Tag: Donald Trump

  • Presiden Prabowo disambut Presiden Mesir setibanya di lokasi KTT Gaza

    Presiden Prabowo disambut Presiden Mesir setibanya di lokasi KTT Gaza

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto disambut oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di pelataran tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza, Palestina, di Sharm El Shaikh International Convention Centre, Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin siang waktu setempat.

    Di area penyambutan, Presiden Sisi menghampiri Presiden Prabowo kemudian kedua pemimpin negara itu saling bercakap-cakap. Presiden Sisi kemudian mengarahkan Presiden Prabowo untuk sesi foto bersama (photo op) tepat di bawah logo KTT Perdamaian Sharm El Shaikh “Perjanjian untuk Mengakhiri Perang di Gaza”. Selepas itu, Presiden Prabowo memasuki lokasi acara.

    Dalam siaran langsung KTT yang diikuti dari Jakarta, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto. Seskab Teddy, yang berada dalam mobil yang sama dengan Presiden Prabowo, masuk ke lokasi acara lewat jalur yang berbeda dari area penyambutan untuk pemimpin-pemimpin negara.

    Sebanyak 20 lebih pemimpin negara telah tiba di Sharm El Shaikh International Convention Centre, dan satu per satu dari mereka disambut langsung oleh Presiden Sisi yang merupakan tuan rumah sekaligus co-chair dari KTT untuk Perdamaian di Gaza.

    KTT tersebut, yang berlangsung siang hari waktu Mesir, dipimpin bersama-sama oleh Presiden Sisi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Jajaran pemimpin negara yang mengikuti secara langsung jalannya KTT untuk perdamaian di Gaza itu, antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Raja Jordania Abdullah II, Perdana Menteri Kuwait Ahmad Al Abdullah Al Sabah, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, kemudian Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

    Kemudian, ada pula Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani, Wakil Presiden Uni Emirat Arab ​​​​​​​Mansour bin Zayed Al Nahyan, dan Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi.

    Dalam acara yang sama, ada pula Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menlu Bantah Kabar Prabowo Bakal Kunjungi Israel Usai dari Mesir

    Menlu Bantah Kabar Prabowo Bakal Kunjungi Israel Usai dari Mesir

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Luar Negeri membantah kabar yang menyebutkan Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Israel usai menghadiri acara resmi di Mesir. 

    Bantahan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Dia menekankan bahwa orang nomor satu di Indonesia itu akan segera kembali ke Tanah Air usai lawatannya ke Mesir.

    “Tidak benar. Sesuai rencana awal, Presiden akan kembali ke tanah air setelah acara di Mesir selesai,” katanya kepada wartawan melalui pesan teks, Senin (13/10/2025).

    Sekadar informasi, media Israel mengklaim Presiden RI Prabowo Subianto akan tiba di Israel pada Selasa (14/10/2025).

    Times of Israel memberitakan Prabowo akan tiba besok di Israel, menandai kunjungan pertama pemimpin RI ke negara tersebut.

    “Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan tiba di Israel besok, menandai kunjungan pertama kepala negara dari Jakarta ke Israel, menurut sumber yang mengetahui rincian tersebut,” demikian laporan Times of Israel.

    Untuk diketahui, Prabowo Tiba di Bandar Udara Internasional Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh pada Senin (13/10/2025). 

    Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara beserta rombongan terbatas tiba sekitar pukul 07.00 waktu setempat. 

    Tampak menyambut ketibaan Kepala Negara di Sharm El-Sheikh yakni Chamberlain Kepresidenan Mesir Mohammed Mokhtar, Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, dan Atase Pertahanan KBRI Kairo Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin. Sebelumnya Kepala Negara beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, pada pukul 00.20 WIB. 

    Selama berada di Mesir, Kepala Negara dijadwalkan menghadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh. Pada KTT ini rencananya Presiden Prabowo akan menyaksikan upacara penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza.

    KTT tersebut rencananya juga dihadiri oleh sejumlah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan di antaranya adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Yordania Abdullah II, Emir Qatar Syekh Thamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turkiye Recep Tayip Erdogan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

    Turut mendampingi Presiden RI dalam penerbangan dari Jakarta yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

  • Netanyahu Tak Jadi Hadiri KTT Gaza di Mesir, Ini Alasannya

    Netanyahu Tak Jadi Hadiri KTT Gaza di Mesir, Ini Alasannya

    Jakarta

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang diundang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadiri pertemuan puncak perdamaian Gaza di Mesir, tidak akan menghadiri KTT tersebut. Alasannya, acara tersebut terlalu dekat dengan dimulainya hari raya Yahudi, ungkap kantor Netanyahu.

    Di KTT perdamaian Gaza tersebut, lebih dari 20 pemimpin dunia akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya dalam rencana 20 poin Trump, yang bertujuan untuk mengamankan perdamaian abadi setelah dua tahun perang Israel-Hamas di Gaza.

    “Perdana Menteri Netanyahu diundang oleh Presiden AS Donald Trump untuk menghadiri konferensi di Mesir hari ini,” demikian pernyataan kantornya.

    “Perdana Menteri berterima kasih kepada Presiden Trump atas undangannya, tetapi mengatakan ia tidak dapat hadir karena waktunya bertepatan dengan dimulainya hari raya Simhat Torah, yang dimulai Senin malam dan berlangsung hingga matahari terbenam Selasa,” kata kantor Netanyahu, dilansir kantor berita AFP, Senin (13/10/2025).

    Sebelumnya, seorang juru bicara kepresidenan Mesir mengatakan bahwa Netanyahu akan hadir di KTT tersebut.

    “Baik Presiden Palestina Mahmoud Abbas maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak perdamaian tersebut untuk memperkuat kesepakatan guna mengakhiri perang di Gaza dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesepakatan itu,” kata juru bicara tersebut, dilansir kantor berita AFP dan Reuters, Senin (13/10/2025).

    (ita/ita)

  • Trump Bilang Hamas Dapat Izin untuk Operasi Keamanan Internal di Gaza

    Trump Bilang Hamas Dapat Izin untuk Operasi Keamanan Internal di Gaza

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kelompok Hamas telah mendapatkan lampu hijau untuk melancarkan operasi keamanan internal di Jalur Gaza, saat gencatan senjata berlangsung beberapa hari terakhir.

    Trump, seperti dilansir Reuters, Senin (13/10/2025), mengatakan bahwa Hamas ingin “menghentikan masalah” sehingga mereka mendapatkan “persetujuan untuk periode waktu tertentu”.

    Hamas harus melucuti persenjataan dan mengakhiri kekuasaan mereka atas Jalur Gaza, berdasarkan rencana perdamaian usulan Trump untuk mengakhiri perang di daerah kantong Palestina tersebut.

    Kelompok itu telah mengerahkan pasukan keamanan internal di beberapa wilayah Jalur Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada Jumat (10/10) lalu, dengan mengatakan bahwa langkah itu bertujuan untuk menghentikan tindak pelanggaran hukum dan penjarahan, serta mencegah kekosongan keamanan.

    Saat ditanya wartawan di pesawat kepresidenan AS, Air Force One, dalam penerbangan ke Israel soal laporan yang menyebut Hamas melembagakan kelompok mereka sebagai pasukan kepolisian dan menembaki rival mereka di Jalur Gaza, Trump mengisyaratkan bahwa langkah itu telah mendapatkan persetujuan.

    “Mereka memang ingin menghentikan masalah, dan mereka telah terbuka tentang hal tersebut, dan kami memberikan mereka persetujuan untuk periode waktu tertentu,” kata Trump menjawab pertanyaan wartawan.

    “Hampir 2 juta orang kembali ke gedung-gedung yang telah dihancurkan, dan banyak hal buruk bisa terjadi. Jadi kita menginginkan semuanya — kita menginginkan semuanya aman. Saya pikir semuanya akan baik-baik saya. Siapa yang tahu pasti,” ujarnya.

    Sebagian besar wilayah Jalur Gaza telah berubah menjadi tanah kosong akibat perang antara Israel dan Hamas selama dua tahun terakhir.

    Pasukan keamanan Hamas dilaporkan terlibat bentrokan dengan para anggota sebuah klan di Gaza City selama dua hari terakhir.

    Kementerian Dalam Negeri Hamas merilis pertanyaan, pada Minggu (12/10) waktu setempat, yang menawarkan pengampunan kepada orang-orang, yang disebut bergabung dengan geng-geng terlarang, yang bertanggung jawab atas pencurian bantuan kemanusiaan dan penjarahan, dengan syarat mereka tidak terlibat dalam pertumpahan darah.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Kronologi Trader Kripto Tewas di Dalam Lamborghini Saat Kripto Tumbang

    Kronologi Trader Kripto Tewas di Dalam Lamborghini Saat Kripto Tumbang

    Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang trader kripto kawakan asal Ukraina, Konstantin Galich ditemukan tewas di mobil Lamborghini miliknya. Tewasnya pria 32 tahun terjadi saat pasar mata uang kripto anjlok belum lama ini.

    Jenazahnya ditemukan pada hari Sabtu (11/10/2025), di distrik Obolonsky di Kyiv, Ukraina.

    Pria yang dikenal dengan nama Kostya Kudo ditemukan dengan luka tembak di kepalanya. Senjata api yang terdaftar dengan nama Galich juga ditemukan pihak kepolisian di tempat kejadian, dikutip dari Daily Mail, Senin (13/10/2025).

    Kematian Galich juga dikonfirmasi melalui sebuah kanal Telegram. Di dalam unggahan itu disebutkan penyebabnya tengah diselidiki.

    Belum diketahui penyebab pasti kematian Galich. Kepolisian juga tak mengesampingkan adanya dugaan tindak pidana dari kejadian tersebut.

    Namun polisi mengungkapkan pula soal Galich yang menceritakan dirinya tertekan kepada kerabatnya karena kesulitan uang. Dia juga telah mengirim pesan perpisahan pada Jumat lalu.

    Galich merupakan tokoh yang cukup dikenal di dunia kripto. Dia adalah salah satu pendiri akademi trading Cryptology Key.

    Di Instagramnya yang diikuti 66 ribu akun, dia juga membagikan beragam insight soal industri tersebut.

    Sementara itu, keruntuhan kripto terjadi saat ancaman presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan membebankan tarif 100% pada China beberapa minggu lagi.

    Menurut wakil presiden JD Vance, komitmen Trump adalah melindungi mata pencaharian ekonomi AS dan membuat negara itu lebih mandiri.

    China, dia menambahkan, memiliki banyak kendali pada pasokan penting AS. Hal ini disebutnya sebagai keadaan darurat nasional dan membenarkan rencana Trump untuk membebankan tarif baru.

    Namun reaksi keras terjadi di pasar kripto. Sehari setelah ancaman Trump itu, pasar kripto kehilangan US$400 miliar (Rp 6.629 triliun) sekaligus.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Netanyahu Bakal Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir

    Netanyahu Bakal Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akan menghadiri KTT perdamaian Gaza yang digelar di Mesir pada hari Senin (13/10). Kepastian soal kehadiran Netanyahu disampaikan oleh seorang juru bicara kepresidenan Mesir.

    “Baik Presiden Palestina Mahmoud Abbas maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak perdamaian tersebut untuk memperkuat kesepakatan guna mengakhiri perang di Gaza dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesepakatan itu,” kata juru bicara tersebut, dilansir kantor berita AFP dan Reuters, Senin (13/10/2025).

    Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Netanyahu telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi saat mereka berada di Israel pada hari Senin (13/10).

    Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan menghadiri KTT Gaza di Mesir pada Senin (13/10) waktu setempat. Macron menyebut kehadiran Abbas sebagai pertanda sangat baik.

    Abbas, yang memimpin Otoritas Palestina, “akan hadir di KTT ini”, kata Macron.

    “Ini pertanda sangat baik… Ini merupakan pengakuan atas peran yang harus dimainkan Otoritas Palestina sebagai entitas yang sah,” ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (13/10/2025).

    “Mengenai masalah tata kelola, kami akan memainkan peran khusus untuk mendampingi Otoritas Palestina dan memastikannya menjalankan perannya, serta melakukan reformasi untuk masa mendatang,” ujar Macron tentang Prancis.

    KTT tersebut, yang akan dipimpin Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, akan dihadiri lebih dari 20 pemimpin negara untuk menandai gencatan senjata Gaza dan pembebasan para sandera Israel dengan imbalan para tahanan Palestina.

    Trump mengatakan perang di Gaza, Palestina, sudah berakhir. Dalam perjalanannya menuju Israel dengan para wartawan, Trump dengan percaya diri mengatakan bahwa “perang telah berakhir”.

    Tonton juga video “Netanyahu Jelang Pertukaran Sandera: Peristiwa Bersejarah” di sini:

  • Iran Diundang ke KTT Gaza di Mesir, Tapi Tak Akan Datang

    Iran Diundang ke KTT Gaza di Mesir, Tapi Tak Akan Datang

    Teheran

    Pemerintah Iran mengatakan tidak akan mengirimkan perwakilan untuk menghadiri pertemuan puncak (KTT) perdamaian Gaza yang digelar di Mesir, meskipun Teheran mendapatkan undangan langsung dari Kairo.

    Otoritas Iran, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (13/10/2025), menegaskan bahwa baik Presiden Masoud Pezeshkian atau Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi tidak akan hadir untuk memenuhi undangan KTT tersebut.

    Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa Mesir telah mengundang Iran pada Minggu (12/10) malam untuk hadir dalam pertemuan yang akan diselenggarakan di resor Sharm el-Sheikh di tepi Laut Merah pada Senin (13/10) waktu setempat.

    KTT itu akan dipimpin bersama oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Araghchi, dalam pernyataan pada Senin (13/10) pagi, mengumumkan bahwa Iran tidak akan hadir dalam KTT di Mesir tersebut meskipun mendapatkan undangan langsung dari Kairo.

    “Baik Presiden Pezeshkian maupun saya tidak dapat berinteraksi dengan rekan-rekan yang telah menyerang rakyat Iran dan terus mengancam, serta memberikan sanksi kepada kami,” tegas Araghchi dalam pernyataannya, merujuk pada AS.

    Washington memang sempat bergabung dengan Israel dalam serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran saat perang antara Teheran dan Tel Aviv berlangsung selama 12 hari pada pertengahan Juni lalu.

    Ditambahkan Araghchi bahwa Iran tetap mendukung inisiatif apa pun “untuk mengakhiri genosida Israel di Gaza” dan untuk membela hak Palestina dalam menentukan nasib mereka sendiri.

    Iran tidak mengakui Israel secara resmi dan telah menjadikan dukungan terhadap perjuangan Palestina sebagai pilar kebijakan luar negerinya sejak Revolusi Islam tahun 1979 yang menggulingkan shah Iran yang didukung AS.

    Sementara itu, Al-Sisi sebelumnya menjelaskan bahwa pertemuan di Sharm el-Sheikh itu bertujuan untuk “mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah, dan mengawali fase baru untuk keamanan dan stabilitas regional”.

    Secara garis besar, pertemuan itu akan mengkonsolidasikan gencatan senjata Gaza dan menguraikan kerangka kerja politik pascaperang.

    Para pemimpin lebih dari 20 negara diperkirakan akan hadir, namun baik Israel maupun Hamas tidak akan berpartisipasi.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Macron Bilang Presiden Palestina Akan Hadiri KTT Gaza di Mesir

    Macron Bilang Presiden Palestina Akan Hadiri KTT Gaza di Mesir

    Jakarta

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan menghadiri KTT perdamaian Gaza yang akan berlangsung di Mesir pada Senin (13/10) waktu setempat. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan hal tersebut dan menyebut kehadiran Abbas sebagai pertanda sangat baik.

    KTT tersebut, yang akan dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, akan dihadiri lebih dari 20 pemimpin negara untuk menandai gencatan senjata Gaza dan pembebasan para sandera Israel dengan imbalan para tahanan Palestina.

    Abbas adalah rival Hamas yang tidak akan ikut menghadiri KTT tersebut.

    Abbas, yang memimpin Otoritas Palestina, “akan hadir di KTT ini”, kata Macron.

    “Ini pertanda sangat baik… Ini merupakan pengakuan atas peran yang harus dimainkan Otoritas Palestina sebagai entitas yang sah,” ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (13/10/2025).

    “Mengenai masalah tata kelola, kami akan memainkan peran khusus untuk mendampingi Otoritas Palestina dan memastikannya menjalankan perannya, serta melakukan reformasi untuk masa mendatang,” ujar Macron tentang Prancis.

    Sebelumnya, Trump mengatakan perang di Gaza, Palestina, sudah berakhir. Dalam perjalanannya menuju Israel dengan para wartawan, Trump dengan percaya diri mengatakan bahwa “perang telah berakhir”.

    Trump dijadwalkan tiba di Israel usai pembebasan para tahanan. Trump akan berpidato di hadapan parlemen Israel sebelum menuju Mesir yang menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin dunia terkait perdamaian di Gaza.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim negaranya meraih kemenangan atas Hamas. “Bersama-sama kita meraih kemenangan luar biasa, kemenangan yang memukau seluruh dunia… Namun di saat yang sama, saya harus memberi tahu Anda, perjuangan belum berakhir,” ujar Netanyahu.

    Senada dengan Netanyahu, Panglima Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, juga mengklaim kemenangan. “Tekanan militer yang kami terapkan selama dua tahun terakhir, bersama dengan langkah-langkah diplomatik pelengkap, merupakan kemenangan atas Hamas,” kata Zamir.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Hamas Serahkan 13 Sandera Lagi, Total 20 Sandera Dibebaskan

    Hamas Serahkan 13 Sandera Lagi, Total 20 Sandera Dibebaskan

    Gaza City

    Kelompok Hamas menyerahkan 13 sandera lainnya dalam kelompok kedua di Jalur Gaza pada Senin (13/10) waktu setempat, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Ini berarti total 20 sandera yang masih hidup telah diserahkan oleh Hamas kepada Israel, melalui Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

    Laporan televisi publik Israel, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (13/10/2025), menyebut Hamas telah membebaskan sandera-sandera yang masih hidup itu dalam dua kelompok, yang diserahkan kepada perwakilan ICRC di Jalur Gaza yang kemudian membawa mereka ke wilayah Israel.

    Kelompok pertama yang terdiri atas tujuh sandera diserahkan lebih awal pada Senin (13/10) pagi waktu setempat. Kelompok kedua yang terdiri atas 13 sandera lainnya diserahkan kemudian, pada hari yang sama, kepada perwakilan ICRC di wilayah Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

    Pembebasan para sandera ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang disetujui Israel dan Hamas, dengan didorong oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyusun rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang Gaza.

    Jenazah sebagian dari 28 sandera yang tewas, dan dua orang lainnya yang nasibnya belum diketahui, juga akan diserahkan pada Senin (13/10).

    Sebagai imbalan pembebasan sandera oleh Hamas, Israel akan membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina dan para narapidana yang ditahan di penjara-penjara mereka. Sebagian besar tahanan Palestina itu merupakan warga Gaza yang ditahan sejak awal perang berkecamuk.

    Pembebasan para sandera itu disambut sorakan dan tangisan ratusan orang yang berkumpul di Alun-alun Sandera Tel Aviv.

    “Kami telah menunggu 738 hari untuk mengatakan ini: Selamat datang kembali,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel via media sosial X.

    Kementerian Luar Negeri Israel baru merilis nama tujuh sandera yang dibebaskan Hamas, yakni Guy Gilboa Dalal, Eitan Mor, Matan Angrest, Alon Ohel, Gali, Ziv Berman and Omri Miran. Nama 13 sandera lainnya belum diumumkan oleh Tel Aviv.

    Kendaraan ICRC membawa para sandera yang diserahkan Hamas pada Senin (13/10) setelah ditahan di Gaza selama dua tahun terakhir Foto: Reuters

    Sementara itu, di Jalur Gaza, belasan pria bersenjata yang memakai penutup wajah dan berpakaian hitam, yang tampaknya anggota sayap bersenjata Hamas, tiba di Rumah Sakit Nasser di mana panggung dan kursi telah disiapkan untuk menyambut para tahanan Palestina yang akan kembali.

    Juru bicara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Shosh Bedrosian, sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa Israel akan mulai membebaskan tahanan Palestina setelah mendapat konfirmasi soal semua sandera yang ditahan di Gaza telah tiba dengan selamat di negara tersebut.

    “Tahanan-tahanan Palestina akan dibebaskan setelah Israel mendapat konfirmasi bahwa semua sandera kami yang akan dibebaskan besok telah melintasi perbatasan perbatasan menuju Israel,” kata Bedrosian pada Minggu (12/10).

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • China Tantang Balik Donald Trump: Kami Tidak Takut! – Page 3

    China Tantang Balik Donald Trump: Kami Tidak Takut! – Page 3

    Juru bicara China menyoroti bahwa Daftar Kontrol Perdagangan (Commerce Control List) AS mencakup lebih dari 3.000 item, lebih tiga kali lipat dari sekitar 900 produk dalam daftar kontrol ekspor China untuk barang-barang penggunaan ganda.

    Terkait kontrol ekspor tanah jarang, China menyebut kebijakan itu sebagai langkah “sah” berdasarkan hukum internasional, sekaligus menepis tudingan AS mengenai pemaksaan ekonomi.

    Kementerian Perdagangan China menjelaskan, kebijakan yang diterbitkan Kamis lalu merupakan bagian dari penguatan sistem kontrol ekspor nasional untuk “menjaga perdamaian dunia dan stabilitas regional dengan baik” di tengah situasi keamanan global yang dinilai bergejolak.

    Langkah ini kini mencakup bukan hanya material tanah jarang, tetapi juga kekayaan intelektual dan teknologi terkait. Kebijakan tersebut diumumkan hanya beberapa pekan menjelang kemungkinan pertemuan antara Trump dan Presiden China, Xi Jinping.

    “Kontrol ini bukan merupakan larangan ekspor. Permohonan yang memenuhi syarat akan disetujui,” ujar juru bicara kementerian perdagangan.

    China juga mengklaim telah menilai secara penuh dampaknya terhadap rantai pasok global dan meyakini pengaruhnya “sangat terbatas.”

    Dalam aturan baru, entitas asing wajib memperoleh lisensi untuk mengekspor produk yang mengandung lebih dari 0,1 persen tanah jarang asal China, atau yang diproduksi menggunakan teknologi ekstraksi, pemurnian, pembuatan magnet, atau daur ulang China.

    Aplikasi yang berpotensi dipakai dalam senjata atau kepentingan militer lainnya akan ditolak.