Tag: Djoko Santoso

  • Selat Hormuz Terancam Ditutup, Bahlil Bakal Panggil Pertamina – Page 3

    Selat Hormuz Terancam Ditutup, Bahlil Bakal Panggil Pertamina – Page 3

    Diberitakan sebelumnya, Pertamina mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz imbas perang Iran Israel. Salah satunya dengan menyiapkan rute alternatif distribusi minyak mentah yakni Oman dan India sebagai respons sebagai respons dari Parlemen Republik Islam Iran yang mensetujui usulan penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel.

    “Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kita, mengalihkan rute kapal ke jalur aman melalui Oman dan India,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso seperti dikutip dari Antara, Senin (23/6/2025).

    Fadjar menuturkan, penutupan Selat Hormuz tentu berdampak pada distribusi minyak mentah, sebab selat tersebut dilalui oleh 20% pelayaran minyak mentah. Meskipun demikian, Fadjar mengatakan, stok minyak mentah di dalam negeri masih aman. Biaya operasional yang akan dipengaruhi oleh perubahan rute pelayaran saat ini masih dikalkulasi.

    “Terkait biaya operasional masih kami periksa. (Stok minyak) sejauh ini masih aman,” ujar dia.

     

  • Iran Berencana Tutup Selat Hormuz, ESDM: Sedang Kita Kalkulasi

    Iran Berencana Tutup Selat Hormuz, ESDM: Sedang Kita Kalkulasi

    Jakarta

    Kementerian ESDM buka suara soal konflik Iran-Israel dan rencana Iran menutup Selat Hormuz imbas serangan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah situs nuklir Iran.

    Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tri Winarno mengatakan pemerintah masih memantau dan mengkaji situasi konflik yang terjadi antara Iran-Israel, termasuk soal rencana penutupan Selat Hormuz. Pasalnya, belum ada keputusan resmi terkait penutupan Selat Hormuz, sehingga pemerintah belum memutuskan kebijakan yang akan diambil.

    “Masih potensi ya, nah itu sedang kita kalkulasi potensinya seperti apa,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (23/6/2025).

    Tri membenarkan bahwa sebagian impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab yang melewati Selat Hormuz. Meski begitu, ia menegaskan belum ada rencana untuk mengalihkan rute distribusi minyak dari Selat Hormuz.

    “Belum (rencana mengalihkan rute), masih dikalkulasi potensinya,” katanya.

    Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa jika Iran memang benar melakukan blokade terhadap Selat Hormuz maka hal ini akan berdampak terhadap rantai distribusi minyak mentah dunia.

    Untuk mengantisipasi adanya penutupan tersebut, Fadjar mengatakan, Pertamina telah menyiapkan rute alternatif jalur yang lebih aman melalui Oman ataupun India.

    “Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kita, mengalihkan rute kapal ke jalur aman melalui antara lain Oman dan India,” katanya saat dihubungi detikcom, Senin (23/6/2025).

    Fadjar menambahkan adanya perang Israel-Iran hingga kini belum berdampak terhadap pasokan minyak mentah dalam negeri. Ia mengatakan saat ini pasokan minyak mentah dalam juga masih dalam kondisi yang aman.

    “Secara umum pasokan kita masih terkendali,” katanya.

    Sebagai informasi, Iran berencana menutup Selat Hormuz sebagai bentuk balasan terhadap Israel dan juga Amerika Serikat (AS) yang telah menyerang sejumlah situs nuklir Iran. Penutupan ini akan dilakukan jika objek vital kepentingan nasional Iran vital benar-benar terancam.

    “Iran memiliki banyak pilihan untuk menanggapi musuh-musuhnya dan menggunakan pilihan tersebut berdasarkan situasi yang ada. Menutup Selat Hormuz merupakan salah satu opsi potensial bagi Iran,” kata Anggota Presidium Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran Behnam Saeedi berdasarkan laporan kantor berita semi resmi Mehr, dikutip dari Reuters, Senin (23/6/2025).

    Anggota Parlemen Iran lainnya, Ali Yazdikhah juga mengatakan Iran akan terus membuka selat dan teluk selama kepentingan nasional vitalnya tidak terancam.

    “Jika Amerika Serikat secara resmi dan operasional memasuki perang untuk mendukung Zionis (Israel), itu adalah hak sah Iran dalam rangka menekan AS dan negara-negara Barat untuk mengganggu kemudahan transit perdagangan minyak mereka,” kata Yazdikhah.

    Yazdikhah mengatakan, Iran sejauh ini menahan diri untuk tidak menutup selat tersebut karena semua negara kawasan dan banyak negara lain mendapatkan keuntungan.

    “Lebih baik daripada tidak ada negara yang mendukung Israel untuk menghadapi Iran. Musuh-musuh Iran tahu betul bahwa kita punya puluhan cara untuk membuat Selat Hormuz tidak aman dan pilihan ini layak bagi kita,” kata anggota parlemen itu.

    (ara/ara)

  • Stok BBM Pertamina aman di tengah ancaman penutupan Selat Hormuz

    Stok BBM Pertamina aman di tengah ancaman penutupan Selat Hormuz

    Depot Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku yang ada di Kota Jayapura, Papua. (ANTARA/HO- Pertamina Papua)

    Stok BBM Pertamina aman di tengah ancaman penutupan Selat Hormuz
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Senin, 23 Juni 2025 – 13:49 WIB

    Elshinta.com – Pertamina Patra Niaga menyampaikan stok bahan bakar minyak (BBM) masih aman di tengah keinginan Iran menutup Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel.

    “Untuk stok (BBM) saat ini aman,” ucap Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.

    Selain stok BBM, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso juga menyampaikan bahwa stok minyak mentah di dalam negeri masih aman.

    Pernyataan tersebut merespons situasi terkini, yakni disetujuinya usulan penutupan Selat Hormuz oleh Parlemen Republik Islam Iran.

    Fadjar sebelumnya telah menyampaikan bahwa PT Pertamina (Persero) menyiapkan rute alternatif distribusi minyak mentah, seperti Oman dan India. Biaya operasional yang akan dipengaruhi oleh perubahan rute pelayaran saat ini masih dikalkulasi.

    Penutupan Selat Hormuz, kata dia, tentu berdampak pada distribusi minyak mentah, sebab selat tersebut dilalui oleh 20 persen pelayaran minyak mentah.

    Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Jumat (13/6) ketika Israel melancarkan serangan udara di sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir.

    Serangan Israel memicu Teheran untuk melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di negara tersebut pada hari yang sama.

    Otoritas Israel menyebut sekurangnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran. Sementara, 430 warga Iran tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka dalam serangan Israel ke negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

    Presiden AS Donald Trump pada Minggu pagi menyatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

    Menyusul serangan AS, Parlemen Republik Islam Iran pada Minggu telah menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran.

    Sumber : Antara

  • Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Isu Iran Tutup Selat Hormuz

    Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Isu Iran Tutup Selat Hormuz

    Bisnis.com, JAKARTA – Pertamina Patra Niaga menyampaikan stok bahan bakar minyak (BBM) masih aman di tengah keinginan Iran menutup Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel.

    “Untuk stok (BBM) saat ini aman,” ucap Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Senin (23/6/2205).

    Selain stok BBM, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso juga menyampaikan bahwa stok minyak mentah di dalam negeri masih aman.

    Pernyataan tersebut merespons situasi terkini, yakni disetujuinya usulan penutupan Selat Hormuz oleh Parlemen Republik Islam Iran.

    Fadjar sebelumnya telah menyampaikan bahwa PT Pertamina (Persero) menyiapkan rute alternatif distribusi minyak mentah, seperti Oman dan India. Biaya operasional yang akan dipengaruhi oleh perubahan rute pelayaran saat ini masih dikalkulasi.

    Penutupan Selat Hormuz, kata dia, tentu berdampak pada distribusi minyak mentah, sebab selat tersebut dilalui oleh 20% pelayaran minyak mentah.

    Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Jumat (13/6) ketika Israel melancarkan serangan udara di sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir.

    Serangan Israel memicu Teheran untuk melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di negara tersebut pada hari yang sama.

    Otoritas Israel menyebut sekurangnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran. Sementara, 430 warga Iran tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka dalam serangan Israel ke negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

    Presiden AS Donald Trump pada Minggu pagi menyatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

    Menyusul serangan AS, Parlemen Republik Islam Iran pada Minggu telah menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran.

  • Timteng Mengganas, Pertamina Siapkan Rute Alternatif Suplai Minyak

    Timteng Mengganas, Pertamina Siapkan Rute Alternatif Suplai Minyak

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) menyiapkan rute alternatif operasional kapal pengangkut minyak, sebagai suplai untuk dalam negeri. Hal ini menanggapi isu memanasnya konflik antara di Timur Tengah (Timteng) khususnya Iran dengan Israel.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan jalur alternatif kapal yang dioperasikan PT Pertamina International Shipping agar pasokan minyak mentah khususnya dari wilayah Timur Tengah bisa tetap terkirim ke Indonesia.

    “Kami sudah menyiapkan skenario alternatif, rute alternatif melalui beberapa titik yang kita harapkan tidak mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah dan sekitarnya ke Indonesia,” terangnya di sela acara Kick Off Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025, di Jakarta, dikutip Senin (23/6/2025).

    Selain itu, dia juga membeberkan bahwa Pertamina memiliki beberapa sumber pasokan minyak mentah yang membuat Indonesia memiliki opsi pengiriman sumber minyak untuk ketahanan energi nasional.

    “Kami memiliki sistem yang lebih fleksibel jadi ketika memang terjadi hambatan di satu titik, kami mempunyai alternatif sumber yang bisa dijadikan pasokan energi. Jadi kami memastikan bahwa pasokan energi ke Indonesia tetap aman,” tambahnya.

    Secara berkala, Pertamina terus melakukan monitoring terhadap kapal-kapal pengangkut minyak yang dioperasikan oleh perusahaan saat melewati kedua wilayah tersebut.

    “Khususnya yang masuk minyak mentah ke Indonesia kami sudah memantau melalui Pertamina Internasional Shipping seluruh kapal-kapal khususnya yang berlayar di rute internasional saat ini masih dalam kondisi aman,” tandasnya.

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Pertamina Buka Jalan untuk Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2025 – Page 3

    Pertamina Buka Jalan untuk Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2025 – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Komitmen PT Pertamina (Persero) terhadap dunia otomotif Indonesia terus berlanjut lewat kehadiran Pertamina Mandalika Racing Series 2025. Dan kini, ajang tersebut telah memasuki putaran keduanya yang resmi digelar pada 20-22 Juni 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok. Adanya ajang ini pun tentunya diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus panggung prestasi bagi pembalap muda Tanah Air.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina Mandalika Racing Series 2025 merupakan dukungan untuk pembalap muda berprestasi, dan bagian dari komitmen Pertamina terhadap kemajuan otomotif Indonesia. 

    Melalui program pendampingan yang berkelanjutan untuk pembalap muda, Pertamina percaya bahwa investasi terhadap talenta muda adalah kunci membangun masa depan olahraga balap Indonesia.

    “Pertamina mendukung pembangunan talenta SDM, termasuk di bidang olahraga balap. Kami melihat potensi luar biasa pada para pembalap muda Indonesia. Dengan pembinaan yang tepat, mereka bisa menjadi kebanggaan tanah air di level internasional,” ujar Fadjar.

    Fadjar berharap dukungan pendampingan, pelatihan teknis dari Pertamina dapat dioptimalkan para pembalap muda sebagai persiapan diri berbagai kejuaraan nasional, bahkan internasional. 

    Menurutnya, melalui ajang Pertamina Mandalika Racing 2025, Pertamina mampu melahirkan talenta pembalap muda tanah air untuk maju bersaing ke tingkat internasional. 

    “Dengan dukungan yang konsisten, kami yakin Indonesia bisa melahirkan juara-juara baru yang mampu bersaing dengan pembalap dunia, bahkan pembalap muda berprestasi tanah air juga berkesempatan mengikuti pelatihan VR46 Riders Academy, di Tavullia, Italia,” pungkas Fadjar.

  • Pertamina Mandalika Racing Series 2025, Komitmen Dukung Pebalap Muda Indonesia
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        22 Juni 2025

    Pertamina Mandalika Racing Series 2025, Komitmen Dukung Pebalap Muda Indonesia Nasional 22 Juni 2025

    Pertamina Mandalika Racing Series 2025, Komitmen Dukung Pebalap Muda Indonesia
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – PT
    Pertamina
    (Persero) berkomitmen mendukung kemajuan dunia otomotif nasional. Dukungan tersebut diwujudkan Pertamina melalui gelaran
    Pertamina Mandalika Racing Series 2025
    yang kini memasuki putaran kedua.
    Ajang tersebut digelar di Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai Jumat (20/6/2025) hingga Minggu (22/6/2025).
    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan, Pertamina Mandalika Racing Series 2025 merupakan bentuk dukungan terhadap pebalap muda berprestasi sekaligus bagian dari komitmen Pertamina dalam pengembangan otomotif Indonesia.
    Melalui program pendampingan berkelanjutan bagi pembalap muda, Pertamina meyakini investasi terhadap talenta muda menjadi kunci membangun masa depan olahraga balap nasional.
    “Pertamina mendukung pembangunan talenta sumber daya manusia (SDM), termasuk di bidang olahraga balap. Kami melihat potensi luar biasa pada para pembalap muda Indonesia. Dengan pembinaan yang tepat mereka bisa menjadi kebanggaan tanah air di level internasional,” ujar Fadjar dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (22/6/2025).
    Fadjar berharap, dukungan berupa pendampingan dan pelatihan teknis dari Pertamina dapat dimanfaatkan optimal oleh para pembalap muda untuk mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan nasional hingga internasional.
    “Dengan dukungan yang konsisten, kami yakin Indonesia dapat melahirkan juara-juara baru yang mampu bersaing dengan pebalap dunia. Bahkan, pebalap muda berprestasi Tanah Air juga berkesempatan mengikuti pelatihan VR46 Riders Academy, di Tavullia, Italia,” kata Fadjar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Harga BBM RI Bakal Kena Imbas Perang Iran-Israel? Ini Kata Pertamina

    Harga BBM RI Bakal Kena Imbas Perang Iran-Israel? Ini Kata Pertamina

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) buka suara perihal memanasnya konflik antara Iran dengan Israel, khususnya berkaitan dengan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan sejatinya terdapat berbagai faktor yang bisa mempengaruhi harga BBM yang dijual di dalam negeri. Diantaranya harga minyak mentah, kurs rupiah terhadap dolar AS dan juga pajak.

    “Nah, setiap bulan untuk BBM non-subsidi kan memang sudah biasa mengalami penyesuaian,” katanya di sela acara Kick Off Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025, di Jakarta, dikutip Jumat (20/6/2025).

    Kendati begitu, Pertamina terus mengevaluasi beberapa faktor tersebut khususnya pada akhir bulan Juni 2025 ini untuk penetapan harga BBM di bulan Juli 2025. “Jadi nanti tentu akan kita evaluasi melihat pergerakan di akhir bulan ini, nanti per tanggal 1 seperti biasa akan ada penyesuaian untuk yang non-subsidi,” tambahnya.

    Yang terang saat ini Pertamina meningkatkan kewaspadaan dengan terus memantau perkembangan konflik kedua negara itu. Secara berkala, Pertamina melakukan monitoring terhadap kapal-kapal pengangkut minyak yang dioperasikan oleh perusahaan saat melewati kedua wilayah tersebut.

    “Khususnya yang masuk minyak mentah ke Indonesia kami sudah memantau melalui Pertamina Internasional Shipping seluruh kapal-kapal khususnya yang berlayar di rute internasional saat ini masih dalam kondisi aman,” jelasnya.

    Jika konflik Iran dengan Israel mengganggu jalur kapal Pertamina, Fadjar menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan jalur alternatif agar pasokan untuk Indonesia dari wilayah Timur Tengah bisa tetap terkirim.

    “Kami sudah menyiapkan skenario alternatif, rute alternatif melalui beberapa titik yang kita harapkan tidak mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah dan sekitarnya ke Indonesia,” terangnya.

    Selain itu, dia juga membeberkan bahwa Pertamina memiliki beberapa sumber pasokan minyak mentah yang membuat Indonesia memiliki opsi pengiriman sumber minyak untuk ketahanan energi nasional.

    “Kami memiliki sistem yang lebih fleksibel jadi ketika memang terjadi hambatan di satu titik, kami mempunyai alternatif sumber yang bisa dijadikan pasokan energi. Jadi kami memastikan bahwa pasokan energi ke Indonesia tetap aman,” tandasnya.

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025 Kembali Digelar, Ini Syaratnya

    Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025 Kembali Digelar, Ini Syaratnya

    Jakarta

    PT Pertamina (Persero) secara resmi meluncurkan Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 dengan mengusung tema Energizing Indonesia. AJP merupakan kegiatan rutin tahunan Media Communication Pertamina yang sudah berjalan secara konsisten sejak 2003 dan tahun ini memasuki edisi ke 22 tahun.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan AJP merupakan ajang apresiasi untuk Jurnalis Media se-Indonesia, serta merayakan karya-karya jurnalistik terbaik jurnalis Tanah Air.

    “Peran media dalam mempublikasikan kinerja, capaian serta transformasi yang kami jalankan secara objektif sangat krusial dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat dukungan terhadap agenda transisi energi nasional,” jelas Fadjar dalam keterangan tertulis, Kamis (19/6/2025).

    Fadjar melanjutkan AJP merupakan salah satu engagement positif antara Pertamina dengan media, khususnya, tim Corporate Communication/Kehumasan di seluruh wilayah Pertamina.

    “Karya Jurnalistik yang didaftarkan pada ajang AJP selalu meningkat dari tahun ke tahun, mencerminkan dukungan positif media nasional dan daerah terhadap Pertamina Group,” ujar Fadjar.

    AJP 2025 terbuka untuk seluruh insan media baik cetak maupun elektronik untuk mendaftarkan karya terbaiknya yang terpublikasi di media massa pada rentang waktu 1 November 2024 hingga 31 Oktober 2025.

    Setiap jurnalis bisa mendaftar sesuai dengan domisili tugas masing-masing. Pertamina telah membagi domisili jurnalis menjadi 10 teritori yakni Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Sumatra Bagian Tengah (Sumbagteng), Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), DKI Jakarta – Jawa Bagian Barat, Jawa Bagian Tengah (JBT), Jatimbalinus dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku – Papua dan Holding.

    Publikasi peserta AJP 2025 akan dinilai dari 2 Pilar Topik yaitu Bisnis & Non-Bisnis. Tiap Pilar Topik memiliki 4 Kategori Karya yaitu (1) Karya Tulis, (2) Karya TV, (3) Karya Radio dan (4) Karya Essay Foto, dengan demikian Kategori Karya di AJP 2025 menjadi total 8 Kategori.

    Pertamina menyiapkan apresiasi berupa tropi dan hadiah uang tunai serta training di luar negeri kepada para pemenang AJP 2025.

    “Karya-karya jurnalistik AJP akan menjadi sumber energi, edukasi dan informasi untuk masyarakat. Mari bersama wujudkan keterbukaan, sebagai energi untuk Indonesia. AJP 2025, Energizing Indonesia,” pungkas Fadjar.

    (akd/akd)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Dilema Kenaikan Harga BBM Pertalite di Tengah Konflik Timur Tengah

    Dilema Kenaikan Harga BBM Pertalite di Tengah Konflik Timur Tengah

    Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat mewanti-wanti harga BBM subsidi seperti Pertalite berpotensi naik imbas harga minyak dunia yang mendidih. Melonjaknya harga minyak dunia itu tidak lepas dari memanasnya konflik di Timur Tengah seperti Iran-Israel.

    Kondisi ini pun layaknya makan buah simalakama; peribahasa yang menggambarkan situasi sulit, di mana setiap pilihan yang diambil akan membawa dampak negatif. Dalam konteks harga minyak, kenaikan harga BBM subsidi juga berimbas pada inflasi dan menekan daya beli.

    Mengutip laporan Reuters pada Rabu (18/6/2025), harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus naik US$3,22 atau 4,4% menjadi US$76,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$3,07 atau 4,28% ke level US$74,84 per barel.

    Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menuturkan, sebagai net-importer, kenaikan harga minyak dunia sudah pasti akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. 

    Menurutnya, jika eskalasi konflik Israel-Iran meluas, tidak bisa dihindari harga minyak dunia akan melambung, bahkan diperkirakan bisa mencapai di atas US$ 100 per barel. 

    Bahkan, JP Morgan memperkirakan harga minyak dunia bisa melonjak hingga US$130 per barel jika eskalasi perang meluas hingga Iran menutup Selat Hormuz, yang menjadi lalu lintas pengangkutan minyak dunia. 

    “Dalam kondisi tersebut, pemerintah dihadapkan pada dilema dalam penetapan harga BBM di dalam negeri. Kalau harga BBM Subsidi tidak dinaikan, beban APBN akan membengkak,” kata Fahmy dalam keterangannya.

    Di samping itu, kenaikan harga minyak dunia akan semakin menguras devisa untuk membiayai impor BBM. Ujung-ujungnya, kata dia, makin memperlemah kurs rupiah terhadap dolar AS yang sempat menembus Rp17.000 per dolar AS. 

    Fahmy mengamini bahwa jika harga BBM subsidi dinaikan, sudah pasti akan memicu inflasi. Pasalnya, kenaikan harga BBM subsidi akan menyebabkan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok hingga berimbas pada penurunan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

    Oleh karena itu, dia mengingatkan pemerintah harus memberikan kepastian kepada masyarakat. Pemerintah jangan menganggap enteng ancaman ekonomi imbas perang Iran-Israel.

    Menurut Fahmy, pemerintah sebaiknya bersikap realistis dengan mengantisipasi penetapan harga BBM Subsidi berdasarkan indikator terukur. 

    “Kalau harga minyak dunia masih di bawah US$100 per barel, harga BBM subsidi tidak perlu dinaikan. Namun, kalau harga minyak dunia mencapai di atas US$100 per barel, pemerintah tidak punya pilihan lain kecuali menaikkan harga BBM subsidi, agar beban APBN untuk subsidi tidak memberatkan,” jelas Fahmy.

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja subsidi energi dan non-energi mencapai US$66,1 triliun per 31 Mei 2025. Angka ini turun 15,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

    Penurunan subsidi energi salah satunya disebabkan acuan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) melemah hingga Mei 2025 ini.

    Kemenkeu mencatat patokan harga minyak mentah internasional Brent menurun sebesar 15% secara tahunan (yoy) dan 0,5% sepanjang Januari-Mei 2025 (ytd). Pelemahan ini terjadi sebelum saling serang Iran-Israel, pekan lalu.

    Meski realisasi anggaran menurun, volume belanja subsidi energi naik secara tahunan. Tercatat subsidi BBM naik 4,3% menjadi 5.807 ribu KL, LPG 3 kg naik 3,5% menjadi sebesar 2.782 juta kg, dan listrik subsidi naik 4,2% menjadi sebanyak 42,1 juta pelanggan.

    Mitigasi Impor Minyak Pertamina

    Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mengungkapkan memanasnya konflik antara Iran dan Israel belum memberikan efek apapun terhadap harga maupun pasokan impor minyak ke Indonesia. Kendati demikian, perusahaan migas pelat merah itu bakal tetap melakukan mitigasi jika konflik kian memanas. 

    VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pasokan dan keberlangsungan impor minyak masih aman. Perseroan pun terus melakukan pengawasan terhadap situasi yang berlangsung. 

    “Sampai saat ini, belum ada informasi terkait adanya gangguan pasokan crude [minyak mentah] untuk Pertamina,” kata Fadjar.

    Fadjar menekankan bahwa Pertamina tetap memiliki beberapa strategi di tengah konflik Timur Tengah. Salah satunya, mengalihkan rute jalan yang lebih aman untuk kapal jika konflik kian memanas. 

    Dalam hal ini, dia menyebut, subholding Pertamina, PT Pertamina International Shipping dan PT Pertamina Patra Niaga, yang akan menganalisis dampak lebih lanjut dari konflik Timur Tengah tersebut. 

    “Tentu kapal-kapal kita akan kita cek jalur pelayarannya. Jika jalur reguler berpotensi mengalami gangguan, biasanya akan kita re-route ke jalur yang lebih aman,” ucap Fadjar.

    Selain itu, Fadjar menyebut, saat ini impor minyak mentah juga terbilang lebih fleksibel sehingga tidak terlibat dengan kontrak panjang.

    Pengembangan EBT

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun bakal mendorong percepatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di tengah konflik Timur Tengah yang memanas.

    Juru bicara (jubir) Kementerian ESDM Dwi Anggia menuturkan, pemerintah sangat menyadari bahwa eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi tidak hanya Indonesia tapi juga secara global. 

    “Untuk itu Indonesia tentu perlu menyiapkan langkah antisipatif yang matang,” kata Dwi.

    Dia menuturkan saat ini dampak dari konflik sudah terasa. Harga minyak global naik.

    Menurut Dwi, kenaikan harga tersebut akan memengaruhi harga ICP. Namun, belum melebihi Asumsi Makro ICP dalam APBN 2025 yang ditetapkan yakni sebesar US$82 per barel. 

    Pihaknya pun berjanji terus memantau perkembangan. Di satu sisi, situasi saat ini pun mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. 

    Pengembangan EBT, termasuk biofuel pun kembali menghangat, karena Indonesia memiliki sumber daya yang mumpuni. 

    “Peristiwa geopolitik ini juga menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan. Konflik di luar negeri adalah faktor eksternal yang tidak bisa kita kendalikan,” jelas Dwi.

    Terpisah, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mendorong produksi migas untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, ini krusial untuk mengantisipasi memanasnya konflik Iran-Israel. 

    Dia mengatakan, pemerintah akan menggenjot produksi migas nasional agar Indonesia tak lagi bergantung pada pasokan energi global, termasuk untuk kebutuhan minyak domestik.   

    “Jadi ya kan kita ada ketahanan energi. Jadi ya kita mengusahakan ada peningkatan produksi migas dalam negeri, terutama untuk crude [minyak mentah],” katanya.

    Dia menerangkan, saat ini tingkat produksi minyak nasional mulai meningkat dari rata-rata produksi tahun lalu sebanyak 560.000-570.000 barel per hari, kini di atas 600.000 barel per hari.

    “Ini dilihat dari bulan ini sudah di atas 610.000 barel,” tegasnya.