Tag: Donald Trump

  • Trump Ingin Caplok Greenland, Eropa Dorong NATO Perkuat Arktik

    Trump Ingin Caplok Greenland, Eropa Dorong NATO Perkuat Arktik

    JAKARTA – Negara-negara Eropa meyakini penguatan kehadiran NATO di kawasan Arktik dapat meyakinkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump Washington tidak perlu “memiliki” Greenland demi alasan keamanan.

    Sebelumnya pada 3 Januari, Trump mengatakan kepada majalah The Atlantic Amerika Serikat “mutlak” membutuhkan Greenland, dengan alasan pulau tersebut “dikepung kapal Rusia dan China”.

    Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pun mendesak Trumpagar menghentikan ancaman aneksasi terhadap Greenland, wilayah otonom yang berada dalam Kerajaan Denmark.

    Dilansir ANTARA dari Sputnik, dalam pertemuan tertutup para duta besar NATO di Brussel,Kamis, 8 Januari, negara-negara anggota sepakat perlunya memperkuat postur aliansi di kawasan Arktik, kata tiga diplomat NATO kepada Politico.

    Para diplomat itu mengatakan negara-negara Eropa memandang pencarian kompromi dengan Trump sebagai opsi pertama dan yang paling diinginkan.

    Secara khusus, pertemuan tersebut membahas berbagai opsi, termasuk pemanfaatan kemampuan intelijen untuk meningkatkan pemantauan wilayah, peningkatan belanja pertahanan Arktik, pengerahan lebih banyak peralatan militer, serta penambahan latihan militer di kawasan sekitar.

    Salah satu sumber menyebut pertemuan yang dihadiri 32 utusan aliansi itu berlangsung dalam suasana “produktif” dan “konstruktif”.

    Trump berulang kali menyatakan Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan menyoroti nilai strategis pulau tersebut bagi keamanan nasional dan pertahanan “dunia bebas” dari China dan Rusia.

    Mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan pulau itu tidakdijual.

    Pada 4 Januari, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar peta Greenland berwarna bendera Amerika Serikat di platform X dengan keterangan “SOON”.

    Menanggapi unggahan itu, Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen mengatakan Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap keutuhan wilayah kerajaan.

    Perdana Menteri Greenland saat ini, Jens-Frederik Nielsen, menyebut gambar tersebut tidak sopan.

    Pada Desember lalu, Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland.

    Landry kemudian menegaskan kembali tujuan Amerika Serikat untuk menjadikan pulau tersebut bagian dari wilayahnya.

    Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengaku terkejut dan mengecam pernyataan Landry tersebut.

    Frederiksen bersama Nielsen memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan pengambilalihan, seraya menuntut penghormatan atas keutuhan wilayah bersama Denmark dan Greenland.

    Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau terbesar di dunia itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kewenangan mengatur pemerintahan sendiri dan menentukan kebijakan domestik.

  • Reli Saham dan Dolar AS Makin Perkasa Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

    Reli Saham dan Dolar AS Makin Perkasa Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

    Bisnis.com, JAKARTA – Indeks saham utama di wall street melonjak ke level tertinggi sepanjang masa dan membuat dolar AS ikut naik pada Jumat (9/1/2026). Reli itu setelah data menunjukkan ekonomi AS menciptakan lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diperkirakan pada Desember. 

    Dilansir Reuters, Sabtu (10/1/2026), S&P 500, Dow, dan STOXX 600 mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa. Saham perusahaan chip naik dan membantu mendorong S&P 500, dengan Intel (INTC.O) naik 10,8% setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mengadakan “pertemuan hebat” dengan CEO perusahaan pembuat chip tersebut, Lip-Bu Tan. Sementara Broadcom (AVGO.O) naik 3,8%.

    Laporan bulanan Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan 50.000 pekerja ditambahkan ke daftar gaji non-pertanian pada Desember, dibandingkan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 60.000, sedikit di atas peningkatan yang direvisi ke bawah pada November sebesar 56.000. Sementara itu, tingkat pengangguran menurun, seperti yang diharapkan, menjadi 4,4%.

    “Kenaikan jumlah pekerja sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsensus, tetapi masih merupakan angka yang cukup kuat,” kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York dikutip Reuters, Sabtu (10/1/2026). 

    Dia menambahkan bahwa laporan ekonomi AS sudah kembali normal. Sebelumnya, rilis data ekonomi AS tertunda karena penutupan pemerintah federal yang berkepanjangan.

    Kenaikan pasar saham pekan ini terjadi meskipun ketegangan geopolitik meningkat yang dipicu oleh penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS dalam serangan di ibu kotanya pada 3 Januari.

    Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI), naik 237,96 poin, atau 0,48%, menjadi 49.504,07; S&P 500 (.SPX), naik 44,82 poin, atau 0,65%, menjadi 6.966,28; dan Nasdaq Composite (.IXIC), naik 191,33 poin, atau 0,82%, menjadi 23.671,35.

    Ketiga indeks tersebut mencatatkan kenaikan pada minggu perdagangan penuh pertama tahun 2026, didorong oleh peningkatan di sektor material, industri, dan sektor lain yang tertinggal dari saham teknologi dalam beberapa tahun terakhir.

    Indeks saham global MSCI (.MIWD00000PUS), naik 5,42 poin, atau 0,53%, menjadi 1.034,87, dan mencapai rekor tertinggi intraday.

    Saham Eropa juga berakhir pada rekor tertinggi. Lonjakan Glencore (GLEN.L), membantu menempatkan indeks STOXX 600 pada rentetan kemenangan mingguan terpanjangnya sejak Mei. Indeks pan-Eropa STOXX 600 (.STOXX), naik 0,97%.

    Setelah laporan pekerjaan, dolar AS awalnya kehilangan hampir semua kenaikan hari ini terhadap sekeranjang mata uang utama, setelah sebelumnya naik hampir 0,2%. 

    Indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, terakhir naik 0,26% menjadi 99,13.

    Imbal hasil obligasi Treasury dua tahun yang sensitif terhadap suku bunga naik lebih tinggi setelah data tersebut, sementara imbal hasil 10 tahun terakhir sedikit turun. 

    Imbal hasil obligasi 2 tahun, yang biasanya bergerak seiring dengan ekspektasi suku bunga untuk The Fed, naik 5 basis poin menjadi 3,538%, dari 3,488% pada Kamis malam. Imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun turun 1,2 basis poin menjadi 4,171%.

    Di pasar komoditas, harga minyak mentah berakhir lebih tinggi. Kontrak berjangka Brent naik US$1,35, atau 2,18%, menjadi US$63,34 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,36, atau 2,35%, menjadi US$59,12.

    Dengan peristiwa di Venezuela, para investor semakin yakin bahwa produksi di Venezuela, bahkan di bawah kendali AS, mungkin tidak akan meningkat secara signifikan untuk beberapa waktu.

    Kemudian, harga tembaga naik, memperpanjang kenaikan baru-baru ini karena taruhan baru pada peningkatan permintaan di masa depan, sementara aluminium mencapai level tertinggi sejak April 2022.

    Para investor telah bersiap untuk kemungkinan putusan Mahkamah Agung AS tentang legalitas tarif Trump. Namun, pengadilan diperkirakan baru akan mengeluarkan putusan berikutnya pada 14 Januari 2026. 

    Pengadilan mengindikasikan di situs webnya pada Jumat bahwa mereka dapat merilis keputusan dalam kasus-kasus yang diperdebatkan ketika para hakim duduk di kursi mereka selama sidang yang dijadwalkan Rabu depan.

  • Penangkapan Maduro Bencana Hubungan Internasional

    Penangkapan Maduro Bencana Hubungan Internasional

    JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro merupakan bencana dalam ranah hubungan internasional.

    “Tahun ini dimulai dengan penuh gejolak. Yang terutama akan dikenang dari awal tahun ini adalah penculikan Maduro. Tentu saja ini merupakan tindakan lancang dan tercela, atau jika diungkapkan secara lebih lugas, sebuah bencana universal dalam hubungan internasional,” tulis Medvedev melalui akun Telegram dilansir ANTARA dari Sputnik, Jumat, 9 Januari.

    Ia menyebutkan terdapat dua skenario yang mungkin terjadi terhadap Maduro dalam waktu dekat.

    “Hari ini hanya ada dua skenario. Pertama, Amerika Serikat secara diam-diam membebaskan presiden Venezuela yang diculik dengan alasan yang masuk akal, meski kemungkinannya sangat kecil,” kata Medvedev.

    “Kedua, ia akan menjadi Mandela baru dari Amerika Latin, yang paling mungkin terjadi. Namanya kemudian akan tercatat dalam sejarah Amerika Selatan sejajar dengan Bolivar, Miranda, dan Chavez,” katanya menambahkan.

    Menurut Medvedev, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance atau penerus Presiden AS Donald Trump pada akhirnya akan memberikan pengampunan kepada Maduro di bawah tekanan publik.

    Ia juga menilai minyak menjadi faktor utama di balik tindakan Amerika Serikat di Venezuela, namun persoalan tersebut tidak akan mudah diselesaikan.

    Pejabat Rusia itu menambahkan, jika Amerika Serikat melancarkan operasi darat di Venezuela, langkah itu akan jauh lebih berdarah dibandingkan dengan penculikan Maduro.

    “Ya, minyak merupakan faktor kunci. Namun, bahkan itu pun tidak akan mudah. Bagaimana jika otoritas Venezuela saat ini enggan membagikan minyaknya kepada Amerika Serikat dalam waktu lama?” katanya.

    “Apakah Trump benar-benar akan melancarkan operasi darat? Kongres pasti akan dilibatkan, dan itu akan jauh lebih berdarah dibandingkan penculikan Maduro yang terang-terangan,” kata Medvedev, seraya menyatakan keraguannya pemerintahan AS saat ini menginginkan skenario tersebut.

    Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.

    Trump mengumumkan Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narkoterorisme” serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.

    Pemerintah Venezuela di Caracas meminta digelarnya pertemuan darurat PBB terkait operasi Amerika Serikat tersebut.

    Mahkamah Agung Venezuela kemudian mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

    Rusia, China, dan Korea Utara mengecam keras tindakan Amerika Serikat.

    Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela serta menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, sekaligus meminta agar eskalasi lebih lanjut dapat dicegah.

  • Pakai Cara Mudah atau Sulit

    Pakai Cara Mudah atau Sulit

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras akan menangani langsung untuk mengakuisisi Greeland. Trump mengaku tidak peduli akan menggunakan cara mudah atau sulit.

    “Saya ingin membuat kesepakatan, Anda tahu, dengan cara yang mudah. Tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara yang mudah, kita akan melakukannya dengan cara yang sulit,” kata Trump dalam pertemuan di Gedung Putih dengan para eksekutif perusahaan minyak dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/1/2026).

    Trump menyebut mengendalikan pulau yang kaya mineral itu sangat penting bagi keamanan nasional AS. Mengingat saat ini, katanya, aktivitas militer Rusia dan China di Arktik meningkat.

    Sebelumnya Trump juga mempertimbangkan opsi mengakuisisi Greenlad salah satunya menggunakan kekuatan militer. Dilansir AFP, Rabu (7/1), pertimbangan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Karoline Leavitt. Ia awalnya menjelaskan langkah akuisisi Greenland menjadi prioritas untuk keamanan nasional Amerika Serikat.

    “Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik,” kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

    “Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” ucap dia.

    (whn/whn)

  • Trump Singgung Kartel Narkoba di Meksiko, Presiden Sheinbaum Bilang Begini

    Trump Singgung Kartel Narkoba di Meksiko, Presiden Sheinbaum Bilang Begini

    Jakarta

    Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan melancarkan serangan darat kepada para kartel narkoba. Sheinbaum merespons secara khusus lantaran Trump juga sempat menyinggung Meksiko.

    Dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), Sheinbaum mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah meminta menteri luar negerinya untuk menghubungi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Jika perlu, lanjut dia, berbicara langsung dengan Trump untuk memperkuat kerja sama dalam kerangka keamanan bilateral.

    Sebelumnya, Donald Trump mengatakan serangan darat terhadap kartel-kartel narkoba akan segera dilakukan, menyusul rentetan serangan maritim di perairan Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia beberapa waktu terakhir.

    Rencana serangan darat itu, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), diungkapkan Trump dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity yang ditayangkan Fox News pada Kamis (8/1) malam waktu setempat.

    Trump menyinggung soal kartel narkoba di Meksiko saat membahas rencana serangan darat tersebut.

    (maa/idn)

  • Petinggi NATO Tegaskan Jauh dari Krisis Meski Trump Mau Caplok Greenland

    Petinggi NATO Tegaskan Jauh dari Krisis Meski Trump Mau Caplok Greenland

    Jakarta

    Kepala pasukan NATO di Eropa, Jenderal AS Alexus Grynkewich, mengatakan aliansi militer NATO jauh dari krisis meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk mengakuisisi Greenland di bawah kendali AS. Ia memastikan belum ada dampak apapun dari pernyataan Trump.

    “Belum ada dampak pada pekerjaan saya di tingkat militer hingga saat ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kami siap untuk mempertahankan setiap inci wilayah aliansi hingga hari ini,” kata Grynkewich kepada wartawan selama kunjungannya ke Finlandia, dilansir AFP, Jumat (9/1/2026).

    “Jadi saya melihat kita jauh dari krisis saat ini,” tambahnya.

    Komentar Grynkewich menyusul pernyataan Trump yang berulang kali bahwa ia menginginkan kendali AS atas wilayah otonom Denmark yang kaya mineral tersebut. Presiden Trump belum mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk merebut pulau Arktik yang berlokasi strategis dengan populasi 57.000 jiwa tersebut.

    Ditanya oleh seorang reporter tentang pernyataan Trump, Grynkewich mengaku tidak ingin berkomentar tentang apakah NATO akan bertahan tanpa AS.

    Trump telah lama berbicara tentang mengakuisisi Greenland tetapi telah meningkatkan ancamannya sejak operasi militer AS untuk menggulingkan penguasa Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan pejabat dari Denmark dan Greenland pekan depan

    (maa/idn)

  • Iming-iming Duit Miliaran untuk Warga Greenland Agar Mau Gabung AS

    Iming-iming Duit Miliaran untuk Warga Greenland Agar Mau Gabung AS

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) memberikan iming-iming miliaran rupiah kepada warga Greenland yang ingin bergabung dengan AS. Negeri Paman Sam menjanjikan USD 100 ribu atau setara dengan Rp 1,6 miliar per individu.

    Dilansir Reuters, Jumat (9/1/2026), rencana pemerintah Presiden Donald Trump tersebut diungkapkan oleh empat sumber yang memahami persoalan itu saat berbicara kepada Reuters.

    Meskipun angka pasti dan logistik pembayaran, termasuk kapan dan bagaimana akan dibayarkan, belum diketahui secara jelas, namun menurut dua sumber di antaranya, sejumlah pejabat AS, termasuk para pejabat Gedung Putih, telah membahas angka mulai dari US$ 10.000 (Rp 168,3 juta) hingga US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang. Uang tersebut akan dibayarkan sekaligus dalam jumlah besar.

    Greenland adalah wilayah otonomi Kerajaan Denmark dengan jumlah penduduk sekitar 57.000 jiwa. Jika dihitung, dengan pembayaran sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang, maka AS akan membayarkan total hampir US$ 6 miliar (Rp 101 triliun) kepada seluruh penduduk Greenland.

    Gagasan membayar langsung kepada penduduk Greenland itu mengungkapkan salah satu penjelasan soal bagaimana AS mungkin berupaya untuk “membeli” pulau yang letaknya strategis di kawasan Arktik tersebut. Meskipun otoritas Denmark dan Greenland sendiri bersikeras menyatakan pulau tersebut tidak untuk dijual.

    Taktik ini termasuk di antara berbagai rencana yang sedang dibahas Gedung Putih untuk mengakuisisi Greenland, termasuk potensi penggunaan militer AS.

    Namun, hal tersebut berisiko terkesan terlalu transaksional, bahkan merendahkan penduduk yang telah sejak lama memperdebatkan kemerdekaan mereka sendiri dan ketergantungan ekonomi mereka pada Denmark.

    “Cukup sudah… Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” tegas Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dalam pernyataan via Facebook pada Minggu (4/1) setelah Trump kembali menegaskan AS perlu mengakuisisi Greenland.

    Trump sejak lama berargumen bahwa AS perlu menguasai Greenland karena beberapa alasan, termasuk kekayaan mineralnya yang diperlukan untuk aplikasi militer canggih. Dia juga mengatakan bahwa kawasan Belahan Bumi Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.

    Walaupun pembahasan internal soal cara-cara merebut Greenland sudah berlangsung di kalangan ajudan Trump sejak sebelum dia menjabat periode kedua, urgensi tersebut kembali meningkat setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer yang berani pada 3 Januari lalu.

    Salah satu sumber yang dikutip Reuters mengungkapkan bahwa para ajudan Gedung Putih sangat ingin melanjutkan momentum dari operasi Maduro untuk mencapai tujuan geopolitik Trump lainnya yang diidamkan sejak lama.

    Namun demikian, terlepas dari itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar warga Greenland, meskipun terbuka untuk memisahkan diri dari Denmark, tidak ingin menjadi bagian dari AS.

    Negara-negara NATO Minta Hormati Kedaulatan Greenland

    Enam negara anggota NATO bergabung dengan Denmark dalam menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati. Seruan itu disampaikan setelah Donald Trump kembali menegaskan keinginannya menguasai Greenland.

    Dalam pernyataan bersama, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/1), enam negara anggota NATO, seperti Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Denmark menyerukan penghormatan terhadap “kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan” Greenland.

    Greenland yang terletak di kawasan Arktik, merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark. Pernyataan bersama itu menguraikan bahwa keamanan Arktik tetap menjadi “prioritas utama bagi Eropa”.

    “Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland,” kata pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris dalam pernyataan bersama tersebut.

    Ketujuh negara anggota NATO itu juga menegaskan kembali dalam pernyataannya bahwa banyak sekutu Eropa yang telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, dan investasi mereka untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.

    “Oleh karena itu, keamanan Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama-sama dengan sekutu-sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, yang mencakup kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat. Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut,” tegas para pemimpin negara-negara NATO tersebut.

    Ditekankan juga dalam pernyataan bersama itu bahwa AS merupakan “mitra penting dalam upaya ini, sebagai sekutu NATO dan melalui perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat tahun 1951”.

    Dalam pernyataan terpisah, para Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia mengatakan bahwa sebagai negara-negara Nordik, negara-negara Arktik, dan sekutu NATO, mereka secara kolektif berkomitmen untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kerja sama di kawasan tersebut.

    “Kami semuanya telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pencegahan dan pertahanan di kawasan ini, termasuk melalui kemampuan, aktivitas, kehadiran, dan peningkatan kesadaran situasional yang baru,” kata para Menlu negara-negara Nordik tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (lir/lir)

  • Rusia Protes, AS Akan Bebaskan 2 Kru Kapal Tanker yang Disita

    Rusia Protes, AS Akan Bebaskan 2 Kru Kapal Tanker yang Disita

    Jakarta

    Rusia mengatakan Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk membebaskan dua warga negara Rusia yang merupakan anggota kru di atas kapal tanker minyak Marinera yang disita pasukan AS di Atlantik Utara. Rusia menyebut pembebasan warganya itu diputuskan oleh Presiden AS Donald Trump.

    Dikutip Anadolu, Jumat (9/1/2025), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Moskow menyambut baik langkah tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump.

    “Sebagai tanggapan atas permohonan kami, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk membebaskan dua warga negara Rusia dari antara kru kapal tanker Marinera, yang sebelumnya ditahan oleh pihak Amerika selama operasi di Atlantik Utara,” kata Zakharova dalam sebuah pernyataan.

    Dia mengatakan Rusia telah memulai langkah yang mendesak untuk mengatasi semua masalah yang berkaitan dengan memastikan kepulangan warga negaranya yang dibebaskan dengan cepat.

    Pengumuman tersebut menyusul kecaman keras dari Moskow atas penyitaan kapal tanker berbendera Rusia oleh AS, yang sebelumnya dikenal sebagai M/V Bella 1. Otoritas Rusia menggambarkan operasi tersebut sebagai tindakan militer ilegal dan pelanggaran berat terhadap hukum maritim internasional.

    Rusia menuntut pembebasan segera kapal dan awaknya, menolak klaim Washington bahwa kapal tanker itu tidak memiliki kewarganegaraan atau beroperasi di bawah bendera palsu.

    Lihat juga Video: Putin Kirim Ajudan-Menlu ke Arab Saudi Temui Pejabat AS

    (idn/maa)

  • AS Mendadak Kerahkan Banyak Pesawat Militer ke Eropa, Ada Apa?

    AS Mendadak Kerahkan Banyak Pesawat Militer ke Eropa, Ada Apa?

    London

    Amerika Serikat (AS) terpantau mengerahkan sejumlah besar pesawat militer ke kawasan Eropa beberapa waktu terakhir, setelah serangan terhadap Venezuela yang menggemparkan dunia. Peningkatan mendadak ini memicu spekulasi soal operasi khusus AS di kawasan tersebut di masa depan.

    Pengerahan pesawat-pesawat militer AS ke kawasan Eropa ini juga terjadi di tengah kekhawatiran baru soal ambisi Presiden Donald Trump untuk menguasai Greenland, yang menuai kritikan negara-negara Eropa dan sekutu NATO di kawasan tersebut.

    Laporan situs berita pertahanan, The War Zone, seperti dilansir The Independent dan Global Times, Jumat (9/1/2026), menyebut peningkatan mendadak itu mencakup jet kargo C-17 Globemaster, pesawat tempur AC-130J Ghostrider, dan pesawat turboprop operasi khusus yang misterius.

    Disebutkan bahwa C-17 Globemaster itu kemungkinan berisi helikopter, yang berasal dari markas Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (SOAR).

    Pengerahan pesawat ini, menurut The War Zone, semakin terlihat seperti dukungan operasi di masa depan untuk menaiki kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera, yang baru-baru ini disita AS di perairan Atlantik Utara setelah dikejar dari lepas pantai Venezuela. Kapal itu dituduh melanggar sanksi AS.

    Mengutip data pelacakan penerbangan, UK Defence Journal melaporkan peningkatan aktivitas udara militer AS sejak Sabtu (3/1), termasuk beberapa pesawat angkut C-17 Globemaster III yang tiba di pangkalan udara Inggris, RAF Fairford, dan kedatangan dua pesawat tempur AC-130 di RAF Mildenhall.

    UK Defence Journal menyebut pergerakan udara militer AS ke Inggris menunjukkan pengerahan kembali pasukan khusus Amerika ke Eropa, setelah peningkatan aktivitas operasional terkait peristiwa di Venezuela, yang melibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

    Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan kepada The Independent bahwa mereka telah memberikan “dukungan operasional yang telah direncanakan sebelumnya, termasuk penempatan, kepada aset-aset militer AS” menjelang penyitaan kapal tanker Marinera pada Rabu (7/1).

    Pesawat-pesawat itu tiba di pangkalan udara Inggris di Suffolk dan Gloucestershire, yang dioperasikan bersama oleh AS dan Inggris, tetapi tidak jelas apakah pesawat itu digunakan dalam operasi penyitaan kapal tanker minyak tersebut.

    Meskipun alasan pengerahan pesawat militer AS itu tidak diketahui secara jelas, peningkatan mendadak ini bertepatan dengan kekhawatiran atas keinginan Trump merebut Greenland dari Denmark.

    “Banyak pesawat Operasi Khusus AS telah transit di Inggris dalam beberapa hari terakhir, dalam perjalanan ke Eropa, termasuk laporan tentang pesawat yang berasal dari Resimen Udara Operasi Khusus ke-160 alias ‘Nightstalkers’ yang mendukung serangan terhadap Maduro di Venezuela… Kemungkinan aksi lainnya di Eropa?” kata mantan perwira Angkatan Darat Inggris, Ed McGuinness, dalam unggahan media sosial X.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • AS Beri Bantuan Rp 758 M Demi Gencatan Senjata Thailand-Kamboja

    AS Beri Bantuan Rp 758 M Demi Gencatan Senjata Thailand-Kamboja

    Washington DC

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bantuan sebesar US$ 45 juta, atau setara Rp 758,2 miliar, dalam upaya memperkuat gencatan senjata yang rapuh antara Thailand dan Kamboja, yang terlibat konflik perbatasan sengit.

    Pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS untuk kawasan Asia Timur, Michael DeSombre, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), mengunjungi Thailand dan Kamboja untuk membahas cara-cara memperkuat gencatan senjata antara kedua negara.

    Gencatan senjata itu diupayakan oleh Presiden Donald Trump untuk disoroti sebagai salah satu pencapaiannya

    DeSombre mengatakan bahwa AS akan menawarkan US$ 20 juta (Rp 336,9 miliar) untuk membantu kedua negara dalam memerangi perdagangan narkoba dan scam online, yang telah menjadi kekhawatiran utama di Kamboja.

    Dia juga mengungkapkan bahwa Washington akan memberikan US$ 15 juta (Rp 252,7 miliar) untuk membantu mendukung orang-orang yang mengungsi akibat pertempuran baru-baru ini di perbatasan kedua negara, dan memberikan US$ 10 juta (Rp 168,4 miliar) untuk pembersihan ranjau.

    “Amerika Serikat akan terus mendukung pemerintah Kamboja dan Thailand saat mereka menerapkan Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur dan membuka jalan bagi kembalinya perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas bagi rakyat mereka dan kawasan ini,” kata DeSombre dalam pernyataannya.

    Dia merujuk pada perjanjian yang ditandatangani kedua negara di hadapan Trump selama kunjungan Oktober tahun lalu ke Malaysia, yang saat itu menjabat sebagai Ketua ASEAN.

    Bentrokan besar terbaru terjadi bulan lalu. Kedua negara mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 27 Desember setelah tiga minggu pertempuran sengit, meskipun Thailand menuduh Kamboja melanggar gencatan senjata dengan tembakan yang tampaknya disengaja.

    Kamboja telah meminta Thailand untuk menarik mundur pasukannya dari beberapa area perbatasan, yang diklaim oleh Phnom Penh sebagai wilayahnya.

    Konflik berkepanjangan antara kedua negara ini berakar dari perselisihan mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer peninggalan era kolonial, di mana kedua pihak sama-sama mengklaim wilayah tersebut dan reruntuhan kuil berusia berabad-abad di area itu.

    Trump telah mencantumkan konflik ini sebagai salah satu dari sejumlah perang, yang menurutnya, telah dia selesaikan, sembari dengan lantang menegaskan dirinya layak mendapatkan Nobel Perdamaian.

    Lihat juga Video: PM Thailand Hubungi Trump Terkait Memanasnya Situasi dengan Kamboja

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)