Tag: Donald Trump

  • AS Tawarkan Rp 50 Juta Bagi Migran yang ‘Mendeportasikan Diri’

    AS Tawarkan Rp 50 Juta Bagi Migran yang ‘Mendeportasikan Diri’

    Dunia Hari Ini kembali dengan rangkuman kejadian dalam 24 jam terakhir.

    Edisi Selasa, 23 Desember 2025 kita awali dengan berita dari Amerika Serikat.

    Insentif untuk warga yang mendeportasikan diri

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melipatgandakan tawaran tunjangan bagi para migran yang secara sukarela memilih untuk “mendeportasikan diri” dari Amerika Serikat.

    Senin kemarin, Departemen Keamanan Dalam Negeri kemarin di Amerika Serikat mengatakan tunjangan tersebut akan dinaikkan ke angka US$3.000 (Rp50 juta).

    DHS juga mengatakan tunjangan tersebut akan diberikan kepada orang-orang yang berada di Amerika Serikat secara ilegal yang mendaftar untuk meninggalkan negaranya akhir tahun ini, termasuk penerbangan gratis kembali ke negara asal mereka.

    “Para imigran ilegal harus memanfaatkan hadiah ini dan mendeportasi diri, karena jika tidak, kami akan menemukan mereka, menangkap mereka, dan mereka tidak akan pernah kembali,” kata Menteri DHS Kristi Noem.

    Jenderal senior Rusia tewas usai mobilnya dibom

    Sebuah bom mobil menewaskan seorang jenderal senior Rusia di Moskow.

    Kejadian ini berlangsung saat negosiator utama dari Rusia dan Ukraina berada di Miami akhir pekan lalu untuk menghadiri pertemuan terpisah dengan pejabat Amerika Serikat yang berupaya mengamankan kesepakatan perdamaian.

    Pemerintah Ukraina belum berkomentar tentang ledakan tersebut, tetapi para penyelidik Rusia menduga ledakan itu “terkait” dengan “pasukan khusus Ukraina.”

    Serangan tersebut memiliki ciri khas pembunuhan jenderal dan tokoh pro-perang lainnya yang diklaim oleh Ukraina, atau secara luas diyakini telah diatur oleh Kyiv.

    Kesepakatan Thailand-Kamboja dianggap terburu-buru

    Thailand dan Kamboja akan melanjutkan pembicaraan gencatan senjata untuk mencoba mengakhiri konflik perbatasan yang menelan jiwa.

    Sebelumnya, Thailand mengklaim kesepakatan perdamaian awal dibuat terburu-buru agar Presiden Donald Trump dapat menandatanganinya dan menghadiri penandatanganan pada bulan Oktober.

    Menurut Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengatakan kurangnya detail menyebabkan kesepakatan tersebut gagal.

    Kedua negara akan berunding kembali Rabu besok, setelah pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Malaysia.

    Layanan taksi robot di London

    Uber dan Lyft berencana untuk menawarkan layanan taksi robot ke London tahun depan dalam kemitraan terpisah dengan raksasa teknologi China, Baidu.

    Uber mengatakan pihaknya bekerja sama dengan layanan kendaraan otonom Apollo Go milik Baidu dalam program percontohan layanan taksi swakemudi, yang direncanakan pemerintah Inggris untuk tahun depan.

    Dalam unggahan di media sosial, kedua perusahaan tersebut berharap uji coba bisa dimulai pada paruh pertama tahun 2026.

    CEO Lyft, David Risher, mengatakan dalam sebuah unggahan di X, perusahaannya juga bermitra dengan Baidu untuk uji coba taksi robot menggunakan kendaraan Apollo Go RT6 yang “dirancang khusus untuk layanan berbagi tumpangan.”

    Lihat juga Video ‘Momen Helikopter AS Cegat Kapal Tanker di Laut Karibia’:

  • India Perluas Sektor Nuklir, Gaet Investor Asing dan Swasta

    India Perluas Sektor Nuklir, Gaet Investor Asing dan Swasta

    Jakarta

    Pekan lalu, parlemen India menyetujui undang-undang yang membuka sektor pembangkit listrik tenaga nuklir dapat dikelola perusahaan swasta dan asing.

    Undang-Undang Energi Atom yang bersejarah ini menandai perubahan besar arah kebijakan pemerintah, seiring upaya India meningkatkan pemanfaatan energi nuklir dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil demi memenuhi target iklim.

    Pemerintah India menargetkan peningkatan kapasitas listrik nuklir hingga sepuluh kali lipat menjadi 100 gigawatt pada 2047. Kapasitas tersebut diperkirakan cukup untuk memasok listrik bagi hampir 60 juta rumah tangga setiap tahun dan dinilai krusial untuk mencapai target netral karbon pada 2070.

    Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan angka investasi sekitar 20 triliun rupee India (sekitar Rp3,72 kuadriliun). Regulasi baru ini diharapkan dapat membuka akses pendanaan dari sektor swasta.

    Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut kebijakan ini sebagai “momen transformasional bagi lanskap teknologi India” dan menilai reformasi tersebut membuka “beragam peluang” bagi sektor swasta.

    Sejumlah konglomerasi besar India, termasuk Tata Power, Adani Power, dan Reliance Industries, telah menyatakan minat untuk masuk ke sektor nuklir sipil yang selama ini dikontrol ketat oleh negara.

    Reformasi nuklir picu kekhawatiran soal keselamatan

    Di tengah optimisme pemerintah, sejumlah pakar memperingatkan berbagai tantangan yang dapat menghambat ambisi nuklir India. Isu yang disoroti mencakup batas tanggung jawab hukum, efektivitas pengawasan regulator, hingga standar keselamatan.

    “Reformasi ini menggeser kerja sama nuklir India-AS dari sekadar sinyal politik menjadi realitas komersial. Pernyataan bersama soal reaktor besar dan SMR (Reaktor Nuklir Modular kecil) kini bisa diterjemahkan menjadi proyek nyata, dengan membaiknya hubungan India-AS yang diperkirakan memberi dorongan tambahan pada 2026,” kaya Ajay Bisaria kepada DW.

    “Jadwal perizinan, persyaratan lokal, jaminan bahan nuklir untuk bahan bakar impor, kendala pembiayaan, dan pertanyaan tentang kapasitas regulasi adalah isu-isu yang perlu diatasi.”

    Membaca minat AS dalam reformasi nuklir India

    Partai-partai oposisi di India menuding undang-undang baru di sektor nuklir disusun untuk memenuhi kepentingan Amerika Serikat. Legislasi tersebut dijuluki SHANTI, akronim dari Sustainable Harnessing of Advancement of Nuclear Energy for Transforming India, yang dituding dipercepat pengesahannya untuk memenuhi tuntutan Amerika Serikat.

    Reformasi di India ini bertepatan dengan langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pada 18 Desember 2025 menandatangani National Defense Authorization Act atau NDAA.

    NDAA merupakan undang-undang kebijakan pertahanan berskala besar yang mencakup ketentuan pembentukan mekanisme konsultatif bersama antara Amerika Serikat dan India. Mekanisme ini bertujuan menyelaraskan aturan tanggung jawab hukum nuklir domestik India dengan standar internasional.

    India seimbangkan keselamatan dan dorongan investasi

    Jairam Ramesh, tokoh senior partai oposisi utama India, Indian National Congress, menilai perubahan terbaru pada kerangka tanggung jawab hukum nuklir India dipaksakan melalui parlemen untuk menyesuaikan hukum domestik dengan kepentingan Amerika Serikat.

    Pemerintah India membantah tudingan tersebut. Menurut pemerintah, reformasi nuklir didorong oleh kebutuhan kedaulatan energi nasional serta komitmen terhadap transisi energi bersih.

    Sementara itu, Sameer Patil, Direktur Pusat Keamanan, Strategi, dan Teknologi di Observer Research Foundation, menilai perubahan kebijakan ini sebagai reformasi struktural yang diperlukan untuk membuka investasi swasta bagi ambisi nuklir India.

    “Namun, ada sejumlah tantangan, terutama keterbatasan pasokan bahan bakar nuklir dalam negeri. Hal ini membuat sektor ini, dan India secara keseluruhan, rentan terhadap dinamika geopolitik,” papar Sameer Patil kepada DW.

    “Terkait keselamatan dan pengawasan, terus terang menurut saya ini adalah kompromi antara memberi insentif bagi partisipasi komersial dan menerapkan perlindungan keselamatan yang wajar,” lanjutnya.

    Patil menilai ketentuan dalam undang-undang nuklir saat ini memang terlihat belum memadai jika dibandingkan dengan potensi dampak kecelakaan nuklir. Namun, aturan tersebut dinilai cukup untuk menjaga minat perusahaan swasta agar tetap terlibat dalam rencana ekspansi energi nuklir India.

    Rasa skeptisis atas peran swasta

    Seorang pejabat pemerintah yang memahami sektor nuklir angkat suara secara anonim, meragukan kemampuan sektor swasta bertahan dalam proyek nuklir India.

    “Industri nuklir India secara konsisten gagal memenuhi target. Rekam jejak sektor swasta yang meninggalkan proyek berisiko tinggi seperti gas dan hidro menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan komitmen investasi besar di sektor nuklir, terutama dengan perlindungan tanggung jawab hukum yang kini melemah,” jelas pejabat tersebut kepada DW.

    Sementara itu, Anil Wadhwa, mantan diplomat India yang memiliki pengalaman luas dalam isu nuklir dan pelucutan senjata, mengatakan India menghadapi tantangan implementasi untuk mewujudkan target ambisiusnya.

    “Masalah di sisi pasokan mencakup kualitas uranium domestik yang rendah, kebutuhan pengembangan tenaga kerja terampil, serta kapasitas manufaktur komponen reaktor yang belum memadai,” kata Wadhwa.

    Persoalan tanggung jawab dan pasokan

    Anil Wadhwa mengatakan perdebatan masih terus berlangsung terkait sejumlah isu krusial dalam reformasi nuklir India.

    “Apakah batas tanggung jawab hukum sebesar 15 miliar rupee India atau sekitar 168 juta dolar AS dan 143 juta euro memadai untuk kecelakaan besar, apakah badan pengawas Atomic Energy Regulatory Board memiliki independensi yang cukup dari pemerintah, serta bagaimana menyeimbangkan insentif komersial dengan standar keselamatan,” kata Wadhwa.

    Sebagai perbandingan, bencana nuklir Fukushima di Jepang pada 2011 menelan biaya lebih dari 200 miliar dolar AS (sekitar 3,34 kuadriliun) untuk pembersihan dan kompensasi, atau lebih dari 1.200 kali lipat dari batas tanggung jawab yang diusulkan India.

    Sementara itu, total dampak ekonomi kecelakaan nuklir Chernobyl diperkirakan melampaui 700 miliar dolar AS (sekitar Rp11,7 kuadriliun) jika memperhitungkan biaya kesehatan jangka panjang, evakuasi, serta hilangnya lahan akibat kontaminasi.

    Terkait perusahaan asing, Wadhwa mengatakan Undang-Undang Tanggung Jawab Perdata atas Kerusakan Nuklir India tahun 2010 sebelumnya memungkinkan operator menggugat pemasok atas cacat peralatan, berbeda dengan praktik global di mana tanggung jawab hukum hanya dibebankan kepada operator.

    “Undang-undang ini secara mendasar mereformasi ketentuan tersebut dengan mendekatkannya pada standar internasional,” ujar Wadhwa.

    “Kepemilikan asing dibatasi maksimal 49 persen dengan persyaratan operasional dan perizinan, tetapi rancangan undang-undang ini membuka jalur partisipasi yang sebelumnya tidak ada, yang menandai kemajuan signifikan dibandingkan rezim lama yang sangat restriktif.”

    Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu

    Editor: Muhammad Hanafi

    (ita/ita)

  • Trump Ngotot Ingin Kuasai Greenland: Demi Keamanan Nasional

    Trump Ngotot Ingin Kuasai Greenland: Demi Keamanan Nasional

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump ngotot untuk menguasai Greenland. Dia mengatakan AS butuh Greenland untuk “keamanan nasional”. Hal ini disampaikannya setelah penunjukan utusan khusus AS untuk Greenland memicu ketegangan baru dengan pemerintah Denmark.

    Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Trump berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat “membutuhkan” wilayah otonom yang kaya sumber daya tersebut untuk alasan keamanan. Dia bahkan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk menguasainya.

    Pada hari Minggu (21/12) lalu, Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland, yang memicu kemarahan dari Denmark, yang kemudian memanggil duta besar AS.

    “Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral,” kata Trump dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida, AS pada hari Senin (22/12) waktu setempat.

    “Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana,” ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025).

    “Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya,” kata presiden, seraya menambahkan bahwa Landry “ingin memimpin serangan.”

    Setelah pengangkatannya, Landry langsung berjanji untuk menjadikan wilayah Denmark tersebut “bagian dari AS.”

    Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa Greenland adalah milik rakyat Greenland.

    “Anda tidak dapat mencaplok negara lain,” kata mereka. “Kami mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama kami.”

    Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan dia “sangat marah” atas langkah tersebut dan memperingatkan Washington untuk menghormati kedaulatan Denmark.

    Lokke Rasmussen sebelumnya mengatakan kepada televisi TV2, bahwa pengangkatan Landry tersebut “sama sekali tidak dapat diterima”. Duta Besar AS telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Denmark untuk memberikan penjelasan.

    “Kami memanggil duta besar Amerika ke kementerian luar negeri hari ini untuk sebuah pertemuan, bersama dengan perwakilan Greenland, di mana kami dengan sangat jelas menarik garis merah dan juga meminta penjelasan,” kata Lokke Rasmussen dalam sebuah wawancara.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Diancam Trump, Maduro Berikan Balasan Menohok

    Diancam Trump, Maduro Berikan Balasan Menohok

    Jakarta

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro memberikan balasan menohok kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang telah memerintahkan pasukan angkatan laut AS untuk memblokade kekayaan minyak negara Amerika Selatan itu.

    Dalam pidatonya yang disiarkan televisi publik, Maduro menyarankan agar Trump lebih fokus mengurusi persoalan domestik di negaranya daripada terus-menerus mengancam Caracas.

    “Presiden Trump akan lebih baik berada di negaranya dan di dunia. Dia akan lebih baik di negaranya sendiri dalam menangani masalah ekonomi dan sosial, dan dia akan lebih baik di dunia jika dia mengurusi urusan negaranya sendiri,” ujar Maduro, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025).

    Sebelumnya, Trump mengatakan pada hari Senin (22/12) bahwa akan “bijaksana” bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mundur.

    Ketika ditanya oleh wartawan di rumahnya di Florida apakah ancaman Washington dirancang untuk memaksa Maduro meninggalkan jabatannya setelah 12 tahun, Trump berkata: “Itu terserah dia, apa yang ingin dia lakukan. Saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu.”

    Namun, Trump menambahkan: “Jika dia ingin melakukan sesuatu — jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bersikap keras.”

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim Washington sebagai kapal penyelundup narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.

    Lebih dari 100 orang telah tewas, beberapa di antaranya adalah nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka.

    Trump pada 16 Desember juga mengumumkan blokade terhadap “kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi” yang berlayar dari dan ke Venezuela.

    Trump mengklaim Caracas di bawah kepemimpinan Maduro telah menggunakan uang minyak untuk membiayai “terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan.”

    Ia juga menuduh Venezuela mengambil “semua minyak kami” — dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada nasionalisasi sektor perminyakan negara tersebut, dan mengatakan: “kami menginginkannya kembali.”

    Pemerintah Venezuela menuduh Washington berupaya melakukan perubahan rezim. Caracas juga menuduh Washington melakukan “pembajakan internasional.”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • ByteDance Siapkan Miliaran Dolar AS untuk Bangun Infrastruktur AI, Persaingan Makin Ketat

    ByteDance Siapkan Miliaran Dolar AS untuk Bangun Infrastruktur AI, Persaingan Makin Ketat

    Bisnis.com, JAKARTA — Korporasi pemilik TikTok, ByteDance, dikabarkan menyusun rencana awal belanja modal atau capital expenditure sebesar 160 miliar yuan (setara US$22,7 miliar) pada 2026 untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

    Dilansir dari Reuters pada Selasa (23/12/2025), hal tersebut dilaporkan oleh Financial Times, mengutip narasumber yang mengetahui masalah tersebut.

    Meskipun demikian, pihak ByteDance belum memberikan respons atas informasi tersebut.

    Berita ini menyusul kabar Nvidia yang menyampaikan kepada para kliennya di China bahwa perusahaan tersebut menargetkan untuk mulai mengirimkan cip AI terkuat kedua mereka, yaitu Nvidia H200, ke negara tersebut. Pengiriman akan dilakukan sebelum libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (27/12/2025).

    Bytedance sendiri, bersama perusahaan raksasa China lainnya, telah menyatakan minat untuk membeli chip H200. Potensi pengiriman ini akan memberikan akses ke prosesor yang kira-kira enam kali lebih kuat dibandingkan H20, yaitu chip dengan spesifikasi yang sengaja diturunkan yang dirancang khusus oleh Nvidia untuk pasar China.

    Nvidia berencana memenuhi pesanan awal dari stok yang tersedia, dengan total pengiriman diperkirakan mencapai 5.000 hingga 10.000 modul chip, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut kepada Reuters. Jumlah modul tersebut setara dengan 40.000 hingga 80.000 unit chip AI H200.

    Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut menginformasikan kepada kliennya di China bahwa mereka berencana menambah kapasitas produksi baru untuk chip tersebut. pesanan untuk kapasitas baru ini akan dibuka pada kuartal II/2026.

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengizinkan Nvidia untuk mengekspor prosesor H200 ke China dengan 25% biaya tambahan atas penjualan tersebut. Kebijakan ini dilakukan setelah sebelumnya AS melarang pengiriman cip AI canggih ke China dengan alasan keamanan nasional dan keunggulan dalam industri AI.

    Meski terdapat kemajuan, sebenarnya Pemerintah China belum menyetujui pembelian H200 apa pun dan jadwal tadi juga bisa saja berubah tergantung pada keputusan pemerintah. Oleh karena itu, masih terdapat ketidakpastian yang besar mengenai pergerakan dalam industri AI ini.

    ​”Seluruh rencana ini bergantung pada persetujuan pemerintah,” kata satu sumber kepada Reuters.

    Di lain sisi, Nvidia mengatakan bahwa mereka tetap menjaga rantai pasoknya.

    “Penjualan berlisensi H200 kepada pelanggan resmi di China tidak akan berdampak pada kemampuan kami untuk memasok pelanggan di Amerika Serikat,” kata Nvidia kepada Reuters.

    Cip H200 yang akan dikirim, yang merupakan bagian dari lini generasi sebelumnya milik Nvidia, masih digunakan secara luas dalam AI. Walaupun begitu, H200 telah memiliki penerus, yakni chip “Blackwell” yang lebih baru. 

    Nvidia kini memfokuskan produksi pada Blackwell dan lini “Rubin” yang akan datang. Oleh karena itu, pasokan H200 menjadi langka.

    SoftBank gelontorkan dana untuk mendukung OpenAI

    Masih dalam industri AI, SoftBank Group dikabarkan tengah berpacu untuk menyelesaikan komitmen pendanaan senilai US$22,5 miliar kepada OpenAI pada akhir tahun ini. 

    Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian skema penggalangan dana tunai, termasuk penjualan sejumlah investasi, seperti dilaporkan oleh sumber lain kepada Reuters. SoftBank juga dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman margin yang belum ditarik (undrawn margin loans) dengan jaminan kepemilikan berharganya di perusahaan chip Arm Holdings.

    Langkah ini merupakan salah satu langkah terbesar yang pernah dilakukan oleh CEO SoftBank Masayoshi Son. Saat ini, miliarder Jepang tersebut untuk memperbaiki posisi perusahaannya dalam perlombaan AI.

    Untuk mendapatkan dana tersebut, Son telah menjual seluruh saham SoftBank senilai US$5,8 miliar di Nvidia, melepas kepemilikan senilai US$4,8 miliar di T-Mobile, serta memangkas jumlah karyawan.

    Son juga telah memperlambat sebagian besar kesepakatan bisnis lainnya di Vision Fund, yaitu modal ventura milik SoftBank, secara drastis. Setiap kesepakatan di atas US$50 juta kini juga dikabarkan memerlukan persetujuan langsung dari Son.

    SoftBank  saat ini juga berupaya membawa operator aplikasi pembayarannya, PayPay, untuk melantai di bursa (go public). Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang semula diperkirakan terjadi bulan ini, akhirnya terpaksa ditunda akibat penutupan layanan pemerintah AS selama 43 hari yang berakhir pada November 2025 lalu. Menurut sumber, debut pasar PayPay, yang kemungkinan akan menggalang dana lebih dari US$20 miliar, kini diperkirakan terjadi pada kuartal I/2026.

    SoftBank pun tengah berupaya mencairkan sebagian kepemilikannya di Didi Global, yaitu operator platform transportasi daring yang dominan di China. Didi diketahui sedang berupaya mencatatkan sahamnya di Hong Kong setelah tindakan keras regulasi memaksanya keluar dari bursa AS pada 2021, menurut seorang sumber. 

    Dengan semua pergerakan yang terjadi di dalam SoftBank, para manajer investasi di Vision Fund kini diarahkan untuk fokus pada kesepakatan OpenAI.

    Upaya keras SoftBank untuk mengumpulkan dana ini memberikan gambaran mengenai tekanan yang dihadapi para investor saat mereka berjuang membiayai proyek pusat data AI ambisius, bahkan bagi para investor terbesar dunia. Sebagai informasi, pusat data AI bisa bernilai ratusan miliar dolar AS. (Laurensius Katon Kandela)

  • Trump Isyaratkan Maduro untuk Mundur, Wanti-wanti Tak Bersikap Keras!

    Trump Isyaratkan Maduro untuk Mundur, Wanti-wanti Tak Bersikap Keras!

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa akan “bijaksana” bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mundur. Hal ini disampaikannya pada hari Senin (22/12) seiring pasukan angkatan laut AS diperintahkannya untuk memblokade kekayaan minyak negara Amerika Selatan tersebut.

    Sekutu utama Venezuela, Rusia, menyatakan “dukungan penuh” untuk pemerintah Maduro, seiring Washington telah meningkatkan operasi militer dan ancaman terhadap Caracas.

    Ketika ditanya oleh wartawan di rumahnya di Florida apakah ancaman Washington dirancang untuk memaksa Maduro meninggalkan jabatannya setelah 12 tahun, Trump berkata: “Itu terserah dia, apa yang ingin dia lakukan. Saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu.”

    Namun, Trump menambahkan: “Jika dia ingin melakukan sesuatu — jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bersikap keras.”

    Pemerintah Rusia menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Maduro. “

    Dalam panggilan telepon, para menteri luar negeri kedua negara mengecam tindakan AS, yang termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba dan penyitaan dua kapal tanker minyak.

    “Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kawasan tersebut dan mengancam pelayaran internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil.

    “Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim Washington sebagai kapal penyelundup narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.

    Lebih dari 100 orang telah tewas, beberapa di antaranya adalah nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka.

    Presiden AS Trump pada 16 Desember juga mengumumkan blokade terhadap “kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi” yang berlayar dari dan ke Venezuela.

    Trump mengklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang minyak untuk membiayai “terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan.”

    Ia juga menuduh Venezuela mengambil “semua minyak kami” — dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada nasionalisasi sektor perminyakan negara tersebut, dan mengatakan: “kami menginginkannya kembali.”

    Pemerintah Venezuela menuduh Washington berupaya melakukan perubahan rezim. Caracas juga menuduh Washington melakukan “pembajakan internasional.”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Umumkan Kelas Kapal Perang AS Baru yang Dinamai Namanya Sendiri

    Trump Umumkan Kelas Kapal Perang AS Baru yang Dinamai Namanya Sendiri

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kapal perang baru bersenjata berat yang akan dinamai namanya sendiri, Trump Class. Pemberian nama kapal perang merupakan sebuah kehormatan yang biasanya diberikan kepada para pemimpin AS usai meninggalkan jabatannya.

    Dilansir AFP, Selasa (23/12/2025), dua kapal kelas Trump akan dibangun terlebih dahulu, tetapi jumlah tersebut dapat meningkat secara substansial di masa mendatang. Menurut Trump, kapal-kapal tersebut akan menjadi “beberapa kapal perang permukaan paling mematikan” dan “kapal perang terbesar dalam sejarah negara kita.”

    Trump membuat pengumuman tersebut di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, bersama Kepala Pentagon Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Angkatan Laut John Phelan, dengan gambar-gambar kapal berteknologi tinggi yang direncanakan dipajang di dekatnya.

    Trump mengatakan kapal-kapal tersebut akan memiliki berat antara 30.000 dan 40.000 ton dan akan dipersenjatai dengan rudal dan senjata serta persenjataan yang masih dalam pengembangan, seperti laser dan rudal hipersonik.

    “Kapal-kapal ini juga akan membawa rudal jelajah yang diluncurkan dari laut dan dilengkapi senjata nuklir yang saat ini sedang dikembangkan,” kata Trump.

    Kapal-kapal kelas Trump akan jauh lebih besar daripada kapal perusak dan kapal penjelajah AS yang ada saat ini, tetapi bobot yang diproyeksikan disebutkan oleh Trump agak lebih kecil daripada kapal perang Amerika terakhir–dari kelas Iowa–yang dipensiunkan pada tahun 1990-an.

    Pengumuman Trump hanya beberapa hari setelah Angkatan Laut mempublikasikan rencana untuk kelas kapal baru lainnya– jenis fregat disebut FF(X) yang menurut mereka akan “melengkapi kapal perang multi-misi yang lebih besar milik armada.”

    Phelan mengatakan FF(X) akan didasarkan pada desain yang sudah ada dari pembuat kapal HII yang sudah digunakan oleh Penjaga Lepas Pantai AS, dan tujuannya adalah agar fregat baru pertama dapat beroperasi pada tahun 2028.

    Rencana fregat baru diumumkan setelah Phelan mengatakan pada akhir November bahwa empat dari enam kapal yang direncanakan dari kelas fregat Constellation akan dibatalkan, sementara dua kapal yang sudah dalam pembangunan “sedang ditinjau.”

    Washington telah tertinggal jauh dari Beijing dalam hal jumlah kapal di Angkatan Laut, dan sebuah laporan kepada Kongres awal tahun ini mencatat bahwa para pejabat militer AS dan pengamat lainnya prihatin dengan laju upaya pembangunan kapal China.

    “Kita akan mengembalikan Amerika sebagai kekuatan pembangunan kapal utama,” kata Trump, menambahkan: “Kita akan memastikan AS memiliki armada paling kuat di dunia, dan untuk jangka waktu yang lama di masa depan, dengan kapal perang membantu memimpin.”

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/yld)

  • Trump Pecat Puluhan Dubes Karier yang Diangkat Era Pemerintahan Biden

    Trump Pecat Puluhan Dubes Karier yang Diangkat Era Pemerintahan Biden

    Jakarta

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat puluhan duta besar (dubes) yang diangkat di bawah pemerintahan eks Presiden AS Joe Biden. Pemecatan oleh Trump sebagai bagian dari perombakan besar-besaran untuk menyelaraskan korps diplomatik dengan prioritas kebijakan luar negerinya.

    Dilansir AFP, Selasa (23/12/2025), para kepala misi, sebagian besar diplomat karier, telah diberitahu bahwa mereka harus meninggalkan jabatan mereka pada pertengahan Januari, menurut Asosiasi Layanan Luar Negeri Amerika (AFSA), yang mewakili karyawan Departemen Luar Negeri.

    Laporan pers mengatakan duta besar dari 30 negara akan terpengaruh, terutama di Afrika. Pemecatan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Politico.

    Meskipun sudah lazim bagi suatu pemerintahan untuk merombak duta besar yang diangkat ke pos-pos strategis atau ibu kota dan untuk menunjuk donor atau pendukung, perubahan besar-besaran yang menargetkan diplomat karier seperti itu tidak biasa sebelum masa jabatan mereka berakhir atau pengganti mereka diangkat.

    Asosiasi Layanan Luar Negeri Amerika mengatakan telah menerima “laporan yang kredibel dari anggota kami di pos-pos diplomatik di seluruh dunia bahwa beberapa duta besar karier, yang diangkat selama pemerintahan Biden, telah diarahkan melalui panggilan telepon untuk mengosongkan jabatan mereka pada tanggal 15 atau 16 Januari.”

    “Tidak ada penjelasan yang diberikan untuk pemecatan ini,” tambah asosiasi tersebut dalam unggahannya di Facebook.

    “Memecatkan diplomat senior tanpa alasan yang jelas merusak kredibilitas AS di luar negeri dan mengirimkan sinyal yang menakutkan kepada Dinas Luar Negeri profesional: pengalaman dan sumpah setia kepada Konstitusi dikesampingkan demi loyalitas politik,” katanya.

    Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan pada Senin (22/12), bahwa pergantian duta besar adalah “proses standar dalam pemerintahan mana pun.”

    “Seorang duta besar adalah perwakilan pribadi Presiden, dan merupakan hak Presiden untuk memastikan bahwa ia memiliki individu di negara-negara ini yang memajukan agenda ‘America First’,” kata pejabat itu dengan syarat anonim. Pejabat tersebut tidak mengkonfirmasi detail pemecatan, atau negara mana yang terkena dampaknya.

    Pada masa jabatan keduanya, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah merombak diplomasi AS untuk memfokuskan prioritas seperti memerangi imigrasi ilegal, memangkas bantuan luar negeri, dan kebijakan keberagaman. Rubio telah mengawasi pemecatan ratusan personel di Departemen Luar Negeri, dan Trump telah menempatkan loyalis sebagai duta besar kunci.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/rfs)

  • Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Jakarta

    Rusia menyatakan dukungan penuh untuk Venezuela saat menghadapi blokade kapal tanker minyak yang dikenai sanksi oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Dalam percakapan telepon, menteri luar negeri kedua negara mengecam tindakan AS mengebom kapal diduga terlibat perdagangan narkoba dan penyitaan dua kapal tanker.

    “Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan tersebut dan mengancam pelayaran internasional,” kata kementerian luar negeri Rusia tentang percakapan telepon antara menteri Sergei Lavrov dan Yvan Gil dilansir AFP, Selasa (23/12/2025).

    “Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini,” tambahnya.

    “Para menteri sepakat untuk melanjutkan kerja sama bilateral yang erat dan mengkoordinasikan tindakan mereka di panggung internasional, khususnya di PBB, untuk memastikan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan tidak adanya campur tangan dalam urusan internal.”

    Dewan Keamanan PBB akan bertemu untuk membahas krisis yang semakin meningkat antara Venezuela dan Amerika Serikat setelah permintaan dari Caracas, yang didukung oleh China dan Rusia.

    Di Telegram, Gil dari Venezuela mengatakan bahwa ia dan Lavrov telah membahas “agresi dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional yang dilakukan di Karibia: serangan terhadap kapal, eksekusi di luar hukum, dan tindakan pembajakan ilegal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.”

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang menurut Washington, tanpa memberikan bukti, menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.

    Lebih dari 100 orang telah tewas, beberapa di antaranya nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka. Presiden AS Donald Trump pada 16 Desember mengumumkan blokade terhadap kapal minyak yang dikenai sanksi yang berlayar ke dan dari Venezuela.

    Trump mengklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang hasil minyak untuk membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan. Gil mengatakan Lavrov telah menegaskan dukungan penuh Moskow dalam menghadapi permusuhan terhadap negaranya.

    (rfs/rfs)

  • Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Menlu Rusia Telepon Menlu Venezuela, Janji Beri Dukungan Penuh Hadapi AS

    Jakarta

    Rusia menyatakan dukungan penuh untuk Venezuela saat menghadapi blokade kapal tanker minyak yang dikenai sanksi oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Dalam percakapan telepon, menteri luar negeri kedua negara mengecam tindakan AS mengebom kapal diduga terlibat perdagangan narkoba dan penyitaan dua kapal tanker.

    “Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan tersebut dan mengancam pelayaran internasional,” kata kementerian luar negeri Rusia tentang percakapan telepon antara menteri Sergei Lavrov dan Yvan Gil dilansir AFP, Selasa (23/12/2025).

    “Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini,” tambahnya.

    “Para menteri sepakat untuk melanjutkan kerja sama bilateral yang erat dan mengkoordinasikan tindakan mereka di panggung internasional, khususnya di PBB, untuk memastikan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan tidak adanya campur tangan dalam urusan internal.”

    Dewan Keamanan PBB akan bertemu untuk membahas krisis yang semakin meningkat antara Venezuela dan Amerika Serikat setelah permintaan dari Caracas, yang didukung oleh China dan Rusia.

    Di Telegram, Gil dari Venezuela mengatakan bahwa ia dan Lavrov telah membahas “agresi dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional yang dilakukan di Karibia: serangan terhadap kapal, eksekusi di luar hukum, dan tindakan pembajakan ilegal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.”

    Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang menurut Washington, tanpa memberikan bukti, menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.

    Lebih dari 100 orang telah tewas, beberapa di antaranya nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka. Presiden AS Donald Trump pada 16 Desember mengumumkan blokade terhadap kapal minyak yang dikenai sanksi yang berlayar ke dan dari Venezuela.

    Trump mengklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang hasil minyak untuk membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan. Gil mengatakan Lavrov telah menegaskan dukungan penuh Moskow dalam menghadapi permusuhan terhadap negaranya.

    (rfs/rfs)