Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan pasar dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 Perumda Pasar Joyoboyo yang digelar di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan refleksi akhir tahun tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas capaian, tantangan, serta penyusunan langkah strategis Perumda Pasar Joyoboyo ke depan dalam mengelola pasar tradisional di Kota Kediri.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Perumda Pasar Joyoboyo. Kegiatan refleksi ini menjadi momen penting. Selain kita bisa melihat capaian kita juga melakukan evaluasi,” ujar Vinanda Prameswati.
Dalam arahannya, Mbak Wali menegaskan bahwa pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga denyut nadi kehidupan sosial masyarakat serta penggerak ekonomi kerakyatan. Menurutnya, refleksi akhir tahun harus menjadi penyemangat bagi jajaran Perumda Pasar Joyoboyo untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan.
“Saya mengingatkan meskipun capaian-capaian Perumda Pasar Joyoboyo sudah bagus jangan cepat berpuas diri. Saya percaya jajaran Perumda Pasar Joyoboyo sudah melakukan pembenahan dari tata kelola, pelayanan, sarana prasarana sehingga muncul beragam inovasi. Salah satunya di Pasar Setono Betek ni sekarang tidak hanya tempat berbelanja tapi juga ada cafe yang ramai dikunjungi,” ungkapnya.
Wali kota termuda tersebut juga menekankan bahwa tantangan pengelolaan pasar ke depan semakin kompleks, terutama dengan perubahan pola belanja masyarakat yang kini cenderung beralih ke platform digital dan belanja daring.
“Hal-hal semacam ini harus kita sadari dan tidak menutup kemungkinan kita harus mengikuti trend. Kita harus paham apa yang dibutuhkan masyarakat. Saya harap Perumda Pasar Joyoboyo terus meningkatkan pelayanannya,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi menjelaskan bahwa Perumda Pasar Joyoboyo saat ini mengelola sembilan pasar tradisional di Kota Kediri dengan tantangan utama berupa persaingan pasar modern dan belanja online.
Menurutnya, berbagai pembenahan terus dilakukan agar pasar tradisional tetap nyaman dan menjadi ruang belanja yang dirindukan masyarakat.
“Kompetitor dari pasar ini adalah pasar modern yang telah menjamur dan belanja online. Namun Perumda Pasar Joyoboyo terus berbenah agar pasar ini memberi kenyamanan bagi masyarakat saat berbelanja dan menjadi pasar yang ngangeni,” jelasnya.
Djauhari Luthfi menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025, Perumda Pasar Joyoboyo mencatat proyeksi kenaikan kinerja sebesar 104 persen dibandingkan tahun 2024. Tingkat kesehatan perusahaan juga dinilai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan predikat A atau sehat, serta telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sejak 2024.
“Kami mohon dukungan di tahun 2026 kami rencanakan seluruh jasa layanan di perumda akan didigitalisasi. Lalu di tahun 2025 kami sudah menyalurkan CSR sebesar 80 juta. Untuk masyarakat kota dan sekitar pasar dimana datanya kami kokrdinasi dengan Dinas Sosial,” jelasnya.
Kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 Perumda Pasar Joyoboyo tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Penjabat Sekda Kota Kediri M. Ferry Djatmiko, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hery Purnomo, Dewan Pengawas Perumda Pasar Joyoboyo Edi Darmasto, kepala OPD terkait, serta tamu undangan lainnya. [nm/aje]



/data/photo/2025/12/03/6930277fe40a0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)





