Tag: Donald Trump

  • Alarm Ekonomi China, Belanja Pemerintah China Cuma Tumbuh 6%

    Alarm Ekonomi China, Belanja Pemerintah China Cuma Tumbuh 6%

    Bisnis.com, SOLO – Belanja pemerintah China tumbuh lebih lambat untuk bulan kedua berturut-turut, menandakan risiko baru bagi perekonomian Negeri Panda yang momentum pemulihannya mulai melemah.

    Data Kementerian Keuangan yang dikutip dari Bloomberg pada Kamis (18/9/2025) menunjukkan total pengeluaran dari dua pos fiskal utama hanya naik 6% pada Agustus 2025 dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 2,7 triliun yuan (US$380 miliar). Laju tersebut menjadi yang paling lambat sejak Mei.

    Sementara itu, penerimaan gabungan pemerintah dari anggaran publik umum dan dana yang dikelola pemerintah hanya naik kurang dari 0,3% menjadi 1,6 triliun yuan. Akibatnya, defisit anggaran periode Januari–Agustus melebar menjadi 6,7 triliun yuan.

    “Perlambatan pertumbuhan belanja pemerintah pada Agustus, akumulasi simpanan fiskal, serta penurunan tajam investasi infrastruktur selama Juli–Agustus menunjukkan bahwa pembuat kebijakan tidak terburu-buru menambah stimulus, meski ekspor masih cukup tangguh,” tulis ekonom Goldman Sachs Group Inc. termasuk Lisheng Wang dalam catatan riset.

    Pelemahan belanja ini mengikuti percepatan stimulus fiskal pada awal tahun ketika ekonomi terbesar kedua dunia itu menghadapi tekanan dari tarif impor yang diberlakukan Donald Trump. Pada Agustus, penerbitan obligasi pemerintah bersih juga melambat untuk pertama kalinya tahun ini, sehingga membatasi ruang belanja Beijing.

    Minimnya dukungan fiskal berkontribusi terhadap kinerja ekonomi terlemah sepanjang tahun, khususnya pada Juli dan Agustus. Investasi — salah satu instrumen utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan — anjlok signifikan.

    Meski semakin banyak analis mendesak Beijing meningkatkan stimulus, risiko lonjakan utang membuat otoritas kemungkinan menahan diri dari ekspansi fiskal agresif seperti beberapa tahun terakhir. Hingga Januari–Agustus, belanja pemerintah secara keseluruhan tercatat naik 8,9% dari tahun lalu menjadi 24,2 triliun yuan.

    Angka terbaru Kementerian Keuangan juga menunjukkan pemerintah kesulitan meningkatkan penerimaan. Pelemahan ekonomi membatasi pendapatan pajak, sementara penjualan lahan tetap lesu seiring krisis perumahan yang belum berakhir.

    Dalam delapan bulan pertama 2025, penerimaan pajak hanya naik tipis 0,02% menjadi 12,1 triliun yuan, sedangkan pendapatan pemerintah daerah dari penjualan lahan turun 4,7% menjadi 1,9 triliun yuan. Keduanya menyumbang 80% dari total penerimaan pemerintah selama periode tersebut.

    “Dengan permintaan domestik yang lesu serta kelemahan berlanjut di pasar tenaga kerja dan properti, kami menilai pelonggaran tambahan yang terukur dan terarah masih diperlukan dalam kuartal mendatang,” tambah ekonom Goldman Sachs.

  • China Perintahkan Perusahaan Teknologi Tak Beli Chip AI Nvidia

    China Perintahkan Perusahaan Teknologi Tak Beli Chip AI Nvidia

    Jakarta

    Pemerintah China memerintahkan perusahaan teknologi besar di negaranya untuk berhenti membeli chip kecerdasan buatan (AI) buatan Nvidia dan membatalkan pesanan yang sudah ada.

    Menurut laporan Financial Times, Cyberspace Administration of China (CAC) belum lama ini memberi tahu perusahaan teknologi, termasuk ByteDance dan Alibaba, untuk membatalkan pesanan dan berhenti menguji RTX Pro 6000D, chip Nvidia yang dirancang khusus untuk pasar China.

    Beberapa perusahaan teknologi China sudah mengindikasikan mereka akan memesan puluhan ribu unit RTX Pro 6000D, dan sudah mulai melakukan uji coba dan verifikasi dengan pemasok server Nvidia. Setelah larangan dari CAC terbit, mereka meminta pemasok untuk berhenti melakukan uji coba.

    Larangan ini lebih tegas dibandingkan imbauan sebelumnya yang dikeluarkan oleh pemerintah China terkait pembelian chip H20 milik Nvidia. Pemerintah China berupaya menekan perusahaan teknologi lokal untuk mengurangi ketergantungannya dengan Nvidia dan memiliki chip buatan domestik agar bisa bersaing dengan AS di persaingan AI.

    Pemerintah China belum lama ini memanggil produsen chip lokal seperti Huawei dan Cambricon untuk memberikan laporan tentang perbandingan performa chip mereka dengan chip Nvidia yang dibuat khusus untuk China.

    Mereka menyimpulkan bahwa chip buatan China telah mencapai tingkat yang sebanding atau bahkan melebihi produk Nvidia yang diizinkan beredar berdasarkan aturan ekspor.

    Dalam konferensi pers dengan wartawan di London, CEO Nvidia Jensen Huang mengaku kecewa mendengar larangan ini. Huang sedang berada di Inggris untuk mengikuti jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    “Kami mungkin berkontribusi lebih banyak ke pasar China dibandingkan kebanyakan negara lainnya. Dan saya kecewa dengan apa yang saya lihat,” kata Huang, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (18/9/2025).

    “Tapi mereka memiliki agenda yang lebih besar untuk diselesaikan antara China dan Amerika Serikat, dan saya memahami hal tersebut,” sambungnya.

    Bisnis Nvidia di China terus dihantam masalah regulasi sejak awal tahun ini. Pada April lalu, pemerintah AS melarang ekspor chip H20 karena khawatir chip AI itu akan dipakai China untuk mengembangkan teknologi AI yang dipakai oleh militer.

    Pada Juli 2025, pemerintah AS mengizinkan Nvidia untuk mengekspor chip H20 ke China lagi, tapi dengan syarat 15% penjualannya disetor ke pemerintah AS. Namun, regulator China mengeluarkan imbauan yang melarang perusahaan lokal membeli chip H20.

    Larangan ini terbit hanya beberapa hari setelah regulator China lainnya menuding Nvidia melanggar undang-undang anti-monopoli terkait akuisisi produsen chip Mellanox. Nvidia dituduh melanggar peraturan nasional dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah China saat pertama kali menyetujui akuisisi tersebut.

    (vmp/vmp)

  • Jimmy Kimmel Live Disetop Usai Komentari Charlie Kirk, Trump: Kabar Baik!

    Jimmy Kimmel Live Disetop Usai Komentari Charlie Kirk, Trump: Kabar Baik!

    Washington DC

    Talk show larut malam yang populer di Amerika Serikat (AS), Jimmy Kimmel Live, dihentikan penayangannya “tanpa batas waktu” setelah sang pembawa acara menuai kritikan atas komentarnya tentang motif pembunuhan Charlie Kirk, influencer pro-Presiden Donald Trump.

    Trump menyambut baik penghentian penayangan talk show itu, dengan menyebutnya sebagai “kabar baik untuk Amerika”.

    “Jimmy Kimmel Live akan dihentikan penayangannya tanpa batas waktu,” kata juru bicara American Broadcasting Company atau ABC, stasiun televisi terkemuka AS, yang menayangkan talk show tersebut, seperti dilansir AFP, Kamis (18/9/2025).

    Istilah yang digunakan ABC dalam pernyataannya itu biasa digunakan dalam industri televisi untuk penggantian atau penghapusan sebuah acara dari jadwal.

    Pengumuman ABC itu disambut baik oleh Trump, terlebih host talk show Jimmy Kimmel Live selama ini sangat kritis terhadap sang Presiden AS.

    “Kabar baik bagi Amerika: Jimmy Kimmel Show yang ratingnya dipertanyakan telah DIBATALKAN,” tulis Trump dalam pernyataan via media sosialnya pada Rabu (17/9).

    Langkah ABC itu diumumkan setelah Jimmy Kimmel, host talk show tersebut melontarkan komentar soal Kirk, influencer dan sekutu dekat Trump yang tewas ditembak pekan lalu saat berpidato di sebuah universitas di Utah.

    Otoritas AS mengatakan pelaku penembakan, Tyler Robinson (22), menggunakan senapan untuk menembak Kirk dengan satu peluru, dari atap salah satu gedung di kampus tersebut, yang mengenai bagian leher korban. Dia telah ditangkap dan didakwa secara resmi atas pembunuhan Kirk.

    “Kita mengalami beberapa titik terendah terbaru selama akhir pekan, dengan geng MAGA yang mati-matian berusaha menggambarkan anak yang membunuh Charlie Kirk sebagai sesuatu selain salah satu dari mereka, dan dengan segala cara yang mereka bisa untuk mendapatkan poin politik darinya,” kata Kimmel dalam monolog talk show tersebut yang tayang pada Senin (15/9).

    Kimmel juga mengkritik perintah resmi Trump soal pengibaran bendera setengah tiang untuk menghormati Kirk. Dia bahkan mengejek reaksi Trump terhadap penembakan yang menewaskan Kirk.

    “Bukan begini caranya orang dewasa berduka atas pembunuhan seseorang yang dia sebut sebagai teman. Ini adalah cara anak berusia empat tahun berduka atas ikan emasnya,” sindir Kimmel, yang kerap mengejek Trump dalam acaranya, seperti dilansir BBC.

    Trump dalam pernyataannya balik menyebut Kimmel “tidak berbakat”.

    “Selamat kepada ABC karena akhirnya memiliki keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kimmel sama sekali tidak berbakat, dan ratingnya bahkan lebih buruk daripada Colbert, jika itu mungkin,” sebut Trump, menyebut nama Stephen Colbert, komedian AS lainnya yang menjadi host talk show “The Late Show” di stasiun televisi CBS.

    Talk show yang dipandu Colbert beberapa waktu lalu juga dihentikan penayangannya, dengan menurut The Hill, pihak CBS mengumumkan keputusan tersebut hanya beberapa hari setelah induk perusahaan mereka, Paramount, mencapai penyelesaian jutaan dolar AS dengan Trump.

    Paramount mengatakan pada saat itu bahwa keputusan menghentikan penayangan talk show yang dipandu Colbert itu merupakan keputusan finansial. Namun banyak pihak yang menilai langkah tersebut sebagai bukti jelas bahwa Paramount sedang mengubah arah editorialnya selama masa jabatan kedua Trump.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Inggris Akan Akui Negara Palestina Usai Trump Akhiri Kunjungan Kenegaraan

    Inggris Akan Akui Negara Palestina Usai Trump Akhiri Kunjungan Kenegaraan

    London

    Inggris akan memberikan pengakuan resmi terhadap negara Palestina pada akhir pekan ini. Pengakuan resmi akan diberikan Inggris setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menentang keputusan itu, telah meninggalkan negara tersebut di akhir kunjungan kenegaraannya.

    Rencana pengakuan resmi Inggris itu, seperti dilansir Reuters dan The Times of Israel, Kamis (18/9/2025), diungkapkan oleh surat kabar Inggris The Times dalam laporan terbarunya, tanpa mengutip sumber apa pun, pada Rabu (17/9) waktu setempat.

    Disebutkan oleh The Times dalam laporannya bahwa Perdana Menteri (PM) Keir Starmer berencana untuk mengakui negara Palestina bahkan sebelum beberapa negara Barat, termasuk Prancis, melakukannya dalam pertemuan puncak Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, pekan depan.

    Pemerintah Inggris, sebut The Times, akan menyampaikan pengumuman setelah Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraannya pada Kamis (18/9) waktu setempat.

    Menurut The Times, Starmer berada di bawah tekanan besar dari kalangan internal Partai Buruh, yang dipimpinnya, untuk mengambil langkah tersebut, tetapi akan menundanya hingga Trump meninggalkan Inggris agar isu tersebut tidak mendominasi konferensi pers bersama yang direncanakan pada Kamis (18/9).

    Kementerian Luar Negeri Inggris belum memberikan tanggapan langsung terhadap laporan The Times tersebut.

    Pada Juli lalu, Starmer melontarkan peringatan bahwa Inggris akan mengambil tindakan tersebut kecuali Israel mengambil langkah-langkah untuk meringankan penderitaan di Jalur Gaza dan mencapai gencatan senjata untuk perang yang berkecamuk selama hampir dua tahun terakhir dengan kelompok Hamas.

    Tel Aviv sebelumnya mengecam rencana pengakuan untuk negara Palestina oleh negara-negara Barat itu akan menguntungkan Hamas.

    Trump, pada Juli lalu, mengatakan dirinya tidak keberatan jika Inggris mengambil langkah tersebut. Namun sejak saat itu, AS telah menegaskan sikapnya menentang langkah semacam itu oleh sekutu-sekutunya di Eropa.

    Selain Inggris dan Prancis, ada Kanada, Australia, dan Belgia yang juga telah mengumumkan rencana pengakuan resmi untuk negara Palestina.

    Langkah Inggris tersebut mencuat saat Starmer mendapat tekanan dari beberapa anggota Partai Buruh untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel.

    Starmer sebelumnya mengatakan Inggris akan mengakui negara Palestina di hadapan Majelis Umum PBB pekan depan, kecuali Israel mengambil langkah-langkah substantif untuk meredakan situasi di Jalur Gaza.

    Inggris telah sejak lama mendukung kebijakan “solusi dua negara” untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Palestina, dengan sebelumnya mengatakan bahwa hal tersebut hanya dapat terjadi ketika waktunya tepat.

    “Saya selalu mengatakan kami akan mengakui negara Palestina sebagai kontribusi bagi proses perdamaian yang tepat, di saat solusi dua negara memberikan dampak maksimal. Dengan solusi tersebut kini terancam, inilah saatnya bertindak,” kata Starmer sebelumnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/zap)

  • Trump Sebut Kunjungan ke Inggris Sebagai Kehormatan Tertinggi dalam Hidup

    Trump Sebut Kunjungan ke Inggris Sebagai Kehormatan Tertinggi dalam Hidup

    Jakarta

    Presiden AS Donald Trump menyebut kunjungan kenegaraan keduanya yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Inggris sebagai kehormatan tertinggi dalam hidupnya. Hal itu diungkap Trump saat berpidato di sebuah jamuan makan mewah yang diselenggarakan oleh Raja Charles III.

    “Salah satu kehormatan tertinggi dalam hidup saya,” kata Trump dilansir AFP, Kamis (18/9/2025).

    “Ini benar-benar salah satu kehormatan tertinggi dalam hidup saya,” lanjutnya.

    Di hadapan 160 tamu di Kastil Windsor, Trump menggambarkan Inggris dan AS sebagai “dua nada dalam satu akord… masing-masing indah dengan sendirinya, tetapi sebenarnya dimaksudkan untuk dimainkan bersama”.

    Seperti diketahui, Trump berkunjung ke Inggris Selasa (16/09) malam atas undangan Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer. Pemerintah di London menyebut kunjungan ini menunjukkan bahwa “hubungan Inggris-Amerika Serikat adalah yang terkuat di dunia, dan dibangun di atas sejarah selama 250 tahun.”

    Selama kunjungan berlangsung, kedua kepala negara dijadwalkan mengumumkan berbagai kesepakatan di bidang energi dan teknologi, termasuk perjanjian kerja sama untuk memperkuat energi nuklir.

    Puncak seremoni dilangsungkan pada Rabu (17/09), ketika Trump dan Ibu Negara Melania disambut dengan kemegahan kerajaan di Istana Windsor, diarak dalam prosesi kereta kuda bersama Raja Charles, Ratu Camilla, Pangeran William, dan Putri Catherine, yang dilengkapi jamuan kenegaraan, atraksi udara militer, dan tembakan meriam kehormatan.

    Keesokan harinya, Starmer dijadwalkan menjamu Trump di Istana Chequers di pedesaan di luar kota London. Mereka akan membahas tarif impor baja Inggris ke AS yang masih tinggi di angka 25%.

    (dek/dek)

  • China Kasih Syarat Tegas ke Amerika, Tak Ada Kompromi

    China Kasih Syarat Tegas ke Amerika, Tak Ada Kompromi

    Jakarta, CNBC Indonesia – China dan Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa telah tercapai kesepakatan terkait pelepasan kepemilikan TikTok versi AS yang akan dijual kepada investor asal AS.

    Ini bukan pertama kalinya pemerintahan Donald Trump mengklaim adanya kesepakatan, namun kali ini China turut memberi dukungan dengan syarat.

    China menegaskan ada syarat penting yang tidak bisa ditawar, yakni pemberian lisensi algoritma dan hak kekayaan intelektual lain. Hal ini diungkap Wang Jingtao, Wakil Kepala Badan Regulator Keamanan Siber China, Senin (15/9) malam.

    Bagi TikTok, algoritma rekomendasi adalah jantung bisnis pada aplikasi video pendek itu. Tanpa algoritma, aplikasi tidak memiliki nilai karena berbeda dengan platform lain yang kontennya dipilih pengguna, TikTok menampilkan feed video tanpa henti sesuai preferensi pengguna.

    Kesepakatan ini disebut akan dikonfirmasi langsung dalam panggilan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Jumat mendatang. Namun, Kongres AS masih harus memberikan persetujuan, sehingga tenggat 17 September kemungkinan kembali diperpanjang.

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut aplikasi hasil spin-off akan dikendalikan investor AS, namun tetap mempertahankan beberapa “karakteristik China.”

    Sementara itu, TikTok dikabarkan telah menyiapkan aplikasi mandiri khusus AS, tetapi tetap ingin memastikan konten buatan pengguna Amerika bisa diakses juga oleh aplikasi global, dan sebaliknya.

    Hingga kini belum jelas siapa yang akan memegang kendali akhir atas TikTok versi AS. Sebelumnya, kesepakatan yang sama pada Maret lalu gagal setelah sejumlah perusahaan AS tak mencapai kata sepakat terkait pembagian saham.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • China Sepakati Divestasi TikTok di AS, Siapa yang Bakal Beli?

    China Sepakati Divestasi TikTok di AS, Siapa yang Bakal Beli?

    Bisnis.com, JAKARTA— Amerika Serikat (AS) dan China dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengalihkan kepemilikan TikTok di AS kepada investor lokal. 

    Namun, kesepakatan tersebut rencananya baru akan diumumkan secara resmi setelah Presiden Donald Trump berbicara langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Trump juga memberikan tenggat waktu penjualan diperpanjang hingga 16 Desember 2025. Dengan sekitar 170 juta pengguna di AS, sejauh ini TikTok berhasil menghindari ancaman penutupan permanen.

    Meski demikian, pertanyaan masih menggantung, siapa yang akhirnya akan membeli bisnis TikTok di AS?

    Valuasi bisnis TikTok di Negeri Paman Sam diperkirakan bisa melambung hingga lebih dari US$60 miliar atau sekitar Rp985 triliun. Karena itu, tidak sedikit pihak yang disebut berusaha masuk dalam perebutan kepemilikan.

    Melansir laman TechCrunch pada Rabu (17/9/2025), salah satu upaya serius datang dari konsorsium bernama The People’s Bid yang digagas Frank McCourt, mantan pemilik klub baseball Los Angeles Dodgers sekaligus pendiri Project Liberty. 

    Konsorsium ini menekankan pentingnya privasi dan kontrol data pengguna dengan pendekatan berbasis open source. Dukungan datang dari tokoh-tokoh besar seperti Alexis Ohanian, co-founder Reddit, investor Kevin O’Leary, hingga Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web.

    Selain itu, ada pula konsorsium investor AS yang dipimpin Jesse Tinsley, pendiri dan CEO Employer.com. 

    Mereka bahkan menyiapkan tawaran tunai senilai US$30 miliar atau sekitar Rp492 triliun untuk mengakuisisi operasional TikTok di AS. 

    Nama-nama yang terlibat dalam kelompok ini, antara lain David Baszucki, co-founder dan CEO Roblox; Nathan McCauley dari perusahaan kripto Anchorage Digital; hingga kreator YouTube populer Jimmy Donaldson atau yang lebih dikenal sebagai MrBeast.

    Di luar kedua konsorsium tersebut, sederet perusahaan besar juga disebut ikut masuk dalam perebutan TikTok. Amazon, Microsoft, dan Walmart kembali meramaikan bursa setelah sebelumnya sempat tertarik pada 2020. 

    Oracle bahkan disebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi mitra teknologi cloud TikTok di AS, sementara perusahaan teknologi seluler AppLovin disebut mengajukan penawaran dengan dukungan pengusaha kasino Steve Wynn. 

    Ada pula nama Bobby Kotick, mantan CEO Activision, startup mesin pencari Perplexity AI, hingga platform video Rumble yang terang-terangan menyatakan minatnya lewat media sosial. 

    Mantan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pun dikabarkan kembali ikut dalam pembicaraan, sementara startup media sosial Zoop yang didirikan Tim Stokely, pendiri OnlyFans, mencoba masuk lewat proposal di tahap akhir.

    Di tengah beragam manuver tersebut, Trump disebut tengah menyiapkan rencana pembentukan “TikTok America,” sebuah entitas baru yang akan dimiliki separuhnya oleh investor Amerika, sementara ByteDance hanya akan memegang sekitar 19,9% saham. Meski begitu, hingga kini, belum ada kesepakatan final.

  • Eropa Percepat Sanksi Energi Rusia di Tengah Tekanan Politik

    Eropa Percepat Sanksi Energi Rusia di Tengah Tekanan Politik

    Brussels

    Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan Uni Eropa (UE) akan mempercepat langkah menghentikan seluruh impor minyak dan gas Rusia. Ia menekankan bahwa pendapatan Moskow dari menjual energi fosil menjadi penopang utama ekonomi perang Rusia.

    Von der Leyen juga mengungkapkan bahwa dia telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengaitkan sanksi tambahan AS terhadap Rusia dengan syarat Eropa menghentikan pembelian minyak Rusia serta menaikkan tarif impor dari Cina.

    Rencana yang ada saat ini menargetkan penghentian penuh impor minyak Rusia pada 2027 dan gas pada 2028. Namun, Ursula von der Leyen mengatakan Komisi Eropa akan segera mengajukan paket sanksi ke-19 yang mencakup sektor kripto, perbankan, dan energi.

    Protes ribuan warga Slovakia terhadap pemerintahan yang pro-Rusia

    Di saat yang sama, ribuan warga Slovakia turun ke jalan untuk memprotes kebijakan ekonomi dan sikap pro-Rusia Perdana Menteri Robert Fico.

    Aksi itu berlangsung ketika Fico melakukan perjalanan ke Cina untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini merupakan pertemuan ketiganya sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina dimulai.

    Para pengkritik menilai Fico mengikuti jejak Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang dikenal kerap menghambat upaya sanksi Uni Eropa terhadap Moskow.

    Sekjen PBB ‘tidak optimistis’ soal perdamaian Ukraina

    Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan pandangannya terkait situasi di Ukraina dalam sebuah konferensi pers di New York.

    “Saya tidak terlalu optimistis soal kemajuan upaya perdamaian dalam waktu dekat di Ukraina,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres.

    Guterres menambahkan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina kemungkinan akan berlangsung “setidaknya untuk beberapa waktu,” menunjukkan bahwa konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir meski ada berbagai upaya diplomasi.

    Pernyataan ini muncul di tengah harapan yang sempat timbul setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Agustus 2025, yang sempat dinilai bisa membuka jalan untuk negosiasi perdamaian, tapi hingga kini belum membuahkan hasil konkret.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris.

    Diadaptasi oleh Pratama Indra dan Muhammad Hanafi

    Editor: Tezar Aditya Rahman

    (nvc/nvc)

  • Trump Kunjungi Inggris, Bahas Kerja Sama Nuklir dan Investasi Teknologi

    Trump Kunjungi Inggris, Bahas Kerja Sama Nuklir dan Investasi Teknologi

    London

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali berjejak di Inggris pada Selasa (16/09) malam atas undangan Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer.

    Pemerintah di London menyebut kunjungan ini menunjukkan bahwa “hubungan Inggris-Amerika Serikat adalah yang terkuat di dunia, dan dibangun di atas sejarah selama 250 tahun.”

    Selama kunjungan berlangsung, kedua kepala negara dijadwalkan mengumumkan berbagai kesepakatan di bidang energi dan teknologi, termasuk perjanjian kerja sama untuk memperkuat energi nuklir.

    Agenda kunjungan Trump

    Puncak seremoni dilangsungkan pada Rabu (17/09), ketika Trump dan Ibu Negara Melania disambut dengan kemegahan kerajaan di Istana Windsor, diarak dalam prosesi kereta kuda bersama Raja Charles, Ratu Camilla, Pangeran William, dan Putri Catherine, yang dilengkapi jamuan kenegaraan, atraksi udara militer, dan tembakan meriam kehormatan.

    Keesokan harinya, Starmer dijadwalkan menjamu Trump di Istana Chequers di pedesaan di luar kota London. Mereka akan membahas tarif impor baja Inggris ke AS yang masih tinggi di angka 25%.

    Pada Mei lalu, kedua negara sepakat menurunkan tarif impor mobil dan produk dirgantara, tetapi belum menyepakati tarif baja.

    “Saya juga datang untuk urusan perdagangan. Mereka ingin melihat apakah kesepakatan dagang bisa sedikit disempurnakan,” kata Trump kepada wartawan sebelum lepas landas dengan Air Force One.

    “Kami sudah membuat kesepakatan yang baik. Saya siap membantu mereka,” tambahnya.

    Starmer juga diperkirakan akan membujuk Trump untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia.

    Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut hadir dalam kunjungan ini dan akan bertemu dengan Menlu Inggris yang baru, Yvette Cooper.

    Kerja sama teknologi senilai 690 triliun Rupiah

    Inggris dan Amerika Serikat telah menyepakati sebuah perjanjian teknologi untuk memperkuat hubungan di bidang kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, dan energi nuklir sipil. Dalam perjanjian yang diberi nama “Tech Prosperity Deal” ini, perusahaan-perusahaan teknologi besar AS yang dipimpin oleh Microsoft berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 31 miliar Poundsterling (sekitar 690 triliun Rupiah).

    Pemerintah Inggris mengatakan bahwa perjanjian ini mencakup upaya bersama untuk mengembangkan model AI di bidang layanan kesehatan, memperluas kemampuan komputasi kuantum, dan mendorong proyek energi nuklir sipil.

    Pemerintah juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi, penelitian ilmiah, dan keamanan energi di kedua negara.

    Amerika Serikat merupakan mitra dagang tunggal terbesar Inggris, dan perusahaan-perusahaan teknologi besar AS telah menginvestasikan miliaran dolar dalam operasi mereka di Inggris.

    Selama beberapa tahun ke belakang, Inggris menghadapi melemahnya pertumbuhan ekonomi. Starmer sebabnya membidik aliran dana investasi dari AS. Ia misalnya menerapkan regulasi yang lebih longgar seperti yang dituntut pemerintah di Washington, berbeda dengan pendekatan Uni Eropa yang lebih ketat dan intervensif.

    Trump sebelumnya telah mengkritik undang-undang keamanan daring dan pajak digital Eropa, termasuk yang diterapkan di Inggris. Namun, topik tersebut tidak menjadi bagian dari pembahasan dalam perjanjian ini.

    Microsoft sendiri mengumumkan akan menginvestasikan total 22 miliar poundsterling (sekitar 493 triliun Rupiah) untuk memperluas infrastruktur cloud dan AI, termasuk pembangunan sebuah superkomputer yang akan berlokasi di Loughton, di timur laut London.

    Sementara itu, Google mengumumkan investasi sebesar 5 miliar poundsterling (sekitar 112 triliun Rupiah), yang mencakup pembangunan pusat data baru di Waltham Cross, di utara London, serta dukungan berkelanjutan untuk penelitian AI melalui proyek DeepMind.

    Protes anti-Trump

    Meski Trump tidak berkunjung ke London, aksi protes tetap direncanakan di Windsor dan pusat kota London.

    Kelompok Stop Trump Coalition mengecam Starmer karena “menggelar karpet merah untuk Trump yang memberi pesan berbahaya dan tidak membantu komunitas yang menghadapi lonjakan rasisme di Inggris.”

    Kunjungan ini berlangsung di tengah kontroversi setelah duta besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, dipecat akibat kebocoran email yang menunjukkan kedekatannya dengan Jeffrey Epstein.

    Menjelang kedatangan Trump, para demonstran menampilkan spanduk besar berisi foto presiden AS bersama Epstein, yang kemudian diproyeksikan ke menara Kastil Windsor.

    Empat orang ditangkap setelah polisi setempat menyebut proyeksi gambar tersebut sebagai aksi “tanpa izin” dan juga menilai kejadian itu sebagai “aksi dramatis di area publik untuk menarik banyak perhatian.”

    Presiden AS pertama yang diundang untuk kunjungan kenegaraan kedua

    Saat kunjungan Starmer ke Gedung Putih pada Februari lalu, Perdana Menteri Inggris menyerahkan secara langsung surat pribadi dari raja, yang kemudian dipamerkan Trump dengan bangga di depan kamera televisi.

    Belum pernah sebelumnya seorang presiden AS dua kali diundang untuk kunjungan kenegaraan oleh monarki Inggris.

    Juru bicara Starmer menyebut kunjungan kenegaraan ini sebagai “kesempatan historis” yang berlangsung “pada saat yang krusial bagi stabilitas dan keamanan global.”

    Sebelum berangkat ke Inggris, Trump memuji hubungannya yang “sangat baik” dengan Inggris dan menyebut Raja Charles sebagai “temannya.”

    “Ini pertama kalinya seseorang mendapat kehormatan dua kali. Jadi, ini benar-benar kehormatan besar,” kata Trump menyoroti hal ini.

    Trump sebelumnya melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Inggris pada 2019, selama masa jabatan pertamanya, dimana ia disambut oleh almarhum Ratu Elizabeth II.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
    Diadaptasi oleh Adelia Dinda Sani
    Editor: Rizki Nugraha

    (nvc/nvc)

  • Foto Trump-Epstein Mendadak Muncul di Kastil Windsor, 4 Orang Ditangkap

    Foto Trump-Epstein Mendadak Muncul di Kastil Windsor, 4 Orang Ditangkap

    London

    Kepolisian Inggris menangkap empat orang setelah foto Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein mendadak muncul di dinding Kastil Windsor, yang akan menjadi tempat Trump dijamu oleh Raja Charles III selama kunjungan kenegaraan ke negara tersebut.

    Trump tiba di Inggris pada Selasa (16/9) malam dalam rangka kunjungan kenegaraan kedua yang bersejarah. Dia akan bertemu dengan Raja Charles III dalam jamuan mewah di Kastil Windsor, yang berjarak 40 kilometer sebelah barat London, pada Rabu (17/9) waktu setempat.

    Aksi protes mewarnai kunjungan kenegaraan Trump, dengan para demonstran sempat membentangkan spanduk raksasa yang menampilkan foto Trump dan Epstein dalam unjuk rasa yang digelar di dekat Kastil Windsor pada Selasa (16/9).

    Pada hari yang sama, foto lama Trump bersama Epstein kembali muncul dengan diproyeksikan ke salah satu dinding Kastil Windsor. Trump terseret dalam kasus Epstein karena persahabatannya di masa lalu dengan mendiang pemodal terkemuka AS tersebut.

    Kepolisian Inggris dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (17/9/2025), mengatakan empat orang telah ditangkap terkait insiden di Kastil Windsor tersebut.

    Kasus itu diselidiki sebagai dugaan komunikasi jahat, dengan pihak kepolisian menyebut kemunculan gambar Trump dan Epstein itu sebagai “proyeksi tidak sah” di Kastil Windsor, yang juga mereka gambarkan sebagai “aksi publik”.

    Pada 8 September lalu, para politisi Partai Demokrat dalam DPR AS mempublikasikan surat ucapan ulang tahun yang diduga ditulis oleh Trump untuk Epstein sekitar lebih dari 20 tahun lalu. Gedung Putih telah membantah keaslian surat tersebut.

    Surat yang sama juga sempat diproyeksikan ke dinding Kastil Windsor di Inggris, bersama dengan foto-foto korban Epstein, klip mengenai kasus tersebut, dan laporan-laporan polisi.

    Dirilisnya surat ucapan ulang tahun itu baru-baru ini kembali menarik perhatian terhadap isu yang menjadi “duri politik dalam daging” bagi Trump.

    Surat itu berisi teks dialog yang diduga antara Trump dan Epstein, di mana Trump memanggilnya “sahabat” dan mengatakan “Semoga setiap hari menjadi rahasia indah lainnya”. Surat itu juga memuat sketsa kasar menyerupai siluet perempuan telanjang.

    Meskipun Trump telah meminta para pendukungnya untuk melupakan topik tersebut, rasa ingin tahu publik soal detail tindak kejahatan Epstein dan siapa saja yang mungkin mengetahui atau terlibat dengannya tetap tinggi.

    Trump pernah berteman dengan Epstein sebelum menjabat sebagai Presiden AS, sebelum dia berselisih dengan mantan pemodal terkemuka AS tersebut beberapa tahun sebelum kematiannya di dalam penjara pada tahun 2019.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)