Tag: Dian Siswarini

  • Jajaran Direksi Telkom Dirombak Habis-habisan

    Jajaran Direksi Telkom Dirombak Habis-habisan

    Jakarta

    Tak hanya pucuk pimpinan yang mengalami pergantian dari Ririek Adriansyah ke Dian Siswarini. Jajaran direksi Telkom pun dirombak habis-habisan dari periode sebelumnya.

    Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia Tbk terkait susunan pengurus dewan direksi dan komisaris terbaru, hanya ada tersisa nama Honesti Basyir.

    Ada pula Muhammad Awaludin yang pernah mengisi posisi Direktur Telkom di era nahkoda Alex Sinaga, kembali ke perusahaan plat merah ini. Sebelumnya, Awaludin menjabat Direktur Utama Angkasa Pura 2.

    Adapun nama-nama lainnya merupakan sosok baru yang mengisi posisi Direksi Telkom di periode saat ini.

    Daftar Direksi Telkom

    Dirut : Dian Siswarini
    Wadirut : Muhammad Awaluddin
    Dir. EBIS : Veranita Yosephine Sinaga
    Dir. NITS : Nanang
    Dir. SP : Seno
    Dir. HC : Henry Christiadi
    Dir. WIB : Honesty Bashir
    Dir. Kug : Arthur Ang
    Dir. IT : Faizal Rohmadi Djoemadi

    (asj/asj)

  • Eks CEO XL Axiata Dian Siswarini Jadi Dirut Telkom

    Eks CEO XL Axiata Dian Siswarini Jadi Dirut Telkom

    Jakarta

    Kabar mengejutkan datang industri telekomunikasi. Eks CEO XL Axiata Dian Siswarini ditunjuk sebagai Direktur Utama Telkom menggantikan Ririek Adriansyah.

    Keputusan tersebut telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia Tbk terkait susunan pengurus dewan direksi dan komisaris terbaru.

    Sebelumnya, Dian tidak meneruskan kepemimpinan di XL Axiata setelah operator seluler tersebut bergabung dengan Smartfren.

    Dirut : Dian Siswarini
    Wadirut : Muhammad Awaluddin
    Dir. EBIS : Veranita Yosephine Sinaga
    Dir. NITS : Nanang
    Dir. SP : Seno
    Dir. HC : Henry Christiadi
    Dir. WIB : Honesty Bashir
    Dir. Kug : Arthur Ang
    Dir. IT : Faizal Rohmadi Djoemadi

    Dian memperoleh gelar Sarjana Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1991 dan secara aktif mengikuti berbagai program pendidikan eksekutif seperti Harvard Advance Management Program pada 2013.

    Setelah bergabung dengan PT XL Axiata Tbk, ia sempat memegang berbagai posisi kunci pada Departement Network and Engineering dan diangkat menjadi Network Services Director (2007-2011) dan Director/Chief Digital Services Officer (2011-2014).

    Dengan cepat karier Dian terus berkembang hingga ia menjadi Group Chief of Marketing and Operation Officer pada 2014. Di tahun yang sama ia menjabat sebagai Wakil President Direktur dan pada 2015 hingga menduduki posisi Presiden Direktur XL Axiata.

    Ia menjadi Presdir XL Axiata mulai tahun 2015 dan mengundurkan diri pada awal Desember 2024, yaitu saat proses awal merger XL Axiata dengan Smartfren.

    (asj/asj)

  • Profil Dian Siswarini, Mantan CEO XL Axiata yang Kini Jabat Dirut Telkom (TLKM)

    Profil Dian Siswarini, Mantan CEO XL Axiata yang Kini Jabat Dirut Telkom (TLKM)

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengangkat Dian Siswarini sebagai Direktur Utama menggantikan Ririek Adriansyah dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada hari ini, Selasa (27/5/2025). 

    Perombakan struktur pengurus perusahaan itu dilakukan setelah Telkom bergabung ke dalam Holding Operasional Danantara di bawah PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero). 

    Dian merupakan mantan CEO & Presiden Direktur  PT XL Axiata Tbk. (EXCL) sebelum merger menjadi XLSmart dengan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN). 

    Diketahui, Dian Siswarini adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di industri telekomunikasi Indonesia, dikenal luas sebagai perempuan pertama yang menjabat posisi Direktur Utama (Presiden Direktur) dan CEO di PT XL Axiata Tbk, salah satu operator seluler terbesar di Tanah Air. 

    Wanita kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 5 Mei 1968, merupakan lulusan Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1991 dan mengikuti program eksekutif Advanced Management Program di Harvard Business School pada 2013.

    Dian memulai karier di industri telekomunikasi pada 1991 di PT Citra Sari Makmur. Dia kemudian bergabung dengan Satelindo (kini Indosat) sebagai radio network design engineer pada 1994, sebelum akhirnya pindah ke XL pada 1996.

    Pada 2007, Dian diangkat sebagai Network Services Director, memimpin pengembangan dan perluasan jaringan XL Axiata. 4 tahun kemudian, Dian menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Digital Services Officer, bertanggung jawab atas pengembangan bisnis digital dan inovasi layanan, seperti peluncuran Elevania, AdReach, XL Tunai, serta layanan cloud dan data center.

    Pada 2014, Dian ditugaskan ke Axiata Group Berhad, Malaysia, sebagai Group Chief of Marketing and Operation Officer, mengawasi operasional di tujuh negara Asia. 

    Setahun kemudian atau tepatnya pada April 2015 Dian kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai Presiden Direktur & CEO XL Axiata, yang juga perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di perusahaan telekomunikasi yang melantai di bursa Indonesia hingga Desember 2024.

  • XL Axiata dan Smartfren Merger, Ini Direksi dan Komisaris yang Baru

    XL Axiata dan Smartfren Merger, Ini Direksi dan Komisaris yang Baru

    Jakarta, Beritasatu.com – PT XL Axiata resmi melakukan penggabungan usaha atau merger dengan PT Smartfren Telecom dan PT Smart Telcom. Dengan merger tersebut, nama perseroan kini menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.

    Merger XL Axiata dan Smartfren ini disetujui oleh para pemegang saham dalam rapat utama pemegang saham luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

    RUPSLB juga telah menyetujui perubahan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan menyusul adanya penggabungan usaha tersebut.

    Diketahui, sebelumnya Dian Siswarini telah mengundurkan diri sebagai presiden direktur perseroan. Posisinya kini digantikan Rajeev Sethi yang sebelumnya menjabat sebagai managing director dan CEO di Robi Axiata Limited. 

    Sementara itu, dalam susunan dewan komisaris, ada nama pengusaha M Arsjad Rasjid yang menjabat presiden komisaris, serta Retno Lestari Priansari Marsudi sebagai komisaris independen. 

    Berikut susunan lengkap dewan komisaris dan direksi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk:

    Dewan Komisaris
    Presiden Komisaris​​: M Arsjad Rasjid 
    Komisaris​​​: Nik Rizal Kamil, Vivek Sood, Sean Quek, L Krisnan Cahya, David R Dean
    Komisaris Independen​: Robert Pakpahan, Retno Lestari Priansari Marsudi, Willem Lucas Timmermans

    Direksi
    Presiden Direktur​​: Rajeev Sethi
    Direktur​​​: David Arcelus Oses, Antony Susilo,  Andrijanto Muljono, Shurish Subbramaniam, Feiruz Ikhwan, Yessie D Yosetya, Merza Fachys, Jeremiah Ratadhi

    Pengendali perseroan akibat merger XL Axiata dan Smartfren juga berubah, dari semula Axiata Group Berhad (AGB) sebagai pengendali tunggal menjadi AGB dan PT Wahana Inti Nusantara, PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), dan PT Global Nusa Data (GND) sebagai pengendali bersama.

  • Satu Lagi Petinggi XL (EXCL) Mundur, Gara-gara Merger XL-Smartfren?

    Satu Lagi Petinggi XL (EXCL) Mundur, Gara-gara Merger XL-Smartfren?

    Bisnis.com, JAKARTA – Chief Corporate Affairs PT XL Axiata Tbk. (EXCL) Marwan O. Baasir mengumumkan pengunduran dirinya dari XL Axiata.

    Marwan O. Baasir telah mengabdi di XL Axiata selama hampir 13 tahun dan telah memegang berbagai posisi sejak 2012. 

    Dirinya diketahui memulai karirnya sebagai VP regulatory and government relations, kemudian menjadi head of regulatory and government relation. Kemudian, pada 2020, Marwan diangkat menjadi chief corporate affairs.

    Marwan mengatakan, bahwa pada esok hari atau Jumat (28/2/2025), merupakan hari terakhirnya menjadi pekerja di XL Axiata.

    “Besok [28 Februari 2025] adalah hari terakhir saya dan ucapkan terima kasih selama ini telah berinteraksi dan berkomunikasi dengan saya,” kata Marwan saat ditemui di kantor XL, Kamis (27/2/2025).

    Ketika ditanya, Marwan yang juga sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), menyebut alasannya mundur bukan karena adanya merger antara XL dengan Smartfren, melainkan karena keinginan personal.

    “Enggak [karena merger] personal reason kok. Kalau personal reason itu by undang-undang privasi, enggak boleh saya sampaikan. Dilindungi saya,” ucapnya.

    Sebelumnya, EXCL menyampaikan dua direkturnya mengajukan pengunduran diri pada Selasa (7/1/2025), menyusul pengunduran diri Presiden Direktur EXCL Dian Siswarini. Kedua direktur tersebut adalah Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa.

    Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary XL Axiata Ranty Astari Rachman mengatakan pada 7 Januari 2025 perseroan telah menerima surat pengunduran diri Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa selaku direktur perseroan, dengan alasan pribadi.

    “Pengunduran diri Bapak Rico Usthavia Frans akan berlaku efektif sejak diperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham perseroan terdekat,” tulis Ranty, Rabu (8/1/2025).

  • Bos XL Axiata Pamit Mundur

    Bos XL Axiata Pamit Mundur

    Jakarta

    Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O. Baasir mengumumkan pamit dari perusahaan yang telah ia geluti selama hampir 13 tahun. Apa yang menjadi alasan Marwan undur diri dari XL Axiata?

    Ditemui di sela-sela konferensi pers persiapan XL Axiata menghadapi lonjakan trafik di Ramadhan, Marwan mengucapkan perpisahan dengan awak media.

    “Saya sekaligus menyampaikan pamit dari XL Axiata karena besok adalah hari terakhir saya. Dan, saya ucapkan terima kasih hubungan kita yang selama ini berinteraksi, berkomunikasi. Saya mohon maaf kalau ada kesalahan,” ujar Marwan di Kantor XL Axiata Tower, Jakarta, Kamis (27/2/2025).

    Marwan mengatakan ia mengundurkan diri sebagai pegawai XL Axiata karena urusan pribadi.

    Sebelumnya, Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini dan sejumlah direksi menyatakan mundur dari jabatan mereka. Suasana itu terjadi usai diumumkan merger antara XL Axiata, Smart Telecom, dan Smartfren. Proses yang dinilai tidak transparan saat itu salah satu yang menjadi persoalan.

    Ketika dikaitkan dengan hal tersebut, Marwan membantahnya.

    “Nggak, personal reason, kok. Kalau personal reason itu by undang-undang privasi, nggak boleh saya sampaikan, dilindungi saya. Sebenarnya ini sudah beberapa minggu terakhir lah ya, cuma saya minta izin ke manajemen XL juga. Saya sampaikan ke teman-teman media karena selama ini kita berinteraksi, nggak mungkin saya nggak menyampaikan ke teman-teman media kan, masa saya nggak pamit,” tuturnya.

    Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O. Baasir mundur dari XL Axiata. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Marwan diketahui bergabung di XL Axiata sejak Juli 2012. Jabatan yang ia pegang saat itu Head of Regulatory and Government Relation selama dua tahun empat bulan. Kemudian menduduki VP – Regulatory and Government Relations selama enam tahun.

    Dan, jabatan tertinggi yang ditempati Marwan di XL Axiata menjadi Chief Corporate Affairs yang ia lakukan sejak November 2022 hingga terakhir 1 Maret 2025.

    (agt/fyk)

  • Satu Lagi Petinggi XL Axiata Mundur Jelang Merger dengan Smartfren – Page 3

    Satu Lagi Petinggi XL Axiata Mundur Jelang Merger dengan Smartfren – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menjelang direstuinya merger XL Axiata-Smartfren, satu lagi petinggi XL Axiata mundur. Kali ini, Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O Baasir akan meninggalkan operator yang bermarkas di kawasan Kuningan tersebut.

    Pengunduran diri Marwan, ia sebut karena alasan pribadi. Ia tak mengungkap pengunduran diri itu ia buat karena proses merger XL Axiata-Smartfren segera direstui Komdigi.

    Namun, Marwan bukan satu-satunya Direktur XL Axiata yang memilih resign setelah ada kepastian soal merger XL Axiata dengan anak usaha Sinar Mas.

    Sebelumnya, Presdir sekaligus CEO XL Axiata Dian Siswarini membuat kabar bahwa dirinya mengundurkan diri dari pucuk kepemimpinan di XL Axiata.

    Tidak berselang lama, sejumlah direktur lainnya turut undur diri. Mereka antara lain adalah Direktur sekaligus Chief Commercial Officer Home and Convergence XL Axiata Abhijit Navalekar, Direktur sekaligus Chief IT Digital and Analytics Rico Usthavia Frans, serta Direktur sekaligus Chief Technology Officer I Gede Darmayusa.

    “Alasannya, karena personal reason. Sebenarnya ini sudah beberapa minggu terakhir lah, saya minta izin ke manajemen, ke XL, juga saya sampaikan ke teman-teman media karena selama ini saya berinteraksi,” kata Marwan ditemui di Kantor XL Axiata, Kamis (27/2/2025).

    Marwan O Baasir menyampaikan, pengunduran dirinya telah sesuai dengan proses yang berlaku di perusahaan dan bukan sesuatu yang langsung dilakukan tanpa ada diskusi dengan pihak manajemen XL Axiata.

  • XL Axiata (EXCL) Catat Kenaikan Jumlah Pelanggan dan ARPU pada 2024

    XL Axiata (EXCL) Catat Kenaikan Jumlah Pelanggan dan ARPU pada 2024

    Bisnis.com, JAKARTA — PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan kenaikan pelanggan sebanyak 1,3 juta pelanggan menjadi 58,8 juta pada 2024.

    Adalun jumlah pelanggan pada kuartal ini juga mengalami peningkatan sebesar 0,3% atau sekitar 200.000 pelanggan dibandingkan dengan kuartal III/2024 yang mencatatkan pelanggan 58,6 juta.

    Selain itu, XL juga mengalami kenaikan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) pada tahun 2024.

    Dalam paparan kinerjanya, XL berhasil mendapatkan ARPU gabungan sebesar Rp43.00 pada 2024. Angka ini naik Rp2.000 dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya menembus angka Rp41.000.

    Adapun, ARPU Rp43.000 pada 2024 merupakan campuran dari pengguna prabayar dan pascabayar. Dalam laporan tersebut, pelanggan prabayar XL menyumbang Rp41.000 dan pelanggan pascabayar menyumbang Rp91.000.

    Kenaikan ARPU ini seiring dengan pertumbuhan trafik data yang meningkat 9% YoY, mencapai 10.547 Petabytes.

    Lebih lanjut, aplikasi MyXL dan AXISNet terus menunjukkan efektivitasnya. Kedua aplikasi telah memberikan hasil selama tahub 2024. 

    Hingga akhir tahun 2024, kedua aplikasi ini mencapai total pengguna aktif bulanan hingga sebanyak 33,1 juta atau meningkat lebih dari 100% dalam tiga tahun terakhir.

    Peningkatan jumlah pengguna aktif per bulan MyXL dan AxisNet merupakan hasil positif dari upaya XL Axiata untuk tak henti berinovasi dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menerapkan strategi yang fokus pada pengalaman pelanggan (CX) berbasis digital melalui data analytics.

    Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, XL berhasil melalui tahun 2024 yang penuh tantangan ekonomi secara nasional dan global dengan kinerja yang cukup solid, dengan pendapatan yang terus meningkat, serta EBITDA dan laba bersih yang tumbuh double digit. 

    “Peningkatan sarana digital, kualitas infrastruktur jaringan, serta adopsi teknologi yang relevan di semua lini bisnis telah menjadi kunci keberhasilan kami,” kata Dian dalam keterangannya, Rabu (5/2/2025).

  • Beredar Susunan Direksi XLSmart, Hasil Merger XL Axiata-Smartfren

    Beredar Susunan Direksi XLSmart, Hasil Merger XL Axiata-Smartfren

    Jakarta

    Susunan direksi XLSmart, operator hasil merger XL Axiata dan Smartfren, beredar luas. Dari foto yang menyebar itu tampak jajaran petinggi jabatan dari kedua operator seluler berdampingan.

    Pada foto yang sama terlihat ada Merza Fachys yang sebelumnya menjabat President Director Smartfren yang diapit oleh David Arcelus Oses dan Yessy D. Yosetya dari XL Axiata.

    Ada juga sosok dari Axiata Group yang didapuk sebagai President Director & CEO Rajeev Sethi. Ia merupakan CEO Robi Axiata Bangladesh, anak usaha Axiata. Selain itu, ada pula Andrijanto Muljono yang sebelumnya menjadi Chief Commercial Officer Smartfren dan Feiruz Ikhwan dari Direksi XL Axiata.

    Dalam pertemuan yang belum diketahui kapan berlangsungnya itu, juga terungkap susunan direksi XLSmart, sebagai berikut ini:

    Dewan Komisaris XLSmart

    Krisnan CahyaSean QuekViviek SoodDavid Robert DeanNik Rizal Kamil

    Dewan Direksi XLSmart

    President Director & CEO: Rajeev SethiDirector & Chief Financial Officer: Antony SusiloDirector & Chief Technology Officer: Shurish SubbamaniamDirector & Chief Commercial Officer: David Arcelus OsesDirector & Chief Regulatory Officer: Merza FachysDirector & Chief Information Officer: Yessy D. YosetyaDirector & Chief Enterprises and Strategic Relationship: Adrijanto MuljonoDirector & Chief Strategy and Home: Feiruz IkhwanDirector & Chief Human Resources Officer: Jeremiah Ratadhi

    Terkait informasi tersebut, baik XL Axiata dan Smartfren belum mengonfirmasi kebenarannya. Sebab, susunan direksi XLSmart merupakan ranah dari para pemegang saham masing-masing perusahaan.

    “Pemilihan susunan direksi mergeco (XLSmart) tersebut merupakan kewenangan dan hasil kesepakatan bersama antar pemegang saham (Axiata dan Sinarmas),” ungkap Group Head Corporate Communications & Sustainability XL Axiata, Reza Mirza kepada detikINET, Jumat (10/1/2025).

    Adapun, Smartfren sampai berita ini ditayangkan belum memberikan komentarnya.

    Sebelumnya, proses merger XL Axiata dan Smartfren ini begitu ramai di lingkungan internal hingga mantan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengundurkan diri. Tak lama berselang jajaran direksinya turut menyusul, Abhijit Navakelar, dan terbaru Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa.

    Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) belum memberikan respons persetujuan terhadap merger XL Axiata dan Smartfren yang melahirkan operator seluler baru bernama XLSmart.

    (agt/fyk)

  • 4 Direktur XL Axiata (EXCL) Mundur dalam Sebulan, Ada Apa?

    4 Direktur XL Axiata (EXCL) Mundur dalam Sebulan, Ada Apa?

    Dua direktur di PT XL Axiata Tbk (EXCL) tiba-tiba mengumumkan pengunduran diri di awal 2025. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), EXCL melaporkan telah menerima surat pengunduran diri Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa selaku direktur perseroan pada Selasa, 7 Januari 2025.

    Pengunduran diri Rico Usthavia Frans akan berlaku efektif sejak diperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat.

    “Sedangkan pengunduran diri Bapak I Gede Darmayusa selaku direktur akan berlaku efektif pada saat aksi korporasi merger perseroan dinyatakan efektif,” ujar Corporate Secretary EXCL, Ranty Astari Rachman, dikutip Kamis (9/1).

    Selanjutnya, permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam RUPS EXCL terdekat sesuai dengan anggaran dasar perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Mundur karena alasan pribadi

    Alasan pengunduran diri dua direktur EXCL di awal Januari sama-sama beralasan pribadi, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

    Sementara itu, sebelum proses merger XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel pada Rabu, 11 Desember 2025, Dian Siswarini juga mengundurkan dari kursi presiden direktur XL Axiata.

    Perseroan menerima surat pengunduran diri Dian pada Selasa, 3 Desember 2024. Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman menjelaskan maksud pengunduran diri Dian karena alasan pribadi.

    “Adapun alasan pengunduran diri beliau adalah karena alasan pribadi,” jelas Ranty dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (4/12).

    Diketahui, Dian Siswarini diangkat sebagai presiden direktur XL Axiata berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 1 Maret 2015.

    Kemudian, salah satu direktur perseroan, Abhijit Navalekar juga mengumumkan pengunduran diri pada Selasa, 24 Desember 2024 dengan alasan yang sama, yaitu alasan pribadi.

    “Pada 24 Desember 2024, perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Abhijit Navalekar selaku direktur perseroan yang akan berlaku efektif sejak diperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham perseroan terdekat,” ujar Ranty dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (27/12).

    “Adapun alasan pengunduran diri beliau adalah karena alasan pribadi,” lanjut Ranty.

    Merger XL Axiata dan Smartfren

    Perlu diketahui, perseroan melakukan aksi merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) dan PT Smart Telcom (SmartTel). Merger ini menghasilkan nilai gabungan pra-sinergi mencapai Rp104 triliun.

    Dari merger yang dilakukan, membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart.

    XLSmart disebut memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang dapat mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, serta terciptanya inovasi. Merger XL Axiata dan Smartfren ini juga mendorong pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    Group CEO Axiata Group, Vivek Sood menjelaskan konsolidasi industri ini membuka jalan bagi Indonesia dan ASEAN yang lebih terkoneksi, serta membantu mengurai masalah kesenjangan digital dalam menciptakan masa depan yang inklusif bagi seluruh komunitas maupun bisnis agar dapat berkembang.