Tag: Deni Wicaksono

  • HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

    HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

     

    Surabaya (beritajatim.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah tantangan politik, ekonomi, dan geopolitik.

    Rakernas I sekaligus pembukaan HUT ke-53 menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang kritis dan bekerja nyata bersama rakyat.

    Rakernas I PDI Perjuangan diproyeksikan sebagai forum strategis untuk memperkuat soliditas kader serta merumuskan sikap politik partai atas berbagai isu nasional dan global.

    Agenda ini juga menguatkan kerja-kerja kemanusiaan melalui gotong royong kader, termasuk respons kebencanaan di Aceh, Sumbar, Sumut, Sulut, Jawa Barat, dan wilayah terdampak lainnya.

    “Rakernas I bukan agenda rutin, melainkan penegasan konsolidasi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang kritis dengan kerja nyata di tengah rakyat, sekaligus meneguhkan semangat juang memuliakan kemanusiaan dan keadilan,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, Jumat (91/2026).

    Tema Satyam Eva Jayate menjadi pijakan moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila berlandaskan spirit 1 Juni 1945. Bagi generasi muda, tema ini menjadi pesan etika di ruang digital untuk berani bersuara kritis dan menempuh jalan yang berpihak pada kebenaran.

    “Satyam Eva Jayate adalah perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila. Bagi pemuda, ini pesan untuk berani berbicara kritis dan memperjuangkan kebenaran serta keadilan,” ujar Deni.

    Rakernas I juga akan membahas sikap politik partai atas persoalan geopolitik, krisis ekologis, ekonomi, korupsi, penegakan hukum, hingga program internal. Pesan utama yang ditegaskan adalah kebenaran akan selalu menang meski sering hadir terlambat, mencakup ideologi, hukum, moral, etika, dan suara rakyat.

    “Satyam Eva Jayate menjadi jangkar pesan bahwa kebenaran akan selalu menang,” tegasnya.

    Dalam kerangka pilar ideologis, patriotisme, dan kerakyatan, partai meneguhkan posisi kader sebagai penjaga kedaulatan di akar rumput dan pelaksana program riil untuk rakyat. Sejarah perjuangan Bung Karno, PNI, PDI, hingga PDI Perjuangan menjadi fondasi kesetiaan pada jalan kerakyatan, konstitusi, hukum, dan demokrasi.

    “Partai lahir dari kandung rakyat dan setia pada jalan kerakyatan. Inilah ruh yang harus dibawa kader menghadapi dinamika politik 2026,” pungkas Deni.[asg/ted]

  • Perayaan Natal PDIP Jatim, Deni Wicaksono: Refleksi Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

    Perayaan Natal PDIP Jatim, Deni Wicaksono: Refleksi Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

    Surabaya (beritajatim.com) – Perayaan Natal bersama yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menjadi ruang refleksi untuk memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman agama dan keyakinan, Senin (29/12/2025).

    Perayaan Natal yang berlangsung sejak sore hingga malam hari di Aula Megawati Soekarnoputri, Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, itu merupakan agenda rutin kader Banteng Jawa Timur setiap tahun sebagai wujud komitmen menjaga toleransi, persaudaraan, dan kebhinekaan.

    Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum refleksi bersama untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah masyarakat yang majemuk.

    “Ini merupakan agenda rutin PDI Perjuangan Jawa Timur. Kami selalu menggelar perayaan Natal setiap tahun. Tahun 2025 digelar tanggal 29 Desember, dan kegiatan ini sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan saudara-saudara kita yang merayakan Natal,” ujar Deni Wicaksono.

    Deni yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur menyampaikan, kehadiran jajaran pengurus DPD dalam perayaan Natal merupakan bentuk dukungan moral dan doa bersama agar semangat Natal membawa kedamaian, kasih, serta harapan baru bagi umat Kristiani dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

    Menurutnya, sejak awal berdiri PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai partai nasionalis yang terbuka, inklusif, dan tidak dimiliki oleh satu golongan tertentu.

    “Pesan kami jelas, PDI Perjuangan adalah partai yang terbuka. Kami tidak dimiliki oleh satu golongan saja. Kami membuka diri kepada seluruh lapisan masyarakat, dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan sosial. PDI Perjuangan hadir dan bergerak bersama masyarakat,” tegasnya.

    Deni menjelaskan, semangat persatuan dan toleransi yang tercermin dalam perayaan Natal juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan keagamaan lain yang rutin dilakukan PDI Perjuangan Jawa Timur.

    Pada bulan Ramadan, misalnya, PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar tadarus Al-Qur’an, buka puasa bersama, Salat Tarawih berjamaah, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

    “Ketika Ramadan, kami juga menggelar pembacaan Al-Qur’an dan banyak kegiatan lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, saling menghormati, dan gotong royong,” kata Deni.

    Dalam rangkaian perayaan Natal tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada 50 anak panti asuhan dari Panti Asuhan Yestoya Jemur Andayani, Panti Asuhan Agape Kembang Kuning, serta anak-anak relawan.

    Kegiatan sosial ini menjadi bentuk kepedulian partai terhadap anak-anak yang membutuhkan sekaligus memperkuat pesan bahwa perayaan keagamaan harus diiringi aksi nyata berbagi kasih.

    Perayaan Natal yang menghadirkan pengkhotbah Pendeta Dr Juanda S.Sos, M.TH, M.MIS berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan kader Banteng, jajaran pengurus DPD, anggota fraksi, serta umat Kristiani mengikuti doa bersama dengan khusyuk.

    Doa-doa dipanjatkan untuk kedamaian bangsa, persatuan Indonesia, serta harapan agar nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi terus tumbuh di tengah dinamika sosial.

    Melalui perayaan Natal ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat harmoni sosial dan mempererat hubungan antarumat beragama.

    “PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui aktivitas politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan yang menumbuhkan semangat gotong royong,” pungkas Deni. [asg/beq]

  • Deni Wicaksono Salurkan Puluhan Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Ngawi

    Deni Wicaksono Salurkan Puluhan Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Ngawi

    Ngawi (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menyalurkan puluhan bantuan alat bantu disabilitas berupa kursi roda dan perlengkapan pendukung lainnya di Kabupaten Ngawi. Penyaluran ini menjadi wujud kehadiran wakil rakyat dalam mengawal aspirasi seluruh lapisan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

    “Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui DPRD Jawa Timur untuk memastikan aspirasi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, benar-benar sampai dan diwujudkan,” kata Deni Wicaksono saat penyaluran bantuan alat bantu disabilitas di Kantor Dinsos Kabupaten Ngawi, Sabtu (27/12/2025).

    Bantuan yang disalurkan berjumlah 41 unit alat bantu disabilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima. Seluruh penerima telah melalui proses pendataan dan verifikasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Ngawi.

    “Kami ingin bantuan ini tepat sasaran dan bisa langsung dimanfaatkan oleh penerima untuk mendukung aktivitas sehari-hari mereka,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

    Dalam penyaluran tersebut, Deni menjelaskan bantuan yang diberikan meliputi 16 unit kursi roda standar untuk mendukung mobilitas dasar, 8 unit kursi roda multiguna yang fleksibel digunakan dalam berbagai kondisi.

    Selain itu, juga ada 4 unit kursi roda khusus cerebral palsy, 1 unit kruk, 1 unit tongkat kaki tiga, 1 unit walker untuk menopang keseimbangan saat berjalan, serta 10 unit prostese bagi warga yang kehilangan anggota gerak. “Semua jenis alat bantu ini kami dorong agar benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan penerima,” ucap dia.

    Deni menyampaikan, penyerahan bantuan ini berasal dari aspirasi masyarakat yang dihimpun dan dikawal hingga terealisasi. Menurut dia, tugas wakil rakyat tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi juga memastikan tindak lanjut di lapangan.

    “Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat, mengawal aspirasi semua golongan agar tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan layanan dan perhatian,” ucap dia.

    Dia berharap bantuan alat bantu disabilitas ini dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penerima. Selain itu, dia mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat layanan sosial.

    “Harapannya bantuan ini memberi manfaat nyata dan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun layanan sosial yang adil dan inklusif,” tutup Deni. [asg/kun]

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Salurkan 68 Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas di Trenggalek

    Wakil Ketua DPRD Jatim Salurkan 68 Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas di Trenggalek

    Trenggalek (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyalurkan bantuan alat bantu disabilitas dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur kepada warga Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut menyasar penyandang disabilitas dan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan alat bantu mobilitas untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, Jumat, 26 Desember 2025. Bantuan ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang disalurkan berdasarkan usulan kebutuhan masyarakat di daerah.

    “Bantuan ini berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan disalurkan melalui usulan yang kami ajukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di Trenggalek,” kata Deni Wicaksono saat penyerahan bantuan.

    Deni menjelaskan, pada tahap penyaluran kali ini jumlah penerima manfaat mencapai 68 orang. Para penerima berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Trenggalek dan telah melalui proses pendataan serta verifikasi oleh instansi terkait.

    “Jumlah penerima ada 68 orang dengan jenis bantuan yang disesuaikan kondisi masing-masing penerima agar benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

    Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi 45 unit kursi roda standar, 18 unit kursi roda multiguna tiga fungsi, serta satu unit kursi roda khusus bagi penyandang cerebral palsy. Selain itu, bantuan juga mencakup tiga pasang kruk, satu unit walker, serta alat bantu lainnya sesuai dengan kebutuhan penerima.

    Menurut Deni, penyaluran alat bantu disabilitas ini merupakan bentuk komitmen DPRD Jawa Timur dalam mendorong pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas. Ia menilai kolaborasi antara DPRD, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjadi faktor penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

    “Kami ingin memastikan negara hadir, tidak hanya lewat kebijakan, tapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Karena itu kami bekerja sama dengan Dinsos agar pendataan dan penyalurannya akurat,” ucap Deni.

    Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meningkatkan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

    “Harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat perlindungan sosial,” kata Deni.

    Dalam kesempatan itu, Deni juga menyoroti masih adanya keterbatasan akses dan fasilitas bagi penyandang disabilitas di sejumlah daerah. Menurutnya, penyaluran alat bantu ini diharapkan menjadi pemantik bagi penguatan layanan sosial yang lebih inklusif ke depan.

    “Ini merupakan bagian dari upaya membangun keadilan sosial. Ke depan kami akan terus mendorong peningkatan layanan dan anggaran agar kebutuhan penyandang disabilitas bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” tutup Deni. [asg/beq]

  • Resmi Dilantik, usunan Pengurus DPD PDIP Jatim 2025-2030 di Bawah Said Abdullah
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        20 Desember 2025

    Resmi Dilantik, usunan Pengurus DPD PDIP Jatim 2025-2030 di Bawah Said Abdullah Surabaya 20 Desember 2025

    Resmi Dilantik, usunan Pengurus DPD PDIP Jatim 2025-2030 di Bawah Said Abdullah
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – DPD PDI-Perjuangan Jatim merilis struktur pengurus baru periode 2025-2030.
    Dalam struktur tersebut,
    Said Abdullah
    kembali ditunjuk kembali sebagai Ketua DPD PDI-Perjuangan Jatim.
    Pengurus DPD PDI-Perjuangan Jatim periode 2025 – 2030 dilantik usai gelaran Konfrensi Daerah PDI-Perjuangan Jatim, Sabtu (20/12/2025) di Surabaya.
    Dalam susunan pengurus, muncul sejumlah nama baru di beberapa posisi, seperti Deni Wicaksono yang didapuk sebagai Sekertaris DPD PDI-Perjuangan Jatim dan Wara Sundari Renny Pramana sebagai Bendahara. Selain itu juga ada nama Didik Prasetyono.
    Pelantikan serta pengucapan sumpah dan janji pengurus dipimpin Ketua DPP
    PDI Perjuangan
    Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.
    Usai pelantikan, Said menyebut amanah tersebut sangat berat jika dipikul sendirian. 
    “Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” terang Said.
    Dengan komposisi pengurus yang memadukan kader berpengalaman dan figur profesional, Said berharap PDI-Perjuangan Jatim diharapkan semakin solid, adaptif, dan siap menghadapi dinamika politik nasional maupun daerah.
    Konferda DPD PDI-Perjuangan Jatim digelar bersamaan dengan Konferensi Cabang PDI-Perjuangan di 38 kabupaten dan kota di Jatim.
    Menurut Said, Konferda dan Konfercab  melahirkan kepengurusan yang lebih segar, solid, dan militan. 
    “Spirit juang kepengurusan baru harus mampu menyatukan kekuatan partai, membangun
    Jawa Timur
    , serta memastikan PDI Perjuangan selalu hadir bersama rakyat,” pungkasnya. (K15-11)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gus Wahab Masuk Pengurus PDIP Jatim, Momentum Perkuat Poros Nasionalis–Religius

    Gus Wahab Masuk Pengurus PDIP Jatim, Momentum Perkuat Poros Nasionalis–Religius

    Surabaya (beritajatim.com) — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan masuknya KH Abdul Wahab Yahya atau Gus Wahab ke jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menjadi momentum penting penguatan sinergi nasionalis dan religius di Jawa Timur.

    Menurut dia, kehadiran pengasuh Pondok Pesantren Muhajirin 2 Tambak Beras Jombang itu menegaskan kedekatan historis dan sosiologis antara PDI Perjuangan dan Nahdlatul Ulama (NU) di basis terbesar NU nasional.

    “Masuknya Gus Wahab sebagai pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memperkuat komitmen kami merawat persaudaraan nasionalis dan religius yang selama ini tumbuh kuat di Jatim,” kata Deni usai Konferda DPD PDI Perjuangan Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

    Deni menjelaskan, Gus Wahab bukan sosok baru dalam ruang kebangsaan. Sebagai cucu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, Gus Wahab dikenal aktif mendorong nilai Islam rahmatan lil alamin, kebangsaan, serta persatuan lintas golongan.

    “Gus Wahab adalah cucu pendiri NU, lahir dari tradisi pesantren besar, dan punya rekam jejak panjang dalam kerja-kerja keumatan dan kebangsaan,” ujar Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Jawa Timur ini.

    Menurut Deni, kehadiran Gus Wahab sekaligus menegaskan posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang berdiri di atas semua golongan dan partai politik. NU, kata dia, tidak pernah menjadi milik satu partai tertentu, melainkan milik bangsa Indonesia.

    “NU bukan milik satu partai, NU milik bangsa. Di situlah PDI Perjuangan memandang NU sebagai saudara ideologis dalam menjaga Pancasila, NKRI, dan kebhinekaan,” ucap Deni.

    Deni menambahkan, Jawa Timur dengan populasi warga NU terbesar memiliki sejarah panjang kolaborasi ulama dan nasionalis dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi. Dia berharap kehadiran Gus Wahab di struktur partai memperkuat dialog kebangsaan, terutama di akar rumput.

    “Di Jawa Timur, PDIP dan NU itu ibarat saudara. Hubungan ini tumbuh dari sejarah, kultur pesantren, dan komitmen bersama menjaga Indonesia,” kata Deni.

    Sebagai tokoh NU, Gus Wahab juga dikenal aktif di berbagai forum nasional, pendidikan pesantren, serta gerakan moderasi beragama. PDI Perjuangan berharap kontribusinya mampu memperkuat agenda kerakyatan, pendidikan, dan persatuan sosial di Jawa Timur.

    “Dengan pengalaman Gus Wahab sebagai ulama muda dan pengasuh pesantren besar, kami optimistis nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berakar pada tradisi kebangsaan bisa terus hidup dalam kerja-kerja politik PDI Perjuangan di Jawa Timur,” tutup Deni. [asg/kun]

  • Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim 2025-2030

    Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim 2025-2030

    Surabaya (beritajatim.com) –  Said Abdullah secara resmi kembali mengemban amanah sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk masa bakti 2025-2030. Kepastian ini dikukuhkan dalam prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah janji pengurus yang dipimpin oleh Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, di Surabaya pada Sabtu (20/12/2025).

    Dalam struktur kepengurusan terbaru ini, posisi Sekretaris DPD kini dipercayakan kepada Deni Wicaksono yang menggantikan Sri Untari Bisowarno. Sementara itu, posisi Bendahara tetap dijabat oleh Wara Sundari Renny Pramana, menjaga kesinambungan manajemen finansial partai di tingkat provinsi.

    Wajah baru turut menghiasi jajaran elit partai berlambang banteng moncong putih di Jawa Timur. Didik Prasetiyono, yang dikenal sebagai mantan Dirut PT SIER, resmi masuk sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif, sebuah posisi strategis untuk memperkuat mesin politik partai.

    Usai dilantik, Said Abdullah yang juga menjabat Ketua DPP Bidang Perekonomian menekankan pentingnya kerja kolektif. Ia menyadari tantangan politik ke depan di wilayah Jawa Timur memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh kader.

    “Saya diminta melanjutkan kepemimpinan periode 2025-2030. Amanat ini sangat berat. Kalau amanat ini dipikul sendirian, tentu tidak sanggup. Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” tegas Said Abdullah.

    Berikut adalah daftar lengkap susunan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur periode 2025-2030:

    KETUA: MH. SAID ABDULLAH

    BIDANG INTERNAL

    Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai: Agus Wicaksono
    Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif: Didik Prasetiyono
    Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Bambang Yuwono
    Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi: Budi Sulistyono Kanang
    Wakil Ketua Bidang Sumber Daya: Pulung Agustanto

    BIDANG PEMERINTAHAN

    Wakil Ketua Bidang Politik: I Made Riandiana Kartika
    Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah: Ipuk Fiestiandani
    Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi: Dewanti Rumpoko
    Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional: Andri Wahyudi
    Wakil Ketua Bidang Perekonomian: Daniel Rohi
    Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan: Didik Nurhadi

    BIDANG KERAKYATAN

    Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Anak: Rudi Afianto
    Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM: Isnainiah
    Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial: Sulistyorini
    Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga: Eri Cahyadi
    Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: KH. Abdul Wahab Yahya
    Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital: Qintharra U. Yassifa
    Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Kelautan dan Perikanan: Fatkurrahman
    Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi: Martin Hamonangan

    SEKRETARIS: DENI WICAKSONO

    Wakil Sekretaris Bidang Internal: Ratih Ditya Wijayanti
    Wakil Sekretaris Bidang Program: Yordan M. Batara-Goa

    BENDAHARA: WARA SUNDARI RENNY PRAMANA

    Wakil Bendahara: Susy Cecilia Agustina S. (tok/ian)

  • Hasil Konferda: Said Ketua PDIP Jatim 2025-2030, Deni Sekretaris, Mantan Dirut SIER Pemenangan Pemilu

    Hasil Konferda: Said Ketua PDIP Jatim 2025-2030, Deni Sekretaris, Mantan Dirut SIER Pemenangan Pemilu

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP Bidang Perekonomian PDI Perjuangan, Said Abdullah kembali menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030. Sekretaris DPD dipercayakan kepada Deni Wicaksono, menggantikan Sri Untari Bisowarno.

    Untuk posisi Bendahara tetap dipercayakan kepada Wara Sundari Renny Pramana. Ada nama baru yang masuk sebagai pengurus, yakni Didik Prasetiyono (mantan Dirut PT SIER). Didik menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif.

    Pelantikan atau pengucapan sumpah dan janji pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030 dilakukan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

    “Saya diminta melanjutkan kepemimpinan periode 2025-20030. Amanat ini sangat berat. Kalau amanat ini dipikul sendirian, tentu tidak sanggup. Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” tegas Said Abdullah usai dilantik. (tok/ian)

  • Menuju Fase Perjuangan Baru, PDIP Jatim Gelar Konferda-Konfercab Serentak

    Menuju Fase Perjuangan Baru, PDIP Jatim Gelar Konferda-Konfercab Serentak

    Surabaya (beritajatim.com) – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan kesiapan pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) 38 kabupaten/kota yang akan digelar serentak di Surabaya pada 20-21 Desember 2025.

    Agenda ini menjadi bagian penting dari puncak konsolidasi nasional partai pasca Kongres, sekaligus penegasan kesiapan struktur organisasi menghadapi fase perjuangan berikutnya.

    Ketua Panitia Konferda-Konfercab PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono mengatakan, bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam konsolidasi partai secara nasional.

    Oleh karena itu, pelaksanaan konsolidasi lima tahunan ini dirancang tertib, demokratis, dan sesuai dengan peraturan partai.

    “Konferda dan Konfercab ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum konsolidasi menyeluruh. Jawa Timur menjadi etalase kesiapan struktur partai dalam memperkuat soliditas, disiplin organisasi, dan semangat gotong royong,” kata Deni Wicaksono di Surabaya, Senin (15/12/2025).

    Sebanyak 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur akan hadir bersama jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

    Seluruh rangkaian konferensi difokuskan untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan, penguatan ideologi, serta peningkatan kualitas organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

    Deni menegaskan bahwa hasil Konferda–Konfercab nantinya akan menjadi fondasi penting bagi kerja-kerja politik partai ke depan, terutama dalam menjawab kebutuhan rakyat dan memperkuat peran partai sebagai penggerak demokrasi yang berkeadaban.

    “Struktur yang solid dan tertib adalah prasyarat agar partai dapat bekerja lebih efektif untuk rakyat. Itulah semangat utama yang kami bawa dalam Konferda–Konfercab serentak ini,” tegas politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

    Dengan pelaksanaan Konferda–Konfercab serentak ini, PDI Perjuangan Jawa Timur optimistis dapat melangkah ke tahap perjuangan berikutnya dengan organisasi yang semakin matang, solid, dan siap menghadapi tantangan zaman. [tok/beq]

  • Kick Off RKPD Jatim 2027, Deni Wicaksono Dorong Penyamaan Persepsi untuk Pembangunan Responsif Berbasis Alam

    Kick Off RKPD Jatim 2027, Deni Wicaksono Dorong Penyamaan Persepsi untuk Pembangunan Responsif Berbasis Alam

    Malang (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, mendorong pentingnya penyamaan persepsi sejak awal dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2027.

    Kick off penyusunan RKPD menjadi momentum strategis untuk memastikan arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat dan tantangan jangka menengah daerah.

    “Kick off ini menjadi ruang awal untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap langkah perencanaan berpijak pada data, kebutuhan riil masyarakat, serta arah kebijakan jangka menengah daerah,” kata Deni saat Kick Off penyusunan RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 di Hotel Harris Malang, Rabu (10/12/2025).

    Kegiatan ini dihadiri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas melalui sambungan Zoom serta seluruh Kepala Bappeda provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur.

    “Kehadiran Bappenas dan seluruh Bappeda se-Jawa Timur menunjukkan perencanaan pembangunan harus sinkron dari pusat hingga daerah,” ujar dia.

    Deni menyampaikan fokus pembangunan Jawa Timur tahun 2027 diarahkan pada penguatan pelayanan dasar sebagaimana tertuang dalam RPJMD Jawa Timur 2025–2029. Arah tersebut mencakup urusan pemerintahan wajib sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

    “Pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan sosial menjadi prioritas yang harus dijaga,” ucapnya.

    Menurut Deni, RKPD tidak boleh berhenti sebagai dokumen teknokratis semata. Proses perencanaan pembangunan harus benar-benar merefleksikan aspirasi masyarakat di 38 kabupaten dan kota. “Program dan kegiatan perlu menyerap usulan masyarakat melalui berbagai kanal partisipasi, termasuk Musrenbang sebagai jalur formal dan sah penyusunan prioritas pembangunan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

    Selain itu, Deni mendorong penajaman sejumlah isu strategis pembangunan Jawa Timur 2027. Isu tersebut meliputi transformasi struktur ekonomi daerah, ketimpangan wilayah dan konektivitas, ketahanan pangan, stabilitas fiskal, kualitas sumber daya manusia, hingga mitigasi perubahan iklim dan risiko bencana.

    “Isu-isu strategis ini perlu dirumuskan lebih tajam agar belanja pembangunan benar-benar berdampak dan tepat sasaran,” tutur dia.

    Deni juga menyampaikan pentingnya pembangunan berbasis alam atau nature-based development dalam perencanaan RKPD 2027. Dia menilai pendekatan ini relevan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana di Jawa Timur.

    “Pembangunan Jawa Timur ke depan perlu berbasis alam, di mana alam tidak hanya menjadi sumber daya, tetapi juga mitra pembangunan,” ucapnya.

    Berdasarkan data kebencanaan di Jawa Timur, bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan masih mendominasi kejadian tiap tahun. Menurut dia, pendekatan berbasis alam penting untuk memastikan ekosistem tetap terjaga dan sumber daya alam terpelihara keberlanjutannya.

    “Kita harus memastikan ekosistem tetap terjaga, risiko bencana berkurang, dan sumber daya alam bisa menjadi warisan yang aman bagi anak cucu kita,” kata Deni.

    Melalui Kick Off RKPD 2027, DPRD Jawa Timur mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kerja bersama lintas sektor. Kolaborasi ini, kata dia, menjadi kunci agar RKPD 2027 benar-benar responsif terhadap tantangan, berpihak pada masyarakat, dan relevan dengan dinamika zaman. “RKPD 2027 harus lahir dari kerja bersama dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Jawa Timur secara nyata,” pungkas Deni. [asg/kun]