Tag: Diaz Hendropriyono

  • Pertamina Dukung Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung

    Pertamina Dukung Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung

    Bisnis.com, BOGOR – Pertamina sebagai BUMN energi berkomitmen untuk menjalankan bisnisnya dengan mengutamakan aspek lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan ambil bagian dalam acara Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung yang diselenggarakan di Gunung Mas dan Danau Saat sebagai titik 0 (nol) Sungai Ciliwung pada Kamis, 16 Januari 2025. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

    Penanaman pohon ini bertujuan untuk menjaga kelestarian Sungai Ciliwung sekaligus menjawab tantangan triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, polusi, dan keanekaragaman hayati.

    “Kita harus bergandengan tangan untuk menangani hal itu. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan memulihkan ekosistem Daerah Aliran Sungai Ciliwung agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

    Daerah Aliran Sungai Ciliwung yang membentang dari Bogor hingga Jakarta memiliki tingkat pencemaran yang cukup tinggi. Menurut Hanif, pelestarian Sungai Ciliwung membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, badan usaha, hingga masyarakat.

    “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian Sungai Ciliwung dari hulu hingga hilir. Sungai ini memiliki peran penting dalam kehidupan kita, dan kelestariannya adalah tanggung jawab bersama. Hari ini, kita kembali ke hulu agar kita bisa memulihkan kondisi Sungai Ciliwung, sehingga 11 juta lebih teman-teman yang berada di hilir sungai bisa diselamatkan,” terang Hanif.

    Direktur Infrastruktur dan Logistik Pertamina Alfian Nasution menyampaikan, Pertamina senantiasa berperan aktif menangani isu lingkungan dan insiatif hijau, melalui berbagai kebijakan perusahaan, seperti manajemen gas rumah kaca, pengelolaan limbah, pelestarian keanekaragaman hayati dan sebagainya, termasuk penanaman pohon dari berbagai wilayah Indonesia dan pemulihan ekosistem sungai.

    Perbesar

    “Penanaman pohon ini, memiliki manfaat yang besar, salah satunya adalah sebagai bentuk pemulihan lahan yang rusak. Pohon-pohon yang kita tanam ini akan membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, menahan dan meningkatkan infiltrasi air,” ungkap Alfian.

    Tidak hanya itu, pohon juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumberdaya air dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

    Alfian menyampaikan, namun bahwa Pertamina tidak bisa bergerak sendiri untuk mengelola tantangan ini, dukungan dan kolaborasi aksi dari Kementerian lingkungan hidup dan mitra lainnya menjadi sangat penting untuk memastikan program-program ini dapat berhasil.

    “Kolaborasi adalah kunci dari keberhasilan semua inisiatif hari ini. Saya sangat mengapresiasi kerja sama yang erat antara Pertamina dan Kementerian Lingkungan Hidup serta seluruh pihak yang terlibat bersama-sama kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat,” tambah Alfian.

    Menurut Alfian, penanaman pohon ini bukan hanya sebagai tindakan ekologis tetapi juga investasi jangka panjang bagi negara kita mendatang.

    “Yang lebih penting adalah bagaimana kita memastikan pohon-pohon ini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kolaborasi ini dan merawat hasil yang kita tanam hari ini,” tutup Alfian.

    Dalam kesempatan yang sama kegiatan Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung turut hadir Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, Pj. Bupati Bogor Bachril Bakri, dan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas.

    Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

  • Rumuskan Persoalan Pengelolaan Sampah di Kota Bogor, Dedie Rachim Sowan ke Wamen LH

    Rumuskan Persoalan Pengelolaan Sampah di Kota Bogor, Dedie Rachim Sowan ke Wamen LH

    JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor terpilih, Dedie A Rachim bertemu Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono di Jakarta pada Selasa, 14 Januari 2025.

    Dalam kunjungannya, Dedie A Rachim menyampaikan situasi pengelolaan manajemen sampah yang ada di Kota Bogor. Mulai dari TPA Galuga hingga TPS 3R Mekarwangi.

    Dalam keterangannya, Dedie A Rachim mengungkapkan, dalam pertemuan ini dirinya menyampaikan harapan agar Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dapat mendukung kegiatan-kegiatan pengelolaan sampah dari Pemkot Bogor.

    “Kita menyampaikan harapan agar Kementerian Lingkungan Hidup dapat membantu pelaksanaan strategi pengelolaan sampah dari Pemkot Bogor,” kata Dedie A Rachim, Selasa (13/1) Sore.

    BACA JUGA: Fokus Awal Dedie-Jenal Ketika Pimpin Kota Bogor

    Menurut dia, kunjungan ini mendapat sambutan sangat baik. Di mana, dalam diskusi yang berlangsung hampir dua jam itu, ia dan Wamen saling bertukar pengalaman dan berjanji saling mendukung dalam pengelolaan sampah.

    “Pak Wamen mendukung pengelolaan sampah organik dan non organik serta isu lingkungan hidup di Kota Bogor dapat menjadi lebih berkualitas dan bertambah baik, demi kepentingan dan kesehatan warga Kota Bogor pada umumnya,” ujar dia.

    Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Dedie juga turut memperkenalkan Bapak Bing dan pengurus dari Yayasan Bogor Hijau Lestari yang bergiat dan aktif dalam kegiatan lingkungan hidup.

    Ia menyebut bahwa Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono siap mensukseskan program Bogor Bersih.

    BACA JUGA: Ketua PWI Kota Bogor Titipkan Pesan Khusus untuk Dedie – Jenal

    “Dalam pertemuan tadi disampaikan dukungan Wamen LH mensukseskan program Bogor Bersih,” tuturnya.

    “Salah satu yang harus terus diperhatikan adalah mengurai potensi sampah sisa makanan rumah tangga dan industri Hotel, Resto, Kafe menjadi pupuk dan pakan ternak,” imbuh Dedie.

    Ia menambahkan, bahwa Wamen Lingkungan Hidup juga mengajak semua Kepala Daerah untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan terus menanam bibit pohon, mendorong gerakan menyelamatkan sungai dari kebiasaan masyarakat membuang sampah.

    “Termasuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mendorong generasi muda berpartisipasi dalam penyelamatan alam dan lingkungan,” tukas Dedie. (YUD)

  • Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 

    Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 

    Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT)
    Yandri Susanto
    menegaskan bahwa program
    swasembada pangan
    yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu fokus prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
    Dari 12 aksi prioritas yang telah ditetapkan, swasembada pangan atau
    ketahanan pangan
    lokal desa berada di urutan kedua setelah revitalisasi badan usaha milik desa (
    BUMDes
    ) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
    “(Di antara) 12 aksi yang sudah kami cantumkan, swasembada pangan menjadi aksi kedua, dengan ketahanan pangan di tingkat desa atau lumbung desa. Hal ini sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional,” jelas Yandri dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur (Jatim), Selasa (7/1/2025).
    Untuk mendukung program tersebut, lanjut dia, Kemendes PDT telah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2 Tahun 2025 yang mengalokasikan minimal 20 persen dari
    dana desa
    (DD) atau sekitar Rp 16 triliun dari total Rp 71 triliun, untuk program ketahanan pangan.
    Yandri menekankan pentingnya penggunaan potensi lokal desa dan peran BUMDes dalam mendukung perputaran
    ekonomi desa
    , sehingga penggunaan dana desa menjadi produktif dan tepat sasaran.
    Ia menambahkan bahwa peraturan tersebut akan dijabarkan lebih lanjut melalui petunjuk teknis agar penggunaan 20 persen dana desa dapat tepat sasaran, produktif, dan dirasakan langsung oleh warga desa.
    “Petunjuknya jelas, tidak ada celah bagi kepala desa untuk menyalahgunakan dana ini. Kami akan terus memantau dan evaluasi agar dana desa untuk ketahanan pangan sebesar Rp 16 triliun ini digunakan secara produktif,” ujar Yandri.
    Selain itu, Yandri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) dalam mendukung realisasi program swasembada pangan.
    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan)
    Zulkifli Hasan
    (Zulhas) mengatakan bahwa sinergitas antarkementerian dan lembaga menjadi kunci kesuksesan program swasembada pangan yang ditargetkan terwujud pada 2027.
    Ia mengungkapkan, swasembada pangan merupakan program prioritas yang langsung dipimpin oleh
    Presiden Prabowo
    Subianto.
    Oleh karena itu, sebut Zulhas, diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang intens antara kementerian dan lembaga untuk mendukung dan mempercepat terwujudnya program swasembada pangan.
    “Kita rapat koordinasi ini yang paling penting adalah menyadari bahwa kita adalah satu tim. Kepentingan merah putih harus berada di atas segalanya. Ibarat tim sepak bola, jika ada satu pemain yang mencetak gol bunuh diri, kita semua kalah. Karena pekerjaan ini adalah satu kesatuan,” katanya.
    Sebagai informasi, beberapa isu yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut termasuk jaringan irigasi di Jatim, distribusi pupuk bersubsidi, pendayagunaan penyuluh pertanian, pemberdayaan peternak lokal untuk program Makan Bergizi Gratis,
    Kemudian, membahas isu mengenai perbaikan budi daya ikan, ketersediaan dan harga pangan, penyediaan bibit unggul, ekonomi sirkular dari sampah dan limbah, serta rehabilitasi
    mangrove
    dan
    silvofishery
    .
    Rapat terbatas tersebut bertujuan untuk menyatukan visi seluruh kementerian dan lembaga terkait, serta pemimpin daerah dalam mewujudkan swasembada pangan yang ditargetkan tercapai pada 2027.
    Dengan kerja sama dan kolaborasi yang kuat, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan penuh tanpa impor bahan pangan apa pun.
    Dalam rapat tersebut, Mendes PDT Yandri Susanto didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Samsul Widodo, Staf Khusus Menteri Khoirul Huda, dan Muhammad Afif Zamroni.
    Selain itu, juga hadir sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Wahyu Sakti Trenggono, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
    Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kehutanan Mahfudz, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono, serta bupati se-Jawa Timur.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mendag Siapkan Gudang SRG sebagai Penyimpanan Sementara Beras Petani

    Mendag Siapkan Gudang SRG sebagai Penyimpanan Sementara Beras Petani

    Jakarta

    Menteri Perdagangan Budi Santoso bersinergi untuk mempersiapkan gudang-gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di wilayah Jawa Tengah agar dapat dimanfaatkan Bulog sebagai tempat penyimpanan sementara hasil panen petani.

    Kemendag mempunyai sembilan gudang SRG dan satu gudang bersistem Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Jawa Tengah yang saat ini berstatus belum terpakai (idle). Total kapasitas mencapai 13,5 ribu ton. Di seluruh Indonesia, Kemendag mempunyai gudang SRG yang saat ini idle dan berpotensi mendukung ketahanan pangan berkapasitas 145 ribu ton.

    Hal tersebut disampaikan Mendag Busan dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Selasa, (31/12) di Semarang, Jawa Tengah. Rapat membahas sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempersiapkan target swasembada pangan pada 2027 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

    “(Kapasitas gudang SRG) tidak terlalu besar, namun bisa membantu Bulog dalam menyimpan beras di Jawa Tengah. Menko Pangan telah menyampaikan kebutuhan tahun depan yang semakin meningkat, seperti untuk Lebaran sekitar bulan Maret dan Program Makan Bergizi. Kita harus bekerja keras agar suplai tidak kekurangan,” papar Mendag Busan dalam rakor seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2024).

    Beberapa daerah di Jawa Tengah yang mempunyai gudang SRG adalah Kudus, Demak, Pekalongan, Banjarnegara, Blora, Wonogiri, Cilacap, serta Brebes. Mendag Busan berharap, Pemerintah Daerah Jawa Tengah dapat mempersiapkan gudang-gudang tersebut untuk dimanfaatkan Bulog menjadi penyimpanan beras sementara.

    “Terdapat beberapa gudang yang kosong. Kami mohon bupati dan walikota bisa membantu membersihkannya untuk persiapan musim panen, sehingga dapat dipakai Bulog untuk penyimpanan sementara komoditas beras hasil panen petani,” lanjut Mendag Busan.

    Harga Bapok Stabil

    Dalam rakor, Mendag Busan juga mengapresiasi Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang turut menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

    Meskipun Ia mengamati, secara umum, memang ada beberapa komoditas yang naik harga, kenaikan harga tersebut masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan (HA) yang ditetapkan. Misalnya, cabai merah keriting sempat naik menjadi Rp46.200/kg dari Rp33.500/kg pada bulan sebelumnya.

    “Kami mengucapkan terima kasih karena harga bapok saat menghadapi Natal relatif stabil. Memang ada beberapa yang naik, namun sebagian masih di bawah HET. Misalnya, cabai merah keriting yang sempat naik tetapi masih di bawah harga acuan Rp55.000/kg,”jelas Mendag Busan.

    Untuk Jawa Tengah, lanjutnya, harga cabai juga masih di bawah harga acuan. Harga tertinggi untuk komoditas hortikultura ini tercatat sebesar Rp50.094/kg. Sementara itu, telur ayam juga masih di kisaran harga acuan yaitu Rp30.000/kg.”Khusus Jawa tengah, harga bapok relatif sama dengan secara nasional. Namun, minyak goreng MINYAKITA perlu diwaspadai karena mengalami kenaikan di atas HET,”imbuh Mendag Busan.

    Rakor dihadiri semua Kepala Daerah tingkat II di Jawa Tengah. Turut hadir dalam rapat, yaitu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Pelaksana Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo Adi, serta Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana.

    (akd/ega)

  • KLH gagas upaya majukan UMKM melalui budidaya maggot di Jakarta

    KLH gagas upaya majukan UMKM melalui budidaya maggot di Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup menggagas program pemilahan sampah organik untuk budidaya manggot khususnya di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Jakarta.

    “Sampah-sampah organik itu setelah dipilah di tempat pengelolaan sampah dengan metode reduce, reuse, recycle (TPS3R) itu diberikan kepada pembudidaya maggot,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono usai apel siaga penanganan kebersihan malam Tahun Baru 2025 di Kemayoran, Jakarta, Selasa.

    Diaz mengatakan gagasan ini telah dibahasnya bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang bertujuan untuk mengurangi pengiriman volume sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Dengan cara, kata dia, sampah organik yang diterima akan dipilah terlebih dahulu di TPS3R kemudian akan dikirimkan ke pembudidaya maggot.

    “Dengan memberikan sampah ini ke pembudidaya maggot, semoga saja jumlah sampah organik yang masuk ke Bantar Gebang menjadi jauh lebih menurun,” ujarnya.

    Nantinya diharapkan para pembudidaya maggot bisa mengembangkan usahanya dengan membuat produk seperti pupuk organik.

    Adapun untuk mewujudkan gagasan ini, pihaknya juga menggandeng manajemen Hotel, Restaurant dan Kafe (Horeka) untuk berpartisipasi mengelola sampah di lokasi usahanya masing-masing.

    “Dan kita coba mungkin bulan Januari ini, kita sudah mulai dari lingkup terkecil dari salah satu TPS3R, kita bekerjasama dengan Horeka ​​​​​yang ada di Jakarta,” ujarnya.

    Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjadikan Jakarta sebagai salah satu lokus dalam upaya peningkatan sistem pengelolaan sampah, dimulai dengan meminta industri hotel, restoran, dan kafe, untuk mengelola sampah makanan di tempat masing-masing.

    Hal itu karena berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada 2023, timbulan sampah di Jakarta tercatat 3.141.650 ton per tahun.

    Dari jumlah itu sampah sisa makanan (food waste) mendominasi dengan persentase 49,87 persen atau setara 1.566.740 ton per tahun, kebanyakan berasal dari rumah tangga, pasar, perkantoran serta hotel, restoran dan kafe.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Jakarta bebas sampah Tahun Baru 2025 pada jam 05.00 WIB

    Jakarta bebas sampah Tahun Baru 2025 pada jam 05.00 WIB

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengungkapkan bahwa seluruh wilayah Jakarta bebas dari sampah Tahun Baru 2025 pada jam 05.00 WIB untuk memastikan lingkungan bersih dan indah.

    “Dan targetnya pada jam 05.00 WIB pagi nanti, sampah sudah terangkut semua masuk ke TPS3R, sehingga sudah tidak akan ada lagi sampah setelah jam itu,” kata Diaz dalam apel siaga penanganan kebersihan malam tahun baru 2025 di Kemayoran, Jakarta, Selasa.

    Diaz mengatakan, para petugas yang disebutnya sebagai “pahlawan sampah” ini akan bekerja sejak pukul 00.30 WIB sampai jam 05.00 WIB.

    Dia mengapresiasi peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dalam membantu menangani penanganan sampah khususnya pada malam tahun baru ini.

    Terlebih, ada beragam upaya yang dilakukan DLH DKI Jakarta, mulai dari mengerahkan petugas hingga penggunaan armada kebersihan yang modern dan canggih.

    “Akan ada sekitar 150 ton sampah pada hari ini dan sudah diarahkan 3.900 pasukan untuk membantu menangani permasalahan sampah, khususnya pada malam tahun baru ini,” ujarnya.

    Pelaksanaan apel siaga penanganan kebersihan malam tahun baru 2025 di Kemayoran, Jakarta, Selasa (31/12/2024). ANTARA/Luthfia Miranda Putri

    Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto juga menambahkan tujuan apel ini untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan masyarakat selama pelaksanaan perayaan malam Tahun Baru 2025.

    “Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta akan mengerahkan tidak kurang dari 3.900 petugas,” ujar Asep.

    Dari 3.900 petugas itu sebanyak 2.100 orang dikerahkan khusus untuk menangani sampah di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang bekerja mulai dari siang ini hingga besok pagi usai tahun baru.

    Sisa petugas disebar ke lima wilayah administrasi Jakarta serta Kepulauan Seribu, dilengkapi 68 truk jenis typer, 53 mobil penyapu jalan (road sweeper) dan 27 mobil lintas.

    Kemudian, juga menyediakan 43 unit toilet, 300 tempat sampah (dust bin), 2.931 sapu lidi dan 4.100 kantong sampah.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Hujan Deras dan Angin Kencang, Hendropriyono Lolos dari Insiden Videotron Ambruk

    Hujan Deras dan Angin Kencang, Hendropriyono Lolos dari Insiden Videotron Ambruk

    Jakarta: Sebuah insiden nyaris fatal terjadi pada 16 Desember 2024 lalu saat Hendropriyono, tokoh senior intelijen Indonesia, sedang berpidato dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Slamet Riyadi di Cijantung. Cuaca buruk dengan hujan deras dan angin kencang menjadi latar belakang momen mendebarkan ini.

    Putra Hendropriyono, Diaz Hendropriyono, mengisahkan detik-detik menegangkan tersebut melalui unggahan di media sosialnya. Menurutnya, ayahnya baru saja selesai berpidato dan memutuskan untuk turun dari panggung saat angin kencang membuat sebuah videotron besar yang terpasang di atas panggung ambruk.

    “Acara diadakan di dalam tenda, tapi saat itu memang sedang hujan deras dan angin kencang. Ayah saya bergeser turun dari panggung. Tidak lama setelah itu, videotron yang cukup besar ambruk di atas panggung dan hampir menimpa ayah saya,” tulis Diaz dalam unggahannya di Instagram yang dikutip Sabtu 21 Desember 2024.

    Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Titik Rawan

    Diaz menyampaikan rasa syukur karena ayahnya berhasil lolos dari insiden tersebut tanpa cedera. “Bersyukur karena lolos dari maut,” ujarnya dalam keterangan foto yang menggambarkan suasana acara sebelum insiden terjadi.

    Meski insiden ini mengundang rasa khawatir, acara tetap berlangsung dengan lancar setelah situasi terkendali. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya faktor keamanan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan instalasi besar seperti videotron, terlebih saat cuaca sedang tidak bersahabat.

    Insiden ini berhasil menyedot perhatian publik, terutama karena melibatkan sosok penting seperti Hendropriyono. Banyak netizen yang menyampaikan doa dan rasa syukur atas keselamatan Hendropriyono di kolom komentar unggahan Diaz. 

    “Alhamdulillah Barakallah.. ???? Sehat selalu pak.. Semoga selalu dalam lindungan AllahSWT,” tulis salah seorang warganet.

    “Tuhan melindungi Pak Hendro. Panjang umur dan selalu sehat ,” tulis akun lainnya.

    “Alhamdulillah ,,, opa g knp2 Sehat2 opa ???? semoga allah selalu melindungi opa & kel Tercinta,” tulis akun lainnya.

    Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam setiap acara, terutama yang melibatkan kondisi cuaca ekstrem.

    Jakarta: Sebuah insiden nyaris fatal terjadi pada 16 Desember 2024 lalu saat Hendropriyono, tokoh senior intelijen Indonesia, sedang berpidato dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Slamet Riyadi di Cijantung. Cuaca buruk dengan hujan deras dan angin kencang menjadi latar belakang momen mendebarkan ini.
     
    Putra Hendropriyono, Diaz Hendropriyono, mengisahkan detik-detik menegangkan tersebut melalui unggahan di media sosialnya. Menurutnya, ayahnya baru saja selesai berpidato dan memutuskan untuk turun dari panggung saat angin kencang membuat sebuah videotron besar yang terpasang di atas panggung ambruk.
     
    “Acara diadakan di dalam tenda, tapi saat itu memang sedang hujan deras dan angin kencang. Ayah saya bergeser turun dari panggung. Tidak lama setelah itu, videotron yang cukup besar ambruk di atas panggung dan hampir menimpa ayah saya,” tulis Diaz dalam unggahannya di Instagram yang dikutip Sabtu 21 Desember 2024.
    Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Titik Rawan
     
    Diaz menyampaikan rasa syukur karena ayahnya berhasil lolos dari insiden tersebut tanpa cedera. “Bersyukur karena lolos dari maut,” ujarnya dalam keterangan foto yang menggambarkan suasana acara sebelum insiden terjadi.
     
    Meski insiden ini mengundang rasa khawatir, acara tetap berlangsung dengan lancar setelah situasi terkendali. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya faktor keamanan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan instalasi besar seperti videotron, terlebih saat cuaca sedang tidak bersahabat.
     
    Insiden ini berhasil menyedot perhatian publik, terutama karena melibatkan sosok penting seperti Hendropriyono. Banyak netizen yang menyampaikan doa dan rasa syukur atas keselamatan Hendropriyono di kolom komentar unggahan Diaz. 

    “Alhamdulillah Barakallah.. ???? Sehat selalu pak.. Semoga selalu dalam lindungan AllahSWT,” tulis salah seorang warganet.
     
    “Tuhan melindungi Pak Hendro. Panjang umur dan selalu sehat ,” tulis akun lainnya.
     
    “Alhamdulillah ,,, opa g knp2 Sehat2 opa ???? semoga allah selalu melindungi opa & kel Tercinta,” tulis akun lainnya.

    Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam setiap acara, terutama yang melibatkan kondisi cuaca ekstrem.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (DHI)

  • Detik-detik Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Hampir Tertimpa Videotron, Begini Kondisinya

    Detik-detik Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Hampir Tertimpa Videotron, Begini Kondisinya

    loading…

    Mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) TNI AM Hendropriyono nyaris tertimpa videotron saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di kawasan Cijantung, Jakarta. Foto/Ist

    JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) TNI AM Hendropriyono nyaris tertimpa videotron saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di kawasan Cijantung, Jakarta.

    Peristiwa itu pun dibagikan sang anak Diaz Hendropriyono yang merupakan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, melalui akun Instagramnya.

    Berdasarkan video yang diunggah Diaz, terlihat Hendropriyono tengah berpidato, namun secara tiba-tiba videotron yang berada persis di belakang Hendro roboh.

    Meskipun kaget, Jenderal Kopassus itu dengan sigap maju sedikit ketika videotron ambruk dan nyaris menimpa dirinya. Sontak, dia pun langsung menghentikan pidatonya.

    Diaz mengaku sangat bersyukur, karena sang ayah tidak mengalami luka serius akibat peristiwa tersebut, dan lolos dari maut.

    “Bersyukur karena lolos dari maut,” kata Diaz di akun Instagram @diaz.hendropriyono, Rabu (18/12/2024).

    Diaz menjelaskan peristiwa itu terjadi pada 16 Desember 2024, saat ayahnya tengah berpidato di acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Slamet Riyadi, Cijantung.

    Saat itu, kata Diaz, acara digelar di dalam tenda, namun karena hujan deras dan angin kencang videotron pun ikut roboh. Beruntungnya, sebelum kejadian itu, Hendropriyono memilih untuk berpidato di bagian bawah panggung.

    “Tapi saat itu memang sedang hujan deras dan angin kencang, dan ayah saya bergeser turun dari panggung,” katanya.

    “Tidak lama setelah itu, videotron yang cukup besar, ambruk di atas panggung dan hampir menimpa ayah saya,” ujarnya.

    (shf)

  • Kisah Salma Anak Pemulung, Ciptakan Teknologi dari Sampah Jadi Bahan bakar

    Kisah Salma Anak Pemulung, Ciptakan Teknologi dari Sampah Jadi Bahan bakar

    Jakarta: Salma Khairunnisa, seorang gadis muda dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak menjadi sorotan publik setelah kisahnya diunggah oleh seorang influencer viral di media sosial. Salma, putri seorang pemulung sampah, menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah hambatan untuk meraih prestasi.

    Meski sering mendapat cibiran karena profesi orang tuanya yang dianggap berada di lapisan bawah, Salma tidak pernah merasa malu. Justru, ia menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa anak seorang pemulung pun dapat membawa kebanggaan bagi keluarga.

    “Saya tidak malu dengan profesi orang tua saya. Justru saya ingin membuktikan bahwa mereka layak bangga,” ujar Salma dalam salah satu wawancara yang kini viral.

    Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, Salma konsisten meraih berbagai prestasi akademik. Kegigihannya berbuah manis ketika ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI) pada jurusan Teknik Metalurgi.

    “Salma tidak pernah berhenti belajar, bahkan sambil membantu pekerjaan orang tua. Dia ingin membuat kami bangga,” tutur Sumarni, ibu Salma, dalam video yang diunggah Imam Santoso.

    Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, Salma juga berhasil menciptakan teknologi inovatif bersama tiga rekan kuliahnya. Teknologi tersebut mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh pabrik dan industri.
    Mendukung Lingkungan dan Ekonomi Pemulung
    Saat ini, Salma menjalani magang di perusahaan rintisan bernama Containder, yang fokus pada pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Di perusahaan tersebut, ia bergabung dalam divisi rekayasa dan penelitian. Salah satu hasil penelitian mereka bahkan telah dipresentasikan kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, pada 12 Maret lalu.

    Billy Mambrasar, mentor Salma sekaligus penggagas Containder, mengungkapkan rasa bangganya terhadap Salma yang memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan.

    “Salma adalah pemikir strategis yang sangat penting bagi kami. Ia membantu memperkuat ekspansi bisnis ke berbagai daerah,” ungkap Billy.

    Containder kini telah beroperasi di Papua, mengelola hingga 300 ton sampah per tahun. Pada awal 2025, perusahaan ini berencana memperluas operasi ke Bali, Jawa Barat, dan Jakarta dengan menggandeng SUCOFINDO, BUMN yang bergerak di sektor lingkungan hidup.
    Mimpi Besar untuk Indonesia
    Di tengah kesibukannya menyelesaikan studi dan bekerja, Salma tetap memegang teguh mimpinya.

    “Saya ingin menciptakan Indonesia yang bersih dari sampah sekaligus meningkatkan derajat ekonomi pemulung. Saya ingin profesi ini dihormati, bukan direndahkan,” kata Salma penuh semangat.

    Kisah Salma Khairunnisa menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, semangat, dan mimpi besar dapat mengubah hidup seseorang, bahkan menginspirasi orang lain. Dari seorang anak pemulung, ia kini menjelma menjadi inovator muda yang membawa perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

    Jakarta: Salma Khairunnisa, seorang gadis muda dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak menjadi sorotan publik setelah kisahnya diunggah oleh seorang influencer viral di media sosial. Salma, putri seorang pemulung sampah, menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah hambatan untuk meraih prestasi.
     
    Meski sering mendapat cibiran karena profesi orang tuanya yang dianggap berada di lapisan bawah, Salma tidak pernah merasa malu. Justru, ia menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa anak seorang pemulung pun dapat membawa kebanggaan bagi keluarga.
     
    “Saya tidak malu dengan profesi orang tua saya. Justru saya ingin membuktikan bahwa mereka layak bangga,” ujar Salma dalam salah satu wawancara yang kini viral.
    Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, Salma konsisten meraih berbagai prestasi akademik. Kegigihannya berbuah manis ketika ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI) pada jurusan Teknik Metalurgi.
     
    “Salma tidak pernah berhenti belajar, bahkan sambil membantu pekerjaan orang tua. Dia ingin membuat kami bangga,” tutur Sumarni, ibu Salma, dalam video yang diunggah Imam Santoso.
     
    Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, Salma juga berhasil menciptakan teknologi inovatif bersama tiga rekan kuliahnya. Teknologi tersebut mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh pabrik dan industri.
    Mendukung Lingkungan dan Ekonomi Pemulung
    Saat ini, Salma menjalani magang di perusahaan rintisan bernama Containder, yang fokus pada pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Di perusahaan tersebut, ia bergabung dalam divisi rekayasa dan penelitian. Salah satu hasil penelitian mereka bahkan telah dipresentasikan kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, pada 12 Maret lalu.
     
    Billy Mambrasar, mentor Salma sekaligus penggagas Containder, mengungkapkan rasa bangganya terhadap Salma yang memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan.
     
    “Salma adalah pemikir strategis yang sangat penting bagi kami. Ia membantu memperkuat ekspansi bisnis ke berbagai daerah,” ungkap Billy.
     
    Containder kini telah beroperasi di Papua, mengelola hingga 300 ton sampah per tahun. Pada awal 2025, perusahaan ini berencana memperluas operasi ke Bali, Jawa Barat, dan Jakarta dengan menggandeng SUCOFINDO, BUMN yang bergerak di sektor lingkungan hidup.
    Mimpi Besar untuk Indonesia
    Di tengah kesibukannya menyelesaikan studi dan bekerja, Salma tetap memegang teguh mimpinya.
     
    “Saya ingin menciptakan Indonesia yang bersih dari sampah sekaligus meningkatkan derajat ekonomi pemulung. Saya ingin profesi ini dihormati, bukan direndahkan,” kata Salma penuh semangat.
     
    Kisah Salma Khairunnisa menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, semangat, dan mimpi besar dapat mengubah hidup seseorang, bahkan menginspirasi orang lain. Dari seorang anak pemulung, ia kini menjelma menjadi inovator muda yang membawa perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ALB)

  • Menteri Kesehatan: Banyak Antibiotik Beredar Tanpa Resep Dokter – Halaman all

    Menteri Kesehatan: Banyak Antibiotik Beredar Tanpa Resep Dokter – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa resistensi antimikroba merupakan tantangan serius yang perlu ditangani dengan pengawasan ketat terhadap penggunaan antibiotik.

    Hal itu disampikan Budi saat mewakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dalam acara Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba (AMR) Sedunia 2024 di Jakarta, pada Minggu (8/12/2024). 

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ancaman AMR dan pentingnya tindakan pencegahan yang melibatkan berbagai sektor.

    “Kita harus memahami bahwa resistensi antimikroba adalah ancaman nyata yang membuat antibiotik tidak lagi efektif melawan infeksi. Penyalahgunaan antibiotik, baik oleh individu maupun sektor lain, harus dihentikan. Edukasi masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko ini,” ujar Menkes.

    Menkes juga menyoroti penggunaan antibiotik yang tidak terkendali di sektor kesehatan dan agrikultur, yang berdampak pada lingkungan. “Banyak antibiotik yang beredar tanpa resep dokter. Bahkan, beberapa produk ekspor laut kita pernah ditolak karena kadar antibiotiknya tinggi. Ini menunjukkan masalah serius yang harus kita atasi bersama,” tambahnya.

    Sementara itu, Plt. Deputi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Nunung Nuryartono menekankan bahwa penanganan AMR membutuhkan pendekatan holistik One Health, yang melibatkan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan ini mendorong kerja sama antar kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    “AMR tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga hewan dan lingkungan. Karena itu, pendekatan One Health menjadi kunci dalam pengendalian resistensi antimikroba secara menyeluruh,” ujar Nunung.

    Selain itu, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal turut menegaskan komitmen FAO dan USAID untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam memperkuat kapasitas pencegahan AMR melalui pendekatan One Health.

    “Kita semua perlu mengambil peran dalam menekan penyebaran AMR. Kampanye ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan untuk memerangi AMR dan mempromosikan praktik terbaik di masyarakat,” jelas Rajendra.

    Puncak acara Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam mengedukasi masyarakat, mengurangi penyalahgunaan antibiotik, dan memastikan kesehatan generasi mendatang.

    Turut hadir dalam agenda tersebut, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Diaz Hendropriyono dan Kepala BPOM Taruna Ikrar.