Tag: Budi Sartono

  • Duduk Perkara Pria Berjaket Ojol Tembak Lansia di Bandung

    Duduk Perkara Pria Berjaket Ojol Tembak Lansia di Bandung

    Jakarta

    Seorang pria berinisial HJ (51) asal Pekalongan, menembak lansia dengan airsoft gun di sekitar kawasan Asrama Polisi (Aspol) Polrestabes Bandung. Lansia itu ditembak setelah mengejar pelaku yang menipunya.

    Dilansir detikJabar, kejadian bermula saat pelaku membonceng istrinya untuk bertransaksi emas dengan korban, Rabu (24/12/2025). Korban kemudian menyerahkan uang pembelian, namun akhirnya menyadari barang yang dibelinya itu palsu.

    “Korban membeli emas, setelah uang diserahkan, dia (pelaku) lari pergi. Dia bilang membonceng penumpang, ternyata itu masih saudara, entah istrinya, kabur ke sini,” kata Titin, saksi di lokasi kejadian, Kamis (25/12).

    Wanita itu kemudian langsung kabur ke area dalam Aspol Polrestabes Bandung. Tak diduga, pria berjaket ojol ini malah mengeluarkan senjata api yang belakangan diketahui jenis airsoft gun. Meski sempat meletuskan tembakan ke arah korban, massa yang berdatangan berhasil menghentikan aksinya.

    Meski demikian, korban sudah terlanjur mengalami luka setelah berupaya keras menghentikan pelaku yang mengeluarkan airsoft gun. Untungnya, luka tersebut tidak terlalu fatal. “Iya, tapi tidak sampai dibawa ke rumah sakit, kena bagian mulutnya. Tapi tidak terjadi apa-apa,” ungkapnya.

    “Pada saat itu tersangka dengan istrinya menjual emas di toko ataupun pedagang emas di pinggir jalan, dengan menawarkan harga Rp 7 juta. Tapi kemudian ditawar oleh pedagang emas dengan harga Rp 5 juta,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono.

    (rdp/dhn)

  • Deretan Kasus Narkoba di Bandung Sepanjang 2025, Pengedar Sabu 1 Kg Ditangkap Jelang Natal dan Tahun Baru

    Deretan Kasus Narkoba di Bandung Sepanjang 2025, Pengedar Sabu 1 Kg Ditangkap Jelang Natal dan Tahun Baru

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Bandung, Jawa Barat sepanjang tahun 2025. Polisi menyebut tren kasus tersebut masih relatif sama apabila dibandingkan dengan tahun 2024 lalu.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Agah Sonjaya mengatakan, salah satu pengungkapan kasus terbesar yaitu, terbongkarnya sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan obat-obatan tertentu. Kasus tersebut disebut sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Hampir relatif sama, jadi pada tahun lalu juga saya merilis, memang cukup besar juga, tapi memang rata-rata masih sama. Hanya mungkin ada peningkatan mungkin di jenis-jenis obat-obat yang keras di tahun ini di perumahan, nah itu yang cukup besar pada saat itu,” kata Budi di Kantor Satresnarkoba Polrestabes Bandung, Selasa 23 Desember 2025.

    Budi mengatakan, Satresnarkoba Polrestabes Bandung mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika cukup banyak tahun ini. Kasus tersebut terdiri dari, 175 kasus, daun ganja kering sebanyak 17 kasus, tembakau sintetis sebanyak 57 kasus, narkotika ekstasi sebanyak 15 kasus, dan obat-obatan tertentu sebanyak 22 kasus.

    “Barang bukti jumlahnya kurang lebih sabu-sabu 4.653 gram atau 4 kilo lebih sabu-sabu, untuk daun ganja sebanyak 14.095 atau 14 kilo, kemudian tembakau sintetis sebanyak 12.000 gram atau 12 kilo juga, bahan tembakau sintetis cair 995 ml, bahan tembakau sintetis bubuk sebanyak 226 gram, ekstasi sebanyak 4.112 butir, psikotropika sebanyak 902 butir, dan obat-obatan tertentu kurang lebih 3.054.500 butir,” jelas Budi.

  • Ini Lokasi Parkir Gratis di Pusat Kota Bandung Selama Libur Nataru

    Ini Lokasi Parkir Gratis di Pusat Kota Bandung Selama Libur Nataru

    Kepala Polisi Kota Besar (Kapolrestabes) Kota Bandung, Kombes Pol Budi Sartono menyampaikan, dinamika kegiatan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru tahun ini mengalami peningkatan, sehingga diperlukan kesiapsiagaan bersama.

    “Sebagai langkah konkret, Polrestabes Bandung bersama unsur terkait menyiapkan 19 pos pengamanan (Pospam), pos pelayanan (Posyan), dan pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis Kota Bandung,” kata Budi saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Polrestabes Bandung, (Kamis, 18/12/2025).

    Budi menyebutkan pengamanan juga difokuskan pada 149 gereja, dengan melibatkan 1.500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.

    Budi juga mengimbau masyarakat agar tetap merayakan malam Tahun Baru dengan tertib, khususnya dengan tidak menghentikan kendaraan di atas jembatan atau flyover karena dapat menimbulkan kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    “Silakan bereuforia, namun tetap patuhi aturan. Jangan berhenti di atas flyover demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas bersama,” imbau Budi.

  • Polisi Cari Pelaku yang Letakkan Benda Mirip Bom di GKPS Bandung

    Polisi Cari Pelaku yang Letakkan Benda Mirip Bom di GKPS Bandung

    Liputan6.com, Jakarta – Kepolisian Resor Kota Besar Bandung tengah mencari pelaku peletakan benda menyerupai bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), kawasan Kosambi, Kota Bandung.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyatakan, saat ini situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif setelah dilakukan penanganan oleh tim penjinak bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Barat.

    “Sehingga kami akan langsung melaksanakan olah tempat kejadian perkara dan mencari tahu siapa yang menaruh barang tersebut,” kata Budi, dikutip dari Antara, Jumat (19/12/2025).

    Ia menjelaskan, meski benda tersebut dipastikan bukan bahan peledak dan tidak membahayakan masyarakat, pihak kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa yang meletakkannya.

    “Intinya, setelah ini langsung kami ambil alih karena itu bukan barang yang membahayakan atau diduga bahan peledak,” kata dia.

    Ia menegaskan, polisi tidak menemukan adanya bom maupun bahan peledak dalam benda mencurigakan tersebut. “Hasil pemeriksaan tim Jibom Brimob Polda Jabar menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan kayu,” katanya.

    Terkait kemungkinan jeratan Undang-Undang Terorisme terhadap pelaku, ia menyebut pihaknya belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

    “Nanti kita lihat dulu, apakah memang ada kesengajaan menaruh di sini atau seperti apa bentuk dan maksudnya,” ujarnya.

     

  • Polisi Ungkap Motif Ibu Tiri Aniaya Balita 4 Tahun hingga Meninggal di Bandung
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        29 November 2025

    Polisi Ungkap Motif Ibu Tiri Aniaya Balita 4 Tahun hingga Meninggal di Bandung Bandung 29 November 2025

    Polisi Ungkap Motif Ibu Tiri Aniaya Balita 4 Tahun hingga Meninggal di Bandung
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Polisi mengungkap motif yang dilakukan SM (26), ibu tiri yang melakukan kekerasan hingga menyebabkan balita empat tahun berinisial RAF meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat.
    SM disebut terbakar cemburu terhadap suaminya yang lebih memperhatikan anak kandungnya dibanding dirinya dan anak sambungnya.
    Hal ini yang memicu SM meluapkan kekesalannya kepada RAF.
    “Jadi, kejadian itu terjadi karena pelaku merasa cemburu terhadap suaminya karena merasa lebih sayang ke anaknya, yaitu korban, bukan kepada anak bawaannya,” kata Kapolrestabes
    Bandung
    Kombes Budi Sartono saat konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Jumat (28/11/2025).
    Dijelaskan, peristiwa kekerasan yang dilakukan tersangka terhadap balita 4 tahun 8 bulan itu terjadi di Wilayah Cibiru, Kota Bandung, pada Jumat, 21 November 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.
    Kekerasan terhadap korban terjadi saat suaminya tengah berada di luar rumah.
    Saat itu, tersangka yang tengah memandikan korban melakukan penganiayaan dengan mendorong dada korban hingga terpental dan kepala bagian belakang korban membentur tembok kamar mandi.
    Akibat tindakan tersangka, balita itu pun tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.
    Setelah mendapatkan perawatan, tak lama kemudian, korban pun dinyatakan meninggal dunia.
    “Pada saat diperiksa di rumah sakit, ada dugaan terjadi kekerasan fisik dan pada saat itu kami laksanakan otopsi, dan hasilnya memang betul terjadi kekerasan benda tumpul, terjadi pendarahan di batang otak, sehingga menyebabkan meninggalnya anak tersebut,” ungkap Budi.
    Peristiwa ini dilaporkan ayah korban kepada pihak kepolisian.
    Sederet penyelidikan pun dilakukan hingga akhirnya menetapkan SM sebagai tersangka.
    Budi juga mengungkap bahwa di tubuh korban terdapat luka lebam yang merupakan hasil dari tindakan kekerasan yang dilakukan tersangka sebelum peristiwa kekerasan yang mematikan korban.
    “Ini hasil pengakuan sementara, juga sebelum ini pun sudah pernah dilakukan kekerasan-kekerasan lain. Jadi, di tubuh korban ditemukan seperti memar dan lain-lain. Jadi, itu kejadian sebelum terjadinya kekerasan yang menyebabkan meninggal,” katanya.
    Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kejiwaan tersangka.
    Atas perbuatannya, ibu yang baru saja memiliki anak 6 bulan ini dijerat Pasal 80 ayat 3 Jo 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.
    “Tersangka memiliki anak baru 6 bulan dan masih menyusui, saat ini dititipkan di rumah neneknya, tetapi kami juga memberikan kesempatan kalau memang anaknya mau berkunjung,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kerap Meresahkan Warga, Puluhan Anggota Geng Motor di Bandung Diamankan Polisi

    Kerap Meresahkan Warga, Puluhan Anggota Geng Motor di Bandung Diamankan Polisi

    Liputan6.com, Jakarta – Jajaran Polrestabes Bandung menangkap sebanyak 25 orang pelajar SMP dan SMA yang tergabung dalam sejumlah kelompok berandalan bermotor atau geng motor. Mereka ditangkap saat melakukan tawuran dan menyerang warga yang dilewati kelompok-kelompok tersebut saat melakukan konvoi di Kota Bandung.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono melalui Kabagops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saefudin mengatakan, penangkapan itu berawal dari patroli yang dilakukan petugas gabungan tim Prabu, Perintis Presisi, dan jajaran polsek. Mereka pun mendapatkan laporan bahwa sekelompok orang di beberapa kawasan telah meresahkan masyarakat.

    “Saat tim gabungan patroli Polrestabes Bandung melaksanakan patroli di jalan Cihampelas, Antapani, Cihaurkuku, dan sekitar terminal, kita mendapatkan sekitar 25 orang berandal bermotor yang langsung ditangkap, sekarang kita amankan di Polrestabes Bandung. Kemudian ada senjata tajam dan ada beberapa barang bukti yang lainnya,” jelas Asep di Mapolrestabes Bandung, Minggu (23/11/2025).

    Saat penangkapan, kata dia, para remaja tersebut tengah melakukan konvoi di sekitar Kota Bandung. Kemudian, mereka menyerang warga yang sedang berada dipinggir jalan tanpa dengan alasan.

    “Mereka melakukan rolling dan melakukan penyerangan baik terhadap warga dan masyarakat yang sedang nongkrong. Dan mereka juga ada kegiatan untuk bentrok dari kelompok yang lain, sehingga warga pun menjadi kesal dan melakukan perlawanan terhadap geng motor ini,” ucap Asep.

    Asep mengatakan, para remaja yang ditangkap dan terlibat kejahatan jalanan rata-rata masih berada di bawah umur. Polisi pun akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan pendampingan.

    “Setelah kita data tadi ada pelajar di tingkat SMP, ada SMA, dan rata-rata mereka berada di usia 14, 15, 16, sampai dengan 17 tahun. Betul, (koordinasi) dengan bapas dan ada pendampingan dari para orang tuanya atau dari pengacara,” kata Asep.

     

  • Motif Pembunuhan Penjaga Konter Ponsel di Bandung, Pelaku Terjerat Utang Judi Online

    Motif Pembunuhan Penjaga Konter Ponsel di Bandung, Pelaku Terjerat Utang Judi Online

    BANDUNG – Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyebutkan seorang pria berinisial NA (27) nekat mencuri hingga melakukan pembunuhan terhadap Ilham Firmanyah yang merupakan penjaga konter ponsel di Sukajadi, Kota Bandung karena terlilit utang akibat judi online.

    “Jadi hasil pengakuan, uang yang didapat itu dibayarkan untuk utang-utangnya kepada beberapa orang karena yang bersangkutan meminjam uang untuk bermain judol,” kata Budi dikutip Antara, Rabu, 12 November.

    Budi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 03.00 WIB di sebuah konter ponsel di Kecamatan Sukajadi. Saat itu, pelaku masuk ke dalam konter melalui atap kamar mandi dengan tujuan mencuri uang.

    Saat memasuki konter ponsel tersebut, pelaku diketahui jatuh ke dalam kamar mandi, sehingga timbul suara yang membuat korban terbangun dan berteriak maling.

    “Secara refleks tersangka karena sudah membawa golok langsung melakukan melakukan penusukan, pembacokan kepada korban,” katanya.

    Budi menyebut korban sempat berusaha melarikan diri ke kamar mandi, tetapi pelaku mengejar dan melakukan pembacokan berulang kali hingga korban meninggal dunia di tempat kejadian.

    “Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami sekitar 30 luka akibat senjata tajam,” katanya.

    Setelah memastikan korban tewas, pelaku mengambil uang sekitar Rp22,8 juta serta sejumlah barang dan ponsel inventaris konter, kemudian melarikan diri ke Kabupaten Bandung.

    Budi mengungkapkan atas hasil kerja keras penyidik Satresktim Polrestabes Bandung, pelaku berhasil ditangkap pada Selasa (11/11) di sebuah rumah kos di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

    “Pelaku kita jerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” kata Budi.

  • Terlilit Utang Judi Online, Pria di Bandung Bunuh Penjaga Konter

    Terlilit Utang Judi Online, Pria di Bandung Bunuh Penjaga Konter

     

    Liputan6.com, Bandung – NA (27) mengaku nekat melakukan pencurian dan pembunuhan terhadap penjaga konter bernama Ilham Firmansyah di Sukajadi Bandung, karena terlilit utang akibat judi online. Hal itu diutarakan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, Rabu (12/11/2025).

    “Jadi hasil pengakuan, uang yang didapat itu dibayarkan untuk utang-utangnya kepada beberapa orang karena yang bersangkutan meminjam uang untuk bermain judol,” kata Budi.

    Budi menjelaskan, peristiwa pencurian disertai pembunuhan itu terjadi pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 03.00 WIB di sebuah konter ponsel di Kecamatan Sukajadi. Saat itu, pelaku masuk ke dalam konter melalui atap kamar mandi dengan tujuan mencuri uang.

    Saat memasuki konter ponsel tersebut, pelaku diketahui jatuh ke dalam kamar mandi, sehingga timbul suara yang membuat korban terbangun dan berteriak maling.

    “Secara refleks tersangka karena sudah membawa golok langsung melakukan melakukan penusukan, pembacokan kepada korban,” katanya.

    Budi menyebut korban sempat berusaha melarikan diri ke kamar mandi, tetapi pelaku mengejar dan melakukan pembacokan berulang kali hingga korban meninggal dunia di tempat kejadian.

    “Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami sekitar 30 luka akibat senjata tajam,” katanya.

    Setelah memastikan korban tewas, pelaku mengambil uang sekitar Rp22,8 juta serta sejumlah barang dan ponsel inventaris konter, kemudian melarikan diri ke Kabupaten Bandung.

    Budi mengungkapkan atas hasil kerja keras penyidik Satresktim Polrestabes Bandung, pelaku berhasil ditangkap pada Selasa (11/11) di sebuah rumah kos di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

    “Pelaku kita jerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” kata Budi.

  • Pangan Murah di Polrestabes Bandung, Beras Rp 11.000 Per Kg, Warga Antusias
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        12 Agustus 2025

    Pangan Murah di Polrestabes Bandung, Beras Rp 11.000 Per Kg, Warga Antusias Bandung 12 Agustus 2025

    Pangan Murah di Polrestabes Bandung, Beras Rp 11.000 Per Kg, Warga Antusias
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, Polrestabes Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah yang bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
    Pelaksanaan dimulai sejak kemarin dan hari ini dipusatkan di halaman Mapolrestabes Bandung.
    Program ini akan berlangsung hingga 16 Agustus 2025.
    Beras dijual seharga Rp 11.000 per kilogram atau Rp 55.000 untuk kemasan 5 kilogram.
    Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kantong beras dengan menunjukkan KTP sebagai syarat pembelian.
    “Hari ini memang sudah mulai berjalan sampai tanggal 16 Agustus, kami melaksanakan di halaman Mapolrestabes Bandung dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Jadi, kurang lebih kalau untuk bungkusan 5 kilogram berarti Rp 55.000,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono di Mapolrestabes Bandung, Selasa (12/8/2025).
    Hari ini, panitia menyiapkan 2 ton beras untuk warga.
    Melihat tingginya antusiasme masyarakat, persediaan akan ditambah menjadi 4 ton untuk esok hari.
    Bahkan, jika permintaan terus meningkat, jumlahnya akan kembali ditambah sesuai kebutuhan.
    “Rencana besok kami siapkan karena antusiasme tinggi kami siapkan besok 4 ton,” ucapnya.
    Selain beras, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya, mulai dari daging hingga sayur-sayuran segar, semuanya dengan harga yang lebih rendah dari pasaran.
    Ke depannya, gerakan pangan murah ini tidak hanya dipusatkan di Mapolrestabes Bandung, tetapi juga akan digelar di beberapa Polsek jajaran agar masyarakat di berbagai wilayah dapat lebih mudah mengaksesnya.
    “Nanti kami laksanakan juga di beberapa Polsek di wilayah Polrestabes Bandung,” ucapnya.
    Melalui kegiatan ini, Polrestabes Bandung berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau, di momen menjelang Hari Kemerdekaan.
    Seorang warga, Siti Halimah (64) mengaku terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini.
    Halimah datang bersama adiknya setelah mendengar kabar adanya gerakan pangan murah dari pemerintah yang difasilitasi Polrestabes Bandung.
    Hanya menunjukkan KTP, Siti bisa membeli dua kantong beras, masing-masing 5 kilogram.
    “Bagi kami, ini sangat meringankan untuk keluarga,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4 Pengeroyok Warga di Bandung Ditangkap, Pelaku Kelompok Silat
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        11 Juli 2025

    4 Pengeroyok Warga di Bandung Ditangkap, Pelaku Kelompok Silat Bandung 11 Juli 2025

    4 Pengeroyok Warga di Bandung Ditangkap, Pelaku Kelompok Silat
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Polisi berhasil menangkap empat pelaku pengeroyokan terhadap seorang warga di Jalan KHP Mustofa, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler,
    Kota Bandung
    , pada Sabtu (5/7/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
    Keempat pelaku yang mengaku bukan warga Kota Bandung ini merupakan anggota
    kelompok silat
    , yakni MIH, FAF, AE, dan JP.
    Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengungkapkan bahwa pengeroyokan dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor.
    “Setelah dilakukan penyidikan, ternyata pengeroyokan ini dilakukan oleh kelompok silat yang baru saja selesai melaksanakan kenaikan pangkat,” katanya saat rilis penangkapan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (11/7/2026).
    Peristiwa ini berawal ketika kelompok pelaku usai menghadiri kegiatan kenaikan tingkat dan pulang dengan cara iring-iringan melewati daerah Cibeunying Kaler.
    Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan korban berinisial MF dan melakukan pengeroyokan.
    Budi menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, ia melihat iring-iringan kelompok silat tersebut melewati daerah kampus Itenas.
    Korban kemudian menegur para pelaku karena mengendarai motor dengan knalpot bising dan ugal-ugalan. “Dari versi tersangka, korban melempar botol aqua, kemudian para pelaku turun dari motor dan melakukan pengejaran serta pengeroyokan terhadap korban,” ucapnya.
    Pengeroyokan dilakukan dengan menggunakan tangan kosong, di mana setiap pelaku memiliki perannya masing-masing, seperti mendorong, memukul, hingga menendang.
    Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian kepala kanan dan pelipis kanan.
    Setelah menerima informasi, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung dan Polsek Cibeunying Kaler melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para pelaku. “Para pelaku bukan warga Bandung,” tegas Budi.
    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana 5 hingga 6 tahun penjara.
    “Saya ingatkan kepada seluruh warga Kota Bandung, khususnya kepada kelompok-kelompok bermotor, geng motor, atau kelompok apapun yang melakukan tindakan anarkis atau pengeroyokan terhadap masyarakat, akan kami tangkap. Jadi jangan bermain-main di Kota Bandung, pasti kita tangkap,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.