Tag: Budi Sartono

  • Jam Malam Pelajar Jabar, Polisi hingga Satpol PP Patroli di Keramaian Bandung
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        4 Juni 2025

    Jam Malam Pelajar Jabar, Polisi hingga Satpol PP Patroli di Keramaian Bandung Bandung 4 Juni 2025

    Jam Malam Pelajar Jabar, Polisi hingga Satpol PP Patroli di Keramaian Bandung
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Dalam mendukung program penerapan
    jam malam
    Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    , Jajaran Polrestabes Bandung dan Satuan Polisi Pamong Praja menggelar sosialisasi di tempat keramaian masyarakat di
    Kota Bandung
    .
    Para petugas melakukan imbauan kepada masyarakat, khususnya para pelajar, untuk segera pulang sebelum pukul 21.00 WIB.
    “Kepada adek-adek pelajar yang masih di luar, kami mengimbau untuk segera pulang sebelum jam 9 malam,” kata seorang petugas melalui pengeras suara, Selasa (3/6/2025).
    Imbauan itu terus diserukan petugas sambil berkeliling di tempat keramaian.
    Berdasarkan pantauan, petugas gabungan ini berpatroli di sekitar Jalan Asia Afrika hingga Jalan Braga.
    Mereka mengimbau para remaja yang tengah
    nongkrong
    bersama teman-temannya untuk segera pulang.
    “Adek masih sekolah?” kata seorang polwan menyapa seorang remaja yang saat itu tengah berswafoto di pinggir Jalan Braga.
    “Iya, Bu, kami masih SMA, bagaimana, Bu?” kata salah seorang remaja menjawab.
    “Adek-adek kalau masih SMA diimbau untuk pulang ya sebelum jam 9 malam, kan sudah ada imbauan dari Pak KDM (Kang Dedi Mulyadi). Rumahnya di mana?” ucap Polwan tersebut.
    “Di Cihampelas, Bu,” jawab para remaja tersebut.
    “Nah, sok data dulu ya, setelah itu langsung pulang ya,” seru polwan.
    Setelah didata, para remaja itu pun akhirnya mengikuti arahan petugas untuk pulang.
    Tak sampai situ, respons para remaja ini pun bervariasi.
    Petugas bahkan menemukan dua pelajar putri yang berlari menembus keramaian petugas.
    Dua remaja putri ini mengaku takut, tetapi petugas langsung menenangkan dan menjelaskan soal imbauan jam malam yang digagas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
    “Enggak usah takut, De, ini cuman imbauan saja,” kata petugas sambil tersenyum.
    Setelah dijelaskan, dua remaja putri ini pun akhirnya mengerti dan mengaku ke daerah Braga bersama sang ayah.
    Petugas kemudian memanggil ayah remaja tersebut dan memberikan pengertian agar anaknya tak berkeliaran hingga larut malam.
    Pelaksanaan sosialisasi petugas gabungan ini dimulai dari pukul 20.30 WIB.
    Sosialisasi ini tak hanya dilakukan dengan berjalan menyisir wilayah Asia Afrika dan Braga, Polrestabes Bandung juga mengerahkan mobil penyuluhan Binmas yang berputar sambil memberikan imbauan melalui pengeras suara.
    “Anak-anak sekolah yang masih berada di Jalan Asia Afrika silakan untuk meninggalkan tempat dan segera pulang, besok sekolah. Silakan kembali ke rumah,” ucap petugas dalam pengeras suara tersebut.
    Dalam pelaksanaannya, sejumlah remaja baik yang didampingi orangtua, pembimbing, ataupun
    nongkrong
    bersama teman sebaya masih banyak ditemui petugas.
    Meski begitu, mereka akhirnya membubarkan diri setelah mendapatkan imbauan dari petugas.
    Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, menjelaskan bahwa petugas gabungan saat ini tengah melakukan sosialisasi sekaligus mengedukasi masyarakat, khususnya kepada pelajar, terkait himbauan jam malam.
    “Untuk para pelajar, pada pukul 21.00 sudah tidak berada lagi di jalanan karena dikenakan jam malam. Maka dari itu, kami hari ini sifatnya adalah mengedukasi, persuasif kepada para pelajar,” ucapnya.
    “Nanti kami akan laksanakan peringatan jika memang masih ditemukan di tempat-tempat hiburan atau di jalan-jalan agar segera kembali ke rumahnya masing-masing,” ucap Budi di Jalan Asia Afrika, Selasa (3/6/2025) malam.
    Kegiatan sosialisasi saat ini dilakukan secara persuasif.
    Petugas yang menemukan pelajar yang masih berkeliaran akan didata, tetapi untuk selanjutnya pelajar yang kedapatan berkeliaran di atas pukul 21.00 yang terdata akan langsung dipanggil orangtuanya.
    “Tapi, nanti berikutnya kami akan panggil orangtuanya setelah ini, tetapi sementara ini kami hanya mengimbau dan menganjurkan agar para pelajar ini kembali ke rumahnya setelah jam 9 malam,” ucapnya.
    Kegiatan ini akan dilakukan secara kontinu oleh jajaran polsek hingga kecamatan yang akan melakukan patroli di tempat-tempat berkumpulnya para pelajar di masing-masing wilayah.
    “Yang pasti, untuk para Kapolsek, dengan amat, dan juga Danramil, nanti akan melaksanakan kegiatan yang sama setiap hari di tempat-tempat yang diduga tempat berkumpulnya para pelajar di malam hari,” ucapnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Diduga Pasang CCTV di Toilet Siswi, Polisi Tangkap Alumni Siswa SMAN 12 Bandung

    Diduga Pasang CCTV di Toilet Siswi, Polisi Tangkap Alumni Siswa SMAN 12 Bandung

    GELORA.CO –  Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Bandung, Jawa Barat tengah menjadi sorotan, imbas kasus pemasangan CCTV di toilet siswi.

    Seoang siswa diduga memasang kamera tersembunyi atau CCTV di toilet siswi perempuan.

    Dalam keterangannya, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan pelaku berinisial AS (18).

    Diketahui AS kini telah lulus dari SMA di Bandung itu, dan ditetapkan sebagai tersangka.

    Diungkapkan Budi, kasus ini bermula dari laporan di Polsek Kiaracondong terkait ulah jahat yang dilakukan AS, pada Kamis, 22 Mei 2025, lalu.

    Berdasarkan laporan itu, AS kemudian langsung ditangkap pihak kepolisian dan kini sudah ditahan di Mapolrestabes Bandung.

    “Ada kejadian, kita telah mengamankan salah satu siswa di SMA Bandung, yaitu di Kiaracondong, Atas nama AS,” ujar Budi dalam pernyataan resminya di Mapolrestabes Bandung, dikutip pada Rabu (28/5/2025).

    “Yaitu yang bersangkutan mendapat laporan dari Polsek Kiaracondong tanggal 22 Mei kemarin,” terangnya.

    Disebutkan Budi, aksi AS yang memasang kamera tersembunyi untuk merekam aktivitas toilet wanita itu terjadi pada 3 Desember 2024 lalu.

    Menurut laporan kepolisian, AS dinyatakan lulus pada 5 Mei 2025 dan melakukan tindak kejahatannya saat tercatat sebagai siswa.

    “Ada laporan bahwa yang dilakukan pada tahun 2024, tanggal 3 Desember, melakukan kegiatan dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga menggunakan CCTV ataupun alat perekam di kamar mandi sekolah tersebut,” terangnya.

    “Jadi yang bersangkutan menaruh alat perekam di kamar mandi dan disimpan di data handphone-nya dia sendiri. Nah itu kejadiannya pada tahun 2024,” imbuh Budi.***

  • 2 Pelaku Vandalisme GBLA Terancam Pasal Perusakan Fasilitas, Polisi Buru Oknum Lain
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        27 Mei 2025

    2 Pelaku Vandalisme GBLA Terancam Pasal Perusakan Fasilitas, Polisi Buru Oknum Lain Bandung 27 Mei 2025

    2 Pelaku Vandalisme GBLA Terancam Pasal Perusakan Fasilitas, Polisi Buru Oknum Lain
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Polisi mengamankan dua oknum bobotoh yang melakukan vandalisme di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
    Dua pelaku berinisial MDB dan MRW merusak area
    Stadion GBLA
    saat euforia kemenangan
    Persib
    Bandung seusai bertanding melawan Persis Solo pada Sabtu (24/5/2025).
    Kapolrestabes Bandung
    , Kombes Pol Budi Sartono, mengatakan, pihak kepolisian menerima aduan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait adanya
    perusakan fasilitas
    stadion oleh oknum bobotoh.
    Aksi vandalisme ini pun sempat terekam dan tersebar di media sosial.
    Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan dua orang oknum suporter yang melakukan perusakan fasilitas Stadion GBLA.
    “Setelah laporan kami terima, kami langsung melaksanakan penyelidikan dan langsung bisa mengamankan dua orang yang jelas terekam di video tersebut,” ucapnya.
    Menurut Budi, kedua pelaku melakukan perusakan seperti mencongkel rumput atau tanah lapangan dan menggunting jaring gawang. 
    “MDB ini yang melakukan pemotongan (jaring) tali gawang, MRW itu yang melakukan pengambilan rumput atau tanah di lapangan bola tersebut,” katanya.
    Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap keduanya dan mencari terduga pelaku lainnya.
    “Sementara ini masih kami lakukan pendalaman. Pemeriksaan secara mendalam kepada dua orang pelaku tersebut, apakah memang yang bersangkutan memang melakukan perbuatan tersebut atau tidak,” katanya.
    “Kami juga masih melakukan pencarian terhadap para pelaku lain yang memang teridentifikasi melakukan vandalisme tersebut,” tuturnya.
    Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam Pasal 406 dan 170 tentang
    Perusakan Fasilitas
    Umum. 
    “Bagaimana ke depannya tetap kami akan berkoordinasi dengan Pemkot karena memang ini yang mengelola lapangan adalah Pemkot, arahnya seperti apa nanti diinformasikan kembali,” tuturnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lakukan Penipuan dan Pencurian Sepeda Motor, 4 Pria di Bandung Berhasil Dibekuk Polisi

    Lakukan Penipuan dan Pencurian Sepeda Motor, 4 Pria di Bandung Berhasil Dibekuk Polisi

    JABAR EKSPRES – 4 pria di Kota Bandung, terpaksa harus berurusan dengan polisi usai melakukan tindak pidana penipuan dan pencurian sepeda motor milik pengemudi ojek online. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (2/3/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

    Menurut Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, kasus ini terungkap saat pihaknya tengah melaksanakan patroli, kemudian berhasil menangkap salah satu pelaku berinsial MPP pada Selasa (8/4/2025) kemarin.

    “Jadi salah satu anggota kami saat melaksanakan patroli melihat orang yang diduga (pelaku) karena kita sudah melihat dari rekaman CCTV dan kita sebarkan, sehingga anggota tersebut melihat orang yang diduga mirip dengan foto atau wajah dari pelaku tersebut,” ucapnya di Mapolrestabes Bandung, Rabu (9/4).

    BACA JUGA: Isi 6 Jabatan Strategis, Pemkot Bandung Bakal Gunakan Sistem Merit

    Dalam modus operandi yang dijalankannya, Budi menjelaskan, 1 dari 4 pelaku yakni MPP mengaku kepada korban atau driver ojek online sebagai anggota kepolisian untuk melakukan aksi pencuriannya.

    Budi menyebut, MPP telah melancarkan aksinya dengan modus yang sama sebanyak 5 kali di 3 TKP berbeda seperti di Buahbatu, Cibeunying Kidul, dan Sumur Bandung.

    Seperti kasus di Cibeunying Kidul, Budi menjelaskan, saat itu tersangka atas nama MPP ini melakukan aksinya dengan cara mendatangi pengemudi ojek online dan ingin memesan ojek secara offline dengan mengaku sebagai anggota Polri serta meminta untuk diantarkan ke Polsek Antapani.

    Namun saat hendak diantarkan ke Polsek Antapani, pelaku meminta kepada korban untuk mampir terlebih dahulu ke Polsek Cibeunying Kidul.

    BACA JUGA: Targetkan Trotoar Inklusif, Pemkot Bandung Bakal Tertibkan Bangunan Semi Permanen hingga PKL

    “Pada saat di Polsek Cibeunying Kidul, pelaku berhenti dan berpura-pura menyapa petugas yang ada di Polsek Cibeunying Kidul dan masuk ke ruangan lalu keluar lagi,” ucapnya.

    Setelah keluar dari ruangan Polsek Cibeunying Kidul, Budi mengungkapkan, pelaku kembali menyapa petugas yang tengah berjaga sambil menanyakan salah satu anggota bernama Budi.

    “Dan memang kebetulan ada nama Budi dan lagi sakit. Oleh karena itu pelaku berpura-pura meminjam motor korban bilang mau jenguk atas nama Budi tersebut. Karena korban itu merasa adalah anggota Polri, sehingga diberikanlah motor tersebut,” ungkapnya.

  • Demo Anarkis Tolak RUU TNI: Kantor Bank dan Gedung DPRD di Bandung dan Malang Dibakar Massa – Halaman all

    Demo Anarkis Tolak RUU TNI: Kantor Bank dan Gedung DPRD di Bandung dan Malang Dibakar Massa – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam sepekan terakhir demonstrasi menolak revisi Undang-Undang TNI terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

    Unjuk rasa tersebut ada yang berakhir damai.

    Namun ada juga yang berakhir rusuh dengan perusakan fasilitas publik termasuk gedung pemerintah dan swasta.

    Seperti diketahui penolakan terhadap revisi UU TNI dilakukan sejumlah pihak terutama  mahasiswa karena dianggap akan mengembalikan dwifungsi militer sama seperti era Orde Baru.

    Kronologi Demo di Bandung Bakar Kantor Bank

    Pada Jumat (21/3/2025) malam, unjuk rasa massa yang menolak pengesahan Revisi UU TNI di Bandung, Jawa Barat (Jabar), berakhir dengan kerusuhan.

    Sebuah bank swasta di Jalan Ir H Djuanda, Dago Kota Bandung diduga dibakar sekelompok pengunjuk rasa.

    Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu berlangsung hingga dini hari.

    Awalnya aksi berjalan damai, pendemo menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

    DIBAKAR MASSA -Kantor Hana Bank yang hangus terbakar dipolice line di persimpangan Jalan Ir H Djuanda – Jalan Diponegoro, Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2025). Bank swasta tersebut diduga dibakar sekelompok orang saat unjuk rasa penolakan pengesahan Undang-undang TNI.  (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

    Saat aksi berlangsun tak ada satupun anggota DPRD Jabar yang berada di dalam gedung wakil rakyat tersebut.

    Unjuk rasa  mulai memanas saat massa mencoba masuk secara paksa ke dalam gedung DPRD Jabar.

    Massa aksi juga membakar water barrier milik Dinas Perhubungan di halaman Gedung Sate dan melemparkan petasan, batu, hingga bom molotov ke arah Gedung DPRD Jabar. 

     Polisi yang berjaga tidak merespons sikap anarkis massa.

    Hingga akhirnya sekitar pukul 21.30 WIB sempat terjadi aksi saling kejar antara massa berpakaian hitam-hitam dengan polisi berpakaian preman. 

    Aksi kejar-kejaran pun berlangsung hingga pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

    Petugas polisi lebih banyak dikerahkan untuk membubarkan massa yang membuat onar di kawasan Jalan Ir H Djuanda. 

    Saat itu, massa yang tidak terkontrol diduga melakukan pembakaran Hana Bank di Jalan Ir. H Djuanda.

    Massa pun mencoret tembok bank swasta tersebut menggunakan cat semprot dengan tulisan Burn World Bank. 

    Enam unit mobil Dinas pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar Hana Bank.

    Butuh tiga jam untuk petugas Dinas Pemadam Kebakaran memadamkan api tersebut.

    Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung, M. Yusuf Hidayat mengatakan laporan kebakaran bank tersebut diterima sekitar pukul 01.02 WIB.

    “Alhamdulillah, hingga pukul 03.30 WIB kami sudah menyelesaikan pemadaman dan pendinginan,” ujar Yusuf, Sabtu (22/3/2025).

    Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono, mengatakan jika perusakan bank swasta di Jalan Ir H. Djuanda diduga dilakukan oleh massa pengunjuk rasa.

    “Jadi memang benar ada pengrusakan dan pembakaran kantor bank di dago oleh sekelompok orang,” ujar Budi. 

    Demo di Malang Bakar Gedung DPRD

    Aksi demo tolak UU TNI juga berakhir rusuh di Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (23/3/2025) malam.

    Kericuhan bermula saat massa melempar molotov ke arah gedung DPRD Kota Malang pada pukul 18.34 WIB.

    Molotov mendarat tepat di teras depan Gedung DPRD Kota Malang hingga mengeluarkan kobaran api.

    Namun kobaran api tidak sampai berlangsung lama karena langsung dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang yang bersiaga di lokasi.

    Selanjutnya, aksi massa makin anarkis dan menjebol pagar sisi utara gedung DPRD Kota Malang.

    Usai menjebol pagar, mereka membakar pos gedung DPRD Kota Malang dan satu pos lainnya dirusak hingga atapnya jebol.

    Melihat kondisi yang makin anarkis dan tak terkendali, maka pada pukul 18.41 WIB, polisi serta TNI langsung memukul mundur massa.

    Dibantu semprotan air dari mobil pemadam kebakaran, massa pun mundur hingga Jalan Kertanegara dan langsung bubar.

    Beberapa orang dibawa dan diamankan oleh petugas.

    Selanjutnya, petugas memadamkan pos jaga gedung DPRD Kota Malang yang terbakar tersebut. Dan pada pukul 18.50, situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. 

    Atas kejadian tersebut, beberapa personel baik dari polisi maupun TNI terluka dan harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

    Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah yang turun langsung ke lokasi  menyayangkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak DPRD Kota Malang selalu terbuka menampung serta mendengarkan aspirasi masyarakat.

    “Kami telah siap menerima audiensi, dan semua fraksi juga sudah mendapat arahan. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk duduk bersama,” ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (23/3/2025).

    Dirinya mengungkapkan pada intinya, DPRD Kota Malang berpegang pada prinsip untuk membangun ruang dialog bersama. Namun belum sempat bertemu langsung dengan massa aksi, ternyata situasi berubah jadi kacau dan anarkis.

    “Sebenarnya dari tadi siang, kami sudah siap. Ternyata, suasananya tidak kondusif,” tambahnya.

    Rimzah juga mengapresiasi langkah cepat yang dilakukakan oleh polisi dan TNI. Sehingga, aksi anarkis itu tidak semakin memburuk.

    “Saya baru saja berbuka puasa, dapat kabar dari teman-teman di kepolisian dan langsung turun ke lokasi. Saya mengapresiasi TNI-Polri yang cepat menangani situasi ini, sehingga tidak semakin memburuk,” ungkapnya.

    Akibat kejadian tersebut, menyebabkan beberapa kerusakan di sisi kiri gedung DPRD Kota Malang.

    Termasuk dua pos juga menjadi sasaran massa, dimana satu pos terbakar dan satu pos lainnya rusak berat.

    “Kami sudah cek bersama Pak Sekwan dan dinas terkait. Ada beberapa bagian yang rusak lumayan parah di sisi kiri,” imbuhnya.

    Rimzah juga menambahkan, bahwa pihak DPRD Kota Malang tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang hendak menyampaikan pendapat.

    “Kami siap menerima, di dalam, di luar, di bawah hujan, di bawah terik matahari sekalipun. Kami ingin membangun narasi bersama,” terangnya.

    Saat disinggung terkait aksi-aksi lanjutan yang mungkin akan terjadi, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tersulut emosi atau terprovokasi.

    “Kami ingin menjaga Malang tetap kondusif. Jangan sampai diprovokasi oleh hal-hal yang buruk atau merugikan kita semua,” tandasnya. 

    Sumber: Tribun Jatim/Tribun Jabar

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Memanas Aksi Demo Tolak UU TNI Di Malang, Pos Jaga Gedung DPRD Terbakar, 7 Petugas Terluka

    Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul BREAKING NEWS: Kantor Hana Bank di Bandung Dibakar saat Unjuk Rasa Tolak Pengesahan UU TNI

     

     

  • Polrestabes Bandung Buka Layanan Penitipan Kendaraan

    Polrestabes Bandung Buka Layanan Penitipan Kendaraan

    JABAR EKSPRES – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang akan mudik, Polrestabes Bandung membuka layanan penitipan kendaraan mulai 23 Maret 2025. Warga Bandung dapat menitipkan kendaraannya di Polsek atau Polrestabes Bandung dan mengambilnya kembali setelah mudik selesai.

    “Pemudik yang berasal dari Bandung bisa menitipkan kendaraannya di Polsek atau Polrestabes Bandung, dan kendaraan dapat diambil setelah mereka kembali,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, di Lapangan Tegalega Bandung, pada 20 Maret 2024 dikutip dari jabarprov.go.id.

    BACA JUGA; Dilarang Beroperasi Selama Mudik Lebaran, Dedi Mulyadi akan Beri Kompensasi 3 Juta pada Tukang Becak dan Sopir Angkot 

    Selain itu, warga diminta untuk memastikan keamanan rumah sebelum meninggalkan untuk mudik. “Pastikan rumah dalam keadaan terkunci, matikan kompor, dan laporkan kepada aparat setempat agar dapat dipantau selama patroli,” tambahnya.

    Di sisi lain, Penjabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengingatkan bahwa mobil dinas dilarang digunakan untuk mudik, karena kendaraan tersebut hanya untuk kepentingan kedinasan. Sosialisasi mengenai aturan ini akan segera dilakukan oleh Wali Kota Bandung.

    Pemerintah Kota Bandung juga mengimbau pemudik untuk selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan. Dengan adanya layanan penitipan kendaraan dan patroli rumah kosong, diharapkan warga Bandung bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman.

  • Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025, Polda Jabar Siapkan Skenario Pengatur Lalu Lintas!

    Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025, Polda Jabar Siapkan Skenario Pengatur Lalu Lintas!

    JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) mengungkapkan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah skenario pengaturan lalu lintas untuk menghadapi arus mudik dan balik 2025.

    Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol Dodi Darjanto, mengatakan bakal menyiapkan posko pemantau di beberapa titik strategis untuk mengawasi kepadatan arus lalu lintas.

    “Sehingga saat nanti terjadi kepadatan arus, sudah ada beberapa anggota (di posko) yang akan langsung melaksanakan penguraian,” ujarnya, Rabu (19/3).

    BACA JUGA: Dishub Kabupaten Bogor Gelar Ramp Check untuk Pastikan Kelancaran dan Keamanan Arus Mudik Lebaran 2025

    Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai skema pengaturan untuk mengatasi kemacetan, seperti penerapan sistem Contra Flow atau One Way di lokasi-lokasi yang mengalami kepadatan.

    “Untuk One Way ay akan kita laksanakan mulai dari ujung Jawa Barat sampai arah Jawa Tengah. Tetapi kebijakan One Way akan diterapkan berdasarkan keputusan Korlantas,” katanya.

    Dodi juga menyebutkan bahwa dalam pengamanan arus mudik dan balik 2025, sebanyak 402 personel Polda Jabar akan diterjunkan, dengan tambahan 15 petugas yang ditempatkan di titik rawan, seperti jalur arteri.

    BACA JUGA: Harga Tiket Bus Kerap Melonjak Jelang Puncak Mudik Lebaran, Dishub Tak Bisa Intervensi

    “Secara umum saya sudah mengecek semua jalur baik jalur utara, tengah, maupun jalur selatan, itu semua dalam keadaan baik,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang untuk menyambut libur Lebaran 2025.

    “Sebanyak 1.250 personel gabungan akan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2025, yang berlangsung dari 26 Maret hingga 8 April 2025,” jelas Budi, Selasa (18/3).
    (San)

  • Wanita Penyuka Sesama Jenis Bunuh Kekasih di Bandung, Berawal dari Tolak Tukar Pasangan

    Wanita Penyuka Sesama Jenis Bunuh Kekasih di Bandung, Berawal dari Tolak Tukar Pasangan

    Liputan6.com, Bandung – Seorang wanita penyuka sesama jenis diduga menganiaya dan membunuh pasangannya di sebuah kamar indekos di Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat. Motif pembunuhan itu didasari rasa cemburu.

    Tiga pelaku berinisial BL (29), LW (34), dan MI (31) telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Peristiwa itu terjadi di sebuah kosan yang berada di Jalan Siliwangi pada Jumat, 7 Maret 2025 sekira pukul 22.00 WIB. Mulanya, ketiga pelaku dan korban tengah berkumpul.

    “Jadi ada empat orang wanita tinggal berada di dalam kos-kosan,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono dalam keterangannya pada Senin, 17 Maret 2025.

    Di kamar indekos tersebut, ketiga pelaku dan korban meminum minuman keras dan obat-obatan. Lalu pada Sabtu, 8 Maret 2025 sekira pukul 03.00 WIB, mereka berhenti minum.

    Budi menjelaskan, perselisihan terjadi lantaran permintaan bertukar pasangan tidur ditolak korban. Dalam kondisi emosi, BL mengambil pisau dan menusuk leher korban hingga meninggal dunia.

    “Pada saat hendak tidur, terjadi perselisihan di antara saudara BL dengan korban saudara Irma sampai terjadi cekcok mulut, sehingga pada saat itu saudara BL, tersangka, melihat ada pisau, langsung menusuk ke leher korban sebelah kiri,” ujarnya.

    Pelaku kemudian membawa korban ke rumah sakit. Kepada keluarga, pelaku mengeklaim korban terluka karena terkena begal.

    “Tersangka langsung membawa (korban) ke rumah sakit, dihubungilah kakak korban. Kakak korban datang dan dijelaskan bahwa korban terkena begal sehingga korban dibawa langsung ke rumah keluarga di Ciamis, dan dikuburkan pada hari Minggu tanggal 9 Maret,” tandasnya.

     

  • Imlek 2025: Wihara Bersolek, Esensi Lilin Merah, Harapan Rezeki Lebih Baik di Tahun Ular

    Imlek 2025: Wihara Bersolek, Esensi Lilin Merah, Harapan Rezeki Lebih Baik di Tahun Ular

    Imlek 2025: Wihara Bersolek, Esensi Lilin Merah, Harapan Rezeki Lebih Baik di Tahun Ular
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Wihara dan kelenteng di Kota Bandung bersolek pada perayaan
    Imlek 2025
    atau Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili.
    Sejumlah lilin hingga lampion tertata rapi di setiap sudut ruangan.
    Berdasarkan pantauan, tampak para pengelola
    Vihara Dharma Ramsi
    tengah melakukan bersih-bersih di setiap sudut ruangan;
    Beberapa lainnya tengah membersihkan kursi dan memasang lilin yang berjejer rapi.
    Pengelola Vihara Dharma Ramsi, Alex (35), mengungkapkan saat ini ada sekitar 150 pasang lilin atau sekitar 300 lilin terpasang di Vihara Dharma Ramsi.
    Rencana lilin berwarna merah yang memiliki berat hingga 60 kg itu akan dinyalakan sekitar pukul 23.00 WIB.
    Adapun lilin merah ini memiliki makna tersendiri. Merah menandakan kebahagiaan dan kesejahteraan.
    “Lilin ini menandakan afirmasi agar kehidupan menjadi terang. Ketika mendapat masalah, ada jalan keluar yang menerangi perjalanan hidup kita, kurang lebih begitu esensinya,” kata Alex di Vihara Dharma Ramsi, Selasa (28/1/2025).
    Alex menyebut kemungkinan 500 pengunjung bakal datang ke Vihara Dharma Ramsi saat perayaan Imlek tahun ini.
    “Mungkin bisa lebih untuk tahun ini,” ujarnya.
    Harapan Tahun Ular
    Di Tahun Ular ini, Alex berharap kehidupan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
    “Kami berharap agar tahun depan lebih baik lagi, meskipun hal ini tergantung pada diri pribadi kita semua,” ucapnya.
    Sementara itu, di Vihara Samudra Bhakti, pernak-pernik lampion menghiasi sekitar halaman wihara.
    Tampak warga Tionghoa sudah mulai berdatangan. Dengan dupa di tangan, pengunjung mulai beribadah berharap masa depan yang lebih baik di Tahun Ular ini.
    Warga keturunan Tionghoa, Daniel (40) dan Sisi (38), datang berkunjung ke Vihara Dharma Bakti untuk berdoa berharap rezeki yang lebih baik di Tahun Ular ini.
    “Mudah-mudahan Tahun Ular lebih bagus dibanding Tahun Naga, soalnya katanya Tahun Ular sedikit susah. Mudah-mudahan rezekinya lebih bagus dibanding tahun Naga,” kata Daniel usai beribadah di wihara tersebut.
    Daniel mengaku bahwa dirinya beragama Katolik.
    Meski begitu, ia dan keluarga tetap menjaga tradisi setiap perayaan Imlek.
    “Iya, menjaga tradisi. Sebetulnya kalau agama Katolik, cuma tradisi keluarga kami masih dijaga. Semua keluarga masih menjaga tradisi,” kata Daniel dan Sisi.
    Sisi berharap di Tahun Ular ini, ada peningkatan kehidupan yang lebih baik setiap tahunnya.
    “Semoga tiap tahun ada peningkatan dan tahun ini lebih baik lagi,” harapnya.
    Persiapan keamanan
    Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengatakan sebanyak 448 personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan saat perayaan Imlek di Kota Bandung.
    Menurut Budi, dari puluhan wihara dan kelenteng di Kota Bandung, hanya 20 wihara yang menggelar perayaan Imlek.
    “Jadi, di Bandung ini ada 32 kelenteng dan wihara, tetapi setelah kami melakukan pengecekan, ada 20 yang mengadakan acara,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • AKBP Wahyu Prista Jabat Kasatlantas Polrestabes Bandung Gantikan AKBP Eko Iskandar

    AKBP Wahyu Prista Jabat Kasatlantas Polrestabes Bandung Gantikan AKBP Eko Iskandar

    JABAR EKSPRES – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Bandung, AKBP Eko Iskandar resmi dimutasi dari jabatannya.

    Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2777/XII/KEP./2024, dan proses serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, kini jabatan  Kasatlantas resmi diisi oleh AKBP Wahyu Prista yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat PJR di Polda Jawa Barat (Jabar).

    Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah mengatakan upacara Sertijab ini, merupakan bagian dari rotasi rutin di jajaran Polrestabes Bandung.

    BACA JUGA: Polrestabes Hentikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual WNA Singapura di Braga

    Sehingga hal ini penting dilakukan guna bisa meningkatkan kinerja dan pelayanan khususnya kepada masyarakat.

    “Dalam amanatnya, Kapolrestabes Bandung (Kombes Pol Budi Sartono) menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas,” ujar Nurindah, Jum’at (10/1).

    Tak hanya itu, selain Kasatlantas, surat telegram tersebut juga resmi memutasi Jabatan Kapolsek Rancasari.

    BACA JUGA: Temukan Toko Obat Keras di Rancaekek, Satnarkoba Polresta Bandung Amankan Minuman Keras

    Dalam mutasi tersebut, jabatan Kapolsek Rancasari dijabat oleh Kompol Herman Junaidi mengantikan Kompol Oesman Imam Qomarudin.

    Dengan adanya hal ini, Kapolrestabes Bandung menurut Nirindah berharap pejabat yang baru dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bandung.

    “Kapolrestabes Bandung berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dan memberikan kontribusi positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polrestabes Bandung,” imbuhnya.(San).