Tag: Danny Buldansyah

  • Bos ISAT Ungkap Peran Indosat, Northstar Group, dan Arsari Group di FiberCo

    Bos ISAT Ungkap Peran Indosat, Northstar Group, dan Arsari Group di FiberCo

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk, (ISAT) bersama konsorsium yang terdiri dari Arsari Group dan Northstar Group telah menandatangani perjanjian investasi pembentukan perusahaan patungan (joint venture) yang bergerak di bisnis serat optik bernama FiberCo. Masing-masing perusahaan memiliki kekuatan yang saling melengkapi.

    Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Danny Buldansyah mengatakan perusahaan FiberCo yang dikembangkan Indosat hampir mirip dengan InfraNexia milik PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM). Bedanya, kekuatan FiberCo tidak berasal dari satu perusahaan, melainkan gabungan dari beberapa perusahaan, dengan Indosat menjadi pemegang saham mayoritas.

    Adapun berdasarkan dokumen yang didapat Bisnis, Indosat akan menggenggam 45% saham di FiberCo. Sementara itu 45% lainnya dipegang oleh Arsari Group dan Northstar, dengan 10% sisanya beredar bebas.

    Arsari Group dan Northstar Group mengambil peran penting sebagai mitra strategis bagi FiberCo. Kedua perusahaan memiliki keahlian di bidangnya, termasuk perihal finansial. Sementara Indosat berperan dalam mengoperasikan bisnis serat optik.

    “Indosat akan controling dalam hal pengoperasian karena kami yang mengerti bagaimana mengoperasikan [bisnis] fiber optik,” kata Danny kepada Bisnis, dikutip Senin (29/12/2025).

    Danny menambahkan FiberCo akan membantu perusahaan telekomunikasi yang membutuhkan dukungan infrastruktur serat optik untuk menghadirkan layanan internet andal guna mendukung percepatan transformasi digital.

    Dari sisi implementasi, entitas baru ini akan mengoperasikan jaringan serat optik yang komprehensif dan terintegrasi sepanjang lebih dari 86.000 kilometer, mencakup jaringan backbone, kabel laut domestik, serta akses infrastruktur yang menghubungkan menara telekomunikasi dan kawasan bisnis.

    Dengan komposisi jaringan sekitar 45% di Pulau Jawa dan 55% di luar Jawa, platform ini memiliki peran strategis dalam mendorong konektivitas digital yang lebih merata. Sebagai entitas independen, FiberCo akan beroperasi dengan model open-access, menyediakan akses terbuka bagi berbagai penyedia layanan telekomunikasi untuk memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur dan mempercepat inklusi digital nasional.

    “Kekuatan inisiatif ini adalah investasi pada masa depan. Banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau serat optik. Nanti perusahaan ini akan menggelar kabel untuk mendukung Indosat,” kata Danny.

    Sebelumnya, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kolaborasi ini berangkat dari visi jangka panjang yang sejalan dalam memberdayakan Indonesia. Butuh kolaborasi yang kuat serta ambisi jangka panjang dalam membangun infrastruktur digital dan mencapai misi tersebut.

    Bagi Indosat dan para pemegang sahamnya, transaksi ini menghadirkan nilai strategis yang signifikan. Indosat akan mengalihkan aset serat optiknya ke FiberCo Raya dengan nilai sekitar Rp14,6 triliun.

    Transaksi ini memungkinkan Indosat memonetisasi aset tersebut sekaligus mempertahankan sekitar 45% kepemilikan FiberCo.

    “Langkah strategis ini penting bagi pertumbuhan bisnis Indosat di masa yang akan datang, dengan menggunakan dana hasil transaksi untuk pengembangan jaringan 5G serta memperkuat fondasi AI Indosat,” kata Vikram.

    Deputy CEO and COO Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menegaskan komitmen jangka panjang Arsari Group dalam pembangunan nasional melalui infrastruktur digital. 

  • Operator Seluler Kehilangan Fleksibilitas Memilih Penyedia Menara di Badung

    Operator Seluler Kehilangan Fleksibilitas Memilih Penyedia Menara di Badung

    Bisnis.com, JAKARTA — Penyedia layanan seluler tidak memiliki pilihan dalam menggunakan jasa menara telekomunikasi di Badung, pusat perekonomian di Bali. Hak eksklusivitas membuat mereka harus menyewa secara menyeluruh layanan yang disediakan oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI), demi menghadirkan internet di Pulau Dewata.

    Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Muhammad Danny Buldansyah mengatakan perjanjian eksklusif yang diteken oleh Pemerintah Kabupaten Badung dengan salah satu provider menara membuat perusahaan seluler kehilangan fleksibilitas dalam berbisnis menjadi hilang.

    Perusahaan seluler harus menggunakan satu-satunya penyedia menara telekomunikasi yang terdapat di wilayah dengan perputaran ekonomi terbesar di Bali.

    Informasi yang beredar menyebut saat ini di Badung terdapat lebih dari 3.100 akomodasi dan sekitar 4.444 restoran. Dengan banyaknya infrastruktur penunjang pariwisata itu, Badung memiliki kebutuhan telekomunikasi tertinggi di Bali.

    “Perhatian kita adalah ini, bahwa sekarang dapat diterima tetapi kan harusnya operator punya pilihan,” kata Danny kepada Bisnis, dikutip Senin (29/12/2025).

    Danny menambahkan selain fleksibilitas, perusahaan telekomunikasi bergerak juga harus menyewa layanan perusahaan menara tersebut secara bundel, mulai dari menara hingga beberapa komponen perangkat, sehingga harga relatif lebih tinggi dibandingkan jika menyewa secara terpisah seperti yang dilakukan oleh penyelenggara lain.

    Danny menuturkan meski tidak memiliki fleksibilitas dan harus menyewa secara bundel, kualitas layanan yang diberikan Bali Tower cukup baik. Dia berharap ke depan perusahaan seluler memiliki fleksibilitas dalam memilih penyedia menara telekomunikasi di Badung.

    “Kalau operator punya pilihan lebih fleksibel,” kata Danny.

    Sikap KPPU

    Diketahui, pada 2007 Pemkab Bandung menjalin perjanjian eksklusif dengan PT Bali Towerindo Sentra Tbk. terkait penggelaran infrastruktur menara di Badung. Salah satu inti dari perjanjian yang akan berakhir pada 2027 itu adalah pembangunan menara telekomunikasi di Badung hanya boleh digelar oleh Bali Tower, dengan alasan menjaga estetika dan melindungi kelestarian Bali.

    Kebijakan ini kemudian menjadi sorotan karena dinilai menutup peluang perusahaan telekomunikasi lain untuk membangun infrastruktur menara. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun ikut turun tangan.

    Pada 2023, KPPU  menaikkan kasus dugaan monopoli menara telekomunikasi bersama atau tower BTS di kabupaten Badung ke tahap penyelidikan atau penegakan hukum. saat itu KPPU mengaku sudah melakukan pemanggilan kepada semua pihak terkait dan mendengarkan keterangan mereka. Dari hasil kajian tersebut ditemukan dugaan pelanggaran hukum yang harus diselidiki lebih lanjut.  

    Namun saat dikonfirmasi kembali pada Senin (29/12/2025) Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan penyelidikan itu telah dihentikan.

    “Karena lebih dominan persoalan kebijakan pemerintah,” kata Deswin kepada Bisnis.

    Deswin juga mengatakan KPPU telah menyampaikan sejumlah saran kebijakan dan konsesi yang seharusnya sudah ditenderkan. Sayangnya Deswin tidak menyebutkan saran dan konsesi tersebut.

    “Jika hak eksklusif diberikan berdasarkan proses yang kompetitif, masih sejalan dengan prinsip yang ada. Saat ini belum ada update tindakan terbaru KPPU atas persoalan tersebut,” kata Deswin.

    Ilustrasi pekerja memperbaiki jaringan di menara telekomunikasi

    Sebelumnya, Manager OM & Deployment Balinusra Mitratel Andi Baspian Yasma mengatakan mengaku khawatir hak eksklusivitas di Badung akan diperpanjang 20 tahun atau hingga 2047 sesuai dengan gugatan yang diajukan oleh Bali Tower kepada Pemkab Badung dengan alasan wanprestasi. Perpanjangan tersebut akan berdampak pada persaingan usaha menara di Pulau Dewata.

    Senada Regional Manager Balinusra PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Anandayu Ega Hardianto mengatakan, kontrak antara Bali Tower dan Pemerintah Kabupaten Badung menyulitkan pelaku usaha infrastruktur telekomunikasi lain untuk berbisnis di wilayah tersebut. 

    Perusahaan telekomunikasi yang awalnya ingin berinvestasi dan menggelar layanan di Badung mengurungkan niatnya karena tidak memiliki pilihan. 

    “Perusahaan telekomunikasi tidak leluasa karena adanya monopoli sehingga mungkin ada penetapan satu harga gitu kalau ada pemain kan bisa melakukan apa ya penawaran harga terbaiklah gitu,” kata Ega. 

    Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara menjelaskan asal muasal Bali Tower mendapat kontrak eksklusif. Bali Towerindo diberikan kontrak oleh Pemkab karena mempertimbangkan posisi Badung sebagai destinasi pariwisata internasional. 

    Pemerintah daerah menekankan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus memperhatikan tiga prinsip utama, yaitu tidak boleh merusak bentang alam, estetika kawasan, maupun nilai budaya setempat.

    Aturan tersebut kemudian diterapkan dengan pembatasan 49 titik menara telekomunikasi terpadu yang lokasinya harus ditetapkan bersama. Bali Tower dipilih untuk membangun menara dengan kontrak selama 20 tahun. 

    Saat itu jumlah penyedia layanan masih terbatas dan pembangunan menara terpadu dinilai relatif dapat mengurangi gangguan terhadap bentang alam. Hanya saja pelaksanaannya berada di bawah eksekutif.

    Puspa mengatakan, DPRD Badung juga memahami adanya isu terkait perpanjangan kerja sama yang akan berakhir pada 2027. 

    DPRD belum mendapat informasi mengenai rencana perpanjangan kontrak hingga 20 tahun. Dia memastikan seluruh MoU akan melibatkan DPRD.

    “Hingga kini DPRD mengaku belum menerima informasi resmi terkait rencana perpanjangan tersebut,” kata Puspa.

    Puspa menegaskan DPRD terbuka terhadap perkembangan teknologi telekomunikasi. Apalagi dukungan infrastruktur teknologi komunikasi bagian dari pengembangan pariwista Bali, khususnya Kabupaten Badung.

    Kebutuhan jaringan digital yang lebih baik sangat dibutuhkan, seiring berkembangnya aktivitas work from home, bisnis digital, dan sektor pariwisata.

    “Dengan kunjungan sekitar 6,8 juta wisatawan mancanegara dan 10 juta wisatawan domestik, kebutuhan infrastruktur telekomunikasi menjadi kebutuhan mutlak,” kata Puspa.

    Upaya untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Badung telah dilakukan tetapi Pemkab tidak hadir pada pertengahan bulan ini. 

  • Prabowo Tebar 1 Juta Panel Interaktif di 3T, Kesiapan Internet jadi Sorotan

    Prabowo Tebar 1 Juta Panel Interaktif di 3T, Kesiapan Internet jadi Sorotan

    Bisnis.com, JAKARTA— Kesiapan infrastruktur internet hingga listrik menjadi tantangan terberat bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program layar interaktif di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). 

    Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, menilai rencana Prabowo menambah satu juta Interactive Flat Panel (IFP) pada 2026 harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dasar.

    Dia menegaskan pemasangan IFP tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan listrik dan internet yang memadai.

    “Karenanya Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota harus kolaborasi dalam program ini,” kata Agung kepada Bisnis pada Senin (17/11/2025). 

    Agung juga menekankan perlunya kerja sama lintas institusi untuk percepatan penggelaran infrastruktur. 

    Agung menambahkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta para penyelenggara jaringan dan layanan internet perlu didorong bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar proses elektrifikasi dan perluasan layanan internet dapat terwujud lebih cepat.

    Menurutnya, keberadaan perangkat pembelajaran visual akan meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, terutama di sekolah-sekolah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses tenaga pendidik berkualitas.

    “Guru-guru terbaik di bidangnya [IPA, IPS, Bahasa, Matematika dll] dapat meng-coach guru-guru di 3T agar anak2 memperoleh bahan pelajaran berkualitas tinggi,” ungkapnya. 

    Sentuhan AI

    Sementara itu, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), M. Danny Buldansyah mengatakan penerapan layar interaktif pemerintah dalam terus dikembangkan, termasuk dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). 

    AI yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan akan membuat tenaga yang dipakai per kelas menjadi lebih efisien sehingga pemerintah dapat berhemat. 

    Danny mencontohkan di Surabaya terdapat smart campus yang telah menggunakan AI dengan layar pintar. Seluruh materi pembelajaran telah masuk di dalamnya dan terhubung dengan kelistrikan. Alhasil, ketika dosen masuk ke kelas layar pintar, lampu, dan lain sebagainya akan menyala secara bersamaan. 

    Ketika jam keluar kelas, seluruh listrik akan mati secara otomatis sehingga lebih menghemat listrik.  

    Dia juga menyarankan pemerintah untuk mendalami aspek keberlanjutan dari perangkat yang disebar nanti. Setelah layar pintar hadir di sekolah perlu ada SDM yang dapat merawat layar pintar tersebut sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama. 

    “Ekosistemnya harus disiapkan,” kata Danny. 

    Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan besar dalam program digitalisasi pembelajaran pada tahun 2026. Pemerintah berencana memasang tiga panel tambahan untuk setiap sekolah di seluruh Indonesia, atau sekitar satu juta unit IFP secara nasional.

    “Tahun depan kita punya sasaran yang lebih besar lagi, tahun depan sasaran kita adalah menambah tiga panel, berarti tiga kelas lagi untuk semua sekolah di Indonesia berarti tahun depan kita akan pasang insyaallah satu juta panel kira-kira,” kata Prabowo saat peluncuran IFP di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).

    Prabowo menegaskan daerah 3T menjadi prioritas utama dalam distribusi perangkat tersebut. Dia mengakui masih ada kendala distribusi di 140 sekolah wilayah pegunungan, namun memastikan pendistribusian akan tuntas dengan dukungan aparat keamanan.

    “InsyaAllah kita pun akan sampai ke situ dan kita akan dibantu oleh TNI dan Polri supaya semua sekolah akan mendapat kesempatan yang sama,” tegasnya.

    Presiden Ke-8 RI itu juga mengumumkan rencana pembangunan studio pusat di Jakarta untuk memproduksi materi pembelajaran digital yang dapat diakses seluruh sekolah secara serentak. Dia menambahkan akses gratis modul digital tersebut juga bisa dimanfaatkan siswa dan orang tua di rumah.

    “Kalau anak-anak atau orang tua di rumah punya gadget ingin menatar, ingin memberi les anaknya, dia bisa buka dan memberi pelajaran di rumah,” tandasnya.

  • Kebersihan Dapur MBG Disorot, Indosat Singgung Peran AI Tingkatkan Kualitas SPPG

    Kebersihan Dapur MBG Disorot, Indosat Singgung Peran AI Tingkatkan Kualitas SPPG

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) menyebut teknologi peluang implementasi teknologi untuk meningkatkan kehigienisan dapur umum pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

    Higienitas dapur MBG menjadi sorotan di tengah marak siswa penerima layanan MBG mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG. 

    Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Danny Buldansyah mengatakan untuk meningkatkan higienitas di dapur, pemerintah dapat mempertimbangkan penggunaan teknologi memantau dan mengawasi aktivitas di dapur secara sistematis. 

    Kamera pengawas yang telah disematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat membaca dan menganalisa aktivitas pengolahan makanan di dapur umur, sehingga kualitas makanan yang disajikan lebih terjaga.  

    “Misalnya bagaimana surveillance dapur. Indosat punya vision AI. Vision AI itu bisa memonitor dapur secara real time dengan AI. Bahwa dapurnya itu higienis atau gak? Tray-nya bagus atau tidak?  Kemudian makanannya jadi tidak terkontaminasi,” kata Danny kepada Bisnis, dikutip Rabu (29/10/2025).

    Selain itu, lanjutnya, ada juga teknologi memantau kendaraan untuk memastikan bahwa kendaraan logistik pembawa MBG berjalan sesuai jalurnya atau tidak melipir ke tempat lain. Hal ini diyakini akan membuat MBG datang ketempat tujuan tepat waktu, dengan kondisi makanan yang aman. 

    Diketahui jumlah dapur MBG di Indonesia sampai Oktober 2025 telah mencapai sekitar 10.900 unit yang sudah beroperasi secara nasional. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 326 dapur yang memperoleh sertifikat laik higienis dan sanitasi (SLHS) per pertengahan Oktober 2025. 

    Adapun pemerintah menargetkan total kebutuhan sekitar 30.000 dapur MBG untuk melayani seluruh penerima manfaat hingga akhir tahun 2025. Dengan data tersebut artinya, dapur higienis MBG dengan sertifikat resmi saat ini masih berada jauh di bawah target nasional.

    Kualitas dapur menjadi hal penting mengingat anggaran yang digelontorkan tidak sedikit. Diketahui anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 sebesar Rp335 triliun. Anggaran ini akan disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke dapur-dapur penyedia makanan.

    Sementara itu hingga 3 Oktober 2025, realisasi anggaran MBG baru mencapai Rp20,6 triliun dari anggaran Rp71 triliun, atau sekitar 29%.

  • Telkomsel, IOH, & XLSMART Jalankan Inisatif Telco API Alliance

    Telkomsel, IOH, & XLSMART Jalankan Inisatif Telco API Alliance

    Jakarta, CNBC Indonesia – Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSMART resmi jalankan inisiatif bersama Telco API (Application Programming Interface) Alliance. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat standardisasi protokol Telco API di Indonesia.

    Melalui aliansi ini, ketiga operator sepakat menyeragamkan penggunaan protokol Telco API berbasis standar internasional CAMARA. Sehingga integrasi ekosistem dari masing-masing operator dengan berbagai aplikasi menjadi lebih mudah, aman, dan inklusif bagi seluruh ekosistem digital Indonesia.

    Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam mengatakan, kolaborasi ini terwujud atas semangat maju bersama dalam membangun ekosistem digital nasional yang berdaya dan berkelanjutan.

    “Melalui Telco API Alliance, Telkomsel menegaskan konsistensinya dalam memanfaatkan teknologi terkini untuk menghadirkan solusi yang berguna bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam hal perlindungan dari kejahatan digital. Upaya ini sekaligus mencerminkan komitmen Telkomsel untuk membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat agar semakin berdaya saing di era digital,” ungkap dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).

    Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, M Danny Buldansyah, mengatakan, kolaborasi ini merupakan contoh dari komitmen operator telekomunikasi di Indonesia untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari sektor teknologi dan digitalisasi.

    “Hal ini menjadi bagian dari perjalanan tanpa akhir Indosat Ooredoo Hutchison dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” kata dia.

    Sementara Director and Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, menyatakan, bergabung dalam Telco API Alliance merupakan langkah penting bagi XLSMART untuk menghadirkan inovasi digital yang lebih inklusif dan aman.

    “Kami percaya kolaborasi ini akan membuka peluang lahirnya berbagai solusi baru yang bermanfaat, sekaligus memperkuat daya saing industri telekomunikasi Indonesia di era digital,” ujarnya.

    Andrijanto menambahkan kolaborasi strategis ini menegaskan komitmen dari operator telekomunikasi di Indonesia untuk tidak hanya menyediakan konektivitas yang handal, tetapi juga membangun ekosistmen digital yang lebih aman dan berkelanjutan.

    “Kami harap Telco API Alliance ini menjadi katalis untuk melahirkan kolaborasi strategis dalam menghadirkan layanan digital terkini dan mendorong lahirnya terobosan baru,” tambahnya.

    Telco API Alliance yang dilakukan oleh Telkomsel, IOH, dan XLSMART secara bertahap akan menghadirkan enam solusi, yang sebagian besar fokus untuk meningkatkan keamanan pelanggan dari peretasan akun atau penipuan.

    Enam solusi tersebut yakni Telco API Active Inactive untuk memeriksa status keaktifan nomor dan registrasi pelanggan. Lalu Telco API MNV untuk memvalidasi gawai melalui verifikasi nomor dan jaringan.

    Kemudian Telco API SIM Swap untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan pada kartu SIM untuk mencegah pembajakan nomor dan pengambilalihan akun. Lalu Telco API Device Location yang memeriksa lokasi gawai dalam jarak geografis tertentu.

    Kelima adalah Telco API Recycle Number yang melakukan verifikasi saat ada perubahan kepemilikan nomor sehingga nomor bekas tidak disalahgunakan. Terakhir Telco API Scam Signal yang menganalisis jaringan data secara real-time untuk mendeteksi potensi penipuan transfer dana pada transaksi bisnis.

    Sebagai informasi, penandatanganan Nota Kesepahaman Telco API Alliance merupakan kelanjutan dari inisiatif GSMA Open Gateway yang telah disepakati oleh Telkomsel, IOH, dan XLSMART pada 21 Februari 2024. Inisiatif ini merupakan kerangka kerja yang memudahkan para pengembang aplikasi untuk mengakses jaringan operator seluler, serta mempercepat pertumbuhan dan inovasi layanan digital.

    (rah/rah)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Video: Biaya Regulasi Mahal Jadi Beban, Operator Seluler Curhat Begini

    Video: Biaya Regulasi Mahal Jadi Beban, Operator Seluler Curhat Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak ekonomi dan geopolitik global yang berdampak pada pelemahan daya beli dan pertumbuhan ekonomi duni turut berdampak kepada bisnis sektor telekomunikasi.

    Director & Chief Business Officer PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), Muhamamd Danny Buldansyah menyebutkan bisnis telekomunikasi di 2025 cukup berat seiring dengan adanya tekanan global. Meski demikian ISAT masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif disepanjang Semester I-2025 dengan laba bersih mencapai Rp2,51 Triliun.

    Danny Buldansyah menyebutkan sejumlah aturan turut menjadi beban dan tantangan industri telekomunikasi, salah satunya terkait aturan terkait biaya regulasi atau regulatory fee yang menjadi biaya operasional tahunan perusahaan.

    Saat ini regulatory fee Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan sehingga menghambat perkembangan industri telekomunikasi. Oleh karena itu pelaku industri menghadapkan adanya peninjauan ulang agar biayanya dapat digunakan untuk peningkatan kualitas layanan telekomunikasi RI.

    Di sisi lain, ISAT mendukung kebijakan pemerintah mengembangkan layanan telekomunikasi termasuk melalui implementasi Embedded SIM (eSIM) yang dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan operator seluler. Di ISAT sudah terdapat 400 ribu pelanggan yang menggunakan eSIM.

    Seperti apa prospek dan tantangan bisnis operator seluler? Selengkapnya simak selengkapnya dialog Shinta Zahara dengan Director & Chief Business Officer PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), Muhamamd Danny Buldansyah dalam Profit, CNBC Indonesia (Senin, 22/09/2025)

  • Telkomsel, Indosat, XLSmart Bikin Aliansi, Termasuk Cegah Pembajakan Nomor

    Telkomsel, Indosat, XLSmart Bikin Aliansi, Termasuk Cegah Pembajakan Nomor

    Jakarta

    Tiga operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSmart, resmi membentuk Telco API (Application Programming Interface) Alliance. Apa itu?

    Aliansi ini punya tujuan untuk mempercepat standardisasi protokol Telco API berbasis standar internasional CAMARA, sehingga integrasi layanan telekomunikasi dengan berbagai aplikasi bisa lebih mudah, aman, dan inklusif bagi seluruh ekosistem digital di Indonesia.

    Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menyebut aliansi ini lahir dari semangat membangun ekosistem digital nasional yang berkelanjutan.

    “Melalui Telco API Alliance, Telkomsel menegaskan konsistensinya dalam memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan solusi yang berguna bagi masyarakat, terutama dalam melindungi dari kejahatan digital,” ujarnya dikutip Minggu (21/9/2025).

    Director and Chief Business Officer IOH, M. Danny Buldansyah, menambahkan, kerja sama ini merupakan bukti komitmen operator telekomunikasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

    “Kolaborasi ini adalah bagian dari perjalanan tanpa akhir IOH dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” katanya.

    Sementara itu, Director and Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menyebut aliansi ini menjadi langkah penting untuk menciptakan inovasi digital yang inklusif.

    “Kami harap Telco API Alliance menjadi katalis untuk melahirkan layanan digital terkini dan memperkuat daya saing industri telekomunikasi Indonesia,” ucapnya.

    Melalui aliansi ini, ketiga operator berkomitmen menghadirkan enam solusi API yang sebagian besar fokus pada keamanan pelanggan, seperti deteksi pembajakan nomor (SIM swap), verifikasi kepemilikan nomor lama (recycle number), hingga analisis potensi penipuan transaksi secara real-time melalui scam signal.

    Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari komitmen GSMA Open Gateway yang telah disepakati Telkomsel, IOH, dan XLSmart pada Februari 2024. Dengan hadirnya Telco API Alliance, diharapkan integrasi jaringan operator dengan aplikasi digital semakin cepat dan aman, sehingga mendukung transformasi digital nasional.

    (agt/fay)

  • Indosat (ISAT) Tertarik Ikut Lelang 1,4 GHz Jika Harganya Terjangkau

    Indosat (ISAT) Tertarik Ikut Lelang 1,4 GHz Jika Harganya Terjangkau

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) menyatakan ketertarikannya untuk terlibat dalam lelang pita frekuensi 1,4 GHz jika biaya penggunaan pita rendah tersebut terjangkau.

    Sekadar informasi, dalam lelang frekuensi operator seluler diwajibkan membayar up front fee sebesar 2x nilai lelang dan biaya penggunaan frekuensi pada tahun tersebut.

    Sebagai contoh, Oktober 2022 Telkomsel memenangkan lelang pita frekuensi 2,1 GHz. Telkomsel harus membayar 3x dari nilai yang ditawarkan yaitu Rp605 miliar untuk 2×5 MHz. Artinya total biaya yang dibayarkan mencapai sekitar Rp1,8 triliun pada tahun pertama.

    Nilai tersebut yang diharapkan oleh  Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Danny Buldansyah dibuat lebih terjangkau. Danny belum tahu berapa nilai penawaran awal spektrum frekuensi 1,4 Ghz nanti. Namun, jika harga spektrum murah, Indosat tertarik untuk terlibat.

    “Kalau lelangnya murah  pastinya ikut,” kata Danny kepada Bisnis, Selasa (29/7/2025).

    Mengenai investasi di pita 1,4 GHz yang relatif besar, karena ada tambahan perangkat di modul base transceiver station (BTS) dan ekosistem yang belum matang, Danny mengatakan perusahaan masih melakukan perhitungan.

    Dia mengatakan perusahaan mendukung misi pemerintah Indonesia yang ingin meningkatkan penetrasi internet tetap yang terjangkau di Tanah Air

    “Supporting pemerintah dalam meningkatkan penetrasi internet yagg terjangkau,” kata Danny.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka lelang seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz untuk layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access) guna memperluas jangkauan internet tetap dan mendukung pemerataan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia.

    Langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas tetap yang andal dan terjangkau, khususnya di daerah yang belum terlayani secara optimal.

    “Langkah ini tidak hanya membuka ruang bagi penyelenggara jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan, tetapi juga memperluas pilihan akses internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto, dilansir Selasa (29/7/2025).

    Pelaksanaan seleksi ini berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 337 Tahun 2025 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025 yang menetapkan pita frekuensi selebar 80 MHz (1432–1512 MHz) di 3 (tiga) regional sebagai objek seleksi.

    Seleksi diselenggarakan secara terbuka bagi seluruh penyelenggara telekomunikasi yang telah memiliki izin sesuai persyaratan.

    Tahapan seleksi akan dilaksanakan secara objektif dan transparan, melalui mekanisme evaluasi administrasi dan evaluasi komitmen pengembangan jaringan dan layanan.

    Komitmen penyediaan layanan tersebut akan menjadi acuan dalam pengawasan dan evaluasi pasca-penetapan pemenang seleksi.

    Pemerintah memastikan bahwa seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

    “Fokus kami adalah memastikan pita frekuensi ini dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan internet berbasis jaringan pitalebar tetap, termasuk di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal,” jelasnya.

  • AI Center of Excellence Akan Akselerasi Teknologi AI di Indonesia

    AI Center of Excellence Akan Akselerasi Teknologi AI di Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison, Nvidia, dan Cisco meresmikan AI Center of Excellence dalam sebuah acara yang digelar di The St. Regis Jakarta, Jumat (11/7/2025).

    Peresmian ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pengembangan teknologi artificial intelligence (AI) di Indonesia.

    Acara peluncuran dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, Chair and CEO Cisco Chuck Robbins, serta SVP Telecom Nvidia Ronnie Vasishta.

    AI Center of Excellence merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan para pemangku kepentingan, termasuk sektor industri, universitas, dan komunitas yang aktif dalam pengembangan teknologi AI.

    “Jadi pemerintah bersama dengan sejumlah korporasi, di sini ada Indosat, ada Cisco, ada juga Nvidia. Kita coba melakukan kolaborasi untuk mengembangkan ini dalam rangka mewujudkan visi kita ke depannya, visi Indonesia Digital pada 2045,” ujar Nezar Patria pada acara peluncuran.

    Vikram Sinha menyampaikan, salah satu tujuan utama dari AI Center of Excellence adalah pengembangan talenta digital secara masif. Program ini menargetkan pembekalan digital bagi satu juta masyarakat Indonesia di bidang jaringan, keamanan siber, dan kecerdasan buatan hingga 2027.

    “Jadi, Indonesia AI Center of Excellence ini, fokus pertama adalah untuk berinvestasi dalam talenta manusia. Bagaimana bisa membantu orang Indonesia, tanpa talenta manusia, AI tidaklah sempurna,” terang Vikram Sinha.

    “Kedua, di Indosat, kita telah menciptakan sebuah AI factory. Sekarang, tim expert Nvidia, Cisco, bersama universitas dan komunitas lain, kita akan bekerja pada penelitian untuk menciptakan aplikasi yang dapat membantu di kehidupan nyata,” tambahnya.

    Vikram juga menegaskan bahwa AI Center of Excellence bukan sekadar proyek teknologi, melainkan inisiatif untuk menjamin pemerataan akses terhadap AI. Indosat ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga kreator dan inovator teknologi.

    “Kami percaya bahwa AI harus inklusif. Bukan hanya soal akses, tetapi juga soal membuka peluang,” tegas Vikram.

    Selain AI Center of Excellence, pada kesempatan yang sama juga diluncurkan AI Security.

    Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, M Danny Buldansyah, berharap AI Center of Excellence dapat menjadi gerakan nasional, bukan sekadar inisiatif korporasi.

    “Kita ingin menjadikan ini suatu gerakan, bukan inisiatif, event-nya Indosat, tetapi ini menjadi suatu gerakan secara nasional. Bagaimana Indonesia menjadi salah satu inisiatif AI terdepan, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di regional, maupun di dunia,” kata Danny Buldansyah.

  • Lapor Bu Meutya, Ini Ganjalan Operator Bangun Internet Gede-gedean

    Lapor Bu Meutya, Ini Ganjalan Operator Bangun Internet Gede-gedean

    Jakarta, CNBC Indonesia – Operator telekomunikasi menyambut langkah pemerintah yang ingin melibatkan sektor swasta dalam percepatan pembangunan infrastruktur digital, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun, mereka mengingatkan bahwa ada sejumlah ganjalan yang perlu dibereskan agar investasi bisa berjalan optimal.

    Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Muhammad Danny Buldansyah, mengatakan bahwa pada dasarnya tujuan pemerintah dan operator sejalan, yakni memperluas jangkauan layanan internet hingga mencakup hampir seluruh populasi Indonesia. Namun, perlu ada kesepahaman ulang soal target cakupan dan peta wilayah prioritas.

    “Ini objektifnya harus di-redefine ulang karena kalau enggak salah yang kemarin 3T aja kan ada yang disebut 3T tapi sebenarnya daerah-daerah yang cukup ekonomi, tapi ada sebenarnya daerah yang katanya enggak non-3T tapi ternyata bisnisnya juga nggak ada,” kata Danny saat ditemui di Kantor IOH, Rabu (9/7/2025).

    Danny menegaskan, operator tidak keberatan untuk terus berinvestasi. Namun agar pembangunan infrastruktur bisa berjalan agresif, industri juga harus dalam kondisi sehat. Salah satu tantangan besar adalah beban biaya regulasi yang dinilai terlalu tinggi.

    “Bagaimana menyehatkannya, salah satunya tadi bahwa kita punya regulasi charge ketinggian, sehingga apakah itu frekuensi fee dan lain-lain, membatasi kita untuk berinvestasi,” jelas Danny.

    “Operator itu sudah terbukti apapun itu selalu akan investasi,” imbuhnya.

    Menurut Danny, di sejumlah negara, pemerintah bahkan memberikan spektrum secara gratis demi mendorong investasi jaringan. Di Indonesia, biaya untuk spektrum bisa mencapai 12%-14% dari pendapatan operator. Ini dinilai memberatkan dan menyulitkan ekspansi ke wilayah-wilayah yang secara ekonomi kurang menjanjikan.

    Padahal, makin luas layanan internet maka kontribusinya terhadap masyarakat dan perekonomian nasional juga akan makin besar. Selain itu, kualitas layanan Indonesia juga perlu digenjot agar tidak terus tertinggal.

    “Karena sekarang harganya murah banget. Harga data, harga data murah banget. Tapi pada saat yang sama kualitas kita juga yang termasuk salah satu yang terbawah,” ujarnya.

    Danny berharap, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Keuangan, BPK, BPKP, DPR, Komdigi, serta pelaku industri dan asosiasi, bisa duduk bersama untuk menciptakan ekosistem yang sehat. Dengan begitu, investasi swasta untuk membangun internet bisa berjalan lebih optimal dan cepat.

    “Nah ini bagaimana kita duduk sama-sama. Kita juga mengerti pemerintah punya target PNBP, punya target PNBP, kemudian juga kalau lelang spektrum diturunkan harganya nanti dikira ada hanky-panky, kenapa dianggap merugikan negara dan lain-lain. Ini makanya harus dibikin cara bermain yang bagus supaya industrinya sehat, pelakunya sehat, industrinya menjadi makin sehat dan objektifnya dua, tadi bagaimana melayani masyarakat lebih banyak lagi.” pungkasnya.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]