Tag: Budi Santosa

  • Jalan Sehat Kalteng Berkah, Gubernur Sampaikan Harapan Pembangunan Berkelanjutan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        24 November 2024

    Jalan Sehat Kalteng Berkah, Gubernur Sampaikan Harapan Pembangunan Berkelanjutan Regional 24 November 2024

    Jalan Sehat Kalteng Berkah, Gubernur Sampaikan Harapan Pembangunan Berkelanjutan
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Gubernur Kalimantan Tengah (
    Kalteng
    ) Sugianto Sabran menyampaikan pesan tentang keberlanjutan pembangunan di Provinsi Kalteng kepada masyarakat. 
    Hal itu disampaikan Sugianto dalam kegiatan
    Jalan Sehat
    Kalteng Berkah yang digelar di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (23/11/2024).
    Pada kesempatan tersebut, Sugianto turut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya pada periode 2021-2024. 
    “Saya berharap, pembangunan di Provinsi Kalteng berlanjut dan semakin maju. Keberhasilan pembangunan Kalteng tidak terlepas dari kerja sama masyarakat dan jajaran pemerintah daerah yang solid,” ujar Sugianto dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (24/11/2024). 
    Untuk diketahui, acara Jalan Sehat Kalteng Berkah dimulai pukul 06.00 WIB. Kegiatan ini mengambil rute dari Stadion Sampuraga Lama, melewati Jalan Simpang 4 Dinas Perkim, Jalan Pangeran Diponegoro, Bundaran Adipura, Jalan Pra Kusumayudha, Jalan Hasanudin, dan kembali ke Stadion Sampuraga Lama. 
    Jalan sehat
    tersebut diikuti ribuan warga dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, pelajar, hingga pejabat daerah di wilayah barat Kalteng.
    Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua TP-PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran, unsur Forkopimda, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kalteng M Katma F Dirun, serta kepala perangkat daerah lingkup
    Pemprov Kalteng

    Acara tersebut juga dihadiri Pj Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Budi Santosa, Pj Bupati Lamandau Said Salim, Pj Bupati Sukamara Rendy Lesmana, dan Pj Bupati Kotawaringin Timur Shalahuddin. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Barat Mulyadin dan jajaran perangkat daerah Pemkab Kobar juga turut hadir.
    Pj Bupati Kotawaringin Barat Budi Santosa menyambut baik kegiatan yang digelar Pemprov Kalteng. 
    Ia menekankan bahwa Jalan Sehat Kalteng Berkah bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga simbol kebersamaan.
    “Bapak
    Gubernur Kalteng
    mengemban tiga jabatan, yakni sebagai kepala daerah, kepala wilayah, dan wakil pemerintah pusat di daerah,” ujar Budi. 
    Ia menambahkan, kegiatan tersebut fokus pada aspek kesehatan dan kebersamaan tanpa muatan politik. 
    “Dengan fokus pada kesehatan dan kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
    Antusiasme peserta semakin meningkat dengan adanya beragam
    doorprize
    menarik, seperti lima unit rumah tipe 36 dan 45 yang menjadi hadiah utama. 
    Lima peserta yang beruntung mendapatkan hadiah rumah adalah Burhan dari SMKN 2 Pangkalan Bun, Yusrin Khusnawati dari SMPN 3 Kumai, Sumiyatun dari SDN Pasir Panjang, Deni Multazam dari SMKN 1 Pangkalan Bun, dan Akhmad Subhanur dari SD Negeri 3 Kumai Hulu.
    Sugianto juga menambah
    doorprize
    berupa lima unit rumah dari dana pribadi serta tiga unit rumah dari Bank Kalteng. 
    Selain itu, tersedia hadiah lain berupa 50 paket umroh dan perjalanan rohani, 20 sepeda motor, ratusan alat elektronik, serta uang tunai. 
    Gubernur bahkan memberikan bantuan tunai senilai Rp 1 juta kepada 100 peserta yang beruntung. Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalteng tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. 
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gunung Merapi Muntahkan 44 Kali Guguran Lava Sejauh 2.000 Meter dalam 24 Jam

    Gunung Merapi Muntahkan 44 Kali Guguran Lava Sejauh 2.000 Meter dalam 24 Jam

    Sleman, Beritasatu.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat dengan adanya guguran lava dan awan panas guguran yang terpantau pada Minggu (3/11/2024) pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB. Selama 24 jam, Gunung Merapi memuntahkan 44 kali guguran lava sejauh 2.000 meter.

    Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran lava itu mengarah ke sektor barat daya, tepatnya di Kali Bebeng.

    “Teramati 44 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter, teramati 1 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur 1.000 meter,” kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan resminya pada Senin (4/11/2024).

    Cuaca di sekitar Merapi dalam periode pengamatan terpantau berawan hingga hujan dengan curah hujan mencapai 36 mm per hari. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau naik 50-100 meter di atas puncak kawah, menunjukkan adanya suplai magma yang terus berlangsung.

    “Hal ini menandakan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas yang bisa mengancam wilayah-wilayah tertentu,” lanjutnya.

    BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi pada level III (siaga). Warga diimbau menghindari aktivitas di wilayah potensi bahaya, yang mencakup Sungai Boyong hingga jarak 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km di sektor selatan-barat daya.

    Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga jarak 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km dari puncak.

    Selain itu, masyarakat di sekitar lereng Merapi juga diminta waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), khususnya saat hujan. Jika aktivitas Merapi mengalami peningkatan signifikan, pihak berwenang akan segera meninjau ulang status aktivitas gunung.

    BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

  • Duel Maut Blitar Bermula dari Tuduhan Dukun Santet

    Duel Maut Blitar Bermula dari Tuduhan Dukun Santet

    Blitar (beritajatim.com) – Duel maut antara kakak adik yang telah berusia lansia di Dusun Salam Desa Kedawung Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar diduga dipicu dari tuduhan dukun santet. Kadir (68) emosi setelah mendengar isu bahwa sang adik Kasiran (63) menyebut dirinya sebagai dukun santet.

    Kadir (68) yang terlanjur emosi disebut dukun santet akhirnya mendatangi rumah Kasiran (63). Disana kakak adik lansia tersebut diduga terlibat cekcok hingga akhirnya berujung pada perkelahian di halaman rumah milik Kasiran.

    “Informasi sekitar korban ini emosi tidak terima disebut dukun santet, kemudian terlibat cekcok hingga berujung kontak fisik, tapi hal itu masih kita dalami lagi,” kata Kapolsek Nglegok, Iptu Nur Budi Santosa, Minggu (29/10/23).

    Keduanya selama ini memang sering terlibat perselisihan. Sang kakak yakni Kadir memang dikenal sebagai orang yang tempramen dan mudah tersulut emosinya. Kadir juga pernah terjerat kasus hukum di luar pulau.

    Diduga kakek berusia 68 tahun tersebut tersulut emosinya usai mendengar isu bahwa sang adik menyebut dirinya sebagai tukang santet. Hal itu diduga menjadi pendorong perselisihan antara keduanya pada Sabtu (28/10/23) malam itu.

    “Mungkin sang adik saat ditanya apa kamu menuduh saya santet mengelak terus kemudian terlibat pertengkaran hingga berujung kematian tersebut,” tegasnya.

    Satreskrim Polres Blitar melakukan olah TKP carok di Nglegok Kabupaten Blitar.

    Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Blitar Kota terungkap bahwa Kadir (68) lah yang justru melakukan pemukulan pertama kali. Kadir memukul sang adik yakni Kasiran dengan menggunakan gagang cangkul.

    Hingga mengakibatkan Kasiran mengalami luka robek di bagian kepala. Sementara Kasiran mengaku hanya memiting dan memukuli sang kakak yakni Kadir dengan tangan kosong.

    “Kalau yang memukul dengan gagang cangkul itu sang kakak, hingga membuat kepala Kasiran robek dan dibagian belakang itu ada sayatan,” ujar Nur Budi.

    Menurut pihak kepolisian korban yakni Kadir tidak mengalami luka yang begitu parah. Luka yang dialami oleh korban hanya bekas-bekas pukulan dan kontak fisik.

    BACA JUGA:

    Duel Berdarah Adik Kakak di Blitar, Kalah Meninggal, Menang Terluka

    Sementara sang pelaku yakni Kasiran justru mengalami luka pukulan dan sayatan di bagian pinggang belakang. Saat ini pihak kepolisian tengah mengumpulkan barang bukti yang digunakan keduanya saat duel berdarah tersebut.

    “Barang bukti masih kita kumpulkan yang sudah ada yaitu gagang cangkul,” tegasnya.

    Jenazah Kadir sendiri sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat. Sementara sang Adik yakni Kasiran masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Polsek Nglegok Kabupaten Blitar. [owi/but]