Tag: Donald Trump

  • ByteDance Siapkan Miliaran Dolar AS untuk Bangun Infrastruktur AI, Persaingan Makin Ketat

    ByteDance Siapkan Miliaran Dolar AS untuk Bangun Infrastruktur AI, Persaingan Makin Ketat

    Bisnis.com, JAKARTA — Korporasi pemilik TikTok, ByteDance, dikabarkan menyusun rencana awal belanja modal atau capital expenditure sebesar 160 miliar yuan (setara US$22,7 miliar) pada 2026 untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

    Dilansir dari Reuters pada Selasa (23/12/2025), hal tersebut dilaporkan oleh Financial Times, mengutip narasumber yang mengetahui masalah tersebut.

    Meskipun demikian, pihak ByteDance belum memberikan respons atas informasi tersebut.

    Berita ini menyusul kabar Nvidia yang menyampaikan kepada para kliennya di China bahwa perusahaan tersebut menargetkan untuk mulai mengirimkan cip AI terkuat kedua mereka, yaitu Nvidia H200, ke negara tersebut. Pengiriman akan dilakukan sebelum libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (27/12/2025).

    Bytedance sendiri, bersama perusahaan raksasa China lainnya, telah menyatakan minat untuk membeli chip H200. Potensi pengiriman ini akan memberikan akses ke prosesor yang kira-kira enam kali lebih kuat dibandingkan H20, yaitu chip dengan spesifikasi yang sengaja diturunkan yang dirancang khusus oleh Nvidia untuk pasar China.

    Nvidia berencana memenuhi pesanan awal dari stok yang tersedia, dengan total pengiriman diperkirakan mencapai 5.000 hingga 10.000 modul chip, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut kepada Reuters. Jumlah modul tersebut setara dengan 40.000 hingga 80.000 unit chip AI H200.

    Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut menginformasikan kepada kliennya di China bahwa mereka berencana menambah kapasitas produksi baru untuk chip tersebut. pesanan untuk kapasitas baru ini akan dibuka pada kuartal II/2026.

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengizinkan Nvidia untuk mengekspor prosesor H200 ke China dengan 25% biaya tambahan atas penjualan tersebut. Kebijakan ini dilakukan setelah sebelumnya AS melarang pengiriman cip AI canggih ke China dengan alasan keamanan nasional dan keunggulan dalam industri AI.

    Meski terdapat kemajuan, sebenarnya Pemerintah China belum menyetujui pembelian H200 apa pun dan jadwal tadi juga bisa saja berubah tergantung pada keputusan pemerintah. Oleh karena itu, masih terdapat ketidakpastian yang besar mengenai pergerakan dalam industri AI ini.

    ​”Seluruh rencana ini bergantung pada persetujuan pemerintah,” kata satu sumber kepada Reuters.

    Di lain sisi, Nvidia mengatakan bahwa mereka tetap menjaga rantai pasoknya.

    “Penjualan berlisensi H200 kepada pelanggan resmi di China tidak akan berdampak pada kemampuan kami untuk memasok pelanggan di Amerika Serikat,” kata Nvidia kepada Reuters.

    Cip H200 yang akan dikirim, yang merupakan bagian dari lini generasi sebelumnya milik Nvidia, masih digunakan secara luas dalam AI. Walaupun begitu, H200 telah memiliki penerus, yakni chip “Blackwell” yang lebih baru. 

    Nvidia kini memfokuskan produksi pada Blackwell dan lini “Rubin” yang akan datang. Oleh karena itu, pasokan H200 menjadi langka.

    SoftBank gelontorkan dana untuk mendukung OpenAI

    Masih dalam industri AI, SoftBank Group dikabarkan tengah berpacu untuk menyelesaikan komitmen pendanaan senilai US$22,5 miliar kepada OpenAI pada akhir tahun ini. 

    Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian skema penggalangan dana tunai, termasuk penjualan sejumlah investasi, seperti dilaporkan oleh sumber lain kepada Reuters. SoftBank juga dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman margin yang belum ditarik (undrawn margin loans) dengan jaminan kepemilikan berharganya di perusahaan chip Arm Holdings.

    Langkah ini merupakan salah satu langkah terbesar yang pernah dilakukan oleh CEO SoftBank Masayoshi Son. Saat ini, miliarder Jepang tersebut untuk memperbaiki posisi perusahaannya dalam perlombaan AI.

    Untuk mendapatkan dana tersebut, Son telah menjual seluruh saham SoftBank senilai US$5,8 miliar di Nvidia, melepas kepemilikan senilai US$4,8 miliar di T-Mobile, serta memangkas jumlah karyawan.

    Son juga telah memperlambat sebagian besar kesepakatan bisnis lainnya di Vision Fund, yaitu modal ventura milik SoftBank, secara drastis. Setiap kesepakatan di atas US$50 juta kini juga dikabarkan memerlukan persetujuan langsung dari Son.

    SoftBank  saat ini juga berupaya membawa operator aplikasi pembayarannya, PayPay, untuk melantai di bursa (go public). Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang semula diperkirakan terjadi bulan ini, akhirnya terpaksa ditunda akibat penutupan layanan pemerintah AS selama 43 hari yang berakhir pada November 2025 lalu. Menurut sumber, debut pasar PayPay, yang kemungkinan akan menggalang dana lebih dari US$20 miliar, kini diperkirakan terjadi pada kuartal I/2026.

    SoftBank pun tengah berupaya mencairkan sebagian kepemilikannya di Didi Global, yaitu operator platform transportasi daring yang dominan di China. Didi diketahui sedang berupaya mencatatkan sahamnya di Hong Kong setelah tindakan keras regulasi memaksanya keluar dari bursa AS pada 2021, menurut seorang sumber. 

    Dengan semua pergerakan yang terjadi di dalam SoftBank, para manajer investasi di Vision Fund kini diarahkan untuk fokus pada kesepakatan OpenAI.

    Upaya keras SoftBank untuk mengumpulkan dana ini memberikan gambaran mengenai tekanan yang dihadapi para investor saat mereka berjuang membiayai proyek pusat data AI ambisius, bahkan bagi para investor terbesar dunia. Sebagai informasi, pusat data AI bisa bernilai ratusan miliar dolar AS. (Laurensius Katon Kandela)

  • Trump Isyaratkan Maduro untuk Mundur, Wanti-wanti Tak Bersikap Keras!

    Trump Isyaratkan Maduro untuk Mundur, Wanti-wanti Tak Bersikap Keras!

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa akan “bijaksana” bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mundur. Hal ini disampaikannya pada hari Senin (22/12) seiring pasukan angkatan laut AS diperintahkannya untuk memblokade kekayaan minyak negara Amerika Selatan tersebut.

    Sekutu utama Venezuela, Rusia, menyatakan “dukungan penuh” untuk pemerintah Maduro, seiring Washington telah meningkatkan operasi militer dan ancaman terhadap Caracas.

    Ketika ditanya oleh wartawan di rumahnya di Florida apakah ancaman Washington dirancang untuk memaksa Maduro meninggalkan jabatannya setelah 12 tahun, Trump berkata: “Itu terserah dia, apa yang ingin dia lakukan. Saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu.”

    Namun, Trump menambahkan: “Jika dia ingin melakukan sesuatu — jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bersikap keras.”

    Pemerintah Rusia menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Maduro. “

    Dalam panggilan telepon, para menteri luar negeri kedua negara mengecam tindakan AS, yang termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba dan penyitaan dua kapal tanker minyak.

    “Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kawasan tersebut dan mengancam pelayaran internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil.

    “Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim Washington sebagai kapal penyelundup narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.

    Lebih dari 100 orang telah tewas, beberapa di antaranya adalah nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka.

    Presiden AS Trump pada 16 Desember juga mengumumkan blokade terhadap “kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi” yang berlayar dari dan ke Venezuela.

    Trump mengklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang minyak untuk membiayai “terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan.”

    Ia juga menuduh Venezuela mengambil “semua minyak kami” — dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada nasionalisasi sektor perminyakan negara tersebut, dan mengatakan: “kami menginginkannya kembali.”

    Pemerintah Venezuela menuduh Washington berupaya melakukan perubahan rezim. Caracas juga menuduh Washington melakukan “pembajakan internasional.”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Umumkan Kelas Kapal Perang AS Baru yang Dinamai Namanya Sendiri

    Trump Umumkan Kelas Kapal Perang AS Baru yang Dinamai Namanya Sendiri

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kapal perang baru bersenjata berat yang akan dinamai namanya sendiri, Trump Class. Pemberian nama kapal perang merupakan sebuah kehormatan yang biasanya diberikan kepada para pemimpin AS usai meninggalkan jabatannya.

    Dilansir AFP, Selasa (23/12/2025), dua kapal kelas Trump akan dibangun terlebih dahulu, tetapi jumlah tersebut dapat meningkat secara substansial di masa mendatang. Menurut Trump, kapal-kapal tersebut akan menjadi “beberapa kapal perang permukaan paling mematikan” dan “kapal perang terbesar dalam sejarah negara kita.”

    Trump membuat pengumuman tersebut di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, bersama Kepala Pentagon Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Angkatan Laut John Phelan, dengan gambar-gambar kapal berteknologi tinggi yang direncanakan dipajang di dekatnya.

    Trump mengatakan kapal-kapal tersebut akan memiliki berat antara 30.000 dan 40.000 ton dan akan dipersenjatai dengan rudal dan senjata serta persenjataan yang masih dalam pengembangan, seperti laser dan rudal hipersonik.

    “Kapal-kapal ini juga akan membawa rudal jelajah yang diluncurkan dari laut dan dilengkapi senjata nuklir yang saat ini sedang dikembangkan,” kata Trump.

    Kapal-kapal kelas Trump akan jauh lebih besar daripada kapal perusak dan kapal penjelajah AS yang ada saat ini, tetapi bobot yang diproyeksikan disebutkan oleh Trump agak lebih kecil daripada kapal perang Amerika terakhir–dari kelas Iowa–yang dipensiunkan pada tahun 1990-an.

    Pengumuman Trump hanya beberapa hari setelah Angkatan Laut mempublikasikan rencana untuk kelas kapal baru lainnya– jenis fregat disebut FF(X) yang menurut mereka akan “melengkapi kapal perang multi-misi yang lebih besar milik armada.”

    Phelan mengatakan FF(X) akan didasarkan pada desain yang sudah ada dari pembuat kapal HII yang sudah digunakan oleh Penjaga Lepas Pantai AS, dan tujuannya adalah agar fregat baru pertama dapat beroperasi pada tahun 2028.

    Rencana fregat baru diumumkan setelah Phelan mengatakan pada akhir November bahwa empat dari enam kapal yang direncanakan dari kelas fregat Constellation akan dibatalkan, sementara dua kapal yang sudah dalam pembangunan “sedang ditinjau.”

    Washington telah tertinggal jauh dari Beijing dalam hal jumlah kapal di Angkatan Laut, dan sebuah laporan kepada Kongres awal tahun ini mencatat bahwa para pejabat militer AS dan pengamat lainnya prihatin dengan laju upaya pembangunan kapal China.

    “Kita akan mengembalikan Amerika sebagai kekuatan pembangunan kapal utama,” kata Trump, menambahkan: “Kita akan memastikan AS memiliki armada paling kuat di dunia, dan untuk jangka waktu yang lama di masa depan, dengan kapal perang membantu memimpin.”

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/yld)

  • Trump Pecat Puluhan Dubes Karier yang Diangkat Era Pemerintahan Biden

    Trump Pecat Puluhan Dubes Karier yang Diangkat Era Pemerintahan Biden

    Jakarta

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat puluhan duta besar (dubes) yang diangkat di bawah pemerintahan eks Presiden AS Joe Biden. Pemecatan oleh Trump sebagai bagian dari perombakan besar-besaran untuk menyelaraskan korps diplomatik dengan prioritas kebijakan luar negerinya.

    Dilansir AFP, Selasa (23/12/2025), para kepala misi, sebagian besar diplomat karier, telah diberitahu bahwa mereka harus meninggalkan jabatan mereka pada pertengahan Januari, menurut Asosiasi Layanan Luar Negeri Amerika (AFSA), yang mewakili karyawan Departemen Luar Negeri.

    Laporan pers mengatakan duta besar dari 30 negara akan terpengaruh, terutama di Afrika. Pemecatan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Politico.

    Meskipun sudah lazim bagi suatu pemerintahan untuk merombak duta besar yang diangkat ke pos-pos strategis atau ibu kota dan untuk menunjuk donor atau pendukung, perubahan besar-besaran yang menargetkan diplomat karier seperti itu tidak biasa sebelum masa jabatan mereka berakhir atau pengganti mereka diangkat.

    Asosiasi Layanan Luar Negeri Amerika mengatakan telah menerima “laporan yang kredibel dari anggota kami di pos-pos diplomatik di seluruh dunia bahwa beberapa duta besar karier, yang diangkat selama pemerintahan Biden, telah diarahkan melalui panggilan telepon untuk mengosongkan jabatan mereka pada tanggal 15 atau 16 Januari.”

    “Tidak ada penjelasan yang diberikan untuk pemecatan ini,” tambah asosiasi tersebut dalam unggahannya di Facebook.

    “Memecatkan diplomat senior tanpa alasan yang jelas merusak kredibilitas AS di luar negeri dan mengirimkan sinyal yang menakutkan kepada Dinas Luar Negeri profesional: pengalaman dan sumpah setia kepada Konstitusi dikesampingkan demi loyalitas politik,” katanya.

    Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan pada Senin (22/12), bahwa pergantian duta besar adalah “proses standar dalam pemerintahan mana pun.”

    “Seorang duta besar adalah perwakilan pribadi Presiden, dan merupakan hak Presiden untuk memastikan bahwa ia memiliki individu di negara-negara ini yang memajukan agenda ‘America First’,” kata pejabat itu dengan syarat anonim. Pejabat tersebut tidak mengkonfirmasi detail pemecatan, atau negara mana yang terkena dampaknya.

    Pada masa jabatan keduanya, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah merombak diplomasi AS untuk memfokuskan prioritas seperti memerangi imigrasi ilegal, memangkas bantuan luar negeri, dan kebijakan keberagaman. Rubio telah mengawasi pemecatan ratusan personel di Departemen Luar Negeri, dan Trump telah menempatkan loyalis sebagai duta besar kunci.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/rfs)

  • Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Jakarta

    Rusia menyatakan dukungan penuh untuk Venezuela saat menghadapi blokade kapal tanker minyak yang dikenai sanksi oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Dalam percakapan telepon, menteri luar negeri kedua negara mengecam tindakan AS mengebom kapal diduga terlibat perdagangan narkoba dan penyitaan dua kapal tanker.

    “Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan tersebut dan mengancam pelayaran internasional,” kata kementerian luar negeri Rusia tentang percakapan telepon antara menteri Sergei Lavrov dan Yvan Gil dilansir AFP, Selasa (23/12/2025).

    “Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini,” tambahnya.

    “Para menteri sepakat untuk melanjutkan kerja sama bilateral yang erat dan mengkoordinasikan tindakan mereka di panggung internasional, khususnya di PBB, untuk memastikan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan tidak adanya campur tangan dalam urusan internal.”

    Dewan Keamanan PBB akan bertemu untuk membahas krisis yang semakin meningkat antara Venezuela dan Amerika Serikat setelah permintaan dari Caracas, yang didukung oleh China dan Rusia.

    Di Telegram, Gil dari Venezuela mengatakan bahwa ia dan Lavrov telah membahas “agresi dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional yang dilakukan di Karibia: serangan terhadap kapal, eksekusi di luar hukum, dan tindakan pembajakan ilegal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.”

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang menurut Washington, tanpa memberikan bukti, menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.

    Lebih dari 100 orang telah tewas, beberapa di antaranya nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka. Presiden AS Donald Trump pada 16 Desember mengumumkan blokade terhadap kapal minyak yang dikenai sanksi yang berlayar ke dan dari Venezuela.

    Trump mengklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang hasil minyak untuk membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan. Gil mengatakan Lavrov telah menegaskan dukungan penuh Moskow dalam menghadapi permusuhan terhadap negaranya.

    (rfs/rfs)

  • Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Jakarta

    Rusia menyatakan dukungan penuh untuk Venezuela saat menghadapi blokade kapal tanker minyak yang dikenai sanksi oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Dalam percakapan telepon, menteri luar negeri kedua negara mengecam tindakan AS mengebom kapal diduga terlibat perdagangan narkoba dan penyitaan dua kapal tanker.

    “Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan tersebut dan mengancam pelayaran internasional,” kata kementerian luar negeri Rusia tentang percakapan telepon antara menteri Sergei Lavrov dan Yvan Gil dilansir AFP, Selasa (23/12/2025).

    “Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini,” tambahnya.

    “Para menteri sepakat untuk melanjutkan kerja sama bilateral yang erat dan mengkoordinasikan tindakan mereka di panggung internasional, khususnya di PBB, untuk memastikan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan tidak adanya campur tangan dalam urusan internal.”

    Dewan Keamanan PBB akan bertemu untuk membahas krisis yang semakin meningkat antara Venezuela dan Amerika Serikat setelah permintaan dari Caracas, yang didukung oleh China dan Rusia.

    Di Telegram, Gil dari Venezuela mengatakan bahwa ia dan Lavrov telah membahas “agresi dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional yang dilakukan di Karibia: serangan terhadap kapal, eksekusi di luar hukum, dan tindakan pembajakan ilegal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.”

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang menurut Washington, tanpa memberikan bukti, menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.

    Lebih dari 100 orang telah tewas, beberapa di antaranya nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka. Presiden AS Donald Trump pada 16 Desember mengumumkan blokade terhadap kapal minyak yang dikenai sanksi yang berlayar ke dan dari Venezuela.

    Trump mengklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang hasil minyak untuk membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan. Gil mengatakan Lavrov telah menegaskan dukungan penuh Moskow dalam menghadapi permusuhan terhadap negaranya.

    (rfs/rfs)

  • Jenderal Berpengalaman Rusia Tewas Dihantam Bom Mobil di Moskow

    Jenderal Berpengalaman Rusia Tewas Dihantam Bom Mobil di Moskow

    GELORA.CO –  Seorang jenderal Rusia tewas setelah sebuah alat peledak meledak di bawah mobilnya dalam peristiwa yang digambarkan Moskow sebagai kemungkinan pembunuhan oleh dinas intelijen Ukraina.

    Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, kepala direktorat pelatihan operasional staf umum angkatan bersenjata Rusia tewas karena luka-lukanya. Demikian juru bicara Komite Investigasi Rusia dalam sebuah pernyataan.

    “Para penyidik ​​sedang menyelidiki berbagai kemungkinan terkait pembunuhan tersebut. Salah satunya adalah bahwa kejahatan itu diatur oleh dinas intelijen Ukraina,” kata juru bicara tersebut.

    Saluran Telegram Rusia yang terkait dengan dinas keamanan melaporkan bahwa mobil Sarvarov meledak saat melaju di Jalan Yaseneva di Moskow sekitar pukul 7 pagi pada Senin. Menurut laporan, kendaraan tersebut telah menempuh jarak beberapa meter sebelum ledakan terjadi.

    Sarvarov, yang mengawasi pelatihan tempur dan kesiapan angkatan bersenjata Rusia dalam perang di Ukraina memiliki pengalaman luas dalam perang pasca-Soviet Kremlin.

    Ia ikut serta dalam kedua perang Chechnya dan kemudian berperan dalam mengorganisir intervensi militer Rusia tahun 2015–16 di Suriah.

    Kremlin diperkirakan akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai serangan tersebut, tetapi beberapa pejabat Rusia telah menyerukan pembalasan.

    “Kita perlu mengidentifikasi dan melenyapkan seluruh rantai pelaku operasi tersebut. Saya rasa mereka sama sekali tidak perlu ditawan – mereka seharusnya langsung dimusnahkan di tempat, seperti yang dilakukan terhadap teroris,” kata Andrey Kolesnik, anggota komite pertahanan Duma, seperti dikutip oleh situs berita Lenta.ru.

    Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Badan intelijen Ukraina telah menargetkan puluhan perwira militer Rusia dan pejabat yang ditunjuk Rusia sejak awal perang, menuduh mereka terlibat dalam kejahatan perang.

    Sedikit yang diketahui tentang sel-sel perlawanan Ukraina yang diyakini berada di balik pembunuhan dan serangan terhadap infrastruktur militer di dalam Rusia dan di wilayah yang dikuasai Rusia.

    Desember lalu, Kyiv mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala pasukan perlindungan nuklir, biologi, dan kimia militer.

    Jenderal itu tewas akibat bom yang disembunyikan di dalam skuter listrik di luar gedung apartemennya, sehari setelah Ukraina mengajukan tuntutan pidana terhadapnya. Asistennya, Ilya Polikarpov, juga tewas dalam serangan itu.

    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada September tampaknya memberi sinyal bahwa serangan lebih lanjut terhadap tokoh-tokoh militer senior Rusia dapat terjadi.

    Penargetan terus-menerus terhadap tokoh-tokoh militer senior Rusia oleh Ukraina telah menggarisbawahi kegagalan dalam dinas keamanan Rusia.

    Vladimir Putin tahun lalu menggambarkan pembunuhan Kirillov sebagai “kesalahan besar” oleh badan-badan keamanan negara itu, dan mengatakan mereka harus belajar darinya dan meningkatkan efektivitas pencegahan.

    Tidak jelas apakah pembunuhan Sarvarov yang menjadi sorotan akan berdampak pada perundingan perdamaian. Saat ini pejabat Ukraina dan AS sedang mengadakan diskusi di Florida yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang hampir empat tahun antara Rusia dan Ukraina.

    Rusia mengadakan pembicaraan terpisah dengan AS di Florida, yang diperkirakan akan berlanjut pada Senin.

    Keith Kellogg, perwakilan khusus yang ditunjuk Donald Trump untuk Ukraina dan Rusia, mengkritik pembunuhan jenderal-jenderal Rusia oleh Ukraina tahun lalu, dengan mengatakan tindakan tersebut dapat melanggar aturan perang.

  • Ekspor Semikonduktor Korsel Melonjak, Tutupi Pelemahan di Sektor Lain

    Ekspor Semikonduktor Korsel Melonjak, Tutupi Pelemahan di Sektor Lain

    Bisnis.com, JAKARTA — Ekspor semikonduktor Korea Selatan yang kuat terus menutupi pelemahan ekspor di sektor-sektor lain. Hal itu pun menopang pertumbuhan ekspor Negeri Ginseng pada akhir tahun ini ketika efek tarif AS mulai terasa.

    Berdasarkan data yang dirilis oleh kantor bea cukai Korea Selatan, ekspor yang disesuaikan dengan perbedaan jumlah hari kerja tumbuh 3,6% dibandingkan setahun sebelumnya dalam 20 hari pertama Desember 2025. Realisasi ini dibandingkan dengan kenaikan 13% (yang telah direvisi) untuk keseluruhan bulan November.

    Pengiriman yang tidak disesuaikan juga naik 6,8%, sementara impor secara keseluruhan meningkat 0,7%, sehingga menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$3,8 miliar.

    Adapun, ekspor semikonduktor tercatat melonjak hampir 42%, melanjutkan pemulihan yang didorong oleh permintaan kecerdasan buatan dan pusat data. Pengiriman peralatan komunikasi nirkabel juga meningkat hampir 18%.

    Kenaikan tersebut membantu mengimbangi penurunan di sektor-sektor lain. Ekspor otomotif turun 13% dan sektor petrokimia menunjukkan pelemahan yang terkait dengan kenaikan biaya input serta langkah-langkah proteksionis AS.

    Ekonom Barclays Bank Plc, Bumki Son mengatakan apabila semikonduktor dikeluarkan, angka ekspor Korsel ini akan terlihat lemah.

    “Saya tetap berpikir kita perlu waspada terhadap risiko bahwa sikap kebijakan moneter mungkin tidak netral bagi sebagian besar sektor ekonomi selain semikonduktor,” kata Son seperti dikutip Bloomberg pada Senin (22/12/2025).

    Pada akhir November 2025, bank sentral Korsel (Bank of Korea) beralih dari sikap yang jelas condong pada “pemangkasan suku bunga” ke posisi kebijakan yang lebih netral, dengan mempertahankan suku bunga acuan di 2,5% dan menaikkan proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 1,8%.

    Bank sentral juga mengutip penguatan ekspor dan pemulihan konsumsi swasta yang stabil. Meski demikian, Gubernur BOK Rhee Chang Yong mencatat bahwa sebagian besar perbaikan prospek pertumbuhan didorong oleh kinerja chip dan TI.

    Barclays memperkirakan ekspor Korsel akan tumbuh 2,1% pada 2026. Namun, jika mengecualikan ekspor terkait semikonduktor, impor, dan investasi, pertumbuhannya akan hanya sekitar 1,1%.

    Perbedaan kinerja yang berkelanjutan ini menambah tantangan bagi perumusan kebijakan di Bank of Korea, yang sudah diperumit oleh pelemahan mata uang serta harga properti yang memanas di ibu kota Korea Selatan.

    Seoul mencapai kesepakatan tarif bersejarah dengan Washington pada akhir Oktober setelah tiga bulan negosiasi, yang membatasi bea masuk AS atas barang-barang Korea di level 15%. Tarif atas mobil dan suku cadang otomotif Korea juga diturunkan secara retroaktif menjadi 15% per 1 November, menyusul publikasi pemberitahuan resmi di Federal Register awal bulan ini.

    Meski kesepakatan tersebut menurunkan tarif dari level yang diumumkan Presiden Donald Trump pada musim semi, tarifnya masih jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat yang dinikmati negara tersebut di bawah perjanjian perdagangan bebas sebelumnya.

    Berdasarkan tujuan ekspor, pengiriman ke China naik 6,5%, sementara ke AS turun 1,7%. Pengiriman ke Taiwan dan Vietnam masing-masing meningkat 9,6% dan 20,4%.

  • Senator AS Serukan Aksi Militer Jika Hamas-Hizbullah Tolak Lucuti Senjata

    Senator AS Serukan Aksi Militer Jika Hamas-Hizbullah Tolak Lucuti Senjata

    Washington DC

    Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham menyerukan aksi militer terhadap kelompok Hamas dan Hizbullah, jika kedua kelompok yang didukung Iran itu menolak untuk melucuti senjata mereka. Senator Partai Republik ini menuduh Hamas sedang mengkonsolidasikan kekuasaan di Jalur Gaza.

    Seruan tersebut, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (22/12/2025), disampaikan Graham saat dia berkunjung ke Israel pada Minggu (21/12) waktu setempat. Graham yang merupakan Senator South Carolina ini dikenal sebagai sekutu setia Presiden AS Donald Trump.

    Gencatan senjata Gaza, yang dimulai pada Oktober lalu dan berlaku secara rapuh, telah menghentikan perang yang berkecamuk selama dua tahun antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, meskipun kedua belah pihak saling menuding adanya pelanggaran.

    Gencatan senjata terpisah antara Israel dan Hizbullah, yang bermarkas di Lebanon, juga mulai berlaku pada November 2024 setelah lebih dari setahun permusuhan. Namun Tel Aviv terus melancarkan serangan di wilayah Lebanon, yang diklaim menargetkan posisi Hizbullah.

    Israel telah menjadikan perlucutan persenjataan kedua kelompok militan tersebut sebagai syarat utama untuk perdamaian yang bertahan lama.

    “Sangat penting bagi kita untuk segera menyusun rencana, memberikan Hamas batasan waktu, memberikan mereka waktu untuk mencapai tujuan perlucutan senjata,” kata Graham dalam konferensi pers selama kunjungan ke Israel.

    “Dan jika tidak, saya akan mendorong Presiden Trump untuk mengerahkan Israel untuk menghabisi Hamas,” ujarnya.

    “Ini adalah perang yang panjang dan brutal, tetapi Anda tidak akan berhasil di mana pun di wilayah ini sampai Anda berhasil menyingkirkan Hamas dari masa depan Hamas dan melucuti senjata mereka,” tegas Graham dalam pernyataannya.

    Dia menambahkan bahwa tahap kedua gencatan senjata Gaza akan gagal jika Hamas tetap dibiarkan memiliki senjata.

    “Sekitar 90 hari setelah gencatan senjata, mereka (Hamas-red) sedang mengkonsolidasikan kekuasaan di Gaza,” sebut Graham.

    Lebih lanjut, dia menyerukan keterlibatan militer melawan Hizbullah jika kelompok itu juga tidak menyerahkan persenjataannya.

    “Jika Hizbullah menolak untuk menyerahkan senjata berat mereka, di masa mendatang kita harus terlibat dalam operasi militer bekerja sama dengan Lebanon, Israel, dan Amerika Serikat, di mana kita akan terbang bersama Israel… untuk menumpas Hizbullah,” cetusnya.

    Pemerintah Lebanon telah mulai melucuti senjata Hizbullah, dimulai dari wilayah selatan negara tersebut, dan bersikeras akan menyelesaikan rencana tersebut. Namun, Israel mempertanyakan efektivitas militer Lebanon, dan Hizbullah sendiri berulang kali menolak untuk meletakkan senjata.

    Sementara para mediator gencatan senjata Gaza, yaitu AS, Qatar, Mesir, dan Turki, mendesak Israel dan Hamas untuk menegakkan gencatan senjata. Para mediator mendesak implementasi fase kedua gencatan senjata Gaza, yang juga mencakup demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk perlucutan senjata Hamas.

    Tonton juga video “AS Bombardir Suriah, Targetkan 70 Lokasi ISIS”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/zap)

  • Tegang! AS Kejar Kapal Tanker Minyak di Dekat Venezuela

    Tegang! AS Kejar Kapal Tanker Minyak di Dekat Venezuela

    Washington DC

    Otoritas Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) sedang mengejar sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional di dekat Venezuela. Ini merupakan operasi kedua sepanjang akhir pekan, dan merupakan kapal tanker ketiga yang diincar Washington dalam waktu kurang dari sepekan terakhir.

    Salah satu pejabat AS, yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Senin (22/12/2025), menyebut kapal tanker yang sedang diburu itu berada di bawah sanksi. Namun tidak disebutkan lebih lanjut soal lokasi spesifik dari operasi tersebut.

    Laporan sejumlah media AS yang mengutip sumber yang memahami pengejaran itu, seperti dikutip Bloomberg dan Anadolu Agency, menyebut kapal tanker yang diburu Otoritas Penjaga Pantai AS itu bernama kapal tanker Bella 1, yang merupakan sebuah kapal berbendera Panama yang dikenai sanksi AS.

    Disebutkan bahwa kapal tanker itu sedang dalam perjalanan ke Venezuela untuk mengambil muatan minyak.

    Baik AS maupun Venezuela belum merilis pernyataan resmi tentang operasi terbaru itu.

    Insiden ini terjadi setelah AS menyita dua kapal tanker lainnya, yakni kapal tanker Skipper pada 10 Desember lalu dan kapal tanker super Centuries pada Sabtu (20/12) waktu setempat, di kawasan Karibia, dekat Venezuela. Jika berhasil ditahan, kapal tanker Bella 1 akan menjadi kapal tanker ketiga yang disita oleh AS.

    Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan pada Minggu (21/12) bahwa dua kapal tanker minyak yang disita AS itu beroperasi di pasar gelap dan memasok minyak ke negara-negara yang dikenai sanksi.

    “Jadi saya rasa orang-orang tidak perlu khawatir di AS bahwa harga akan naik karena penyitaan kapal-kapal ini. Hanya ada beberapa, dan itu merupakan kapal pasar gelap,” sebutnya.

    Perkembangan situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas.

    Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan “blokade total dan sepenuhnya” terhadap semua kapal tanker minyak, yang dikenai sanksi, yang berlayar memasuki atau meninggalkan perairan Venezuela.

    Otoritas Caracas mengecam langkah Washington itu sebagai “pembajakan internasional”.

    AS menegaskan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memerangi korupsi dan perdagangan narkoba. Namun Venezuela menuduh AS menggunakan upaya antinarkoba sebagai dalih untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dari kekuasaan dan menguasai sumber daya minyak negara tersebut.

    Puluhan serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di kawasan tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 100 orang sejak September lalu.

    Tonton juga video “Momen Helikopter AS Cegat Kapal Tanker di Laut Karibia”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/zap)