Peringati Hari Kartini, Pertamina Hadirkan Tiga Perempuan Inspiratif di Sektor Energi
Tim Redaksi
KOMPAS.com –
Memperingati
Hari Kartini
yang identik dengan perjuangan emansipasi dan hak-hak perempuan Indonesia,
Pertamina
menggelar Inspiring Talk Show bertajuk “Energi untuk Inspirasi” di Lobby Fastron, Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Dalam acara tersebut, Pertamina menghadirkan tiga perempuan inspiratif sebagai narasumber, yaitu
public figure
Natasha Rizky, pilot Pelita Air Patricia Yora, dan
housekeeper
Grha Pertamina Wahyuningsih.
Natasha Rizky—yang akrab disapa Caca—menekankan pentingnya daya juang tinggi bagi perempuan yang memegang banyak peran.
“Saat ini, saya sedang menulis buku puisi ketiga. Di samping itu, (saya) menjadi ibu dari tiga anak dan menjalani banyak pekerjaan lain. Bagi saya, semua peran tersebut harus dijalani dengan perjuangan dan harus bermakna bagi orang-orang di sekitar kita,” ujar Caca dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/4/2025).
Sementara itu, Patricia Yora berbagi kisah tentang perjalanannya menjadi pilot Pelita Air. Selama 14 tahun, ia berkomitmen untuk menjadi yang terbaik di antara rekan-rekannya.
“Profesi pilot identik dengan pekerjaan laki-laki, tetapi saya membuktikan bahwa perempuan juga bisa. Saya konsisten menjalankan tugas dengan disiplin, tidak ingin dibedakan dengan laki-laki, hingga akhirnya menjadi salah satu dari delapan pilot perempuan di Pelita Air. Ini jumlah terbanyak di antara maskapai penerbangan di Indonesia,” jelas Yora.
Yora menambahkan bahwa pencapaiannya tidak lepas dari sistem dukungan keluarga yang ia bangun.
“Saya memiliki anak kecil di rumah. Semua orang di rumah punya tugas masing-masing saat saya bekerja. Ini penting agar saya tenang bekerja. Anak saya pun mengerti peran saya sebagai pilot,” tuturnya.
Adapun Wahyuningsih—yang akrab disapa Cici di tempat kerja—berbagi kisah perjuangannya sebagai ibu pekerja.
“Saya memutuskan untuk bekerja demi menambah pemasukan keluarga, meski suami juga bekerja. Perjuangan tidak berhenti di situ karena saya ingin anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik,” kata Cici.
Ia menegaskan pentingnya dukungan keluarga, meski perempuan tetap harus mengutamakan perannya sebagai ibu.
“Semua tugas rumah tangga bisa dibagi, tetapi kewajiban sebagai istri dan ibu tidak boleh ditinggalkan,” tambah Cici.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa Pertamina secara konsisten mendorong
pemberdayaan perempuan
di lingkungan kerja.
“Peran perempuan yang mampu berkarya menjadi energi dan inspirasi bagi sesama pekerja. Pertamina senantiasa memberikan kesempatan kepada pekerja perempuan untuk berkarya sesuai bidangnya dan memperkuat kinerja perusahaan,” jelas Fadjar.
Bagi Pertamina, Hari Kartini menjadi momen refleksi untuk menyalakan semangat perubahan dan pemberdayaan, terutama di sektor energi. Pertamina sendiri senantiasa menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkelanjutan sehingga dapat menjadi tempat perempuan bertumbuh dan optimistis.
“Tema ‘Energi untuk Inspirasi’ mengajak seluruh perempuan untuk terus berkontribusi di berbagai bidang, baik dalam pekerjaan maupun di masyarakat luas. Kerja keras perempuan kapan pun dan di mana pun akan selalu memberi dampak positif,” imbuh Fadjar.
Sebagai perusahaan pemimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 dengan menjalankan berbagai program berdampak langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (
SDGs
).
Seluruh upaya itu sejalan dengan penerapan prinsip
environmental, social, and governance
(
ESG
) di seluruh lini bisnis dan operasional Pertamina.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Djoko Santoso
-
/data/photo/2025/04/26/680caaeb96748.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Peringati Hari Kartini, Pertamina Hadirkan Tiga Perempuan Inspiratif di Sektor Energi Nasional 26 April 2025
-

NanasQu Binaan Pertamina Gandeng 900 Petani Lokal & Tembus Pasar Ekspor
Jakarta –
NanasQu, salah satu UMKM binaan PT Pertamina (Persero), berhasil menembus pasar ekspor berkat inovasi produk olahan nanas serta pembinaan berkelanjutan dari Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Buah tropis nan manis asal Purbalingga kini tak hanya memanjakan lidah masyarakat Indonesia, tetapi telah merambah pasar mancanegara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Saudi Arabia.
Pemilik NanasQu, Ngudiono mengungkapkan, ia melakukan strategi peningkatan kualitas produk, desain kemasan, hingga sertifikasi produk yang sesuai dengan standar internasional. Hingga akhirnya berhasil mengangkat potensi ekspor nanas Indonesia di mata dunia. Sebagai informasi, Indonesia merupakan eksportir nanas terbesar kedua di dunia.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan Pertamina yang tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan, tapi juga membantu kami menembus pasar ekspor. Produk kami kini sudah mulai dipasarkan ke beberapa negara termasuk Timur Tengah dan Turki,” ujar Ngudiono dalam keterangan tertulis, Jumat (25/4/2025).
NanasQu merupakan UMKM yang bergerak di bidang pengolahan buah nanas menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti sirup nanas, bolu nanas, selai, koktail, krupuk nanas, cuka, nanas kering, nanas kaleng dan sambal nanas. Berbasis di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.
NanasQu juga menjadi motor penggerak perekonomian lokal dengan menggandeng lebih dari 900 petani nanas sekitar Purbalingga. Hal ini sejalan dengan visi besar Ngudiono, untuk menjadi aggregator hortikultura yang berdampak luas dan inklusif, serta mampu menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Atas dedikasinya dalam membangun ekosistem pertanian berkelanjutan, Pertamina menobatkan NanasQu meraih Juara dalam ajang Pertapreneur Aggregator 2024, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan Pertamina kepada UMKM terbaik yang mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Melalui strategi bisnis yang matang dan keberlanjutan usaha, kami meyakini NanasQu berpeluang untuk berkembang lebih jauh, terutama dengan dukungan serta pendampingan yang konsisten dari Pertamina,” ungkap Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso.
Ia mengungkapkan, dengan semakin luasnya jangkauan pasar, NanasQu tak hanya membawa nama harum Purbalingga, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di mata dunia sebagai eksportir unggulan nanas tropis. Manisnya nanas kini menjadi simbol manisnya hasil kolaborasi, inovasi, dan semangat kemandirian.
“Keberhasilan NanasQu menjadi bukti nyata bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. NanasQu adalah contoh bagaimana kolaborasi antara BUMN dan masyarakat dapat membuka peluang ekonomi yang juga memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan buah lokal Indonesia ke dunia internasional,” jelas Fadjar.
Lebih dari sekadar pencapaian bisnis, kesuksesan NanasQu juga sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya poin ketiga: meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
NanasQu membuktikan bahwa UMKM turut berkontribusi dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
“Keberhasilan NanasQu ini diharapkan dapat memotivasi UMKM lain untuk terus berinovasi dan memperluas pasar Indonesia di mancanegara,” tambah Fadjar.
Program pembinaan UMK Pertamina menjadi upaya dalam mendorong kemandirian dan daya saing pelaku usaha lokal sebagai komitmen Pertamina untuk membawa UMKM lokal naik kelas.
Sebagai infomasi, Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(akn/ega)
-

Pelita Air Punya Armada Baru Jenis Airbus A320, Perkuat Konektivitas Nusantara
JAKARTA – PT Pelita Air Service (PAS) secara resmi kedatangan armada terbarunya, Airbus A320 dengan registrasi PK-PWN, pada hari ini. Kehadiran armada tersebut memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung konektivitas domestik, memperluas cakupan layanan, dan mendukung sektor pariwisata nasional.
Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan menyampaikan bahwa penambahan armada ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat infrastruktur transportasi udara nasional dan meningkatkan kualitas layanan yang dapat diandalkan oleh masyarakat.
“Kedatangan Airbus A320 PK-PWN ini memperkuat langkah kami untuk memperluas jangkauan layanan penerbangan domestik. Kami ingin memastikan bahwa Pelita Air tidak hanya menyediakan penerbangan yang aman dan nyaman, tetapi juga memberikan layanan yang dapat diandalkan, terutama dalam hal ketepatan waktu yang merupakan prioritas utama kami,” ujar Dendy dalam keterangan resmi, Kamis, 24 April.
Dendy juga bilang ekspansi armada ini merupakan wujud keseriusan Pelita Air dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata dan konektivitas antar daerah. Pelita Air, ungkap Dendy, juga telah memastikan kedatangan pesawat-pesawat berikutnya, yakni armada ke-14 pada awal Juni 2025, dan armada ke-15 dan 16 pada awal Desember 2025.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas rute penerbangan dan meningkatkan kualitas layanan. Tahun ini kami telah memastikan kedatangan armada ke-14 pada awal Juni, dan armada ke-15 serta 16 pada awal Desember. Hal ini adalah upaya kami untuk memperluas layanan penerbangan Pelita Air agar dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), Pelita Air memegang peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah, khususnya terkait dengan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pariwisata nasional.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa penambahan armada ini merupakan langkah yang selaras dengan visi Pertamina untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia.
“Pelita Air dengan armada barunya semakin memperkuat konektivitas dan mendukung sektor pariwisata di Nusantara. Kami mendukung penuh langkah ini, karena selain memperluas aksesibilitas, ini juga membantu menciptakan mobilitas yang efisien, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing dan produktivitas nasional,” ujar Fadjar.
-

Pertama di Indonesia! Pertamina NRE Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pastikan Keandalan PLTS
PIKIRAN RAKYAT – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), subholding Pertamina yang fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan, memanfaatkan drone dan kecerdasan buatan untuk memeriksa keandalan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah Riau. Hal ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Perusahaan pengembang proyek PLTS di Indonesia.
Pekerjaan inspeksi ini telah berhasil diselesaikan pada Desember 2024 dan akan terus berlanjut untuk periode berjalan dengan tujuan utama untuk menilai kondisi panel surya dan mengidentifikasi potensi kerusakan yang dapat berdampak pada efisiensi produksi listrik dari tenaga surya. Dengan pemanfaatan drone dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk analisis data, deteksi dini terhadap anomali atau degradasi sistem secara lebih tepat. Aktivitas ini merupakan bagian dari pemeliharaan berkala guna memastikan sistem tetap beroperasi secara andal dan optimal.
“Pemanfaatan teknologi canggih berupa drone dan kecerdasan buatan untuk memastikan keandalan sistem PLTS merupakan bagian dari komitmen kami menyediakan kualitas layanan prima kepada konsumen,” ujar Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), subholding Pertamina yang fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan, memanfaatkan drone dan kecerdasan buatan untuk memeriksa keandalan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah Riau.
Pemanfaatan teknologi ini merupakan kerja sama Pertamina NRE dan Terra Drone Indonesia. Drone yang digunakan merupakan seri dengan teknologi tercanggih. Teknologi ini memungkinkan pengambilan citra untuk mendeteksi titik panas atau anomali pada panel surya secara lebih tepat dan cepat. Dengan kemampuan drone menjangkau area luas dalam waktu singkat, inspeksi yang dilakukan lebih efisien dan dapat meminimalisasi risiko dibandingkan metode konvensional.
Hasil dari inspeksi ini telah membantu tim teknis Pertamina NRE dalam melakukan analisa menyeluruh terhadap performa sistem. Data visual yang dikumpulkan memberikan gambaran akurat untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat terkait langkah perbaikan atau optimalisasi. Bila ditemukan panel dengan suhu berlebih atau gejala degradasi, tindakan preventif segera dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, pengembangan energi hijau rendah karbon menjadi salah satu strategi bisnis Pertamina. Untuk itu, Pertamina juga memperdalam berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi. “Pertamina NRE memiliki peran besar untuk pengembangan energi hijau dan kami mengapresiasi langkahnya untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan,” jelas Fadjar.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), subholding Pertamina yang fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan, memanfaatkan drone dan kecerdasan buatan untuk memeriksa keandalan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah Riau.
Ke depan, inisiatif ini akan menjadi awal dari penerapan pemantauan berbasis drone pada energi terbarukan lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pertamina NRE untuk memastikan performa optimal seluruh infrastruktur energi bersih di wilayah operasional. Pertamina NRE akan terus mendorong integrasi teknologi inovatif demi memastikan transisi energi nasional berlangsung secara berkelanjutan, efisien, dan aman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung Net Zero Emission 2060.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News
-

Pertama di RI, Pertamina NRE Manfaatkan AI untuk Pastikan Keandalan PLTS
Jakarta –
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), subholding Pertamina yang fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan, memanfaatkan drone dan kecerdasan buatan untuk memeriksa keandalan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah Riau. Hal ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Perusahaan pengembang proyek PLTS di Indonesia.
Pekerjaan inspeksi ini telah berhasil diselesaikan pada Desember 2024 dan akan terus berlanjut untuk periode berjalan dengan tujuan utama untuk menilai kondisi panel surya dan mengidentifikasi potensi kerusakan yang dapat berdampak pada efisiensi produksi listrik dari tenaga surya. Dengan pemanfaatan drone dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk analisis data, deteksi dini terhadap anomali atau degradasi sistem secara lebih tepat. Aktivitas ini merupakan bagian dari pemeliharaan berkala guna memastikan sistem tetap beroperasi secara andal dan optimal.
“Pemanfaatan teknologi canggih berupa drone dan kecerdasan buatan untuk memastikan keandalan sistem PLTS merupakan bagian dari komitmen kami menyediakan kualitas layanan prima kepada konsumen,” ujar Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting, dalam keterangannya, Kamis (24/4/2025).
Pemanfaatan teknologi ini merupakan kerja sama Pertamina NRE dan Terra Drone Indonesia. Drone yang digunakan merupakan seri dengan teknologi tercanggih. Teknologi ini memungkinkan pengambilan citra untuk mendeteksi titik panas atau anomali pada panel surya secara lebih tepat dan cepat. Dengan kemampuan drone menjangkau area luas dalam waktu singkat, inspeksi yang dilakukan lebih efisien dan dapat meminimalisasi risiko dibandingkan metode konvensional.
Hasil dari inspeksi ini telah membantu tim teknis Pertamina NRE dalam melakukan analisa menyeluruh terhadap performa sistem. Data visual yang dikumpulkan memberikan gambaran akurat untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat terkait langkah perbaikan atau optimalisasi. Bila ditemukan panel dengan suhu berlebih atau gejala degradasi, tindakan preventif segera dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, pengembangan energi hijau rendah karbon menjadi salah satu strategi bisnis Pertamina. Untuk itu, Pertamina juga memperdalam berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi.
“Pertamina NRE memiliki peran besar untuk pengembangan energi hijau dan kami mengapresiasi langkahnya untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan,” jelas Fadjar.
Ke depan, inisiatif ini akan menjadi awal dari penerapan pemantauan berbasis drone pada energi terbarukan lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pertamina NRE untuk memastikan performa optimal seluruh infrastruktur energi bersih di wilayah operasional.
Pertamina NRE akan terus mendorong integrasi teknologi inovatif demi memastikan transisi energi nasional berlangsung secara berkelanjutan, efisien, dan aman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung Net Zero Emission 2060.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(ega/ega)
-

Dinilai Berhasil, Pemegang Saham Pelita Air Kukuhkan Kembali Dendy Kurniawan sebagai Direktur Utama
PIKIRAN RAKYAT – PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Pedeve Indonesia selaku pemegang saham PT Pelita Air Service telah memutuskan untuk mengukuhkan Dendy Kurniawan sebagai Direktur Utama Pelita Air untuk periode kedua. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Pemegang Saham Secara Sirkuler PT Pelita Air Service, sesuai dengan ketentuan Pasal 10 Ayat 5 Anggaran Dasar Perseroan tentang Pengangkatan Kembali Anggota Direksi.Dendy Kurniawan dinilai oleh para pemegang saham telah menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan efektif dalam mengarahkan transformasi Pelita Air. Di bawah kepemimpinannya, Pelita Air berhasil menjadi maskapai penerbangan berjadwal dengan standar layanan yang unggul, serta mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif. Keberhasilan ini menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri aviasi nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para pemegang saham, serta apresiasi atas dukungan penuh dari seluruh Perwira Pelita Air,” ujar Dendy Kurniawan.
Sepanjang tahun 2024, Pelita Air mencatat capaian operasional yang signifikan. Maskapai ini berhasil mengangkut hingga 2,7 juta penumpang. Seiring dengan itu, jumlah penerbangan juga mengalami lonjakan sebesar 97 persen, mencapai 18.796 penerbangan, dengan total kapasitas angkut mencapai 3,3 juta kursi. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan peningkatan layanan yang dijalankan secara konsisten dalam memperkuat konektivitas nasional.
Dendy Kurniawan juga dinilai berhasil membawa Pelita Air tumbuh sebagai maskapai yang mengedepankan keandalan dan profesionalisme. Konsistensi dalam menjaga tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) menjadikannya pilihan tepercaya masyarakat karena mampu memberikan kepastian dan kenyamanan dalam setiap penerbangan. Reputasi ini memperkuat posisi Pelita Air sebagai maskapai nasional yang responsif terhadap kebutuhan transportasi udara yang efisien dan berkualitas.
Ia juga mampu menjadikan Pelita Air sebagai maskapai yang adaptif terhadap era digital dan berorientasi pada keberlanjutan. Inovasi layanan terus dikembangkan, termasuk penerapan sistem hiburan mandiri yang memungkinkan penumpang menikmati konten langsung dari perangkat pribadi melalui konektivitas Wi-Fi gratis selama penerbangan.
Dari sisi operasional, Dendy Kurniawan juga telah membuat Pelita Air untuk beralih ke konsep penerbangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan melalui penerapan teknologi Electronic Flight Bag yang menggantikan penggunaan kertas dengan perangkat komputer tablet. Implementasi ini berhasil mendapatkan rekognisi dari NavBlue, anak usaha Airbus, dan turut mencerminkan komitmen kuat Pelita Air dalam menerapkan teknologi digital yang terintegrasi, serta berkontribusi positif bagi kemajuan industri aviasi nasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa “Pemegang Saham terus optimistis bahwa Pelita Air terus tumbuh sebagai maskapai kebanggaan nasional yang adaptif, kompetitif dan dicintai masyarakat.“ Ujar Fadjar. ***
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News
-

Konser Laras Hati Mangkunegaran, Usung Semangat Pelestarian Nilai-Nilai Budaya
Surakarta, Beritasatu.com – Dalam rangka peringatan hari jadi ke-268 Mangkunegaran, konser musik Laras Hati Mangkunegaran sukses digelar di kawasan ikonik Pamedan Mangkunegaran, Surakarta. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Mangkunegaran, Katadata, dan Yayasan DNC, dengan dukungan dari PT Pertamina (Persero).
Mengusung semangat pelestarian nilai-nilai budaya nusantara dalam kemasan yang segar dan relevan bagi generasi masa kini, Laras Hati Mangkunegaran digelar sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Ribuan penonton dari berbagai latar belakang hadir untuk menikmati penampilan empat musisi papan atas tanah air, di antaranya Kunto Aji, Bernadya, Maliq & D’Essentials, dan Souljah.
Kunto Aji membuka penampilan dengan lagu penuh makna, seperti Terlalu Lama Sendiri yang menciptakan suasana emosional dan khidmat. Bernadya, menyanyikan lagu Hidup Harus Tetap Berjalan, yang tentu sudah familiar di telinga publik. Kemudian, Maliq & D’Essentials juga membawa suasana dengan apik lewat lagu-lagu andalan seperti Dia dan Pilihanku. Souljah, menutup acara dengan nuansa reggae dan ska khas mereka.
Direktur SisiplusbyKatadata, Andikha, menyampaikan bahwa Laras Hati Mangkunegaran merupakan wujud nyata dari sinergi antara ruang publik, budaya, dan industri kreatif.
“Ini bukan sekadar konser musik, tetapi momentum untuk mempererat hubungan antara generasi muda dengan akar budayanya. Kami percaya bahwa ruang seperti ini penting untuk terus dihadirkan, agar tradisi tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupi kembali dengan cara-cara yang relevan dan menarik bagi generasi masa kini,” ujarnya, Sabtu (19/4/25) di Pamedan Mangkunegaran.
Keterlibatan Katadata dalam perayaan ini, lanjut Andikha, juga sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai sejarah dan budaya yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa.
“Kehadiran musik modern yang berpadu dengan semangat kebudayaan lokal menunjukkan bahwa masa lalu dan masa kini bisa saling menguatkan. Harapannya, semangat seperti ini bisa terus bergema dan menginspirasi gerakan budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pihaknya mendukung perayaan Adeging Mangkunegaran ke-268 sebagai upaya bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.
“Tradisi seperti ini penting agar generasi muda tetap mengenal, mencintai, dan meneruskan warisan
budaya bangsa,” ujar Fadjar.Karena itu, sebagai bentuk dukungan lainnya, Pertamina melalui aplikasi MyPertamina menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat untuk menyaksikan konser tersebut. Mulai dari promo spesial beli 1 gratis 1 untuk pembelian tiket konser Mangkunegaran Laras Hati, hingga kesempatan memenangkan tiket melalui program giveaway yang tersedia di Instagram @mypertamina.
Selain itu, khusus selama acara Adeging Mangkunegaran, pengunjung dapat menikmati promo trade-in, dengan menukar LPG 3 Kilogram mereka menjadi Bright Gas 5,5 Kilogram atau 12 Kilogram.
-
/data/photo/2025/04/21/6805f43c4c9eb.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemegang Saham Pelita Air Kukuhkan Kembali Dendy Kurniawan sebagai Direktur Utama Nasional 21 April 2025
Pemegang Saham Pelita Air Kukuhkan Kembali Dendy Kurniawan sebagai Direktur Utama
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– PT
Pertamina
(Persero) dan PT Pertamina Pedeve Indonesia selaku pemegang saham PT
Pelita Air
Service (PAS) secara resmi mengukuhkan Dendy Kurniawan sebagai direktur utama Pelita Air untuk periode kedua.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Pemegang Saham secara Sirkuler Pelita Air sesuai ketentuan Pasal 10 Ayat 5 Anggaran Dasar Perseroan tentang Pengangkatan Kembali Anggota Direksi.
Para pemegang saham menilai Dendy Kurniawan telah menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan efektif dalam mendorong transformasi Pelita Air.
Di bawah kepemimpinannya, Pelita Air berhasil tumbuh menjadi maskapai penerbangan berjadwal dengan standar layanan unggul.
Selain itu, perusahaan mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif. Keberhasilan ini menjadi pijakan penting bagi perusahaan untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri aviasi nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para pemegang saham, serta apresiasi atas dukungan penuh dari seluruh Perwira Pelita Air,” ujar Dendy Kurniawan melalui siaran pers, Senin (21/4/2025).
Sepanjang 2024, Pelita Air mencatat capaian operasional yang signifikan. Maskapai ini berhasil mengangkut hingga 2,7 juta penumpang.
Seiring itu, jumlah penerbangan melonjak 97 persen, mencapai 18.796 penerbangan, dengan total kapasitas angkut mencapai 3,3 juta kursi.
Pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan peningkatan layanan yang dijalankan secara konsisten untuk memperkuat konektivitas nasional.
Dendy Kurniawan juga dinilai berhasil membawa Pelita Air tumbuh sebagai maskapai yang mengedepankan keandalan dan profesionalisme.
Konsistensinya dalam menjaga tingkat ketepatan waktu atau
on-time performance
(OTP) menjadikan Pelita Air pilihan tepercaya masyarakat. Maskapai ini dinilai mampu memberikan kepastian dan kenyamanan dalam setiap penerbangan.
Reputasi tersebut semakin memperkuat posisi Pelita Air sebagai maskapai nasional yang responsif terhadap kebutuhan
transportasi udara
yang efisien dan berkualitas.
Ia juga mendorong Pelita Air untuk menjadi maskapai yang adaptif terhadap era digital dan berorientasi pada
keberlanjutan
.
Inovasi layanan terus dikembangkan, termasuk penerapan sistem hiburan mandiri yang memungkinkan penumpang menikmati konten langsung dari perangkat pribadi melalui konektivitas Wi-Fi gratis selama penerbangan.
Dari sisi operasional, Dendy Kurniawan juga memimpin transisi Pelita Air menuju konsep penerbangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Hal itu diwujudkan melalui penerapan teknologi
electronic flight bag
(EFB) yang menggantikan dokumen kertas dengan perangkat tablet. Implementasi ini mendapat pengakuan dari NavBlue, anak usaha Airbus.
Inisiatif tersebut mencerminkan komitmen kuat Pelita Air dalam menerapkan teknologi digital terintegrasi, serta berkontribusi positif bagi kemajuan industri aviasi nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa para pemegang saham tetap optimistis terhadap masa depan Pelita Air.
“Pemegang saham terus optimistis bahwa Pelita Air akan tumbuh menjadi maskapai kebanggaan nasional yang adaptif, kompetitif, dan dicintai masyarakat,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (21/4/2025).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Pelita Air Fasilitasi Layanan Penerbangan Korporasi untuk Elnusa
Jakarta –
Pelita Air dan Elnusa secara resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan layanan tiket penerbangan bagi kebutuhan korporasi. Penandatanganan yang dilaksanakan di Graha Elnusa, Jakarta, ini dilakukan sebagai bagian dari langkah memperkuat sinergi antar entitas strategis di bawah ekosistem Pertamina Group.
Nota Kesepahaman ini menandai upaya konkret dalam menghadirkan layanan mobilitas udara yang terintegrasi, efisien, dan adaptif untuk mendukung kegiatan operasional Elnusa sebagai penyedia jasa energi terintegrasi dengan wilayah kerja yang tersebar luas di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, Pelita Air memberikan Corporate Account eksklusif kepada Elnusa yang mencakup akses pembelian tiket di seluruh rute Pelita Air, harga khusus korporasi, serta kebijakan fleksibilitas tiket. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung perjalanan dinas yang aman, nyaman, dan efisien bagi karyawan Elnusa.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan mobilitas korporasi energi melalui layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Kami memandang kemitraan ini sebagai bagian dari peran Pelita Air dalam memperkuat daya saing sektor energi nasional. Sinergi ini tidak hanya bersifat operasional, tetapi juga strategis dalam mendukung efektivitas dan efisiensi perjalanan dinas Elnusa. Ini adalah bentuk kontribusi nyata Pelita Air dalam ekosistem Pertamina Group yang saling mendukung dan memperkuat,” jelas Dendy dalam keterangan tertulis, Kamis (17/4/2025).
Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja menyatakan bahwa mobilitas adalah salah satu faktor kunci dalam kelancaran operasional Elnusa.
“Dengan cakupan kerja kami yang luas dan dinamis, efisiensi dalam perjalanan dinas merupakan salah satu aspek yang sangat kami perhatikan. Kami berharap bahwa sinergi ini menjadi awal dari kolaborasi lain yang lebih luas di masa mendatang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kedua belah pihak, serta menjadi contoh nyata dari semangat kolaborasi di keluarga besar Pertamina Group,” ungkap Bachtiar.
Sebagai bentuk dukungan penuh dari induk perusahaan, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa sinergi antara Pelita Air dan Elnusa selaras dengan strategi Pertamina dalam memperkuat kolaborasi lintas anak perusahaan guna menciptakan efisiensi, keandalan operasional, serta penciptaan nilai berkelanjutan di seluruh lini bisnis.
“Pertamina menyambut baik kerja sama ini sebagai representasi nyata dari sinergi yang dibangun berdasarkan sinergi Pertamina Group. Pelita Air dan Elnusa adalah dua entitas strategis yang memainkan peran penting dalam rantai nilai energi nasional. Kolaborasi ini bukan hanya meningkatkan efisiensi biaya perjalanan, tetapi juga memperkuat integrasi layanan antar anak usaha yang mendukung pencapaian target korporasi secara keseluruhan,” tutur Fadjar.
Kolaborasi antara Pelita Air dan Elnusa diharapkan tidak berhenti pada kerja sama layanan penerbangan semata, melainkan menjadi model sinergi antar anak usaha Pertamina yang dapat direplikasi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi, kompetitif, dan tangguh di masa mendatang.
(prf/ega)
-

Pelita Air dan Elnusa Jalin Kerja Sama Strategis dalam Penyediaan Layanan Penerbangan Korporasi
PIKIRAN RAKYAT – Pelita Air dan Elnusa secara resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan layanan tiket penerbangan bagi kebutuhan korporasi. Penandatanganan yang dilaksanakan di Graha Elnusa, Jakarta ini dilakukan sebagai bagian dari langkah memperkuat sinergi antar entitas strategis di bawah ekosistem Pertamina Group.Nota Kesepahaman ini menandai upaya konkret dalam menghadirkan layanan mobilitas udara yang terintegrasi, efisien, dan adaptif untuk mendukung kegiatan operasional Elnusa sebagai penyedia jasa energi terintegrasi dengan wilayah kerja yang tersebar luas di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, Pelita Air memberikan Corporate Account eksklusif kepada Elnusa, yang mencakup akses pembelian tiket di seluruh rute Pelita Air, harga khusus korporasi, serta kebijakan fleksibilitas tiket. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung perjalanan dinas yang aman, nyaman dan efisien bagi karyawan Elnusa.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan mobilitas korporasi energi melalui layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Kami memandang kemitraan ini sebagai bagian dari peran Pelita Air dalam memperkuat daya saing sektor energi nasional. Sinergi ini tidak hanya bersifat operasional, tetapi juga strategis dalam mendukung efektivitas dan efisiensi perjalanan dinas Elnusa. Ini adalah bentuk kontribusi nyata Pelita Air dalam ekosistem Pertamina Group yang saling mendukung dan memperkuat,” jelas Dendy.
Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, menyatakan bahwa mobilitas adalah salah satu faktor kunci dalam kelancaran operasional Elnusa.
“Dengan cakupan kerja kami yang luas dan dinamis, efisiensi dalam perjalanan dinas merupakan salah satu aspek yang sangat kami perhatikan. Kami berharap bahwa sinergi ini menjadi awal dari kolaborasi lain yang lebih luas di masa mendatang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kedua belah pihak, serta menjadi contoh nyata dari semangat kolaborasi di keluarga besar Pertamina Group.” ungkap Bachtiar.
Sebagai bentuk dukungan penuh dari induk perusahaan, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa sinergi antara Pelita Air dan Elnusa selaras dengan strategi Pertamina dalam memperkuat kolaborasi lintas anak perusahaan guna menciptakan efisiensi, keandalan operasional, serta penciptaan nilai berkelanjutan di seluruh lini bisnis.
“Pertamina menyambut baik kerja sama ini sebagai representasi nyata dari sinergi yang dibangun berdasarkan sinergi Pertamina Group. Pelita Air dan Elnusa adalah dua entitas strategis yang memainkan peran penting dalam rantai nilai energi nasional. Kolaborasi ini bukan hanya meningkatkan efisiensi biaya perjalanan, tetapi juga memperkuat integrasi layanan antar anak usaha yang mendukung pencapaian target korporasi secara keseluruhan,” tutur Fadjar.
Kolaborasi antara Pelita Air dan Elnusa diharapkan tidak berhenti pada kerja sama layanan penerbangan semata, melainkan menjadi model sinergi antar anak usaha Pertamina yang dapat direplikasi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi, kompetitif, dan tangguh di masa mendatang. ***
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News