Tag: Denny Sumargo

  • VIRAL TERPOPULER: Rencana Farhat Abbas Laporkan Donatur Agus Salim – Pengantin Baru Hujan-hujanan

    VIRAL TERPOPULER: Rencana Farhat Abbas Laporkan Donatur Agus Salim – Pengantin Baru Hujan-hujanan

    TRIBUNJATIM.COM –  Kumpulan berita peristiwa viral di media sosial tersangkum dalam berita viral terpopuler, Rabu 20 November 2024.

    Berita pertama, rencana Farhat Abbas laporkan donatur Agus Salim. 

    Ada juga berita aksi pengantin baru hujan-hujanan naik motor, viral di media sosial. 

    Selanjutnya berita perselingkuhan berujung maut terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara. Istri benturkan kepala pelakor.

    Berikut selengkapnya berita viral terpopuler hari ini, Rabu (20/11/2024) di TribunJatim.com.

    1. Rencana Farhat Abbas akan Laporkan Donatur, Imbas Agus Salim Cuma Dapat Donasi Rp 1 Juta: Cari Gua

    Farhat Abbas ngamuk Agus Salim cuma dapat uang donasi Rp 1 juta dari Rp 1,3 Miliar. (YouTube Intens InvestigasI)

    Reaksi tak terima ditunjukkan oleh Farhat Abbas terkait Agus Salim yang hanya dapat donasi Rp 1 juta.

    Farhat Abbas pun mengancam akan laporkan donatur.

    Pengacara Agus Salim, Farhat Abbas tak terima kliennya hanya dapat uang donasi Rp 1 juta dari Rp 1,3 Miliar.

    Diketahui, uang donasi Agus Salim Rp 1,3 Miliar di polling yang diinisiasi oleh Denny Sumargo melalui suaraku.co.id.

    Ada pun pada polling uang donasi itu, ada 513 donatur yang sudah memberikan kuasa.

    Dari 513 itu, 8 donatur memilih uangnya diserahkan ke Agus Salim.

    Sementara 253 donatur memilih donasi dialihkan kepada pihak lain yang lebih membutuhkan.

    Lalu ada 82 donatur yang meminta uangnya dikembalikan.

    Dari ketiga pilihan itu, total uang yang diserahkan kepada Agus Salim baru ada Rp 1.000.000.

    Sementara untuk pihak lain ada Rp 104.804.485, dan yang meminta dikembalikan total Rp 16.166.000.

    Itu artinya, dari polling sementara ini Agus Salim hanya mendapat sumbangan Rp 1.008.000 saja.

    Menanggapi itu, Farhat Abbas tak terima, bahkan ia berencana melaporkan para donatur ke Dinas Sosial.

    Baca selengkapnya

    2. Viral Momen Langka Pengantin Baru Hujan-hujanan Naik Motor: Pasti akan Jadi Kenangan Indah

    Sebuah video sepasang pengantin menaiki motor hujan-hujanan, viral di media sosial. (World of Buzz)

    Baru-baru ini viral di media sosial aksi pengantin baru hujan-hujanan naik motor.

    Keduanya masih mengenakan baju pernikahan.

    Sebuah video sepasang pengantin menaiki motor hujan-hujanan, viral di media sosial.

    Dalam video tersebut kedua pengantin baru tersebut masih mengenakan baju pernikahan dibalut dengan jas hujan.

    Kesederhanaan momen tersebut sudah cukup untuk membuat siapa saja terharu.

    Termasuk membuat warganet banjir memberikan komentar.

    Diketahui aksi pengantin baru hujan-hujanan ini terjadi di Malaysia.

    Dalam video yang beredar memperlihatkan pasangan pengantin baru.

    Tampak keduanya masih mengenakan pakaian pernikahan.

    Mereka tampak riang mengendarai motor bersama tanpa terganggu oleh hujan lebat.

    Seorang pengguna X membagikan video pasangan pengantin melaju di tengah derasnya hujan, terlihat tanpa beban dan bahagia meskipun cuaca kurang mendukung. 

    Pengantin wanita, yang masih mengenakan gaun songket pernikahannya yang indah, terlihat dalam momen langka dan menggemaskan.

    Dia mengambil alih kemudi motor, sementara suaminya duduk di belakang sebagai penumpang.

    Baca selengkapnya

    3. Istri Benturkan Kepala Selingkuhan Suami Hingga Tewas, Pasangan Korban Kaget: Pamitnya Kerja

    Ilustrasi selingkuh – Istri bunuh selingkuhan suaminya lalu buang ke sampah, suami korban kaget, korban pamitnya kerja (Tribun Jateng)

    Kasus perselingkuhan berujung maut terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Kasus ini bermula dari penemuan jasad wanita di tempat sampah.

    Korban bernama Dameriahta Tarigan (42) yang dibunuh dan dibuang, lalu ditemukan pada Senin (12/11/2024).

    Dari penemuan jasad itu, polisi lalu menangkap 4 tersangka pembunuhan yakni Mariani (49), Dedi (37), Gunawan (41), dan Sanif (36). 

    Tersangka Mariani dan Dedi merupakan pasangan suami istri, namun keduanya sudah pisah ranjang.

    Kapolsek Medan Tembung, Kompol Jhonson, mengatakan Mariani adalah tersangka utama, sedangkan 3 tersangka lain berperan membuang jasad korban.

    Kasus ini berawal ketika Mariani mendapat kabar suaminya membawa masuk wanita ke rumah.

    “Begitu pelaku utama pulang, melihat korban berada di satu ruangan (kamar) bersama suaminya.”

    “Pengakuan pelaku yang kami amankan motifnya cemburu, di mana pelaku merasa sakit hati karena korban ada hubungan dekat dengan suaminya,” paparnya, Sabtu (16/11/2024), dikutip dari TribunMedan.com.

    Mariani terlibat perkelahian dengan korban di dalam kamar disaksikan Dedi.

    Kepala korban dibenturkan ke meja dan lantai hingga mengalami kejang-kejang.

    Baca selengkapnya

    Berita Jatim dan Berita Viral lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

  • Agus Salim Cuma Bawa Rp 1 Juta dari Rp 1,3 MIliar, Farhat Abbas Tak Terima Polling: Gua Ladenin

    Agus Salim Cuma Bawa Rp 1 Juta dari Rp 1,3 MIliar, Farhat Abbas Tak Terima Polling: Gua Ladenin

    TRIBUNJATIM.COM –  Agus Salim kini hanya bisa menerima dana sebesar Rp 1 juta dari total donasi Rp 1,3 miliar.

    Hal ini setelah diadakan polling untuk para donatur soal dana yang sudah terkumpul.

    Diketahui, polemik Agus Salim yang menjadi korban penyiraman air keras hingga kini masih belum berujung.

    Agus kini hanya menerima Rp 1 juta dari donasi yang sebenarnya digunakan untuk biaya pengobatannya.

    Perselisihan mencuat antara Agus dan Pratiwi Noviyanthi, pihak yang mengelola penggalangan dana tersebut. 

    Terbaru, para donatur telah bersepakat untuk menentukan nasib dana tersebut melalui polling. 

    Polling suaraku.co.id itu dibuat Denny Sumargo secara resmi dengan dipantau Kominfo.

    Diketahui uang donasi Rp 1,3 miliar itu kini ada di rekening yayasan milik Pratiwi Noviyanthi, YouTuber yang menggalang dana untuk Agus Salim.

    Farhat Abbas ngotot uang itu harus dikembalikan ke Agus setelah perseteruan mereka.

    Setelah diadakan polling, ada 513 donatur yang sudah memberikan kuasa, melansir dari TribunBogor.

    Dari 513 itu, 8 donatur memilih uangnya diserahkan ke Agus Salim.

    Sementara 253 donatur memilih donasi dialihkan kepada pihak lain yang lebih membutuhkan.

    Lalu ada 82 donatur yang meminta uangnya dikembalikan.

    Dari ketiga pilihan itu, total uang yang diserahkan kepada Agus Salim baru ada Rp 1.000.000

    Sementara untuk pihak lain ada Rp 104.804.485, dan yang meminta dikembalikan total Rp 16.166.000.

    Itu artinya, dari polling sementara ini Agus Salim hanya mendapat sumbangan Rp 1.008.000 saja.

    Sementara sebagian besar dari donatur yang sudah menyumbang, tidak rela uangnya diberikan ke Agus Salim.

    Farhat Abbas Tak Terima

    Farhat Abbas pun menanggapi hasil polling itu dengan sinis.

    Farhat Abbas pun menantang donatur kliennya untuk datangi rumahnya jika ingin tagih uang.

    Bahkan Farhat Abbas juga berencana melaporkan para donatur ke Dinas Sosial.

    “Alah enggak usah lah begitu-begitu (polling). Ini lagi dilaporin ke Dinas Sosial, nanti biar Dinas Sosial yang negur dia,” kata Farhat Abbas.

    Bahkan Farhat Abbas mengancam para donatur yang ingin mengambil uang untuk dipersilakan datang ke rumahnya.

    “Seluruh donatur kalau mau ambil uangnya sini ke rumah gua, sini cari gua.”

    “Kalau ada donatur yang mau ribut, gua bakal ladenin karena uang lu udah di Novi, di yayasan, makanya gua jawab gitu.”

    “Coba uangnya di Agus saya pasti sopan, tapi gara-gara uangnya di Novi enggak sopan dong, orang enggak ngapain lagi fokus kesehatan Agus lu tagih-tagih uang,” repet Farhat Abbas.

    Menanggapi hal itu, kuasa hukum donatur, Doddy Haribowo mengatakan, apa yang disampaikan Farhat Abbas bukan solusi.

    “Banyak orang berpikir di persoalan ini, tapi tidak memberi solusi. Silakan saja berpendapat, karena apa yang kita lakukan ini untuk mencari solusi,” kata dia.

    Menurut dia, para donatur memiliki hak untuk menentukan nasib uangnya.

    Farhat Abbas pun disindir untuk merelakan uangnya sendiri sana, jangan uang donatur.

    “Kalau itu uangnya dari dia sendiri silakan aja, kan donatur ini punya hak. Yang mendasar kan kepemilikannya ada di donatur,” jelas Doddy.

    Ia pun akan membawa hasil polling tersebut nantinya ke persidangan.

    “Jangan mentang-mentang orang udah kasih uang, terus diselewengkan, kita diam, enggak bisa gitu.”

    “Karena tidak ada hukum yang mengejawantahkan moral itu, makanya kita minta ke majelis hakim,” tandas Doddy.

    Agus Salim sendiri mengalami stres setelah uang donasi Rp1,3 M ditahan yayasan. 

    Ia bahkan menolak untuk dioperasi dan ingin pulang ke daerah asalnya, Aceh.

    Kondisi Agus Salim ini diungkap sendiri oleh kuasa hukumnya, Farhat Abbas.

    Menurut Farhat Abbas, kliennya kini stres dan menolak dioperasi.

    “Agus sudah mau pulang ke Aceh, dia sudah stres, sudah enggak mau dioperasi.”

    “Tapi saya paksakan, ‘Kamu harus operasi’,” kata Farhat Abbas dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

  • Pesan Denny Sumargo setelah Agus Salim Gagal Dapat Donasi Rp 1,3 M: Kalau Diterima Udah Nggak Berkat

    Pesan Denny Sumargo setelah Agus Salim Gagal Dapat Donasi Rp 1,3 M: Kalau Diterima Udah Nggak Berkat

    TRIBUNJATIM.COM – Presenter Denny Sumargo memberikan pesan usai korban penyiraman air keras, Agus Salim terancam gagal dapat donasi Rp 1,3 miliar.

    Denny Sumargo diketahui adalah orang yang awalnya donasi untuk Agus Salim melalui podcast-nya oleh YouTuber Pratiwi Noviyanthi.

    Denny Sumargo juga sempat menyumbang uang Rp 10 juta.

    Kini, melihat masalah donasi ini berbuntut panjang hingga melibatkan hukum, Densu, sapaan akrabnya mengaku lelah.

    Meski ia mengaku tak menyesal membantu Agus Salim.

    “Kalau menyesal bantu orang enggak. Cuma saya menyayangkan saja akhirnya donasi ini serumit dan sepolemik ini. Capek sih lihatnya,” ungkap Denny Sumargo di Polda Metro Jaya, Senin (18/11/2024).

    Denny lelah melihat kasus ini melebar ke mana-mana.

    “Gue juga capek lihatnya. Maksudnya ini kan donasi, ya lu berobat sono. Jadi ke sini lah, ke sini lah, ke Polda lah balik lagi ke situ, ke Deddy Corbuzier,” tutur Denny.

    Mantan pebasket nasional ini juga menyayangkan kegunaan uang donasi Rp 1,5 miliar yang terkumpul untuk Agus.

    “Iya harusnya donasi 1 sekian miliar itu jadi berkat. Sekarang jadi uang panas. Itu uang sudah digugat kiri, digugat kanan, itu kalau diterima juga kayaknya sudah enggak berkat,” kata Denny, melansir dari Kompas.com.

    Sebagai informasi, Agus sempat memakai uang donasi itu untuk membayar utang dan membeli kebutuhan tersier.

    Sedangkan untuk berobat ia tetap memakai fasilitas BPJS, yang artinya tidak memerlukan biaya. Alhasil para donatur merasa kecewa.

    Akhirnya sisa uang donasi itu dikembalikan ke Noviyanthi.

    Denny pun terlibat perselisihan dengan Farhat Abbas yakni kuasa hukum Agus.

    Kini, Denny tengah membuka polling yang bisa diisi para donatur untuk menentukan pengelolaan sisa donasi tersebut.

    Pada hasil polling terbaru, Selasa (19/11/2024), 597 donatur memberikan kuasa atas donasi yang diberikan.

    Dari 597 itu, ada 9 donatur yang memilih uangnya diserahkan ke Agus Salim yakni sebesar Rp 1.208.000

    Sementara 288 donatur memilih donasi dialihkan kepada pihak lain yang lebih membutuhkan.

    Totalnya mencapai Rp 117.324.485.

    Lalu ada 101 donatur yang meminta uangnya dikembalikan yakni  Rp 23.816.000

    Itu artinya, dari polling sementara ini Agus Salim hanya mendapat sumbangan Rp 1.208.000 saja.

    Melihat ini, kuasa hukum Agus Salim, Farhat Abbas ngamuk.

    Ia pun menuduh Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanthi yang telah membuat polling itu.

    “Heh Denny, Novi, kurang kerjaan kalian. Ini sumbangannya udah buat Agus, gak usah polling lagi. Itu mau cari gara-gara sama saya aja,” kata Farhat Abbas.

    Menurut Farhat Abbas, uang donasi itu sudah sepenuhnya milik Agus Salim.

    Bahkan dirinya menantang donatur untuk menggugat Agus satu persatu.

    “Suruh orang masing-masing aja. yang mau menggugat Agus, walaupun Rp 7.000 tunjuk pengacara, silakan gugat masing-masing, gak usah dikumpulin,” beber dia.

    Dengan begitu, dirinya meyakini kalau para donatur akan memilih mengiklhaskan daripada membayar pengacara untuk menuntut Agus.

    “Ngapain kalian bikin repot dunia ini, Agus aja masih sakit,” kata dia.

    Saat ditanya hasil polling yang lebih banyak memilih donasi diberikan ke pihak lain, Farhat Abbas pun langsung murka.

    Farhat mengancam akan melaporkan Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanthhi.

    “Kalau kayak gitu besok Denny sama Novi saya laporin lagi, terkait mengganggu uangnya Agus.,” kata dia.

    Namun wartawan menjelaskan bahwa polling itu bukan dibuat oleh Densu dan Teh Novi.

    Farhat Abbas kekeuh akan tetap melaporkan yang membuat polling itu.

    Ia pun tertawa saat tahu ternyata yang membuat polling adalah para donatur.

    “Yang bikin gw laporin, donatur nanti gw laporin masing-masing,” kata Farhat Abbas.

    Farhat meyakini, polling itu dibuat untuk mengolok-olok kliennya.

    “Tindakan polling untuk mempermalukan Agus itu adalah tindakan kriminal, silakan kalian gugat,” katanya.

    Bahkan Farhat Abbas yakin jika uang itu nantinya akan tetap jatuh ke tangan Agus Salim.

    “Kalau memang kurang ajar silakan Farhat Abbas ga takut, silakan kasih ke Dinsos, gak akan diterima, itu amal bukan donasi,” ungkapnya.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

  • Polda Metro Jaya Bakal Usut Laporan Denny Sumargo terhadap Farhat Abbas

    Polda Metro Jaya Bakal Usut Laporan Denny Sumargo terhadap Farhat Abbas

    Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya membenarkan selebritas Denny Sumargo (DS) melaporkan pengacara Farhat Abbas (FA) terkait kasus dugaan pengancaman. Polda Metro Jaya berjanji akan mengusut tuntas pelaporan Denny Sumargo.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan, pelaporan Denny Sumargo terhadap pengacara Farhat Abbas dilakukan pada Senin (18/11/2024).

    “Polda Metro Jaya menerima laporan dari saudara SB selaku advokat tentang dugaan peristiwa pengancaman, korbannya saudara DS dan terlapornya saudara FA,” kata Ade Ary kepada wartawan, Selasa (19/11/2024).

    Ade Ary menyampaikan, Denny merasa keberatan dengan ancaman Farhat Abbas yang hendak menghajarnya. Hal tersebut ada dalam sebuah video yang diserahkan Denny saat melaporkan Farhat Abbas.

    “Saat melaporkan pelapor menyertakan bb satu unit elektronik video,” katanya.

    Ade Ary mengatakan bahwa pihaknya bakal mengusut kasus tersebut. Dia meminta publik menunggu.

    “Ini akan didalami oleh rekan-rekan penyelidik. Laporannya baru saja diterima beberapa hari lalu,” kata dia.

  • Denny Sumargo Laporkan Balik Farhat Abbas Terkait Dugaan Pengancaman 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        19 November 2024

    Denny Sumargo Laporkan Balik Farhat Abbas Terkait Dugaan Pengancaman Megapolitan 19 November 2024

    Denny Sumargo Laporkan Balik Farhat Abbas Terkait Dugaan Pengancaman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan pebasket profesional sekaligus artis peran Denny Sumargo melaporkan pengacara Farhat Abbas terkait kasus dugaan pengancaman ke Polda Metro Jaya, Jumat (8/11/2024).
    Laporan pemeran Arial dalam film 5 CM itu teregistrasi dengan nomor LP/B/6802/XI/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.
    “Polda Metro Jaya menerima laporan dari saudara SB selaku pengacara (Denny Sumargo) tentang dugaan peristiwa pengancaman. Korbannya DS, terlapornya FA,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Selasa (19/11/2024).
    Laporan ini bermula saat Denny Sumargo tidak terima dengan pernyataan Farhat Abbas saat berbicara di depan wartawan soal dirinya.
    “Terlapor mengatakan, korban terbiasa untuk berbicara kasar. Terlapor juga mengatakan akan menghajar korban. Atas kejadian tersebut, korban merasa dirugikan,” ujar Ade Ary. 
    Dalam laporan ini, Denny Sumargo melaporkan Farhat Abbas dengan Pasal 369 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
    Laporan ini dibuat setelah Farhat Abbas melaporkan Denny Sumargo ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (7/11/2024).
    Farhat Abbas melaporkan Denny Sumargo terkait Pasal 16 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau atau Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan. 
    “(Pelapor) FA, laki-laki. Terlapor DS, laki-laki (
    public figure
    ),” kata Ade Ary, saat dikonfirmasi Jumat (8/11/2024).
    Dalam laporan itu, Farhat Abbas mengaku mendapatkan video dari TikTok yang diduga berisi ujaran kebencian mengandung SARA oleh Denny Sumargo terhadap dirinya. 
    “Isinya (dugaan ujaran kebencia) ‘Kita ini orang Makassar bos, kau Bugis kan, cabut pedangmu, heh ada burungmu cabut pedangmu, kasih tau kasihmu’,” kata dia. 
    Farhat Abbas disebut telah melayangkan somasi. Namun, belum ada permintaan maaf sehingga melaporkan Denny Sumargo ke polisi.
    Untuk diketahui, perseteruan mereka bermula saat Farhat Abbas resmi menjadi kuasa hukum Agus Salim (32), korban penyiraman air keras di Cengkareng.
    Agus Salim melaporkan Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan Pratiwi Noviyanthi ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pencemaran nama baik.
    Dugaan pencemaran nama baik itu setelah Agus Salim disebut tidak amanah terhadap uang donasi yang digalang oleh Noviyanthi. 
    Penggalangan donasi secara terbuka terhadap Agus Salim usai dia dan Noviyanthi diundang sebagai narasumber podcast Denny Sumargo.
    Setelah laporan ini, Denny Sumargo mengomentari sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @rm_cutienews berupa kata “tae” dengan emoji tertawa menangis.
    Komentar itu rupanya menjadi bola panas yang ditanggapi serius oleh Farhat Abbas. Farhat Abbas disebut ingin menghajar Denny Sumargo.
    Menanggapi hal tersebut, Denny Sumargo mendatangi rumah Farhat Abbas karena ingin mengajar dirinya.
    Dari rentetan peristiwa itu, keduanya pun saling lapor ke polisi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Saya Masih di Atas Denny

    Saya Masih di Atas Denny

    JABAR EKSPRES – Baru-baru ini sedang viral Denny Sumargo diam daiam melaporkan Farhat Abbas ke polisi atas dugaan pengancaman.

    Ketegangan antara pengacara Farhat Abbas dan aktor Denny Sumargo semakin memanas. Keduanya kini saling melaporkan ke pihak berwajib atas perseteruan yang awalnya bermula dari perbedaan pandangan di media sosial.

    Farhat Abbas menegaskan bahwa dirinya tidak gentar meski dilaporkan oleh Denny. “Kalau Denny mau main hukum, silakan. Saya tidak takut,” ungkap Farhat dalam wawancara dengan kanal YouTube Cumicumi, Senin (18/11/2024).

    Farhat menilai bahwa sindiran Denny yang menuliskan kata “Tae” di kolom komentar media sosialnya sudah melampaui batas. Farhat juga menyayangkan tindakan Denny yang langsung mendatangi rumahnya. Meski saat itu Farhat tidak melawan, ia memilih melaporkan kejadian tersebut ke polisi setelah Denny pergi.

    Denny Sumargo: Mengutamakan Jalur Hukum

    Di sisi lain, Denny Sumargo juga telah melaporkan Farhat Abbas ke polisi atas dugaan ancaman. Kuasa hukum Denny, Anwar, mengungkapkan bahwa laporan tersebut dilakukan dua minggu lalu secara diam-diam. “Hari ini Denny diperiksa oleh pihak kepolisian. Ada 13 pertanyaan yang diajukan,” ujar Anwar.

    Baca Juga: Cara Mudah Klaim Bonus Rp100.000 Pengguna Baru di Aplikasi Penghasil Saldo DANA

    Anwar menegaskan bahwa fokus laporan ini adalah ancaman yang diduga dilakukan oleh Farhat. Ia berharap langkah hukum ini memberikan efek jera dan mengakhiri perseteruan yang memanas.

    Farhat Abbas: “Saya Masih di Atas Denny”

    Farhat Abbas tidak tinggal diam. Ia menyebut bahwa dirinya tidak merasa kalah hebat dari Denny. “Denny sehebat apa pun tetap di bawah saya. Intinya, saya masih di atas dia,” tegas Farhat.

    Namun, Farhat tetap menolak berdamai. Menurutnya, Denny perlu diberi pelajaran melalui jalur hukum agar dapat merubah sikap. “Orang seperti Denny ini tidak bisa dibaik-baiki. Harus digigit pakai hukum, baru dia sopan,” tambah Farhat.

    Perseteruan Bermula dari Uang Donasi

    Perseteruan ini diduga bermula dari kasus donasi Rp1,3 miliar untuk Agus Salim, korban penyiraman air keras. Farhat Abbas, yang membantu korban, dituduh merekayasa kasus tersebut. Namun, Farhat membantah dan menyatakan bahwa dirinya hanya ingin membantu Agus.

  • Densu Ogah Damai setelah Laporkan Balik Farhat Abbas

    Densu Ogah Damai setelah Laporkan Balik Farhat Abbas

    Jakarta, Beritasatu.com – Aktor Denny Sumargo atau akrab disapa Densu, mengaku siap menghadapi Farhat Abbas di meja hijau. Pasalnya, ia telah melaporkan balik mantan suami Nia Daniaty itu ke Polda Metro Jaya pada hari yang sama saat Farhat melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Selatan.

    Denny mengatakan, sementara ini dirinya belum mau berdamai dengan pengacara tersebut. Hal itu lantaran, Farhat Abbas dirasa sudah terlalu jauh berurusan dengannya, hingga melibatkan hukum.

    “Saya sejauh ini belum ada kepikiran itu (kemungkinan damai) karena ini sudah masuk ranah hukum, meskipun dia  sudah mencabut laporannya di sana (Polres Metro Jakarta Selatan),” ungkap Denny Sumargo seusai menjalani pemeriksaan atas laporannya di Ditreskrimum Polda Metro Jaya Jakarta, Senin (18/11/2024).

    Denny mengaku, awalnya ia bersikap santai dan menganggap masalahnya dengan Farhat selesai setelah mengunjungi rumah mantan suami Nia Daniaty itu. Namun, karena Farhat tetap melanjutkan laporannya, akhirnya Densu melaporkan balik Farhat dengan tuduhan pengancaman.

    “Teman-teman tahu saya dari awal santai saja. Namun, ternyata dia memperpanjang kasus ini. Melihat itu sebagai bentuk ancaman, tentunya ini membuat keluarga saya khawatir dan takut. Makanya, saya memutuskan untuk melapor balik. Ini adalah saya untuk mengonfirmasi ancaman yang dia lakukan,” tuturnya.

    Sementara itu, kuasa hukum Denny Sumargo, Mohammad Anwar, menambahkan, pihaknya tidak perlu terlalu banyak berbicara mengenai kasus ini.

    “Kami memilih untuk diam saja, tidak perlu heboh,” tandas Anwar.

  • Polda Metro Jaya Bakal Usut Laporan Denny Sumargo terhadap Farhat Abbas

    Lapor Balik Polisi, Denny Sumargo Geram setelah Farhat Abbas Ancam Keluarganya

    Jakarta, Beritasatu.com – Laporan yang diajukan Farhat Abbas ke Polres Metro Jakarta Selatan, menjadi pemicu Denny Sumargo untuk melaporkan balik mantan suami Nia Daniaty itu ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pengancaman.

    Awalnya, Denny dan Farhat sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang permasalahan tersebut. Namun, Farhat justru melaporkannya ke pihak berwajib.

    “Buat saya, sebenarnya masalah itu sudah selesai, damai. Namun, setelah itu ternyata dia laporan polisi dan dipanjangkan lagi. Jadi saya berpikir, ini orang mau ke mana sih?” ujar Denny Sumargo setelah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin (18/11/2024).

    Denny mengakui, perselisihan dengan Farhat Abbas telah mengganggu pekerjaan dan aktivitasnya sebagai seorang pekerja seni.

    “Dia sudah mengganggu aktivitas saya. Oleh karena itu, terima kasih banyak buat Pak Anwar dan tim advokatnya sudah membantu saya untuk menghadapi masalah hukum ini,” terangnya.

    Lebih dari sekadar mengganggu aktivitas, menurut Denny, tindakan Farhat Abbas juga mengancam keselamatan keluarganya. Hal itulah yang menjadi alasan pria yang akrab disapa Densu itu merasa perlu mengambil langkah hukum untuk melindungi diri dan keluarganya.

    “Ini bentuk antisipasi saya saja. Dan kemudian saya merasa apa yang dilakukan pengacara saya sudah tepat. Saya juga kaget ya, maksudnya atensi dari Polda, saya terima kasih banyak karena laporan saya langsung diproses,” tegasnya.

    Sebelumnya, Denny Sumargo datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan yang dilayangkannya terhadap Farhat Abbas.

    Selama pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Denny diberikan 13 pertanyaan dan menjalani proses tersebut selama 3,5 jam.

  • Makin Panas, Ini Alasan Denny Sumargo Lapor Balik Farhat Abbas ke Polisi

    Makin Panas, Ini Alasan Denny Sumargo Lapor Balik Farhat Abbas ke Polisi

    Jakarta, Beritasatu.com – Perseteruan presenter Denny Sumargo (Densu) dengan pengcara Farhat Abbas makin panas. Setelah dilaporkan Farhat Abbas ke polisi, Densu ternyata tidak tinggal diam. Dia melaporkan balik Farhat ke Polda Metro Jaya. Apa alasannya?

    Denny Sumargo mengaku melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, pasca-dirinya dilaporkan oleh Farhat ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan tuduhan melakukan ujaran kebencian dan diskriminasi ras.

    “Jadi awalnya saat saya tahu dilaporkan dia (Farhat Abbas), beliau (kuasa hukum) datang ke saya dan bilang ‘bang ini sudah enggak benar, boleh enggak kita antisipasi secara hukum karena kan awalnya abang dan FA berdamai, kok malah diperpanjang dan dilaporkan’. Dari situ saya bilang ya sudah kalau mau (laporkan balik) saya kasih surat kuasanya,” kata Densu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/11/2024).

    Denny Sumargo hari ini diperiksa sebagai pelapor oleh penyidik Direktorat Kriminal dan Reserse Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. 

    “Hari ini kami memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan atas laporan kami kepada Farhat Abbas terkait pasal pengancaman yang kami layangkan dua minggu lalu,” kata kuasa hukum Denny Sumargo, Mohammad Anwar.

    Anwar mengatakan pihaknya melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya pada hari yang sama setelah Farhat melaporkan Densu ke Polres Metro Jakarta Selatan.

    “Tadi di dalam penyidik melakukan BAP kepada Densu dari pukul 10.30 WIB sampai pukul 14.00 WIB dengan menanyakan total 13 pertanyaan terkait laporannya itu, dan terkait bukti juga telah kita sampaikan kepada penyidik,” ujar Anwar.

    Denny Sumargo dan Farhat Abbas berseteru buntut kasus donasi untuk Agus, korban penyiraman air keras yang diberikan oleh Noviyanthi. 

    Awalnya, Farhat Abbas yang merupakan kuasa hukum Agus menilai Densu harus juga bertanggung jawab atas kisruh yang terjadi.

    Tak terima, Denny Sumargo menuliskan komentar ‘tae’ disebuah unggahan wawancara yang dijalani Farhat. Menanggapi hal itu, Farhat pun menantang ingin menghajar Densu.

    Menjawab tantangan itu, Denny Sumargo datang ke kediaman Farhat Abbas dengan mengaku sebagai orang Makassar dan tidak takut dengan Farhat yang orang Bugis. Sebenarnya dalam pertemuan itu, keduanya sudah berdamai, namun tiba-tiba Farhat melaporkan Denny Sumargo ke polisi.

  • Denny Sumargo Laporkan Balik Farhat Abbas ke Polisi atas Dugaan Pengancaman

    Denny Sumargo Laporkan Balik Farhat Abbas ke Polisi atas Dugaan Pengancaman

    Jakarta, Beritasatu.com – Perseteruan antara Denny Sumargo dan pengacara Farhat Abbas terus berlanjut. Kali ini, Denny Sumargo melaporkan balik Farhat Abbas ke polisi dengan tuduhan pengancaman.

    Laporan balik tersebut terungkap setelah Denny Sumargo mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (18/11/2024) untuk proses penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam pemeriksaan tersebut, Denny Sumargo didampingi oleh pengacaranya, Mochamad Anwar.

    Mochamad Anwar menjelaskan bahwa laporan balik ini sebenarnya telah dilakukan dua minggu lalu. Ia mengonfirmasi bahwa pemeriksaan yang berlangsung hari ini adalah bagian dari proses hukum atas dugaan pengancaman yang dilakukan Farhat Abbas.

    “Dua minggu yang lalu kami sudah melayangkan laporan. Kami memang tidak mengumumkan secara terbuka, tapi teman-teman pasti tahu konfliknya. Laporan itu diterima, dan hari ini kami menjalani BAP yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan selesai sekitar pukul 14.00 WIB, dengan 13 pertanyaan yang cukup panjang,” kata Mochamad Anwar.

    Denny Sumargo – (Beritasatu/Instagram)

    Dalam kesempatan yang sama, Denny Sumargo mengungkapkan bahwa sebenarnya ia tidak berniat melaporkan Farhat Abbas. Setelah bertemu langsung dengan Farhat di rumahnya, ia merasa masalah tersebut sudah selesai.

    “Tapi kemudian pengacara saya menghubungi dan mengatakan bahwa ini sudah keterlaluan. Jadi saya memutuskan untuk memberi surat kuasa kepada mereka agar masalah ini diselesaikan secara hukum, karena sebagai warga negara saya punya hak,” jelas Denny Sumargo.

    Pria yang akrab disapa Densu itu menambahkan bahwa niat awalnya bukan untuk memperpanjang masalah atau membawa kasus ini ke ranah hukum. Namun, keputusan untuk melaporkan Farhat Abbas diambil sebagai bentuk antisipasi demi kenyamanan keluarganya.

    “Ini bentuk antisipasi saja. Saya merasa langkah yang diambil pengacara saya sudah tepat. Semoga proses hukum ini bisa memberikan titik terang dalam menyelesaikan masalah yang saya hadapi,” kata Denny Sumargo.

    Perselisihan antara Denny Sumargo dan Farhat Abbas bermula dari kasus donasi yang diterima Agus Salim sebesar Rp 1,5 miliar. Agus Salim mendapat kritik dari Novi, penggagas donasi, karena dianggap menyalahgunakan sumbangan tersebut.

    Di tengah kontroversi itu, Farhat Abbas membela Agus Salim, sementara Denny Sumargo memberikan ruang bagi Novi dan Agus Salim untuk memberikan klarifikasi melalui podcast-nya. Namun, langkah Denny Sumargo tersebut mendapat kritik dari Farhat Abbas, bahkan Farhat Abbas terprovokasi dan mengaku siap untuk bertindak fisik.

    Puncaknya, Denny Sumargo mendatangi rumah Farhat Abbas untuk klarifikasi, namun setelah pertemuan itu, Farhat Abbas melaporkan Denny Sumargo ke polisi. Tak lama setelah itu, Denny Sumargo pun melaporkan balik Farhat Abbas ke pihak berwajib.