Tag: Donald Trump

  • Video: Jumlah PHK Pegawai Federal AS Lebih Kecil dari Klaim Trump

    Video: Jumlah PHK Pegawai Federal AS Lebih Kecil dari Klaim Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia –Jumlah pegawai Federal Amerika Serikat yang diberhentikan akibat penutupan pemerintahan direvisi turun pada Selasa (14/10). Hal tersebut dianggap menandakan pernyataan awal pemerintahan Donald Trump, mengenai pemangkasan besar-besaran tenaga kerja terlalu ambisius.

    Selengkapnya dalam program Evening Up CNBC Indonesia, Rabu (15/10/2025).

  • Putin Mendadak Berikan Dokumen Rahasia KGB ke AS soal Pembunuhan JFK

    Putin Mendadak Berikan Dokumen Rahasia KGB ke AS soal Pembunuhan JFK

    Jakarta, CNBC Indonesia – Duta Besar Rusia untuk AS, Aleksandr Darchiev, telah menyerahkan salinan dokumen deklasifikasi era Soviet mengenai pembunuhan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy (JFK) kepada Anggota Kongres AS dari Partai Republik, Anna Paulina Luna. Penyerahan dokumen tersebut dilakukan pada Selasa (14/12/2025).

    Berdasarkan pengumuman dari Kedutaan Besar Rusia, dokumen-dokumen yang diserahkan kepada Luna, yang merupakan wakil dari Florida, adalah kompilasi arsip negara Rusia di Moskow. Kedutaan menambahkan bahwa banyak dari berkas tersebut sebenarnya sudah pernah diserahkan kepada AS oleh pejabat Soviet saat pemakaman Kennedy pada tahun 1963.

    Anggota Kongres Luna mengonfirmasi bahwa ia telah menerima salinan fisik laporan tersebut. Saat ini, timnya sedang melakukan peninjauan dan penerjemahan.

    “Saya telah menerima salinan fisik laporan tentang pembunuhan JFK dari Duta Besar Rusia. Tim ahli sedang menuju kantor saya pagi ini untuk memulai terjemahan dan peninjauan dokumen secara penuh,” tulis Luna di X.

    Luna juga mengungkapkan bahwa jurnalis Jefferson Morley ikut membantu dalam peninjauan koleksi setebal 350 halaman tersebut. Morley menyatakan bahwa mereka akan menyediakan terjemahan yang disiapkan oleh penutur bahasa Rusia yang fasih dan akan memberikan konteks mengenai dokumen, asal-usulnya, dan bagaimana isinya dibandingkan dengan tanggapan resmi Rusia terhadap pembunuhan JFK saat itu.

    Anna Paulina Luna dikenal aktif mengampanyekan dirilisnya semua informasi terkait insiden yang terjadi pada 22 November 1963 itu. Ia secara terbuka mempertanyakan apakah Lee Harvey Oswald, pria yang didakwa atas pembunuhan tersebut, adalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab.

    Dokumen ini menambah misteri seputar kematian JFK. KGB sendiri tercatat pernah mengumpulkan berkas mengenai Oswald, seorang mantan Marinir AS dengan pandangan pro-komunis yang pernah tinggal di Uni Soviet selama kurang lebih tiga tahun dan menikahi seorang wanita Rusia.

    Meskipun penyelidikan resmi AS menyimpulkan bahwa Oswald bertindak sendirian, berbagai teori konspirasi mengenai kematian Kennedy tetap beredar, termasuk dugaan keterlibatan CIA atau elemen pemerintah AS lainnya.

    Sebelumnya, pada 2017, mantan Presiden AS Donald Trump telah merilis 2.800 dokumen tentang kasus pembunuhan Kennedy, diikuti dengan rencana rilis tambahan 80.000 halaman pada Maret 2025.

    (tps/luc)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Terulang Lagi Israel Lepas Tembakan saat Gencatan Gaza

    Terulang Lagi Israel Lepas Tembakan saat Gencatan Gaza

    Jakarta

    Gencatan senjata di Gaza telah berlangsung selama lima hari. Namun, militer Israel masih melepaskan tembakan hingga menewaskan sejumlah orang di Gaza.

    Militer Israel mengatakan pasukannya melepas tembakan, pada Selasa (14/10) waktu setempat saat gencatan senjata berlangsung, terhadap sejumlah orang di Jalur Gaza bagian utara, yang diklaim bergerak mendekati pasukannya. Militer Israel menyebut orang-orang itu sebagai “tersangka” yang memberikan ancaman.

    Otoritas kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya enam warga Palestina tewas akibat tembakan pasukan Israel tersebut.

    Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (15/10/2025), militer Israel mengatakan bahwa orang-orang itu telah melanggar batas wilayah untuk penarikan awal pasukan Israel, berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza yang disetujui pekan lalu.

    Menurut militer Israel, aksi yang dilakukan sejumlah orang itu merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

    Dalih Militer Israel

    Militer Israel berdalih bahwa tembakan dilepaskan untuk meredakan ancaman yang ditimbulkan oleh orang-orang tersebut yang mendekati pasukan mereka di wilayah Jalur Gaza bagian utara.

    Otoritas kesehatan lokal Gaza melaporkan bahwa militer Israel telah menewaskan sedikitnya enam warga Palestina dalam dua insiden terpisah di wilayah Jalur Gaza pada Selasa (14/10) waktu setempat.

    Lebih lanjut disebutkan otoritas kesehatan Gaza bahwa pasukan Israel, dengan menggunakan sejumlah drone, menewaskan sedikitnya lima orang saat mereka memeriksa rumah-rumah di pinggiran timur Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza.

    Serangan udara Israel lainnya, sebut otoritas kesehatan Gaza, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai satu orang lainnya di dekat area Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

    Kelompok Hamas menuduh Israel telah melanggar gencatan senjata yang berlangsung sejak Jumat (10/10) lalu.

    Militer Israel, dalam pernyataannya, mengklaim pasukannya menembaki orang-orang yang melintasi garis gencatan senjata dan mendekati pasukannya setelah mengabaikan seruan untuk mundur.

    Ancang-ancang Gencatan Senjata Tahap Kedua

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Hamas untuk membebaskan jenazah para sandera yang masih ditawan di Gaza. Trump mengatakan sudah waktunya untuk beralih ke fase berikutnya untuk perdamaian di Gaza, Palestina.

    “Semua dua puluh sandera telah kembali dan rasanya sebaik yang diharapkan. Beban berat telah terangkat, tetapi pekerjaan BELUM SELESAI,” kata Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya, seperti dilansir AFP, Rabu (15/10/2025).

    “Yang tewas belum dikembalikan, seperti yang dijanjikan. Fase Kedua dimulai SEKARANG JUGA!!!”

    Unggahan Trump muncul hanya beberapa jam setelah ia kembali dari perjalanan singkat ke Israel dan Mesir.

    Sementara itu, seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada AFP bahwa kelompok itu akan menyerahkan empat hingga enam jenazah sandera pada Selasa malam, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza yang disepakati dengan Israel.

    “Kami memberi tahu para mediator bahwa kami akan menyerahkan empat hingga enam jenazah tawanan Israel malam ini,” kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang membahas masalah tersebut.

    Sumber lain yang dekat dengan tim negosiasi Hamas mengonfirmasi perkembangan tersebut.

    Pemimpin AS tersebut telah mengumumkan “fajar bersejarah Timur Tengah yang baru” selama kunjungannya. Trump dan para pemimpin regional menandatangani deklarasi yang dimaksudkan untuk memperkuat gencatan senjata di Gaza.

    Berdasarkan kesepakatan tersebut, 20 sandera hidup yang tersisa yang ditawan selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel dibebaskan tak lama sebelum Trump tiba di Israel.

    Hamas telah mengembalikan empat jenazah pada hari Senin. Kelompok bersenjata Palestina tersebut masih menahan jenazah 24 sandera, yang diperkirakan akan dikembalikan berdasarkan ketentuan perjanjian gencatan senjata.

    Sebuah rumah sakit di Gaza mengatakan telah menerima jenazah 45 warga Palestina yang telah diserahkan kembali oleh Israel, juga sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.

    Tonton juga video “Israel Bebaskan 1.800 Tahanan Palestina Usai Kesepakatan Gencatan Senjata” di sini:

    Halaman 2 dari 3

    (ygs/ygs)

  • TikTokers Naik Gaji, Begini Cara Dapat dan Syaratnya

    TikTokers Naik Gaji, Begini Cara Dapat dan Syaratnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tiktok mengumumkan skema monetisasi baru pada pembuat konten di platformnya. Ini berlaku mulai 1 Oktober 2025 lalu yakni Subscription dan Super Fan.

    Khusus untuk Subscription, para kreator bisa menawarkan konten non-live. Misalnya dengan item eksklusif seperti postingan berlangganan, stiker, badge, dan fasilitas lain.

    Pengguna bisa membayarkan biaya bulanan yang ditetapkan dan kreator bisa mendapatkan pendapatan bulanan. Tiktok membaginya antara Amerika dan Kanada, serta semua negara.

    Dalam laman Creator Academy, Tiktok menuliskan untuk Amerika Utara dan Kanada memiliki bagi hasil hingga maksimal 90%.

    Perinciannya, kreator bisa mendapatkan pendapatan sebesar 70% setelah dibagi biaya App Store. Selain itu, mereka bisa berkesempatan mendapatkan bonus tambahan sebesar 20%.

    Laman Influencer Marketing Hub menuliskan pendapatan ini bisa didapatkan jika kreator memenuhi syarat. Yakni memiliki minimal 10 ribu followers dan memiliki 1 juta penayangan video dalam sebulan.

    Untuk bonus bisa didapatkan berdasarkan kinerja keterlibatan serta aktivitas audiens.

    Pemasukan bagi kreator Amerika dan Kanada jauh lebih tinggi dibandingkan kebijakan untuk global. Tiktok menuliskan akan melakukan pembagian hasil 50% setelah dikurangi biaya platform iOS/Google sebesar 15-30%.

    Kreator juga bisa mendapatkan tambahan bonus sebesar 20% jika memiliki minimal 10 ribu followers serta minimal 1 juta tayangan video dalam sebulan terakhir. Jadi total yang didapatkan maksimal mencapai 70%.

    Pengumuman program monetisasi untuk Kanada dan Amerika terjadi saat penjualan Tiktok di AS sudah mulai terlihat lebih jelas. Presiden Donald Trump dilaporkan telah menandatangani executive order untuk mendukung proses negosiasi akuisisi saham Tiktok dari induk usahanya Bytedance.

    Kabarnya kesepakatan penjualan itu membuat valuasi bisnis Tiktok di AS hanya US$14 miliar (Rp 243 triliun). Angka itu jauh di bawah perkiraan para analis.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Tekanan Politik, YouTube Buka Akses Pelaku ‘Penyebar Misinformasi’ yang Diblokir – Page 3

    Tekanan Politik, YouTube Buka Akses Pelaku ‘Penyebar Misinformasi’ yang Diblokir – Page 3

    Masih beririsan dengan kasus pembatasan suara yang dilakukan oleh YouTube atas desakan dari kubu Demokrat, kini mereka harus menerima imbas dari buntut perkara tersebut.

    Diwartakan CNBC, Presiden AS saat ini Donald Trump, menggugat YouTube, Facebook, dan X (sebelumnya Twitter) pada pertengahan 2021 setelah akun-akunnya di tiga laman besar itu ditangguhkan karena dianggap berisiko memicu kekerasan.

    Buntut dari gugatan Presiden Trump membuat YouTube sepakat membayar USD 24,5 juta atau sekitar Rp 408 miliar untuk menyelesaikan tuntutan tersebut.

    Selain YouTube, Meta juga ikut!

    Pada Januari, Meta, selaku perusahaan induk Facebook sepakat membayar USD 25 juta atau sekitar Rp 415 miliar. Sebulan kemudian, platform X milik Elon Musk, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, juga sepakat menyelesaikan kasus serupa dengan nilai sekitar USD 10 juta atau sekitar Rp 166 miliar.

    Namun langkah tersebut menuai sorotan politik, sebab pada Agustus 2025, sejumlah senator Partai Demokrat, termasuk Elizabeth Warren dari Massachusetts, mengirim surat kepada CEO Google Sundar Pichai dan CEO YouTube Neal Mohan.

  • Harta Karun Baru Bisa Meledak, Pakar Buka-bukaan Dampaknya

    Harta Karun Baru Bisa Meledak, Pakar Buka-bukaan Dampaknya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Teknologi kecerdasan buatan (AI) sudah menyerupai ‘harta karun’ yang jadi rebutan dunia. Raksasa teknologi berlomba-lomba membangun infrastruktur di berbagai wilayah untuk menopang inovasi AI. 

    Negara-negara juga bertarung untuk mendominasi AI, bahkan disertai dengan aksi pemblokiran seperti yang dilancarkan AS dan China. Beberapa saat lalu, Citigroup memperkirakan total belanja infrastruktur AI global akan menembus US$2,8 triliun atau sekitar Rp46.000 triliun hingga 2029, naik dari proyeksi sebelumnya US$2,3 triliun.

    Namun, di balik peluang ‘harta karun’ baru itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa fenomena ini bisa berakhir seperti gelembung dot-com pada akhir 1990-an.

    Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menyebut bahwa meski potensi koreksi atau kejatuhan pasar sangat mungkin terjadi, dampaknya tidak akan sampai mengguncang ekonomi global atau menyebabkan krisis sistemik seperti 2008.

    “Ledakan AI memiliki kemiripan dengan gelembung internet akhir 1990-an, valuasi saham melonjak, kekayaan kapital meningkat, konsumsi tumbuh, dan tekanan inflasi ikut terdorong,” ujar Gourinchas di sela pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington, dikutip dari Reuters, Rabu (15/10/2025).

    Namun ia menegaskan, berbeda dengan krisis sebelumnya, investasi AI kali ini tidak dibiayai oleh utang, melainkan berasal dari dana tunai perusahaan teknologi besar.

    “Jika ada koreksi pasar, sebagian pemegang saham mungkin akan merugi. Tapi itu tidak serta merta menular ke sistem keuangan atau perbankan,” terangnya.

    Gelembung yang Belum Pecah

    Perusahaan-perusahaan teknologi global kini menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk chip AI, pusat data, dan infrastruktur komputasi. Tujuannya adalah untuk mengejar teknologi yang diyakini dapat melipatgandakan produktivitas.

    Namun, Gourinchas mengingatkan bahwa keuntungan ekonomi dari AI belum benar-benar terealisasi. Situasi ini mirip dengan fenomena dot-com pada 1990-an, di mana valuasi tinggi saham internet tidak sejalan dengan pendapatan riil, hingga akhirnya meledak pada tahun 2000 dan menyeret AS ke resesi ringan pada 2001.

    Meski begitu, skala ledakan AI disebut masih lebih kecil. Data IMF mencatat, investasi AI hanya meningkat kurang dari 0,4% dari PDB AS sejak 2022, dibandingkan kenaikan investasi era dot-com yang mencapai 1,2% antara 1995-2000.

    “Koreksi pasar AI bisa saja mengubah sentimen investor dan memicu penyesuaian harga aset secara luas,” kata Gourinchas. “Namun, tidak ada tanda-tanda keterkaitan besar melalui utang seperti krisis 2008,” kata dia.

    Dalam laporan World Economic Outlook terbaru, IMF menyebut ledakan investasi AI sebagai salah satu faktor yang menjaga pertumbuhan ekonomi AS dan global tahun ini. Namun, dampak positif itu datang dengan konsekuensi, yakni meningkatnya permintaan dan tekanan inflasi.

    Gourinchas menilai, investasi dan konsumsi tinggi di sektor AI belum dibarengi dengan peningkatan produktivitas nyata, sementara investasi di sektor non-teknologi justru menurun karena ketidakpastian kebijakan tarif impor di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

    IMF kini memperkirakan inflasi harga konsumen AS hanya akan turun ke 2,7% pada 2025 dan 2,4% pada 2026, lebih tinggi dari perkiraan tahun lalu yang menargetkan inflasi kembali ke 2% tahun ini.

    Selain dampak AI, tekanan inflasi juga dipicu oleh berkurangnya imigrasi yang membatasi pasokan tenaga kerja dan efek tertunda dari tarif impor terhadap harga konsumen.

    “Tarif yang diberlakukan belum benar-benar dibebankan ke konsumen, sebagian besar masih diserap oleh importir AS,” kata Gourinchas.

    Menurutnya, klaim bahwa negara-negara lain akan menanggung biaya kebijakan proteksionis AS tidak terbukti.

    “Harga impor tidak turun. Jadi bukan eksportir yang menanggung beban tarif itu,” tegasnya.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • AS Cabut 6 Visa Akibat Komentar di Medsos

    AS Cabut 6 Visa Akibat Komentar di Medsos

    Jakarta

    Pada Selasa (14/10), Departemen Luar Negeri AS mencabut enam visa setelah menemukan komentar di media sosial terkait pembunuhan aktivis sayap kanan, Charlie Kirk.

    Kirk tewas ditembak saat berpidato dalam sebuah acara di universitas di Utah pada September. Tersangka pelaku penembakan terancam hukuman mati jika terbukti bersalah.

    Pengumuman ini muncul bertepatan dengan pemberian penghargaan anumerta Presidential Medal of Freedom kepada Kirk oleh Presiden Donald Trump.

    Siapa saja yang visanya dicabut?

    Departemen Luar Negeri AS menyebut keenam pemegang visa tersebut berasal dari Argentina, Afrika Selatan, Meksiko, Brasil, Jerman, dan Paraguay.

    “Amerika Serikat tidak berkewajiban menampung orang asing yang mengharapkan kematian warga kami,” tulis departemen itu di platform X.

    “Mereka yang menikmati keramahan Amerika sambil merayakan pembunuhan warga kami akan segera dideportasi,” tambah pernyataan itu.

    Sejak menjabat pada Januari, pemerintahan Trump memang memperketat kebijakan imigrasi, termasuk pemeriksaan media sosial dan pencabutan ribuan visa. Pada Agustus lalu, Gedung Putih menambahkan poin terkait “aktivitas anti-Amerika” dan antisemitisme dalam proses penyaringan imigrasinya.

    Trump: Kirk ‘martir kebenaran dan kebebasan’

    Dalam acara pemberian penghargaan yang sama pada Selasa (14/10), Trump menyebut Kirk sebagai “martir bagi kebenaran dan kebebasan.”

    “Setelah pembunuhan Charlie, negara kita tidak boleh lagi menoleransi kekerasan, ekstremisme, dan teror dari sayap kiri radikal,” kata Trump.

    Trump berulang kali menuding kelompok “sayap kiri radikal” sebagai dalang pembunuhan tersebut. Pada 22 September, ia menandatangani perintah yang menetapkan gerakan Antifa sebagai organisasi teroris.

    “Kita sudah selesai dengan gerombolan marah itu, dan kita tidak akan membiarkan kota-kota kita menjadi tidak aman,” ujar Trump dalam upacara itu.

    Upacara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Argentina Javier Milei dan sejumlah tokoh media sayap kanan.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Prita Kusumaputri

    Editor: Yuniman Farid

    (ita/ita)

  • Israel Bilang Hamas Serahkan Jasad yang Bukan Sandera

    Israel Bilang Hamas Serahkan Jasad yang Bukan Sandera

    Jakarta

    Militer Israel mengatakan bahwa salah satu jenazah yang diserahkan Hamas sebagai bagian dari pertukaran tahanan Palestina, ternyata bukanlah sandera.

    Setelah tes forensik semalaman terhadap empat jenazah yang dikembalikan pada hari Selasa (14/10) waktu setempat, militer Israel mengatakan bahwa petugas medis menyimpulkan bahwa salah satu jenazah “tidak cocok dengan salah satu sandera”.

    “Hamas diharuskan melakukan semua upaya yang diperlukan untuk memulangkan para sandera yang telah meninggal,” kata militer Israel mengingatkan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/10/2025).

    Sejak Senin (13/10) lalu, berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kelompok Hamas telah menyerahkan kembali 20 sandera Israel yang masih hidup dan delapan jenazah. Kedelapan jenazah itu terdiri dari satu warga Nepal, enam warga Israel, dan satu jenazah yang kini tidak teridentifikasi.

    Secara terpisah, sebuah rumah sakit di Gaza mengatakan telah menerima jenazah 45 warga Palestina yang diserahkan kembali oleh Israel.

    Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang berlaku sejak Jumat (10/10), Hamas harus menyerahkan total 48 sandera yang diyakini masih berada di Jalur Gaza. Jumlah itu terdiri atas 20 sandera yang masih hidup dan 28 sandera yang sudah tewas.

    Tonton juga video “Israel Bebaskan 1.800 Tahanan Palestina Usai Kesepakatan Gencatan Senjata” di sini:

    (ita/ita)

  • Donald Trump Kembali Ancam China Gara-Gara Tak Beli Kedelai AS – Page 3

    Donald Trump Kembali Ancam China Gara-Gara Tak Beli Kedelai AS – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri bisnis dengan China terkait minyak goreng. Hal ini sebagai balasan atas penolakan China untuk membeli kedelai AS.

    Mengutip CNBC, Rabu (15/10/2025), China melakukan “Tindakan Bermusuhan secara Ekonomi” dengan sengaja tidak membeli kedelai kami dan menyebabkan kesulitan bagi petani kedelai kami,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

    Mengakhiri bisnis dengan China terkait minyak goreng dan “elemen perdagangan lainnya” merupakan kemungkinan bentuk pembalasan” yang menurut Trump sedang dipertimbangkannya.

    “Sebagai contoh, kita dapat dengan mudah memproduksi minyak goreng sendiri, kita tidak perlu membelinya dari China,” tulis Trump.

    China merupakan pembeli utama kedelai Amerika Serikat, mengimpor sekitar 27 juta metrik ton senilai hampir USD 12,8 miliar atau Rp 212,26 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.582) pada 2024.

    Namun, di tengah perang dagang yang memanas dengan pemerintahan Trump, China belum membeli satu pun kedelai AS sejak Mei.

    Dengan tarif balasan atas barang-barang AS yang membuat kedelai AS lebih mahal bagi importir China, China justru mengambil alih pasokan kedelai dari produsen di Amerika Selatan.

    Salah satu pemasok tersebut adalah Argentina, yang dilaporkan menangguhkan pajak ekspor pada hari yang sama ketika pemerintahan Trump pertama kali berjanji untuk memperkuat perekonomian negara tersebut dengan pertukaran mata uang senilai USD 20 miliar.

    Presiden Argentina Javier Milei mengunjungi Trump di Gedung Putih pada Selasa, beberapa jam sebelum pemimpin AS tersebut melancarkan serangan terbarunya terhadap China.

    Sementara itu, ekspor minyak goreng bekas China mencapai rekor tertinggi pada 2024, dengan AS menyumbang 43% dari total ekspor.

     

     

  • Amerika Sudah Mirip China, Blokir Menggila-Warga Disensor

    Amerika Sudah Mirip China, Blokir Menggila-Warga Disensor

    Jakarta, CNBC Indonesia – Citra Amerika Serikat (AS) sebagai negara ‘bebas berekspresi’ pelan-pelan mulai luntur. Pemblokiran dan penyensoran konten kian masif, sehingga membuat AS makin mirip dengan China.

    Misalnya ketika aktivis sayap kanan yang kontroversial, Charlie Kirk, tewas ditembak. Segelintir orang ‘merayakan’ hal tersebut melalui unggahan media sosial dan dampaknya fatal, mulai dari teguran hingga pemecatan di tempat kerja.

    Beberapa saat lalu, pemerintahan Donald Trump juga memerintahkan Apple untuk menghapus aplikasi-aplikasi terkait pelacakan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) dari App Store, dikutip dari Reuters.

    Google turut menghapus aplikasi serupa, namun membantah tindakannya ditengarai arahan dari pemerintah. Google berdalih penghapusan aplikasi pelacakan ICE karena dinilai melanggar kebijakan perusahaan.

    Terbaru, Departemen Kehakiman AS (DoJ) mengumumkan pada Selasa (14/10) waktu setempat, bahwa Meta telah mematuhi arahan pemerintah untuk menghapus page di Facebook yang dinilai memicu kekerasan terhadap agen-agen ICE di Chicago.

    Dalam unggahan di X, Jaksa Agung Pam Bondi mengatakan page di Facebook tersebut memuat upaya doxing dan menargetkan sekitar 200 petugas ICE yang melakukan tugas ‘bersih-bersih’ imigran sesuai arahan Trump.

    Juru Bicara Meta mengonfirmasi penghapusan page tersebut di Facebook dengan alasan “melanggar kebijakan perusahaan melawan bahaya yang terkoordinasi,” dikutip dari Reuters, Rabu (15/10/2025).

    Meta dan DoJ tidak memberikan informasi lebih perinci terkait page Facebook yang dimaksud.

    Diketahui, ICE berperan penting dalam mewujudkan agenda imigrasi Trump. Agen-agennya secara rutin menggeledah dan menangkap para migran. Advokat HAM mengatakan kebebasan berpendapat dalam proses tersebut kerap dihiraukan.

    Pemerintahan Trump mengklaim bahwa para pengunjuk rasa sayap kiri kerap melakukan kekerasan dan mengganggu tugas para agen ICE. Bondi tidak membeberkan bukti dalam unggahan X-nya terkait insiden spesifik kekerasan yang terjadi akibat page Facebook yang sudah diblokir.

    Meta dan perusahaan teknologi lainnya telah berupaya memperbaiki hubungan mereka dengan Trump sejak kembali masuk Gedung Putih. Meta telah menyumbang US$1 juta untuk dana pelantikan Trump dan menghentikan program keberagaman dan pengecekan fakta.

    Meta juga setuju untuk membayar Trump US$25 juta untuk menyelesaikan gugatan atas penangguhan akunnya setelah serangan Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.

    Kehadiran ICE di Chicago sudah ditentang oleh Wali Kota dari Partai Demokrat, Brandon Johnson, dan Gubernur Illinois dari Partai Demokrat, JB Pritzker. Awal bulan ini, Johnson menandatangani perintah yang melarang agen ICE menggunakan properti milik kota sebagai area persiapan untuk operasi. Bisnis lokal telah memasang tanda yang menyatakan tempat mereka terlarang bagi ICE.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]