Tag: Donald Trump

  • Israel Harus Berhenti Mengebom Gaza

    Israel Harus Berhenti Mengebom Gaza

    Jakarta

    Hamas menyatakan siap membahas proposal damai di Gaza yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Merespons hal itu, Trump meminta Israel berhenti menyerang Gaza agar perdamaian segera tercapai.

    “Berdasarkan pernyataan yang baru saja dikeluarkan Hamas, saya yakin mereka siap untuk perdamaian abadi. Israel harus segera menghentikan pengeboman Gaza, agar kita dapat membebaskan para sandera dengan aman dan cepat!” tulis Trump di akun Truth Social miliknya, seperti dilansir Aljazeera, Sabtu (4/10/2025).

    Trump mengatakan telah berdiskusi tentang detail perdamaian. Trump menyinggung bahwa perdamaian di Timur Tengah telah lama dinantikan.

    “Saat ini, terlalu berbahaya untuk melakukan itu. Kami sudah berdiskusi tentang detail yang akan diselesaikan. Ini bukan hanya tentang Gaza, ini tentang perdamaian yang telah lama dinantikan di Timur Tengah,” katanya.

    Kelompok militan Palestina, Hamas, sebelumnya menyatakan siap mengakhiri perang di Gaza. Hamas mengatakan siap membahas proposal damai yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pembebasan semua sandera hingga penarikan pasukan Israel di Gaza.

    Mereka juga menyatakan setuju untuk menyerahkan pemerintahan Gaza kepada badan independen yang terdiri dari para teknokrat Palestina, “berdasarkan konsensus nasional Palestina dan dukungan Arab dan Islam”.

    “Isu-isu lain yang disebutkan dalam proposal Presiden Trump mengenai masa depan Jalur Gaza dan hak-hak sah rakyat Palestina terkait dengan posisi nasional yang bersatu serta hukum dan resolusi internasional yang relevan,” kata Hamas.

    (lir/lir)

  • Hamas Siap Bahas Rencana Damai Trump di Gaza-Bebaskan Sandera Israel

    Hamas Siap Bahas Rencana Damai Trump di Gaza-Bebaskan Sandera Israel

    Jakarta

    Kelompok militan Palestina, Hamas, menyatakan siap mengakhiri perang di Gaza. Hamas mengatakan siap membahas proposal damai yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pembebasan semua sandera hingga penarikan pasukan Israel di Gaza.

    “Dalam konteks ini, gerakan ini menegaskan kesiapannya untuk segera berunding melalui para mediator guna membahas detail perjanjian ini,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Telegram, seperti dilansir Al Jazeera dan AFP, Sabtu (4/10/2025).

    Mereka juga menyatakan setuju untuk menyerahkan pemerintahan Gaza kepada badan independen yang terdiri dari para teknokrat Palestina, “berdasarkan konsensus nasional Palestina dan dukungan Arab dan Islam”.

    “Isu-isu lain yang disebutkan dalam proposal Presiden Trump mengenai masa depan Jalur Gaza dan hak-hak sah rakyat Palestina terkait dengan posisi nasional yang bersatu serta hukum dan resolusi internasional yang relevan,” kata Hamas.

    Isu-isu tersebut “akan ditangani melalui kerangka kerja nasional Palestina yang komprehensif, di mana Hamas akan berpartisipasi dan berkontribusi secara bertanggung jawab”.

    Hamas menambahkan bahwa pihaknya siap membebaskan sandera Israel.

    (lir/lir)

  • PM Canada Akan Bertemu Trump di Washington Bahas Tarif AS

    PM Canada Akan Bertemu Trump di Washington Bahas Tarif AS

    Ottawa

    Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington Selasa pekan depan. Pertemuan itu akan membahas tarif hingga perang dagang yang menghantam perekonomian Kanada.

    Dilansir AFP, Jumat (3/10/2025), Kanada belum mencapai kesepakatan perdagangan yang luas dengan pemerintahan Trump, tidak seperti mitra dagang utama AS lainnya, termasuk Uni Eropa.

    Sejauh ini, Trump telah mempertahankan pembebasan tarif untuk semua barang yang sesuai dengan pakta yang ada, yakni Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang disepakati selama periode pertama Trump sebagai Presiden AS.

    Kantor Carney menegaskan kembali pada hari Jumat bahwa dipertahankannya kesepakatan tersebut berarti Kanada “memiliki tarif rata-rata terendah dibandingkan mitra dagang Amerika mana pun, dengan 85 persen perdagangan Kanada dengan AS bebas tarif.”

    Namun, tarif global yang diberlakukan untuk sektor-sektor tertentu-terutama yang menargetkan otomotif, baja, dan aluminium-telah menghantam Kanada dengan keras.

    Perundingan revisi USMCA dijadwalkan tahun depan, dan Carney mengatakan timnya berfokus untuk mempertahankan kesepakatan yang baik bagi Kanada, yang juga menguntungkan Amerika Serikat dan Meksiko.

    Kantor Perdama Menteri mengatakan Carney akan terbang ke Washington pada hari Senin menjelang pertemuan dengan Trump pada hari Selasa. Kantor PM Kanada mengatakan pembicaraan akan berfokus “pada prioritas bersama dalam hubungan ekonomi dan keamanan baru antara Kanada dan AS.”

    Ia berhasil berkampanye dengan argumen bahwa pengalamannya yang mendalam dalam manajemen ekonomi global menjadikannya kandidat ideal untuk membela Kanada dari proteksionisme Trump.

    Namun, partai-partai oposisi meningkatkan tekanan atas apa yang mereka sebut kurangnya hasil.

    “Kami telah tertipu habis-habisan tentang negosiator brilian ini,” kata pemimpin Partai Konservatif Pierre Poilievre minggu ini.

    “Di mana dia? Tunjukkan satu kemenangan,” katanya.

    (lir/lir)

  • Trump Ultimatum Hamas Sampai Minggu Sepakati Damai, Ancam Neraka Total

    Trump Ultimatum Hamas Sampai Minggu Sepakati Damai, Ancam Neraka Total

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan Hamas waktu hingga Minggu (5/10) untuk menyetujui 20 poin rencana perdamaian di Gaza, Palestina. Ia mengancam akan memberikan ‘Neraka’ jika Hamas tidak setuju sampai batas waktu tersebut.

    Dilansir AFP, Jumat (3/10/2025), Trump memastikan Hamas akan menerima ‘Neraka total’, jika tidak memberikan jawaban sampai waktu yang ditentukan.

    “Militan Palestina memiliki waktu hingga Minggu Malam pukul 18.00 waktu Washington, D.C,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

    “Jika kesepakatan KESEMPATAN TERAKHIR ini tidak tercapai, NERAKA total, yang belum pernah terjadi sebelumnya, akan melanda Hamas,” lanjutnya.

    Trump memastikan pihaknya akan memburu dan membunuh pasukan Hamas jika kesepakatan tidak juga dijawab. Ia mengaku hanya tinggal memberikan perintah untuk melakukan itu.

    “Sebagian besar pejuang Hamas terkepung dan terperangkan secara milier, hanya menunggu saya memberi perintah, ‘pergi,’ agar nyawa mereka segera dihabisi. Sedangkan sisanya, kami tahu di mana dan siapa Anda, dan Anda akan diburu, dan dibunuh,” kata Trump.

    Dalam unggahannya, Trump juga mengatakan warga Palestina yang tidak bersalah harus mengungsi dari area yang tidak ditentukan untuk mengantisipasi potensi serangan terhadap pasukan Hamas yang tersisa.

    “Saya meminta agar semua warga Palestina yang tidak bersalah segera meninggalkan daerah yang berpotensi menjadi tempat kematian besar di masa depan ini dan menuju wilayah Gaza yang lebih aman. Semua orang akan dirawat dengan baik oleh mereka yang siap membantu. Untungnya bagi Hamas, mereka akan diberi satu kesempatan terakhir!” tutur Trump.

    Seperti diketahui, Trump mengeluarkan 20 poin rencana untuk mengakhiri perang di Gaza. Poin-poin tersebut menguraikan masa depan wilayah Palestina.

    Rencana perdamaian yang disampaikan Trump ini juga menuntut penggulingan Hamas, serta komitmen dari Hamas untuk melucuti senjatanya.

    Selain itu, ada tuntutan reformasi terhadap Otoritas Palestina, dan janji dari Israel untuk tidak melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Qatar, yang telah berusaha berperan sebagai mediator dalam konflik tersebut.

    Dilansir DW, Selasa (30/9/2025), poin lainnya mencakup rencana ekonomi untuk pertumbuhan Gaza, jaminan keamanan untuk Gaza yang dijaga oleh AS dan negara-negara kawasan, kesempatan bagi warga yang telah meninggalkan Gaza untuk kembali, tanpa ada pemaksaan bagi siapa pun yang masih tinggal di sana untuk pergi.

    Gaza nantinya akan dikelola oleh pemerintahan transisi. Mantan anggota Hamas bisa memilih untuk tetap tinggal dan ikut serta dalam rencana baru ini, atau diberi jalan aman untuk pindah ke negara lain yang tidak disebutkan.

    Selain itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus segera menghentikan semua operasinya setelah kesepakatan dan menyerahkan wilayah yang telah direbut. Israel juga harus berjanji tidak akan menduduki atau mencaplok wilayah Gaza. Komisi Penyelidikan di bawah Dewan HAM PBB baru-baru ini menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina.

    Rencana ini juga mencakup jaminan bahwa bantuan dari lembaga internasional bisa masuk ke Gaza tanpa hambatan dari kedua pihak, meskipun tidak disebutkan soal Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung oleh Israel dan AS.

    Lihat Video ‘Menteri Israel Kata-katai Aktivis Flotilla Teroris & Pendukung Pembunuh’:

    Halaman 2 dari 2

    (maa/idn)

  • Cari Kerja Kantoran Susah, Tukang Ledeng Bisa Dapat Gaji Rp 1,6 Miliar

    Cari Kerja Kantoran Susah, Tukang Ledeng Bisa Dapat Gaji Rp 1,6 Miliar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Gen Z tengah dihadapi oleh krisis lapangan kerja di berbagai belahan dunia, seiring masifnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan ketidakpastian ekonomi yang menyebabkan gelombang PHK terus berlanjut.

    Kendati demikian, CEO Nvidia Jensen Huang yang memiliki peran kunci dalam perkembangan AI mengatakan sebenarnya ada ribuan pekerjaan tersedia untuk generasi muda. Hanya saja, peluang pekerjaan itu bukan di depan laptop.

    “Jika Anda adalah tukang listrik, tukang ledeng, atau tukang kayu, akan dibutuhkan ratusan ribu tenaga untuk membangun pabrik,” kata Huang kepada Channel 4 News.

    Huang tercatat memiliki kekayaan US$164 miliar (Rp2.715 triliun) menurut laporan Forbes. Kekayaannya melesat pasca popularitas AI membuat kebutuhan chip AI kian tinggi. Ia menjadi orang terkaya ke-8 di dunia saat ini.

    Menurut Huang, pengembangan AI membutuhkan fasilitas data center raksasa di mana-mana. Untuk itu, dibutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar dalam membangun data center tersebut.

    “Segmen kerajinan terampil di setiap perekonomian akan mengalami lonjakan. Pertumbuhannya harus berlipat ganda, berlipat ganda, dan berlipat ganda setiap tahunnya,” ia menuturkan, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (3/10/2025).

    Pekan lalu, Nvidia baru mengumumkan investasi senilai US$100 miliar ke OpenAI untuk membiayai pengembangan data center berbasis prosesor AI Nvidia. Secara industri, pengeluaran belanja modal untuk data center diproyeksikan mencapai US$7 triliun pada 2030 mendatang, menurut McKinsey.

    Satu fasilitas data center seluas 250.000 kaki persegi digadang-gadang bisa memperkerjakan 1.500 tenaga konstruksi selama pembangunannya. Mayoritas bisa mendapatkan gaji US$100.000 (Rp1,6 miliar), belum termasuk uang lembur.

    Pekerjaan konstruksi ini tidak membutuhkan gelar sarjana. Setelah pembangunan selesai, ada 50 pekerja penuh yang dibutuhkan untuk merawat fasilitas tersebut.

    Masing-masing pekerjaan tersebut memacu 3,5 lapangan pekerjaan lain di perekonomian sekitarnya.

    Seruan Huang untuk lebih banyak teknisi listrik dan tukang ledeng sejalan dengan pandangannya yang lebih luas bahwa gelombang peluang berikutnya terletak pada sisi fisik teknologi, alih-alih software.

    Ketika ditanya awal tahun ini apa yang akan ia pelajari jika berusia 20 tahun lagi, Huang mengakui bahwa ia akan condong ke disiplin ilmu yang berakar pada ilmu fisika.

    “Untuk Jensen muda berusia 20 tahun yang sudah lulus sekarang, ia mungkin akan memilih… lebih banyak ilmu fisika daripada ilmu software,” ujarnya.

    Huang bukan satu-satunya yang memiliki pemikiran ini. Pada awal 2025, CEO BlackRock Larry Fink mengungkapkan kekhawatirannya kepada Gedung Putih soal deportasi pekerja imigran, ditambah kurangnya ketertarikan kaum muda AS di sektor konstruksi data center.

    “Saya bahkan mengatakan kepada tim Presiden Donald Trump bahwa kita akan kehabisan teknisi listrik yang dibutuhkan untuk membangun data center AI,” kata Fink.

    Pada pekan ini, CEO Ford Jim Farley juga mengemukakan kecemasan serupa. Ia menyorot ketimpangan antara ambisi manufaktur Washington dan tenaga kerja di lapangan.

    “Saya rasa niatnya ada, tapi tidak ada yang bisa menggantikan ambisi itu. Bagaimana kita bisa memindahkan semua ini ke tempat lain jika kita tidak punya orang untuk bekerja di sana?” ujar Farley.

    Menurut unggahan Farley di LinkedIn pada Juni 2025, AS sudah kehilangan 600.000 pekerja pabrik dan 500.000 pekerja konstruksi.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Trump Unggah Video Musik AI, Sindir Demokrat soal Anggaran

    Trump Unggah Video Musik AI, Sindir Demokrat soal Anggaran

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bikin heboh. Ia membagikan video musik berbasis kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social yang menampilkan Russell Vought, Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB), sebagai “Malaikat Maut”.

    Melansir Newsweek, Trump mengunggah video musik itu pada Kamis (2/10/2025) waktu setempat. Video ini muncul di tengah kebuntuan anggaran yang membuat pemerintah AS mengalami penutupan sebagian.

    Dalam klip tersebut, Malaikat Maut digambarkan berjalan di Washington D.C., sebelum identitasnya terungkap sebagai Vought. Lagu yang dipakai merupakan versi ulang dari “(Don’t Fear) The Reaper” milik Blue Öyster Cult, dengan lirik baru yang menyebut Vought sebagai pencabut nyawa bagi Partai Demokrat.

    “Russ Vought adalah si pencabut nyawa, ia memegang pena, dana, dan otak. Demokrat, kalian bayi, ini dia si pencabut nyawa,” demikian lirik yang dinyanyikan band beranggotakan versi AI Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan sejumlah kerangka.

    Video itu diproduksi oleh “Dilley 300 Meme Team,” kelompok pembuat konten pro-Trump. Trump sendiri menyebut ia segera bertemu dengan Vought untuk membahas pemangkasan lembaga federal yang dianggap sebagai “penipuan politik” di tengah penutupan pemerintah.

    Trump juga menyebut penutupan pemerintah sebagai “kesempatan” untuk “membersihkan staf yang tidak produktif.” Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa ia mempertimbangkan pemangkasan besar-besaran pegawai federal jika tuntutannya tidak dipenuhi.

    Russell Vought dikenal sebagai salah satu arsitek Proyek 2025, sebuah dokumen setebal 900 halaman yang diterbitkan Heritage Foundation. Rencana konservatif itu mendorong pengurangan birokrasi federal dan promosi nilai keluarga tradisional. Meski begitu, dalam masa kampanye 2024, Trump sempat menjauhkan diri dari proyek itu dengan berkata: “Saya tidak tahu apa-apa tentang Proyek 2025.”

    Hingga kini, baik Partai Demokrat maupun Republik belum mencapai kesepakatan anggaran. Penutupan pemerintah AS diperkirakan akan terus berlanjut dengan risiko ekonomi dan sosial yang makin dalam.

    (tfa/haa)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Hamas Masih Butuh Waktu Pelajari Rencana Damai Trump di Gaza

    Hamas Masih Butuh Waktu Pelajari Rencana Damai Trump di Gaza

    Jakarta

    Seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa kelompok tersebut masih membutuhkan waktu untuk mempelajari rencana perdamaian di Gaza yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Proposal tersebut, yang didukung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyerukan gencatan senjata, pembebasan sandera dalam waktu 72 jam, perlucutan senjata Hamas, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza.

    “Hamas masih melanjutkan konsultasi mengenai rencana Trump… dan telah memberi tahu para mediator bahwa konsultasi tersebut masih berlangsung dan membutuhkan waktu,” kata pejabat Hamas itu tanpa menyebut nama karena tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka mengenai masalah tersebut.

    Sebelumnya, Trump pada hari Selasa lalu memberi Hamas ultimatum “tiga atau empat hari” untuk menerima rencana tersebut, yang telah disambut baik oleh negara-negara kekuatan dunia, termasuk negara-negara Arab dan Muslim.

    Mohammad Nazzal, seorang anggota biro politik Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (3/10) bahwa “rencana tersebut memiliki beberapa poin yang mengkhawatirkan, dan kami akan segera mengumumkan posisi kami terkait hal tersebut.”

    “Kami sedang berkomunikasi dengan para mediator dan pihak-pihak Arab serta Islam, dan kami serius untuk mencapai kesepahaman,” tambahnya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/10/2025).

    Seorang sumber Palestina yang dekat dengan pimpinan Hamas, mengatakan kepada AFP pada hari Rabu lalu, bahwa gerakan Islamis tersebut “ingin mengubah beberapa klausul seperti klausul tentang perlucutan senjata dan pengusiran Hamas dan kader-kader faksi.”

    Para pemimpin Hamas juga menginginkan “jaminan internasional untuk penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza” dan jaminan bahwa tidak akan ada upaya pembunuhan yang dilakukan di dalam maupun di luar wilayah itu, tambah sumber Hamas tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Edan, Elon Musk Sentuh Kekayaan Rp 8.302 Triliun!

    Edan, Elon Musk Sentuh Kekayaan Rp 8.302 Triliun!

    Jakarta

    Bos SpaceX dan Tesla Elon Musk menjadi orang pertama yang mencapai kekayaan USD 500 miliar — setengah triliun dollar — (setara Rp 8.302 triliun). Torehannya ia dapatkan setelah nilai perusahaan mobil listrik dan usahanya yang lain mengalami kenaikan drastis tahun ini.

    Dikutip dari BBC, Jumat (3/10/2025), kekayaan Musk menyentuh USD 500,1 miliar pada hari Rabu siang waktu New York. Padahal, hari sebelumnya, kekayaan Musk masih di angka USD 499 miliar, menurut laporan Forbes Billionaires Index.

    Pencapaian Musk ini membuatnya semakin jauh di depan dari rivalnya di bidang teknologi, contohnya pendiri Oracle Larry Ellison. Larry Ellison memiliki kekayaan USD 350,7 miliar atau sekitar Rp 5.825 triliun, menjadikannya berada di posisi kedua setelah Elon Musk.

    Menariknya, pada bulan sebelumnya, Ellison sempat mengambil alih tahta orang terkaya di dunia milik Musk selama beberapa jam saja. Ini terjadi karena saham Oracle melambung lebih dari 40%, didorong oleh prospek perusahaan terhadap bisnis infrastruktur cloud dan AI.

    Saat ini, kepemilikan saham Musk di Tesla sudah di angka 12% lebih. Saham Tesla naik lebih dari 3,3% pada akhir perdagangan New York pada hari Rabu dan kini telah naik lebih dari 20% di tahun ini.

    Jika sebelumnya laki-laki kelahiran Pretoria, Afrika Selatan, tersebut lebih berfokus pada isu politik di pemerintahan Presiden Donald Trump, kini para investor menyambut baik kembalinya keseriusannya untuk Tesla.

    Ketua dewan direksi Tesla, Robyn Denholm, mengatakan pada bulan September bahwa Musk kini menjadi pusat perhatian di perusahaan pembuat mobil tersebut. Dewan direksi perusahaan juga mengatakan Musk dapat menerima paket gaji senilai lebih dari USD 1 triliun jika ia mencapai sejumlah target ambisius selama dekade mendatang.

    Untuk mendapatkan paket tersebut, ia perlu meningkatkan nilai Tesla delapan kali lipat, menjual satu juta robot AI, menjual 12 juta mobil Tesla lainnya, dan mencapai beberapa target lainnya.

    Bulan lalu, Musk turut mengumumkan bahwa ia telah membeli saham Tesla senilai sekitar USD 1 miliar. Pembelian saham ini dianggap oleh beberapa investor sebagai bentuk kepercayaan terhadap perusahaan.

    Tesla telah menghadapi sejumlah tantangan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk persaingan ketat dari produsen mobil listrik pesaing seperti BYD dari China. Perusahaan ini pun sedang dalam proses transisi ke bisnis AI dan robotika.

    (ask/ask)

  • Video: Blokir Akun Trump, YouTube Kena Denda – Hacker Bjorka Ditangkap

    Video: Blokir Akun Trump, YouTube Kena Denda – Hacker Bjorka Ditangkap

    Jakarta, CNBC Indonesia- Pemblokiran akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2021 berdampak besar pada sejumlah media sosial, salah satunya YouTube.

    Pamor brand mainan asal Inggris, Jellycat tengah meningkat. Alhasil, laba perusahaan mainan ini melonjak lebih dari 2 kali lipat pada 2024.

    Dari domestic, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap seorang pria dengan inisial nama WFT berusia 22 tahun yang diduga sebagai peretas atau hacker dengan nama alias ‘Bjorka’.

    Selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Jumat, 03/10/2025) berikut ini.

  • Prancis Bilang Hamas Harus Mau Menyerah Sesuai Rencana Damai Trump

    Prancis Bilang Hamas Harus Mau Menyerah Sesuai Rencana Damai Trump

    Jakarta

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan bahwa kelompok Hamas telah kalah dalam pertempuran di Gaza. Dia menyebut Hamas harus menerima “penyerahan diri” berdasarkan rencana perdamaian yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Kelompok militan Palestina tersebut saat ini sedang mempertimbangkan tanggapannya terhadap rencana Trump tersebut, yang telah disetujui secara terbuka oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    “Hamas memikul tanggung jawab yang sangat berat atas bencana yang dialami oleh Palestina,” kata Barrot, dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/10/2025) di Arab Saudi, tempat ia menghadiri pertemuan tentang masalah keamanan global.

    “Mereka telah kalah. Mereka harus menerima penyerahan diri mereka sendiri,” tambahnya, merujuk pada resolusi PBB baru-baru ini yang menyerukan agar Hamas dikeluarkan dari kepemimpinan negara Palestina di masa depan.

    Barrot menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap rencana Trump tersebut pada hari Kamis (2/10) waktu setempat. Dia mengatakan bahwa pihaknya siap untuk “mengerjakan implementasinya untuk mengakhiri perang, kelaparan, dan penderitaan di Gaza”.

    Ia menolak berspekulasi tentang apa yang mungkin terjadi jika Hamas menolak kesepakatan tersebut.

    Rencana damai Trump di Gaza menyerukan gencatan senjata, pembebasan sandera dalam 72 jam, perlucutan senjata Hamas, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza.

    Hamas belum membuat keputusan akhir terkait proposal tersebut, menurut sumber Palestina yang dekat dengan para pemimpin kelompok tersebut.

    Barrot juga membela keputusan Prancis untuk melanjutkan dialog dengan pemerintah Iran mengenai program nuklirnya, meskipun sanksi PBB dan Eropa baru-baru ini diberlakukan kembali.

    “Prancis akan melakukan upaya terbaiknya menuju solusi yang dinegosiasikan,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)