Tag: Djoko Santoso

  • Pertamina Peringkat Ke-32 di Daftar 500 Perusahaan Terbaik Se-Asia Pasifik

    Pertamina Peringkat Ke-32 di Daftar 500 Perusahaan Terbaik Se-Asia Pasifik

    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) menjadi perusahaan Indonesia yang menempati peringkat tertinggi dalam daftar 500 perusahaan terbaik di Asia Pasifik versi Majalah TIME dan Statista 2025. Pertamina kokoh sebagai perusahaan terbaik di Asia Pasifik pada peringkat ke-32 dengan skor 93,00.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan pemeringkatan perusahaan didasarkan pada tiga aspek utama, yakni pertumbuhan pendapatan perusahaan, survei kepuasan karyawan, serta implementasi environmental, social, and governance (ESG).

    “Pasca restrukturisasi organisasi, Pertamina terus mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba perusahaan yang memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Fadjar dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2025).

    Kinerja positif Pertamina, imbuh Fadjar, didorong oleh inovasi dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina di seluruh Indonesia. Hal tersebut berkorelasi dengan tingkat kepuasan karyawan terhadap capaian dan pengelolaan perusahaan.

    “Perwira, atau karyawan Pertamina adalah aset dan penggerak Pertamina, sehingga kami terus mengembangkan kompetensi dan kapabilitas Perwira untuk mencapai kinerja positif serta mendukung target swasembada energi nasional,” imbuh Fadjar.

    Pertamina meraih skor 93,00 terbukti kompetitif karena terdapat 10 perusahaan terbaik di Asia Pasifik yang memiliki skor di kisaran 93 yang berada di peringkat 22 hingga 31. Peringkat 22 ditempati perusahaan CSL asal Australia (skor 93,91), SBI Holding asal Jepang (93,83), BYD Company asal China (93,32), dan SK Group asal Korea Selatan (93,10).

    Sementara itu, posisi tertinggi ditempati oleh DBS Bank (Singapura) dengan skor 97,36. Peringkat Pertamina juga berada di atas perusahaan besar lainnya di Asia Pasifik, seperti Marubeni Corporation asal Jepang di peringkat 35, Singapore Airlines (36), Korea Gas Corporation (37), dan Mazda Motor Corporation asal Jepang (40).

    Sebagai BUMN, lanjut Fadjar, Pertamina konsisten mengimplementasikan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

    “Implementasi ESG merupakan komitmen Pertamina mewujudkan visinya sebagai perusahaan energi kelas dunia yang ramah lingkungan dan memiliki tata kelola yang baik,” pungkas Fadjar.

    (akn/ega)

  • Pertamina Dukung Asta Cita Pendidikan Lewat Beasiswa Sobat Bumi

    Pertamina Dukung Asta Cita Pendidikan Lewat Beasiswa Sobat Bumi

    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan membuka program Beasiswa Sobat Bumi. Beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa pendidikan sarjana (S1) dan vokasi (D3/D4) di 42 mitra perguruan tinggi yang tersebar dari Sumatra hingga Papua.

    Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan Beasiswa Sobat Bumi menjadi program unggulan Pertamina untuk mendukung pencapaian Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan.

    “Beasiswa menumbuhkembangkan SDM berkualitas, sejalan dengan Asta Cita ke-4 dan tujuan perusahaan, untuk mencetak SDM unggul berwawasan keberlanjutan. Sesuai namanya Sobat Bumi atau SoBI, kami mendorong penerima beasiswa ini untuk terlibat aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan, edukasi energi baru terbarukan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Inilah yang membedakan Beasiswa Sobat Bumi dengan beasiswa pendidikan lainnya,” ujar Rudio dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2025).

    Adapun manfaat yang diberikan mulai dari bantuan biaya pendidikan, bantuan biaya hidup, serta jaringan mahasiswa dan alumni penerima beasiswa dari seluruh Indonesia. Nilai keunikan dari beasiswa ini terletak pada green initiative program yang diwajibkan kepada para penerimanya, yakni Aksi Sobat Bumi (Aksi SoBI), Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI), dan Sekolah Energi Berdikari (SEB).

    Dalam Aksi Sobat Bumi (Aksi SoBI), para penerima beasiswa melakukan tiga jenis aksi, antara lain aksi penanaman mangrove, aksi penanaman pohon daratan, serta aksi pungut dan olah sampah. Tahun lalu, mereka berhasil melakukan 78 aksi dengan menanam 26.762 bibit pohon, mengumpulkan 5.850 kilogram sampah dan membuat 42 produk olahannya.

    Salah satu produk olahannya adalah eco enzyme milik Sobat Bumi Universitas Diponegoro (UNDIP). Mereka mengumpulkan 60 kilogram sampah yang kemudian dipisahkan antara sampah organik, anorganik, dan B3. Sampah organik yang dikumpulkan kemudian diolah oleh para penerima beasiswa bersama ibu-ibu dari kelompok Bank Sampah Dusun Puwono menjadi eco enzyme.

    Setelah itu, eco enzyme tersebut diserahkan kepada masyarakat untuk digunakan sebagai sabun cuci piring, pembersih lantai, dan obat luka. Para penerima beasiswa juga membagikan 50 kantong kain ramah lingkungan yang dapat menggantikan fungsi plastik saat berbelanja.

    Selain itu, para penerima beasiswa juga turut mendukung program unggulan Pertamina, Desa Energi Berdikari (DEB). Para penerima beasiswa bersama mentornya diwajibkan untuk menginisiasi Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI).

    Dalam program tersebut, mereka menginstalasi energi terbarukan untuk menggerakkan perekonomian desa setempat. Tahun lalu, terdapat 24 Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI), di antaranya 18 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 2 Biogas, 4 hybrid (PLTS dan Biogas).

    Terakhir, para penerima beasiswa juga akan dilibatkan ke dalam aktivasi Sekolah Energi Berdikari (SEB), dengan melakukan sosialisasi mengenai energi bersih dan gaya hidup ramah lingkungan di lingkungan sekolah.

    Antusiasme terhadap Beasiswa Sobat Bumi tidak pernah surut setiap tahunnya. Tahun lalu, pendaftarnya mencapai 19.236 mahasiswa. Seluruh seleksi beasiswa tidak dipungut biaya apapun dan dilaksanakan secara sistem melalui metode perangkingan, mulai dari administrasi, wawancara, dan focus group discussion.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebutkan Beasiswa Sobat Bumi sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

    “Salah satu tantangan terbesar di era transisi energi adalah kesiapan sumber daya manusia. Untuk itu, Beasiswa Sobat Bumi tidak hanya membantu akses pendidikan tetapi juga memberikan pengembangan kapasitas, khususnya terkait isu-isu keberlanjutan yang sejalan dengan SDGs ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim),” ujar Fadjar.

    Informasi selengkapnya mengenai Beasiswa Sobat Bumi dapat diakses pada laman website pertaminafoundation.org dan media sosial resmi Pertamina Foundation.

    (akn/ega)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Dorong Energi Bersih, Pertamina Manfaatkan Gas Suar Kilang Jadi Listrik

    Dorong Energi Bersih, Pertamina Manfaatkan Gas Suar Kilang Jadi Listrik

    Dorong Energi Bersih, Pertamina Manfaatkan Gas Suar Kilang Jadi Listrik
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Pertamina New and Renewable Energy (NRE) dan PT
    Kilang Pertamina Internasional
    (KPI) resmi menjalin kerja sama untuk mengembangkan proyek
    Flare Gas to Power

    Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan antara Head of Agreement (HOA) CEO
    Pertamina NRE
    John Anis dan Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman di Grha Pertamina, Jakarta (12/2/2025). 
    Secara paralel, kegiatan
    project expose
    juga digelar di Kilang Balongan yang akan menjadi lokasi pelaksanaan proyek tersebut.
    Pada kesempatan itu, John menyampaikan, proyek Flare Gas to Power merupakan langkah strategis Pertamina dalam mendukung transisi energi dan mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. 
    Dia menyebutkan, teknologi tersebut memanfaatkan gas suar (
    flare gas
    ) untuk dikonversi menjadi energi listrik. 
    “Inisiatif ini sejalan dengan visi kami untuk mengoptimalkan sumber daya energi yang ada, sekaligus menurunkan emisi karbon secara signifikan,” ujarnya dalam siaran pers, KAmis (13/2/2025).
    Secara teknis, proyek Flare Gas to Power bekerja dengan menangkap gas buang lewat suar yang sebelumnya dibakar di udara untuk selanjutnya diolah melalui sistem pemurnian dan diarahkan menuju turbin gas atau mesin pembangkit. 
    Energi yang dihasilkan dari turbin itu kemudian digunakan untuk  operasional kilang atau disalurkan ke jaringan listrik. 
    “Proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi tetapi juga turut serta menjaga lingkungan” jelas John.
    Sementara itu, Taufik menegaskan, melalui sinergi itu, KPI berpotensi mengurangi emisi karbondioksida (CO2) sebesar 80.000 ton karbon dioksida ekuivalen (Co2Eq) per tahun.
    Upaya itu juga mengurangi konsumsi gas untuk
    boiler
    sekitar lebih dari 2,5
    million standard cubic feet per day
    (MMSCFD) dan penghematan biaya bahan bakar lebih dari 9 juta dollar Amerika Serikat (AS) per tahun. 
    Itu berarti, proyek tersebut tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional kilang.
    Lebih lanjut, Taufik mengatakan, sinergi antara KPI dan Pertamina NRE dalam proyek itu menjadi contoh konkret kolaborasi strategis di lingkungan Pertamina yang mampu menghasilkan solusi inovatif sehingga berdampak positif, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. 
    “Kami percaya, kerja sama ini akan menjadi inspirasi bagi proyek-proyek energi lainnya di masa depan,” katanya.
    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina mengapresiasi kolaborasi antar-
    subholding
    Pertamina, seperti yang diterapkan Pertamina NRE dan KPI. 
    Melalui bisnisnya masing-masing, sinergi tersebut mampu menciptakan inovasi unggulan dan memiliki manfaat bagi masyarakat, yakni berupa lingkungan yang lebih bersih.
    “Pertamina optimistis bahwa proyek ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.  
    Fadjar berharap, dengan kolaborasi antara dua subholding tersebut, akan muncul lebih banyak inovasi serupa yang mendukung pengurangan emisi dan optimalisasi sumber daya energi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak, Pertamina Buka Suara

    Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak, Pertamina Buka Suara

    Bali, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) buka suara perihal kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Pertamina menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum tersebut.

    “Kalau kami Pertamina memang memandang, kami hormati dulu apa yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam hal ini di Kejaksaan Agung,” terang VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, usai Media Gathering Subholding Upstream, di Bali, Selasa (11/2/2025).

    Yang jelas, kata Fadjar, Pertamina dalam melaksanakan aksi korporasi atau pengadaan sudah sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan juga aturan yang berlaku.

    Maka, dengan adanya kasus dugaan pidana korupsi tata kelola minyak mentah ini, Pertamina siap bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk memberikan data-data jika diperlukan.

    Kronologi Kasus Tata Kelola Minyak

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menggeledah kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) yang berlokasi di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2025). Penggeledahan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah di PT Pertamina (Persero) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar menjelaskan bahwa kasus ini bermula pada 2018 ketika diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

    Aturan tersebut mewajibkan PT Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mengutamakan minyak mentah hasil produksi dalam negeri untuk kemudian diolah di kilang perusahaan sebelum melakukan impor. Di sisi lain, KKKS swasta juga diwajibkan menawarkan bagian minyak mentahnya kepada PT KPI sebelum melakukan ekspor.

    Apabila penawaran dari swasta ditolak oleh Pertamina, maka hal itu dapat digunakan perusahaan pelat merah ini untuk mengajukan rekomendasi ekspor. Akan tetapi, dalam praktiknya, Kejagung menduga adanya upaya PT KPI dan KKKS swasta untuk menghindari kesepakatan jual beli minyak mentah tersebut.

    “Dalam pelaksanaannya, KKKS swasta dan Pertamina, dalam hal ini ISJ dan/atau PT KPI, berusaha untuk menghindari kesepakatan pada waktu penawaran yang dilakukan dengan berbagai cara. Jadi, mulai di situ nanti ada unsur perbuatan melawan hukumnya ya,” ujar dia dalam konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2025).

    Harli menilai tindakan menghindari kesepakatan jual beli tersebut telah merugikan negara. Pasalnya, minyak mentah dan kondensat bagian negara atau MMKBN yang seharusnya bisa diolah di Kilang Pertamina malah harus tergantikan dengan minyak mentah hasil impor.

    (luc/luc)

  • Minyak Mentah KKKS Bakal Diserap ke Dalam Negeri, Ini Kata Pertamina

    Minyak Mentah KKKS Bakal Diserap ke Dalam Negeri, Ini Kata Pertamina

    Bali, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Minyak (ESDM) mendorong supaya hasil produksi minyak mentah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di dalam negeri bisa diprioritaskan untuk kebutuhan domestik. Hal ini disambut baik oleh PT Pertamina (Persero).

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik dengan adanya rencana dari pemerintah itu. Sejatinya, seluruh minyak hasil produksi dari Subholding Upstream Pertamina, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) diserap untuk kilang miliknya yang ada di dalam negeri.

    “Kalau dari KKKS kami menyambut baik, kami akan meng-upgrade kilang-kilang kita untuk bisa menerima segala jenis crude, untuk lebih fleksibel,” terang Fadjar dalam Media Gathering Subholding Upstream, di Bali, Selasa (11/2/2025).

    Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, bahwa pihaknya akan mengalihkan seluruh minyak mentah yang merupakan bagian negara, yang sebelumnya direncanakan untuk diekspor, agar dapat diproses di kilang dalam negeri.

    “Sebagian kan minyak kita yang bagus itu kan dikirim ke luar negeri. Padahal kita itu import crude. Saya katakan, saya laporan kepada Pak Presiden. Kalau ada minyak yang bagus kemudian kita kirim ke luar negeri baru kita beli lagi dari luar negeri masuk ke dalam. Ya ngapain? Olah aja dalam negeri,” ujar Bahlil ditemui di Jakarta, Jumat (31/1/2025).

    Di sisi lain, ia menyebut bahwa Pertamina saat ini juga telah bersedia untuk menyerap minyak mentah tersebut dengan menyesuaikan desain kilangnya. Terutama agar dapat mengolah minyak mentah yang selama ini diekspor.

    “Jadi kebetulan sekarang Pertamina sudah mau membeli itu dengan mendesain pabriknya. Jadi apa namanya, refinery nya sudah didesain untuk kemudian bisa membeli crude yang selama ini kita ekspor,” katanya.

    Meski begitu, Bahlil belum dapat memastikan seberapa besar proporsi minyak mentah yang akan dialokasikan untuk domestik. Pasalnya, pihaknya masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

    “Saya nanti cek. Yang jelas beli semua,” ujarnya.

    Sebelumnya, Bahlil mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas teknologi kilang dalam negeri. Adapun, kilang-kilang utama seperti Balikpapan, Cilacap, dan Dumai kini mampu mengolah minyak mentah dengan spesifikasi beragam, termasuk jenis minyak mentah yang sebelumnya dianggap tidak memenuhi standar.

    Pemerintah juga terus mendorong percepatan pembangunan kilang baru seperti Kilang Tuban dan Balongan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dalam beberapa tahun ke depan.

    Perkiraan ekspor minyak mentah tahun ini sekitar 28 juta barel. Sekitar 12-13 juta barel ditargetkan dapat dioptimalkan untuk menambah pasokan kilang minyak dalam negeri.

    Untuk itu, Kementerian ESDM meminta Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), KKKS, maupun PT Pertamina (Persero) untuk mengimplementasikan hal tersebut.

    “Kami dorong SKK Migas, KKKS, dan Pertamina agar minyak mentah domestik memberikan nilai tambah dalam negeri sehingga turut mengurangi impor,” kata Bahlil.

    (miq/miq)

  • Pertamina Beberkan Cara Atur Penyaluran Solar Subsidi yang Mau Ditertibkan

    Pertamina Beberkan Cara Atur Penyaluran Solar Subsidi yang Mau Ditertibkan

    Bali

    Pemerintah berencana untuk melakukan penertiban penyaluran solar subsidi di tengah masyarakat. PT Pertamina (Persero) pun merespons rencana tersebut.

    VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan selama ini pihaknya sendiri sudah banyak melakukan upaya pengaturan penyaluran solar subsidi.

    Misalnya saja, dengan kewajiban pembelian solar subsidi dengan menerapkan QR Code. Kendaraan yang berhak membeli solar subsidi diminta untuk mendaftar sebagai penerima dan akan mendapatkan QR Code.

    “Solar subsidi, upayanya apa saja? Nah kalau subsidi kan sebenarnya sekarang kita sudah menerapkan full QR code ya. Ini kalau untuk solar semua sudah 100% yang beli solar harus memiliki QR, nah itu sudah merupakan salah satu upaya kami untuk, bukan membatasi, untuk mengatur siapa saja yang boleh membeli solar,” beber Fadjar ditemui di The Patra Ressort, Badung, Bali, Selasa (11/2/2025).

    Lebih lanjut, Fadjar mengungkapkan pihaknya juga masih menunggu revisi regulasi soal penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, atau tepatnya revisi Perpres 191 tahun 2014.

    “Sebenarnya secara regulasi kan, kami masih menunggu ya untuk BBM subsidi ini regulasi revisi perpres 191, tapi kalau itu belum ya kita upayanya itu yang kita lakukan, pakai QR code itu digitalisasi sehingga siapa saja yang mengkonsumsi kami memiliki datanya,” sebut Fadjar.

    Yang pasti, Fadjar menegaskan Pertamina memiliki pasokan solar subsidi secara cukup sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Tahun lalu pun, Pertamina bisa menyediakan kuota solar sesuai dengan kuota yang ditetapkan.

    “Dan Alhamdulillah untuk kuota solar sampai akhir tahun kemarin juga relatif aman, jadi dengan upaya tadi tersebut penerapan QR masih bisa kontrol, masih bisa kita kontrol kuotanya,” kata Fadjar.

    Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penertiban solar subsidi akan dilakukan dalam waktu dekat. Penertiban penyaluran solar menjadi kebijakan pengaturan subsidi energi berikutnya yang ditempuh Bahlil, usai sebelumnya melakukan penertiban pada penyaluran LPG 3 kg.

    Ketua Umum Partai Golkar itu menyebutkan selama ini solar subsidi banyak dipakai untuk untuk kalangan industri, baik untuk truk barang hingga kendaraan transportasi umum. Namun, penggunaannya masih sering kurang tepat sasaran.

    “Habis ini saya tertibkan lagi bapak ibu semua, saya tertibkan lagi adalah BBM solar, solar subsidi dipakai untuk industri,” beber Bahlil di depan kader Golkar dalam Rakernas Partai Golkar 2025 di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2025) lalu.

    Sementara itu, Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengungkapkan pengaturan solar subsidi dilakukan karena pihaknya menemukan masih ada masalah dalam penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) tersebut. Bahkan, dia bilang ada kendaraan dinas membeli bahan bakar bersubsidi tersebut. Erika mengatakan, temuan itu terekam dari pemantauan CCTV yang dipasang pada salah satu SPBU di Bali tahun 2024.

    “Contohnya ini di Bali ada kita temukan penyaluran kepada non-konsumen pengguna. Jadi ada JBT yang disalurkan kepada kendaraan TNI,” kata Erika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/2/2025) kemarin.

    Dia juga menemukan penjualan solar subsidi menggunakan jerigen yang tidak memiliki surat rekomendasi di Bali. Berdasarkan data yang ia paparkan, volume yang terjual sebanyak 1,78 kiloliter (kl). Sementara di Sumatera Barat, ia juga menemukan penggunaan subsidi BBM tak wajar dengan pembelian berulang menggunakan QR Code yang berbeda-beda pada kendaraan yang sama. Kasus ini terjadi di dua tempat yakni Kabupaten Sijunjung dengan volume terjual 1,11 kl dan Kota Padang 7,24 kl.

    “Kita temukan penyaluran yang tidak wajar dengan pembelian berulang dengan QR Code yang berbeda-beda ke mobil Innova. Kemudian ada juga yang berupa truk,” ungkap Erika.

    Erika menambahkan, BPH Migas juga telah merekap pengawasan lapangan berdasarkan pengaduan masyarakat melalui hotline WhatsApp yang tercatat sebanyak 2.487 sepanjang tahun 2024. Sepanjang tahun 2024, pengaduan terkait BBM menjadi yang paling banyak dilaporkan.

    (hal/kil)

  • Genjot Akses Kemoterapi, RSPP Luncurkan Layanan One Day Care Chemotherapy

    Genjot Akses Kemoterapi, RSPP Luncurkan Layanan One Day Care Chemotherapy

    Jakarta

    Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), flagship hospital di bawah naungan PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), meluncurkan layanan terbaru One Day Care (ODC) Chemotherapy sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan layanan onkologi. Peluncuran ini masih dalam rangkaian Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari.

    Sebelumnya, layanan ODC Kemoterapi telah tersedia di ruang rawat inap lantai 7 RSPP. Namun, dengan meningkatnya kebutuhan akan fasilitas kemoterapi yang lebih modern dan efisien, RSPP melakukan renovasi menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang lebih inovatif.

    Dengan fasilitas yang telah dikembangkan menjadi lebih modern dan terintegrasi, layanan ini diharapkan dapat memberikan akses kemoterapi yang lebih nyaman dan efisien bagi pasien kanker.

    Layanan ODC Chemotherapy di RSPP memungkinkan pasien untuk menjalani terapi kemoterapi dalam waktu singkat tanpa perlu rawat inap. Dengan konsep perawatan satu hari, pasien dapat memperoleh pengobatan dan kembali ke rumah dalam waktu kurang dari 24 jam sehingga mengurangi risiko infeksi rumah sakit serta meningkatkan kenyamanan pasien.

    Fasilitas ini dilengkapi dengan 8 ruangan kubikal yang memiliki berbagai peralatan medis canggih, termasuk bedside monitor, syringe pump, tempat tidur kemoterapi, serta ruang konsultasi. Seluruh fasilitas ini dirancang untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan bagi pasien.

    Layanan ODC Chemotherapy di RSPP memberikan berbagai manfaat bagi pasien. Dengan layanan ini, pasien dapat menjalani terapi tanpa harus menginap di rumah sakit, sehingga mengurangi waktu rawat inap dan memungkinkan mereka untuk segera kembali ke rumah setelah menjalani prosedur. Risiko infeksi juga dapat diminimalkan karena pasien tidak perlu tinggal dalam lingkungan rumah sakit dalam waktu lama.

    Dari segi biaya dan waktu, layanan ini lebih efisien karena memberikan alternatif pengobatan yang lebih fleksibel dibandingkan dengan metode konvensional.

    Selain itu, pendekatan medis yang komprehensif diterapkan dengan melakukan observasi ketat setelah prosedur guna memastikan kondisi pasien tetap stabil dan mendapatkan perawatan yang optimal.

    Pelayanan ODC Chemotherapy di RSPP juga didukung oleh tim dokter spesialis onkologi dan perawat terlatih yang memiliki kompetensi di bidang hematologi onkologi medik.

    Setiap pasien yang akan menjalani terapi di unit ini terlebih dahulu akan menjalani assessment oleh dokter spesialis untuk memastikan bahwa prosedur yang diberikan sesuai dengan kondisi medisnya.

    “Dengan hadirnya layanan One Day Care Chemotherapy, kami ingin memberikan pilihan terapi yang lebih efektif, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pasien kanker. Fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen RSPP dalam meningkatkan layanan onkologi serta memberikan pengalaman medis yang lebih baik bagi pasien,” ujar Direktur RSPP dr. Neny Herawati dalam keterangan tertulis, Selasa (11/2/2025).

    Sebagai Holding RS BUMN yang menaungi berbagai rumah sakit dan klinik di Indonesia, IHC terus berinovasi menghadirkan layanan kesehatan berkualitas.

    Direktur Utama IHC dr. Lukman Ma’ruf mengatakan peluncuran ODC Chemotherapy di RSPP merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan layanan onkologi di Indonesia.

    “IHC berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan kesehatan yang inovatif dan berbasis kebutuhan pasien. One Day Care Chemotherapy di RSPP adalah wujud nyata dari upaya kami dalam menghadirkan layanan onkologi yang lebih mudah diakses, efisien, dan tetap berkualitas tinggi,” ungkap dr. Lukman.

    Sementara itu Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Amalia Sari Gumelar menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

    “Kehadiran fasilitas ini merupakan langkah maju dalam peningkatan layanan bagi pasien kanker, khususnya mereka yang membutuhkan kemoterapi dengan proses yang lebih cepat dan nyaman,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, inovasi seperti ini penting untuk mendukung kualitas hidup pasien dengan memberikan akses layanan medis yang lebih optimal. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini serta penanganan kanker yang tepat dan berkelanjutan.

    Dengan adanya fasilitas ODC Chemotherapy, diharapkan semakin banyak pasien kanker yang dapat menjalani terapi dengan lebih nyaman dan efektif, serta mendapatkan layanan kesehatan terbaik di lingkungan yang aman dan terkendali.

    Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina mendukung peningkatan layanan RSPP yang berkualitas, aman, nyaman dan modern.

    “Peningkatan layanan serta inovasi RSPP dalam menyediakan layanan kesehatan sebagai komitmen Pertamina mendukung Visi Indonesia Sehat 2025,” pungkas Fadjar.

    (ega/ega)

  • Pertamina NRE Diganjar Penghargaan Change The World 2024

    Pertamina NRE Diganjar Penghargaan Change The World 2024

    Jakarta

    Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali mencatatkan prestasi dalam komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Pertamina NRE dianugerahi penghargaan Change The World 2024 oleh Fortune Indonesia, berkat inisiatif hijau dalam menyelenggarakan acara dengan emisi karbon rendah, atau lebih dikenal dengan sebutan carbon neutral event.

    “Kami sangat mengapresiasi penghargaan dari Fortune Indonesia. Aksi hijau melalui Carbon Neutral Movement ini merupakan bagian dari inovasi Pertamina NRE, yang tidak hanya mendukung pengembangan bisnis, namun juga berkontribusi langsung terhadap upaya dekarbonisasi dan keberlanjutan di Pertamina Group,” ungkap Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Fadli Rahman dalam keterangannya, Senin (10/2/2025).

    Pertamina NRE dinilai layak menerima penghargaan ini berkat program Carbon Neutral Movement yang gencar dilakukan oleh perusahaan. Penghargaan ini diberikan berbarengan dengan gelaran Fortune Indonesia Summit yang dihadiri oleh berbagai tokoh terkemuka.

    Penganugerahan Change The World ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki program inovatif yang berdampak positif, dalam mendukung keberlanjutan dan berkontribusi pada masyarakat secara luas.

    Sebagai pemimpin dalam perdagangan kredit karbon di Indonesia, Pertamina NRE terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk turut serta dalam gerakan dekarbonisasi melalui program Carbon Neutral Movement. Program ini mengajak masyarakat untuk menyelenggarakan acara dengan rendah emisi karbon, yang mencakup berbagai jenis kegiatan, mulai dari festival, konser, rapat, hingga pameran.

    “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa penyelenggaraan kegiatan dengan emisi rendah bukanlah hal yang sulit. Berbagai cara dapat dilakukan, mulai dari penghematan energi, pengurangan penggunaan plastik, hingga mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan membeli kredit karbon untuk mengompensasi emisi yang dihasilkan,” lanjut Fadli.

    Selain itu, Pertamina NRE juga telah mengembangkan MyPertamina untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kredit karbon sebagai alat untuk mengurangi dampak emisi dari berbagai kegiatan. Pada 2024, Pertamina NRE menginisiasi berbagai acara carbon neutral, baik di internal perusahaan maupun kegiatan eksternal, seperti Pertamina Ecorun Fest 2024 dan Indonesia Millenial & Gen-Z Summit 2024.

    Dengan pencapaian ini, Pertamina NRE terus menunjukkan bahwa keberlanjutan dan inovasi hijau adalah kunci untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan.

    Dalam kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa Pertamina Group berkomitmen penuh dalam mendukung target Net Zero Emission 2060.

    “Melalui berbagai inisiatif dekarbonisasi, termasuk carbon neutral event dan perdagangan karbon, kami berharap seluruh pihak dapat berkontribusi secara lebih masif dalam upaya dekarbonisasi ini,” ujar Fadjar.

    (ega/ega)

  • Dukungan Pertamina untuk Olahraga Lewat Lagi-Lagi Tenis Internasional

    Dukungan Pertamina untuk Olahraga Lewat Lagi-Lagi Tenis Internasional

    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) terus mendukung generasi muda dan olahraga. Kali kedua, Pertamina mendukung ajang pertandingan olahraga Lagi-Lagi Tenis, yang tahun ini berskala internasional dengan hadirnya bintang dunia ternama dari Korea Selatan, seperti Park Eun Seok, Hong SoonAh, Choi Woong, Jung Ha Young, hingga Tae Eun.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan sebagai BUMN, Pertamina menjalankan amanah Pemerintah untuk membangun dunia olahraga.

    “Pertamina mendukung dunia olahraga nasional. Olahraga tenis makin digandrungi generasi muda sehingga memberikan dampak baik bagi publik untuk bergaya hidup sehat,” ujar Fadjar dalam keterangan tertulis, Senin (10/2/2025).

    Pertamina dengan tagline ‘Energizing You’ memberikan energi untuk generasi muda dan olahraga, termasuk salah satunya tenis.

    “Kita harapkan melalui ajang Lagi-Lagi Tenis Internasional dapat memberikan multiplier effect melalui ekosistem olahraga dan ekonomi kreatif sehingga memberikan dampak bagi masyarakat,” lanjut Fadjar.

    Kegiatan Lagi-Lagi Tenis Internasional digelar di Tennis Indoor Senayan Jakarta pada Minggu (9/2). Pertandingan pertama dibuka dengan male single, Pradikta Wicaksono (Dikta) vs Choi Woong. Match kedua diisi oleh tim Desta Mahendra dan Nagita Slavina vs Jung Ha Young dan Tae Eun. Match selanjutnya Nia Ramadhani dan Raffi Ahmad vs Park Eunseok dan Hong Soo Ah sebagai penutup match, sekaligus menghantarkan Indonesia sebagai juara versus Korea.

    “Dukungan Pertamina terhadap generasi muda dan olahraga di kegiatan Lagi-Lagi Tenis juga bagian dari dukungan Asta cita 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta arahan Kementerian BUMN,” lanjut Fadjar.

    Pertandingan Lagi-Lagi Tenis menjadi wadah untuk memperkenalkan olahraga kepada generasi muda, sekaligus melahirkan potensi baru generasi muda giat olahraga tenis. Turut hadir secara langsung Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Nurdin Halid.

    (ega/ega)

  • Pertamina Raih 4 Penghargaan di Asian Management Excellence Awards 2025

    Pertamina Raih 4 Penghargaan di Asian Management Excellence Awards 2025

    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional dengan meraih empat penghargaan bergengsi dalam ajang Asian Management Excellence Awards 2025.

    VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina berhasil meraih penghargaan Indonesia Employee Engagement of The Year untuk kategori perusahaan energi melalui program Pertamina Talks, serta Indonesia Diversity & Inclusion of The Year melalui program Komunitas Bergerak.

    “Sementara dari PT. Pertamina EP Cepu meraih penghargaan Indonesia Executive of the Year dan Indonesia Health and Wellness Initiative of the Year pada kategori perusahaan minyak dan gas,” kata Fadjar Djoko Santoso dalam keterangan tertulis, Senin (10/2/2025).

    Dia menjelaskan ajang Asian Management Excellence Awards tahun ini diikuti oleh 130 perusahaan. Mereka berasal 7 negara Asia yang mengirimkan lebih dari 100 entry serta dinilai oleh panel dewan juri independen yang terdiri dari profesional dan berasal dari EY Asia Pacific, Deloitte Southeast Asia dan KPMG Singapore.

    Penghargaan ini diselenggarakan oleh Majalah Asian Business Review, media publikasi terkemuka yang mengapresiasi perusahaan-perusahaan di Asia yang telah melakukan inovasi dan terobosan dalam berbagai aspek, seperti kepemimpinan, kerjasama tim, program keterikatan pekerja (employee engagement), inisiatif kesehatan, program inovasi, serta inisiatif program inklusivitas dan keberagaman.

    “Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang berhasil meraih penghargaan dalam kategori inisiatif program Keberagaman dan Inklusivitas. Penghargaan ini diserahkan dalam acara yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 6 Februari 2024, dan diterima langsung oleh Manajer Internal Communication PT Pertamina (Persero), Sarah,” tuturnya.

    Pertamina Talks, program yang meraih penghargaan Indonesia Employee Engagement of The Year, merupakan inisiatif komunikasi internal yang dirancang untuk menciptakan keterlibatan pekerja yang tinggi melalui komunikasi dua arah antara pekerja, manajemen, serta pakar atau pengamat eksternal. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, Pertamina Talks telah berkolaborasi dengan media eksternal untuk menjangkau dukungan yang lebih luas dari publik. Program ini memberikan ruang bagi karyawan untuk berdiskusi, menyampaikan ide, dan menyuarakan aspirasi secara konstruktif, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan inklusif.

    Sementara itu, penghargaan Indonesia Diversity & Inclusion of The Year diraih berkat keberhasilan program Komunitas Bergerak. Program ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keberagaman dan inklusivitas dengan memberikan kesempatan kepada perwira Pertamina yang tergabung dalam berbagai komunitas untuk ‘bergerak’ yaitu terlibat aktif dalam aksi nyata memberikan bantuan, dukungan, dan manfaat kepada masyarakat sekitar.

    Program ini juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan latar belakang, minat, dan kemampuan. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, Komunitas Bergerak telah berhasil membangun lingkungan kerja yang terbuka dan setara untuk seluruh perwira Pertamina.

    Fadjar Djoko Santoso menambahkan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pertamina. Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pertamina dalam membangun lingkungan kerja yang berkelanjutan, inklusif, dan kolaboratif melalui program-program komunikasi internal yang kreatif dan dinamis.

    “Kami percaya bahwa Perwira adalah aset terbesar perusahaan, dan melalui program seperti Pertamina Talks dan Komunitas Bergerak, kami terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui komunikasi internal yang mengajak Perwira Pertamina Grup terlibat dan memberikan dukungan terhadap tujuan dan strategi perusahaan,” ujar Fadjar.

    Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Pertamina sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka di Asia yang tidak hanya unggul dalam kinerja bisnis, tetapi juga dalam pengelolaan pekerja sebagai lini terdepan perusahaan. Penghargaan ini juga membuktikan bahwa inisiatif dan implementasi program komunikasi internal Pertamina telah mendapat pengakuan di skala internasional.

    “Dengan diraihnya penghargaan ini, Pertamina kembali membuktikan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi inspirasi bagi Perwira dan seluruh keluarga besar Pertamina grup untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya inisiatif lainnya,” tutupnya.

    (ega/ega)