Pemerintah Siapkan 30.000 Rumah Subsidi untuk Bidan hingga Perawat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan mengalokasikan 30.000 unit
rumah subsidi
yang diperuntukkan untuk
tenaga kesehatan
di seluruh Indonesia.
Menteri PKP
Maruarar Sirait atau Ara menuturkan, rumah murah diberikan karena tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
”
Tenaga kesehatan
merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat sehingga sudah sewajarnya mendapatkan akses hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Ara dikutip dalam keterangannya, Sabtu (22/3/2025).
Ara menuturkan, rencana rumah subsidi ini merupakan komitmen Presiden
Prabowo Subianto
guna memberikan dukungan kepada para tenaga kerja medis.
“Ini sejarah dan terobosan pertama kali yang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk tenaga kesehatan,” kata dia.
Adapun, kuota rumah subsidi untuk tenaga kesehatan tersebut terbagi dengan rincian:
15.000 untuk perawat, 10.000 untuk bidan, dan 5.000 untuk tenaga kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemerintah akan menyediakan tanahnya dan membangun rumah tersebut.
“Terobosan luar biasa sekali karena harus menyediakan tanah kurang lebih 3 juta meter persegi untuk 30 ribu nakes dan pembiayaan yang tidak sedikit,” tutur Budi.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menambahkan BP Tapera sebagai pengelola dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) siap mendukung program ini.
Heru menjelaskan, syarat utama penerima manfaat adalah masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Belum memiliki rumah, dan maksimal penghasilan sebesar Rp 6 juta per bulan untuk yang tidak kawin dan Rp 8 juta bagi yang berstatus kawin,” jelas Heru.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Budi Gunadi Sadikin
-
/data/photo/2025/03/22/67de371f48c69.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemerintah Siapkan 30.000 Rumah Subsidi untuk Bidan hingga Perawat
-

Imbauan Menkes Jelang Mudik! Waspadai ‘Microsleep’, Jaga Tensi-Tidur Harus Cukup
Jakarta –
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan saat sudah kelelahan. Demi menghindari risiko kecelakaan, penting untuk memaksimalkan kualitas tidur dan memastikan badan benar-benar bugar.
“Tidurnya harus cukup, tekanan darah dijaga supaya sehat, kasus-kasus microsleep biasanya karena kurang tidur, itu nanti dicek tekanan darah ketahuan biasanya,” terang pria yang akrab disapa BGS, saat ditemui detikcom di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Secara berkala, pemerintah disebut akan mengecek kondisi sopir-sopir bus maupun pengendara yang hendak mudik, demi memastikan kelancaran perjalanan.
Meski tidak ada rekomendasi khusus kapan waktu terbaik yang dinilai paling aman untuk berkendara jauh saat mudik, Menkes Budi berpesan untuk menjaga jam tidur minimal di delapan jam.
“Enam sampai delapan jam idealnya, jangan di bawah enam jam,” lanjutnya.
“Kalau di luar negeri itu ada aturannya, dia boleh nyetirnya berapa jam, sehabis itu istirahat. Ini nanti saya mesti ngomong juga sama Pak Menhub, karena kalau di Indonesia kadang-kadang langsung digas saja,” pungkasnya.
(naf/kna)
-

Pemudik Bisa Cek Kesehatan Gratis, yang Belum Ultah Boleh Ikut Kok!
Jakarta –
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyediakan sejumlah titik untuk para pemudik melakukan cek kesehatan gratis (CKG). Tidak perlu menunggu tanggal ulang tahun dan tiket di SATU SEHAT, warga bisa langsung mendatangi posko mudik yang disediakan.
Selain sejumlah posko, masyarakat juga bisa melakukan CKG di tempat tujuan mudik atau kampung halaman. Meski begitu, jumlah jenis pemeriksaan di dua lokasi tersebut relatif terbatas.
“Jadi yang untuk pemudik ini paket cepat dengan 10 jenis pemeriksaan,” tandas Menkes saat ditemui di Kemang Timur, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Adapun pemeriksaan tersebut termasuk cek gula darah, tekanan darah, lingkar perut, hingga kemungkinan kolesterol tinggi.
“Paket cepat kita buka di terminal-terminal bus, di bandara juga kita coba, di pelabuhan juga, ada juga di titik-titik tol, yang mudik lewat jalur darat,” lanjutnya.
Sementara bagi warga yang ingin melakukan cek kesehatan gratis lebih lengkap, meliputi pemeriksaan mata, kesehatan jiwa, dan sebagainya, bisa dilakukan di puskesmas dan fasilitas kesehatan sesuai domisili.
Menkes memperluas cek kesehatan gratis di luar puskesmas, termasuk ke perkantoran. Harapannya, bisa meningkatkan jumlah pendaftar yang saat ini baru berkisar 90 ribu per hari, menjadi minimal 150 ribu orang dalam satu hari.
CKG di perkantoran bisa dilakukan secara mandiri, yakni kantor menyediakan sarana dan fasilitas check-up yang sudah sesuai dengan standar Kemenkes RI, dan hasilnya diinput oleh Dinas Kesehatan masing-masing wilayah. Kedua, bisa juga dilakukan bekerja sama dengan Kemenkes RI untuk ketersediaan atau supply alat dan tenaga medis dalam CKG.
(naf/up)
-

Budayakan Pola Hidup Sehat, Menkes Tekankan Karyawan Kantoran Juga Harus Ikut Pemeriksaan Kesehatan – Halaman all
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBNNEWS.COM,JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menekankan, karyawan kantoran juga harus ikut pemeriksaan kesehatan.
Ia menuturkan, deteksi dini pada satu penyakit dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
“Semakin awal suatu penyakit terdeteksi, semakin besar kemungkinan seseorang dapat menjalani hidup sehat hingga usia lanjut,” kata dia dalam kegiatan KADIN baru-baru ini di Jakarta.
Mantan dirut Bank Mandiri ini mengungkapkan saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia menyoroti bahwa banyak orang lebih fokus pada pengobatan setelah sakit, daripada melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Padahal, pencegahan tidak hanya lebih efektif tetapi juga lebih ekonomis dibandingkan dengan pengobatan penyakit yang sudah parah.
Perubahan paradigma ini sangat penting untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan.
“Saya mengusulkan agar perusahaan memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawannya. Harapannya dapat membudayakan pola hidup sehat yang berorientasi pada pencegahan, sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan,” harap Budi Gunadi.
Di kesempatan itu, Budi berharap Kadin menyelenggarakan lomba kesehatan bagi perusahaan anggota Kadin.
“Saya titip ke pak Ani, saya mau kalau bisa boleh setiap anggota Kadin diberikan lomba, nanti kalau boleh kita kerja sama dengan Kadin, sama karyawan-karyawati perusahaan di bawah Kadin, kita skrining kesehatan kemudian kita lombakan apakah semua karyawannya sehat,” ujar Menkes Budi.
Tujuan utama dari lomba ini adalah untuk mengidentifikasi perusahaan dengan tingkat kesehatan karyawan terbaik. Salah satu indikator yang akan diukur adalah seberapa jarang karyawan memerlukan perawatan di rumah sakit.
Selain itu, diharapkan tidak ada anggota keluarga karyawan yang meninggal sebelum mencapai usia pensiun, sebagai cerminan dari kualitas hidup yang lebih baik.
-

PTPP Perkuat Portofolio Lewat Proyek RS Harapan Kita Senilai Rp 863,8 M
Jakarta –
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia melalui proyek pembangunan Gedung RS Harapan Kita – Tokushukai. Dengan nilai kontrak mencapai Rp 863,8 miliar (sebelum PPN) dan masa pelaksanaan selama 669 hari kalender, proyek ini diharapkan menjadi salah satu ikon rumah sakit modern dan berteknologi tinggi di Tanah Air.
Dalam pembangunan ini PTPP sebagai kontraktor utama dalam Joint Operation (JO) dengan nilai proporsi sebesar 70%. Sementara progres proyek saat ini telah mencapai 5,49%. Proyek yang dimulai pada 21 November 2024 dan direncanakan selesai pada 21 September 2026 ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan, serta keselamatan pasien.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan proyek ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah meningkatkan infrastruktur kesehatan di Indonesia.
“Dengan pengalaman yang kami miliki dari proyek-proyek sebelumnya, kami optimis dapat menyelesaikan pembangunan RS Harapan Kita – Tokushukai tepat waktu dan dengan kualitas terbaik,” ujar Joko dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).
Lebih lanjut, Joko menjelaskan proyek pembangunan RS Harapan Kita – Tokushukai memiliki berbagai inovasi seperti penggunaan teknologi dan material yang canggih untuk pembangunan, contohnya penggunaan facade yang dapat mengurangi efek panas dari luar, serta nantinya rumah sakit ini akan memiliki teknologi kesehatan yang canggih termasuk sistem informasi kesehatan dan peralatan medis yang modern.
Dari sisi arsitektur, bangunan ini dirancang ramah lingkungan dengan teknologi hemat energi. Fasilitas kesehatan yang lengkap, mulai dari ruang operasi, ruang cathlab, ruang rawat inap, hingga fasilitas diagnosa modern, diharapkan mampu meningkatkan status RS Harapan Kita menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Indonesia.
Berbagai inovasi ini diimplementasikan seiring dengan konsep ‘Harapan Kita’ dan filosofi ‘Tokushukai’ yang diusung yaitu menjadi rumah sakit yang mengedepankan pelayanan berkualitas tinggi dan memberikan harapan bagi para pasien.
Joko menambahkan tidak hanya fokus pada fasilitas fisik, proyek ini juga memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pembangunan fasilitas pelatihan bagi tenaga medis. Diharapkan, langkah ini mampu mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik dan profesional.
“Dengan pengalaman panjang PTPP dalam menangani berbagai proyek rumah sakit di Indonesia, pembangunan RS Harapan Kita – Tokushukai menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi PTPP sebagai pemain utama di sektor konstruksi Kesehatan,” kata Joko.
Adapun Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada groundbreaking beberapa waktu lalu, mengharapkan kerja sama dengan Tokushukai Medical Group yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun ini dapat terus berlanjut, terutama melalui pertukaran ilmu dan dokter spesialis antara Indonesia dan Jepang. Diingatkan Menkes , RSJPD Harapan Kita memiliki tugas penting yang harus diselesaikan, yakni menjadi pusat layanan penyakit jantung di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai informasi, PTPP memiliki rekam jejak yang solid dalam pembangunan fasilitas kesehatan di Indonesia, terbukti dari suksesnya proyek-proyek seperti RS Dharmais, RSU Adhyaksa Banten, RS UPT Vertikal Makassar, RS Hasan Sadikin, dan RS Bali Internasional Hospital (BIH). Sehingga pembangunan RS Harapan Kita – PTPP Perkuat Portofolio Kesehatan dengan Pembangunan RS Harapan Kita – Tokushukai akan memperkuat portofolio PTPP di sektor kesehatan, dengan menghadirkan desain modern dan futuristik yang mengutamakan kenyamanan pasien.
(akn/ega)
-

KPK Siap Kawal Program Andalan Prabowo: Cek Kesehatan hingga Makan Bergizi Gratis
Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengawal berjalannya program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto seperti Cek Kesehatan Gratis hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan usai pertemuan KPK dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Badan Gizi Nasional (BGN) dalam dua hari berturut-turut. Lembaga antirasuah diminta untuk memberikan pendampingan kepada dua lembaga tersebut dalam menjalankan program-program amanat Presiden.
Pada hari ini, Kamis (6/3/2025), Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu dengan pimpinan KPK untuk meminta pendampingan hingga pengawasan terhadap sejumlah program di Kemenkes.
Budi menyebut kementeriannya mengelola sejumlah program maupun proyek senilai Rp70 triliun yang bersumber dari APBN hingga pinjaman luar negeri.
“Dalam prinsip keterbukaan kita lapor dulu ke KPK. Ini adalah proyek-proyek besarnya, kita minta didampingin, diawasi, dan dikasih tahu kalau ada di luar berita-berita mengenai penyimpangan, sehingga kita bisa perbaiki termasuk masukan dari KPK,” katanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Menkes pada pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu lalu memerinci proyek maupun program senilai Rp70 triliun yang dimaksud olehnya berasal dari APBN senilai Rp10 triliun, serta pinjaman Bank Dunia Rp60 triliun.
Program dari APBN meliputi program-program Quick Wins Prabowo seperti cek kesehatan gratis, percepatan eliminasi TBC serta pembangunan rumah sakit.
Sementara itu, program pinjaman dari Bank Dunia meliputi infrastruktur kesehatan sebanyak 10.000 puskesmas serta 514 laboratorium kesehatan masyarakat di kabupaten, kota, dan provinsi, sekaligus peningkatan alat kesehatan di 514 RSUD seluruh kabupaten, kota.
Kepala Badan Gizi Sambangi KPK
Sehari sebelumnya, Rabu (5/3/2025), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta jajarannya turut menyambangi KPK. Lembaga pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu turut meminta pendampingan KPK untuk transparansi dan akuntabilitas program.
Dadan menjelaskan bahwa lembaganya mengelola anggaran sebesar Rp70 triliun pada 2025 untuk MBG. Anggaran itu rencananya bakal ditambah Rp100 triliun sehingga mencapai total Rp170 triliun pada kuartal III/2025.
Dia menyebut pendampingan juga bakal dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Kami hadir hari ini di KPK untuk mendapatkan pencerahan terkait pengelolaan dana yang besar. Tahun depan kemungkinan besar anggaran akan mencapai Rp400 triliun. Kami mohon dibantu untuk pengawasan,” ujar Dadan di Gedung KPK, Rabu (5/3/2025).
Pada kesempatan yang sama, Ketua KPK Setyo Budiyanto berharap agar implementasi program di lapangan sejalan dengan paparan yang disampaikan oleh BGN.
Selanjutnya, kerja sama antara KPK dan BGN dapat berupa koordinasi serta metode pengawasan secara tertutup untuk mengevaluasi kondisi di lapangan, guna mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.
“Nanti bisa dikoordinasikan untuk pelaksanaan kerja sama KPK dengan BGN. Tapi prinsipnya, kegiatan dilakukan dengan metode mystery shopping sehingga jika nanti ada sesuatu yang berpotensi menimbulkan risiko, mitigasinya bisa dilakukan,” pungkas Setyo.



