Tag: Djarot Saiful Hidayat

  • PDIP Bentuk Tujuh Komisi di Rakernas I 2026, Bahas Isu Strategis Nasional

    PDIP Bentuk Tujuh Komisi di Rakernas I 2026, Bahas Isu Strategis Nasional

    JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) memperluas struktur pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 dengan membentuk tujuh komisi. Langkah ini menandai perubahan format Rakernas yang sebelumnya hanya terdiri dari tiga komisi, sekaligus menunjukkan penajaman agenda partai dalam merespons tantangan nasional.

    Rakernas I PDIP 2026 dibuka bertepatan dengan peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan digelar hingga 12 Januari 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara.

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Rakernas kali ini menjadi momentum penting bagi partai untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kritik dan otokritik, guna menentukan arah perjuangan ke depan.

    “Rakernas ini menjadi momentum kritis bagi partai untuk melakukan evaluasi, kritik, otokritik, serta menentukan arah masa depan dalam menjawab persoalan bangsa,” kata Hasto di Ancol, Sabtu, 10 Januari malam.

    Menurut Hasto, pembentukan tujuh komisi merupakan bentuk keseriusan partai dalam menempatkan isu-isu kerakyatan sebagai prioritas utama.

    “Ini menunjukkan partai menaruh skala prioritas terhadap berbagai persoalan pokok rakyat,” ujarnya.

    Tujuh komisi yang dibentuk mencakup spektrum isu yang lebih luas dan spesifik. Pertama, Komisi Sikap Politik diarahkan untuk membahas dinamika internal dan eksternal partai, termasuk sikap terhadap perkembangan politik nasional dan Pilkada.

    Kedua, Komisi Program dibagi ke dalam sejumlah subkomisi, seperti pemerintahan, kerakyatan, dan hubungan internasional, dengan fokus pada isu desentralisasi hingga tata kelola pemerintahan daerah.

    Sementara itu, Komisi Organisasi ditugaskan memperkuat konsolidasi struktur partai hingga tingkat ranting, termasuk agenda rekrutmen kader dan pendidikan politik berjenjang.

    PDIP juga membentuk Komisi Pemenangan Pemilu yang akan merumuskan strategi menghadapi pemilu legislatif dan Pilkada mendatang. Komisi ini menjadi bagian dari konsolidasi awal menuju kontestasi politik ke depan.

    Kelima, Komisi Pemuda dan Komunikasi Politik. Komisi ini merespons proyeksi pemilih muda yang diperkirakan mencapai 56 persen pada Pemilu 2029, sekaligus merancang pendekatan komunikasi politik yang lebih relevan dengan generasi tersebut.

    Selain itu, Rakernas membentuk Komisi Perempuan dan Anak untuk membahas perlindungan serta persoalan spesifik yang dihadapi kelompok perempuan dan anak. Ketujuh, membentuk Komisi Lingkungan Hidup dan Mitigasi yang Bencana diarahkan untuk menjawab persoalan kerusakan ekologis dan risiko bencana yang kian meningkat.

    Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menegaskan, perubahan struktur komisi ini merupakan hasil evaluasi dari Rakernas sebelumnya.

    “Jika pada Rakernas sebelumnya hanya ada tiga komisi—yaitu politik, organisasi, dan program—maka pada Rakernas pertama pascakongres ke-6 ini, komisi dibuat lebih fokus dan substansial. Tujuannya untuk menjawab tantangan masa depan serta isu politik penting terkini,” ujar Djarot.

    Djarot menambahkan, seluruh komisi dirancang untuk menyerap aspirasi dan masukan dari peserta Rakernas yang berasal dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Indonesia.

    Hasil pembahasan dari masing-masing komisi nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis dan sikap politik resmi PDI Perjuangan, yang akan dibacakan pada penutupan Rakernas, Senin, 12 Januari 2026.

  • PDIP soal Kritik Program Prabowo-Gibran: Kami Partai Penyeimbang

    PDIP soal Kritik Program Prabowo-Gibran: Kami Partai Penyeimbang

    Bisnis.com, JAKARTA — PDI-Perjuangan (PDIP) menyatakan diri sebagai partai penyeimbang dalam sikapnya terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menjelaskan, partai penyeimbang yang dimaksud berarti kritis terhadap kebijakan pemerintah. Namun, tetap mendukung apabila kebijakan itu bagus untuk masyarakat.

    “Nah, ini saya kira penempatan diri sebagai partai penyeimbang untuk melihat bagaimana kebijakan-kebijakan kritis terhadap kebijakan pemerintahan, tetapi juga kita memberikan dukungan,” ujar Andreas di sela Rakernas PDIP, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

    Dia mencontohkan, salah satu program pemerintahan Prabowo-Gibran yang dikritisi yakni soal Makan Bergizi Gratis alias MBG.

    PDIP menilai program tersebut harus dievaluasi. Misalnya, berkaitan dengan skala prioritas dan mekanisme pelaksanaan MBG masih perlu dibenahi.

    “Hal yang berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis ini. PDI Perjuangan jelas mengambil sikap perlu adanya perbaikan terhadap skala prioritas dan sistem pelaksanaan program MBG wajib untuk dibenahi,” imbuhnya.

    Selain itu, PDIP juga kerap mengkritisi terkait dengan reformasi Polri saat pembahasan di Komisi III DPR RI.

    “Jadi, di semua bidang dari Komisi I sampai Komisi XIII kita memberikan pandangan-pandangan kritis terhadap pelaksanaan daripada program-program pemerintahan,” pungkasnya.

    Di samping itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengemukakan bahwa partainya juga sempat mengkritisi soal penetapan bencana nasional terkait banjir dan longsor di Sumatra yang tak dilakukan pemerintah. 

    Hanya saja, kata Djarot, rekomendasi terkait penetapan bencana nasional itu tidak digubris oleh pemerintah. Namun demikian, PDIP tak terlalu ambil pusing dengan hal itu.

    Sebab, PDIP lebih fokus kepada pemberian kepada masyarakat yang terdampak bencana. Salah satunya dengan mengerahkan satu kapal untuk memfasilitasi kesehatan masyarakat terdampak.

    “Jadi itu kita usul sudah lama sekali bahwa ini sudah waktunya, sudah saatnya langkah-langkah cepat. Kalau pemerintah menyatakan bahwa ini bencana nasional, tapi tidak ditanggapi ya tidak bisa tunggu. Kita tidak usah berdebat,” pungkasnya.

  • FX Rudy Ungkap Cerita Sebelum Mundur dari Plt Ketua PDIP Jateng, Sempat Dua Kali Bertemu Megawati

    FX Rudy Ungkap Cerita Sebelum Mundur dari Plt Ketua PDIP Jateng, Sempat Dua Kali Bertemu Megawati

    Saat bertemu Megawati di Jakarta, Rudy menyebut pembahasan difokuskan pada dinamika internal partai, khususnya terkait penjaringan calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP se-Jawa Tengah. Selain itu, turut dibicarakan sejumlah nama yang diproyeksikan sebagai pendamping dalam struktur kepengurusan.

    “Di sana membahas tentang calon-calon Ketua DPC. Waktu itu secara zoom saat di Bali, zoom pun sudah dibahas tentang calon ketua DPC dan dua pendamping itu. Satu, ada Pak Djarot, ada Pak Ganjar, ada Pak Kommarudin, Pak Andreas, ada Pak Sekjen dan ada Pak Adi Aryo dan saya,” ujar dia.

    Hanya dalam pertemuan itu, Rudy tidak membahas terkait pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai Plt Ketua DPDP PDIP Jawa Tengah. Pasalnya saat itu pembahasan hanya fokus dalam penjaringan calon ketua DPC se-Jawa Tengah.

    “Belum, saya belum (membahas pengunduran diri) baru kita buat, sudah kita buat, namun sebelum saya menyampaikan surat itu, saya punya pemikiran untuk kepentingan lebih mementingkan partai dan organisasi supaya solid,” kata dia.

    “Saya lakukan tulus dan ikhlas menjadi anggota partai biasa. Surat saya kirimkan tanggal 17 Desember lewat WA, terus saya kirim lewat pos,” imbuhnya.

  • Resmi Dilantik, usunan Pengurus DPD PDIP Jatim 2025-2030 di Bawah Said Abdullah
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        20 Desember 2025

    Resmi Dilantik, usunan Pengurus DPD PDIP Jatim 2025-2030 di Bawah Said Abdullah Surabaya 20 Desember 2025

    Resmi Dilantik, usunan Pengurus DPD PDIP Jatim 2025-2030 di Bawah Said Abdullah
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – DPD PDI-Perjuangan Jatim merilis struktur pengurus baru periode 2025-2030.
    Dalam struktur tersebut,
    Said Abdullah
    kembali ditunjuk kembali sebagai Ketua DPD PDI-Perjuangan Jatim.
    Pengurus DPD PDI-Perjuangan Jatim periode 2025 – 2030 dilantik usai gelaran Konfrensi Daerah PDI-Perjuangan Jatim, Sabtu (20/12/2025) di Surabaya.
    Dalam susunan pengurus, muncul sejumlah nama baru di beberapa posisi, seperti Deni Wicaksono yang didapuk sebagai Sekertaris DPD PDI-Perjuangan Jatim dan Wara Sundari Renny Pramana sebagai Bendahara. Selain itu juga ada nama Didik Prasetyono.
    Pelantikan serta pengucapan sumpah dan janji pengurus dipimpin Ketua DPP
    PDI Perjuangan
    Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.
    Usai pelantikan, Said menyebut amanah tersebut sangat berat jika dipikul sendirian. 
    “Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” terang Said.
    Dengan komposisi pengurus yang memadukan kader berpengalaman dan figur profesional, Said berharap PDI-Perjuangan Jatim diharapkan semakin solid, adaptif, dan siap menghadapi dinamika politik nasional maupun daerah.
    Konferda DPD PDI-Perjuangan Jatim digelar bersamaan dengan Konferensi Cabang PDI-Perjuangan di 38 kabupaten dan kota di Jatim.
    Menurut Said, Konferda dan Konfercab  melahirkan kepengurusan yang lebih segar, solid, dan militan. 
    “Spirit juang kepengurusan baru harus mampu menyatukan kekuatan partai, membangun
    Jawa Timur
    , serta memastikan PDI Perjuangan selalu hadir bersama rakyat,” pungkasnya. (K15-11)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim 2025-2030

    Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim 2025-2030

    Surabaya (beritajatim.com) –  Said Abdullah secara resmi kembali mengemban amanah sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk masa bakti 2025-2030. Kepastian ini dikukuhkan dalam prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah janji pengurus yang dipimpin oleh Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, di Surabaya pada Sabtu (20/12/2025).

    Dalam struktur kepengurusan terbaru ini, posisi Sekretaris DPD kini dipercayakan kepada Deni Wicaksono yang menggantikan Sri Untari Bisowarno. Sementara itu, posisi Bendahara tetap dijabat oleh Wara Sundari Renny Pramana, menjaga kesinambungan manajemen finansial partai di tingkat provinsi.

    Wajah baru turut menghiasi jajaran elit partai berlambang banteng moncong putih di Jawa Timur. Didik Prasetiyono, yang dikenal sebagai mantan Dirut PT SIER, resmi masuk sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif, sebuah posisi strategis untuk memperkuat mesin politik partai.

    Usai dilantik, Said Abdullah yang juga menjabat Ketua DPP Bidang Perekonomian menekankan pentingnya kerja kolektif. Ia menyadari tantangan politik ke depan di wilayah Jawa Timur memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh kader.

    “Saya diminta melanjutkan kepemimpinan periode 2025-2030. Amanat ini sangat berat. Kalau amanat ini dipikul sendirian, tentu tidak sanggup. Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” tegas Said Abdullah.

    Berikut adalah daftar lengkap susunan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur periode 2025-2030:

    KETUA: MH. SAID ABDULLAH

    BIDANG INTERNAL

    Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai: Agus Wicaksono
    Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif: Didik Prasetiyono
    Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Bambang Yuwono
    Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi: Budi Sulistyono Kanang
    Wakil Ketua Bidang Sumber Daya: Pulung Agustanto

    BIDANG PEMERINTAHAN

    Wakil Ketua Bidang Politik: I Made Riandiana Kartika
    Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah: Ipuk Fiestiandani
    Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi: Dewanti Rumpoko
    Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional: Andri Wahyudi
    Wakil Ketua Bidang Perekonomian: Daniel Rohi
    Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan: Didik Nurhadi

    BIDANG KERAKYATAN

    Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Anak: Rudi Afianto
    Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM: Isnainiah
    Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial: Sulistyorini
    Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga: Eri Cahyadi
    Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: KH. Abdul Wahab Yahya
    Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital: Qintharra U. Yassifa
    Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Kelautan dan Perikanan: Fatkurrahman
    Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi: Martin Hamonangan

    SEKRETARIS: DENI WICAKSONO

    Wakil Sekretaris Bidang Internal: Ratih Ditya Wijayanti
    Wakil Sekretaris Bidang Program: Yordan M. Batara-Goa

    BENDAHARA: WARA SUNDARI RENNY PRAMANA

    Wakil Bendahara: Susy Cecilia Agustina S. (tok/ian)

  • Hasil Konferda: Said Ketua PDIP Jatim 2025-2030, Deni Sekretaris, Mantan Dirut SIER Pemenangan Pemilu

    Hasil Konferda: Said Ketua PDIP Jatim 2025-2030, Deni Sekretaris, Mantan Dirut SIER Pemenangan Pemilu

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP Bidang Perekonomian PDI Perjuangan, Said Abdullah kembali menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030. Sekretaris DPD dipercayakan kepada Deni Wicaksono, menggantikan Sri Untari Bisowarno.

    Untuk posisi Bendahara tetap dipercayakan kepada Wara Sundari Renny Pramana. Ada nama baru yang masuk sebagai pengurus, yakni Didik Prasetiyono (mantan Dirut PT SIER). Didik menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif.

    Pelantikan atau pengucapan sumpah dan janji pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030 dilakukan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

    “Saya diminta melanjutkan kepemimpinan periode 2025-20030. Amanat ini sangat berat. Kalau amanat ini dipikul sendirian, tentu tidak sanggup. Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” tegas Said Abdullah usai dilantik. (tok/ian)

  • PDIP Jatim Penyegaran Besar-besaran: Djarot Tekankan Mitigasi Bencana dan Fokus Wong Cilik

    PDIP Jatim Penyegaran Besar-besaran: Djarot Tekankan Mitigasi Bencana dan Fokus Wong Cilik

    Surabaya (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) melakukan penyegaran besar-besaran pada struktur kepengurusan di wilayah Jawa Timur.

    Langkah strategis ini mencakup restrukturisasi tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten/kota se-Jatim.

    ​Penyegaran ini diresmikan dalam gelaran Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

    Hadir langsung memimpin konsolidasi ini, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

    ​Djarot menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum introspeksi dan regenerasi.

    ​”Konferda dan Konfercab adalah saat yang tepat bagi partai untuk mawas diri, memperkuat konsolidasi, serta meneguhkan kembali PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik yang turun ke bawah dan hadir memecahkan persoalan rakyat,” ujar Djarot.

    ​Jawa Timur menjadi wilayah penutup rangkaian konsolidasi internal partai di tanah Jawa untuk tahun ini. Setelah Jatim, DPP PDI Perjuangan akan melanjutkan agenda serupa ke Sulawesi Utara, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat. ​

    Target besarnya, seluruh rangkaian konsolidasi internal partai di tingkat nasional rampung pada Desember 2025.

    Hal ini dilakukan untuk memastikan struktur partai dalam kondisi paling solid dan siap menghadapi dinamika politik mendatang.

    ​Selain isu internal, Djarot membawa pesan khusus dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait kondisi geografis Indonesia saat ini. Di tengah bencana alam yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, kader PDIP di Jawa diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan.

    ​​Djarot memastikan bahwa hasil dari konferensi serentak ini akan melahirkan sosok-sosok pemimpin baru yang lebih segar, solid, dan militan di akar rumput.

    ​”Spirit juang kepengurusan baru harus mampu menyatukan kekuatan partai, membangun Jawa Timur, serta memastikan PDI Perjuangan selalu hadir bersama rakyat,” pungkasnya.

    ​Dengan tuntasnya Konferda di Jatim, PDI Perjuangan kini bersiap memasuki tahun 2026 dengan mesin partai yang telah terbarukan dan kepengurusan yang memiliki fighting spirit tinggi. (tok/ian)

  • Kelemahan orang NU itu ngga tahan lihat duit!

    Kelemahan orang NU itu ngga tahan lihat duit!

    GELORA.CO – Politikus dan budayawan Soegeng Rahardjo Djarot yang akrab disapa Eros Djarot menduga ada desain dari pihak luar yang sengaja untuk menghancurkan Nahdlatul Ulama (NU) dengan memunculkan konflik kepengurusan di PBNU seperti yang terjadi saat ini.

    Mantan pendiri Litbang PDIP yang kemudian mendirikan Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK) dan terpilih sebagai Ketua Umum itu bahkan dengan terang-terangan menyebut ada andil mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang diboncengi kepentingan oligarki yang memang sengaja memberikan konsesi tambang ke PBNU yang berujung konflik di dalam kepengurusan ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

    “Untuk menghancurkan Indonesia tinggal satu lagi, tonggak NU ini, maka siapa pun yang akan mengobrak-abrik Indonesia harus menghancurkan NU. Caranya yah cari kelemahan orang NU. Orang NU itu gak tahan lihat duit,” ujar Eros saat menjadi pembicara dalam acara Forum Kramat bertajuk NU Dalam Transformasi Indonesia seperti dikutip dari tayangan TVNU, Selasa 9 Desember 2025.

    “Jadi memberikan NU ini sebuah tambang, jangan-jangan itu bagian dari upaya karena tahu ini akan jadi penyakit itu dia tahu. Jokowi tahu persis lah,” sambung Eros.

  • Banyu Biru Optimis Masa Depan Industri Pertahanan RI Bakal Maju

    Banyu Biru Optimis Masa Depan Industri Pertahanan RI Bakal Maju

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas sekaligus anggota DPR Banyu Biru Djarot optimis industri pertahanan Indonesia akan berkembang pesat, terutama dengan pemanfaatan teknologi AI.

    “Setelah berkunjung ke PT Pindad, saya semakin optimis dengan masa depan industri pertahanan kita. Terlebih Indonesia punya potensi besar penguatan industri pertahanan dengan memanfaatkan AI,” ujar Banyu Biru dikutip dari Instagram miliknya, Sabtu (6/12/2025).

    Banyu Biru menekankan, pentingnya pengembangan inovasi industri pertahanan di dalam negeri, menggunakan sumber daya manusia terbaik dari Indonesia.

    “Saya yakin, sistem senjata pintar, analitik pertahanan sampai teknologi otonom akan jadi wajah baru keamanan nasional kita di masa depan. Hal ini sudah dibuktikan dengan lahirnya kendaraan taktis masa depan yang ramah lingkungan sekaligus siap tempur, seperti EV Maung,” lanjutnya.

    Banyu Biru berharap, generasi muda Indonesia terus menguatkan industri pertahanan dalam negeri.

    Dengan visi ini, Banyu Biru menegaskan bahwa masa depan pertahanan Indonesia akan didukung oleh inovasi lokal, teknologi canggih, dan generasi penerus yang berkompeten.

    “Indonesia harus bisa memproduksi drone ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) dari hulu ke hilir, agar kemandirian alutsista benar-benar kita kuasai. Dengan industri yang kuat, pertahanan maju, kita bisa jadi bangsa berdaulat. Saatnya Indonesia bukan hanya pengguna teknologi, tetapi pencipta,” tutupnya.

  • Anggota DPR: Pindad harus jadi motor inovasi industri pertahanan

    Anggota DPR: Pindad harus jadi motor inovasi industri pertahanan

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot mengatakan bahwa PT Pindad yang memiliki sejarah panjang harus mampu menjadi motor bagi inovasi industri pertahanan di Indonesia.

    Dia menyampaikan bahwa Pindad yang tumbuh sejak masa awal Republik Indonesia, merupakan simbol perjalanan bangsa dalam membangun kekuatan pertahanan berbasis produksi dalam negeri.

    “Pindad adalah wajah sejarah perjuangan kemandirian alutsista Indonesia dari masa awal kemerdekaan hingga era modern. Tugas kita hari ini adalah memastikan kejayaan itu berlanjut dan bertransformasi sesuai tuntutan zaman,” kata Banyu di Jakarta, Jumat.

    Dia menyampaikan bahwa Komisi VII DPR RI pun melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Pindad (Persero) di Provinsi Jawa Barat pada 4–6 Desember 2025 untuk meninjau penguatan industri pertahanan nasional.

    Kunjungan tersebut sebagai upaya memastikan arah pembangunan industri pertahanan selaras dengan visi kemandirian teknologi nasional dan kebutuhan pertahanan masa depan.

    Menurut dia, peran Pindad dalam bidang pertahanan merupakan hal penting sebagai fondasi kemandirian industri pertahanan Indonesia.

    Transformasi industri pertahanan tidak hanya memperkuat elemen pertahanan negara, tetapi juga membuka peluang lahirnya pusat-pusat inovasi teknologi yang mampu menggerakkan ekonomi nasional.

    “Pengembangan mobil Maung electric vehicles menakar potensi Integrasi AI pada alutsista dan percepatan industri drone nasional adalah representasi nyata kemandirian teknologi bangsa,” katanya.

    Kunjungan itu, kata dia, menegaskan upaya untuk memastikan PT Pindad mampu berdiri sejajar dengan industri pertahanan global melalui inovasi, penguatan kapasitas, dan modernisasi teknologi.

    Dengan dukungan regulasi dan pendampingan berkelanjutan, dia berharap Pindad terus menjadi pilar kemandirian pertahanan sekaligus penggerak ekonomi nasional berbasis inovasi.

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.