Tag: Dedi Mulyadi

  • Pengamat: Ridwan Kamil yang Jegal Anies, Jokowi dan Prabowo Bantu Menyingkirkan

    Pengamat: Ridwan Kamil yang Jegal Anies, Jokowi dan Prabowo Bantu Menyingkirkan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik dan pemerhati kebangsaan, Tony Rosyid, mengungkapkan analisisnya terkait dinamika politik menjelang Pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2024.

    Menurut Tony, Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang telah menjegal Anies Baswedan. Sebab dia hanya akan maju di DKI Jakarta jika Anies Baswedan tidak menjadi calon.

    “Kalau ada Anies, Ridwan Kamil 1000 persen gak akan berani lawan Anies di DKI. Soal ini, tentu ada kalkulasi politiknya,” ujar Tony, melalui analisa tertulisnya, dikutip Jumat (22/11/2024).

    Tony menjelaskan bahwa Anies dianggap sebagai pesaing berat yang sulit dikalahkan oleh Ridwan Kamil. Oleh karena itu, untuk membuka peluang bagi Ridwan Kamil, Anies harus disingkirkan dari peta politik Jakarta. Namun, proses ini tidak bisa dilakukan tanpa campur tangan pihak-pihak berkuasa.

    “Urusan menyingkirkan, itu ranah Jokowi dan Prabowo. Hanya penguasa yang punya instrumen untuk menyingkirkan lawan,” lanjut Tony.

    Tony menyebutkan bahwa baik mantan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto memiliki kepentingan politik dalam dinamika ini. Jokowi tidak ingin Anies menjadi penghalang bagi Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029. Rivalitas lama antara Jokowi dan Anies juga menjadi alasan lain.

    Sementara itu, Prabowo disebut ingin memperkuat dominasi politiknya di Jawa Barat, provinsi dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar di Indonesia, yakni 36 juta. Ridwan Kamil, yang memiliki elektabilitas tinggi di Jawa Barat, dinilai perlu “dipindahkan” ke Jakarta untuk memberi peluang bagi Dedi Mulyadi, kader Gerindra, dalam Pilgub Jawa Barat.

  • Erwan Setiawan Nyoblos Bareng Bos Persib di Sumedang, Yakin Raih 80 Persen Suara
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        22 November 2024

    Erwan Setiawan Nyoblos Bareng Bos Persib di Sumedang, Yakin Raih 80 Persen Suara Bandung 22 November 2024

    Erwan Setiawan Nyoblos Bareng Bos Persib di Sumedang, Yakin Raih 80 Persen Suara
    Tim Redaksi
    SUMEDANG, KOMPAS.com
    – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat,
    Erwan Setiawan
    , mengonfirmasi bahwa ia akan melakukan pencoblosan di kampung halamannya di Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten
    Sumedang
    , 27 November 2024. 
    Cawagub Jabar nomor urut 4 ini mengaku akan menggunakan domisili yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk menyalurkan suaranya.
    “Iya, nanti nyoblos di Tanjungsari, sesuai KTP,” ujar Erwan kepada Kompas.com melalui telepon pada Jumat (22/11/2024).
    Mantan Wakil Bupati Sumedang periode 2018-2023 ini mengaku akan mencoblos bersama ayahnya, 
    Umuh Muchtar
    , yang merupakan bos
    Persib Bandung
    .
    “Iya, bapak (Umuh Muchtar) juga di Tanjungsari. Mau nyoblos bareng, sama satu TPS,” tutur Erwan, yang merupakan pasangannya di
    Pilgub Jabar
    , Dedi Mulyadi.
    Sementara itu, Ketua Balad Erwan, Deni Hidayat, menyatakan optimismenya pasangan calon nomor urut 4 ini akan mampu meraih suara hingga 80 persen di Kabupaten Sumedang.
    “Kami yakin, bisa meraih 80 persen suara untuk di Kabupaten Sumedang. Target suaranya memang sama dengan target se-Jabar,” kata Deni.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Survei LSI Denny JA: Dadang-Ali Syakieb Unggul pada Pilkada Bandung
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        21 November 2024

    Survei LSI Denny JA: Dadang-Ali Syakieb Unggul pada Pilkada Bandung Bandung 21 November 2024

    Survei LSI Denny JA: Dadang-Ali Syakieb Unggul pada Pilkada Bandung
    Editor
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA) di Pilkada Kabupaten Bandung mencatat, elektabilitas pasangan calon nomor urut 2, Dadang Supriatna–
    Ali Syakieb
    mencapai 53,4 persen.
    Angka tersebut mengungguli elektabilitas paslon nomur urut 1,
    Sahrul Gunawan
    –Gun Gun Gunawan sebesar 44,6 persen.
    Peneliti senior LSI Network Deny JA, M Khotib mengatakan, survei dilakukan pada 5–10 November 2024. Menggunakan metodologi standar multistage random sampling melalui wawancara tatap muka kepada 1.200 responden secara acak dengan margin of error plus minus 2,9 persen.
    Menurut Khotib, keunggulan Dadang Supriatna–Ali Syakieb juga terpotret dari pemilih yang berkategori militan (strong supporters). Sebesar 36,7 persen mengaku pilihannya sudah mantap kepada paslon nomor urut 2.
    Sementara, lanjut Khotib, pemilih militan yang mengaku mantap kepada Sahrul–Gun Gun 30,7 persen, turun dari sebelumnya 34,6 persen. Sebaliknya, strong supporters kepada Dadang- Ali Syakieb naik dari sebelumnya 33,9 persen ke 36,7 persen.
    “Data ini harus menjadi warning buat
    Sahrul-Gun Gun
    , karena punya trend turun, baik elektabilitas pasangan, maupun elektabilitas strong supportersnya,” ujar Khotib dalam rilisnya, Kamis (21/11/2024). 
    “Biasanya, calon yang punya trend turun ada kecendrungan turun lagi. Sementara, Pilkada tinggal kurang dari seminggu. Ini tidak mudah untuk rebound,” ungkapnya.
    Namun, Khotib menggingatkan, masih ada sekitar 32,6 persen publik di Kabupaten Bandung yang masuk dalam kategori soft supporters.
    Yaitu, gabungan pemilih yang sudah memilih tapi bisa berubah, dan mereka yang belum punya pilihan sama sekali.
    “Angka soft supporter sebesar 32,6 persen tersebut, biasanya sering kita sebut sebagai lahan tak bertuan. Mereka adalah pemilih cair yang masih bisa diperebutkan siapa saja. Inilah yang harus menjadi PR buat kedua paslon, siapa yang bisa mengambil pemilih cair yang paling banyak itulah pemenangnya,” ucap dia.
    Khotib juga menyampaikan sejumlah data penting yang menggambarkan keunggulan
    Dadang-Ali Syakieb
    .
    Salah satunya terlihat pada distribusi dukungan aneka segmen demografis, mulai dari gender, usia, tingkat pendidikan, penghasilan, profesi, pemilih ormas, pemilih partai. Termasuk, pemilih di setiap dapil dan kecamatan.
    Kecuali, kata Khotib, Sahrul–Gun Gun unggul di 4 kecamatan, yaitu Cileunyi, Soreang, Cimaung, dan Cangkuang.

    Selebihnya, dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, Dadang–Ali Syakieb unggul merata dan ada beberapa kecamatan yang keunggulannya tipis atau bersaing ketat.
    Sementara itu, pada segmen pemilih partai, dukungan sudah relatif solid kepada masing-masing paslon yang diusungnya.
    Misalnya, Dadang–Ali Syakieb yang didukung PKB, Gerindra, Nasdem, PDIP dan lainnya, pemilihnya sudah relatif solid.
    Begitu juga Sahrul–Gun Gun yang didukung Golkar dan PKS, pemilih kedua partai pengusung itu juga sudah solid ke calon yang didukungnya.
    “Kalau di segmen pemilih partai, data kita memperlihatkan soliditas pilihan kepada masing-masing kandidat yang didukungnya,” ujarnya.
    Khotib menegaskan, jika merujuk pada data survei terbaru LSI Denny JA ini, baik dari elektabiltias, strong supporters, dukungan aneka segmen demografis dan dapil serta kecamatan, maka potensi kemenangan lebih besar ada pada pasangan Dadang Supriatna – Ali Syakieb.
    Namun begitu, Khotib juga menyampaikan temuan data lain yang harus diwaspadai. Yaitu, masih tingginya angka kecendrungan mayoritas perilaku pemilih di Kabupaten Bandung terhadap money politic. Ada sekitar 50,4 persen publik yang menganggap money politic ini wajar.
    “Ini angka yang tidak kecil. Kalau perilaku pemilih yang berkategori seperti ini dimanfaatkan oleh kandidat dan timnya, pasti akan menjadi good news buat yang berkapital besar, dan badnews buat kandidat yang amunisinya pas-pas. Meskipun, jika itu dilakukan potensi risiko kena semprit Panwas cukup besar,” tegasnya.
    Survei LSI Denny JA
    juga memotret peta elektabilitas para calon gubernur di Kabupaten Bandung.
    Hasilnya, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan unggul telak dengan 77,0 persen. Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie 9,6 persen, Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina 6,3 persen, dan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja 1,4 persen.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Meredam ancaman polarisasi pada Pilkada Karawang 2024

    Meredam ancaman polarisasi pada Pilkada Karawang 2024

    Karawang (ANTARA) – Pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 tinggal menghitung hari. Saat ini sudah memasuki pengujung masa kampanye.

    Kampanye merupakan proses komunikasi yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan menciptakan efek tertentu kepada khalayak atau publik.

    Di dunia perpolitikan, kampanye pilkada merupakan kegiatan untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program-program yang digulirkan.

    Kampanye berlangsung sejak 25 September hingga 23 November 2024, dilaksanakan sebagai wujud dari pendidikan politik masyarakat yang dilaksanakan secara bertanggung jawab, yang pada akhirnya dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

    Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 tahun 2024 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

    Pada pilkada tahun ini, pemilih mendapat dua jenis surat suara, yakni untuk pemilihan bupati atau wali kota dan wakil bupati atau wakil wali kota serta surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

    Untuk pemilihan bupati dan wakil bupati, masyarakat Karawang dihadapkan dengan dua pilihan, yakni pasangan Acep Jamhuri-Gina Fadlia Swara serta duet Aep Syaepuloh-Maslani.

    Adapun pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, masyarakat Karawang harus memilih satu di antara empat pasangan calon.

    Keempat pasangan calon itu adalah Acep Adang Ruchiat-Gitalis Dwi Natarina, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, serta duet Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.

    Pada pilkada tahun ini, sesuai dengan data Komisi Pemilihan Umum Karawang, pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya mencapai 1.801.870 orang, tersebar di 309 desa dan kelurahan di Karawang.

    Ketua KPU Karawang Mari Fitriana menyebut ada1,8 juta pemilih, terdiri atas Generasi Milenial (usia 25–39 tahun) berjumlah 605.568 orang, Generasi X (40 hingga 55 tahun) sebanyak 580.564 orang.

    Selanjutnya pemilih dari Generasi Z, rentang usia 17 sampai 24 tahun, sebanyak 290.928 orang. Lalu Baby Boomers berusia 56–76 tahun mencapai 283.793 orang. Untuk kelompok lansia usia lebih dari 76 tahun sejumlah 41.015 orang.

    Sementara jika dilihat dari sisi gender, pada pilkada yang akan digelar 27 November 2024, jumlah pemilih laki-laki mencapai 904.006 orang dan pemilih perempuan sebanyak 897.864 orang.

    Para pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap nantinya akan menggunakan hak pilihnya di 3.793 tempat pemungutan suara pada 27 November 2024.

    Aneka ragam kampanye

    Aneka ragam pola kampanye selama beberapa pekan terakhir ini telah disajikan oleh masing-masing tim pasangan calon peserta pilkada.

    Dari sajian kampanye di media sosial yang disampaikan oleh masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, bukan hanya konten visi dan misi yang mendominasi di beranda media sosial.

    Beragam konten yang bernada saling serang juga bermunculan di berbagai kanal media sosial. Ada tim pasangan calon yang mengunggah dan menyebar konten terkait dengan kandidat beristri dua dan konten kandidat yang diduga terlibat korupsi.

    Selain itu, ada juga konten bergambar kandidat yang memegang minuman beralkohol.

    Tak hanya itu, pada masa kampanye Pilkada Karawang juga terjadi hoaks yang mencatut nama lembaga survei dan lembaga penyelenggara pemilu.

    Kondisi tersebut memicu aksi saling lapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karawang mengenai dugaan pelanggaran kampanye.

    Hingga pekan terakhir masa kampanye, sudah ada lebih dari 20 laporan dugaan pelanggaran kampanye yang sampai ke Bawaslu Karawang, di antaranya berkaitan dengan kampanye di tempat ibadah, netralitas aparatur sipil negara, netralitas kepala desa, dan politik uang. Bahkan, ada juga laporan dugaan pelanggaran kode etik salah seorang pimpinan KPU Karawang.

    Ketua Bawaslu Karawang Engkus Kusnadi menyampaikan bahwa setiap laporan, jika syarat administrasi pelaporannya lengkap, tentu ditindaklanjuti. Terbukti, pihaknya sudah merekomendasi laporan dugaan netralitas aparatur sipil negara ke Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia.

    Selain itu, Bawaslu Karawang juga telah mengeluarkan rekomendasi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait dengan laporan dugaan pelanggaran kode etik salah satu pimpinan Komisi Pemilihan Umum Karawang.

    Meredam polarisasi

    Pilkada Karawang pada tahun ini diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya polarisasi masyarakat cukup tinggi akibat dipicu revalitas tinggi kedua pasangan itu.

    Ketua Bawaslu Karawang Engkus Kusnadi menyampaikan, saat polarisasi masyarakat muncul akibat perbedaan dukungan, sangat mungkin terjadi gesekan.

    Benih-benih terjadinya polarisasi di kalangan masyarakat sudah mulai tampak terlihat dari sejumlah konten dan komentar di grup-grup whatsApp, unggahan-unggahan media sosial, dan lain-lain.

    Sementara itu, guna meredam ancaman polarisasi, di antaranya Bawaslu Karawang menggiatkan komunikasi dengan partai koalisi dan tim masing-masing pasangan calon. Pesan yang disampaikan ialah agar masing-masing pasangan calon melaksanakan kampanye dengan santun dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Ada beberapa hal yang menjadi perhatian Bawaslu Karawang selama masa kampanye, antara lain, persoalan politik uang, SARA, dan hoaks. Hal tersebut menjadi perhatian karena sering kali menimbulkan polarisasi masyarakat yang berpotensi menimbulkan kekisruhan.

    Atas hal itulah, ia menekankan pengawas pemilu, mulai dari pengawas tingkat desa, kecamatan, hingga pengawas tingkat kabupaten menaruh perhatian terhadap persoalan politik uang, SARA, dan hoaks selama masa kampanye.

    Menjaga pilkada agar berjalan lancar juga perlu peran serta masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan, melaporkan jika terjadi kecurangan, atau pelanggaran pemilu.

    Kusnadi juga mengaku kalau pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pegiat media sosial untuk ikut mengampanyekan kampanye pilkada damai. Itu dilakukan untuk mendeteksi dini bila ada konten-konten yang memicu terjadinya polarisasi. Selain itu juga dilakukan patroli siber bersama dengan jajaran pihak kepolisian dari Polres Karawang.

    Beberapa hari lalu, Bawaslu Karawang juga telah melakukan deklarasi pilkada damai dan berintegritas, melibatkan pasangan calon dan jajaran pemerintah daerah. Sedangkan sebelumnya, KPU Karawang juga telah melakukan deklarasi pilkada damai.

    Deklarasi itu diluncurkan agar semua pihak yang terlibat pada pilkada benar-benar menjunjung tinggi kondusivitas daerah selama tahapan pilkada.

    Kasi Humas Polres Karawang Ipda Solikhin menyampaikan jika dikaitkan dengan head to head, Pilkada Karawang tahun ini tentu kategorinya rawan gangguan kamtibmas.

    Namun jika dibandingkan dengan daerah lain yang sentimen kesukuannya tinggi, seperti di luar Jawa, potensi gangguan kamtibmas pada Pilkada Karawang tidak terlalu tinggi. Walakin, tetap diperlukan kewaspadaan gangguan kamtibmas pada Pilkada Karawang.

    Langkah-langkah mitigasi tentu saja dilakukan untuk menghindari gangguan kamtibmas pada pilkada di Karawang. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga dan memastikan pelaksanaan pilkada berjalan aman, damai dan kondusif.

    Masyarakat yang terlibat dalam prosesi pilkada diajak tidak mengedepankan ego dan tetap menjaga kondusiflvitas Karawang.

    Jangan sampai hanya gara-gara pilkada, keamanan dan kenyamanan masyarakat Karawang terganggu.

    Suasana aman dan nyaman perlu diwujudkan bersama, agar masyarakat bisa benar-benar bebas menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nuraninya pada hari pemungutan suara, 27 November nanti.

    Berbeda dukungan dan pilihan merupakan hal wajar. Yang tidak wajar adalah berseteru gara-gara perbedaan dukungan di pilkada.

    Editor: Achmad Zaenal M

    Editor: Achmad Zaenal M
    Copyright © ANTARA 2024

  • Siap Ngadandanan Kota Bandung, Relawan Prabowo Mania Merapat ke Dandan Arif

    Siap Ngadandanan Kota Bandung, Relawan Prabowo Mania Merapat ke Dandan Arif

    JABAR EKSPRES – Dukungan kepada Pasangan Calon (Paslon) Dandan Riza Wardana – Arif Wijaya terus mengalir. Kali ini dari Relawan Prabu Siliwangi Prabowo Mania.

    Para relawan itu menyempatkan diri bersilaturahmi ke markas pemenangan Dandan – Arif. Mereka diterima oleh Ketua Harian Timgab Paslon Dandan-Arif, Ahmad Bajuri.

    Dalam acara diskusi yang penuh kekeluargaan, banyak hal, harapan dan masukan untuk arah kebijakan Dandan dalam memimpin Kota Bandung.

    BACA JUGA: Terima Laporan Hasil Kajian Sistemik dari Ombudsman RI, Wamen Ossy: Tindaklanjuti dengan Semangat Sinergi dan Kolaborasi

    Ahmad Bajuri mengucapkan terima kasih atas dukungan yang disampaikan kepada paslon Dandan-Arif oleh Relawan Prabu Siliwangi.

    “Semoga berkat dukungan dari semua pihak, kita semua diberikan kesehatan kelancaran agar Dandan bisa mimpin Kota Bandung,” terangnya.

    Selain itu, Ahmad Bajuri juga mengajak warga Kota Bandung untuk ikut bagian Ngadandanan Kota Bandung bersama Dandan-Arif juga menuju Jabar Istimewa.

    BACA JUGA: Denny Sumargo Melaporkan Farhat Abbas ke Polisi, Farhat Abbas: “Saya Masih di Atas Denny”

    Sementara itu, Pergerakan Relawan Prabu Siliwangi Prabowo Mania di lingkungan masyakat Kota Bandung dan Jawa Barat telah banyak dirasakan, baik dalam melakukan edukasi dunia pendidikan, seni budaya dan kepedulian sosialnya. Begitu pun dalam hal turut menentukan pemimpin di daerah, ikut andil di dalamnya.

    Di pemilu Presiden 2024 lalu, Relawan Prabu Siliwangi bersama pelaku seni budaya se-Jawa Barat berada di garda barisan Prabowo-Gibran. Pada Pilgub Jawa Barat dan Pilwalkot Kota Bandung, jajaran pengurus Relawan Prabu Siliwangi menentukan pilihan kepada Paslon Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.

    “Sedangkan untuk paslon Wali kota Bandung, mendorong ikut bagian Ngadandanan Kota Bandung dan ikut dalam usaha mengantarkan calon wali kota Dandan, yang merupakan anak ke 5 dari Ateng Wahyudi mantan Walikota Bandung ke 8,” terang Perwakilan Relawan Porta Kabayan.(son)

  • Isu Politik Terkini: Debat Pilkada Jakarta 2024 hingga Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan di Ambang Kemenangan

    Isu Politik Terkini: Debat Pilkada Jakarta 2024 hingga Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan di Ambang Kemenangan

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah isu politik terkini menjadi perhatian publik, Minggu (17/11/2024). Debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 menjadi sorotan utama, diikuti oleh perkembangan politik di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

    Berikut lima berita politik yang paling menarik perhatian pembaca.

    1. Debat Pilkada Jakarta 2024, Pramono Anung Sentil Ridwan Kamil yang Pamer Jadi Kurator IKN
    Debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 memanas ketika calon gubernur nomor urut 3, Pramono Anung, menyindir calon nomor urut 1, Ridwan Kamil, soal pemindahan Balai Kota Jakarta ke Jakarta Utara. Pramono menyebut rencana tersebut hanya sekadar “imajinasi,” mengacu pada gagasan Ridwan saat menjadi gubernur Jawa Barat untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Tegalluar.

    Ridwan Kamil menanggapi dengan menyebut dirinya berperan sebagai kurator IKN. Namun, Pramono membalas bahwa keterlibatannya dalam IKN lebih mendalam, dimulai sejak survei lokasi bersama Presiden Joko Widodo. Pramono menegaskan, solusi untuk Jakarta harus berupa tindakan nyata, bukan sekadar konsep atau wacana.

    2. Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Unggul di Pilgub Jabar, Tetap Fokus pada Aspirasi Masyarakat
    Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, menunjukkan elektabilitas tertinggi menjelang Pilgub Jabar 2024. Meski demikian, pasangan ini tetap rendah hati, mengusung strategi mendekatkan diri kepada masyarakat melalui program berbasis aspirasi.

    Dedi menyebut, seperti dalam pertandingan sepak bola, kemenangan tidak dapat diraih hanya dengan unggul di awal. Pasangan ini bertekad menjaga momentum hingga hari pemungutan suara. Debat ketiga Pilgub Jabar dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bogor pada 23 November 2024.

    3. 1.500 Pasukan “Samurai Biru” Gerindra Siap Menangkan Luthfi-Taj Yasin di Jateng
    Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, mendapatkan dukungan penuh dari 1.500 kader Partai Gerindra, yang disebut “Pasukan Samurai Biru.” Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono, melatih ribuan saksi TPS untuk memastikan kemenangan pasangan ini dalam Pilkada Jateng 2024.

    Sudaryono menegaskan, para saksi tidak hanya bertugas di TPS, tetapi juga harus aktif menggalang suara di masyarakat, termasuk melakukan pemetaan pemilih di lingkungannya.

    4. Debat Pamungkas Pilgub Jatim 2024 Usung Tema Infrastruktur dan Lingkungan
    Debat ketiga Pilgub Jawa Timur 2024 akan digelar pada Senin (18/11/2024) di Grand City Surabaya. Tema debat kali ini adalah “Akselerasi Infrastruktur dan Lingkungan Hidup untuk Mewujudkan Jawa Timur sebagai Episentrum Ekonomi Kawasan Timur Indonesia.”

    Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan tampil, yaitu Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (nomor urut 1), Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (nomor urut 2), dan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) (nomor urut 3).

    5. Pramono Anung: Kerja Nyata untuk Jakarta, Bukan Sekadar Janji
    Pramono Anung kembali menekankan komitmennya untuk membawa perubahan nyata bagi Jakarta. Bersama calon wakil gubernur Rano Karno, ia berjanji melanjutkan program-program baik dari kepemimpinan sebelumnya, seperti era Anies Baswedan dan Ahok.

    Menurut Pramono, perbaikan Jakarta memerlukan proses berkelanjutan, bukan sekadar janji kampanye. Ia mengajak seluruh pihak untuk fokus pada kerja nyata demi kemajuan ibu kota.

  • Pilkada Tasikmalaya, Doel Sumbang Meriahkan Kampanye Viman-Dicky
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        17 November 2024

    Pilkada Tasikmalaya, Doel Sumbang Meriahkan Kampanye Viman-Dicky Bandung 17 November 2024

    Pilkada Tasikmalaya, Doel Sumbang Meriahkan Kampanye Viman-Dicky
    Tim Redaksi
    TASIKMALAYA, KOMPAS.com
    – Artis legendaris
    Doel Sumbang
    memeriahkan kampanye terbuka pasangan calon (paslon) nomor 4
    Pilkada Kota Tasikmalaya
    , Viman Alfarizi-Dicky Candra, di
    Stadion Dadaha
    , Tasikmalaya, Sabtu (16/11/2024).
    Ribuan pendukung berpakaian biru muda, ciri khas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pun memenuhi stadion sepak bola berkapasitas 10 ribu penonton tersebut.
    Hadir pula calon Gubernur Jawa Barat asal Gerindra, Dedi Mulyadi, dalam kampanye akbar bersama Ketua Partai Gerindra Jawa Barat, Amir Mahpud.
    “Saya senang lihat warga Kota Tasikmalaya bahagia. Jangan lupa pilih calon nomor empat, Viman, Dicky Candra, dan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar,” terang Doel saat memberikan tanggapannya pada acara itu, Minggu (7/11/2024).
    Doel Sumbang pun ditemani penyanyi dangdut senior Cucu Cahyati untuk meramaikan acara paslon Wali Kota Tasikmalaya yang diusung koalisi Partai Gerindra, Nasdem, PBB, Gelora, dan Ummat itu
    Doel menyanyikan empat lagu sesuai nomor urut paslon jagoannya di Kota Tasikmalaya dan Jawa Barat, dengan lagu berjudul “Ai,” “Teteh,” “Kali Merah,” dan “Runtah.” “Saya bernyanyi 4 lagu juga ya sesuai nomor urut. Jangan lupa meriahkan juga nanti saat pencoblosan 27 November 2024,” kata dia.
    Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Amir Mahpud, mengaku saat acara disediakan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang hadir dalam kampanye di Stadion Dadaha.
    Tercatat 540 orang pendukung Viman Alfarizi dan Dedi Mulyadi memeriksakan kesehatan di tempat khusus yang sengaja disediakan saat kampanye.
    “Kita juga hadirkan layanan kesehatan gratis oleh 2 dokter profesional dan 8 perawat dari Rumah Sakit Islam Siti Munaroh. Kebetulan itu rumah sakit milik keluarga kami yang disediakan untuk masyarakat,” ungkap Amir, sekaligus pemilik perusahaan otobus (PO) Primajasa Grup Mayasari.
    Amir pun berterima kasih kepada masyarakat yang selama ini mendukung dan mempercayai keluarga besarnya, yakni Viman Alfarizi, sebagai calon pemimpin Kota Tasikmalaya.
    “Kita sangat optimis calon wali kota Tasikmalaya dari Gerindra, Viman Alfarizi, akan memenangkan Pilkada Kota Tasikmalaya. Pesta rakyat yang dihadiri puluhan ribu masyarakat ini jadi bukti calon partai Gerindra sangat disayangi masyarakat Kota Tasikmalaya,” kata dia.
    Seperti diketahui, Pilkada Kota Tasikmalaya diikuti lima paslon, yakni nomor urut satu, Nurhayati-Muslim; nomor urut dua, Ivan Dicksan-Dede Muharam; nomor urut tiga, Muhammad Yusuf-Hendro Nugraha; nomor urut empat, Viman Alfarizi-Dicky Candra; dan nomor urut lima, Yanto Aprianto-KH Aminudin Bustomi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Akun Facebook Dedi Mulyadi "Dibajak" Selama Setahun, Kerap Unggah Konten Merugikan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        17 November 2024

    Akun Facebook Dedi Mulyadi "Dibajak" Selama Setahun, Kerap Unggah Konten Merugikan Bandung 17 November 2024

    Akun Facebook Dedi Mulyadi “Dibajak” Selama Setahun, Kerap Unggah Konten Merugikan
    Editor
    KOMPAS.com
    – Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 4,
    Dedi Mulyadi
    mengatakan bahwa akun Facebooknya, ‘Kang Dedi Mulyadi’, dikuasi oleh pihak tidak bertanggung jawab alias “dibajak”.
    Akun Facebook dengan 11 juta pengikut dan telah terverifikasi itu dikuasai pihak lain sejak tahun lalu.
    Selama “dibajak”, menurut Dedi, akun Facebook Kang Dedi Mulyadi itu pun kerap mengunggah konten merugikan, bukan hanya bagi Dedi, tapi juga untuk pihak-pihak lain.
    Kini, dia menambahkan, akun tersebut kembali aktif memposting unggahan konten yang merugikan bagi Dedi di tengah masa
    Pilgub Jabar 2024
    .
    “Hari ini kembali bermunculan postingan dari akun Facebook ‘Kang Dedi Mulyadi’ dengan berbagai pernyataan yang kontroversial dan sangat merugikan aspek politik yang saya jalani hari ini,” kata Dedi dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Minggu (17/11/2024).
    “Saya tegaskan bahwa akun ‘Kang Dedi Mulyadi’ di Facebook itu di luar penguasaan saya, dan hari ini dikuasai oleh orang lain pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
    Dedi Mulyadi meminta seluruh masyarakat untuk mengabaikan setiap unggahan yang muncul dari akun Facebook tersebut.
    “Karena itu, abaikan seluruh postingan (akun Facebook) itu. Tetap semangat menyongsong kemenangan, Jawa Barat Istimewa,” ujar Dedi Mulyadi.
    Dia pun membeberkan akun media sosial yang masih berada dalam penguasaan dan tanggung jawabnya, yakni:
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Empat Paslon Pilkada Jabar tawarkan gagasan perkuat toleransi beragama

    Empat Paslon Pilkada Jabar tawarkan gagasan perkuat toleransi beragama

    Keempat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat saat menghadiri debat publik putaran kedua yang diselenggarakan di Cirebon, Jabar, Sabtu (16/11/2024) malam. ANTARA/Fathnur Rohman

    Empat Paslon Pilkada Jabar tawarkan gagasan perkuat toleransi beragama
    Dalam Negeri   
    Novelia Tri Ananda   
    Minggu, 17 November 2024 – 06:00 WIB

    Elshinta.com – Empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat menawarkan sejumlah gagasan dan program untuk memperkuat toleransi beragama di 27 kabupaten/kota di Jabar. Berbagai gagasan itu disampaikan oleh masing-masing paslon pada debat publik Pilkada 2024 putaran kedua yang diselenggarakan di Cirebon, Jabar, Sabtu (16/11) malam.

    Paslon nomor urut satu Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam kebijakan pemerintah yang fokus utamanya meliputi sektor pendidikan, ruang publik, dan pembangunan rumah ibadah. Pasangan tersebut menyampaikan program ini akan diperkuat juga, dengan penegakan hukum untuk melindungi kebebasan beragama, termasuk akses terhadap tempat ibadah dan layanan publik bagi seluruh masyarakat.

    “Kami juga akan menyusun kurikulum khusus pendidikan toleransi di sekolah serta memperkuat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat kabupaten/kota,” ujar Acep saat debat berlangsung.

    Kemudian, paslon nomor urut dua Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja menyebutkan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang dirumuskan para pendiri bangsa Indonesia.Mereka menawarkan program pendidikan lintas agama (Pelita), yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kerja sama antar-pemeluk agama di Jabar.

    “Konflik intoleransi, sesungguhnya dipicu oleh kecurigaan masing-masing pihak. Konflik agama dipicu oleh itu. Kalau kami, FKUB akan ditempatkan di tingkat paling dasar terutama keragaman-nya sangat majemuk,” kata Jeje.

    Sedangkan paslon nomor urut tiga Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie mengusulkan penguatan perlindungan hak beragama sebagaimana diatur dalam konstitusi. Selain itu, pasangan ini menyoroti pentingnya menciptakan suasana kebersamaan lintas agama sejak dini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga nilai keberagaman di Jabar.

    “Hak kebebasan beragama adalah hak paling dasar dan harus dijamin tanpa intervensi,” kata Syaikhu.

    Sementara itu, paslon nomor urut empat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan memandang masyarakat Jabar sudah hidup dalam toleransi yang baik.  Namun, pasangan ini menilai isu agama sering kali dimanfaatkan dalam ranah politik. Mereka menegaskan kebijakan terkait keberagaman, harus dipandang sebagai salah satu isu strategis yang menjadi perhatian utama.

    “Pemerintah provinsi harus tegas dalam menghadapi potensi intoleransi dengan tetap berpegang pada aturan hukum,” tutur Dedi Mulyadi.

    Sebelumnya, Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni menuturkan pelaksanaan debat ini merupakan upaya untuk memberikan ruang kepada masing-masing paslon dalam memaparkan gagasan dan visi-misi mereka kepada masyarakat. Ia mengatakan Jabar sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, tercatat memiliki 35,9 juta pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024.

    Hal ini, menurut Ummi, menjadi tanggung jawab besar bagi KPU untuk memastikan pemilih mendapatkan informasi yang cukup dalam menentukan pilihan.

    “Kami juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan mengajak pemilih di Jabar untuk hadir di TPS pada 27 November 2024,” ucap dia.

    Sumber : Antara

  • Saat Keempat Paslon Soal Budaya di Debat Publik Putaran Kedua Pilgub Jabar

    Saat Keempat Paslon Soal Budaya di Debat Publik Putaran Kedua Pilgub Jabar

    Paslon nomor urut tiga Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie menyoroti keunikan batik Mega Mendung sebagai salah satu identitas budaya masyarakat di Cirebon.

    Menurut mereka, pelestarian budaya lokal dapat memperkuat daya tarik bagi Provinsi Jawa Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    “Tentunkami juga sangat menghormati dan mencintai budaya di Kota Cirebon. Di mana Cirebon adalah kota batik, dengan daerah Trusmi yang terkenal dan batik Cirebon ini punya kekhasan yaitu motif Mega Mendung,” kata Ahmad Syaikhu.

    Terakhir, paslon nomor urut empat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan menjelaskan ada empat elemen yang memperkuat identitas budaya di Jabar yaitu bahasa, makanan, fesyen dan seni.

    Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital di Jabar, untuk mendukung promosi dan pemasaran produk yang dihasilkan dari adanya budaya tradisional.

    “Keempat elemen ini harus mendapat ruang di era digital agar produk masyarakat tradisi dapat diakses lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi,” ungkap Dedi Mulyadi.

    Keempat paslon sepakat bahwa pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif, dapat berjalan seiring untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Jabar.