Tag: Dian Siswarini

  • Susul Mantan Dirut, 2 Direksi XL Axiata Ikut Mundur

    Susul Mantan Dirut, 2 Direksi XL Axiata Ikut Mundur

    Jakarta

    Suasana memanas terjadi di operator seluler XL Axiata. Setelah Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mundur sebelum terjadi merger dengan Smartfren, kini ada dua direksi perusahaan yang juga mengikuti langkah serupa.

    Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa yang menyatakan telah mengajukan mundur dari direksi XL Axiata dan perusahaan telah menerima pengunduran diri mereka pada 7 Januari 2025.

    Tidak terungkap dengan jelas alasan mundurnya Rico dan Gede. Mereka mengundurkan diri karena alasan pribadi, sama seperti Dian sebelumnya.

    “Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Rico Usthavia Frans dan Bapak I Gede Darmayusa selaku Direktur Perseroan dengan alasan pribadi,” ujar Corporate Secretary XL Axiata Ranty Astari Rachman dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (8/1/2025).

    Sebagai informasi, sebelumnya sudah ada direksi Abhijit Navakelar yang lebih dulu pamit pada akhir Desember lalu. Dengan mundurnya direksi tersebut, maka kini menyisakan Feiruz Ikhwan, David Arelus Oses, dan Yessy D. Yosetya.

    Ranty menjelaskan bahwa pengunduran diri Rico Usthavia Frans akan berlaku efektif sejak diperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan terdekat. Sedangkan pengunduran diri I Gede Darmayusa selaku Direktur akan berlaku efektif pada saat aksi korporasi merger Perseroan dinyatakan efektif.

    “Selanjutnya permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan terdekat sesuai dengan anggaran dasar Persero,” jelas Ranty.

    Diberitakan sebelumnya, pada awal Desember 2024, Dian Siswarini mengumumkan mundur dari jabatan sebagai Presiden Direktur & CEO XL Axiata yang sudah dilakukannya sejak 2015. Mundurnya Dian terbilang mengejutkan karena di tengah proses merger dengan Smartfren.

    Pada 11 Desember, XL Axiata dan Smartfren secara resmi mengumumkan merger mereka, menciptakan entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera (XLSmart). Saat ini, proses penggabungan kedua operator seluler itu sedang ditinjau oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    (agt/fyk)

  • Pasca Merger EXCL-FREN, Nasib Spektrum Frekuensi di Komdigi

    Pasca Merger EXCL-FREN, Nasib Spektrum Frekuensi di Komdigi

    Jakarta, FORTUNE – Pasca-merger antara PT SmartFREN Telecom Tbk. (FREN) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL), spektrum frekuensi menjadi salah satu isu krusial yang menunggu kepastian.

    Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, menyatakan keputusan mengenai spektrum frekuensi sepenuhnya berada di bawah wewenang Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang saat ini dipimpin oleh Menteri Komdigi, Meutya Hafid.

    “Jika tim evaluasi Komdigi mulai bekerja, kami siap berdiskusi. Sementara itu, tim internal antara XL dan Smartfren juga tengah menyusun detail-detail terkait rencana merger ini,” kata Merza saat ditemui di kantor Smartfren Sabang, Jakarta, Jumat (20/12).

    Spektrum frekuensi merupakan elemen vital dalam operasionalisasi operator seluler. Lebar spektrum yang dimiliki menentukan kemampuan perusahaan telekomunikasi dalam menyediakan layanan internet berkualitas, termasuk mendukung pengembangan jaringan 5G.

    Hasil merger kedua perusahaan, yang kini dikenal sebagai PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart), diperkirakan akan memiliki total spektrum frekuensi sebesar 152 MHz. Frekuensi ini terdiri dari 90 MHz yang sebelumnya dikuasai XL Axiata (15 MHz pada 900 MHz, 45 MHz pada 1800 MHz, dan 30 MHz pada 2100 MHz) serta 62 MHz dari Smartfren (22 MHz pada 850 MHz dan 40 MHz pada 2300 MHz).

    Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil evaluasi yang dilakukan oleh Komdigi. Jika Komdigi menilai ada spektrum yang tidak optimal sesuai dengan rencana bisnis XLSmart, potensi pengurangan frekuensi bisa saja terjadi.

    “Evaluasi inilah yang akan menentukan apakah seluruh frekuensi ini optimal sesuai dengan business plan. Kalau optimal, ya tidak ada yang perlu diambil. Kalau tidak optimal, mungkin secara hitungan terlalu banyak, tentu Komdigi akan menyesuaikannya,” kata Merza.

    Peningkatan layanan bagi seluruh pelanggan Smartfren dan XL Axiata

    Dengan total spektrum frekuensi 152 MHz, XLSmart memiliki kapasitas lebih besar untuk meningkatkan kualitas jaringan demi melayani 94,5 juta pelanggan gabungan dari XL Axiata dan Smartfren. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki pengalaman pengguna, terutama dengan semakin tingginya kebutuhan akan layanan data yang stabil dan cepat.

    Merza juga mengungkapkan harapannya agar proses evaluasi spektrum frekuensi ini dapat selesai dalam waktu dekat.

    “Mudah-mudahan evaluasi ini bisa selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tentu ini semua bergantung pada seberapa detail diskusi antara Komdigi dan tim dari XL maupun Smartfren,” ujarnya.

    Sebelumnya, CEO XL Axiata, Dian Siswarini, meyakini perusahaan mempunyai dasar yang kuat untuk memertahankan jumlah spektrum yang ada saat ini.

    “Karena kalau sekarang imbalance [tidak imbang]. Setelah merger tidak lebih besar dari nomor satu untuk spektrum. Jadi, kami akan sampaikan kenapa, apa dasarnya bahwa spektrum ini harus tetap berada di MergeCo (XLSmart),” kata Dian, Rabu (11/12)

    Axiata Group Berhad (Axiata) dari Malaysia, dan kelompok konglomerat Sinar Mas dari Indonesia, akan menjadi pemegang saham pengendali bersama. Masing-masing memegang 34,8 persen saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan.

    Pada saat selesainya transaksi, pemerataan kepemilikan saham akan membuat Axiata menerima hingga senilai US$475 juta. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima US$400 juta, beserta tambahan US$75 juta pada akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan syarat-syarat tertentu.

  • Video: Alasan Dian Siswarini Mundur dari Posisi CEO XL Axiata

    Video: Alasan Dian Siswarini Mundur dari Posisi CEO XL Axiata

    Video: Alasan Dian Siswarini Mundur dari Posisi CEO XL Axiata

  • Bos Smartfren Ungkap Nasib Karyawan Usai Merger jadi XLSmart

    Bos Smartfren Ungkap Nasib Karyawan Usai Merger jadi XLSmart

    Jakarta, CNN Indonesia

    XL dan Smartfren menegaskan tidak akan melakukan rasionalisasi selama proses merger kedua perusahaan menjadi entitas baru bernama XLSmart.

    “Kita sudah sepakat kedua pemegang saham bahwa seluruh karyawan akan bergabung di PT XLSmart. Jadi tidak ada rencana untuk melakukan rasionalisasi,” ujar Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren dalam jumpa pers di Kantor Smartfren, Jakarta, Kamis (12/12).

    Menurut Merza, entitas baru tersebut nantinya akan membuka kesempatan-kesempatan baru untuk para karyawan menyalurkan kompetensinya.

    “Inilah yang disepakati oleh kedua pihak,” tambahnya.

    CEO Smartfren Andrijanto Muljono menjelaskan pemegang saham telah menyetujui policy atau kebijakan yang diberi nama leave and shift yang akan mengawal migrasi karyawan ke entitas baru.

    “Basically adalah bahwa karena nanti akan ada dua sistem ke HRD ya. Tentunya ada perbedaan sistem compensation-nya. Nah, dengan adanya leave and shift ini kita akan menuju kepada harmonisasi di mana yang terbaik akan menjadi acuan,” katanya dalam acara yang sama.

    Dengan kebijakan tersebut, kata Andri, kompensasi salah satu pihak akan disesuaikan ke level yang terbaik. Kemudian, jika ada kebijakan yang dianggap baik di salah satu perusahaan, maka akan diterapkan di XLSmart.

    “Jadi ini tentunya sangat menguntungkan buat karyawan yang joining ke perusahaan ini,” tuturnya.

    Kemudian, Andri juga menjelaskan bahwa karyawan akan diberikan treatment yang terbaik di entitas baru. Misalnya, ada bonus saat XLSmart resmi beroperasi.

    “Karyawan immediately dapat joining bonus. Lalu apabila mereka berkontribusi baik dengan performance yang baik dan memenuhi KPI, nanti di akhir tahun 2025 itu akan ada lagi yang namanya bonus prestasi yang jumlahnya 2 kali lipat daripada bonus prestasi yang normal yang berlaku,” terangnya.

    Lebih lanjut, Andri mengatakan saat ini pihaknya belum memikirkan soal tumpang tindih peran karyawan dan redudansi. Namun, jika terpaksa melakukan rasionalisasi, ia menyebut kompensasi yang diberikan akan jauh lebih tinggi daripada yang diatur oleh pemerintah.

    Hal senada disampaikan Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini pada jumpa pers, Rabu (11/12). Ia memastikan tidak akan ada rasionalisasi selama proses integrasi berlangsung.

    “Bukan cuma welcome, tapi encouraged untuk bergabung dengan MergeCo. Jadi, tidak akan ada rasionalisasi sebelum legal day 1. Jadi, tidak ada rasionalisasi,” katanya di Gedung Cyber 2, Jakarta, Rabu (11/12).

    “Dan juga nantinya, walaupun nanti setelah jangka waktu tertentu harus dilakukan rasionalisasi, itu payment dan kompensasinya itu sudah diperhitungkan sehingga akan fair, bahkan mungkin lebih dari fair ya, untuk para karyawan yang terkena rasionalisasi,” tambahnya.

    (lom/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • Smartfren Bakal Hilang Usai Merger XL Axiata, Ini Penjelasannya

    Smartfren Bakal Hilang Usai Merger XL Axiata, Ini Penjelasannya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dua operator seluler XL Axiata dan Smartfren mengumumkan merger menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk atau XL Smart. XL Axiata bertahan sebagai entitas perusahaan dan Smartfren serta SmarTel bergabung dalam perusahaan gabungan tersebut.

    Keputusan itu membuat Smartfren sebagai perusahaan akan menghilang. Semua data seperti balance sheet, laporan keuangan, report, hingga cash flow yang ada di dalam perusahaan akan berpindah XL.

    “Karena semua laporan keuangannya, pelanggannya, spektrumnya semua dipindah,” kata CFO Smartfren, Antony Susilo, dalam konferensi pers terkait Merger XL-Smartfren, Kamis (12/12/2024).

    Begitu juga jumlah pengguna Smartfren akan dilebur bersama pengguna XL Axiata menjadi entitas baru dalam XL Smart. Jumlah pengguna setelah digabungkan berkisar 94,5 juta pengguna.

    Ini berdasarkan catatan laporan kedua perusahaan pada kuartal III-2024, sebanyak 58,6 juta untuk XL Axiata dan 35,9 juta milik Smartfren.

    Saham Smartfren (FREN) juga menghilang dan pemegang saham sebelumnya akan terkonversi ke dalam XL Axiata (EXCL). Pihak Smartfren akan melakukan beberapa proses sebelum saham itu dipindahkan.

    Pertama, mereka akan meminta persetujuan kepada IDX, Bursa Efek dan OJK untuk proses ini. Setelah selesai akan melakukan RUPSLB pada kuartal I-2025 untuk meminta persetujuan dari shareholder.

    “Apabila ini semua sudah selesai rampung di dapatkan, maka otomatis saham fren itu akan hilang pindah ke saham XL. Jadi pemegang saham FREN ini yang saat ini ada ini akan semua akan terkonversi menjadi saham XL,” jelasnya.

    Rasio konversi saham telah disampaikan dalam keterbukaan informasi. Sebagai contoh pemegang 94 lembar saham FREN akan mendapatkan satu lembar saham XL.

    “Karena harganya sudah ditetapkan, harga share price-nya itu di angka Rp 2.350 untuk saham XL. Sedangkan untuk saham FRAM di harga Rp 25. Nah, itu proporsi Rp 2350 dibagi Rp 25 adalah 94,” ungkap dia.

    Tiga Brand XL-Smartfren Masih Ada

    Meski secara perusahaan tidak ada lagi, brand Smartfren masih akan tersedia saat merger diresmikan. Brand itu akan tetap bertahan bersama dua brand lain yakni XL dan Axis.

    “Dalam perjanjian ini XL Smart akan tetap mempertahankan produk dengan 3 brand, jadi 2 brand utama di XL Axiata ini yaitu XL dan Axis tetap, kemudian smartfren juga akan tetap dipertahankan dan kemudian 3 brand tersebut akan terus dipertahankan,” kata Presiden Ditrktur Smartfren, Merza Fachys dalam kesempatan yang sama.

    Pada konferensi pers yang dilakukan Rabu (11/12/2024), Group CEO & Managing Director Axiata, Vivek Sood, dalam Press Conferen Update Merger XL Smartfren menelaskan hal serupa. Ketiga brand tetap akan tersedia saat merger terjadi.

    Namun ini akan bergantung dari rekomendasi manajemen baru soal produk nantinya. Sejauh ini, dia mengatakan semua brand dalam dua perusahaan memiliki segmen yang berbeda.

    “Namun fokusnya di sekitar sinergi dari integrasi jaringan,” ucapnya.

    Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan brand tersebut tetap akan ada sambil menunggu kondisi nantinya. “Bisa melihat dari kondisi perusahaan dan juga kondisi market,” kata Dian.

    Nasib Pegawai

    Bahasan nasib pegawai juga disinggung dalam merger XL Smart. Merza menjelaskan kedua pemegang saham sepakat tidak ada rasionalisasi pegawai usai merger.

    Dia menjelaskan akan lebih banyak peluang yang akan didapatkan oleh para pegawai. Mereka akan diberikan kesempatan untuk menyalurkan semua kompetensinya.

    CEO Smartfren Andrijanto Muljono menjelaskan pemegang saham menyetujui dua policy terkait karyawan. Yakni leave and shift policy serta lose policy, dan akan menerapkan sistem yang terbaik untuk HRD.

    “Nah, dengan adanya leave and shift ini kita akan menuju kepada harmonisasi di mana yang terbaik akan menjadi acuan. Nah, dengan demikian tentunya di dalam satu ya salah satu dari kita akan di-adjust kepada level yang terbaik. Dan juga bila ada yang baik dari smartfren maupun dari sisi XL itu akan menjadi acuan yang akan dipakai. Nah, jadi ini tentunya sangat menguntungkan buat karyawan yang joining ke perusahaan ini,” jelasnya.

    Sementara itu lose policy adalah menawarkan treatment bagi karyawan yang akan bergabung dengan entitas baru. Misalnya mereka akan mendapatkan joining bonus setelah hari pertama merger resmi terjadi.

    Mereka juga akan mendapatkan bonus akhir tahun 2025 dua kali lipat dari bonus prestasi yang berlaku. Ini didapatkan jika pegawai menjalankan performance yang baik dan memenuhi KPI.

    Jika ada duplikasi atau redudansi saat XLSmart berjalan, maka perusahaan menjanjikan akan memberikan penawaran lebih tinggi dari aturan yang berlaku.

    “untuk menjamin hak-hak karyawan bahkan memberikan lebih daripada yang menjadi kewajiban,” ucap Andrijanto.

    (fab/fab)

  • Pelanggan Tak Perlu Migrasi Pasca XL Axiata & Smartfren Lakukan Merger

    Pelanggan Tak Perlu Migrasi Pasca XL Axiata & Smartfren Lakukan Merger

    Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memastikan tidak ada migrasi pelanggan pasca merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel.

    Group CEO & Managing Director Axiata Vivek Sood mengatakan terkait jaringan dan layanan pasca merger, pihaknya memastikan pelanggan tidak perlu melalukan migrasi untuk mendapatkan layanan.

    “Jadi kita tidak mengganggu status quo terhadap proposisi pelanggan untuk 3 jaringan,” kata Vivek dalam sesi konferensi pers, Rabu (11/12/2024).

    Di tempat yang sama, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan bahwa penggabungan perusahaan ini tidak menggabungkan dua atau tiga pelanggan menjadi satu kesatuan.

    Maka dari itu, Dian membebaskan para pelanggan XL saat ini untuk menggunakan layanan sesuai yang mereka inginkan.

    “Jadi kami tidak akan memaksa pelanggan untuk membeli dari salah satu perusahaan, seperti XL, Smartfren, dan lain-lain,” ucap Dian.

    Diberitakan sebelumnya,  PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel mengumumkan penggabungan usaha (merger) dengan nilai mencapai Rp104 triliun. Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”).

    Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood mengatakan merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia.

    XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    “Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Vivek dikutip Rabu (11/12/2024). 

  • Merger Dua Operator Telekomunikasi Bernilai Rp 104 Triliun, Lahirlah XLSmart – Halaman all

    Merger Dua Operator Telekomunikasi Bernilai Rp 104 Triliun, Lahirlah XLSmart – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM — PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk dan PT Smart Telcom akhirnya sepakat melakukan
    merger.

    Penggabungan perusahaan telekomunikasi ini diklaim memiliki nilai gabungan pra-sinergi mencapai lebih dari Rp 104 triliun.

    Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, diyakini menjadi sebuah kekuatan baru di sektor telekomunikasi hasil penggabungan kekuatan operator bereputasi di Indonesia untuk mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.

    Merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia. XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    Diproyeksikan tanggal efektif penggabungan ketiga perusahaan ini bakal efektif pada 15 April 2025. Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). 

    Nantinya, Axiata Group Berhad dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memegang 34,8 persen saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan.

    Pada saat transaksi tuntas, pemerataan kepemilikan saham akan menghasilkan Axiata menerima hingga senilai US$ 475 juta. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima Rp 6,373 triliun, beserta tambahan Rp 1,194 triliun di akhir tahun pertama. 

    Group Chief Executive Officer Axiata Group Viviek Sood mengatakan merger ini akan memungkinkan Axiata untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. 

    “Sinergi yang dihasilkan oleh merger ini akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan sebagian akan digunakan untuk menangkap peluang pertumbuhan masa depan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/12/2024).

    Merger ini diharapkan menghasilkan sinergi biaya yang signifikan, dengan estimasi sinergi sebelum pajak sebesar 300 juta–400 juta dolar AS setelah selesainya proses integrasi jaringan strategis serta optimalisasi sumber daya. 

    Dengan total pelanggan seluler gabungan sebanyak 94,51 juta dan pangsa pasar 27 persen, XLSmart akan menghasilkan pendapatan proforma sebesar Rp 45,4 triliun dan EBITDA senilai lebih dari Rp 22,4 triliun. 

    Chairman Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky Oesman Widjaja menuturkan merger ini adalah upaya penting yang Sinar Mas lakukan untuk memberikan nilai tambah yang besar kepada seluruh pemangku kepentingan. 

    “Hal ini lah yang akan memberi nilai tambah bagi seluruh pelanggan dan karyawan, serta ikut mendukung upaya digitalisasi yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia,” katanya. 

    Sementara Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO, XL Axiata, mengatakan, dengan menggabungkan sumber daya, keahlian, dan posisi pasar, kami akan meningkatkan daya saing, mendorong inovasi, dan membuka peluang pertumbuhan baru untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama. 

    “Merger ini tidak hanya menggambarkan komitmen untuk memperkuat ekonomi digital Indonesia, tetapi juga menunjukkan dedikasi kami untuk menjembatani kesenjangan digital, memperluas akses layanan telekomunikasi yang dapat diandalkan, serta menghasilkan masyarakat digital yang inklusif. Dengan visi yang sama dan kerja kolektif, kami yakin untuk mampu memberikan manfaat kepada para pemegang
    saham, mendukung aspirasi kemajuan teknologi Indonesia, dan menciptakan sebuah standar baru industri telekomunikasi,” kata Dian.

    Detil Utama Merger:

    XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart.
    Axiata Group Berhad (“Axiata”) dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memegang 34,8 persen saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan.
    Pada saat selesainya transaksi, pemerataan kepemilikan saham akan menghasilkan Axiata menerima hingga senilai US$475 juta. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima US$400 juta, beserta tambahan US$75 juta di akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan syarat-syarat tertentu.
    XLSmart akan memanfaatkan jaringan, keahlian, dan sumber daya dari para pemegang saham untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. (Tribunnews.com/Kontan)

  • Komdigi Didesak Libatkan KPPU Kaji Dampak Merger XL-FREN, Jaga Kompetisi Sehat

    Komdigi Didesak Libatkan KPPU Kaji Dampak Merger XL-FREN, Jaga Kompetisi Sehat

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) diminta untuk melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam menghitung dampak merger. Khawatir merger menciptakan persaingan tidak sehat.  

    Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot menilai perlunya langkah antisipasi dari pemerintah dalam mencegah persaingan tidak sehat, dari merger tersebut. 

    Kondusifitas persaingan industri telekomunikasi menjadi hal yang harus diperhatikan di balik merger tersebut. 

    “Untuk aspek kompetisi ini ada baiknya, Komdigi juga melibatkan KPPU,” kata Sigit kepada Bisnis, Rabu (11/12/2024).

    Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT sekaligus pengamat ekonomi digital, Heru Sutadi lebih menyorot kepada potensi PHK perusahaan pascamerger.

    Apalagi, Heru melihat saat ini sudah ramai di media sosial yang menyebutkan akan adanya PHK besar-besaran yang tidak berpihak pada pekerja.

    “Menkomdigi harus memastikan PHK adalah pilihan terakhir dari proses merger ini,” ujar Heru.

    Jika nantinya memang terjadi PHK, Heru menuturkan karyawan yang terkena PHK harus diberikan golden handshake, serta diberlakukan secara baik dan beradab.

    Apalagi, Heru menyampaikan bahwa nilai konsolidasi antara pihak XL dan Smartfren tidak sedikit, karena mencapai Rp104 triliun. 

    “Jadi kalau tidak jelas roadmap perusahaan baru akan ke mana, nasib karyawan tidak diperhatikan dan dilakukan PHK tanpa golden handshake, ya baiknya Menkomdigi menahan untuk memberikan persetujuan terhadap konsolidasi XL Axiata dan Smartfren ini,” ucapnya.

    *XL Belum Berencana Melakukan Restrukturisasi*

    Group CEO & Managing Director Axiata Vivek Sood angkat bicara mengenai nasib pekerja XL Axiata dan Smartfren usai kedua perusahaan melebur.

    Dia mengatakan pascamerger, pihaknya meminta semua orang bergabung dalam satu kesatuan.

    “Kita akan mengajak semua orang untuk bergabung. Tidak akan ada restrukturisasi, tidak akan ada apa-apa,” kata Vivek dalam sesi konferensi pers, Rabu (11/12/2024).

    Lebih lanjut, Vivek menuturkan bahwa pihaknya memang berencana melakukan pembentukan struktur baru untuk beberapa posisi setelah adanya merger hari ini.

    Namun, Vivek menegaskan sampai dengan saat ini rencana restrukturisasi belum dirinya pikirkan dan akan melihat perkembangan nantinya.

    “Jika kami harus melakukan restrukturisasi, kami akan melakukannya dengan karyawan yang ada, itulah yang akan kami lakukan. Namun saya tidak berpikir itu,” ujarnya.

    Di tempat yang sama, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan pihaknya sudah melakukan town hall bersama karyawan.

    Terkait dengan rencana PHK, Dian menyampaikan bahwa sesuai dengan perkataan Vivek, sampai saat ini perusahaan tidak ada rencana PHK dan membuka pintu bagi seluruh karyawan.

    “Jadi, tidak akan ada rasionalisasi sebelum legal day 1 (sah merger). Jadi, tidak ada rasionalisasi,” ucap Dian.

  • XL Axiata dan Smartfren Merger, Jaringan Jadi Ngacir Nggak?

    XL Axiata dan Smartfren Merger, Jaringan Jadi Ngacir Nggak?

    Jakarta

    Hasil merger XL Axiata dengan Smartfren nantinya akan menjadi sebuah entitas baru bernama XLSmart. Jaringannya jadi makin kencang nggak?

    Jaringan internet yang kencang identik dengan spektrum frekuensi yang dimiliki oleh operator seluler. Saat ini XL menguasai spektrum sebesar 90MHz, yang terbagi menjadi 30MHz di frekuensi 2.100MHz, 15MHz di 900MHz, dan 45MHz di 1.800MHz.

    Sementara Smartfren mempunyai total spektrum 62MHz yang terbagi menjadi 40MHz di 2.300Mhz dan 22MHz di 850MHz. Jika ditotal, maka XLSmart punya total spektrum sebesar 152MHz, atau spektrum terbesar kedua dari 3 operator seluler yang ada di Indonesia.

    Sebagai perbandingan, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) punya total spektrum sebesar 135MHz dan Telkomsel punya total spektrum sebesar 165MHz.

    Sementara itu jumlah pelanggan XL sampai Q3 2024 adalah 58,6 juta, sementara Smartfren 34,5 juta. Maka spektrum sebesar itu akan dipakai untuk melayani 94,5 juta pelanggan.

    Besaran spektrum itu belum tentu akan langsung dimiliki oleh XLSmart, karena nantinya harus dihitung kembali oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan ada sebagian yang mungkin akan dikembalikan ke negara.

    Meski begitu, CEO XL Axiata Dian Siswarini meyakini kalau mereka punya dasar yang kuat untuk mempertahankan semua spektrum yang mereka miliki. Karena menurutnya kondisi sebaran spektrum yang ada saat ini tidak imbang. Setelah merger itu selesai, barulah sebarannya sedikit merata.

    “Kami percaya kami punya dasar yang kuat untuk mempertahankan spektrum yang ada,” kata Dian di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

    Sebagai informasi, saat XL mencaplok Axis pada 2013 lalu, XL mendapat tambahan spektrum sebesar 15MHz di frekuensi 1800MHz. Namun ada spektrum milik Axis sebesar 10MHz di 2100MHz yang dikembalikan ke pemerintah dan kemudian dilelang kembali.

    Mengomentari kemungkinan hal ini terjadi kembali, Dian menyebut jika ada spektrum yang dikembalikan ke pemerintah, sebelum akhirnya spektrum tersebut dilelang kembali, maka pemerintah akan kehilangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    “Jadi kalau pemerintah mengambil spektrum dari operator itu kan harus ada yang mengambil, ya kalau nggak diambil malah jadi hilang PNBP-nya pemerintah,” kata Dian.

    (asj/fay)

  • XL-Smartfren Merger, Axiata Pastikan Tak Ada PHK

    XL-Smartfren Merger, Axiata Pastikan Tak Ada PHK

    Jakarta, CNBC Indonesia – Axiata buka suara soal nasib karyawan XL usai merger dengan Smartfren. Hingga kini belum ada rencana untuk melakukan restrukturisasi.

    “Kita akan mengajak semua orang untuk bergabung. Tidak akan ada restrukturisasi, tidak akan ada apa-apa,” kata Group CEO & Managing Director Axiata Vivek Sood, Press Conference Update Merger XL Smartfren, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

    Menurutnya akan dibutuhkan lebih banyak orang terlibat dalam proses ini. Namun kemungkinan ada pekerjaan yang tidak diperlukan dan saat itu akan ada pengurangan karyawan.

    Kebijakan itu, dia menambahkan kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

    Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan pihaknya telah mengadakan town hall dengan karyawan. Pertemuan itu membahas soal insentif dan imbalan usai merger.

    “Jadi tadi pagi itu sudah dilakukan town hall kepada karyawan dari dua sisi, tentang insentif, kemudian juga tentang rewards yang diberikan, supaya karyawan itu merasa nyaman masuk,” ujarnya.

    Dia juga menimpali ucapan Vivek yang mengatakan menyambut semua karyawan bergabung ke dalam XL Smart, perusahaan hasil merger dua perusahaan. Termasuk mendorong karyawan bisa ikut ke perusahaan baru tersebut.

    Dipastikan pula tidak akan ada aksi rasionalisasi sebelum hari pertama resmi merger secara hukum. Jika ada, pembayaran juga telah diperhitungkan dan dipastikan adil.

    “Bukan cuma welcome, tapi encouraged untuk bergabung dengan MergeCo. Jadi, tidak akan ada rasionalisasi sebelum legal day 1. Jadi, tidak ada rasionalisasi,” ungkapnya.

    “Dan juga nantinya, walaupun nanti setelah jangka waktu tertentu harus dilakukan rasionalisasi, itu payment dan kompensasinya itu sudah diperhitungkan sehingga akan fair, bahkan mungkin lebih dari fair ya, untuk para karyawan yang menanya terkena rasionalisasi,” imbuh Dian.

    (fab/fab)