Tag: Deddy Corbuzier

  • Top 5 News: Persiapan KPK untuk Praperadilan Hasto hingga Dugaan Malaadministrasi HGB Pagar Laut

    Top 5 News: Persiapan KPK untuk Praperadilan Hasto hingga Dugaan Malaadministrasi HGB Pagar Laut

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah artikel menjadi perhatian pembaca dan masuk dalam top 5 news, sejak Rabu (22/1/2025) hingga Kamis (23/1/2025). Artikel yang diminati pembaca ini beragam, mulai dari persiapan KPK menghadapi praperadilan Hasto, hingga dugaan adanya malaadministrasi dalam HGB pagar laut.

    Berikut top 5 news Beritasatu.com hari ini:

    1. Masih Siap-siap Hadapi Praperadilan Hasto, Ketua KPK: Tak Sekadar Bawa Badan

    Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan pihaknya masih melakukan persiapan untuk menghadapi praperadilan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (HK). Dia menekankan absennya KPK dari sidang praperadilan, Selasa (21/1/2025) bukan karena berupaya mengulur waktu. 

    “Kita kan tidak mengulur waktu,” kata Setyo Budiyanto di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (22/1/2025). 

    2. Endus Dugaan Maladministrasi, Ombudsman Investigasi Penerbitan HGB Pagar Laut

    Ombudsman menilai ada potensi dugaan maladministrasi di balik isu pagar laut. Bahkan, isu tersebut bisa saja berkembang ke arah dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Isu tersebut kini tengah diinvestigasi oleh Ombudsman. 

    “Kita memberi mandat kepada perwakilan Ombudsman perwakilan Banten untuk melakukan investigasi,” kata Ketua Ombudsman Mokhammad Najih di kantornya, Rabu (22/1/2025). 

    Dari hasil penelusuran, isu seputar pagar laut terus berkembang. Salah satu yang Najih sorot yakni seputar telah diterbitkannya sertifikat hak guna bangunan (HGB) dan sertifikat hak milik (SHM) di kawasan perairan Tangerang, Banten. 

    3. Komisi IV DPR Usul Pembentukan Pansus Pagar Laut di Kabupaten Bekasi

    Top 5 news berikutnya mengenai DPR akan segera membentuk panitia khusus (Pansus) guna mengusut keberadaan pagar laut dan reklamasi ilegal yang ada di wilayah perairan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

    Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IV DPR Riyono, saat meninjau langsung kondisi pagar laut yang ada di perairan Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

    Riyono mengatakan usulan pembentukan pansus pagar laut Bekasi ini telah mendapatkan lampu hijau dari pimpinan. Kini, pihaknya tengah menggali berbagai informasi terkait persoalan yang terjadi di lapangan.

    4. Shin Tae-yong Dipecat 2,5 Jam sebelum PSSI Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia

    Tangan kanan Shin Tae-yong, Kim Jong Jin membongkar sejumlah fakta yang terjadi di balik pemecatan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong oleh PSSI.

    “Pengumuman adanya pelatih baru itu pada 6 Januari. Benarkah? Karena kemudian, mereka (PSSI) mengumumkan pada siang hari pukul 12.00 WIB di hari yang sama,” kata tangan kanan Shin Tae-yong, Kim Jong Jin dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (22/1/2025).

    Kim Jong Jin mengatakan, pengumuman pemecatan yang dilakukan PSSI kepada Shin Tae-yong sangat mendadak. Bahkan, dilakukan 2,5 jam sebelum diumumkan adanya pelatih baru untuk Timnas Indonesia.

    5. Usut Kasus Harun Masiku, KPK Gelar Penggeledahan di Jalan Borobudur Menteng

    Top 5 news terakhir mengenai tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat Harun Masiku (HM). Terkait kasus tersebut, KPK kembali melakukan penggeledahan, Rabu (22/1/2025).

    “Benar ada kegiatan penggeledahan perkara tersangka HM,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, Rabu (22/1/2025).

    KPK belum membeberkan secara resmi soal lokasi maupun temuan dari penggeledahan tersebut. Namun, dari informasi yang dihimpun, giat tersebut berlangsung pada sebuah rumah mewah di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat.

  • Fakta Detik-detik Shin Tae-yong Dipecat, Sampai Sekarang Belum Tanda Tangan Surat Pemecatan

    Fakta Detik-detik Shin Tae-yong Dipecat, Sampai Sekarang Belum Tanda Tangan Surat Pemecatan

    Fakta Detik-detik Shin Tae-yong Dipecat, Sampai Sekarang Belum Tanda Tangan Surat Pemecatan

    TRIBUNJATENG.COM – Mantan analis pertandingan tim, Kim Jong Jin, mengungkap bahwa Shin Tae-yong belum menandatangani surat pemecatan.

    Fakta mengejutkan ini diungkap ketika Kim Jong Jin ketika menjadi bintang tamu di Close The Door podcast Deddy Corbuzier.

    Seperti yang diketahui, Shin Tae Young dipecat dari pelatim Timnas Indonesia per 6 Januari 2025.

    Kim Jong Jin, lewat podcast Close the Door, menjelaskan kronologi Shin Tae-yong diminta menandatangani surat pemecatan.

    “‘Ini suratnya. Tolong ditandatangani. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih untuk apa yang telah Anda lakukan’,” kenang Kim Jong Jin.

    “Di suratnya tertulis karena beberapa masalah yang kami pantau. Inilah keputusan kami.”

    “Ya (di dalam suratnya tertulis beberapa masalah) tapi tidak ada detailnya sama sekali.”

    Dalam keterangannya, Kim Jong Jin mengungkapkan bahwa Shin Tae-yong belum memberikan persetujuan resmi terkait pemecatannya.

    “Suratnya spesifik ditujukan kepada Coah Shin. Namun kemudian kontraknya itu adalah paket yang mencakup pelatih asisten. Jadi ketika dia menandatangainya, saya pikir hal yang sama berlaku untuk yang lain, tapi dari yang saya tahu, dia belum menandatanganinya,” beber Kim Jong-jin dikutip Tribunjateng.com, Rabu (22/1/2025).

    Pemberitahuan pemecatan diterima Shin Tae-yong pada pukul 09.40 WIB, tepat 2,5 jam sebelum pengumuman.

    Keputusan tersebut langsung diikuti dengan pengumuman PSSI mengenai pengangkatan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, yang mulai memulai tugasnya pada 8 Januari 2025.

    Namun, beberapa pihak menilai proses pemecatan ini tergesa-gesa, apalagi mengingat adanya ketidaksesuaian administratif yang terungkap belakangan ini.

    Meskipun Shin Tae-yong belum memberikan tanda tangan resminya, PSSI tetap melanjutkan proses transisi ke pelatih baru.

    Dengan pelatih Patrick Kluivert kini memegang kendali, diharapkan ada perubahan positif bagi perkembangan Timnas Indonesia. Meskipun sudah tidak menjabat sebagai pelatih, Shin Tae-yong tetap berada di Indonesia.

    Jeong Seok-seo, yang juga berperan sebagai penerjemah Shin Tae-yong, mengonfirmasi bahwa mantan pelatih Timnas Korea Selatan ini dijadwalkan untuk kembali ke negaranya pada 26 Januari 2025.

    Namun, hal ini tidak berarti ia akan mengakhiri keterlibatannya di Indonesia. Shin Tae-yong telah mengungkapkan niatnya untuk kembali, mengingat banyaknya dukungan yang ia terima dari masyarakat Indonesia.

    Selain itu, ia juga memiliki komitmen untuk melanjutkan pengembangan yayasan dan akademi sepak bola yang telah ia dirikan di Indonesia. (*)

     

  • Menko PMK Pratikno Sentil Deddy Corbuzier Usai Mengkritik Anak SD yang Keluhkan Menu MBG

    Menko PMK Pratikno Sentil Deddy Corbuzier Usai Mengkritik Anak SD yang Keluhkan Menu MBG

    loading…

    Menko PMK Pratikno menyentil Deddy Corbuzier usai mengkritik anak SD yang mengeluhkan rasa ayam di menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Binti Mufarida

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyentil Deddy Corbuzier usai mengkritik anak Sekolah Dasar (SD) yang mengeluhkan rasa ayam di menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Pratikno pun mengingatkan agar media sosial harus diisi dengan konten-konten yang positif. “Ya memang kan media sosial harus diisi dengan konten-konten anu lah, sharing hal-hal positif lah,” katanya kepada awak media di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (20/1/2025).

    Lebih lanjut, Pratikno pun mengatakan bahwa dia telah mengecek pelaksanaan program MBG di lapangan. Dia memastikan sudah berjalan dengan bagus dan terus memperbaiki semua sisi jika ada kekurangan.

    “Ya, ini kan saya sudah lihat beberapa kali di lapangan, berjalan bagus, teruslah upaya lintas kementerian untuk terus memperbaiki di semua sisi,” tegasnya.

    Sebelumnya, Deddy Corbuzier baru-baru ini mengkritik seorang anak sekolah yang mengeluhkan rasa ayam dari menu program MBG.

    Melalui unggahannya di media sosial, Deddy menyampaikan kekesalannya setelah mendengar seorang anak mengatakan bahwa rasa ayam yang diberikan dalam program tersebut “kurang enak”.

    “Sebetulnya, video ini hanya untuk subscriber saja, tapi saya nggak kuat pengen marah. Jadi, masalah makan siang bergizi gratis untuk anak-anak, ada satu video yang saya lihat, di mana ada anak ngomong ayamnya kurang enak,” kata Deddy dalam unggahannya di Instagram @mastercorbuzier.

    Deddy pun membandingkan sikap anaknya, Azka, yang sejak kecil dididik untuk menghargai makanan yang diterimanya. Dia memberi contoh ketika Azka menerima makanan box dari lokasi syuting ayahnya. Deddy mengaku tidak segan untuk memarahi Azka jika ia mendengar komplain terkait makanan.

    “Kurang enak? Kurang enak pala lu, pea! Ayamnya kurang enak, makan siang gratis. Anak saya, Azka, dari dulu ikut saya syuting ke mana-mana, dan makanan yang saya kasih buat dia adalah makanan box yang ada di sana untuk semua orang. Kalau dia ngomong ke saya, ‘Pa, nggak enak, aku mau yang lain,’ saya tabok. Saya tabok. Tanya anaknya, saya tabok. ‘Makan kamu, ini makanan, ini sehat. Semua orang makan seperti ini,” tegas Deddy.

    (shf)

  • Deddy Corbuzier Kena Semprot Guntur Romli: Gak Patut Dilakukan Publik Figur

    Deddy Corbuzier Kena Semprot Guntur Romli: Gak Patut Dilakukan Publik Figur

    “Masalah makan bergizi siang gratis buat anak-anak, ada satu video yang gua lihat, ada anak ngomong ayamnya kurang enak. Kurang enak palah lu pea’,” ujar Dedy dalam video tersebut.

    “Anak gua, Azka dari dulu ikut syuting di mana-mana yang gua kasih makan makanan box yang ada yang buat semua orang,” tambahnya.

    Dedy bilang, ia bahkan tidak segan-segan memberikan ancaman keras kepada anaknya jika emoh makan makanan yang disuguhkan.

    “Kalau dia ngomong gua, pak gak enak aku mau yang lain, gua tabok. Makan kamu, ini makanan, ini sehat. Semua orang makan seperti ini,” tukasnya.

    Beberapa warganet membandingkan sikap Deddy dengan perilaku anaknya, Azka Corbuzier, yang diketahui memiliki preferensi makanan tertentu alias pilih-pilih.

    Ironi ini membuat banyak orang mempertanyakan konsistensi dan empati Deddy terhadap realitas yang dialami oleh anak-anak lain.

    Warganet dengan akun @rmfauzan_ menulis, “Aneh banget, malah nyalahin anak kecil.

    Namanya anak kecil jujur ngomong apa adanya. Kalo terpaksa ngomong bagus-bagus doang mah namanya buzzer botak tolol.”

    Komentar ini mendapat respons luas dengan lebih dari 1.200 likes.

    Akun lain, @blekpl, menyindir masa lalu Deddy yang dikenal penuh drama.

    “Orang pada lupa, dia ini pernah dapat julukan bapak drama YouTube tahun 2017-an. Sekarang mulai deh bacot dan dramanya kambuh lagi,” tulisnya.

    Tidak hanya menyindir, beberapa warganet mengarahkan kritik pada pemerintah terkait program makanan bergizi ini. “Tabok pemerintahnya laaah.

    Lo pikir msg itu tepat sasaran, bisa jadi itu yang dikasih makan orang ada yang biasa makan enak bukan makan yang ada. Pemerintahnya makan enak,” tulis akun @rashivaya dengan nada sinis.

  • Hargai Kritik Anak-anak, Jangan Digertak!

    Hargai Kritik Anak-anak, Jangan Digertak!

    GELORA.CO -Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum meminta semua pihak dapat menghargai pendapat, meskipun itu disampaikan oleh anak-anak.

    Menurutnya, keberanian anak-anak menyampaikan pendapat terkait program makan bergizi gratis (MBG), termasuk kritik atau masukan tentang rasa makanan, adalah bukti keberhasilan pendidikan yang mendorong mereka berpikir kritis dan berani bersuara.

    “Ada anak komentar soal rasa menu makan gratis, itu baik saja. Berani berpendapat, itu justru gunanya pendidikan,” kata Anas seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya, Minggu 19 Januari 2025.

    Anas lantas mengingatkan agar pihak-pihak terkait dan pendukung pemerintah tidak merespons kritik tersebut dengan cara yang keras atau defensif. 

    “Jangan dihardik!” tegasnya. 

    Sebaliknya, kritik dan masukan dari publik seharusnya dilihat sebagai sarana kontrol yang akan membantu program berjalan lebih baik serta menghindarkan potensi penyimpangan.

    Selain itu, Anas mengingatkan agar pemerintah atau pelaksana program tidak menunjukkan sikap mengintimidasi masyarakat yang menyampaikan pendapat. 

    “Jangan digertak!” ungkap Anas. 

    Pernyataan Anas ini seolah sedang menyentil 

    Artis Deddy Corbuzier yang tengah jadi sorotan karena menyinggung seorang siswa yang mengomentari menu ayam dalam MBG kurang enak. 

    Deddy yang kini berpangkat Letkol Tituler lantas melontarkan umpatan yang dinilai tidak pantas.

  • Deddy Corbuzier Tak Perlu Menghardik Anak-anak

    Deddy Corbuzier Tak Perlu Menghardik Anak-anak

    GELORA.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menjadi sorotan publik.

    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengapresiasi inisiatif ini, tetapi juga mengingatkan pentingnya mendengar masukan terkait kualitas makanan yang disediakan.

    “Kita happy dengan program makanan bergizi gratis. Namun, kalau ada adik-adik kita yang bilang lauknya tidak enak atau rasanya kurang, jangan dihardik,” ujar Adi Prayitno kepada RMOL, Minggu 19 Januari 2025.

    Penyataan Adi ini seolah sedang menyentil artis Deddy Corbuzier yang tengah jadi sorotan karena menyinggung seorang siswa yang mengomentari menu ayam dalam MBG kurang enak. Deddy yang kini berpangkat Letkol Tituler lantas melontarkan umpatan yang dinilai tidak pantas. 

    Menanggapi hal ini, Adi Prayitno menceritakan  pengalaman pribadinya yang sejak kecil tidak menyukai daging, meskipun diolah dengan berbagai cara. 

    Ia justru lebih menikmati makanan sederhana seperti kerupuk. Menurutnya, preferensi makanan setiap orang berbeda, dan hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam menyediakan menu makanan bergizi.

    “Jadi, tidak perlu mempermasalahkan selera makanan anak-anak,” imbuhnya.

    Pemerintah diimbau untuk tidak anti kritik dan diharapkan dapat memastikan kualitas makanan, baik dari segi gizi maupun rasa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh generasi penerus bangsa.

  • Geram dengan Pernyataan Deddy Corbuzier Soal MBG, Chusnul Chotimah: Malah Bandingin Nasi Box Artis

    Geram dengan Pernyataan Deddy Corbuzier Soal MBG, Chusnul Chotimah: Malah Bandingin Nasi Box Artis

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Deddy Corbuzier tampaknya jadi bulan-bulanan warganet. Itu tidak lepas dari pernyataannya terkait program makan bergizi gratis (MBG).

    Salah satu yang cukup geram adalah pegiat media sosial Chusnul Chotimah. Melalui akun @ch_chotimah2 di media sosial X, perempuan berwajah cantik ini mengkritik dua video Deddy yang kini viral.

    “Video pertama Dedy Corbuzier marah ada yang bandingin makan bergizi gratis antara daerah yang berbeda tapi di video kedua, dia sendiri bandingkan makan bergizi gratis yang nilainya 10.000 dengan nasi box artis saat syuting,” tulis Chusnul dikutip dari cuitannya, dikutip Sabtu (18/1/2025).

    Chusnul juga menyampaikan bahwa kritikan kepada pemerintah adalah hal yang bagus karena bisa memicu perbaikan kinerja.

    “Ente komplain, sekaya apa ente? Ngeri …🤦 Padahal jika ada yang kritik itu bagus, pemerintah bisa terus lakukan perbaikan. Semakin bagus bukankah pemerintah juga yang akan dipuji? Pak
    @prabowo tegur orang ini,” ujar Chusnul pada postingan yang telah dilihat lebih dari 173 ribu kali tayangan.

    Sebelumnya diberitakan, pernyataan Deddy Corbuzier dalam sebuah video viral di media sosial menuai hujatan dari publik.

    Dalam video tersebut, Deddy dinilai mewajarkan kekerasan terhadap anak kecil yang menyampaikan keluhan terkait makanan bergizi gratis dalam program pemerintah.

    Ungkapan itu memancing reaksi keras dari warganet, yang menganggap pernyataan Deddy tidak pantas dan tidak mencerminkan empati, terutama sebagai figur publik.

    Video yang diunggah di Twitter oleh akun @ARSIPAJA telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali, mendapatkan lebih dari 8.500 retweet, dan 35 ribu suka.

  • Deddy Corbuzier Marah-marah ke Siswa Keluhkan MBG Tak Enak, Guntur Romli Dorong KPAI Bertindak

    Deddy Corbuzier Marah-marah ke Siswa Keluhkan MBG Tak Enak, Guntur Romli Dorong KPAI Bertindak

    GELORA.CO – Kritik Deddy Corbuzier (DC) dengan nada marah-marah seorang anak sekolah yang terang-terangan mengeluhkan rasa ayam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak enak menjadi perhatian banyak masyarakat. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Mohamad Guntur Romli pun buka suara.

    Guntur Romli pun mengkritik Deddy Corbuzier. “Menurut saya tidak layak konten DC seperti itu, sebagai reaksi pada pengakuan jujur dan lugu seorang anak-anak. Dengan membentak, pakai istilah PEA, tabok, dan lain-lain itu kekerasan verbal,” kata Guntur Romli kepada SindoNews, Sabtu (18/1/2025).

    Menurut dia, reaksi pada anak-anak tidak bisa seperti itu. “Kita mendukung MBG, apabila ada persoalan di pelaksanaan di lapangan maka perlu direspons secara bijak. Cara DC itu hanya merugikan citra pemerintahan Prabowo yang sudah bersusah payah menyukseskan program MBG,” tuturnya.

    Guntur Romli pun mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bertindak merespons tindakan Deddy Corbuzier tersebut. “Saya mendorong KPAI untuk bertindak, karena konten DC itu untuk publik dan dia sering disebut public figure, apa layak dia membuat konten seperti itu? Apalagi bercerita menabok anaknya,” kata dia.

    “Selain intimidasi dan kekerasan verbal pada anak yang mengeluh makanan MBG tidak enak, konten DC juga tidak mendidik karena mengaku menabok anaknya,” pungkasnya.

  • Yustinus Prastowo Sentil Deddy Corbuzier Serang Anak Sekolah yang Kritik Ayam MBG Tak Enak

    Yustinus Prastowo Sentil Deddy Corbuzier Serang Anak Sekolah yang Kritik Ayam MBG Tak Enak

    loading…

    Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo mengkritik Deddy Corbuzier. Foto/Instagram

    JAKARTA Deddy Corbuzier kena sentil Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo . Sentilan Yustinus menanggapi Deddy yang mengkritik seorang anak sekolah yang terang-terangan mengeluhkan rasa ayam menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak enak.

    “Saya mengkritik itu. Tidak pantas!” kata Yustinus kepada SindoNews, Sabtu (18/1/2025).

    Dalam cuitannya di platform X (sebelumnya Twitter), Yustinus mengaku percaya ketulusan dan komitmen Presiden Prabowo Subianto di program Makan Bergizi Gratis. Dia menilai penggunaan kata bergizi ini sangat bagus sebagai standar dan harapan, tak sekadar gratis tapi sekaligus berkualitas.

    “Sayang, para pendengung yang justru mereduksi program ini. Terlebih mengintimidasi anak2 yg berkeluh kesah. Menghardik dg kesombongan dan arogansi yg tak bermutu,” cuit Yustinus yang sudah mengizinkan SindoNews mengutipnya.

    “Jangan lupa Bung, program ini dibiayai APBN yg sumbernya dari uang pajak. Anda jangan merendahkan orang tua anak2 itu pun berkontribusi membayar pajak. Jadi ini timbal balik. Anak2 polos itu berhak bicara otentik,” sambungnya.

    Dia mendukung Prabowo agar MBG ini sukses dan jadi wujud penggunaan uang pajak yang baik. “Seraya berharap beliau dijauhkan dari tukang hardik arogan yang menjauhkan kita dari kehidupan publik yang beradab,” pungkasnya.

    Dalam cuitan sebelumnya, Yustinus percaya ketulusan dan kesungguhan Presiden Prabowo dalam program MBG ini. Pernyataan Prabowo dinilainya cukup konsisten dan komitmen kuat. Apalagi, kata dia, MBG juga telah diimplementasikan di banyak negara dengan berbagai variasi skema.

  • Pro Kontra Deddy Corbuzier Bandingkan Siswa Kritik Rasa MBG Vs Azka

    Pro Kontra Deddy Corbuzier Bandingkan Siswa Kritik Rasa MBG Vs Azka

    Jakarta

    Deddy Corbuzier kembali menjadi sorotan publik setelah mengkritik siswa yang mengeluhkan rasa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, dia tampak geram dengan sikap siswa tersebut.

    “Kurang enak, kurang enak pala lu!,” ucap Deddy dengan nada tinggi.

    Deddy membandingkan sikap siswa tersebut dengan putranya, Azka Corbuzier, yang tak pernah mengeluh soal nasi kotak di lokasi syuting.

    “Kalau dia (Azka) ngomong sama gue, ‘Pa, nggak enak aku mau yang lain,’ gue tabok. Tanya anaknya gue tabok. Makan! Ini makanan sehat, semua orang makan seperti ini,” ujar Deddy.

    [Gambas:Twitter]

    Pernyataan Deddy ini pun langsung menuai pro dan kontra di kalangan netizen. Sebagian netizen setuju dengan Deddy dan menilai bahwa siswa tersebut kurang bersyukur.

    Namun, tak sedikit pula netizen yang membela siswa tersebut. Mereka berpendapat bahwa setiap orang berhak menyampaikan pendapat, termasuk soal program pemerintah.

    Berikut rangkumannya:

    Pro

    “Knp agak setuju dg pendapat pakde dedi ini.😭 soalnya pas komplain,ada yg blg ga enak tp sebagian diabisin haha trus klo dibilang ga enak, mgkn maksudnya bu guru pula jelasin ke muridnya harus bersyukur,” kata @EchiSuhendra_.

    “Tergantung didikan ortu sih, gua setuju sama om botak ini, karena gua lahir di keluarga yang ekonominya antara miskin dan menengah (susah mengkategorikannya). Sama ortu gua didik untuk makan-makanan yang ada (selama ga basi). Jd ya, kl gua di posisi anak2 yg dpt min siang gratis gua 1000% akan bersyukur, karena gua bisa menghemat uang bekel yg dikasih, menabungnya untuk beli buku pelajaran (pas SMA, mapel jurusan buku paketnya harus beli, karna g dikasih pinjem sama sekolah),” tutur @Petrichor_3am.

    Bukannya gw pro pemerintah ato si botak ya. Imo, dia bilang benar. Tapi harus tetap dicek apakah ayam yang dimakan itu benar layak makan atau tidak, bukan soal rasa. Gw gtau sistem pemerintah kasih makan siang ke sekolahnya gimana, tapi harusnya sekolah dapat mengolah dengan baik,” kata @NegaWahlords.

    Kontra

    “Makan bergizi gratis itu program yang baik. Anak-anak mengekspresikan rasanya juga oke-oke aja. Para ibu, guru, dokter, pakar gizi dan kuliner ikut beri saran pun bagus. Karena MBG ini program publik yang memang butuh perbaikan dalam perjalanannya. Gak usah ada yang marah-marah,” kata @dr_koko28.

    “Setiap program apapun tidak ada yg sempurna pasti ada celahnya kekurangan yg perlu jawaban adalah ketegasan dari pemerintah untuk selalu mengawasi mutu kwalitas gizi sesuai standar yg dimaksud dan harus ada jaminan bahwa siapapun yg ingin niat curang maka akan segera di tindak,” kata @BoeYa72.

    “Padahal kita negara demokrasi, yang artinya rakyat pun bebas memberikan pendapat, apalagi ini anak kecil lho. Lagian makanan gak enak itu bukan berarti cuman bumbunya gak pas atau apa ya, bisa aja gak enak karena emang udah basi. Udah jelas ada kejadian keracunan masal juga,” kata @pinkjyu.

    Kalau detikers sendiri bagaimana pendapatnya? Tulis di kolom komentar ya…

    (afr/afr)