Tag: Donald Trump

  • TikTok Dicaplok AS Rp 228 Triliun, Trump: Xi Jinping Setuju

    TikTok Dicaplok AS Rp 228 Triliun, Trump: Xi Jinping Setuju

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya meneken perintah eksekutif yang mengatur penjualan operasi TikTok di wilayah AS. Aplikasi video pendek populer milik ByteDance asal China ini akan dijalankan oleh perusahaan baru bernilai sekitar USD 14 miliar (sekitar Rp 228 triliun), khusus untuk di AS.

    Trump mengatakan penjualan ini adalah cara untuk mematuhi UU keamanan nasional yang disahkan pada 2024, yang mewajibkan TikTok dilepas dari kepemilikan China jika ingin terus beroperasi di AS. “Ini akan jadi 100% beroperasi di Amerika,” kata Trump di Gedung Putih.

    Trump mengatakan Presiden China Xi Jinping sudah memberi lampu hijau untuk transaksi ini. “Saya bicara dengan Presiden Xi. Saya jelaskan apa yang kita lakukan, dan dia bilang silakan lanjutkan,” kata Trump.

    Namun, hingga kini pemerintah China belum memberikan pernyataan resmi. ByteDance dan TikTok juga masih bungkam.

    Oracle dan Investor Global Ikut Ambil Bagian

    Menurut sumber Reuters, Oracle bersama Silver Lake dan sejumlah investor lain akan menguasai sekitar 50% saham TikTok AS. Sebagian saham lain akan dimiliki investor lama ByteDance seperti KKR dan General Atlantic, sementara ByteDance sendiri hanya boleh memegang kurang dari 20%.

    Selain itu, ByteDance masih berhak menunjuk 1 dari 7 kursi dewan direksi di entitas baru. Enam kursi sisanya dikuasai investor asal Amerika.

    Trump mengklaim beberapa nama besar lain ikut dalam konsorsium, di antaranya Michael Dell (Dell Technologies) dan Rupert Murdoch (News Corp). Namun detail final soal struktur kepemilikan masih bisa berubah.

    Algoritma Jadi Pertanyaan Besar

    Meski deal ini sudah diteken, ada tanda tanya besar terkait aset utama TikTok: algoritma rekomendasi konten. Trump menyebut algoritma akan “dilatih ulang” dan diawasi oleh mitra keamanan AS, tapi sejumlah pakar hukum menilai tidak jelas sejauh mana ByteDance masih punya kendali.

    Alan Rozenshtein, profesor hukum di University of Minnesota, menilai perintah eksekutif Trump belum cukup transparan. “Presiden sudah mengesahkan deal ini, tapi detail soal algoritma belum dijelaskan,” ujarnya.

    Sementara itu, analis Wedbush Securities Dan Ives menaksir valuasi TikTok tanpa algoritma bisa berada di kisaran USD 30-40 miliar, jauh di atas angka USD 14 miliar yang diumumkan pemerintah AS.

    (asj/asj)

  • PAN Apresiasi Pidato Prabowo di PBB: Wajar Trump Beri Pujian

    PAN Apresiasi Pidato Prabowo di PBB: Wajar Trump Beri Pujian

    Jakarta

    Waketum PAN, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saleh menyebut Prabowo berpidato tanpa gentar dalam menyampaikan isi hati, pikiran, dan fakta-fakta yang terjadi tentang kondisi dunia.

    “Disampaikan secara lugas. Dengan Bahasa Inggris yang baik, mudah dimengerti dan tanpa ada sedikit pun keraguan. Kalau dari sisi isinya, Prabowo mampu meramu dengan baik konteks perdamaian global dan program pembangunan nasional Indonesia. Beliau mendeskripsikan betapa pentingnya keamanan dan perdamaian untuk meraih kejayaan bersama, dan perdamaian di Palestina dinilai sebagai sesuatu yang harus diselesaikan,” kata Saleh kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).

    Ketua Komisi VII DPR RI ini menilai isi pidato Prabowo di Sidang Umum PBB itu berbobot serta disampaikan dengan retorika yang sangat menarik. Maka, kata dia, sangat wajar jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji pidato Prabowo.

    “Saya kira, Trump wajar memberikan pujian itu. Kita berharap, pujian itu bisa dilanjutkan dengan pembicaraan lanjutan ke arah yang lebih teknis untuk menghentikan perang dan genocide di Palestina,” ucap Saleh.

    Saleh meyakini Trump sangat tahu bentuk keberpihakan Indonesia kepada Palestina. Karena itu, dia menilai jika Indonesia yang melakukan upaya diplomatik dengan AS, tidak tertutup kemungkinan ada jalan keluar terbaik untuk semua.

    “Tidak hanya menguntungkan Palestina, tetapi tentu saja bagi Israel. Kalau sudah damai, tentu semua negara di dunia akan membangun kerja sama global dalam membangun tatanan dunia baru,” imbuhnya.

    Diketahui, Prabowo memberikan pidato di Sidang Umum PBB pada urutan ketiga usai Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump. Prabowo membahas sejumlah isu dalam pidatonya mulai dari penjajahan hingga isu Palestina.

    Prabowo beberapa kali menghentakkan tangannya ke podium, salah satunya saat Prabowo bicara terkait penjajahan yang dialami rakyat Indonesia.

    “Negara saya merasakan kepedihan ini. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih rendah daripada anjing di Tanah Air kami sendiri. Kami, rakyat Indonesia, tahu apa artinya diabaikan keadilan, apa artinya hidup dalam apartheid, hidup dalam kemiskinan, dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Prabowo.

    Selain itu, Prabowo juga menghentakkan podium saat menegaskan komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian PBB. Prabowo menyebut Indonesia salah satu penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menegaskan Indonesia siap mengirimkan puluhan ribu pasukan perdamaian untuk menjaga kedamaian dunia.

    Donald Trump memuji pidato Prabowo. Dia menyebut pidato yang disampaikan Presiden RI itu luar biasa.

    “Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak,” ujar Trump saat Prabowo mengikuti Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Trump.

    Halaman 2 dari 2

    (fas/whn)

  • Legislator Bangga Pidato Prabowo di PBB Sampaikan Aspirasi Seluruh Warga RI

    Legislator Bangga Pidato Prabowo di PBB Sampaikan Aspirasi Seluruh Warga RI

    Jakarta

    Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh mengaku bangga dengan pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh menyebut Prabowo telah menyampaikan aspirasi seluruh warga Indonesia di hadapan para pemimpin dunia.

    “Tentu saya secara pribadi dan sebagai anggota Komisi I Fraksi PKB merasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya, pak presiden sudah menyampaikan aspirasi seluruh warga Indonesia dan aspirasi seluruh umat muslim di dunia dan bahkan melihat euforia dukungan dari seluruh umat manusia di dunia, di mana semua menginginkan adanya perdamaian dan dihapusnya penindasan atau genosida,” kata Oleh kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).

    Oleh menyebut pidato Prabowo di PBB menjadi nilai positif untuk meningkatkan diplomasi Indonesia dengan para pemimpin dunia. Dia menegaskan dukungannya untuk Prabowo agar terus menyuarakan solusi perdamaian dunia, khususnya di Palestina.

    “Kami akan dukung 100 persen dan tentunya DPR akan terus mengawasi tindaklanjut dari pada forum PBB itu, terutama bagaimana merealisasikan solusi yang dilontarkan oleh Pak Presiden yaitu two state bagi Palestina bisa nyaman, bagi Israel juga bisa berdamai,” ucap Oleh.

    “Tentu DPR berharap agar PBB menekan Israel juga Amerika untuk membuka blokir bantuan internasional masuk ke Gaza. Oleh sebab itu ini soal kemanusiaan yang hakiki, hak asasi yang hakiki bagi seluruh warga dunia, harus wujud dan dirasakan oleh semua pihak,” imbuhnya.

    Diketahui, Prabowo memberikan pidato di Sidang Umum PBB pada urutan ketiga usai Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump. Prabowo membahas sejumlah isu dalam pidatonya mulai dari penjajahan hingga isu Palestina.

    Prabowo beberapa kali menghentakkan tangannya ke podium, salah satunya saat Prabowo bicara terkait penjajahan yang dialami rakyat Indonesia.

    “Negara saya merasakan kepedihan ini. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih rendah daripada anjing di Tanah Air kami sendiri. Kami, rakyat Indonesia, tahu apa artinya diabaikan keadilan, apa artinya hidup dalam apartheid, hidup dalam kemiskinan, dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Prabowo.

    Selain itu, Prabowo juga menghentakkan podium saat menegaskan komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian PBB. Prabowo menyebut Indonesia salah satu penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menegaskan Indonesia siap mengirimkan puluhan ribu pasukan perdamaian untuk menjaga kedamaian dunia.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji pidato Prabowo. Dia menyebut pidato yang disampaikan Presiden RI itu luar biasa.

    “Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak,” ujar Trump saat Prabowo mengikuti Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Trump.

    Halaman 2 dari 2

    (fas/whn)

  • Gubernur The Fed Sekutu Trump Melawan Arus, Ingin Suku Bunga Turun Lebih Dalam

    Gubernur The Fed Sekutu Trump Melawan Arus, Ingin Suku Bunga Turun Lebih Dalam

    Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat baru Federal Reserve (The Fed), Stephen Miran yang merupakan sekutu Presiden Donlad Trump, kembali berbeda pandangan dengan pejabat bank Sentral AS lain terkait laju pemangkasan suku bunga

    Melansir Reuters pada Jumat (26/9/2025), Miran kembali mendesak pemangkasan tajam suku bunga AS untuk mencegah keruntuhan pasar tenaga kerja. Dia menilai para pembuat kebijakan Fed lain terlalu khawatir tarif impor akan mendorong inflasi.

    Miran, yang dikonfirmasi Senat sehari sebelum pertemuan The Fed 16–17 September, menggunakan hak suara pertamanya pekan lalu untuk menyatakan perbedaan pendapat (dissent) dengan mendukung pemangkasan suku bunga setengah poin.

    “Dari hasil pertemuan pekan lalu sangat jelas bahwa orang tidak merasa ada urgensi. Sebagian karena mereka masih sangat takut dengan inflasi akibat tarif… menurut saya belum ada bukti nyata inflasi tarif, dan itulah yang menahan banyak kolega saya,” ujar Miran.

    Miran berpendapat suku bunga acuan seharusnya diturunkan dua poin persentase melalui serangkaian pemangkasan 50 basis poin di setiap pertemuan mendatang. Menurutnya, ketika kebijakan moneter berada dalam posisi yang terlalu ketat, ekonomi menjadi lebih rentan terhadap guncangan negatif.

    Pandangan Miran sejalan dengan Presiden Donald Trump yang sejak awal tahun mendesak The Fed memangkas bunga lebih agresif, dan mempercepat penunjukan Miran ketika kursi kosong terbuka pada Agustus lalu.

    Sejak dissent-nya, Miran aktif menyampaikan pandangannya melalui pidato di New York dan sejumlah wawancara televisi. Dia menegaskan bahwa suku bunga The Fed saat ini terlalu tinggi, terlebih di tengah kebijakan imigrasi ketat Trump yang menurutnya akan membawa efek disinflasi.

    Risiko Keliru

    Namun, sejumlah pejabat The Fed menolak usulan tersebut. Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menilai pemangkasan cepat berisiko keliru karena inflasi masih di atas target 2% selama lebih dari empat tahun.

    Goolsbee menilai, jika suku bunga yang terlalu ketat benar-benar mendorong ekonomi ke resesi, sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus dan suku bunga seharusnya sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut. 

    Namun, dia mengatakan saat ini investasi bisnis justru masih kuat, sementara pelemahan perumahan bukan hal baru dan tidak memburuk.

    Goolsbee juga menepis argumen Miran bahwa penurunan imigrasi akan menekan inflasi. Menurutnya, penurunan besar imigrasi justru bersifat inflasioner, terutama di sektor jasa yang sangat bergantung pada tenaga kerja imigran.”

    Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid menambahkan, meski pemangkasan suku bunga pekan lalu merupakan strategi manajemen risiko yang wajar, keputusan lebih lanjut tetap bergantung pada data. 

    “Inflasi masih terlalu tinggi, sementara pasar tenaga kerja meski melambat masih relatif seimbang,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman—yang setuju bahwa tarif impor Trump tidak memicu inflasi baru—juga kurang sepakat dengan usulan Miran soal pemangkasan tajam. 

    Dia memperkirakan The Fed mungkin akan menurunkan bunga sebanyak tiga kali lagi masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun, dengan mempertimbangkan pasar tenaga kerja yang lebih rapuh dari perkiraan.

    Pekan lalu The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00%–4,25%. Proyeksi internal menunjukkan sebagian besar pejabat mendukung pemangkasan tambahan tahun ini, meski sepertiga lainnya menilai langkah itu tidak tepat.

  • Financial Nihilism: Kondisi Generasi Muda Lebih Suka Spekulasi Ketimbang Tabungan – Page 3

    Financial Nihilism: Kondisi Generasi Muda Lebih Suka Spekulasi Ketimbang Tabungan – Page 3

    Meski demikian, keinginan Donyae dan rekan seangkatannya untuk mencari jaring pengaman finansial menunjukkan kecemasan generasi ini. Bagi banyak orang muda, tujuan ekonomi tradisional terasa makin jauh dari jangkauan.

    Harga rumah yang terus melonjak dan suku bunga tinggi membuat kepemilikan rumah, yang dulu dianggap tolok ukur kesuksesan finansial kini semakin sulit digapai. Survei U.S. Bank mencatat 3 dari 10 anggota Gen Z sudah menyerah membeli rumah karena mahal.

    Mereka juga menghadapi pasar kerja kerah putih yang melambat, inflasi yang melonjak pascapandemi, serta bayang-bayang krisis dana pensiun Social Security. Belum lagi tingginya utang kartu kredit dan beban pinjaman mahasiswa, usai penangguhan cicilan berakhir di era Donald Trump.

    “Hal-hal yang dulu ada di tangga ekonomi tradisional kini semakin tidak terjangkau,” ujar komentator ekonomi sekaligus penulis buku In This Economy?, Kyla Scanlon. Ia menambahkan, banyak anak muda merasa “terbuang dari pasar” sehingga memilih berjudi dengan uang mereka.

     

  • Trump Teken Perintah Eksekutif Terkait Divestasi TikTok di AS

    Trump Teken Perintah Eksekutif Terkait Divestasi TikTok di AS

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif terkait divestasi TikTok di AS.

    Beleid itu juga menyatakan bahwa aplikasi video pendek tersebut akan dilarang kecuali pemiliknya di China menjualnya .

    Wakil Presiden JD Vance menyampaikan bahwa perusahaan AS baru itu akan bernilai sekitar US$14 miliar.

    Adapun, Trump telah menunda penegakan hukum hingga 16 Desember di tengah upaya untuk mengekstraksi aset TikTok AS dari platform global, menjaring investor Amerika dan investor lainnya, serta memperoleh persetujuan dari pemerintah China.

    “Ada beberapa penolakan dari pihak China, tetapi hal mendasar yang ingin kami capai adalah kami ingin TikTok tetap beroperasi, tetapi kami juga ingin memastikan bahwa kami melindungi privasi data warga Amerika sebagaimana diwajibkan oleh hukum,” kata Vance dilansir dari Reuters, Jumat (26/9/2025).

    Sementara itu, Trump mengaku telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping terkait akuisisi TikTok di AS.

    “Kami berdiskusi dengan baik, saya memberi tahu beliau apa yang sedang kami lakukan, dan beliau berkata, silakan saja,” ujar Trump.

    Sayangnya, Kedutaan Besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Lebih lanjut, Trump memuji TikTok, yang memiliki 170 juta pengguna di AS, karena telah membantunya memenangkan pemilihan ulang tahun lalu dan memiliki 15 juta pengikut di akun pribadinya. Gedung Putih juga meluncurkan akun TikTok resmi bulan lalu.

    “Ini akan dioperasikan sepenuhnya oleh Amerika,” kata Trump.

    Ia menambahkan bahwa Michael Dell, Rupert Murdoch dan kemungkinan sekitar empat atau lima investor kelas dunia akan menjadi bagian dari kesepakatan itu.

    Anggota DPR dari Partai Republik mengatakan mereka ingin melihat lebih banyak detail kesepakatan tersebut untuk memastikan kesepakatan tersebut merupakan pemutusan hubungan yang bersih dengan China.

    “Seiring detailnya difinalisasi, kita harus memastikan kesepakatan ini melindungi pengguna Amerika dari pengaruh dan pengawasan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan PKT,” kata perwakilan AS Brett Guthrie, Gus Bilirakis, dan Richard Hudson.

  • Tak Tersedia di 23 Negara, Jimmy Kimmel Live Dapat 6,3 Juta Penonton

    Tak Tersedia di 23 Negara, Jimmy Kimmel Live Dapat 6,3 Juta Penonton

    JAKARTA – Acara Jimmy Kimmel Live mendapat respons besar dari penonton terlepas dari kontroversinya selama sepekan. Pada episode terbaru yang tayang di hari Selasa, 23 September, acara ini ditonton 6,3 juta dan menjadi episode yang paling banyak ditonton.

    Penayangan episode terbarunya juga meningkat sebesar 343% dari musim sebelumnya yaitu sebanyak 1,4 juta views.

    Meski begitu, peningkatan jumlah penonton ini berlangsung di tengah perusahaan Nextsar yang tidak menayangkan acara ini di 23 negara.

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons perhentian penayangan Jimmy Kimmel Live dengan mengatakan, “Acaranya tidak punya rating”

    Jimmy Kimmel merespons dengan “Malam ini, aku punya (rating)” Ia juga melanjutkan, “Kalian hampir merasa bersalah untuk (Trump). Dia mencoba membuat aku dicancel, tapi dia memaksa jutaan orang menonton acaranya. Dia mungkin harus merilis data Epstein untuk menghalangi kami dari acara ini.”

    Ia juga menambahkan bahwa ia berterima kasih atas dukungan yang audiens tunjukan selama sepekan ini terutama mengenai pendapatnya.

    “Terlebih lagi, saya ingin berterima kasih kepada mereka yang tidak menonton acara dan apa yang saya percaya, tapi mendukung hak saya untuk membagikan pendapat itu,” kata Jimmy Kimmel.

    “Walau saya tidak setuju dengan banyak orang dalam beberapa subyek, beberapa hal yang mereka katakan membuat saya ingin muntah, tapi itu butuh keberanian bagi mereka untuk berbicara mengenai hal ini dan mereka layak mendapat kredit,” lanjutnya.

    Menyoal komentarnya soal pembunuhan Charlie Kirk, Kimmel merasa pernyataannya hari itu bukan merendahkan Kirk atau keluarganya.

    “Tidak pernah maksud saya untuk merendahkan pembunuhan pria muda itu. Saya pikir tidak ada yang lucu soal itu. Saya membagikan pesan di Instagram ketika dia dibunuh, mengirim doa untuk keluarganya, dan saya benar-benar melakukan itu,” kata Jimmy Kimmel.

  • Pesawat Tanpa Awak Bermunculan di Langit, NATO Tegas Ancam Begini

    Pesawat Tanpa Awak Bermunculan di Langit, NATO Tegas Ancam Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sekjen NATO Mark Rutte menyatakan, setiap negara anggota NATO dapat membidik jatuh pesawat-pesawat tanpa awak alias drone maupun pesawat Rusia yang memasuki wilayahnya.

    Hal itu disampaikannya merespons laporan negara-negara NATO terkait pelanggaran wilayah udara oleh pesawat-pesawat tanpa awak dalam beberapa waktu terakhir.

    Terbaru, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/9/2025), Denmark harus menutup 2 bandaranya selama berjam-jam setelah drone dikonfirmasi terlihat di dekat sejumlah bandara dan di atas pangkalan udara Skrydstrup, markas jet tempur F-16 dan F-35 Denmark, serta fasilitas militer di Holstebro. Semua drone tersebut berada di wilayah Jutlandia barat.

    Sebelumnya, Polandia dilaporkan menembak jatuh pesawat tanpa awak milik Rusia yang melanggar masuk wilayah udaranya pada 10 September 2025.

    Sementara Denmark menyatakan memilih tidak menembak pesawat-pesawat tersebut dengan alasan keselamatan, meski telah memicu gangguan di lalu lintas udaranya.

    Mark Rutte mengatakan, tindakan menembak jatuh pesawat yang melanggar wilayah udara negara-negara NATO dapat dilakukan, jika diperlukan.

    “Jika memang diperlukan. Jadi, saya sepenuhnya setuju dengan Presiden Trump, jika memang diperlukan,” kata Mark Rutte, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/9/2025).

    Negara-negara NATO, lanjut Mark Rutte, telah dilatih menilai ancaman sejenis dan dapat menentukan apakah mereka akan mengawal pesawat Rusia keluar dari wilayah sekutu, atua langsung mengambil tindakan lebih lanjut.

    Sebelumnya, saat ditanya apakah negara-negara NATO harus menembak jatuh pesawat Rusia yang melanggar wilayah udara mereka, Presiden AS Donald Trump menjawab tegas, setuju untuk menembak jatuh pesawat Rusia.

    “Ya, saya setuju,” jawab Trump, dikutip dari RT.

    Peringatan Zelensky

    Sebelumnya, saat berpidato Sidang Umum PBB ke-80 di New York, Rabu (24/9/2025) waktu setempat, Zelensky menyinggung “pertemanan yang kuat yang benar-benar bersedia membantu dan membela”.

    Kata Zelensky, hukum internasional akan berlaku jika memiliki teman yang kuat dan akan berfungsi dengan senjata. Dilansir Reuters, pernyataan pembuka Zelensky ini sinyal permohonannya agar ada lebih banyak bantuan militer.

    Tak hanya itu, Zelensky menyebut, situasi akan semakin memburuk. Menyusul adanya ancaman perang drone atau pesawat tanpa awak yang bisa melanda negara-negara di dunia.

    Di sisi lain, dia mempertanyakan posisi institusi internasional, seperti PBB dan NATO, yang menurutnya justru bergerak lambat.

    Dia mencontohkan bagaimana pesawat tanpa awak Rusia bisa melanggar wilayah udara Polandia. “..dan hanya empat yang berhasil dihentikan,” cetusnya, dikutip dari Reuters, Rabu (24/9/2025).

    (dce/dce)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Elon Musk Ditendang, 2 Miliarder Makin Kencang Menjilat Donald Trump

    Elon Musk Ditendang, 2 Miliarder Makin Kencang Menjilat Donald Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – Keretakan hubungan Presiden AS Donald Trump dengan miliarder Elon Musk ternyata membuka peluang bagi ‘orang terkaya’ lain. Menurut laporan Financial Times, CEO Meta Mark Zuckerberg dan CEO OpenAI Sam Altman berupaya mendekatkan diri ke Trump.

    Laporan Financial Times ini berbasis informasi dari sumber dalam pemerintahan AS dan perusahaan terkait. Namun, banyak pihak di pemerintahan Trump yang skeptis dengan Zuckerberg dan Altman, sebab keduanya merupakan mantan pendonor Demokrat.

    Seperti diketahui, hubungan Musk dan Trump renggang gara-gara penetapan ‘One Big Beautiful Bill’ yang memangkas insentif pajak untuk mobil listrik. Musk yang merupakan CEO raksasa mobil listrik Tesla terang-terangan mengkritik aturan tersebut.

    Keduanya terlibat adu mulut terbuka secara online. Sejak Mei 2025, Musk juga resmi mengundurkan diri dari posisinya di pemerintahan Trump sebagai kepala Lembaga Efisiensi Pemerintah (DOGE).

    Sejak saat itu, Musk dan Trump tak pernah tampil bersama di hadapan publik, kecuali saat keduanya menghadiri upacara peringatan (memorial service) untuk Charlie Kirk yang tewas ditembak pada 10 September 2025.

    Kebersamaan Musk dan Trump disorot dan menunjukkan hubungan yang melunak. Namun, tetap saja Musk dan Trump tidak sedekat dulu.

    Sementara itu, Zuckerberg dan Altman tampak sering mengunjungi Gedung Putih pada tahun ini. Keduanya juga selalu memuji pemerintahan Trump dalam berbagai kesempatan.

    “Di ranah privat, mereka [Zuckerberg dan Altman] mencari dukungan Gedung Putih untuk memperluas peluang komersil dan menghindari tekanan dalam membangun kerajaan AI,” tulis Financial Times dalam laporannya, dikutip Kamis (25/9/2025).

    Sejauh ini, Financial Times melaporkan bahwa kepentingan Zuckerberg dan Altman sejalan dengan Trump. Zuckerberg telah berkomitmen untuk menginvestasikan setidaknya US$600 miliar ke AS hingga 2028.

    Hal ini memungkinkan Trump untuk memamerkan kesuksesan pemerintahannya dalam menggerakkan korporasi besar AS melawan China. Meta dan OpenAI juga sudah mencabut pembatasan penggunaan teknologi AI mereka untuk kebutuhan militer.

    Kedekatan Trump dengan bos-bos raksasa teknologi AS, termasuk Zuckerberg dan Altman, ditunjukkan dengan jamuan makan malam spesial di Gedung Putih. Selain Zuckerberg dan Altman, turut hadir CEO Apple Tim Cook, CEO Microsoft Satya Nadella, pendiri Microsoft Bill Gates, Co-CEO Oracle Safra Catz, dan Co-Founder Google Sergey Brin.

    Upaya Zuckerberg dan Altman untuk mendekati Trump terbukti membawa berkah. Pemerintah AS berkomitmen untuk mengakselerasi izin untuk pembangunan data center super mahal dan ‘haus’ energi yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi AI.

    Meta dan OpenAI juga masuk dalam daftar yang penyuplai AI untuk pemerintah AS yang sudah disetujui.

    Perubahan Dinamika Bos-bos Raksasa Teknologi dan Trump

    Menarik untuk melihat perubahan dinamika antara Altman-Trump dan Zuckerberg Trump.

    Pada 2016 lalu, Altman pernah menuliskan bahwa kemenangan Trump dalam Pemilu terasa seperti “hal terburuk yang terjadi di hidup saya”. Namun, baru-baru ini Altman justru dekat di ‘ketek’ Trump. Ia mengunjungi Arab dan Inggris bersama Trump dan jejeran pejabat negara.

    Saat Trump baru dilantik pada Januari lalu, Altman berdiri bersama sang Presiden baru, pendiri Oracle Larry Ellison, dan CEO SoftBank Masayoshi Son, untuk mengumumkan proyek data center raksasa ‘Stargate’ senilai US$500 miliar.

    Sama seperti Altman, hubungan Zuckerberg dan Trump juga dulunya tak harmonis. Bahkan, Trump sempat berencana memenjarakan Zuckerberg jika pencipta Facebook itu menghalangi upayanya memenangkan Pilpres.

    Namun, kini Zuckerberg juga tunduk pada keinginan Trump. Ia mengubah beberapa kebijakan perusahaan, salah satunya mencaput sistem pengecekan fakta eksternal di platform Meta.

    Trump juga membantu Zuckerberg melawan legislator Uni Eropa yang menargetkan raksasa teknologi melalui ‘Digital Markets Act’ (DMA) dan pemungutan pajak digital.

    Trump tak segan-segan menuliskan di media sosial bahwa pajak digital, aturan layanan digital, dan regulasi pasar digital (yang digaungkan Uni Eropa), dirancang untuk mendiskriminasi teknologi AS.

    Bahaya Jangka Panjang

    Namun, simbiosis mutualisme yang terjalin antara bos-bos raksasa teknologi dengan Trump dinilai sebagian orang sebagai taktik yang berbahaya untuk jangka panjang.

    “Meta akan dihukum saat meja politik berbalik arah,” kata negosiator Brussels, dikutip dari Financial Times.

    “Komisi Eropa memiliki memori institusional yang panjang,” ia menambahkan.

    Nyatanya, saat ini saja kedekatan Meta dengan Gedung Putih tak mampu menyelamatkan perusahaan dari rentetan kasus yang menimpa perusahaan di AS. Misalnya, kasus anti-monopoli yang sedang berkembang, penyelidikan dari FTC, serta pengujian oleh Senator Republik Josh Hawley terkait chatbot berbasis AI.

    Selain itu, masih ada keraguan terkait sikap politik Zuckerberg dan Altman di masa depan saat dinamika berubah pasca midterm tahun depan.

    “Saya rasa mereka tak punya ideologi yang pasti,” kata seseorang yang dekat dengan pemerintahan Trump kepada Financial Times.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Serahkan Pangkalan Bagram atau Hal Buruk Terjadi!

    Serahkan Pangkalan Bagram atau Hal Buruk Terjadi!

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Taliban untuk menyerahkan Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan yang pernah menjadi basis pasukan militer AS. Trump bahkan mengancam bahwa hal-hal buruk akan terjadi, jika penguasa Taliban tidak menyerahkannya.

    Namun, seorang pejabat senior Taliban menolak tuntutan Trump tersebut, dengan menegaskan bahwa fasilitas itu merupakan bagian tak terpisahkan dari Afghanistan.

    Berbicara kepada Al Arabiya English dalam sebuah wawancara eksklusif, juru bicara utama pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan: “Bagram adalah bagian dari wilayah Afghanistan. Tidak ada bedanya dengan wilayah Afghanistan lainnya. Kami tidak akan pernah setuju untuk menyerahkan atau menyerahkan bagian mana pun dari negara kami.”

    Dilansir Al Arabiya English, Kamis (25/9/2025), ia menambahkan bahwa “Warga Afghanistan sangat sensitif terhadap pendudukan, dan tidak ada warga Afghanistan yang akan membiarkan tanah mereka diambil atau dikuasai oleh pihak luar – bahkan sejengkal pun.”

    Bagram, yang terletak di utara Kabul, ibu kota Afghanistan, adalah instalasi militer AS terbesar di Afghanistan dan pusat perang dua dekade melawan Taliban. Pasukan AS meninggalkannya pada Juli 2021, beberapa minggu sebelum Taliban kembali berkuasa.

    Trump pada hari Sabtu lalu mengancam akan memberikan hukuman jika pangkalan tersebut tidak diserahkan.

    “Jika Afghanistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada mereka yang membangunnya, Amerika Serikat, HAL-HAL BURUK AKAN TERJADI!!!” tulis Trump di media sosial miliknya, Truth Social.

    Menanggapi ancaman Trump itu, Mujahid mengatakan kepada Al Arabiya English: “Selama dua puluh tahun di bawah pendudukan AS, Afghanistan mengalami ‘hal-hal buruk’ – bukan hanya sehari, tetapi terus menerus selama dua dekade. Amerika tidak boleh lupa bahwa tindakan buruk memicu reaksi buruk. Pada akhirnya, mereka terpaksa menarik pasukan mereka dari Afghanistan.”

    “Afghanistan bukanlah negara yang dapat diduduki atau ditaklukkan. Mereka harus terlibat dengan rakyat Afghanistan secara politis, diplomatis, dan rasional,” imbuh Mujahid.

    Juru bicara Taliban tersebut mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan para pejabat AS, tetapi menekankan bahwa mereka berfokus pada pertukaran tahanan, hubungan diplomatik, dan investasi ekonomi — bukan Bagram, yang ia sebut sebagai sesuatu yang tidak dapat dinegosiasikan.

    Lihat juga Video: Bom Bunuh diri di Ponpes Pakistan, 6 Orang Tewas Termasuk Ulama Taliban

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)