjut. Level saat ini di sekitar 156 per dolar AS dibandingkan rata-rata 20 tahun sebesar 111,61.

    Kenaikan suku bunga ini menjadi keputusan bulat pertama di bawah kepemimpinan Ueda, mencerminkan soliditas internal setelah dua dari sembilan anggota dewan sebelumnya menolak mempertahankan suku bunga pada dua pertemuan terakhir.

    Kendati demikian, dua anggota dewan masih menyampaikan keberatan terhadap deskripsi prospek harga yang disampaikan bank sentral.

    Ueda dijadwalkan menjelaskan pertimbangan kebijakan dan arah suku bunga ke depan dalam konferensi pers yang biasanya dimulai pukul 15.30 waktu setempat.

  • AS Serang Lagi 2 Kapal Narkoba di Pasifik, 5 Orang Tewas

    AS Serang Lagi 2 Kapal Narkoba di Pasifik, 5 Orang Tewas

    Washington DC

    Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, pada Kamis (18/12) waktu setempat, bahwa pasukannya kembali menyerang dua kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di perairan Samudra Pasifik. Serangan terbaru militer Washington itu disebut menewaskan total sedikitnya lima orang.

    Pemerintahan Presiden Donald Trump telah melancarkan serangkaian serangan serupa di perairan Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur sejak September lalu, dalam apa yang mereka sebut sebagai kampanye memerangi narkoba di kawasan tersebut.

    Namun sejauh ini, pemerintahan Trump belum memberikan bukti kuat untuk menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut terlibat dalam perdagangan dan penyelundupan narkoba, sehingga memicu perdebatan mengenai legalitas operasi semacam itu.

    Komando Selatan AS, seperti dilansir AFP, Jumat (19/12/2025), mengatakan bahwa serangan terbaru menghantam dua kapal di perairan internasional di Samudra Pasifik yang “terlibat dalam operasi perdagangan narkoba”.

    Disebutkan Komando Selatan AS dalam pernyataan via media sosial X bahwa sedikitnya tiga orang tewas di kapal pertama dan dua orang lainnya tewas di kapal kedua yang dihantam serangan militer tersebut.

    Dengan tambahan kematian itu, maka menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada data resmi, rentetan serangan militer AS saat ini telah menewaskan total sedikitnya 104 orang.

    Selama operasi pada September lalu, militer AS melancarkan serangan kedua yang menewaskan para korban selamat dari serangan pertama terhadap kapal yang sama. Hal tersebut memicu tuduhan kejahatan perang.

    Penggunaan kekuatan militer untuk kampanye antinarkoba dan peringatan yang dilontarkan Trump tentang potensi serangan darat di wilayah Venezuela juga menimbulkan pertanyaan mengenai apakah dia harus meminta izin dari Kongres AS.

    House of Representatives atau DPR AS telah menolak dua resolusi Partai Demokrat pada Rabu (17/12) yang bertujuan untuk menghentikan serangan semacam itu dan menghentikan “permusuhan di atau terhadap Venezuela” tanpa izin dari Kongres AS.

    Trump, dalam pernyataan terbaru di Gedung Putih pada Kamis (18/12), menegaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan persetujuan Kongres AS untuk melancarkan serangan darat terhadap Venezuela.

    Ketika seorang reporter bertanya apakah dia akan meminta persetujuan dari para anggota parlemen AS untuk menyerang kartel narkoba di darat di negara Amerika Latin tersebut, Trump mengatakan tidak masalah untuk melakukan itu.

    “Saya tidak keberatan memberi tahu mereka, tetapi Anda tahu, itu bukan masalah besar. Saya tidak harus memberi tahu mereka,” katanya di Gedung Putih.

    Lihat Video ‘Panas Trump Vs Maduro, dari Narkoba hingga Minyak’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Trump Desak Ukraina Cepat Setop Perang Sebelum Rusia Berubah Pikiran

    Trump Desak Ukraina Cepat Setop Perang Sebelum Rusia Berubah Pikiran

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Ukraina untuk bergerak “cepat” dalam kesepakatan guna mengakhiri invasi Rusia. Hal ini disampaikan Trump menjelang pembicaraan baru yang menurut rencana akan digelar di Miami, AS pada akhir pekan.

    “Yah, mereka hampir mencapai sesuatu, tetapi saya harap Ukraina bergerak cepat. Saya harap Ukraina bergerak cepat karena ada Rusia di sana,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih pada Kamis (18/12) waktu setempat.

    “Dan Anda tahu, setiap kali mereka terlalu lama, maka Rusia mengubah pikiran mereka,” cetusnya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025).

    Trump telah mendorong kesepakatan cepat untuk mengakhiri pertempuran, dan tim negosiasi telah mengusulkan rancangan rencana untuk mengakhiri perang yang dipicu oleh invasi Rusia tahun 2022 tersebut.

    Utusan khusus AS, Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan bertemu dengan negosiator Ukraina, Rustem Umerov, di Florida akhir pekan ini, kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa para pejabat Ukraina akan bertemu dengan para pejabat AS pada hari Jumat (19/12) dan Sabtu (20/12) waktu setempat.

    Witkoff dan Kushner juga akan bertemu secara terpisah dengan para pejabat Rusia di Miami, kata pejabat Gedung Putih itu. Utusan ekonomi Putin, Kirill Dmitriev, dijadwalkan akan ikut dalam delegasi Rusia ke Miami tersebut, lapor Politico.

    Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menegaskan bahwa Moskow bermaksud untuk mengejar tujuan akhir militernya di Ukraina.

    Ukraina dan Amerika Serikat mengatakan telah ada kemajuan dalam masalah jaminan keamanan masa depan untuk Kyiv, tetapi ada perbedaan pendapat tentang wilayah mana yang harus diserahkan Ukraina ke Rusia.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Sering Absen, Putra Mantan Presiden Brasil Didepak dari Parlemen

    Sering Absen, Putra Mantan Presiden Brasil Didepak dari Parlemen

    Brasilia

    Dewan Perwakilan Rakyat Brasil mencopot Eduardo Bolsonaro, salah satu putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, dari majelis rendah parlemen tersebut. Eduardo dicopot karena selalu absen atau tidak pernah hadir dalam sidang selama berbulan-bulan.

    Sejak Februari lalu, seperti dilansir AFP, Jumat (19/12/205), Eduardo tidak pernah menghadiri sidang parlemen di Brasilia, ibu kota Brasil, karena dia tinggal di Amerika Serikat (AS) untuk melobi Washington agar membantu ayahnya, yang saat ini dipenjara karena mencoba melakukan kudeta.

    Eduardo, yang merupakan putra ketiga Bolsonaro, menurut dokumen yang diperoleh AFP, telah melampaui jumlah ketidakhadiran yang diizinkan oleh otoritas Dewan Perwakilan Rakyat Brasil, majelis rendah parlemen negara tersebut.

    Upaya-upaya lobi yang dilakukan keluarga Bolsonaro hanya membuahkan hasil sampai batas tertentu — setidaknya pada awalnya. Namun akhirnya Eduardo dicopot dari kursinya di parlemen.

    Belum ada tanggapan dari Eduardo ataupun pihak Bolsonaro atas keputusan parlemen Brasil tersebut.

    Sementara itu, Bolsonaro yang dibui sejak November untuk menjalani masa hukuman 27 tahun penjara atas dakwaan merencanakan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, bisa dikurangi hukumannya berdasarkan undang-undang yang disetujui parlemen pada Rabu (17/12).

    Undang-undang itu masih membutuhkan tanda tangan Lula da Silva untuk bisa diberlakukan secara resmi. Dalam pernyataan pada Kamis (18/12), seperti dikutip The Guardian, Lula da Silva berjanji akan memveto undang-undang tersebut.

    Kasus yang menjerat Bolsonaro ini menarik perhatian khusus Presiden AS Donald Trump, yang berulang kali menyebut persidangan sekutunya itu sebagai “perburuan penyihir” — bahasa yang sama yang dia gunakan ketika dirinya dituduh berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pilpres AS tahun 2016 lalu.

    Trump memberlakukan tarif 40 persen untuk ekspor Brasil ke AS pada Agustus lalu sebelum harga kopi — produk utama Brasil — mulai melonjak. Tarif besar AS itu sebagian besar telah dicabut pada November lalu, setelah Trump melakukan pertemuan tatap muka dengan Lula da Silva pada Oktober.

    Pemerintahan Trump juga sempat memberikan sanksi kepada seorang hakim pada Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, yang memimpin persidangan kasus Bolsonaro dan menjatuhkan hukum 27 tahun penjara kepadanya. Namun sanksi tersebut telah dicabut sejak awal bulan ini.

    Tonton juga video “Presiden Lula Terkejut Operasi Narkoba di Brasil Tewaskan 132 Orang”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • TikTok Sepakat Lepas Saham di AS, Ini Pihak Investor Utama

    TikTok Sepakat Lepas Saham di AS, Ini Pihak Investor Utama

    Jakarta

    TikTok telah menandatangani kesepakatan untuk menjual sekitar 80% asetnya di Amerika Serikat (AS) kepada sejumlah pihak. Kesepakatan ini membuka jalan bagi TikTok untuk tetap beroperasi di kawasan Paman Sam di tengah tekanan regulasi terkait keamanan nasional.

    Perjanjian yang sepakati pada Kamis (18/12) tersebut terjadi antara Tiktok dan ByteDance, bersama Oracle, perusahaan teknologi asal AS yang selama ini menjadi mitra penyimpanan data TikTok di Amerika Serikat, kemudian Silver Lake, perusahaan ekuitas swasta, dan MGX, investor teknologi berbasis di Abu Dhabi. Ketiganya akan membentuk entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC.

    Dalam sebuah memo internal perusahaan, CEO TikTok Shou Zi Chew mengatakan bahwa langkah ini dapat membuat platform tersebut terhindar dari larangan pemerintah AS dan tetap dapat diakses oleh lebih dari 170 juta pengguna rutin di negara itu.

    Struktur kepemilikan usaha patungan ini menempatkan 50 persen saham di tangan konsorsium investor baru. Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing memegang 15 persen. Sebanyak 30,1% saham akan dimiliki afiliasi investor ByteDance yang sudah ada, sementara ByteDance mempertahankan 19,9 persen. Entitas perusahaan baru ini akan dipimpin oleh dewan direksi beranggotakan tujuh orang dengan mayoritas warga negara Amerika Serikat, serta diklaim akan melindungi data warga AS dan kepentingan keamanan nasional.

    Data pengguna di Amerika Serikat akan tetap disimpan dalam sistem yang dikelola oleh Oracle. Dalam memo tersebut juga disebutkan bahwa pengguna TikTok di AS akan tetap “menikmati pengalaman yang sama seperti sekarang” dan para pengiklan tetap dapat menjangkau audiens global tanpa terdampak oleh kesepakatan ini.

    Algoritma TikTok akan dilatih ulang menggunakan data pengguna di Amerika Serikat untuk memastikan distribusi konten video pendek di linimasa para pengguna tidak dipengaruhi pihak luar. Pengelolaan moderasi konten dan kebijakan di AS juga akan berada di bawah kelompok bisnis baru ini.

    Kesepakatan baru pemecah kebuntuan

    TikTok, dan perusahaan induknya ByteDance, sejak lama menjadi sumber kekhawatiran bagi pemerintah AS. Para pejabat AS mencurigai ByteDance menyalurkan data sensitif pengguna warga negara Amerika kepada Cina. Tuduhan lain menyebut Cina memanfaatkan algoritma TikTok untuk menyebarkan propaganda dan disinformasi, meski pengguna tidak memilih konten tersebut.

    Nasib TikTok berada dalam ketidakpastian sejak 2020, ketika Donald Trump pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden berupaya melarang aplikasi tersebut.

    Di era pemerintahan Joe Biden, AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan TikTok melepas bisnisnya di Amerika Serikat atau terancam dihapus dari platform aplikasi mulai Januari 2025. Aplikasi ini bahkan sempat tak bisa diakses selama beberapa jam pada Januari 2025.

    Namun, Trump pada hari pertamanya kembali menjabat sebagai presiden menandatangani perintah eksekutif untuk memperpanjang tenggat waktu dan menunda potensi pelarangan. Dia mempertahankan operasional aplikasi berbagi video itu di AS dengan memberikan tiga kali perpanjangan tambahan sepanjang tahun 2025.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Pratama Indra

    Editor: Muhammad Hanafi

    Tonton juga video “Deal! TikTok Tanda Tangan Perjanjian Biar Nggak Dilarang AS”

    (ita/ita)

  • Presiden Venezuela Minta Bantuan Kolombia Hadapi Ancaman Trump

    Presiden Venezuela Minta Bantuan Kolombia Hadapi Ancaman Trump

    Caracas

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro melontarkan seruan mendesak kepada Kolombia untuk solidaritas militer, saat ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) mencapai titik kritis. Maduro menginginkan “persatuan sempurna” antara militer Caracas dan Bogota dalam menghadapi ancaman Presiden Donald Trump.

    Maduro, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (19/12/2025), menegaskan “jaminan terbesar” untuk perdamaian dan kedaulatan regional terletak pada “persatuan” antara negara-negara sekutu.

    Dia secara khusus menyerukan agar Angkatan Bersenjata Kolombia bersekutu dengan militer Venezuela untuk mencegah intervensi asing.

    “Saya menyerukan kepada rakyat Kolombia, kepada gerakan sosialnya, dan kepada militer Kolombia, yang saya kenal dengan baik,” kata Maduro dalam pernyataannya.

    “Saya menyerukan kepada mereka untuk persatuan yang sempurna dengan Venezuela sehingga tidak ada yang berani menyentuh kedaulatan negara-negara kita,” tegasnya.

    Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Kolombia terkait seruan Maduro. Namun, Presiden Kolombia Gustavo Petro juga terlibat perselisihan dengan AS.

    Pada Oktober lalu, Trump menuding Petro sebagai “gembong narkoba” karena membiarkan produksi narkoba di negaranya. Petro membantah tudingan itu sebagai fitnah, dan Bogota memberikan reaksi keras dengan menarik pulang Duta Besarnya di AS.

    Petro juga secara terang-terangan mengkritik strategi antinarkoba Trump, dan menolak pengeboman AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia dan Pasifik itu sebagai “eksekusi mati di luar hukum”.

    Seruan Maduro kepada Kolombia itu disampaikan menyusul serangkaian peningkatan ketegangan antara Venezuela dan AS. Maduro mengklaim bahwa Trump pada akhirnya “mengungkapkan motif sebenarnya” dengan menuduh Caracas telah mencuri “minyak, wilayah, dan aset-aset lainnya” dari Washington.

    Dia menyebut tuduhan Trump tersebut sebagai “provokasi perang dan pretensi kolonial” yang dirancang untuk membenarkan perubahan rezim di Venezuela.

    “Tujuannya adalah untuk memaksakan pemerintahan boneka yang tidak akan bertahan selama 47 jam — pemerintahan yang akan menyerahkan Konstitusi dan kekayaan kita, mengubah Venezuela menjadi koloni,” ucap Maduro saat berbicara kepada para pendukungnya pada Rabu (17/12).

    “Itu tidak akan pernah terjadi,” ujarnya.

    Ketegangan kedua negara semakin meningkat sejak Selasa (16/12) ketika Trump mengancam akan menetapkan pemerintahan Maduro sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO). Dalam pernyataan via Truth Social, Trump membahas soal kehadiran angkatan laut besar-besaran yang mengepung Venezuela.

    “Venezuela sepenuhnya dikelilingi oleh armada terbesar yang pernah dikumpulkan dalam sejarah Amerika Selatan. Armada tersebut hanya akan semakin besar, dan kejutan bagi mereka akan seperti sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya — sampai mereka mengembalikan ke Amerika Serikat… semua minyak, wilayah, dan aset-aset lainnya, yang sebelumnya mereka curi dari kita,” tulis Trump dalam postingannya.

    Tonton juga video “Trump Mau Serang Venezuela: Semoga Kongres Tak Bocor Kayak Saringan”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • TikTok Akhirnya Menyerah Jual Aset ke Amerika Serikat

    TikTok Akhirnya Menyerah Jual Aset ke Amerika Serikat

    GELORA.CO -Setelah mempertimbangkan dengan waktu yang cukup lama, TikTok akhirnya mengambil langkah besar untuk mengamankan masa depannya di Amerika Serikat (AS).

    Perusahaan induknya, ByteDance, telah menandatangani perjanjian mengikat untuk menjual sedikit di atas 80 persen aset TikTok di AS kepada konsorsium investor yang dipimpin pihak Amerika. Langkah ini dilakukan untuk menghindari larangan pemerintah AS terhadap aplikasi tersebut.

    Kesepakatan ini disampaikan langsung oleh CEO TikTok, Shou Zi Chew, kepada para karyawan pada Kamis 18 Desember 2025. Ia menyebut kesepakatan tersebut penting bagi keberlangsungan TikTok di AS. 

    “Kesepakatan ini akan memungkinkan lebih dari 170 juta warga Amerika untuk terus menemukan dunia dengan kemungkinan tanpa batas sebagai bagian dari komunitas global yang penting,” kata Shou dalam memo internalnya, dikutip dari Reuters, Jumat 19 Desember 2025.

    Langkah ini menjadi titik terang setelah bertahun-tahun ketidakpastian sejak 2020, ketika Presiden AS Donald Trump pertama kali mencoba melarang TikTok dengan alasan keamanan nasional. Kini, platform tersebut telah menjadi aplikasi yang digunakan secara rutin oleh lebih dari 170 juta orang di Amerika Serikat.

    Rincian kesepakatan ini sesuai dengan rencana yang diumumkan pada September lalu. Saat itu, Trump menunda penerapan undang-undang pelarangan TikTok hingga 20 Januari, dengan syarat ByteDance harus menjual bisnis TikTok di AS. Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah memenuhi ketentuan divestasi.

    Dalam perjanjian terbaru, ByteDance dan TikTok bekerja sama dengan tiga investor pengelola utama (Oracle, Silver Lake, dan MGX) untuk membentuk perusahaan patungan baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, yang akan mengelola operasional TikTok di Amerika Serikat.

    Struktur kepemilikannya adalah: 50 persen dimiliki konsorsium investor baru (masing-masing Oracle, Silver Lake, dan MGX sebesar 15 persen), 30,1 persen dimiliki afiliasi investor lama ByteDance, dan ByteDance sendiri mempertahankan 19,9 persen.

    Kesepakatan ini dijadwalkan rampung pada 22 Januari dan diharapkan mengakhiri upaya panjang pemerintah AS untuk memaksa ByteDance melepas bisnis TikTok di negara tersebut karena kekhawatiran keamanan nasional.

  • Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ia ingin mengirim astronot kembali ke Bulan sesegera mungkin. Dia menunda misi ke Mars di masa mendatang.

    Dalam perintah eksekutif tentang kebijakan ruang angkasanya, Trump mengatakan ia ingin membawa warga Amerika ke Bulan pada tahun 2028, di bawah program Artemis NASA yang diluncurkan selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.

    Pendaratan di Bulan tersebut akan “menegaskan kepemimpinan Amerika di ruang angkasa, meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi di Bulan, mempersiapkan perjalanan ke Mars, dan menginspirasi generasi penjelajah Amerika berikutnya,” demikian bunyi perintah eksekutif Trump, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025).

    Perintah itu juga menyatakan bahwa badan antariksa AS, NASA berencana untuk membangun “elemen awal pos terdepan permanen di Bulan pada tahun 2030” dan mengkonfirmasi rencana untuk mengerahkan reaktor nuklir “di Bulan dan di orbit.”

    Saat ini, Amerika Serikat dijadwalkan untuk kembali ke permukaan Bulan pada pertengahan tahun 2027 dalam misi Artemis 3, tetapi jadwal tersebut telah berulang kali ditunda.

    Para ahli industri mengatakan itu kemungkinan akan ditunda lagi karena wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan di SpaceX milik Elon Musk belum siap.

    Perintah eksekutif Trump memberikan tekanan yang lebih besar pada NASA dan sektor antariksa swasta untuk mencapai tujuan pemerintah tersebut.

    Amerika Serikat ingin mendahului China, yang juga bermaksud mengirim awak ke Bulan pada tahun 2030 dan mendirikan pangkalan di sana.

    Memprioritaskan misi ke Bulan ini merupakan perubahan kebijakan dari apa yang dikatakan Trump awal tahun ini.

    Sebelumnya, ketika ia kembali menjabat presiden pada bulan Januari lalu, Trump mengatakan ia ingin menancapkan bendera Amerika di Mars sebelum akhir masa jabatannya selama empat tahun, tanpa menyebutkan rencana apa pun untuk Bulan.

    Tonton juga video “Trump Mau Serang Venezuela: Semoga Kongres Tak Bocor Kayak Saringan”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ia ingin mengirim astronot kembali ke Bulan sesegera mungkin. Dia menunda misi ke Mars di masa mendatang.

    Dalam perintah eksekutif tentang kebijakan ruang angkasanya, Trump mengatakan ia ingin membawa warga Amerika ke Bulan pada tahun 2028, di bawah program Artemis NASA yang diluncurkan selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.

    Pendaratan di Bulan tersebut akan “menegaskan kepemimpinan Amerika di ruang angkasa, meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi di Bulan, mempersiapkan perjalanan ke Mars, dan menginspirasi generasi penjelajah Amerika berikutnya,” demikian bunyi perintah eksekutif Trump, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025).

    Perintah itu juga menyatakan bahwa badan antariksa AS, NASA berencana untuk membangun “elemen awal pos terdepan permanen di Bulan pada tahun 2030” dan mengkonfirmasi rencana untuk mengerahkan reaktor nuklir “di Bulan dan di orbit.”

    Saat ini, Amerika Serikat dijadwalkan untuk kembali ke permukaan Bulan pada pertengahan tahun 2027 dalam misi Artemis 3, tetapi jadwal tersebut telah berulang kali ditunda.

    Para ahli industri mengatakan itu kemungkinan akan ditunda lagi karena wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan di SpaceX milik Elon Musk belum siap.

    Perintah eksekutif Trump memberikan tekanan yang lebih besar pada NASA dan sektor antariksa swasta untuk mencapai tujuan pemerintah tersebut.

    Amerika Serikat ingin mendahului China, yang juga bermaksud mengirim awak ke Bulan pada tahun 2030 dan mendirikan pangkalan di sana.

    Memprioritaskan misi ke Bulan ini merupakan perubahan kebijakan dari apa yang dikatakan Trump awal tahun ini.

    Sebelumnya, ketika ia kembali menjabat presiden pada bulan Januari lalu, Trump mengatakan ia ingin menancapkan bendera Amerika di Mars sebelum akhir masa jabatannya selama empat tahun, tanpa menyebutkan rencana apa pun untuk Bulan.

    Tonton juga video “Trump Mau Serang Venezuela: Semoga Kongres Tak Bocor Kayak Saringan”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Video Rusia Ancam AS Jika Kembali Melakukan Uji Coba Nuklir

    Video Rusia Ancam AS Jika Kembali Melakukan Uji Coba Nuklir

    Presiden AS Donald Trump mengaku ingin melakukan uji coba nuklir. Trump mengklaim, negaranya paling banyak memiliki senjata nuklir dibandingkan negara lain.

    Rusia pun meresponnya dengan memberikan ancaman akan memberi “tindakan balasan yang tepat” jika AS uji coba nuklir.