Tag: Donald Trump

  • Pembunuh Charlie Kirk Pernah Dapat Beasiswa, Kena DO Usai Kuliah 1 Semester

    Pembunuh Charlie Kirk Pernah Dapat Beasiswa, Kena DO Usai Kuliah 1 Semester

    Utah

    Tyler Robinson, terduga pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Charlie Kirk kini sudah ditangkap. Latar belakang Robinson pun terkuak.

    Dilansir CNN, Jumat (12/9/2025), Robinson tumbuh besar di Washington dan Utah. Kampung halaman Robinson di pinggiran kota St. George, jaraknya sekitar tiga setengah jam berkendara dari Universitas Utah Valley, tempat Kirk ditembak mati.

    Robinson diketahui mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Utah State University. Beasiswa itu didapatkan usai dirinya meraih prestasi akademik yang gemilang di SMA.

    Meski begitu, ia hanya kuliah selama 1 semester. Menurut pernyataan univesitas, Robinson terkena drop out.

    Robinson terdaftar sebagai pemilih yang tidak berafiliasi dengan partai mana pun. Ia merupakan pemilih ‘tak aktif’ karena dalam dua pemilihan umum terakhir, ia tak menggunakan hak suaranya.

    Foto-foto di media sosial menunjukkan Robinson mengenakan sepatu Converse abu-abu dan kacamata hitam yang tampak serupa dengan yang dikenakan oleh tersangka penembakan dalam foto-foto yang dirilis oleh penegak hukum awal pekan ini.

    Gubernur Utah Spencer Cox mengatakan seorang anggota keluarga Robinson telah menghubungi salah seorang kerabat pada Kamis (11/9) malam. Kerabat tersebut memberi tahu Kantor Sheriff Washington County bahwa “Robinson telah mengaku kepada mereka atau menyiratkan bahwa ia telah melakukan (pembunuhan) tersebut”.

    Cox menambahkan seorang anggota keluarga Robinson telah memberi tahu penyidik bahwa dalam acara makan malam keluarga baru-baru ini, Robinson sempat menyinggung soal acara Kirk di Utah Valley. “Mereka membicarakan mengapa mereka tidak menyukainya (Kirk) dan sudut pandangnya (Kirk),” kata Cox.

    “Anggota keluarga itu juga menyatakan Kirk penuh kebencian dan menyebarkan kebencian,” lanjut Cox.

    Robinson ditahan sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Ia diburu selama 33 jam oleh FBI.

    Kirk, yang berusia 31 tahun, tewas dibunuh pada Rabu (10/9) waktu setempat ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley di negara bagian Utah. Sosok Kirk dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan.

    Halaman 2 dari 2

    (isa/wnv)

  • Pembunuh Charlie Kirk Pernah Dapat Beasiswa, Kena DO Usai Kuliah 1 Semester

    Ini Tampang Tyler Robinson Pembunuh Charlie Kirk

    Utah

    Pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Charlie Kirk, terungkap bernama Tyler Robinson. Begini tampangnya.

    Dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9/2025), terdapat dua foto Tyler. Foto pertama memperlihatkan bagian wajah Tyler. Sementara foto kedua bagian samping wajah Tyler.

    Foto tersebut diambil AFP dari tayangan MSNBC Reports.

    Gubernur Utah, Spencer Cox mengatakan Tyler Robinson telah ditetapkan sebagai tersangka. Tyler juga telah ditahan.

    Pihak berwenang telah mengamankan selongsong peluru tidak terpakai yang diduga milik Tyler. Satu selongsong peluru bertuliskan ‘Hei, fasis! Tangkap!’ dan satu lagi bertuliskan “Bella ciao”.

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Tyler telah diserahkan oleh seorang pendeta.

    “Seseorang yang sangat dekat dengannya telah menyerahkannya,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara langsung di studio dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9).

    “Orang tersebut terlibat dengan penegak hukum, tetapi merupakan orang yang beriman, seorang pendeta, dan membawanya ke seorang Marsekal AS yang luar biasa,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, Biro Investigasi Federal AS (FBI) melakukan perburuan besar-besaran pelaku pembunuh loyalis Trump itu. FBI bahkan sempat menawarkan imbalan sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) untuk informasi mengenai pelaku pembunuh influencer sekaligus loyalis Donald Trump.

    Kirk, yang berusia 31 tahun, tewas dibunuh pada Rabu (10/9) waktu setempat ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley di negara bagian Utah. Sosok Kirk dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan.

    Tonton juga Video: Video Rekaman CCTV Penembak Charlie Kirk Melarikan Diri

    Halaman 2 dari 2

    (isa/whn)

  • Ada Tulisan ‘Bella Ciao’ di Selongsong Peluru Pembunuh Charlie Kirk

    Ada Tulisan ‘Bella Ciao’ di Selongsong Peluru Pembunuh Charlie Kirk

    Jakarta

    Pihak berwenang telah mengamankan selongsong peluru tidak terpakai yang diduga milik pembunuh influencer Charlie Kirk. Ada tulisan anti-fasis hingga ‘Bella Ciao’ pada selongsong peluru tersebut.

    Dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9/2025), Gubernur Utah, Spencer Cox mengatakan satu selongsong peluru bertuliskan ‘Hei, fasis! Tangkap!’ dan satu lagi bertuliskan “Bella ciao”. Dia menduga hal itu merujuk pada lagu anti-fasis Italia pada era Perang Dunia II.

    Spencer Cox sebelumnya juga mengungkap identitas pelaku pada konferensi pers tak lama setelah Donald Trump mengungkapkan di Fox News bahwa tersangka penembak telah ditemukan. Spencer mengatakan pelaku bernama Tyler Robinson. Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

    “Gubernur negara bagian Utah pada hari Jumat menetapkan Tyler Robinson sebagai tersangka dalam pembunuhan aktivis sayap kanan AS Charlie Kirk setelah perburuan besar-besaran,” tulis AFP.

    Trump Sebut Pelaku Ditahan

    Donald Trump mengatakan pembunuh influencer Charlie Kirk telah ditahan. Trump menyebut pelaku diserahkan oleh seorang pendeta.

    “Seseorang yang sangat dekat dengannya telah menyerahkannya,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara langsung di studio dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9).

    “Orang tersebut terlibat dengan penegak hukum, tetapi merupakan orang yang beriman, seorang pendeta, dan membawanya ke seorang Marsekal AS yang luar biasa,” imbuhnya.

    Trump mengatakan pelaku sudah diserahkan ke markas besar kepolisian. Saat ini pelaku sudah ditahan.

    “Mereka mengantarnya ke markas besar polisi, dan dia ada di sana sekarang,” ujarnya.

    “Kami memiliki orang yang kami pikir adalah orang yang kami cari,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, Biro Investigasi Federal AS (FBI) melakukan perburuan besar-besaran pelaku pembunuh loyalis Trump itu. FBI bahkan menawarkan imbalan sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) untuk informasi mengenai pelaku pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu.

    Kirk, yang berusia 31 tahun, tewas dibunuh pada Rabu (10/9) waktu setempat ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley di negara bagian Utah. Sosok Kirk dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan dan influencer pendukung Trump.

    Lihat juga Video Rekaman CCTV Penembak Charlie Kirk Melarikan Diri

    Halaman 2 dari 2

    (wnv/isa)

  • Identitas Pembunuh Charlie Kirk: Tyler Robinson

    Identitas Pembunuh Charlie Kirk: Tyler Robinson

    Jakarta

    Pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Charlie Kirk, telah ditahan. Gubernur Utah mengungkap identitas pelaku bernama Tyler Robinson.

    Dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9/2025), Gubernur Utah Spencer Cox mengungkap identitas pelaku pada konferensi pers tak lama setelah Donald Trump mengungkapkan di Fox News bahwa tersangka penembak telah ditemukan.

    Spencer mengatakan pelaku bernama Tyler Robinson. Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

    “Gubernur negara bagian Utah pada hari Jumat menetapkan Tyler Robinson sebagai tersangka dalam pembunuhan aktivis sayap kanan AS Charlie Kirk setelah perburuan besar-besaran,” tulis AFP.

    Trump Sebut Pelaku Ditahan

    Donald Trump mengatakan pembunuh influencer Charlie Kirk telah ditahan. Trump menyebut pelaku diserahkan oleh seorang pendeta.

    “Seseorang yang sangat dekat dengannya telah menyerahkannya,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara langsung di studio dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9).

    “Orang tersebut terlibat dengan penegak hukum, tetapi merupakan orang yang beriman, seorang pendeta, dan membawanya ke seorang Marsekal AS yang luar biasa,” imbuhnya.

    Trump mengatakan pelaku sudah diserahkan ke markas besar kepolisian. Saat ini pelaku sudah ditahan.

    “Mereka mengantarnya ke markas besar polisi, dan dia ada di sana sekarang,” ujarnya.

    “Kami memiliki orang yang kami pikir adalah orang yang kami cari,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, Biro Investigasi Federal AS (FBI) melakukan perburuan besar-besaran pelaku pembunuh loyalis Trump itu. FBI bahkan menawarkan imbalan sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) untuk informasi mengenai pelaku pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu.

    Kirk, yang berusia 31 tahun, tewas dibunuh pada Rabu (10/9) waktu setempat ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley di negara bagian Utah. Sosok Kirk dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan dan influencer pendukung Trump.

    (whn/isa)

  • Identitas Pembunuh Charlie Kirk: Tyler Robinson

    Gubernur Utah Ungkap Identitas Pembunuh Charlie Kirk: Tyler Robinson

    Jakarta

    Pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Charlie Kirk, telah ditahan. Gubernur Utah mengungkap identitas pelaku bernama Tyler Robinson.

    Dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9/2025), Gubernur Utah Spencer Cox mengungkap identitas pelaku pada konferensi pers tak lama setelah Donald Trump mengungkapkan di Fox News bahwa tersangka penembak telah ditemukan.

    Spencer mengatakan pelaku bernama Tyler Robinson. Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

    “Gubernur negara bagian Utah pada hari Jumat menetapkan Tyler Robinson sebagai tersangka dalam pembunuhan aktivis sayap kanan AS Charlie Kirk setelah perburuan besar-besaran,” tulis AFP.

    Trump Sebut Pelaku Ditahan

    Donald Trump mengatakan pembunuh influencer Charlie Kirk telah ditahan. Trump menyebut pelaku diserahkan oleh seorang pendeta.

    “Seseorang yang sangat dekat dengannya telah menyerahkannya,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara langsung di studio dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9).

    “Orang tersebut terlibat dengan penegak hukum, tetapi merupakan orang yang beriman, seorang pendeta, dan membawanya ke seorang Marsekal AS yang luar biasa,” imbuhnya.

    Trump mengatakan pelaku sudah diserahkan ke markas besar kepolisian. Saat ini pelaku sudah ditahan.

    “Mereka mengantarnya ke markas besar polisi, dan dia ada di sana sekarang,” ujarnya.

    “Kami memiliki orang yang kami pikir adalah orang yang kami cari,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, Biro Investigasi Federal AS (FBI) melakukan perburuan besar-besaran pelaku pembunuh loyalis Trump itu. FBI bahkan menawarkan imbalan sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) untuk informasi mengenai pelaku pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu.

    Kirk, yang berusia 31 tahun, tewas dibunuh pada Rabu (10/9) waktu setempat ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley di negara bagian Utah. Sosok Kirk dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan dan influencer pendukung Trump.

    (whn/isa)

  • NATO “Terpecah” di Persimpangan Perang Lawan Rusia, PBB Sidang Darurat

    NATO “Terpecah” di Persimpangan Perang Lawan Rusia, PBB Sidang Darurat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang darurat pada Jumat (12/9/2025) waktu setempat atas permintaan Polandia, menyusul serangan pesawat nirawak atau drone Rusia yang masuk ke wilayahnya. Insiden ini memicu kegelisahan baru di Eropa sekaligus menguji soliditas NATO.

    Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski menegaskan serangan tersebut tidak mungkin merupakan “kesalahan” seperti yang disebut Presiden AS Donald Trump.

    “Sembilan belas pelanggaran wilayah udara kami, beberapa lusin drone teridentifikasi, beberapa ditembak jatuh, dan berlangsung selama tujuh jam. Jadi kami tidak bisa mengatakan itu kecelakaan,” ujarnya kepada media lokal, seperti dikutip The Guardian.

    Serpihan drone ditemukan hingga 300 mil ke dalam wilayah Polandia, yang merupakan anggota NATO, menandai pertama kalinya aliansi itu secara langsung menghadapi pesawat nirawak Rusia. Sikorski bersama menteri luar negeri Ukraina dan Lithuania menyebut serangan ini sebagai “provokasi yang disengaja dan terkoordinasi”.

    Meski begitu, Panglima Tertinggi NATO untuk Eropa, Alexus Grynkewich, menilai belum jelas apakah serangan itu dilakukan dengan sengaja.

    “Kami belum tahu apakah ini tindakan disengaja atau tidak,” katanya dalam pengarahan, seraya menambahkan klaim Polandia soal jumlah drone masih perlu diverifikasi.

    Beberapa negara Eropa langsung memanggil duta besar Rusia. Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menegaskan, “Pelanggaran Rusia tidak dapat diterima dan merupakan ancaman bagi keamanan Eropa.”

    Kanselir Jerman bahkan berjanji meningkatkan dukungan militer, termasuk menggandakan jumlah jet tempur dalam misi pengawasan NATO di timur Eropa.

    Namun, Trump sejauh ini menunjukkan sikap ambigu. Ia hanya menulis di media sosial, “Ada apa dengan Rusia yang melanggar wilayah udara Polandia dengan drone? Ayo kita mulai!” tanpa mengutuk serangan tersebut.

    Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, memberi sinyal berbeda dengan menyatakan dukungan penuh. “Kami akan mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO,” tulisnya di X.

    Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memperingatkan bahwa serangan tersebut menempatkan negaranya pada risiko perang terbesar sejak Perang Dunia II.

    “Polandia lebih dekat ke konflik militer dibandingkan kapan pun sejak 1945,” katanya.

    Sebagai langkah antisipasi, Warsawa menutup wilayah udara timur untuk penerbangan sipil hingga 9 Desember. Polandia juga mempercepat modernisasi militer, termasuk menanti pengiriman jet tempur F-35 dari AS pada tahun depan.

     

    (luc/luc)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Pembunuh Influencer Pro-Trump Diserahkan Pendeta, Langsung Ditahan

    Pembunuh Influencer Pro-Trump Diserahkan Pendeta, Langsung Ditahan

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pembunuh influencer Charlie Kirk telah ditahan. Trump menyebut pelaku diserahkan oleh seorang pendeta.

    “Seseorang yang sangat dekat dengannya telah menyerahkannya,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara langsung di studio dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9/2025).

    “Orang tersebut terlibat dengan penegak hukum, tetapi merupakan orang yang beriman, seorang pendeta, dan membawanya ke seorang Marsekal AS yang luar biasa,” imbuhnya.

    Trump mengatakan pelaku sudah diserahkan ke markas besar kepolisian. Saat ini pelaku sudah ditahan.

    “Mereka mengantarnya ke markas besar polisi, dan dia ada di sana sekarang,” ujarnya.

    “Kami memiliki orang yang kami pikir adalah orang yang kami cari,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, Biro Investigasi Federal AS (FBI) melakukan perburuan besar-besaran pelaku pembunuh loyalis Trump itu. FBI bahkan menawarkan imbalan sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) untuk informasi mengenai pelaku pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu.

    Kirk, yang berusia 31 tahun, tewas dibunuh pada Rabu (10/9) waktu setempat ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley di negara bagian Utah. Sosok Kirk dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan dan influencer pendukung Trump.

    Tawaran imbalan itu, diumumkan setelah FBI merilis foto-foto tersangka penembakan mematikan tersebut.

    “FBI menawarkan hadiah hingga US$ 100.000 untuk informasi yang mengarah pada identifikasi dan penangkapan individu yang bertanggung jawab atas pembunuhan Charlie Kirk pada 10 September 2025 di Universitas Utah Valley di Orem, Utah,” demikian pernyataan resmi FBI.

    Foto-foto yang dirilis FBI menunjukkan seseorang yang digambarkan sebagai sosok yang cukup umur untuk “berbaur dengan baik di sebuah institusi perguruan tinggi”. Orang di dalam foto yang dirilis FBI itu terlihat mengenakan topi dan kaca mata hitam, serta memakai kaus bergambar bendera AS dan elang.

    “Kami memiliki rekaman video yang bagus dari individu ini,” kata Komisioner Departemen Keamanan Publik Utah, Beau Mason, dalam konferensi pers pada Kamis (11/9) dini hari waktu setempat.

    “Jika kami tidak berhasil mengidentifikasinya, kami akan segera meminta bantuan publik dan media untuk menyebarkan foto-foto tersebut,”imbuhnya

    Lihat juga Video Rekaman CCTV Penembak Charlie Kirk Melarikan Diri

    Halaman 2 dari 2

    (wnv/whn)

  • Identitas Pembunuh Charlie Kirk: Tyler Robinson

    Trump Umumkan Pembunuh Charlie Kirk Telah Ditahan

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pembunuh influencer Charlie Kirk menyerahkan diri. Trump mengatakan pelaku telah ditahan.

    “Seseorang yang sangat dekat dengannya menyerahkannya,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara langsung di studio dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/9/2025).

    Kendati demikian Trump belum menjelaskan identitas pelaku pembunuh loyalisnya itu. Trump juga belum mengungkap tampang pelaku.

    Seperti diketahui, Biro Investigasi Federal AS (FBI) melakukan perburuan besar-besaran pelaku pembunuh Charlie Kirk. FBI bahkan menawarkan imbalan sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) untuk informasi mengenai pelaku pembunuh influencer sekaligus loyalis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu.

    Kirk, yang berusia 31 tahun, tewas dibunuh pada Rabu (10/9) waktu setempat ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley di negara bagian Utah. Sosok Kirk dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan dan influencer pendukung Trump.

    Tawaran imbalan itu, diumumkan setelah FBI merilis foto-foto tersangka penembakan mematikan tersebut.

    “FBI menawarkan hadiah hingga US$ 100.000 untuk informasi yang mengarah pada identifikasi dan penangkapan individu yang bertanggung jawab atas pembunuhan Charlie Kirk pada 10 September 2025 di Universitas Utah Valley di Orem, Utah,” demikian pernyataan resmi FBI.

    Foto-foto yang dirilis FBI menunjukkan seseorang yang digambarkan sebagai sosok yang cukup umur untuk “berbaur dengan baik di sebuah institusi perguruan tinggi”. Orang di dalam foto yang dirilis FBI itu terlihat mengenakan topi dan kaca mata hitam, serta memakai kaus bergambar bendera AS dan elang.

    “Kami memiliki rekaman video yang bagus dari individu ini,” kata Komisioner Departemen Keamanan Publik Utah, Beau Mason, dalam konferensi pers pada Kamis (11/9) dini hari waktu setempat.

    “Jika kami tidak berhasil mengidentifikasinya, kami akan segera meminta bantuan publik dan media untuk menyebarkan foto-foto tersebut,” imbuhnya.

    Lihat juga Video Rekaman CCTV Penembak Charlie Kirk Melarikan Diri

    (whn/isa)

  • Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dua perusahaan asal China, Alibaba dan Baidu mulai menggunakan chip rancangan internal untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka sendiri. Langkah ini akan menggantikan chip buatan Amerika Serikat (AS0 milik Nvidia.

    Alibaba dilaporkan telah menggunakan chip buatannya sendiri untuk model AI berskala kecil sejak awal tahun ini. Sementara itu, Baidu tengah bereksperimen melatih versi baru model AI Ernie menggunakan chip Kunlun P800 miliknya, kata laporan tersebut.

    Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap teknologi dan AI di China tempat perusahaan sangat bergantung pada prosesor bertenaga tinggi dari Nvidia, dan berpotensi makin menggerus bisnis Nvidia di China.

    “Persaingan tidak dapat dimungkiri. Kami akan terus berupaya mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pengembang utama di seluruh dunia,” kata juru bicara Nvidia, dikutip dari Reuters, Jumat (12/9/2025).

    Meningkatnya pembatasan ekspor AS terhadap pasokan chip AI canggih ke China mendorong perusahaan-perusahaan China memperkuat barisan chip AI buatan sendiri, seiring tekanan yang semakin besar dari Beijing agar perusahaan menggunakan teknologi lokal.

    Namun, laporan itu menyebutkan bahwa baik Alibaba maupun Baidu belum sepenuhnya meninggalkan Nvidia. Keduanya disebut masih menggunakan chip Nvidia untuk mengembangkan model AI paling mutakhir mereka.

    Meski chip H20 Nvidia, prosesor AI terkuat yang masih diizinkan dijual di China, tidak sebanding dengan H100 atau seri Blackwell. Performa chip tersebut tetap lebih unggul dibandingkan alternatif chip buatan China.

    Namun, chip AI buatan Alibaba kini dinilai cukup kuat untuk bersaing dengan H20 milik Nvidia, menurut The Information yang mengutip tiga sumber pernah menggunakannya.

    Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang pada akhir bulan lalu mengatakan bahwa pembicaraan dengan Gedung Putih untuk mengizinkan perusahaan menjual versi kurang canggih dari chip generasi berikutnya ke China masih akan memakan waktu.

    Perusahaan tersebut juga telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump terkait lisensi ekspor, dengan imbalan 15% dari penjualan chip H20 di China.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dua perusahaan asal China, Alibaba dan Baidu mulai menggunakan chip rancangan internal untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka sendiri. Langkah ini akan menggantikan chip buatan Amerika Serikat (AS0 milik Nvidia.

    Alibaba dilaporkan telah menggunakan chip buatannya sendiri untuk model AI berskala kecil sejak awal tahun ini. Sementara itu, Baidu tengah bereksperimen melatih versi baru model AI Ernie menggunakan chip Kunlun P800 miliknya, kata laporan tersebut.

    Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap teknologi dan AI di China tempat perusahaan sangat bergantung pada prosesor bertenaga tinggi dari Nvidia, dan berpotensi makin menggerus bisnis Nvidia di China.

    “Persaingan tidak dapat dimungkiri. Kami akan terus berupaya mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pengembang utama di seluruh dunia,” kata juru bicara Nvidia, dikutip dari Reuters, Jumat (12/9/2025).

    Meningkatnya pembatasan ekspor AS terhadap pasokan chip AI canggih ke China mendorong perusahaan-perusahaan China memperkuat barisan chip AI buatan sendiri, seiring tekanan yang semakin besar dari Beijing agar perusahaan menggunakan teknologi lokal.

    Namun, laporan itu menyebutkan bahwa baik Alibaba maupun Baidu belum sepenuhnya meninggalkan Nvidia. Keduanya disebut masih menggunakan chip Nvidia untuk mengembangkan model AI paling mutakhir mereka.

    Meski chip H20 Nvidia, prosesor AI terkuat yang masih diizinkan dijual di China, tidak sebanding dengan H100 atau seri Blackwell. Performa chip tersebut tetap lebih unggul dibandingkan alternatif chip buatan China.

    Namun, chip AI buatan Alibaba kini dinilai cukup kuat untuk bersaing dengan H20 milik Nvidia, menurut The Information yang mengutip tiga sumber pernah menggunakannya.

    Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang pada akhir bulan lalu mengatakan bahwa pembicaraan dengan Gedung Putih untuk mengizinkan perusahaan menjual versi kurang canggih dari chip generasi berikutnya ke China masih akan memakan waktu.

    Perusahaan tersebut juga telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump terkait lisensi ekspor, dengan imbalan 15% dari penjualan chip H20 di China.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]