Tag: Denada

  • Kadar Gula Darah Emilia Contessa Sempat Lampaui 500 Sebelum Wafat, Ini Bahayanya

    Kadar Gula Darah Emilia Contessa Sempat Lampaui 500 Sebelum Wafat, Ini Bahayanya

    Jakarta

    Penyanyi senior Indonesia Emilia Contessa meninggal dunia pada Senin (27/1/2024) pukul 18.00 WIB. Sebelum meninggal, ibunda Denada itu sempat dirawat di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

    Hal ini karena gula darahnya sempat melampaui angka 500 sebelum meninggal dunia. Hal ini disampaikan oleh adik kandung Emilia, Dino Rosano Hansa.

    “Tadi pagi diabetesnya naik. Naik sampai 450, lalu sampai 500 lebih. Pagi-pagi kami rujuk ke RSUD Blambangan. Memang langsung ditangani tim dokter dan perawat,” tutur Dino kepada wartawan, Senin (28/1).

    “Tapi bertambah jam, bertambah jam, itu staminanya atau fisiknya terus menurun. Menurun, menurun, hingga tadi jam 18.00 WIB, Bu Emil nggak ada,” sambungnya.

    Apa bahaya kadar gula darah 500 mg/dL ke tubuh?

    Glukosa adalah jenis gula yang ditemukan di dalam aliran darah. Merujuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) pada kondisi normal, kadar gula darah manusia berada pada 70-100 mg/dL.

    Seseorang akan didiagnosis dengan diabetes saat nilai gula darah puasa mencapai 126 mg/dL atau lebih. Jika kadar gula darah mencapai 500 mg/dL termasuk kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia yang ekstrem, dan perlu segera ditangani.

    Umumnya, penyebab kadar gula darah bisa mencapai 500 mg/dL adalah diabetes yang tidak terkontrol. Dikutip dari Live Strong, ini dapat terjadi saat seseorang terus mengkonsumsi makanan yang mungkin tinggi gula atau karbohidrat, yang membuat kadar gula darahnya meningkat melebihi kadar normal.

    Jika tubuhnya tidak mengeluarkan insulin untuk menurunkan kadar atau mempertahankannya antara 85 mg dan 100 mg, glukosa akan terus meningkat. Bahkan jika tubuh memproduksi insulin dalam jumlah minimal, itu mungkin tidak cukup untuk menurunkan kadar kembali ke kisaran yang sehat, bahkan ketika orang tersebut tidak makan.

    Kadar glukosa dapat meningkat pada penderita diabetes, jika mereka sakit atau memiliki penyakit lain yang mendasarinya. Saat kadar gula darah mencapai 500 mg/dL tentunya dapat merusak tubuh.

    Jika tidak segera diobati dengan benar melalui diet, olahraga, serta pengobatan melalui oral atau insulin, diabetes dapat mulai mempengaruhi tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti:

    Penyakit jantungStrokeKebutaanHipertensiNeuropati diabetikKerusakan sarafDepresiKomplikasi pada kakiPenyakit ginjalAmputasi anggota tubuh

    Ada beberapa tanda yang dapat terjadi saat kadar gula darah terlalu tinggi. Gejala-gejala tersebut meliputi:

    Rasa haus yang berlebihanSering buang air kecilMudah lelahPusingPenglihatan kaburKebingunganNapas cepat

    (sao/naf)

  • Ikuti Saran Guru Agama, Denada Tidak Hadir di Penguburan Emilia Contessa

    Ikuti Saran Guru Agama, Denada Tidak Hadir di Penguburan Emilia Contessa

    Jakarta, Beritasatu.com – Penyanyi Denada membuka alasan mengapa tidak hadir di pemakaman ibundanya yang telah meninggal dunia, Emilia Contessa. Diketahui Emilia Contessa dikuburkan di Kompleks Pemakamam Pemda Banyuwangi, Selasa (28/1/2025).

    Denada sebenarnya sudah hadir di Banyuwangi begitu mendengar ibunya meninggal dunia pada Senin (27/1/2025). Ia masih sempat melihat ibunya untuk terakhir kali sebelum dikuburkan.

    Penyanyi kelahiran 19 Desember 1978 itu bahkan ikut memandikan dan mengafani jenazah Emilia Contessa sebelum dikubur pada Selasa (28/1/2025). Hanya saja untuk alasan tertentu, Denanda tidak hadir dalam proses penguburan.

    “Pada saat penguburan saya tidak tidak di sini karena ya saya cuma berusaha mengikuti anjuran dan saran yang disampaikan ke saya dari guru-guru yang mempunyai ilmu agama. Sebaiknya saya sebagai perempuan tidak hadir dalam penguburan,” ucap Denada dikutip dari kanal YouTube, Rabu (29/1/2025).  

    Penyanyi Denada saat pemakaman ibunya, Emilia Contessa, di TPU Karangbaru, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 28 Januari 2025. – (Beritasatu.com/Rizky Hidayat)

    Baru , usai penguburan selesai, Denada menyempatkan diri berziarah ke makam Emilia Contessa. Ia langsung berdoa untuk ibunya yang ia puji telah menjadi orang tua yang sangat baik untuk anak-anak dan cucu.

    “Alhamdulillah dapat kesempatan untuk ziarah,” terangnya.

    Denada melanjutkan tidak ada tanda-tanda khusus sebelum ibunya meninggal dunia. Ia hanya mengungkap anaknya Aisyah pernah menghubungi neneknya itu karena rindu dan ingin sekadar mengobrol.

    “Uti, Aisyah kangen sama uti, anytime kalau uti mau ngobrol-ngobrol just call me ya, anytime boleh,” ucap Denada mengulang pesan sang putri untuk Emilia Contessa.

    “Aisyah tuh enggak pernah ngomong kayak begitu. Jadi, waktu mama dapat WA begitu, mama langsung forward ke aku, dengan pertanyaan ‘Ini kenapa?’” lanjutnya.

    Denada mengaku, saat itu dirinya tak memiliki firasat apa pun mengenai kepergian Emilia. “Saat itu kita enggak punya firasat apa pun,” pungkas Denada yang tidak hadir pada penguburan Emilia Contessa. 
     

  • 7 Cara Berkomunikasi dengan Orang yang Baru Kenal, Ciptakan Suasana Nyaman dan Santai

    7 Cara Berkomunikasi dengan Orang yang Baru Kenal, Ciptakan Suasana Nyaman dan Santai

    YOGYAKARTA – Cara berkomunikasi dengan orang yang baru kenal bisa  membantu Anda berinteraksi dengan lebih nyaman dan lancar, terlebih jika lawan bicara Anda termasuk orang yang pemalu.

    Selain itu, tidak semua orang merasa nyaman memulai obrolan, apalagi dalam situasi yang belum familiar. Akan tetapi, dengan menerapkan cara berkomunikasi dengan orang yang baru kenal, Anda bisa menciptakan suasana yang lebih cair, membangun hubungan yang lebih baik, bahkan membuka peluang baru dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

    Cara Berkomunikasi dengan Orang yang Baru Kenal

    Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa cara cara yang bisa Anda coba untuk membuka obrolan dengan lebih alami dan efektif.

    Bersikap positif

    Sebelum memulai percakapan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah bersikap positif. Dengan menanamkan sikap positif, Anda akan menjadi lebih rileks, santai, dan tidak akan merasa gugup saat berinteraksi.

    Tunjukkan sikap kepada lawan bicara dengan memberikan senyuman, kontak mata, serta bahasa tubuh yang santai.

    Ajukan pertanyaan ringan

    Pertanyaan adalah cara efektif untuk memulai percakapan karena mendorong orang lain untuk berbicara. Hindari pertanyaan yang terlalu pribadi, dan pilih pertanyaan ringan seperti:

    “Apakah ini pertama kalinya Anda datang ke acara ini?””Dari mana Anda berasal?””Bagaimana pendapat Anda tentang tempat ini?”

    Dengan pertanyaan yang relevan, Anda bisa menemukan kesamaan dan mengembangkan percakapan lebih lanjut.

    Berikan pujian

    Selain mengajukan pertanyaan ringan, Anda juga bisa memulai percakapan dengan memberikan pujian kepada laawan bicara. Jangan takut merasa cangung, sebab pujian bisa menghilangkan suasana tegaang atau kekhawatiran lawan bicara Anda.

    Terkait hal ini, Anda bisa memberikan pujian seperti:

    “Wah, baju Anda bagus.”“Di mana Anda membeli aksesoris ini? Terlihat cantik dan cocok untuk Anda.”

    Tak hanya bisa mempermudah komunikasi dengan orang yang baru Anda kenal, pujian tersebut juga bisa menjadi topik pembicaraan yang menarik.

    – https://voi.id/lifestyle/455291/rugi-ratusan-juta-gegara-ditipu-teman-della-puspita-tuntut-uang-untuk-dikembalikan

    – https://voi.id/lifestyle/455286/sebelum-meninggal-denada-ungkap-emilia-contessa-dipasang-alat-jantung-dan-kateter

    – https://voi.id/lifestyle/455285/bantu-usaha-travel-umroh-della-puspita-justru-tertipu-teman-sendiri

    – https://voi.id/lifestyle/455274/my-french-film-festival-2025-kembali-tawarkan-sinema-terbaik-prancis

    – https://voi.id/lifestyle/454401/kenali-kelebihan-serta-kekurangan-frugal-living-sebelum-menerapkannya

    [/see_also]

    Perkenalkan diri

    Cara berkomunikasi dengan orang baru tak akan lengkap tanpa perkenalan diri. Hal ini harus dilakukan agar lawan biacara bisa mengenal diri Anda dengan lebih baik.

    Memperkenalkan diri juga bisa dilakukan jika kamu bingung dengan topik pembuka percakapan.

    Biasanya, setelah Anda memperkenalkan diri, lawan bicara kemudian akan mengenalkan diri mereka dan Anda bisa melanjutkan obrolan melalui informasi yang diberikan oleh lawan bicara.

    Lontarkan lelucon

    Melontarkan lelucon bisa mencairkan suasana dan membuat percakapan lebih santai. Akan tetapi, pastikan lelucon yang digunakan tidak menyinggung atau terlalu berlebihan.  

    Hindari membuat lelucon kontroversial yang kasar atau menyinggung, sebab tidak semua orang senang dengan hal tersebut.

    Tanyakan kesukaan lawan bicara

    Obrolan atau percakapan juga dapat dimulai dengan menanyakan hal yang siidukai oleh lawan bicara. Hal ini bisa Anda coba jika kamu tidak menemukan topik yang harus dibicarakan.

    Sebagian besar orang senang membicarakan hal-hal yang mereka gemari dan Anda bisa mengenal kesukaan orang lain dari topik ini.

    Dengarkan dengan penuh perhatian

    Percakapan bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga mendengarkan. Tunjukkan minat Anda dengan mengangguk, memberikan respons yang relevan, dan tidak memotong pembicaraan.

    Dengan menjadi pendengar yang baik, lawan bicara akan merasa dihargai dan lebih nyaman berbicara dengan Anda.

    Demikian informasi tentang cara berkomunikasi dengan orang yang baru kenal. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.

  • Sebelum Meninggal, Emilia Contessa dan Denada Sering Berkirim Pesan Romantis

    Sebelum Meninggal, Emilia Contessa dan Denada Sering Berkirim Pesan Romantis

    Banyuwangi, Beritasatu.com – Penyanyi Denada mengungkapkan momen-momen terakhir bersama Emilia Contessa sebelum ibunya itu meninggal dunia. Disampaikan Denada, dirinya sempat berkomunikasi dengan ibunya melalui telepon dan WhatsApp dan saling berkirim pesan bernada romantis. Ketika itu, ia juga sempat menyampaikan pesan kepada sang ibu untuk menjaga makan.

    “Enggak tahu kenapa, akhir-akhir ini bisa dibilang saya sedang romantis-romantisnya sama mama,” kata Denada saat acara pemakaman Emilia Contessa di Banyuwangi, Selasa (28/1/2025).

    Denada juga mengungkapkan, anaknya sering kali menunjukkan kerinduannya terhadap sang nenek.

    “Anak saya juga sedang rindu-rindunya dengan mama. Dia sering diam-diam mengirim pesan suara untuk mama,” ungkap Denada.

    Jenazah penyanyi senior sekaligus politikus Emilia Contessa telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Karangbaru, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa (28/1/2025) pukul 15.00 WIB.

    Sebelum meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Karangbaru, Banyuwangi, Emilia Contessa sempat menjalani perawatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

  • Curahan Hati Denada yang Ditinggal Emilia Contessa untuk Selamanya

    Curahan Hati Denada yang Ditinggal Emilia Contessa untuk Selamanya

    Jakarta, Beritasatu.com – Duka mendalam masih dirasakan selebritas Denada setelah kehilangan ibunda tercintanya, Emilia Contessa yang mengembuskan napas terakhir di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Denada pun mencurahkan isi hatinya melalui Instagram miliknya.

    “Ibuku, jantung hatiku @emiliacontessa57 @senator_emiliacontessa,” kata Denada, Selasa (28/1/2025).

    Denada juga menunggah sebuah tulisan dari Emilia Contessa yang memberikan pesan kepadanya saat dirinya lahir ke dunia.

    “Setelah kamu lahir itulah hari yang penuh dengan kebahagiaan buat mama. Mama tidak pernah berhenti untuk mengucap syukur kepada Allah Swt karena telah menitipkan dan memercayakan kamu kepada mama,” tulis Emilia Contessa yang diunggah ulang Denada.

    Emilia Contessa berharap agar putrinya, Denada bisa tumbuh menjadi anak yang membanggakan buat orang tuanya.

    “Mama tidak akan berhenti mendoakan kamu setiap hari, setiap malam. Mama selalu mohon kepada Allah semoga kamu dijadikan orang yang soleha, kuat iman Islamnya, diberikan kesehatan, selamat dunia akhirat, panjang umur, diangkat derajatnya, dikabulkan segala doa dan cita-citamu,” tulisnya lagi.

    “Dilimpahkan rezeki yang berkah berlimpah di sepanjang hidupmu. Kamu juga diberikan selamat dunia akhirat, semoga Allah memberikan seorang jodoh yang terbaik, terbaik, terbaik dan sesuai dengan kamu idamkan ya anakku. Mama sayang kamu Denada Tambunan, putriku, jantung hatiku,” tulisnya.

  • Mengenang Emilia Contessa Sang Legenda Musik “Singa Panggung Asia”

    Mengenang Emilia Contessa Sang Legenda Musik “Singa Panggung Asia”

    JABAR EKSPRES – Dunia hiburan Tanah Air harus kehilangan kembali seorang penyanyi terkenal di era 1970an, Emilia Contessa yang dikabarkan meninggal dunia pada Senin (27/1) di Banyuwangi, Jawa Timur.

    Emilia Contessa menghembuskan nafas terakhirnya di usia 67 tahun disebabkan oleh gagal jantung akut.

    Ibunda dari penyanyi Denada ini meninggal sekitar pukul 18.00 WIB setelah sempat dirawat di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

    BACA JUGA: 50 Link Twibbon Tahun Baru Imlek 2025 Gong Xi Fa Cai, Cocok Dibagikan ke WA, IG, FB, dan X

    Mengenang Sosok Emilia Contessa di Panggung Hiburan 

    Emilia lahir di Banyuwangi, Jawa Tiimur pada 27 Desember 1957 dengan nama asli Nur Indah Citra Sukma Hati. Ia merupakan putri sulung dari pasangan Hasan Ali dan RA Susiani.

    Emilia sudah menunjukan bakatnya dari sejak kecil di bidang tarik suara hingga membawanya berkarier sebagai seorang penyanyi di Kota Surabaya.

    Bahkan, ia juga sempat berkarier di Singapura setelah di ajak oleh pencari bakat Lee Kuan Yew yang terpukau dengan bakat menyanyinya.

    BACA JUGA: Rekomendasi Aplikasi Investasi Penghasil Uang Saham Terbaik Versi OJK Tahun 2025

    Setelah berkiprah satu tahun di Singapura, Emilia kembali ke Indonesia dan berkarier di Jakarta dengan nama baru yaitu Emilia Contessa.

    Pertama kali ia diperkenalkan lewat TV melalui acara hiburan di TVRI dan sejak saat itu karier Emilia melejit.

    Kualitas suara dan penampilan panggungnya saat itu sangat memukau sehingga membuat Emilia dijuluki sebagai “Singa Panggung Asia” oleh majalah Asia Week. Bahkan, tidak hanya Asia Week saja, majalah New York Time juga menobatkan dirinya sebagai satu dari lima artis terpopuler di dunia.

    BACA JUGA: Kawasan Puncak Bogor Diguyur Hujan Deras, Polisi Imbau Pengendara untuk Hati-Hati

    Kiprah Emiilia tidak hanya bersinar di Tanar Air saja namun ia terkenal ke kancah Internasional. Ia selalu tampi di berbagai negara mulai dari Eropa hingga Amerika.

    Beberapa lagu hits yang dipopulerkan Emilia selama masa kejayaannya antara lain, Penasaran, Kehancuran, Layu Sebelum Berkembang, Angin Malam, Angin Malam, Angin November, Flamboyan, Biarlah Sendiri, Bunga Mawar, Melati, Rindu, hingga Bunga Anggrek.

  • Diiringi Lantunan Doa, Jenazah Emilia Contessa Tinggalkan Rumah Duka

    Diiringi Lantunan Doa, Jenazah Emilia Contessa Tinggalkan Rumah Duka

    Diiringi Lantunan Doa, Jenazah Emilia Contessa Tinggalkan Rumah Duka
    Tim Redaksi
    BANYUWANGI, KOMPAS.com
    – Jenazah artis senior
    Emilia Contessa
    yang memiliki nama asli Nur Indah Citra Sukma Munsyi diberangkatkan dari rumah duka di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah,
    Banyuwangi
    , pada Selasa (28/1/2025) pukul 14.00 WIB.
    Emilia meninggal dunia di RSUD Blambangan pada Senin (27/1/2025) pukul 18.00 WIB.
    Jenazah diberangkatkan dengan diiringi lantunan doa dari pelayat yang memenuhi rumah duka, serta masyarakat sekitar yang turut menyaksikan pemberangkatannya.
    “Akan dishalatkan dulu di Masjid Al Hadi (Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi),” kata Dino Rosano, adik kandung
    Emilia Contessa
    .
    “Dimakamkan pukul 3 sore,” sambung dia.
    Sebelumnya, pemakaman direncanakan pukul 14.00 WIB, namun diundur menjadi pukul 15.00 WIB karena keputusan keluarga memberi waktu kepada anak Emilia, Enrico Tambunan, untuk melakukan perjalanan dari Australia.
    Sebelumnya, Enrico meminta agar pemakaman diundur agar dia, yang telah lama tak bertemu ibunya, dapat melihatnya untuk terakhir kalinya.
    “Nangis, minta ke saya diundur,” kata adik ipar Emilia, Ratih Puspitadewi.
    Diuraikan Ratih, Enrico melakukan penerbangan dari Australia menuju Bali untuk kemudian melakukan perjalanan darat menuju Banyuwangi.
    Setelah ditimbang-timbang, kemungkinan kecil jika menunggu kedatangan Enrico, sehingga kemudian keluarga, berdasarkan pertimbangan juga dari Denada, memutuskan untuk memundurkan pemakaman ke pukul 15.00 WIB.
    Emilia dimakamkan di area pemakaman Kantor Pemda Banyuwangi di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Emilia Contessa Meninggal Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

    Emilia Contessa Meninggal Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

    Jakarta

    Gagal jantung adalah suatu masalah kesehatan jantung yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit tersebut juga dialami oleh Emilia Contessa sebelum meninggal dunia. Diketahui, ibu Denada itu mengembuskan napas terakhir di usia 67 tahun akibat gagal jantung akut.

    “Dilakukan penanganan oleh dokter Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung kami dan dinyatakan pasien tengah mengalami gagal jantung akut dan diberikan obat-obatan emergency. Kondisinya sempat membaik namun beberapa saat kemudian kembali memberat. Keluhannya sesaknya,” kata Ayyub, dikutip dari detikJatim.

    Lantas, apa bedanya dengan gagal jantung kronis?

    Spesialis jantung dr Vito A Damay, SpJP(K) menyebut tak sedikit masyarakat umum yang salah mengartikan gagal jantung akut dan kronis. Padahal kedua kondisi ini berbeda dari segi progresnya.

    “Ini sering kebalik pada orang pada umumnya, soal istilah. Akut itu mendadak, kronis itu lama dan tahunan,” imbuhnya saat dihubungi detikcom, Selasa (28/1/2025).

    dr Vito menjelaskan gagal jantung akut adalah kondisi saat fungsi jantung menurun secara tiba-tiba atau mendadak, sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

    Ini bisa terjadi mendadak pada orang tanpa riwayat gagal jantung sebelumnya, atau sebagai perburukan dari gagal jantung kronis. Orang dengan gagal jantung akut harus mendapatkan penanganan darurat.

    Sementara gagal jantung kronis, lanjut dr Vito, berkembang perlahan-lahan dalam jangka waktu lama, sering kali karena kerusakan jantung yang sudah terjadi, seperti akibat hipertensi atau penyakit jantung koroner.

    Bagaimana bedanya dengan serangan jantung?

    dr Vito mengatakan serangan jantung terjadi karena aliran darah koroner ke otot jantung tersumbat, biasanya akibat sumbatan di pembuluh darah koroner.

    “Sementara gagal jantung akut adalah kegagalan fungsi jantung sebagai pompa, yang bisa disebabkan oleh serangan jantung atau kondisi lainnya,” katanya lagi.

    Kapan harus ke dokter?

    dr Vito mengimbau apabila mengalami gejala awal seperti cepat lelah, sesak napas mendadak, bengkak di kaki perut, kelelahan, atau nyeri dada yang menetap untuk segera ke dokter.

    “Jangan tunggu gejala memburuk, segera ke IGD jika ada tanda-tanda darurat seperti sesak napas berat atau penurunan kesadaran,” imbuhnya.

    (suc/suc)

  • Ini Pemicu Gagal Jantung Akut, Kondisi Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal

    Ini Pemicu Gagal Jantung Akut, Kondisi Dialami Emilia Contessa Sebelum Meninggal

    Jakarta

    Artis senior Emilia Contessa meninggal dunia di RSUD Blambangan Banyuwangi pada Senin (27/1/2025). Ibunda Denada itu mengembuskan napas terakhir di usia 67 tahun setelah mengalami gagal jantung akut.

    Penyanyi yang sempat mendapat julukan Singa Panggung karena aksinya yang menggelegar itu menjalani perawatan atas penyakit Diabetes yang dia alami. Koordinator pelayanan publik RSUD Blambangan Ayyub Erdianto yang menyampaikan itu.

    Ayyub mengatakan bahwa Emilia sudah beberapa kali menjalani perawatan di RSUD Blambangan akibat sakit yang diidap.

    “Dilakukan penanganan oleh dokter Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung kami dan dinyatakan pasien tengah mengalami gagal jantung akut dan diberikan obat-obatan emergency. Kondisinya sempat membaik namun beberapa saat kemudian kembali memberat. Keluhannya sesaknya,” kata Ayyub, dikutip dari detikJatim.

    Spesialis jantung dr Vito A Damay, SpJP(K) menjelaskan jantung berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah berisi nutrisi dan oksigen untuk seluruh sel tubuh.

    “Nah darah itu dihantarkan melalui pembuluh darah, jadi jantung itu POMPA dan Pembuluh darah itu PIPA,” katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (28/1/2025).

    Adapun gagal jantung akut, lanjut dr Vito, adalah kondisi saat fungsi jantung menurun secara tiba-tiba atau mendadak, sehingga tak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

    “Ini bisa terjadi mendadak pada orang tanpa riwayat gagal jantung sebelumnya, atau sebagai perburukan dari gagal jantung kronis,” katanya.

    Adapun gagal jantung akut berbeda dengan gagal jantung kronis. dr Vito menjelaskan gagal jantung akut terjadi secara mendadak dan pasien membutuhkan penanganan darurat.

    Sementara gagal jantung kronis berkembang perlahan-lahan dalam jangka waktu lama, seringkali karena kerusakan jantung yang sudah terjadi, seperti akibat hipertensi atau penyakit koroner.

    Pemicu Gagal Jantung Akut

    dr Vito menjelaskan terdapat kebiasaan buruk yang dapat memicu gagal jantung akut. Di antaranya:

    kebiasaan merokokkonsumsi alkohol berlebihtidak terkontrolnya tekanan darah atau diabetes

    “Jangan tunggu gejala memburuk, segera ke IGD jika ada tanda-tanda darurat seperti sesak napas berat atau penurunan kesadaran,” katanya.

    (suc/suc)

  • https://www.beritasatu.com/lifestyle/2868556/kabar-duka-emilia-contessa-ibunda-denada-meninggal-dunia

    https://www.beritasatu.com/lifestyle/2868556/kabar-duka-emilia-contessa-ibunda-denada-meninggal-dunia