Tag: Donald Trump

  • Pernyataan Mengejutkan Presiden Iran

    Pernyataan Mengejutkan Presiden Iran

    Jakarta

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuat pernyataan mengejutkan soal kondisi negaranya yang disebut dalam kondisi perang. Tak tanggung-tanggung, Masoud menyatakan negaranya sedang berada dalam perang total melawan Amerika Serikat (AS), Israel dan Eropa.

    Dilansir AP News, Minggu (8/12/2025), pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menjelang pertemuan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan bakal digelar pada Senin (29/12). Pezeshkian menuduh negara-negara tersebut terus berupaya membuat Iran tidak stabil.

    Dalam situs Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Masoud menyebut perang saat ini lebih buruk dibandingkan perang Iran dengan Irak pada 1980-an.

    “Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa, mereka tidak menginginkan negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian.

    Masoud menilai perang yang dilancarkan Barat melawan Iran ‘lebih rumit dan sulit’. Dia membandingkannya dengan perang Iran-Irak pada 1980-an yang menewaskan lebih dari 1 juta orang di kedua pihak.

    Pernyataan tersebut disampaikan dua hari sebelum rencana pertemuan antara Trump dan Netanyahu dalam kunjungan Netanyahu ke AS. Iran diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan tersebut.

    Serangan Israel dan negeri Paman Sam terhadap Iran yang terjadi selama perang udara selama 12 hari pada Juni lalu menewaskan hampir 1.100 warga Iran, termasuk para komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Sebagai balasan, rentetan serangan rudal Iran menewaskan 28 orang di Israel.

    Apakah Iran Akan Dibahas Trump dan Netanyahu?

    Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Donald Trump di Florida pada Senin (29/12). Kunjungan itu salah satunya membahas langkah selanjutnya dari rencana gencatan senjata Gaza yang rapuh.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12), pertemuan ini akan menjadi kunjungan kelima Netanyahu dengan sekutu utamanya, Trump, di Amerika Serikat tahun ini. Perjalanannya dilakukan ketika pemerintahan Trump dan mediator regional mendorong untuk melanjutkan ke tahap kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

    Seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu akan berangkat ke AS pada 28 Desember dan bertemu dengan Trump sehari kemudian di Florida, tanpa memberikan lokasi spesifik.

    Pada pertengahan Desember, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Netanyahu kemungkinan akan mengunjunginya di Florida selama liburan Natal. “Dia ingin bertemu saya. Kami belum mengaturnya secara resmi, tetapi dia ingin bertemu saya,” kata Trump sebelum berangkat ke resor Mar-a-Lago, miliknya.

    Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Rabu (24/12), bahwa berbagai isu regional diperkirakan akan dibahas, termasuk Iran, pembicaraan tentang perjanjian keamanan Israel-Suriah, gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon, dan tahap selanjutnya dari kesepakatan Gaza.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/fas)

  • Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

    Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

    Jakarta

    Pengakuan Israel atas wilayah Somaliland menuai reaksi dari sejumlah negara. Lewat pernyataan bersama, lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut.

    Israel sebelumnya secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama dalam sejarahnya.

    Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu mendorong pengakuan internasional. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas sejak menjabat tahun lalu.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut.

    “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata kantor PM Israel.

    “Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham,” tambahnya, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.

    Abdullahi menyambut langkah ini. Abdullah menyatakan ini sebagai awal kemitraan strategis.

    “Ini momen bersejarah… kami menyambut pengakuan Perdana Menteri Israel terhadap Republik Somaliland dan menegaskan kesiapan Somaliland bergabung dengan Abraham Accords,” tulis Abdullahi di X.

    AS Ogah Ikuti Israel

    Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya tak akan mengakui kedaulatan Somaliland.

    Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan New York Post yang diterbitkan hari Jumat (26/12) waktu setempat, setelah Perdana Menteri Israel dan sekutu utama Trump, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland.

    “Tidak,” kata presiden ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland. Dia menambahkan: “Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” tanya Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

    Negara di Afrika-Timteng Menolak

    Sementara itu, sejumlah negara menolak pengakuan Israel atas wilayah Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia sebagai negara merdeka. Sejumlah negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut.

    “Mengingat dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut terhadap perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, dan dampaknya yang serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara keseluruhan,” demikian pernyataan bersama lebih dari 20 negara Timur Tengah, Afrika, dan negara OKI, dilansir AFP, Minggu (28/12/2025).

    Pernyataan bersama tersebut juga mencatat ‘penolakan penuh terhadap potensi keterkaitan antara tindakan tersebut dan upaya apa pun untuk secara paksa mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka.

    Somaliland, terletak di Teluk Aden di seberang Yaman dan di sebelah Djibouti yang kecil, yang menjadi tempat pangkalan militer bagi AS, Tiongkok, Prancis, dan beberapa negara lainnya.

    Tidak diketahui mengapa Israel membuat deklarasi tersebut pada hari Jumat atau apakah negara itu mengharapkan sesuatu sebagai imbalan.

    Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991 selama konflik yang terus membuat negara Afrika Timur itu rapuh. Meskipun memiliki pemerintahan dan mata uang sendiri, Somaliland belum pernah diakui oleh negara mana pun hingga hari Jumat.

    Sebelumnya, pada awal tahun ini, pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Associated Press bahwa Israel mendekati Somaliland untuk menerima warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari rencana Presiden AS Donald Trump, saat itu untuk memukimkan kembali penduduk wilayah tersebut. Namun, Amerika Serikat sejak itu telah meninggalkan rencana tersebut.

    Departemen Luar Negeri AS pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka terus mengakui integritas teritorial Somalia, “yang mencakup wilayah Somaliland.”

    Halaman 2 dari 2

    (knv/fas)

  • Umar Hasibuan Singgung Presiden Prabowo soal Kebocoran Anggaran

    Umar Hasibuan Singgung Presiden Prabowo soal Kebocoran Anggaran

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan menyorot tajam pernyataan dari Presiden Prabowo Subianto yang membahas soal anggaran.

    Presiden Prabowo menyebut adanya kebocoran anggaran negara yang disebutnya sebagai ulang asing.
    Ini yang kemudian disorot tajam oleh Umar Hasibuan lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya.

    “Serius prabowo ngomong ini ges?,” tulisnya dikutip Minggu (28/12/2025)

    “Hancur deh,” tuturnya.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya kekuatan asing ketika membahas praktik kebocoran anggaran negara yang kerap terjadi di tubuh pemerintahan.

    Prabowo sendiri tak ambil pusing jika ditertawakan gegara membicarakan kekuatan asing.

    “Ini yang dikehendaki oleh beberapa kekuatan, kalau saya bicara kekuatan asing saya diketawain, saya tidak peduli. Saya dipilih, saya dilantik saya akan mati untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo .

    “Bagi saya mati untuk rakyat kehormatan bagi saya,” paparnya.

    Sorotan sama disampaikan Okky Madasari. Dia mengunggah video yang terkait asing ini.

    Menurutnya pengulangan kata asing dari Presiden Prabowo dikeluarkan untuk dua alasan.

    Alasan yang dimaksud untuk menghindari kritik terhadap kinerja dan kritik terkait kebijakan.

    “Pak Prabowo selalu mengulang kata asing, didanai asing untuk mengcounter kritik terhadap kinerja untuk mengcounter kritik kebijakan,” kata Okky Madasari.

    Ia mwnyebut Indonesia dalam hal ini sang Presiden sendiri yang justru coba mendekatkan diri ke asing.

    Salah satu kejadian yang disinggung Okky saat Prabowo meminta langsung ke Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk bertemu dengan anaknya.

  • Tak Luput dari Tarif Impor AS 19%, Industri Tekstil Minta Pemerintah Benahi Regulasi

    Tak Luput dari Tarif Impor AS 19%, Industri Tekstil Minta Pemerintah Benahi Regulasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Industri tekstil bakal fokus mendorong pemerintah untuk membenahi regulasi di dalam negeri sejalan dengan pengenaan bea masuk impor 19% oleh Amerika Serikat (AS). Pengenaan tarif resiprokal ini tidak terelakkan lantaran produk tekstil tetap tidak mendapatkan pengecualian. 

    Ketua Umum Asosiasi Garment and Textile Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto menyatakan bahwa ke depan, pengusaha tekstil lebih fokus untuk mendorong pembenahan regulasi domestik agar pelaku usaha bisa lebih berdaya saing di tengah gempuran tarif AS. 

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor untuk produk yang dikirim dari negara-negara mitra daganganya, dengan Indonesia diganjar tarif 19%, lebih rendah dari sebelumnya yakni 32%. 

    Akan tetapi, melalui executive orders (EO) yang ditetapkan Trump, ada berbagai produk dan komoditas asli negara-negara obyek tarif impor yang dikecualikan dari tarif resiprokal. Untuk Indonesia, komoditas hasil tanaman asli seperti kakao hingga sawit (CPO) telah disepakati untuk bebas dari tarif 19%. Namun demikian, produk tekstil yang merupakan salah satu produk andalan ekspor RI ke AS, tidak luput dari bea masuk 19%. 

    “Yang kami harapkan dari pemerintah RI dari sejak April 2025 adalah fokus di pembenahan regulasi dalam negeri sehingga kami lebih bisa berdaya saing. Ini yang sebenarnya kami lebih tunggu agar 2026 benar benar bisa fokus additional market selain pasar ekspor tradisional Indonesia,” terang Anne kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Menurut Anne, tantangan yang dihadapi industri manufaktur di Indonesia saat ini lebih ke pembenahan dalam negeri. Bahkan, menurutnya, hal ini tidak hanya berlaku untuk industri manufaktur saja yang di antaranya mencakup tekstil. 

    “Kalau semua masukan pengusaha bisa dibenahi, saya yakin gempuran atau apapun sifatnya bisa dihadapi, karena daya saing kami meningkat,” ujarnya. 

    Untuk diketahui, pemerintah Indonesia masih akan melalukan perundingan tahap final dengan pemerintah AS terkait dengan tarif resiprokal. Sejauh ini, beberapa komoditas asli Indonesia dikecualikan dari tarif tersebut dan dikenakan bea masuk 0%, salah satunya CPO. 

    Kemenko Perekonomian, yang memimpin proses perundingan dengan pihak AS, menyebut masih akan ada pertemuan dengan pihak United States Trade Representative (USTR) pada awal tahun depan. Dengan demikian, pengenaan tarif 19% secara riil di lapangan belum langsung berlaku pada ekspor awal tahun depan. 

    “Perundingan belum tuntas 100%, ada final round bulan Januari nanti,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Edi enggan memerinci lebih lanjut apa yang akan dibahas pada perundingan tahap terakhir Januari tahun depan. Apabila melihat pada pertemuan sebelumnya di Desember 2025, tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta USTR Jamieson Greer menyepakati pengecualian sawit dari bea masuk 19%. 

    Dengan demikian, sejumlah produk atau komoditas yang asli tumbuh di Indonesia seperti kakao hingga sawit dikenakan bea masuk 0%. Hal ini sebelumnya sudah tertuang dalam instruksi Presiden AS Donald Trump, atau executive orders (EO), yang diterbitkan Gedung Putih beberapa waktu lalu. 

    Sebagai informasi, EO merupakan pernyataan perintah Presiden Trump untuk memberikan pembebasan tarif atas daftar komoditas impor tertentu yang diberikan kepada suatu negara. 

    Terdapat beberapa komoditas yang sebelumnya belum masuk EO, namun harus didahului dengan pertemuan bilateral antara AS dan negara mitra apabila ingin mendapatkan pembebasan tarif. 

    Pada Jumat (26/12/2025), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun menegaskan bhawa produk tekstil yang notabenenya adalah andalan ekspor RI ke AS akan tetap dikenai tarif 19%. Sebab, tekstil tidak masuk dalam komoditas asli yang ditanam di Indonesia. 

    “Tekstil kan bukan dari akar. Jadi semua yang sumber daya alam berbasis tropical [bebas tarif 19%]. Kalau produk manufaktur kan bukan sumber daya alam,” ujarnya kepada wartawan di Mal Pondok Indah, Jakarta. 

  • Negosiasi Tarif RI-AS Belum Deal 100%, Tahap Final Dijadwalkan Januari 2026

    Negosiasi Tarif RI-AS Belum Deal 100%, Tahap Final Dijadwalkan Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia masih akan melakukan perundingan tahap final (final round) dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait dengan tarif resiprokal. 

    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump telah menyepakati pengenaan tarif impor 19% untuk sebagian besar produk ekspor RI ke Negara Paman Sam itu. 

    Sejalan dengan berlangsungnya proses negosiasi, beberapa komoditas asli Indonesia dikecualikan dari tarif tersebut dan dikenakan bea masuk 0%, salah satunya sawit atau CPO. 

    Kemenko Perekonomian, yang memimpin proses perundingan dengan pihak AS, menyebut masih akan ada pertemuan dengan pihak United States Trade Representative (USTR) pada awal tahun depan. Dengan demikian, pengenaan tarif 19% secara riil di lapangan belum langsung berlaku pada ekspor awal tahun depan. 

    “Perundingan belum tuntas 100%, ada final round bulan Januari nanti,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Edi enggan memerinci lebih lanjut apa yang akan dibahas pada perundingan tahap terakhir Januari tahun depan. Apabila melihat pada pertemuan sebelumnya di Desember 2025, tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta USTR Jamieson Greer menyepakati pengecualian sawit dari bea masuk 19%. 

    Dengan demikian, sejumlah produk atau komoditas yang asli tumbuh di Indonesia, seperti kakao hingga sawit, dikenakan bea masuk 0%. Hal ini sebelumnya sudah tertuang dalam instruksi Presiden AS Donald Trump atau executive orders (EO), yang diterbitkan Gedung Putih beberapa waktu lalu. 

    Sebagai informasi, EO merupakan pernyataan perintah Presiden Trump untuk memberikan pembebasan tarif atas daftar komoditas impor tertentu yang diberikan kepada suatu negara. 

    Adapun terdapat beberapa komoditas yang sebelumnya belum masuk EO, tetapi harus didahului dengan pertemuan bilateral antara AS dan negara mitra apabila ingin mendapatkan pembebasan tarif. 

    “Misalnya, kelapa sawit awalnya ada dalam EO tersebut dengan tarif 0%, lalu dihapus dari daftar dan hanya diberikan ke negara yang telah tanda tangan perjanjian bilateral. Artinya, jika Indonesia telah sepakati perjanjian, maka kelapa sawit akan diberikan tarif 0%,” papar Edi. 

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengenakan Indonesia tarif impor 32%. Namun, pada Juli 2025, Presiden Trump dan Presiden Prabowo menyepakati besaran tarif diturunkan menjadi 19%. 

  • Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

    Sejumlah Negara Afrika-Timur Tengah Tolak Pengakuan Israel Atas Somaliland

    Jakarta

    Sejumlah negara menolak pengakuan Israel atas wilayah Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia sebagai negara merdeka. Terbaru, lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut.

    “Mengingat dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut terhadap perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, dan dampaknya yang serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara keseluruhan,” demikian pernyataan bersama lebih dari 20 negara Timur Tengah, Afrika, dan negara OKI, dilansir AFP, Minggu (28/12/2025).

    Pernyataan bersama tersebut juga mencatat ‘penolakan penuh terhadap potensi keterkaitan antara tindakan tersebut dan upaya apa pun untuk secara paksa mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka;.

    Dalam pernyataan terpisah, Suriah juga menolak pengakuan Israel.

    Somaliland, terletak di Teluk Aden di seberang Yaman dan di sebelah Djibouti yang kecil, yang menjadi tempat pangkalan militer bagi AS, Tiongkok, Prancis, dan beberapa negara lainnya.

    Tidak diketahui mengapa Israel membuat deklarasi tersebut pada hari Jumat atau apakah negara itu mengharapkan sesuatu sebagai imbalan.

    Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991 selama konflik yang terus membuat negara Afrika Timur itu rapuh. Meskipun memiliki pemerintahan dan mata uang sendiri, Somaliland belum pernah diakui oleh negara mana pun hingga hari Jumat.

    Sebelumnya, pada awal tahun ini, pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Associated Press bahwa Israel mendekati Somaliland untuk menerima warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari rencana Presiden AS Donald Trump, saat itu untuk memukimkan kembali penduduk wilayah tersebut. Namun, Amerika Serikat sejak itu telah meninggalkan rencana tersebut.

    Departemen Luar Negeri AS pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka terus mengakui integritas teritorial Somalia, “yang mencakup wilayah Somaliland.”

    AS Ogah Ikuti Israel

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya tak akan mengakui kedaulatan Somaliland.

    Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan New York Post yang diterbitkan hari Jumat (26/12) waktu setempat, setelah Perdana Menteri Israel dan sekutu utama Trump, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland.

    “Tidak,” kata presiden ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland. Dia menambahkan: “Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” tanya Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

    Israel Resmi Akui Somaliland

    Israel secara resmi telah mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama dalam sejarahnya.

    Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu mendorong pengakuan internasional. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas sejak menjabat tahun lalu.

    Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut.

    “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata kantor Netanyahu.

    “Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham,” tambahnya, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.

    Abdullahi menyambut langkah ini. Dia menyebutnya sebagai awal kemitraan strategis.

    Halaman 2 dari 2

    (yld/knv)

  • Harga Emas Makin Perkasa, Ketegangan AS dengan Sejumlah Negara jadi Pemicu

    Harga Emas Makin Perkasa, Ketegangan AS dengan Sejumlah Negara jadi Pemicu

    Liputan6.com, Jakarta – Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilaimemanasnya situasi perpolitikan di Amerika Latin, antara Amerika Serikat dan Venezuela, dan Amerika Serikat (AS) dengan Nigeria, yaitu di Afrika berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi serta mendorong kenaikan harga emas dunia.

    Amerika Serikat dilaporkan melakukan operasi militer terhadap kelompok militan yang menguasai wilayah produksi minyak di Nigeria. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran pengusaha minyak Amerika yang merasa dirugikan akibat terganggunya aktivitas produksi dan distribusi minyak mentah.

    “Di mana pasukan Amerika melakukan penyerangan terhadap militan, militan Nigeria yang menguasai sebagian minyak mentah di Nigeria, dan kita harus tahu bahwa Presiden Donald Trump di media dia mengatakan bahwa Amerika akan melakukan serangan terhadap target militan di Nigeria,” kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Minggu (28/12/2025).

    Nigeria sendiri merupakan salah satu produsen minyak utama dunia dan anggota OPEC, dengan produksi sekitar 1,3 juta barel per hari. Gangguan di negara tersebut berpotensi mengerek harga minyak global dan mendorong inflasi, yang pada akhirnya meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

    “Sehingga Amerika melakukan penyerangan terhadap militan-militan yang kemungkinan besar akan membuat produksi minyak di Nigeria akan terhambat. Kita harus tahu bahwa Nigeria adalah salah satu negara anggota OPEC yang memproduksi diperkirakan 1,3 juta barel perhari. Itu yang pertama,” kata Ibrahim.

  • Zelensky Bakal Bertemu Trump Bahas Proposal Akhiri Konflik dengan Rusia

    Zelensky Bakal Bertemu Trump Bahas Proposal Akhiri Konflik dengan Rusia

    Jakarta

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan itu dalam rangka mendapatkan persetujuan presiden AS mengenai proposal baru untuk mengakhiri konflik yang hampir empat tahun berlangsung dengan Rusia.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12/2025), terdapat rencana 20 poin, yang muncul dari negosiasi intensif AS-Ukraina selama beberapa minggu. Namun draft rencana 20 poin itu belum mendapat persetujuan Moskow.

    Zelensky dan Trump akan melakukan pertemuan tatap muka di kediaman mewah Trump di Mar-a-Lago, Florida pada Minggu. Pertemuan tersebut dilakukan usai Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran di Kyiv.

    Pertemuan itu akan menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka sejak Oktober, ketika presiden AS menolak permintaan Zelensky untuk rudal Tomahawk jarak jauh.

    Selama singgah di Kanada, Zelensky mengatakan dia berharap pembicaraan tersebut akan sangat konstruktif. Zelensky mengatakan pemimpin Rusia Vladimir Putin telah menunjukkan niatnya dengan serangan terbaru di ibu kota Ukraina.

    “Serangan ini sekali lagi merupakan jawaban Rusia atas upaya perdamaian kita. Dan ini benar-benar menunjukkan bahwa Putin tidak menginginkan perdamaian,” katanya.

    Negara Eropa Janji Dukung Ukraina

    Saat berada di Kanada, Zelensky sempat mengadakan konferensi telepon dengan para pemimpin Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz, mengatakan pihaknya berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk upaya perdamaian.

    Rusia menuduh Ukraina dan para pendukungnya di Eropa mencoba untuk “menggagalkan” rencana sebelumnya yang ditengahi AS untuk menghentikan pertempuran.

    Para pemimpin Uni Eropa, Ursula von der Leyen dan Antonio Costa, yang berpartisipasi dalam konferensi telepon tersebut, mengatakan dukungan Uni Eropa untuk Ukraina tidak akan pernah goyah dan berjanji untuk terus menekan Kremlin agar mencapai kesepakatan.

    Trump sejauh ini belum memberikan komitmen terhadap proposal perdamaian baru tersebut.

    Zelensky “tidak memiliki apa pun sampai saya menyetujuinya,” kata presiden dalam sebuah wawancara dengan Politico pada hari Jumat.

    “Jadi kita akan lihat apa yang dia miliki,” lanjutnya.

    Pembicaraan tersebut akan membahas rencana yang akan menghentikan perang di sepanjang garis depan saat ini. Selain itu pembahasan itu dapat memungkinkan mengharuskan Ukraina untuk menarik pasukan dari timur, memungkinkan pembentukan zona penyangga demiliterisasi.

    Dengan demikian, rencana tersebut berisi pengakuan paling eksplisit Kyiv hingga saat ini tentang kemungkinan konsesi teritorial.

    Halaman 2 dari 2

    (yld/gbr)

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 28 Desember 2025, Termurah Segini Nilainya

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini 28 Desember 2025, Termurah Segini Nilainya

    Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dan platinum mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Jumat, 26 Desember 2025. Kenaikan logam mulia emas dan platinum seiring harapan pemangkasan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) dan ketegangan geopolitik yang memicu permintaan aset safe haven. Lalu bagaimana dengan harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada akhir pekan ini?

    Mengutip CNBC, Minggu (28/12/2025), harga emas di pasar spot naik 1,1% menjadi USD 4.529,8 per ounce setelah mencapai rekor USD 4.533,14. Harga kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari menguat 1,3% menjadi USD 4.559.

    “Harapan pelonggaran kebijakan the Fed lebih lanjut pada 2026, dolar AS yang melemah dan meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong volatilitas di pasar yang tipis. Meskipun ada beberapa risiko ambil untung sebelum akhir tahun, trennya tetap kuat,” ujar Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals.

    Di sisi lain, pasar mengantisipasi dua kali pemotongan suku bunga pada 2026. Pertama, kemungkinan sekitar pertengahan tahun di tengah spekulasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat menunjuk ketua the Federal Reserve (the Fed) yang cenderung lunak, memperkuat harapan untuk sikap moneter yang lebih akomodatif.

    Indeks dolar AS yang berada di jalur penurunan mingguan, meningkatkan daya tarik emas yang dihargai dolar AS bagi pembeli luar negeri.

    Di geopolitik, Presiden AS Donald Trump menuturkan, AS melakukan serangan udara terhadap militant ISIS di barat laut Nigeri.

    “Untuk emas, target selanjutnya adalah USD 4.686,81 dengan kemungkinan mencapai USD 5.000 pada paruh pertama tahun depan,” Grant menambahkan.

    Emas tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan tahunan terkuat sejak 1979, didukung oleh pelonggaran kebijakan Fed, pembelian bank sentral, arus masuk ETF, dan tren de-dolarisasi yang berkelanjutan.

     

  • Kami dalam Perang Total Lawan AS, Israel dan Eropa

    Kami dalam Perang Total Lawan AS, Israel dan Eropa

    Jakarta

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya sedang berada dalam perang total atau skala penuh melawan Amerika Serikat (AS), Israel dan Eropa. Pezeshkian menuduh negara-negara tersebut terus berupaya membuat Iran tidak stabil.

    Dikutip dari AP News, Minggu (8/12/2025), pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menjelang pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan bakal digelar pada Senin. Dalam situs Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Pezeshkian menyebut perang saat ini lebih buruk dibandingkan perang Iran dengan Irak pada 1980-an.

    “Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa, mereka tidak menginginkan negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian.

    Pezeshkian menyebut perang yang dilancarkan Barat melawan Iran ‘lebih rumit dan sulit’. Dia membandingkannya dengan perang Iran-Irak pada 1980-an yang menewaskan lebih dari 1 juta orang di kedua pihak.

    Pernyataan tersebut disampaikan dua hari sebelum rencana pertemuan antara Trump dan Netanyahu dalam kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat. Iran diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan tersebut.

    Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang terjadi selama perang udara selama 12 hari pada Juni lalu menewaskan hampir 1.100 warga Iran, termasuk para komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Sebagai balasan, rentetan serangan rudal Iran menewaskan 28 orang di Israel.

    (knv/gbr)