Tag: Djoko Santoso

  • Rig Pertamina Drilling Hasilkan Produksi 2.045 Barel BOPD & Gas 5,2 Juta MMSCFD

    Rig Pertamina Drilling Hasilkan Produksi 2.045 Barel BOPD & Gas 5,2 Juta MMSCFD

    Jakarta

    PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), mencatat capaian penting melalui keberhasilan Rig PDSI #41.3/N110UE yang menyelesaikan pengeboran Sumur Benuang (BNG)-D16 menjadi sumur pengembangan BNG-069 milik PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Zona 4) Regional Sumatra Subholding Upstream Pertamina.

    Pada September 2025, uji produksi sumur tersebut menunjukkan hasil sementara mencapai 2.045 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 5,2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dimana minyak dan gas itu mengalir secara natural melalui bukaan open flow dari lapisan TAF-N2 yang diperkirakan mengindikasikan adanya potensi reservoir baru di luar lapisan eksisting.

    Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan keberhasilan sumur BNG-069 memperkuat upaya Pertamina Drilling dan PT Pertamina EP dalam mendukung ketahanan energi nasional, sejalan dengan arahan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi migas domestik.

    “Dengan dukungan teknologi dan sumber daya Pertamina Drilling, kami berharap potensi reservoir baru ini dapat berkontribusi signifikan bagi target produksi migas nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, (9/9/2025).

    Avep menyampaikan bahwa sumur BNG-069 merupakan sumur pertama dari lima sumur yang direncanakan dalam rangkaian batch drilling di Struktur Benuang, Adera Field, yang terletak di timur laut Prabumulih, Sumatera Selatan. Pengeboran dilakukan secara miring berarah atau directional drilling yang menggunakan Rig PDSI #41.3/N110UE hingga kedalaman akhir 2.460 meter (Measure Depth/MD) atau 2.323,2 meter (True Vertical Depth/TVD).

    Ia mengatakan seluruh proses, termasuk uji produksi, akan rampung dalam waktu 38 hari. Batch drilling sendiri merupakan konsep pengeboran beberapa sumur dalam satu area pondasi cellar dengan memanfaatkan kemampuan rig walking.

    “Metode ini memungkinkan efisiensi karena hanya membutuhkan sekali kegiatan rig up dan rig down untuk seluruh rangkaian sumur,” katanya.

    Selain sumur tersebut, Avel mengatakan, temuan indikasi reservoir baru di lapisan TAF-N2 juga menjadi momentum penting yang memberi peluang eksplorasi lebih lanjut di wilayah kerja Benuang.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menegaskan komitmen Pertamina dalam meningkatkan produksi migas untuk mendorong tercapainya ketahanan energi nasional. Pertamina melakukan berbagai upaya konvensional maupun non konvensional, serta pemanfaatan teknologi.

    “Pertamina menggiatkan kinerja subholding dan seluruh anak usaha sektor hulu guna menjaga ketahanan energi dan mewujudkan swasembada energi sebagaimana yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Capaian Pertamina Drilling ini menjadi harapan positif bagi peningkatan produksi migas di Pertamina,” tandas Fadjar.

    (kil/kil)

  • Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman Selama Libur Panjang – Page 3

    Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman Selama Libur Panjang – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Dalam rangka mendukung masyarakat yang tengah menikmati libur panjang 5–7 September 2025, PT Pertamina (Persero) memastikan seluruh lini bisnis tetap siaga penuh. Mulai dari sektor hulu, pengolahan hingga hilir, Pertamina menjaga agar distribusi energi, meliputi BBM, gas, hingga LPG berjalan lancar dan aman di seluruh Indonesia.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa Pertamina bersama seluruh Subholding dan anak usahanya bergerak serentak untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat selama momentum libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

    “Kami memastikan infrastruktur energi Pertamina Group beroperasi secara optimal, sehingga dapat menjamin pasokan BBM, Gas dan LPG tersedia dalam jumlah yang mencukupi selama long weekend ini,” ujar Fadjar.

     

    Perbesar

    (Foto:Dok.Pertamina)… Selengkapnya

    Menurut Fadjar, pada momen liburan ini, di sisi hulu, kegiatan pengeboran tetap berjalan dengan baik termasuk pada lapangan onshore (darat) maupun offshore (lepas pantai). Produksi hulu digiatkan untuk menyuplai pasokan minyak mentah bagi kilang-kilang dalam negeri.

    “Enam kilang Pertamina tetap beroperasi penuh untuk memproduksi BBM dan LPG. Kami juga terus berkomitmen menghadirkan produk energi yang andal bagi masyarakat,” imbuh Fadjar.

    Subholding Gas Pertamina, lanjutnya juga memastikan penyaluran gas kepada seluruh pelanggan yakni sektor industri, transportasi dan rumah tangga. Dengan demikian, seluruh pelanggan dapat tetap beraktivitas selama libur ini.

    Adapun di sektor hilir, armada tanker dan kapal pendukung yang dikelola oleh Subholding Integrated Marine & Logistics, tetap beroperasi mendistribusikan energi ke seluruh wilayah Nusantara.

     

    Perbesar

    (Foto:Dok.Pertamina)… Selengkapnya

    Sedangkan, pada bisnis layanan konsumen melalui Subholding Commercial & Trading, seluruh Terminal BBM dan LPG beroperasi maksimal. Agen penjualan ritel seperti SPBU, Agen dan Pangkalan LPG juga tetap buka melayani kebutuhan masyarakat.

    Fadjar menambahkan, Untuk memastikan seluruh lini bisnisnya, Pertamina juga melakukan monitoring secara langsung di lapangan maupun secara digital melalui Pertamina Digital Hub.

    “Pertamina mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi energi selama liburan ini. Kami berharap, dengan kesiagaan Pertamina ini masyarakat dapat berlibur dengan tenang,” jelasnya.

    Untuk memudahkan informasi mengenai produk, layanan maupun promosi BBM dan LPG di seluruh wilayah Nusantara, masyarakat dapat mengakses MyPertamina atau menghubungi Pertamina Call Center 135.

    Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

  • Pertamina Berdayakan Desa Rantau Dedap Muara Enim: Dari Energi Bersih hingga Wisata Edukasi – Page 3

    Pertamina Berdayakan Desa Rantau Dedap Muara Enim: Dari Energi Bersih hingga Wisata Edukasi – Page 3

    Liputan6.com, Muara Enim PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen memberdayakan desa lewat program unggulan Desa Energi Berdikari (DEB). Salah satunya menjalankan program DEB di Rantau Dedap, Muara Enim, Sumatera Selatan, untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini sejalan dengan Asta Cita nomor 6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

    Dampak positif pun dirasakan Warga Dusun Rantau Dedap lewat hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas 47 kWh, yang bermanfaat untuk rumah warga setempat, tempat ibadah, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), serta 4 Kilometer (Km) penerangan jalan. Sebanyak 130 KK atau 445 jiwa kini merasakan manfaat langsung dari inisiatif ini.

    Selain itu, desa ini juga dilakukan pemberdayaan Danau Dedughuk yang dikembangkan menjadi wisata edukasi dengan aktivitas panen kentang hingga tanam stroberi sebagai objek wisata edukasi.

    Kini, DEB Pertamina di desa Rantau Dedap memiliki demonstration plot (demplot) strawberry Sentra Agroeduwisata. Selain edukasi tanaman stroberi, melalui aktivitas ini juga dapat meningkatkan perekonomian lokal dari panen yang dihasilkan. 

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan, program DEB merupakan wujud penggerak kemandirian desa.

    “Pertamina meyakini bahwa energi bukan hanya untuk penerangan dan aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai katalisator perubahan sosial. Melalui Desa Energi Berdikari, kami ingin desa-desa seperti Rantau Dedap menjadi mandiri, sejahtera, dan mampu menghadirkan nilai tambah melalui wisata edukasi. Inilah wujud nyata komitmen kami mendukung transisi energi sekaligus pemberdayaan masyarakat,” ujar Fadjar.

  • Pertamina Patra Niaga Umumkan Harga Baru BBM Non-Subsidi, Ini Daftarnya

    Pertamina Patra Niaga Umumkan Harga Baru BBM Non-Subsidi, Ini Daftarnya

    Jakarta

    PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi Pertamax Series dan Dex Series berlaku pada 1 September 2025.

    “Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi Pertamax Series dan Dex Series per 1 September 2025 di Pulau Jawa dan Bali,” ujar Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).

    Berikut daftar lengkapnya:

    1. Pertamax (RON 92): Rp 12.200/liter
    2. Pertamax Green (RON 95): Rp 13.000/liter
    3. Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100/liter
    4. Dexlite (CN 51): Rp 13.600/liter
    5. Pertamina Dex (CN 53): Rp 13.850/liter

    Informasi lengkap mengenai harga terbaru BBM Pertamina di seluruh wilayah Indonesia dapat diakses melalui website Pertamina Patra Niaga melalui tautan https://pertaminapatraniaga.com/page/harga-terbaru-bbm atau dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center 135.

    (ega/ega)

  • Pertamina Reduksi Lebih dari 1 Juta Ton Emisi Karbon di Semester I 2025

    Pertamina Reduksi Lebih dari 1 Juta Ton Emisi Karbon di Semester I 2025

    Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui program dekarbonasi terus mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission 2060. Hingga pertengahan 2025, realisasi penurunan emisi atau dekarbonisasi Pertamina telah menembus angka lebih dari satu juta ton CO2 equivalen, mendekati sebagian besar dari target tahunan yang telah ditetapkan.

    Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian dekarbonisasi tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan.

    “Capaian atas kinerja penurunan emisi karbon Pertamina Group dan seluruh subholding menunjukkan progres positif,” ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso dalam keterangan tertulis, Rabu (3/9/2025).

    “Rata-rata pencapaian berada jauh di atas realisasi tahun lalu. Tren positif ini memperkuat langkah Pertamina sebagai lokomotif transisi energi nasional,” terang Fadjar.

    Di hulu, Subholding Upstream mencatatkan capaian dekarbonisasi terbesar, hampir menyentuh keseluruhan target yang ditetapkan, didorong oleh efisiensi penggunaan Fuel Gas serta optimasi operasi gas turbin.

    Subholding Refining & Petrochemical turut memberikan kontribusi dengan pencapaian yang sudah melampaui lebih dari setengah target, melalui upgrade burner dan pengoperasian boiler yang efisien.

    Fadjar menambahkan Subholding Gas juga berhasil melampaui target dengan capaian yang lebih besar dari rencana awal, berkat optimasi pemanfaatan fuel gas dan inisiatif power generation.

    Sementara itu di hilir, Subholding Commercial & Trading merealisasikan penurunan emisi signifikan melalui inisiatif biofuel, yang telah menutup sebagian besar dari target yang dicanangkan.

    Subholding Power & NRE (PNRE) juga menorehkan capaian yang melampaui target secara meyakinkan, terutama melalui keberhasilan produksi di Ulubelu.

    Selain itu, Subholding Integrated Marine & Logistics menyumbangkan penurunan emisi dengan hasil yang sudah melebihi target berkat efisiensi operasional armada kapal. Menurut Fadjar, pencapaian ini menjadi wujud dukungan terhadap transisi energi berkelanjutan.

    “Pertamina berhasil mencatatkan capaian dekarbonisasi signifikan hingga pertengahan 2025, mendekati mayoritas target tahunan. Keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi seluruh subholding dalam mendorong efisiensi energi, pengembangan renewable energy, serta optimalisasi operasi. Pertamina akan terus mempercepat langkah menuju Net Zero Emission 2060 dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan di setiap lini bisnis,” ujar Fadjar.

    Dengan capaian hingga pertengahan 2025, Pertamina optimistis mampu melampaui target dekarbonisasi tahun ini sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) maupun Asta Cita Pemerintah.

    (akd/akd)

  • Pertamina Bawa Budaya Tari Topeng Indramayu, Viral di Osaka Expo 2025

    Pertamina Bawa Budaya Tari Topeng Indramayu, Viral di Osaka Expo 2025

    Jakarta

    Tari Topeng Juntinyuat dari Indramayu tampil mengesankan di Cultural Performance stage Osaka World Expo. Ratusan pengunjung World Osaka terhibur dan antusias mengikuti gerakan-gerakan penari tari topeng.

    Mereka terpesona dengan liak-liuk gerakannya, kecantikan penarinya, hingga desain kostum dan warna para penari ditambah dengan gamelan yang unik, menarik hingga mengeluarkan suara yang indah.

    “Saya sangat terhibur menyaksikan performance tari topeng dari Indonesia. Mereka begitu gemulai, cantik, dan sangat berbeda ketika menggunakan topengnya. Indonesia memang banyak budaya yang menarik dan indah” tutur pengunjung dari Osaka, Keiko, dalam keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).

    Keiko sendiri ternyata rela menunggu 30 menit untuk menonton cultural performance Pavilion Indonesia.

    Tari Topeng Juntinyuat Indramayu merupakah warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Pertamina Gas mengembangkan program jaga budaya bekerjasama dengan sanggar seni cipta budi dan masyarakat Desa Juntinyuat serta berkomitmen penuh terhadap pelestarian budaya Dermayon.

    “Fokus utamanya adalah menjaga warisan Tari Topeng dan kuliner khas Indramaya. Program Jaga Budaya ini kemudian dikembangkan menjadi program kewirausahaan sosial yang memberdayakan kelompok rentan melalui nilai-nilai budaya” ungkap Manager Communication dan Relations CSR Pertamina Gas (Pertagas) Imam Rismanto.

    Melalui program ini, Pertamina Gas mengintegrasikan kearifan lokal Indramayu sebagai media edukasi iklim.

    “Kami bersama masyarakat Juntinyuat telah mengedukasi dan telah menanam mangrove sepanjang 240 meter, disertai pemasangan geotube babat remat sebagai penahan abras. Upaya ini penting mengingat gelombang laut di pesisir Desa Juntinyuat tergolong semakin lama semakin tinggi” tambahnya.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan pihaknya berkomitmen dalam keberlanjutan budaya dan lingkungan seluruh wilayah operasional ring 1.

    “Melalui program Jaga Budaya, kami berharap dapat terus menghidupkan kearifan lokal, menjaga adat istiadat, serta memberikan dampak ekonomi yang sirkular bagi masyarakat” pungkasnya.

    (hnu/ega)

  • Pertamina Salurkan Energi Bersih untuk 25 Hektar Pertanian Warga Kalijaran

    Pertamina Salurkan Energi Bersih untuk 25 Hektar Pertanian Warga Kalijaran

    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) mendukung ketahanan pangan lewat program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN). Energi ramah lingkungan dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tenaga bayu (PLTB) dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, hortikultura, hingga budidaya perikanan.

    Program yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap (RU IV) ini berhasil mengairi 25 hektar sawah yang sebelumnya rawan kekeringan, menjadi lahan produktif. Selain itu, Pertamina membina 35 petani dan 90 tenaga kerja untuk mengelola aktivitas di Desa Energi Berdikari (DEB) Kalijaran.

    Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Sugih Priyatno menuturkan, sebelum bersinergi dengan Pertamina, lahan pertanian di desanya hanya mengandalkan hujan.

    “Sebelum ada pembinaan dari Pertamina, petani hanya bisa menanam saat musim hujan karena keterbatasan air. Kalau mau pakai pompa, biayanya mahal dan menambah polusi,” ujar Priyatno dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

    Kini irigasi lahan pertanian dijalankan dengan PLTS dan PLTB, menghasilkan energi terbarukan berkapasitas 12.540 Watt Peak dan mengurangi emisi karbon 2.860 ton CO₂eq per tahun. Priyatno menyebut petani kini bisa panen tiga hingga enam kali per tahun, dengan pendapatan meningkat dari Rp 80 ribu menjadi Rp800 ribu per bedeng/tahun.

    PLTS juga digunakan untuk penampungan air dan budidaya ikan. Mitra binaan mencatat tambahan pendapatan rata-rata Rp1,7 juta-Rp2,3 juta per panen dari hasil pertanian dan perikanan.

    Pertamina juga memberikan hibah mesin penggilingan padi dan jagung, serta sarana bangunan penggilingan. Hasil panen gabah bisa diolah dan dikemas untuk dijual, sementara dedak pascagiling dimanfaatkan untuk pakan bebek dan ternak.

    “Harapan kami, masyarakat bisa mandiri energi dengan memanfaatkan PLTS, PLTB, dan energi gerak. Dengan begitu, desa bisa berkelanjutan, ramah lingkungan, dan tidak bergantung pada energi lain. Bahkan ke depan, kami berencana mengolah kembali air hasil pompanisasi menjadi air bersih,” tambah Priyatno.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menegaskan, MAPAN Kalijaran merupakan bagian dari program DEB untuk kemandirian ekonomi desa sekaligus menekan emisi karbon.

    “DEB merupakan upaya tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) untuk mengembangkan energi transisi sebagai solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat. Pertamina berharap, DEB terutama yang berada di Kalijaran ini dapat mendukung kemandirian ekonomi, energi, hingga ketahanan pangan, sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Indonesia,” jelas Fadjar.

    Pertamina terus mendorong transisi energi dengan target net zero emission pada 2060. Program ini juga diarahkan agar sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan penerapan prinsip lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG) di berbagai lini usahanya.

    (anl/ega)

  • Pertamina Wujudkan Sentra Perikanan Terintegrasi di Banyuasin Sumsel

    Pertamina Wujudkan Sentra Perikanan Terintegrasi di Banyuasin Sumsel

    Jakarta

    PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju menghadirkan Corporate Social Responsibility (CSR) ‘Belida Musi Lestari’. Program ini mengembangkan kawasan sentra perikanan di Desa Sungai Gerong, Banyuasin, Sumatera Selatan.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan bahwa Pertamina berkomitmen dalam menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendekatan keberlanjutan melalui Desa Sungai Gerong Banyuasin, salah satu Desa Energi Berdikari (DEB) di wilayah Sumatera Selatan yang diresmikan Pertamina pada 28 Agustus 2025.

    “Program Belida Musi Lestari menjadi wujud kepedulian Pertamina terhadap lingkungan dan masyarakat. Pertamina tidak hanya fokus menjaga kelestarian ikan Belida sebagai satwa endemik, tetapi juga menciptakan dampak sosial-ekonomi positif melalui pemberdayaan masyarakat,” ucap Fadjar dalam keterangan tertulis, Sabtu, (30/8/2025).

    Selain itu, Manager CSR & SMEPP Management PT KPI, Edward Manaor Siahaan mengungkapkan, program CSR dengan konsep Circular Economy dari RU III Plaju ini dapat menciptakan kemandirian masyarakat sekitar area operasi, serta menjadikan sentra perikanan hulu hilir terintegrasi.

    “Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan,” ujar Edward.

    Edward memaparkan, program ini berawal dari kegiatan penyelamatan ikan Belida sejak tahun 2019, kemudian berkembang menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat pada 2021 melalui keterlibatan Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan).

    Hingga kini, program tersebut berhasil memunculkan 18 sentra perikanan terintegrasi end-to-end yang mendorong kemandirian masyarakat sekaligus mengatasi kesenjangan dan kemiskinan bagi 7 kelompok rentan dengan jumlah penerima manfaat secara langsung dan tidak langsung.

    “Mereka terdiri dari pembudidaya ikan, buruh harian lepas, nelayan, ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta anak dan balita kurang gizi,” rinci Edward.

    Selain itu, di hulu, terdapat beberapa budidaya ikan, sedangkan di hilir, Pertamina turut memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui inovasi produk olahan seperti nugget ikan, kerupuk tulang, kerupuk daging, keripik kulit, stik telur gabus, ikan salai patin-lele, hingga stik akar kelapa ikan patin.

    Lebih lanjut, program ini juga terintegrasi dengan layanan kesehatan Posyandu setempat yang mampu berperan dalam mengatasi gizi buruk dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan MPASI berbasis ikan dan sayuran hidroponik. Hingga kini telah dihasilkan 40 produk PMT & MPASI berbasis ikan.

    Dari hulu hingga hilir dan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program “Belida Musi Lestari” diharapkan menjadi inspirasi keberlanjutan dan kemandirian masyarakat di wilayah Sumatera Selatan maupun inspirasi keberlanjutan wilayah lain di Indonesia.

    Di sisi lain, kebermanfaatan ini juga turut dirasakan oleh Kepala Dusun Desa Sungai Gerong, Aris Riyadi. Dia menambahkan, program CSR Pertamina memberikan dampak baik bagi masyarakat lokal sekitar.

    “Pertamina mengangkat desa kami yang dulunya tertinggal untuk mulai bangkit, terutama dalam pelatihan budidaya perikanan yang sebelumnya tidak kami ketahui,” ujar Aris.

    (anl/ega)

  • Perkuat Ketahanan Energi-Pangan, Pertamina Dukung 110 Inovasi Lewat PFmuda

    Perkuat Ketahanan Energi-Pangan, Pertamina Dukung 110 Inovasi Lewat PFmuda

    Jakarta

    Pertamina memberikan apresiasi kepada 110 inovasi sosial terbaik karya generasi muda lewat program PFmuda 2025. Apresiasi diberikan dalam bentuk stimulan dana pengembangan inovasi sosial dengan total Rp 3,7 miliar.

    Selain pendanaan, para inovator muda PFmuda juga mendapatkan pendampingan atau mentoring intensif dari ekspertis serta penguatan jejaring dan peluang kolaborasi dengan investor maupun mitra strategis.

    “Lewat PFmuda, Pertamina menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab kolektif terhadap berbagai kondisi sosial di lingkungan atau desa sekitar mereka melalui inovasi sosial. Inovasi yang mampu mendukung capaian Astacita Pemerintah untuk Indonesia Emas 2045, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, pemerataan pembangunan dari desa hingga ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Arrifianto dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025).

    Kisah inovasi terbaik datang dari pemuda Kelompok Pokdakan Aik Apau yang berasal dari Desa Dendang, Bangka Belitung. Kelompok ini melakukan pemanfaatan lahan bekas tambang (kulong) dengan menggunakan metode rakit apung sebagai media yang dapat digunakan untuk bercocok tanam di atas genangan air.

    Dari kategori ideation, inovasi datang dari mahasiswa Universitas Sriwijaya, kelompok Peptinas, yang memanfaatkan potensi nanas di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Mereka akan mengembangkan pestisida organik dari limbah kulit nanas, di mana berdasarkan hasil kajian dan riset mereka, 500 ml pestisida membutuhkan 0.30-0.41 kg limbah segar.

    Sementara untuk digitalisasi pangan, mahasiswa Universitas Pertamina mengembangkan DigiFloc, solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya ikan sistem bioflok. Solusi yang dikembangkan, antara lain DigiFeed+ (pemberian pakan otomatis), DigiSense (monitoring kualitas air seperti pH dan suhu secara realtime), dan DigiPump (sistem pompa aerator darurat).

    Selain itu, gas ramah lingkungan dari air lindi juga dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Mulawarman dengan nama Bioetam. Diproses menggunakan reaktor dengan metode biodigester anaerob, air lindi diubah menjadi hasil produk biogas berupa gas metana dalam tabung 235 ml.

    PFmuda Ajak Anak Muda Tuntaskan Isu Sosial

    Bergulir sejak tahun 2020, program PFmuda menjadi ajang adu gagasan generasi muda muda dalam upaya menuntaskan isu sosial di sekitarnya. Tahun ini, total pendaftar program PFmuda mencapai 3.485 kelompok dan kemudian diseleksi secara daring, mulai dari tahapan kurasi proposal, pitching, dan demoday. Sebanyak 110 proposal terbaik terseleksi, terdiri dari 30 kategori ideation atau rintisan inovasi sosial dan 80 kategori sociopreneur atau inovasi sosial yang sudah dirintis lebih dari satu tahun.

    Untuk terpilih menjadi yang terbaik, para peserta dinilai komitmen dalam implementasi inovasi, kebermanfaatan inovasi terhadap masyarakat, hingga keberlanjutan inovasinya, baik dari aspek ekonomi, lingkungan, dan tata kelola.

    “Ekosistem program PFmuda dirancang untuk menjadi support system dari hulu ke hilir dalam mengembangkan inovasi sosial generasi muda hingga menjadi kewirausahaan sosial yang mandiri dan berdampak luas. Selain itu, kami juga akan melakukan link and match inovasi mereka dengan Pertamina Grup untuk mendukung program Community Involvement & Development wilayah operasi dan capaian PROPER,” ungkap Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari.

    Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina menggalang berbagai program bagi generasi muda untuk meningkatkan literasi di bidang energi berkelanjutan, salah satunya PFmuda.

    Ia berharap program-program tersebut bisa mendorong perkembangan talenta di bidang energi, serta mendorong peningkatan riset dan inovasi.

    “Peran Pertamina dalam pendidikan untuk mendorong talenta muda diharapkan dapat mendorong tercapainya target Asta Cita, terutama dalam ketahanan energi, ketahanan pangan, hingga kemandirian ekonomi dan masyarakat,” jelasnya.

    (ega/ega)

  • Pertamina tanam 800 mangrove di daerah operasional Kilang Cilacap

    Pertamina tanam 800 mangrove di daerah operasional Kilang Cilacap

    Cilacap, Jawa Tengah (ANTARA) – PT Pertamina (Persero) menanam sebanyak 800 pohon mangrove, sebagai bagian dari kegiatan Jejak Keberlanjutan Nomor Dua di Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap.

    “Dari segi lingkungan, tadi kita telah menanam 800 pohon mangrove. Ini merupakan bentuk bagaimana Pertamina mengembalikan karbon yang teremisi dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama ini di berbagai kegiatan operasional Pertamina, dan dikembalikan ke alam dengan menanam mangrove,” ucap Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis (TKB) Pertamina Agung Wicaksono dalam acara Jejak Keberlanjutan Series di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu.

    Penanaman mangrove dilakukan di Kampoeng Kepiting, Desa Lemah Leutik, Kelurahan Kutuwaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

    Kampoeng Kepiting merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina KPI, didukung oleh Pertamina Foundation. Melalui program TJSL ini, masyarakat menjadi mandiri ekonomi, bahkan mendapat dampak berganda atau multiplier effect, sehingga disebut sebagai program Mamaku atau Masyarakat Mandiri Kutawaru.

    Melalui prinsip environmental, social, and governance (ESG), menanam mangrove menjadi bentuk tanggung jawab Pertamina untuk menjadikan lingkungan yang berkelanjutan.

    “Pertamina akan terus mendorong bagaimana sustainability atau keberlanjutan akan dilakukan di tempat-tempat di mana Pertamina beroperasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata dia.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, program Mamaku sejalan dengan upaya Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang aksi iklim poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Asta Cita untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa.

    “Pertamina berkomitmen pada keberlanjutan, tidak hanya menjaga keberlanjutan bisnis, tetapi dapat berdampak positif bagi keberlanjutan masyarakat dan lingkungan yang sehat,” kata Fadjar.

    Pewarta: Putu Indah Savitri
    Editor: Bambang Sutopo Hadi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.