Tag: Dedi Prasetyo

  • Wakapolri Fokus Buka Akses Desa Terisolasi Pascabanjir dan Longsor di Tapteng
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Wakapolri Fokus Buka Akses Desa Terisolasi Pascabanjir dan Longsor di Tapteng Regional 28 Desember 2025

    Wakapolri Fokus Buka Akses Desa Terisolasi Pascabanjir dan Longsor di Tapteng
    Tim Redaksi

    MEDAN, KOMPAS.com
    – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meminta pembukaan akses jalan yang terputus akibat banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menjadi fokus utama.
    Hal ini agar jalur logistik untuk desa yang terisolasi bisa lebih lancar.
    Ia mengatakan, pihak kepolisian telah menurunkan sejumlah alat berat untuk proses percepatan penanganan.
    “Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri, alat berat ini bagian yang menjadi fokus utama kami, ya, dalam rangka untuk mempercepat akses-akses (jalan) biar dibuka. Kalau akses-akses dibuka, maka jalur logistik bisa lebih lancar,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12/2025).
    Dedi menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Tapteng pada Sabtu (27/12/2025).
    Ia datang untuk mengevaluasi kebutuhan
    penanganan pascabencana
    yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir.
    Dedi juga mengatakan, untuk mendukung kinerja personel di lapangan, pihaknya juga merencanakan penambahan armada dan kendaraan operasional.
    “Jadi, kita perlu penambahan-penambahan lagi nanti untuk beberapa kebutuhan Bhabinkamtibmas, termasuk kendaraan
    double cabin
    karena di sini masih ada dusun (desa) yang betul-betul terisolir,” katanya.
    Selain fokus pada pembukaan akses jalan, polisi juga menyediakan fasilitas
    air bersih
    melalui pengeboran di 15 titik.
    Fasilitas tersebut ditempatkan di lokasi pengungsian, rumah ibadah, hingga kantor pelayanan publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
    Menurut Dedi, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat mendesak dan harus ditangani secara cepat dan menyeluruh agar tidak berdampak pada kesehatan warga.
    Selain itu, pihaknya juga menyalurkan
    bantuan sembako
    untuk lima kecamatan yang paling parah terdampak.
    Sebelumnya diberitakan, peristiwa banjir dan longsor menerjang Tapteng, Senin (24/11/2025). Akibat musibah ini tercatat sebanyak 133 orang meninggal, 37 hilang, dan luka-luka 11 orang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wakapolri Tinjau Dapur Umum Bhayangkari hingga Resmikan Sumur Bor di Sumbar

    Wakapolri Tinjau Dapur Umum Bhayangkari hingga Resmikan Sumur Bor di Sumbar

    Jakarta

    Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan kunjungan kerja ke lokasi hunian sementara (huntara) korban bencana banjir dan tanah longsor di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dedi meninjau dapur umur Bhayangkari dan meresmikan sumur bor.

    Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri meninjau langsung operasional dapur umum yang dikelola oleh Bhayangkari. Dapur umum ini secara rutin menyediakan makanan siap saji, termasuk menu rendang, bagi warga yang masih mengungsi di huntara sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana.

    Selain dapur umum, kendaraan dapur lapangan (Randurlap) Polri juga telah tergelar dan siap mendukung kebutuhan konsumsi bagi masyarakat terdampak.

    Wakapolri Tinjau Dapur Umum Bhayangkari hingga Resmikan Sumur Bor di Sumbar (Foto: Dok. Istimewa)

    “Dapur umum Bhayangkari dan Randurlap ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dan keluarga besar Bhayangkari untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan,” ujar Dedi Prasetyo dalam keterangannya.

    Selain meninjau dapur umum dan Randurlap, Wakapolri juga melihat langsung kondisi fasilitas hunian sementara serta berinteraksi dengan warga terdampak bencana. Pada kesempatan tersebut, Wakapolri juga meresmikan sumur bor yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penghuni huntara dan masyarakat sekitar.

    “Peresmian sumur bor untuk huntara di Asam Pulau, Kayu Tanam, semoga berkah dan insyaallah bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” imbuh Wakapolri.

    Wakapolri Tinjau Dapur Umum Bhayangkari hingga Resmikan Sumur Bor di Sumbar (Foto: Dok. Istimewa)

    “Air bersih adalah kebutuhan utama. Karena itu, Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan masyarakat di huntara memiliki akses air bersih yang layak dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Polri dalam mendukung pemulihan pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman, yang sebelumnya juga telah menerima bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur darurat.

    Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran Wakapolri, operasional dapur umum dan Randurlap, serta peresmian sumur bor tersebut. Mereka berharap dukungan yang diberikan dapat meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan kehidupan sehari-hari pascabencana.

    (yld/knv)

  • Wakapolri: 1.500 Personel Diturunkan Tangani Pascabencana di Sumatra

    Wakapolri: 1.500 Personel Diturunkan Tangani Pascabencana di Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Kepala Polri, Dedi Prasetyo mengatakan 1.500 anggota polisi diturunkan untuk menangani pascabencana hidrometeorologi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

    Dedi menjelaskan kebutuhan personel Polri sesuai instruksi dari Kapolri dan permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang membutuhkan dua batalyon. Selain penambahan personel, Polri juga membawa peralatan yang dibutuhkan selama proses evakuasi

    “Oleh karenanya perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan, total yang dipersiapkan untuk pascabencana alam di wilayah Sumatra, personel 1.500,” katanya saat memimpin apel, Jumat (26/12/2025).

    Secara rinci dia menyampaikan 600 personel sesuai permintaan BNPB akan ditempatkan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Lalu, 900 personel Brimob Nusantara yang hari ini melaksanakan apel serentak di Mabes Polri maupun di wilayah lainnya.

    Dedi menambahkan, 1.400 personel Brimob telah diterjunkan di Aceh. Personel yang diturunkan ke lokasi bencana berasal dari Sumatra Selatan, Banten, DIY, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

    “Kemudian untuk pengerahan jumlah personel Polri yang terlibat saat ini ada 8.613 personel. Ini masih terus akan dievaluasi oleh Pak Astamaops, juga kita antisipasi untuk Januari 2026, Februari 2026 juga sudah dihitung semuanya, nanti kebutuhan-kebutuhan berapa akan kita tambah,” jelasnya.

    Adapun dari Polda Aceh, Sumut, dan Sumbar total personel mencapai 7.614. Kemudian 999 personel BKO dari Mabes Polri juga diberangkatkan pada hari ini. Tim DVI dan kesehatan sebanyak 43 personel. Selain itu, penyaluran bantuan logistik juga telah dilaksanakan.

    “Polri sudah mendistribusikan kurang lebih ini yang terdata di Astamaops, tentunya data ini akan juga nanti akan kita update kembali ada 159,35 ton bantuan yang sudah terdistribusikan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ucapnya.

    Dedi menyampaikan Polri sudah mempersiapkan 91 Posko Tanggap Bencana, terdiri dari 35 Posko ada di Aceh, kemudian 19 Posko ada di Sumatera Utara, dan 37 Posko ada di Sumatera Barat. Jumlah Posko, katanya, akan ditambah dengan penambahan jumlah personel.

    Terkait identifikasi jenazah, Dedi menuturkan tim DVI akan menggunakan pendekatan DNA. Di sisi lain, menurut Dedi anggotanya menargetkan pembangunan 300 titik sumur bor untuk layanan air bersih.

    “Saat ini sudah ada 228 titik yang sudah beroperasi 84 sumur bor, yang masih proses pengerjaan ada 144 dengan perincian nantinya untuk di Aceh itu ada 201 sumur bor, 66 sudah selesai, 135 masih proses untuk Sumatera Utara ada 25 titik, 18 sudah selesai atau sudah operasional,” tandasnya.

  • Polri Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, Kerahkan Bantuan Alat Berat dan Fasilitas Air Bersih

    Polri Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, Kerahkan Bantuan Alat Berat dan Fasilitas Air Bersih

    Liputan6.com, Jakarta – Polri terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatera dengan mengerahkan alat berat serta membangun fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak.

    Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan dari Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Aceh, dan Kapolda Sumatera Barat, dibutuhkan langkah cepat dengan memperbanyak serta mengoptimalkan penggunaan alat berat di lokasi-lokasi terdampak.

    “Dari laporan para Kapolda, kita butuh percepatan dengan sudah melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah ada,” tutur Dedi dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).

    Untuk wilayah Aceh, Polri terus melakukan pembaruan terkait kebutuhan di lapangan. Di Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sedikitnya lima hingga enam unit alat berat telah disiagakan, terdiri dari ekskavator, dozer, dan dump truck.

    “Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih sekitar lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan,” jelas dia.

    Sementara itu, di Aceh Tamiang juga telah disiapkan lima unit alat berat tambahan yang akan diperbantukan. Adapun di Sumatera Utara, jumlah alat berat yang dioperasionalkan terbilang cukup banyak.

    “Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik, data terakhir kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan,” kata Dedi.

     

    Banjir bandang dan longsor akibat dampak Siklon Tropis Senyar membuat Aceh, khususnya Aceh Tamiang, porak-poranda hingga disebut mirip “tsunami kedua”, dengan wilayah yang digambarkan sebagai kota mati.

    Bencana ini terjadi sejak akhir November 2025 menewaskan 249 orang, 227 hilang, mengakibatka…

  • 500 Personel Brimob Dikerahkan ke Aceh Bantu Penanganan Bencana

    500 Personel Brimob Dikerahkan ke Aceh Bantu Penanganan Bencana

    Deli Serdang, Beritasatu.com – Sebanyak 500 personel Brigade Mobil (Brimob) dkerahkan ke Provinsi Aceh untuk membantu penanganan bencana di wilayah tersebut. Aparat Brimob sebelumnya tiba di Bandara Internasional Kualanamu. Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (26/12/2025) malam.

    Personel Brimob yang ditugaskan tersebut berasal dari dua batalyon mako Brimob Kelapa Dua, kemudian dari lima polda, yakni Polda Sulawesi Selatan, Polda Nusa Tenggara Barat, Polda Kalimantan Timur, Ppolda DIY dan Polda Banten.

    Nantinya personel Brimob tersebut akan disebar di sejumlah wilayah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. 

    Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penambahan 500 personel Brimob dari sejumlah polda di Indonesia ini sesuai perintah kapolri untuk untuk percepatan pemulihan terkhusus di wilayah terdampak bencana di Aceh. 

    “Satu bulan sudah kita evaluasi dan kami menilai kinerja anggota Polda Sumut, Polda Aceh, dan Polda Sumatera Barat sangat luar biasa. Selama satu bulan ini ada titik kelelahan fisik dan psikis  Untuk itu bapak Kapolri memerintahkan untuk penambahan kekuatan Brimob,” kata Komjen Pol Dedi. 

    Polri juga akan melakukan penambahan alat berat  mulai dari eksavator, dozer dan truk dj wilayah Aceh dan Sumatera Barat. 

  • Polri Kirim 300 Personel Brimob Tambahan ke Aceh untuk Penanganan Bencana

    Polri Kirim 300 Personel Brimob Tambahan ke Aceh untuk Penanganan Bencana

    Polri Kirim 300 Personel Brimob Tambahan ke Aceh untuk Penanganan Bencana
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengirimkan tambahan 300 personel Brigade Mobil (Brimob) ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.
    Pengiriman ini dilakukan atas perintah langsung
    Kapolri
    Jenderal
    Listyo Sigit Prabowo
    untuk memperkuat penanganan bencana yang masih berlangsung.
    Wakil Kepala
    Polri
    (
    Wakapolri
    ) Komjen Pol
    Dedi Prasetyo
    mengatakan, penguatan personel diperlukan karena kondisi di lapangan masih membutuhkan tenaga tambahan, sementara personel organik yang bertugas sudah hampir satu bulan berada di lokasi bencana.
    “Melihat kondisi di sana perlu perkuatan tambahan lagi. Oleh karena itu, sesuai perintah Bapak Kapolri, di akhir tahun ini kita berangkatkan lagi sekitar 300 personel,” kata Dedi saat Apel Pemberangkatan Personel Brimob Polri ke Wilayah Bencana Provinsi Aceh di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).
    Dedi menjelaskan, ratusan personel Brimob tersebut akan ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak, dengan prioritas utama di Aceh Tamiang. Selain itu, personel juga akan disebar ke Aceh Utara dan Aceh Tengah.
    “300 personel nanti akan ditempatkan di Aceh Tamiang yang paling utama, kemudian di Aceh Utara dan di Aceh Tengah,” kata Dedi.
    Sebelumnya, Polri telah memberangkatkan kloter pertama personel Brimob dari Pasukan Brimob Pusat dan Brimob Nusantara yang berasal dari sejumlah Polda, seperti Polda Riau dan Polda Jambi.
    Pada kloter kedua, Polri kembali mengirimkan pasukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan dukungan PT Pelni.
    “Sudah kita kirim pasukan kurang lebih sekitar 300 orang. Selain pasukan, kita juga membawa seluruh peralatan yang digunakan untuk melaksanakan mitigasi bencana,” ujar Dedi.
    Menurut Dedi, pengiriman personel tambahan juga bertujuan untuk menjaga efektivitas operasional kepolisian di wilayah bencana.
    Ia mengakui, personel Polri yang bertugas di lapangan saat ini mulai mengalami kelelahan, baik secara fisik maupun psikologis.
    “Anggota-anggota kita yang organik di sana sudah cukup lama, hampir satu bulan. Tingkat keletihan secara psikologis dan fisik sudah sangat terasa, sehingga membutuhkan tambahan tenaga baru,” kata Dedi.
    Dedi bilang, Polri masih membuka kemungkinan menambah kekuatan personel pada Januari dan Februari 2026, tergantung perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan.
    “Kita bisa tambah lagi nanti di bulan Januari dan Februari,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1.200 Ton Stok Beras Murah Ditambah untuk Tekan Harga di Papua

    1.200 Ton Stok Beras Murah Ditambah untuk Tekan Harga di Papua

    Jakarta

    Perum Bulog menambah pasokan beras murah atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1.200 ton di Papua. Hal ini dilakukan untuk menekan harga beras yang tinggi di daerah tersebut.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramadhani mengatakan penyaluran ini juga dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan stok yang mumpuni selama momen natal dan tahun baru.

    “Dengan harapan para umat kristiani yang melaksanakan natal, tahun baru di Papua dapat menikmati beras dengan harga murah. Dan harga yang cukup terjangkau dengan kualitas yang baik. Kalau kemarin sekitar 1.200 ton. 1.200 ton kemarin,” kata dia ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2025).

    Dengan tambahan stok tersebut, setiap Kabupaten/Kota dapat memiliki stok SPHP sebanyak minimal 10 ton. Ia menjamin dengan SPHP masyarakat Papua.

    “Karena kita tahu bersama kan di sana beras mahal tuh katanya. Kita stokkan di fores-fores, di gudangnya dan kodim itu 10 ton beras. Itu tanpa terkecuali semuanya 10 ton minimal,” jelasnya.

    Dalam data Panel Harga Pangan Nasional harga beras medium di Papua 7,94% di atas HET. Hari ini, Senin (22/12) harga beras di Papua Barat mencapai Rp 16.731/kg, Papua Rp 15.554/kg, Papua Tengah Rp 15.719/kg. Sementara HET beras medium di Indonesia Timur ditetapkan Rp 15.500/kg.

    Sementara harga beras premium mencapai Rp 18.438/kg di Papua Tengah, di Papua Rp 18.143/kg, Papua Barat Rp 18.000/kg, Papua Barat Daya Rp 17.000/kg. Sementara HET beras premium di Indonesia Timur Rp 15.800/kg.

    Sebelumnya, pemerintah bersama Perum Bulog dan Polri menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Tanah Papua menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dan penyaluran besar-besaran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), ribuan ton beras didistribusikan ke seluruh wilayah Papua Raya untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang terkendali.

    Pelepasan penyaluran beras SPHP yang dilakukan di Polda Papua (09/12) ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, didampingi Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, Gubernur Papua Komjen Pol (Purn.) Mathius D. Fakhiri, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, serta Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Kegiatan ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur Papua, pejabat utama Mabes Polri, serta perwakilanTNI, Forkopimda Papua, dan instansi terkait lainnya.

    Dalam kegiatan ini, pemerintah secara serentak melepas 4.634 ton beras SPHP untuk didistribusikan ke 42 kabupaten/kota di enam provinsi di Papua Raya: Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Langkah ini merupakan upaya strategis Pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan merata dan stabil menjelang kebutuhan di akhir tahun.

    Sebagai dukungan pengamanan dan stabilisasi, Polda Papua menyalurkan 852 ton beras SPHP sebagai tahap awal dari total 2.700 ton beras yang akan disalurkan secara bertahap ke seluruh wilayah Papua Raya. Distribusi dilakukan hingga ke wilayah sulit, termasuk menggunakan pesawat pada daerah yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi udara.

    (kil/kil)

  • Akpol 1990 Kirim Bantuan Gelombang Ketiga ke Aceh Tamiang, Total 57 Ton Beras

    Akpol 1990 Kirim Bantuan Gelombang Ketiga ke Aceh Tamiang, Total 57 Ton Beras

    Aceh Tamiang

    Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata kembali mengirimkan tambahan bantuan logistik bagi korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan disalurkannya bantuan kemanusiaan gelombang ketiga ini, total sudah 57 ton bantuan dikirim ke Aceh Tamiang dari Alumni Akpol 1990.

    Adapun rincian dari total bantuan yang telah masuk ke Kabupaten Aceh Tamiang diantaranya, beras sekitar 57 ton, mi instan sekitar 4.300 dus, minyak goreng sedikitnya 360 dus, air mineral lebih dari 330 dus, susu kental manis 200 dus, susu bayi 3.840 kotak, serta puluhan ribu perlengkapan bayi dan kebutuhan dasar lainnya.

    Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Irjen (Purn) Armia Fahmi, mengapresiasi dan bersyukur atas bantuan dari Polri dan Alumni Akpol Angkatan 1990. Ia memastikan bantuan akan disalurkan kepada warga terdampak secara tepat sasaran.

    “Bantuan yang masuk ini sangat berarti bagi masyarakat Aceh Tamiang, terutama warga terdampak banjir bandang dan kelompok rentan. Pemerintah daerah memastikan seluruh bantuan akan disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kami mendoakan agar seluruh amal kebaikan ini menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujar Armia, dalam keterangan yang diterima, Minggu (21/12/2025).

    Lebih lanjut, Wakapolri Dedi Prasetyo, Komjen Dedi Prasetyo, selaku perwakilan Alumni Akpol Angkatan 1990 yang hadir langsung memastikan seluruh distribusi bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata berjalan aman, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

    Bantuan tahap pertama telah diserahkan langsung oleh Wakapolri pada 3 Desember 2025, sehari setelah sebelumnya diberangkatkan menggunakan Kapal KN Berhala milik Navigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna mempercepat pengiriman logistik ke wilayah terdampak.

    Akpol 1990 Kirim Bantuan Gelombang Ketiga ke Aceh Tamiang (Foto: Dok. Istimewa)

    Selanjutnya, pada 8 Desember 2025, Alumni Akpol 1990 kembali menyalurkan bantuan tahap kedua melalui jalur darat dengan menggunakan enam truk logistik dari Gedung Serba Guna Kargo Kualanamu menuju Aceh Tamiang.

    Bantuan tersebut terdiri dari beras sebanyak 5.000 bungkus ukuran 5 kg atau setara 25 ton, susu kental manis sebanyak 200 dus, serta mi instan sebanyak 3.000 dus, dengan pengawalan personel kepolisian untuk memastikan keamanan dan kelancaran distribusi.

    Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan, khususnya bayi dan keluarga terdampak banjir bandang. Adapun bantuan tahap ketiga ini meliputi pampers sebanyak 416 dus atau 49.920 pcs, susu bayi sebanyak 80 dus atau 3.840 kotak, selimut sebanyak 600 buah, serta kelambu sebanyak 500 buah.

    Melalui penyaluran bantuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Polri menegaskan kehadirannya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan respons kemanusiaan, memastikan informasi bantuan segera diketahui masyarakat, serta memperkuat sinergi pemulihan pascabencana demi meringankan beban warga Aceh Tamiang.

    (yld/imk)

  • Kapolri Kena ‘Skakmat’, Polisi Dilarang Keras Isi Jabatan Sipil di K/L

    Kapolri Kena ‘Skakmat’, Polisi Dilarang Keras Isi Jabatan Sipil di K/L

    Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Percepatan Reformasi Polri memastikan kepolisian bakal patuh pada putusan Mahkamah Konstistusi soal larangan anggota aktif menduduki jabatan sipil di Kementerian dan Lembaga (K/L). 

    Pernyataan tersebut merespons terbitnya Peraturan Kapolri atau Perpol No.10/2025 yang berisi daftar 17 K/L yang jabatannya bisa diisi oleh anggota polisi. 

    Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, didampingi beberapa anggota tim, langsung menggelar jumpa pers. Dia mengatakan kepastian itu disampaikan langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat bertemu Tim Reformasi. 

    “Jadi yang jelas, kami sudah bahas ya Polri tadi yang hadir Wakapolri, komitmennya sesudah keputusan MK tidak ada lagi penugasan baru, tidak ada lagi,” ujar Jimly di posko tim reformasi, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

    Dia menambahkan Perpol No.10/2025 justru mengatur lebih ketat soal anggota yang sudah menduduki jabatan sipil.

    Dengan demikian, lanjutnya, beleid yang diteken Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu terbit setelah Polri melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait.

    “Jadi sudah clear gitu ya cuma yang sudah keburu menduduki jabatan ini harus diatur dulu yang mana, yang mana dan sebagainya,” imbuhnya.

    Di samping itu, Jimly mengatakan bahwa nantinya Perpol No.10/2025 tentang penugasan anggota Polri bakal diintegrasikan dengan PP sebelum akhirnya menjadi Undang-undang (UU).

    “Dan itulah perlunya ada PP terintegrasi tadi, sebelum undang-undang oh ini pas tadi, nah gitu ya biar clear ya biar masyarakat juga bisa lebih terang bahwa ini sudah ada solusinya,” pungkasnya.

    Perpol No. 10/2025 Melawan UU 

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Mahfud MD mengkritisi Peraturan Polisi (Perpol) No.10/2025 tentang Anggota Polri yang Melaksanakan Tugas di Luar Struktur Organisasi Polri. Menurutnya, peraturan ini bertentangan dengan dua Undang-Undang.

    “Perpol Nomor 10 tahun 2025 itu bertentangan dengan dua Undang-Undang, yaitu Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, di mana di dalam pasal 28 ayat 3 disebutkan Anggota Polri yang mau masuk ke jabatan sipil hanya boleh apabila minta berhenti atau pensiun dari Dinas Polri,” katanya sebagaimana dilansir akun YouTube @MahfudMD, dikutip Minggu (14/12/2025).

    Mahfud menjelaskan ketentuan itu telah dikuatkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi nomor 114 tahun 2025. Lebih lanjut, dia menyampaikan peraturan itu juga bertentangan dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang ASN bahwa jabatan sipil di tingkat pusat boleh diduduki oleh anggota TNI dan Polri.

    Menurutnya, Undang-Undang TNI sudah mengatur adanya 14 jabatan yang dapat diduduki TNI. Namun, katanya, dalam Undang-Undang Polri tiidak menyebutkan jabatan-jabatan yang boleh diduduki Polri

    “Dengan demikian, perkap [perpol] itu kalau memang diperlukan itu harus dimasukkan di dalam Undang-Undang. Tidak bisa hanya dengan sebuah Perkap jabatan sipil itu diatur,” ucapnya.

    Dia menegaskan pernyataan soal polisi adalah jabatan sipil sehingga dapat menjabat ke jabatan sipil lainnya merupakan pernyataan yang salah. Dia mencontohkan seorang sipil saja tidak boleh masuk ke sipil jika di ruang lingkup tugas dan profesinya beririsan.

    “Misalnya, seorang dokter bertindak sebagai jaksa kan tidak bisa. Jaksa bertindak sebagai dokter kan tidak bisa. Dosen bertindak sebagai jotaris kan tidak boleh,” tandasnya.

    Pembelaan Kalpolri Listyo Sigit 

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Perpol No.10/2025 diterbitkan untuk menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal larangan anggota Polri isi jabatan sipil.

    “Jadi perpol yang dibuat oleh polri tentunya dilakukan dalam rangka menghormati dan menindaklanjuti putusan MK,” ujar Sigit di kompleks Istana Negara, Senin (15/12/2025).

    Dia menambahkan perpol No.10/2025 yang ditekennya itu telah melewati koordinasi atau konsultasi dengan kementerian maupun stakeholder terkait.

    Meski demikian, Sigit enggan bicara banyak terkait dengan pihak lain yang menilai Perpol No.10/2025 ini berkaitan dengan putusan MK. 

    “Biar saja yang bicara begitu. Yang jelas langkah yang dilakukan kepolisian sudah dikonsultasikan. Baik dengan kementerian terkait, stakeholder terkait, lembaga terkait. Sehingga baru disusun perpol,” imbuhnya.

    Dia menambahkal Perpol 10/2025 mengenai aturan penugasan anggota ini bakal ditingkatkan menjadi peraturan pemerintah dan bakal dimasukkan ke dalam revisi undang-undang (RUU) Polri.

    “Yang jelas perpol ini tentunya akan ditingkatkan menjadi pp dan kemudian kemungkinan akan dimasukkan dalam revisi UU,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Pada Pasal (3) beleid itu memuat aturan Polri bisa bertugas pada jabatan manajerial dan non-manajerial. anggota boleh menjabat di luar struktur apabila jabatan itu berkaitan dengan fungsi kepolisian yang dilakukan berdasarkan permintaan dari K/L atau organisasi internasional.

    Sekadar informasi, berdasarkan Perpol No.10/2025, total ada 17 Kementerian atau Lembaga (K/L) yang bisa diduduki oleh anggota Polri.

    Berikut ini 17 K/L yang bisa dijabat anggota Polri sebagaimana Perpol No.10/2025 

    1. Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan

    2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

    3. Kementerian Hukum

    4. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 

    5. Kementerian Kehutanan

    6. Kementerian Kelautan dan Perikanan

    7. Kementerian Perhubungan

    8. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

    9. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

    10. Lembaga Ketahanan Nasional

    11. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    12. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

    13. Badan Narkotika Nasional (BNN)

    14. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

    15. Badan Intelijen Negara (BIN)

    16. Badan Siber Sandi Negara (BSSN)

    17. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

  • Patuhi Putusan MK, Tim Reformasi Pastikan Polri Tak Lagi Beri Tugas Anggota di Jabatan Sipil

    Patuhi Putusan MK, Tim Reformasi Pastikan Polri Tak Lagi Beri Tugas Anggota di Jabatan Sipil

    Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Percepatan Reformasi Polri memastikan Polri bakal patuh pada putusan MK soal larangan anggota duduki jabatan sipil.

    Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie mengatakan kepastian itu disampaikan langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat bertemu tim reformasi.

    “Jadi yang jelas, kami sudah bahas ya polri tadi yang hadir Wakapolri, komitmennya sesudah keputusan MK tidak ada lagi penugasan baru, tidak ada lagi,” ujar Jimly di posko tim reformasi, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

    Dia menambahkan, Perpol No.10/2025 justru mengatur lebih ketat soal anggota yang sudah menduduki jabatan sipil.

    Dengan demikian, beleid yang diteken Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu terbit setelah Polri melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait.

    “Jadi sudah clear gitu ya cuma yang sudah keburu menduduki jabatan ini harus diatur dulu yang mana, yang mana dan sebagainya,” imbuhnya.

    Di samping itu, Jimly mengemukakan bahwa nantinya Perpol No.10/2025 tentang penugasan anggota Polri bakal diintegrasikan dengan PP sebelum akhirnya menjadi Undang-undang (UU).

    “Dan itulah perlunya ada PP terintegrasi tadi, sebelum undang-undang oh ini pas tadi, nah gitu ya biar clear ya biar masyarakat juga bisa lebih terang bahwa ini sudah ada solusinya,” pungkasnya.

    Sekadar informasi, berdasarkan Perpol No.10/2025, total ada 17 Kementerian atau Lembaga (K/L) yang bisa diduduki oleh anggota Polri.

    Berikut ini 17 K/L yang bisa dijabat anggota Polri sebagaimana Perpol No.10/2025 :

    1. Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan

    2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

    3. Kementerian Hukum

    4. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 

    5. Kementerian Kehutanan

    6. Kementerian Kelautan dan Perikanan

    7. Kementerian Perhubungan

    8. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

    9. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

    10. Lembaga Ketahanan Nasional

    11. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    12. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

    13. Badan Narkotika Nasional (BNN)

    14. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

    15. Badan Intelijen Negara (BIN)

    16. Badan Siber Sandi Negara (BSSN)

    17. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)