Tag: Donald Trump

  • Thailand Cabut Larangan Puluhan Tahun, Izinkan Pengungsi Myanmar Bekerja

    Thailand Cabut Larangan Puluhan Tahun, Izinkan Pengungsi Myanmar Bekerja

    Jakarta

    Baru-baru ini, pemerintah Thailand mencabut larangan hak bekerja bagi para pengungsi jangka panjang dari Myanmar yang telah tinggal di sembilan kamp pengungsian di sepanjang perbatasan Thailand.Beberapa di antaranya telah berada di sana sejak tahun 1980-an. Sebelumnya selama puluhan tahun, para pengungsi ini dilarang bekerja.

    Langkah ini diambil setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump memotong bantuan kemanusiaan di berbagai belahan dunia. AS sebelumnya merupakan penyumbang terbesar bantuan pangan bagi para pengungsi di kamp-kamp tersebut.

    Pemotongan dana bantuan pangan ini diperparah oleh gelombang baru pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara di Myanmar. Awal tahun ini, organisasi amal yang mengelola bantuan pangan asing di kamp-kamp tersebut terpaksa membatalkan jatah makanan bagi sebagian besar pengungsi.

    Berusaha mengatasi pemotongan bantuan AS, The Border Consortium (TBC) — payung organisasi amal yang beroperasi di kamp-kamp tersebut dan bermarkas di Bangkok — mengeluarkan seruan pendanaan darurat kepada para donor pada bulan Maret.

    “Tanpa pendanaan segera, para pengungsi menghadapi situasi yang genting dan mengancam jiwa,” demikian bunyi pernyataan saat itu.

    Namun, bantuan tambahan tidak kunjung datang, yang mendorong pemerintah Thailand turun tangan dan mengumumkan resolusi pekan lalu.

    “Karena adanya pemotongan bantuan asing, kabinet telah menyetujui pemberian izin khusus bagi kelompok pengungsi ini untuk tinggal dan bekerja di negara ini demi mendukung diri sendiri dan keluarga mereka,” demikian pernyataan resmi pemerintah.

    Langkah bersejarah yang disambut baik dunia internasional

    Badan Pengungsi PBB, UNHCR, menyambut baik langkah tersebut. Meski keputusan ini hanya berlaku bagi sebagian kecil pengungsi, UNHCR menyebutnya sebagai “tolok ukur regional” untuk solusi pengungsi yang berbasis hak asasi manusia. UNHCR juga menyatakan akan mendorong agar resolusi ini diperluas mencakup semua pengungsi. Resolusi saat ini berlaku untuk sekitar 80.000 pengungsi jangka panjang dari Myanmar.

    Selama bertahun-tahun, organisasi bantuan dan advokasi telah mendesak pemerintah agar memberikan hak bekerja kepada para pengungsi, yang akan memungkinkan mereka lebih mandiri dan berpartisipasi dalam perekonomian.

    Kamp-kamp pengungsian mulai muncul di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar sejak tahun 1980-an. Hingga kini, sebagian besar tempat tinggal pengungsi hanyalah gubuk dari bambu, kayu, dan daun, dengan fasilitas listrik dan air bersih yang sangat terbatas.

    Dengan minimnya akses pendidikan dan kesempatan kerja di dalam kamp — dan sebelumnya dilarang belajar atau bekerja di luar kamp — sebagian besar pengungsi bergantung sepenuhnya pada bantuan asing untuk bertahan hidup.

    Dalam pernyataannya pekan lalu, perwakilan UNHCR untuk Thailand, Tammi Sharpe, menyebut perubahan kebijakan ini sebagai “titik balik” yang memungkinkan para pengungsi untuk mendukung diri mereka sendiri sekaligus menstimulasi perekonomian lokal.

    Direktur eksekutif TBC, Leon de Riedmatten, juga memuji langkah pemerintah yang mengizinkan pengungsi tinggal dan bekerja di luar kamp, menyebutnya sebagai keputusan yang “sangat positif.”

    “Mereka menyadari bahwa TBC tidak berhasil menemukan donor lain yang bisa menggantikan Amerika. Jadi, pilihannya adalah pemerintah harus memberikan bantuan pangan, atau mencari alternatif. Dan ini jelas pilihan yang terbaik dan paling realistis,” ujarnya kepada DW.

    Survei gizi yang dirilis TBC awal tahun ini menunjukkan angka kekurangan gizi kronis pada anak-anak di kamp terus meningkat sejak 2022.

    Saat ini juga sedang dirancang rencana untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi.

    “Memberikan izin kerja di luar kamp adalah langkah bersejarah. Tapi, menyetujui rencana Kementerian Kesehatan — termasuk asuransi kesehatan — juga penting agar kesehatan pengungsi tetap terjaga dalam jangka panjang,” kata Darren Hertz, Direktur IRC (International Rescue Committee) di Thailand.

    IRC sebelumnya mengoperasikan beberapa klinik kesehatan di dalam kamp, namun harus menghentikan operasinya setelah pendanaan dari AS dihentikan di bawah pemerintahan Trump. Kini IRC tengah menyerahkan pengelolaan klinik-klinik itu kepada rumah sakit pemerintah setempat.

    “Zaman di mana kamp-kamp didukung oleh bantuan asing mungkin sudah berakhir,” tandas Hertz, memuji solusi pemerintah Thailand sebagai langkah yang “pragmatis.”

    Kekurangan tenaga kerja migran, Thailand butuh tenaga pengungsi

    Menurut de Riedmatten, pemerintah Thailand kemungkinan juga terdorong oleh anjloknya jumlah tenaga kerja migran.

    Data Kementerian Tenaga Kerja Thailand menunjukkan sekitar 900.000 pekerja migran asal Kamboja telah kembali ke negara asalnya setelah konflik perbatasan berdarah selama lima hari pada bulan Juli.

    Meski beberapa perkiraan nonresmi menyebut jumlahnya tak lebih dari 500.000, angka ini tetap signifikan dari total 3,1 juta pekerja migran resmi yang tercatat bekerja di Thailand pada tahun 2024.

    Ruttiya Bhula-or, yang merupakan seorang profesor ekonomi tenaga kerja dari Universitas Chulalongkorn, mengatakan pengungsi di kamp perbatasan bisa membantu mengisi sebagian kekosongan tenaga kerja, terutama untuk pekerjaan 3D — yakni pekerjaan kotor, berat, dan berbahaya.

    “Ini jelas akan membantu karena kebanyakan dari mereka bersedia bekerja di sektor 3D, dan bisa mengisi kekurangan tenaga kerja sampai batas tertentu. Tapi jumlah mereka tidak terlalu besar,” ujarnya.

    Namun, Ruttiya menambahkan, para pengungsi memiliki kesempatan terbatas untuk memperoleh keterampilan kerja di kamp, dan mungkin tidak cocok untuk banyak pekerjaan yang sebelumnya diisi pekerja Kamboja.

    “Keunggulan pekerja Kamboja ada di sektor perikanan dan konstruksi. Tapi keterampilan pengungsi belum tentu cocok sepenuhnya,” imbuhnya.

    Menurutnya, pengungsi lebih mungkin bekerja di sektor pertanian atau layanan dasar seperti dapur, gudang, dan perhotelan.

    Dengan melegalkan status mereka yang sudah bekerja secara ilegal, Ruttiya menambahkan bahwa izin kerja ini bisa membantu pengungsi menuntut upah lebih baik dan melaporkan majikan yang abusif.

    Pengungsi Myanmar sambut gembira peluang baru

    Eh Khu Moo, 32 tahun, melarikan diri dari Myanmar ke Thailand pada tahun 2005 saat masih berusia remaja. Kepada DW, ia mengaku telah mempelajari bahasa Inggris, komputer, dan perbaikan sepeda motor di kamp, dan kini berharap bisa mendapatkan pekerjaan.

    “Saya sangat senang bisa bekerja di luar kamp,” paparnya. “Bekerja di luar akan lebih baik untuk mencari uang dan mendukung keluarga kami.”

    Tun, seorang pengungsi yang juga pejabat kamp berusia 60-an, mengatakan bahwa ia kebanjiran pertanyaan dari para pemuda yang ingin tahu bagaimana cara memanfaatkan hak kerja baru tersebut.

    Setelah menghabiskan sebagian besar — atau bahkan seluruh — hidup mereka di kamp, dan masih takut kembali ke kampung halaman yang dilanda perang, para pengungsi kini melihat secercah harapan baru.

    “Sebab di dalam kamp tidak ada masa depan. Mereka menginginkan kebebasan,” pungkasnya.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

    Editor: Yuniman Farid

    Lihat juga Video Farel Prayoga Imbangi Waktu Sekolah dan Bekerja

    (ita/ita)

  • Akankah Serangan Israel di Qatar Luapkan Perang di Timur Tengah?

    Akankah Serangan Israel di Qatar Luapkan Perang di Timur Tengah?

    Jakarta

    Sejauh ini, respons Qatar terhadap serangan Israel terhadap sebuah gedung di ibu kota Doha, pada Selasa (9/9), masih terbatas pada kecaman verbal.

    Insiden itu menewaskan lima pemimpin politik berpangkat rendah kelompok militan Hamas serta seorang petugas keamanan lokal.

    Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengecam serangan tersebut dan menyatakan negaranya menuntut Israel “bertanggung jawab atas segala konsekuensi.”

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu “sepenuhnya dibenarkan” mengingat Hamas merupakan dalang serangan teror pada 7 Oktober 2023 di Israel yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan membuat sekitar 250 orang disandera.

    Netanyahu juga mengaitkan hal itu dengan penembakan di Yerusalem Timur yang diduduki, yang menewaskan enam orang pada Senin (8/9) yang diklaim Hamas.

    Sementara itu, Hamas — kelompok militan Islam yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Israel, AS dan Uni Eropa, hanya mengonfirmasi bahwa Himam al-Hayya, putra negosiator utama Hamas Khalil al-Hayya, turut tewas.

    Menurut kantor berita AFP, Khalil al-Hayya dan pemimpin Hamas di luar negeri Khaled Meshaal juga berada di gedung yang menjadi target. Sejauh ini, keduanya belum bisa dihubungi oleh media Prancis tersebut.

    Diplomasi atau eskalasi militer?

    “Serangan ini adalah alarm bagi seluruh kawasan, di mana batas-batas kemitraan dan aliansi tradisional sedang didefinisikan ulang,” ujar Sanam Vakil, Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara di lembaga kajian Chatham House yang berbasis di London, kepada DW.

    “Negara-negara Teluk tahu bahwa kemitraan mereka dengan Amerika Serikat (sekutu terkuat Israel, red.) penting secara ekonomi maupun keamanan, jadi sulit membayangkan adanya perpecahan segera,” tambahnya.

    Hugh Lovatt, peneliti di European Council on Foreign Relations, meragukan situasi saat ini akan berkembang menjadi konflik langsung antara Qatar dan Israel.

    “Qatar sama sekali tidak akan membalas secara militer,” katanya kepada DW. Dia berspekulasi Qatar bisa menggunakan dana kekayaan negara untuk menekan secara ekonomi.

    Pandangan serupa disampaikan Neil Quilliam, pakar hubungan luar negeri di firma konsultan Azure Strategy yang berbasis di London.

    “Qatar tidak siap untuk meningkatkan eskalasi,” ujarnya. “Pembalasan dengan senjata hanya akan mengundang respons Israel dengan kekuatan lebih besar, dan keyakinan Doha terhadap perlindungan AS pasti terguncang saat ini.”

    Qatar dan AS, yang merupakan sekutu utama Israel sekaligus pendukung kuat perang Israel di Gaza, juga memiliki aliansi strategis. Qatar menampung pangkalan militer terbesar AS di kawasan dan menggunakan sistem pertahanan udara buatan AS.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada media AS bahwa dirinya “tidak senang” dengan serangan tersebut. Dalam sebuah unggahan di media sosial, dia menyebut tidak diberi tahu sebelumnya mengenai serangan di Qatar. “Ini keputusan Perdana Menteri Netanyahu; bukan keputusan saya,” tulisnya.

    “Saya memandang Qatar sebagai sekutu dan sahabat dekat AS, dan sangat menyesalkan lokasi serangan itu,” lanjut Trump, seraya menekankan bahwa menurutnya mengeliminasi Hamas tetap merupakan “tujuan yang pantas.”

    Apakah negosiasi Gaza terancam?

    Serangan Israel di Doha juga dikhawatirkan mengganggu putaran terbaru perundingan mengenai gencatan senjata di Gaza serta kemungkinan pembebasan sandera Hamas setelah hampir dua tahun perang.

    Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya tidak gentar akibat serangan itu.

    “Qatar tidak pernah berhenti berupaya menghentikan perang ini dan akan melakukan apa pun untuk menghentikan perang, menghentikan permusuhan di Gaza,” ujarnya, menambahkan bahwa mediasi “akan berlanjut, dan tidak ada yang akan menghalangi kami untuk terus memainkan peran ini.”

    Posisi Qatar sebagai mediator utama antara Israel dan Hamas berakar dari hubungan uniknya dengan kedua pihak.

    Menurut Quilliam, “Qatar benar-benar mediator luar biasa di kawasan ketika menyangkut Israel.”

    Peran ini kian menonjol sejak 2012, ketika pimpinan politik Hamas pindah dari Suriah ke Doha. Saat itu, Washington ingin mencegah Hamas berpindah ke Iran — pendukung kuat kelompok militan itu yang juga menentang Israel dan AS. Di Doha, menurut asumsi Washington, Hamas akan lebih mudah diawasi.

    Quilliam menyebut hubungan Qatar dengan Hamas sebagai hubungan kerja. “Qatar lebih condong pada ekspresi Islam politik di kawasan,” katanya. Negara tetangga seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab lebih vokal menentang kelompok Islamis.

    Dia menambahkan, Qatar juga merupakan pengkritik keras Israel, berbeda dengan negara lain di kawasan, seperti Bahrain atau Uni Emirat Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui Abraham Accords yang ditengahi AS pada 2020.

    Namun, dia menekankan bahwa meskipun Qatar menghormati Hamas sebagai gerakan politik dan perlawanan, Doha tidak pernah secara terbuka mendukung kontrol penuh Hamas atas Gaza.

    Sikap Qatar secara umum dihargai Israel, yang telah menumbuhkan kepercayaan pada kemampuan mediasi Qatar. Meski demikian, Qatar dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, namun tetap menjalin hubungan pragmatis sejak 1990-an.

    Bagi pemerintahan Netanyahu, mempertahankan Qatar di meja perundingan sangat penting mengingat meningkatnya tekanan dari dalam Israel maupun luar negeri untuk mengakhiri perang di Gaza yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

    Sejak saat itu, lebih dari 64.500 warga Palestina telah tewas menurut angka yang belum terverifikasi tetapi dianggap kredibel dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. Sekitar 50 sandera masih ditahan Hamas, dengan hanya 20 yang diyakini masih hidup.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Inggris
    Diadaptasi oleh Rizki Nugraha
    Editor: Yuniman Farid


    (ita/ita)

  • India-AS Segera Sepakati Tarif Dagang Baru, Impor Minyak Rusia Masih jadi Bahasan Utama

    India-AS Segera Sepakati Tarif Dagang Baru, Impor Minyak Rusia Masih jadi Bahasan Utama

    Bisnis.com, JAKARTA — India dan Amerika Serikat hampir menyelesaikan negosiasi kesepakatan perdagangan. Orang kepercayaan Donald Trump yang menjadi calon Duta Besar AS untuk India ambil peran dalam proses negosiasi tersebut.

    Dalon Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk India Sergio Gor, menjelaskan dalam sidang pencalonannya kepada Komite Senat di Washington, bahwa dalam negosiasi itu pihaknya menegaskan tuntutan agar Bharat menghentikan impor minyak dari Rusia. Hal itu menjadi bagian dari berbagai poin negosiasi perdagangan kedua negara.

    “Kami tidak terlalu jauh berbeda saat ini dalam hal kesepakatan. Bahkan, mereka sedang menegosiasikan detail-detail kecil dari sebuah kesepakatan,” ujar Gor, dilansir dari Bloomberg pada Jumat (12/9/2025).

    Gor merupakan ajudan atau salah satu orang dekat Trump, yang dicalonkan sang presiden untuk menjadi duta besar. Dia juga akan menjadi utusan khusus Trump untuk urusan Asia Selatan dan Tengah.

    Para negosiator India diperkirakan akan bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada pekan depan.

    India dan AS melanjutkan perundingan perdagangan setelah berminggu-minggu terlibat perselisihan sengit, dengan Trump mengatakan bahwa dia akan berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam beberapa pekan mendatang.

    Menurut Gor, kemitraan AS dengan India adalah salah satu hubungan terpenting yang dimiliki negaranya. Meskipun terdapat sejumlah kendala dalam pembahasan tarif impor dengan India, Gor mengklaim bahwa hubungan kedua negara tetap kuat.

    Dia mencontohkan adanya kerja sama militer kedua negara belakangan ini, termasuk latihan militer bersama India-AS di Alaska.

    Berdasarkan laporan Bloomberg, para pejabat India mengatakan kesulitan untuk berinteraksi dengan pemerintahan Trump. Salah satu penyebabnya, posisi-posisi utama dalam kebijakan luar negeri, termasuk kursi duta besar, telah kosong begitu lama—seperti yang terjadi di Indonesia.

    Minyak Rusia

    Pembelian minyak Rusia oleh India tetap menjadi sumber utama ketegangan dalam hubungan India-AS, dan belum jelas bagaimana hal itu akan diselesaikan dalam kesepakatan perdagangan.

    Trump mengenakan tarif 50% kepada India pada Agustus 2025, dengan setengahnya merupakan penalti atas pembelian energi Rusia. AS menilai bahwa transaksi dagang itu membantu Presiden Rusia Vladimir Putin membiayai perang di Ukraina.

    Presiden AS juga mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk bergabung dengannya dalam menaikkan tarif terhadap India dan China agar Putin mau bergabung dalam perundingan gencatan senjata dengan Ukraina.

    Namun demikian, blok tersebut memandang India sebagai mitra dagang yang vital, dengan menteri luar negeri Jerman baru-baru ini mengatakan bahwa dia berharap kesepakatan perdagangan bebas yang telah lama tertunda antara kedua belah pihak dapat diselesaikan paling cepat musim gugur ini.

    Gor pun menekankan bahwa upaya membuat India menghentikan impor minyak dari Rusia merupakan prioritas utama AS.

    “Kami mengharapkan lebih banyak dari India daripada yang terkadang kami harapkan dari negara lain,” kata Gor.

    Dia juga berusaha meredakan ketidakpastian mengenai Quad—pengelompokan informal AS, Australia, Jepang, dan India yang bertujuan untuk melawan pengaruh China yang semakin besar.

    Meskipun keraguan telah muncul seputar pertemuan tahun ini, yang akan diselenggarakan oleh India, Gor mengatakan Trump tetap berkomitmen untuk memastikan relevansi dan ketahanan Quad. Trump juga sedang dalam pembicaraan untuk menghadiri pertemuan berikutnya, meskipun belum ada tanggal yang ditetapkan.

  • Diancam Langkah Balasan, Meksiko Tegaskan Tarif Impor China Bukan untuk Cari Konflik

    Diancam Langkah Balasan, Meksiko Tegaskan Tarif Impor China Bukan untuk Cari Konflik

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membela rencananya untuk memberlakukan tarif baru terhadap impor asal China. Dia menegaskan langkah tersebut bukan untuk memicu konflik dengan China, melainkan melindungi industri dalam negeri.

    Sheinbaum menekankan bahwa sikap perdagangan agresif Meksiko itu tidak terkait dengan pembicaraan yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat (AS). Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard memperkirakan kurang dari 9% impor akan terdampak kebijakan ini.

    “Kami ingin berdialog tanpa menciptakan konflik,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya dikutip dari Bloomberg, Jumat (12/9/2025).

    Pemerintah Meksiko mengusulkan tarif hingga 50% terhadap sejumlah produk dari China dan negara Asia lain, termasuk mobil, suku cadang otomotif, dan baja. Kebijakan itu langsung mendapat respons keras dari Beijing yang mendesak Meksiko untuk mempertimbangkan kembali langkahnya.

    “Meksiko harus berhati-hati dan berpikir dua kali sebelum menaikkan tarif,” demikian pernyataan pemerintah China, yang menuduh Meksiko tunduk pada tekanan AS terkait kebijakan tarif.

    Selama beberapa dekade, Meksiko dikenal sebagai negara dengan keterbukaan perdagangan melalui berbagai perjanjian bilateral maupun multilateral. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, tekanan meningkat dari kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump, khususnya terkait tarif tinggi terhadap produk China.

    Sheinbaum menambahkan bahwa pemerintahnya telah berkomunikasi dengan kedutaan besar China dan Korea Selatan untuk menjelaskan rencana tersebut. Menurutnya, kebijakan itu merupakan proyek nasional untuk memperkuat ekonomi Meksiko dan masih harus melalui evaluasi serta persetujuan kongres.

    Ebrard sebelumnya menyebut masuknya mobil murah asal China telah mendistorsi pasar otomotif, yang menjadi salah satu sektor manufaktur utama Meksiko. 

    “Mobil dari Asia, khususnya China, harganya rata-rata jauh lebih rendah dan jelas merupakan strategi merebut pangsa pasar, sehingga merugikan industri lokal,” ujarnya dalam wawancara dengan Radio Formula.

    Berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China, ekspor mobil China ke Meksiko melonjak hampir seperempat pada paruh pertama 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu. Meksiko kini menjadi pasar ekspor utama kendaraan asal Negeri Tirai Bambu, menggantikan Rusia.

    Tarif impor baru itu direncanakan berlaku atas lebih dari 1.400 kategori produk dari negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko, termasuk China, Korea Selatan, dan India. Produk yang terdampak mencakup mainan hingga furnitur, dengan tarif antara 10% sampai 50% sesuai kategori.

    Kamar Dagang dan Teknologi China di Meksiko memperingatkan kebijakan tersebut akan merugikan konsumen akibat dampak inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada barang seperti pakaian, alas kaki, dan peralatan rumah tangga.

    Selain itu, mereka menilai tarif baru berpotensi menekan pertumbuhan sektor industri strategis, rantai pasok, serta menghambat transisi energi Meksiko karena mencakup kendaraan listrik yang belum diproduksi di dalam negeri.

  • Apple Rilis iPhone 17 hingga iPhone 17 Air, saat yang Tepat untuk Ganti Handphone?

    Apple Rilis iPhone 17 hingga iPhone 17 Air, saat yang Tepat untuk Ganti Handphone?

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple baru saja memperkenalkan varian iPhone 17, iPhone 17 Air, dan iPhone 17 Pro pada Selasa (9/9/2025). Namun, banyak orang mungkin bertanya-tanya: apakah sekarang saat yang tepat untuk mengganti handphone? 

    Dilansir dari USA Today pada Jumat (12/9/2025), Apple klaim bahwa iPhone 17 akan memiliki pengaturan kamera baru dan opsi warna baru.

    Yang paling menonjol, iPhone anyar memiliki ketipisan sebesar 5.64mm, sedangkan pesaingnya, Samsung S25 Edge sebesar 5.8mm. iPhone 17 Pro memiliki pengaturan kamera dan opsi warna baru, yaitu deep blue, cosmic orange, dan silver.

    Pemesanan di depan atau pre-order iPhone 17 untuk pasar Amerika Serikat baru bisa dilakukan pada Jumat (12/9). Seri iPhone 17 tersebut mulai dikirim Jumat depan, seperti yang diungkap Apple pada website resminya.

    iPhone baru biasanya dilengkapi dengan peningkatan kamera dan prosesor, serta fitur baru untuk membuatnya lebih menarik. Salah satu contohnya iPhone 14 Pro memperkenalkan Dynamic Island, iPhone 15 memperkenalkan tombol Action, dan iPhone 16 menambahkan tombol Camera Control dan Apple Intelligence. Kini, iPhone 17 menambahkan iOS 26 serta Center Stage pada kamera depan.

    Secara keseluruhan, pembaruan iPhone dalam beberapa tahun terakhir relatif tak terlalu agresif. 

    Lantas, apakah Anda harus mengganti gadget dengan seri iPhone 17 yang baru saja dirilis?

    Perlu diingat, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membeli iPhone 17, iPhone 17 Air, atau iPhone 17 Pro. Anda bisa menundanya dan memikirkan kebutuhan serta kondisi keuangan Anda saat ini. 

    “Jika menunda membeli iPhone 17, setidaknya dapat membantu untuk memastikan apakah memilih perangkat terbaru atau model lama seperti iPhone 16 atau 15 dinilai sepadan. Lagi pula, jika perbedaannya tidak terlalu jauh, Anda mungkin bisa menghemat ratusan dollar AS dengan memilih model sebelumnya” tulis Abrar Al-Heeti, Reporter Teknologi Senior dalam CNET pada Minggu (7/9/2025)

    Ketidakpastian bertambah karena kebijakan Tarif Trump. Meskipun ponsel pintar dan komputer mendapat pengecualian tarif yang lebih luas dari Presiden Donald Trump, ia baru-baru ini mengatakan bahwa Apple tetap harus membayar tarif 25% untuk iPhone yang diproduksi di luar AS.

    Hal ini pasti akan menyebabkan kenaikan harga gawai tersebut. Namun, bahkan tanpa tarif Trump, iPhone diperkirakan akan mengalami kenaikan harga,

    “iPhone belum mengalami kenaikan harga selama lima tahun dan sudah waktunya untuk itu,” tulisnya. “Secara historis, itu adalah periode terpanjang yang pernah dilalui perusahaan tanpa kenaikan harga.” ungkap Patrick Holland, Manager Editor CNET, sekaligus pengamat iPhone, seperti yang dilansir dari CNET pada Jumat (12/9/2025).

    Jadi, kapan waktu terbaik untuk membeli iPhone baru?

    Tidak ada waktu “terbaik” yang pasti untuk membeli iPhone baru, karena harga relatif stabil sepanjang tahun, tetapi menjelang akhir tahun adalah pilihan yang menarik.

    Di saat itu, Apple biasanya memperkenalkan iPhone terbarunya. Di saat yang sama, operator seluler bersemangat menarik pelanggan baru dengan penawaran tukar tambah dan promosi yang melimpah. Bahkan jika tidak ingin iPhone versi terbaru, calon konsumen bisa mendapatkan versi lama iPhone dengan diskon setelah peluncuran iPhone 17.

    CNET merekomendasikan untuk upgrade ke ponsel terbaru jika ponsel Anda saat ini sudah lebih dari dua generasi, terutama jika ingin tetap mengikuti fitur terbaru seperti Apple Intelligence, meskipun konsumen masih bisa memaksimalkan pemakaian versi lama. (Stefanus Bintang Agni)

  • Tarif Trump 19% Belum Berlaku, Begini Penjelasan Mendag

    Tarif Trump 19% Belum Berlaku, Begini Penjelasan Mendag

    Jakarta

    Kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Indonesia sebesar 19% belum berlaku. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan saat ini prosesnya masih di pemerintah AS untuk pemberlakuan tarif tersebut.

    Ia menyebut, nantinya akan ada perjanjian tarif resiprokal atau agreement reciprocal tarif sebagai bentuk kesepakatan antara kedua negara. Namun, perjanjian itu saat ini belum selesai dari AS.

    “Belum selesai, kan nanti ada agreement reciprocal tarif ya, tapi kan belum. Mungkin karena banyak yang harus di ini ya…,” kata dia ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2025).

    Budi juga proses penyusunan perjanjian tarif resiprokal ini juga memakan waktu karena banyak negara yang dikenakan tarif oleh AS.

    “Sekarang juga mungkin begini, menurut saya karena Amerika kan juga banyak ya, yang akan membuat perjanjian kan, banyak. Kalaupun mundur (pemberlakuannya) ya sebenarnya dari Amerikanya. Kan kita sambil nunggu,” ucapnya.

    Jadi saat ini Indonesia tetap dikenakan tarif lama sebagai pajak barang masuk ke AS sebesar 10%. “Ya, jadi kita masih pakai yang 10 persen,” tambahnya.

    Sebelumnya, tarif impor resiprokal sebesar 19% yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berlaku mulai, Kamis (7/8/2025). Meski demikian, pemerintah Indonesia masih berupaya untuk negosiasi dengan AS hingga bulan September mendatang.

    Menteri Perdagangan Budi Santoso juga mengatakan, pemerintah Indonesia berupaya untuk menyelesaikan proses negosiasi sebelum tanggal 1 September 2025. Harapannya, tarif impor AS untuk barang-barang dari Indonesia bisa turun.

    “Mudah-mudahan sebelum 1 September sudah selesai, kan masih banyak yang akan kita usahakan untuk lebih bagus,” kata Budi ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

    Harapannya tidak hanya tarif turun, tetapi sejumlah komoditas ekspor RI bisa dikenakan tarif 0%. Budi mengatakan, pemerintah akan berupaya negosiasi agar produk-produk yang tidak diproduksi AS dapat tarif 0%.

    (ada/rrd)

  • Hamas Tuduh AS Terlibat dalam Serangan Israel ke Pejabatnya di Qatar

    Hamas Tuduh AS Terlibat dalam Serangan Israel ke Pejabatnya di Qatar

    Gaza City

    Kelompok Hamas menuduh Amerika Serikat (AS) terlibat dalam serangan mematikan Israel terhadap para pejabat dan negosiatornya di Qatar. Hamas menyebut serangan Tel Aviv itu sebagai “pembunuhan terhadap seluruh proses negosiasi”.

    Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, menuding Israel, dengan serangannya di Qatar, berupaya menggagalkan perundingan gencatan senjata Gaza yang kembali dilanjutkan beberapa pekan terakhir.

    Serangan udara Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah Qatar pada Selasa (9/9) waktu setempat, mengirimkan gelombang kejut ke seluruh wilayah yang telah lama terlindungi dan menghentikan perundingan gencatan senjata Gaza yang sudah tersendat.

    “Kejahatan ini adalah … pembunuhan terhadap seluruh proses negosiasi dan penargetan yang disengaja terhadap peran saudara-saudara kita yang melakukan mediasi di Qatar dan Mesir,” kata seorang pejabat Hamas, Fawzi Barhoum, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (12/9/2025).

    Barhoum menuding AS, sekutu dekat Israel, sebagai “kaki tangan penuh” dalam serangan Tel Aviv yang menargetkan para pejabat senior Hamas di Qatar tersebut.

    Gedung Putih sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak setuju dengan keputusan Israel untuk mengambil tindakan militer di wilayah Qatar, sekutu AS di Timur Tengah.

    Trump mengatakan dirinya tidak diberitahu lebih awal oleh Tel Aviv, dan ketika mendengar rencana serangan dalam waktu dekat, dia meminta utusannya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, untuk segera memperingatkan Qatar — namun serangan tersebut sudah terlanjut dimulai oleh Israel.

    Militer Israel mengklaim serangannya menargetkan para pemimpin senior Hamas di Doha, ibu kota Qatar. Namun Hamas mengatakan bahwa para pejabat tingginya berhasil selamat dari serangan Tel Aviv.

    Diungkapkan Hamas bahwa lima anggotanya tewas, yang terdiri atas Hamam yang merupakan putra negosiator utama Hamas Khalil al-Hayya, kemudian Jihad Labad yang merupakan direktur kantor al-Hayya, dan tiga pengawal Hamas, yakni Ahmad Mamlouk, Abdallah Abdelwahd, dan Mumen Hassoun.

    Otoritas Qatar menambahkan bahwa salah kopral militer Badr Saad Mohammed al-Humaidi al-Dosari juga tewas dalam serangan Israel.

    Barhoum, dalam pernyataannya, menyebut istri dan menantu al-Hayya, serta cucu-cucu mereka, mengalami luka-luka dalam serangan yang menargetkan kompleks tempat tinggal sang negosiator utama Hamas tersebut.

    Dalam wawancara dengan CNN pada Rabu (10/9), Perdana Menteri (PM) Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan dirinya tidak dapat memastikan nasib al-Hayya usai serangan Israel tersebut. Sosok al-Hayya tidak terlihat saat pemakaman para korban tewas, termasuk putranya, digelar di Doha.

    Pemakaman itu digelar dengan pengamanan ketat di sekeliling masjid yang menjadi tempat digelarnya salat jenazah. Para pemimpin Qatar, termasuk Al Thani, tampak bergabung dengan para pelayat.

    Tayangan langsung dari televisi lokal Qatar menunjukkan satu peti mati diselimuti bendera nasional Qatar dan lima peti mati lainnya diselimuti bendera Palestina.

    Kementerian Dalam Negeri Qatar, secara terpisah, mengatakan bahwa jenazah para korban tewas akan dimakamkan di Pemakaman Mesaimeer setelah seremoni pemakaman digelar di Masjid Sheikh Mohammed bin Abdul Wahhab.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idn)

  • Hadiah US$ 100.000, Foto Penembak Mati Charlie Kirk Dicari FBI AS

    Hadiah US$ 100.000, Foto Penembak Mati Charlie Kirk Dicari FBI AS

    Charlie Kirk, 31 tahun, penulis, podcaster, sekaligus sekutu dekat Donald Trump, tewas pada Rabu setelah tertembak saat memberi ceramah di Universitas Utah. Trump mengecam peristiwa itu sebagai “pembunuhan keji” dan menyebut aparat telah membuat kemajuan besar dalam penyelidikan. (REUTERS/Cheney Orr)

  • China Dihantam Meksiko Tarif Impor Mobil Sampai 50 Persen, Presidennya Tepis Sulut Konflik dengan Beijing

    China Dihantam Meksiko Tarif Impor Mobil Sampai 50 Persen, Presidennya Tepis Sulut Konflik dengan Beijing

    JAKARTA – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan pemerintahnya tidak mencari konflik dengan negara-negara yang berencana menaikkan tarif termasuk China.

    “Kami tidak menginginkan konflik,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers Kamis, 11 September pagi waktu setempat.

    Dia mengatakan langkah-langkah yang dilakukan Meksiko bertujuan untuk mendorong perekonomian Meksiko. Saat ini pemerintahnya sedang berunding dengan para duta besar dari negara-negara yang terdampak oleh usulan kenaikan tarif tersebut.

    Meksiko pada Rabu mengumumkan akan menaikkan tarif pada mobil China hingga tingkat maksimum 50% sebagai bagian dari perombakan besar-besaran pungutan impor terhadap ratusan barang, yang berdampak pada impor sekitar $52 miliar.

    Tindakan terhadap negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko memicu pernyataan Meksiko mengumumkan tindakan tersebut untuk menenangkan mitra dagang utamanya, Amerika Serikat.

    “Itu bukan tujuannya,” ujar Sheinbaum ketika ditanya tentang hal ini dalam konferensi tersebut dilansir Reuters.

    Presiden Meksiko menekankan tindakan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas produksi lokal sebagai bagian dari strategi industri yang diusulkan sebelum Presiden AS Donald Trump terpilih tahun lalu.

    “Yang kami inginkan adalah dapat membahas berbagai hal tanpa perlu menimbulkan konflik,” sambungnya.

    Menyusul tindakan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan pihaknya berharap kedua negara dapat bekerja sama.

    China ditegaskan Lin Jian menentang pembatasan yang diberlakukan dengan “berbagai dalih” dan akan melindungi kepentingannya.

  • Gara-gara Tarif Trump, Apple Jual iPhone 17 dan iPhone Air dengan Harga Lebih Murah

    Gara-gara Tarif Trump, Apple Jual iPhone 17 dan iPhone Air dengan Harga Lebih Murah

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple resmi meluncurkan iPhone 17 dan iPhone Air yang lebih tipis pada Selasa (9/9/2025) dengan harga tetap, meski tertekan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.

    iPhone Air dilengkapi dengan baterai berkapasitas tinggi dan prosesor baru, dan akan dijual dengan harga mulai dari US$999 (sekitar Rp16,4 juta dengan kurs Rp16.400 per dolar AS ). Adapun, varian standar iPhone 17 dibanderol mulai dari US$799 (sekitar Rp13 juta dengan kurs Rp16.400 per dolar AS).

    Wall Street telah memantau apakah perusahaan akan menaikkan harga iPhone atau mencari alternatif lain untuk mengganti biaya tarif, seperti menaikkan harga dengan kapasitas penyimpanan lebih besar.

    “iPhone Air menjadi bintang dalam acara peluncuran produk tahunan perusahaan kemarin. Kami mengambil lompatan terbesar dalam sejarah iPhone,” ujar CEO Tim Cook, seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (11/9/2025)

    Apple menyebutnya iPhone Air sebagai iPhone paling tahan lama hingga saat ini. Perangkat ini akan menggunakan chip prosesor A19 Pro, yang telah disesuaikan untuk efisiensi energi dan performa yang lebih baik, sesuai dengan baterai yang lebih tipis. Pesaing seperti Samsung sudah menjual ponsel yang dijual dengan karakter tipisnya.

    Harga iPhone Air berada di antara model-model lain perusahaan, sesuai dengan prediksi analis. Apple juga meluncurkan iPhone 17 dan iPhone 17 Pro, pembaruan terbaru untuk smartphone andalannya, serta versi baru headphone nirkabel AirPods Pro dan pemantau tekanan darah dalam Apple Watch terbarunya.

    iPhone 17 versi 256 GB dijual mulai US$799 (sekitar Rp13 juta), seharga dengan iPhone 16 yang berkapasitas penyimpanan hanya setengahnya.

    iPhone 17 Pro versi 256 GB akan dijual mulai dari US$1.099 (sekitar Rp18 juta), seharga dengan tipe sebelumnya dengan kapasitas penyimpanan yang sama.

    Namun, tidak ada opsi ponsel dengan kapasitas lebih kecil seharga US$999 (sekitar Rp16 juta) seperti iPhone 16 Pro.

    Persaingan Smartphone Makin Ketat

    Harga-harga tersebut menunjukkan bahwa Apple siap menanggung biaya tarif untuk menghadapi persaingan dari Samsung, Google, dan produsen ponsel asal China, walau perusahaan telah memprediksi bahwa tarif tersebut akan menghabiskan lebih dari US$1 miliar pada kuartal fiskal saat ini.

    Saham Apple turun 1,6% setelah perusahaan mengumumkan harga smartphone-nya.

    Tom Mainelli, kepala Grup Riset Perangkat dan Konsumen IDC mengatakan Apple memanfaatkan skala mereka untuk mencoba mempertahankan harga di level saat ini. 

    “Saya pikir Apple, seperti kebanyakan vendor teknologi, sangat menyadari, terutama di AS, bahwa tarif akan memengaruhi kemampuan konsumen untuk berbelanja di paruh kedua tahun ini. Jadi mereka akan mempertahankan harga dan berusaha membuat orang dapat melakukan upgrade antara sekarang dan akhir tahun dengan harga yang sama seperti tahun lalu,” sambungnya.

    iPhone Air akan bersaing langsung dengan Samsung Electronics’ Galaxy S25 Edge, dan analis mengatakan kepada Reuters bahwa ini bisa menjadi langkah awal untuk bersaing dengan ponsel lipat Samsung, yang sudah memasuki generasi ketujuh.

    Ponsel lipat penting bagi Apple untuk menarik konsumen di China, di mana konsumen menyukai ponsel lipat dan perusahaan tersebut telah kehilangan pangsa pasar.

    “Perangkat baru ini akan memberikan kesan kebaruan pada iPhone, yang telah tetap sama terlalu lama,” kata analis PP Foresight, Paolo Pescatore. “Jajaran iPhone baru yang jauh lebih baik terlihat mengesankan dan menempatkan (Apple) dalam posisi kuat melayani berbagai segmen pasar.” (Stefanus Bintang Agni)