Tag: Budi Gunadi Sadikin

  • Pesan Menkes di Arus Libur Nataru: Tidur Cukup-Tak Bawa Beban Berlebihan

    Pesan Menkes di Arus Libur Nataru: Tidur Cukup-Tak Bawa Beban Berlebihan

    Jakarta

    Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat, khususnya pemudik pengguna sepeda motor, untuk lebih waspada selama arus mudik dan balik libur Natal Tahun Baru 2026 (Nataru). Ia menekankan pentingnya kondisi fisik yang prima, terutama tidur cukup, mengingat tingginya angka kecelakaan di jalur non-tol.

    Berdasarkan data kecelakaan pada 2024, pemudik sepeda motor menjadi penyumbang angka kematian tertinggi dibandingkan pengguna kendaraan roda empat.

    “Data kematian naik dari angka 400-an ke sekitar 480-an. Dan kematian ini terjadi karena kecelakaan motor. Lebih dari 70 persen yang wafat itu pengguna kendaraan roda dua,” kata Budi kepada wartawan, usai meninjau kesiapan Operasi Lilin 2025 di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Senin (22/12/2025).

    Ia menjelaskan mayoritas kecelakaan fatal tersebut terjadi di jalan non-tol yang banyak dilalui pemudik sepeda motor. Kondisi ini diperparah oleh kelelahan, rasa kantuk, serta beban bawaan yang berlebihan.

    “Ke masyarakat terutama yang memakai motor dan menggunakan jalan biasa atau non-tol agar lebih berhati-hati. Tidur yang cukup dan jangan membawa barang berlebihan,” ujarnya.

    Berdasarkan evaluasi Kementerian Kesehatan, sekitar 95 persen kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan non-tol. Karena itu, keluarga yang memilih berlibur atau mudik menggunakan sepeda motor diminta benar-benar mempertimbangkan keselamatan.

    “Jangan memaksakan perjalanan kalau sudah lelah atau mengantuk. Risiko di jalan non-tol jauh lebih tinggi,” tegasnya.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kesiapan pengamanan selama Operasi Lilin 2025. Polri menyiapkan ribuan posko di sepanjang jalur mudik dan destinasi liburan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

    “Operasi Nataru dilaksanakan hampir 14 hari. Ada 2.800 pos yang kita siapkan di seluruh Indonesia. Khusus di Banten, ada 50 posko yang terbagi dalam pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu,” kata Listyo.

    Ia menambahkan, sejumlah titik di Provinsi Banten menjadi fokus pengamanan, terutama jalur penyeberangan, kawasan wisata, serta ruas-ruas jalan rawan kecelakaan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan aman dan kondusif.

    (naf/naf)

  • Kemenkes Benahi 800 Puskesmas Terdampak Banjir di Aceh-Sumut-Sumbar

    Kemenkes Benahi 800 Puskesmas Terdampak Banjir di Aceh-Sumut-Sumbar

    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas. Hal ini dilakukan dengan merevitalisasi ratusan puskesmas di wilayah yang terdampak bencana.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat, termasuk pengungsi dan kelompok rentan, tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan pascabencana.

    Dalam kunjungannya meninjau lokasi bencana di Bener Meriah, Aceh, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa puskesmas memiliki peran yang krusial sebagai garda terdepan layanan kesehatan. Terutama untuk menjangkau masyarakat yang berada di pengungsian, maupun daerah yang terisolasi.

    “Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah dan pengungsian, sehingga tidak perlu semuanya dirujuk ke rumah sakit,” tutur Menkes dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (21/12/2025).

    Menkes mengungkapkan setelah proses pemulihan dan revitalisasi rumah sakit di wilayah terdampak berjalan, pemerintah akan mengalihkan fokus pada penguatan layanan kesehatan primer. Revitalisasi akan berfokus pada tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

    Penguatan puskesmas ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasar di lokasi pengungsian. Khususnya bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

    “Sekarang kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi, agar pelayanan kesehatan tetap dekat dengan masyarakat,” kata Menkes.

    “Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang paling rentan,” sambungnya.

    Selain itu, Menkes juga menyoroti tantangan di wilayah yang masih terisolasi dan risiko hambatan layanan kesehatannya relatif lebih tinggi. Maka dari itu, pemerintah pusat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi aktual, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan.

    “Saya ingin melihat langsung bagaimana operasionalnya dan apa saja yang bisa dibantu oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

    Selain layanan kesehatan, Kemenkes juga menyiapkan dukungan lainnya, seperti penyediaan listrik cadangan dan air bersih. Mereka juga menyediakan penguatan akses komunikasi untuk menunjang operasional puskesmas dan keselamatan masyarakat di pengungsian.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Kondisi Puskesmas Pascabencana di Aceh, Masih Banyak yang Rusak Berat

    Kondisi Puskesmas Pascabencana di Aceh, Masih Banyak yang Rusak Berat

    Jakarta

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut ada sekitar 800 provinsi yang bakal mulai direvitalisasi di tiga provinsi. Pihaknya juga memastikan pemerintah akan meningkatkan layanan kesehatan berbasis komunitas terdampak bencana, tanpa perlu mendatangi RS di tengah keterbatasan akses.

    “Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah, sehingga tidak perlu ke rumah sakit,” beber Budi, Jumat (19/12/2025).

    Menkes memastikan pasca revitalisasi RS rampung, pemerintah akan mulai fokus di ratusan puskesmas yang terdampak.

    Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh menyatakan sebanyak 366 puskesmas yang tersebar di 18 dari 23 kabupaten kota terdampak bencana di provinsi tersebut sudah berfungsi.

    “Sebanyak 366 puskesmas yang terdampak bencana sudah berfungsi melayani kesehatan masyarakat,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Ferdiyus di Banda Aceh, Sabtu, dikutip dari Antara.

    Sedangkan sebanyak 30 puskesmas lainnya, kata dia, belum dapat difungsikan karena ada yang tertimbun lumpur, rusak berat, dan lainnya akibat bencana.

    “Puskesmas yang belum berfungsi tersebut tersebar di enam kabupaten kota yang terdampak parah akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November 2025,” kata.

    Untuk rumah sakit pemerintah di wilayah bencana, Ferdiyus menyebutkan semua sudah berfungsi melayani masyarakat. Hanya saja rumah sakit di Kabupaten Aceh Tamiang berfungsi dengan kondisi terbatas.

    “Beberapa peralatan medis di rumah sakit tersebut tidak bisa digunakan akibat banjir bandang. Namun, pelayan dasar di rumah sakit tersebut sudah berjalan,” kata Ferdiyus.

    (naf/kna)

  • Kematian karena Bencana Sumatera Capai 1.053 Jiwa, 200-an Orang Masih Hilang

    Kematian karena Bencana Sumatera Capai 1.053 Jiwa, 200-an Orang Masih Hilang

    Jakarta

    Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 17 Desember 2025, jumlah korban meninggal telah mencapai 1.053 jiwa, sementara lebih dari 200 orang masih dinyatakan hilang.

    Selain korban jiwa, BNPB juga melaporkan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam. Kerusakan infrastruktur pun meluas dan memengaruhi berbagai sektor pelayanan publik.

    Data BNPB juga mencatat 290 gedung dan kantor mengalami kerusakan, disusul 219 fasilitas kesehatan dan 967 fasilitas pendidikan. Kerusakan juga terjadi pada 145 jembatan serta sekitar 1.600 fasilitas umum, yang menghambat akses transportasi dan distribusi bantuan di sejumlah daerah terdampak.

    Di sektor kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dari sekitar 1.000 puskesmas yang ada di wilayah terdampak bencana Sumatera, lebih dari 500 puskesmas mengalami dampak langsung. Saat ini, 414 puskesmas telah kembali beroperasi meski dengan keterbatasan layanan.

    Namun, Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 50 puskesmas tidak dapat beroperasi sama sekali karena hanyut terbawa bencana atau mengalami kerusakan berat hingga dinyatakan hilang.

    Setelah rumah sakit di wilayah terdampak mulai berfungsi kembali, Kemenkes akan memfokuskan upaya pemulihan pada layanan kesehatan primer. Dalam dua pekan ke depan, pemerintah menargetkan pengaktifan kembali puskesmas-puskesmas yang masih lumpuh.

    “Puskesmas ini sangat penting untuk melayani kesehatan masyarakat yang masih tinggal di rumah maupun sekitar 800 ribu pengungsi yang berada di posko-posko pengungsian. Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar layanan ini bisa segera dijalankan,” ujar Menkes.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Sudah 65 Juta Orang Ikut CKG, Menkes Ungkap Masalah Kesehatan Terbanyak

    Sudah 65 Juta Orang Ikut CKG, Menkes Ungkap Masalah Kesehatan Terbanyak

    Jakarta

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka-bukaan soal jumlah masyarakat yang sudah ikut program cek kesehatan gratis (CKG). Pada sidang paripurna di Istana Negara, Menkes mengungkapkan peserta cek kesehatan gratis sudah masuk di angka 65 juta orang.

    Sebagai informasi, program ini dimulai pertama kali pada bulan Februari 2025.

    “Untuk cek kesehatan gratis sekarang sudah menembus ke angka 65 juta pak. Diharapkan akhir tahun mungkin bisa menyentuh angka 70 juta,” ungkap Menkes pada Presiden Prabowo, dilihat detikcom dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (16/12/2025).

    Kondisi penyakit kronis seperti kolesterol, hipertensi, diabetes, lalu ditambah penyakit gigi menjadi masalah-masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan dalam program CKG. Misalnya, kolesterol dan hipertensi yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu penyakit jantung hingga stroke di masa depan.

    “Nah, yang menyebabkan bisa meninggal itu adalah yang di kotak merah, kolesterol, hipertensi, dan diabetes,” ucap Menkes dalam presentasinya.

    Menkes menyebut pada 2026 pihaknya akan mulai fokus pada proses perbaikan kesehatan masyarakat yang terdampak. Kemenkes juga akan melakukan ekspansi CKG ke kantor-kantor untuk meningkatkan jumlah peserta.

    Sebelumnya, program CKG ini hanya dilakukan di puskesmas saja. Lalu, programnya berkembang ke sekolah hingga tempat-tempat umum, seperti pusat perbelanjaan.

    “Jadi di 2026 kita akan fokus ke tindakan perbaikannya, Pak. Dan juga ekspansi ke kantor-kantor, termasuk kementerian, lembaga, dan swasta. Jadi kami mohon arahan bapak presiden yang pertama, kalau boleh tahun depan dilombakan tahun depan menterinya siapa yang anak buahnya paling sehat, dikasih hadiah pak,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/naf)

  • Kondisi Faskes Pascabencana Sumatera, Menkes Sebut Ada Puskesmas Hanyut-Hilang

    Kondisi Faskes Pascabencana Sumatera, Menkes Sebut Ada Puskesmas Hanyut-Hilang

    Jakarta

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kondisi rumah sakit dan puskesmas yang terdampak bencana alam di Sumatera. Dalam paparannya kepada Presiden Prabowo, Menkes mengungkapkan seluruh rumah sakit sudah mulai beroperasi meski masih terbatas.

    Ketika bencana alam terjadi pada akhir November, Menkes mengungkapkan 41 rumah sakit tidak beroperasi sama sekali.

    “Rumah sakit di Sumatera, kita itu ada 41 yang tidak beroperasi pada saat 26 November. Sekarang alhamdulillah, 100 persen sudah mulai beroperasi, walaupun bertahap, IGD-nya dulu atau ruang operasinya dulu,” ungkap Menkes dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, dilihat detikcom di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (16/12/2025).

    Menkes lantas mencontohkan RS Tanjung Pura Langkat yang sempat didatangi Presiden Prabowo, kini sudah mulai beroperasi. Rumah sakit tersebut sudah dibersihkan dan dapat melayani masyarakat melalui IGD dan operasi terbatas.

    “Nanti, ini akan kita tingkatkan terus, agar bisa di layanan full-nya jalan,” kata Menkes.

    Sementara itu, dari 1.000 puskesmas yang ada, Menkes menyebut ada sekitar 500 yang terdampak bencana alam Sumatera. Menkes mengungkapkan sebanyak 414 puskesmas saat ini sudah mulai beroperasi.

    Sedangkan menurut data Kemenkes, ada sekitar 50 yang tidak beroperasi karena hanyut atau bahkan hilang. Setelah rumah sakit beroperasi, dalam dua minggu ke depan, pihak Kemenkes akan fokus untuk kembali mengaktifkan puskesmas yang belum beroperasi.

    “Dia (puskesmas) penting untuk melayani kesehatan masyarakat yang masih tinggal di rumah dan juga melayani kesehatan masyarakat di 800 ribu yang ada di posko pengungsian. Kami butuh bantuan Bapak, supaya ini bisa dijalankan,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/naf)

  • 600 Dokter dan Perawat Siap Dikirim ke Wilayah Banjir Sumatera

    600 Dokter dan Perawat Siap Dikirim ke Wilayah Banjir Sumatera

    Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 600 dokter umum, dokter spesialis, dan perawat disiapkan untuk memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas yang berada di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pengiriman ratusan tenaga medis ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal di tengah kondisi darurat bencana. “Kita batch pertama akan memberangkatkan 600 orang. Sebanyak 450 di antaranya sudah siap diberangkatkan minggu ini,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Budi menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah melakukan pendataan kebutuhan dokter umum, dokter spesialis, dan perawat di seluruh wilayah terdampak. Para tenaga medis tersebut nantinya akan digilir atau rolling setiap dua pekan untuk menjaga kondisi fisik dan stamina selama bertugas di daerah bencana.

    Untuk teknis keberangkatan, Kemenkes berencana bekerja sama dengan TNI, termasuk dalam penyediaan transportasi udara. “Kalau diangkutnya pakai Hercules juga bisa, biar mereka merasakan Hercules,” kata Budi.

    Menurutnya, para dokter dan perawat yang terlibat berasal dari berbagai kampus dan rumah sakit di seluruh Indonesia. Kemenkes membuka rekrutmen melalui organisasi profesi serta fakultas kedokteran, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Universitas Muhammadiyah, hingga Nahdlatul Ulama.

    “Yang datang ternyata bukan hanya dokter magang atau koas. Dokter umum dan dokter spesialis pun mau mengorbankan pendapatan mereka untuk berangkat ke daerah bencana,” ungkap Budi.

    Menkes menambahkan, misi kemanusiaan para tenaga medis ini dianalogikan, seperti operasi militer bagi prajurit TNI. Pemerintah pun menyiapkan bentuk apresiasi bagi mereka yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. “Ini seperti operasi kemanusiaan. Nanti akan diberikan penghargaan karena mereka sudah ikut misi kemanusiaan,” pungkas Budi.

  • Menkes: Semua RS Terdampak Banjir Sumatera Sudah Beroperasi

    Menkes: Semua RS Terdampak Banjir Sumatera Sudah Beroperasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah memastikan seluruh rumah sakit yang terdampak banjir di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh kini telah kembali beroperasi dan melayani masyarakat.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, sebanyak 41 rumah sakit sempat tidak berfungsi akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Namun saat ini, seluruh rumah sakit tersebut sudah kembali beroperasi.

    “Alhamdulillah, sekarang 100% rumah sakit sudah mulai beroperasi kembali,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Budi menjelaskan, operasional rumah sakit di wilayah terdampak dilakukan secara bertahap. Layanan yang dibuka lebih dahulu adalah instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang operasi, sebelum akhirnya kembali memberikan pelayanan secara penuh.

    Salah satu rumah sakit yang sempat menjadi perhatian adalah Rumah Sakit Tanjungpura di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Rumah sakit tersebut terdampak banjir cukup parah, tetapi kini sudah kembali melayani pasien.

    “Kemarin banjir, hari ini sudah beroperasi. Memang masih terbatas di IGD dan operasi, tetapi akan terus kami tingkatkan sampai layanan penuh bisa berjalan,” kata Budi.

    Pemulihan rumah sakit menjadi prioritas utama Kementerian Kesehatan agar layanan kesehatan rujukan tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana.

    Setelah seluruh rumah sakit kembali berfungsi, fokus pemulihan selanjutnya diarahkan ke layanan kesehatan tingkat pertama, yakni puskesmas. Dari hampir 1.000 puskesmas di wilayah terdampak, sekitar 500 di antaranya sempat mengalami gangguan operasional.

    Hingga saat ini, sebanyak 414 puskesmas telah kembali beroperasi. Sementara sisanya belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang hanyut dan hilang akibat bencana.

    “Setelah rumah sakit selesai, kita masuk ke tahap kedua, yaitu puskesmas. Target kami, dalam dua minggu ke depan puskesmas yang belum beroperasi ini bisa segera difungsikan,” jelas Budi.

    Keberadaan puskesmas dinilai sangat penting untuk melayani kesehatan masyarakat, baik di permukiman maupun sekitar 800.000 pengungsi yang tersebar di berbagai posko. Menkes pun meminta dukungan semua pihak agar percepatan pemulihan layanan kesehatan pascabencana dapat berjalan optimal dan merata.

  • Menkes lapor Presiden 600 nakes segera diberangkatkan ke Sumatera

    Menkes lapor Presiden 600 nakes segera diberangkatkan ke Sumatera

    Kita batch pertama akan memberangkatkan 600 orang. 450 orang sudah siap untuk diberangkatkan minggu ini.

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melapor kepada Presiden Prabowo Subianto sebanyak 600 tenaga kesehatan (nakes), terdiri atas dokter, dokter spesialis, koas, dan perawat segera diberangkatkan ke daerah-daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Dari jumlah itu, Menkes Budi Gunadi menyebut sebanyak 450 orang tenaga kesehatan siap diberangkatkan pada minggu ini.

    “Kita batch pertama akan memberangkatkan 600 orang. 450 orang sudah siap untuk diberangkatkan minggu ini. Kalau Bapak berkenan flag-off, atau nanti saya enggak tahu, kalau berkenan (para tenaga kesehatan, red.) diangkutnya pakai Hercules, Pak, di Halim,” kata Budi Gunadi kepada Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12), sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden, Selasa.

    Budi Gunadi kemudian menjelaskan alasan mereka diberangkatkan ke Sumatera karena dokter dan tenaga kesehatan setempat banyak yang terdampak banjir bandang dan longsor. Alhasil, Kementerian Kesehatan mempersiapkan tenaga kesehatan dari luar daerah terdampak bencana, yang terdiri atas dokter, dokter spesialis, koas untuk memberikan pelayanan kepada para pengungsi setidaknya selama 3 bulan.

    Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo, termasuk saat rapat koordinasi di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada 7 Desember 2025.

    Tenaga kesehatan yang dipersiapkan oleh Kementerian Kesehatan itu nantinya akan bekerja di rumah sakit, puskesmas, RS lapangan selama kurang lebih 2 minggu, kemudian mereka akan dirotasi. Budi Gunadi menjelaskan rotasi setiap 2 minggu dilakukan untuk mencegah para tenaga kesehatan mengalami kelelahan (fatigue).

    Dalam sela-sela paparan Menkes kepada Presiden, Presiden kemudian bertanya mengenai asal para tenaga kesehatan tersebut.

    “Sumbernya dari seluruh Indonesia, kami buka rekrutmen, Pak. Jadi, misalnya ada organisasi profesi, ada Fakultas Kedokteran UGM, ada Fakultas Kedokteran UI, ada Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, kami buka, Pak. Kami ada database relawan,” kata Menkes Budi Gunadi menjawab pertanyaan Presiden.

    “Kita buka (pendaftaran relawan, red.), yang datang ternyata bukan hanya dokter-dokter magang atau koas, Pak. Ada dokter umum, spesialis pun mau mengorbankan pendapatan mereka untuk pergi, Pak,” sambung Menkes.

    Selepas mendengar laporan dari Menkes, Presiden Prabowo kemudian mengatakan: “Bagus ini, luar biasa. Terima kasih juga ke semua perguruan tinggi yang mengirimkan dokter-dokter dan tenaga kesehatan sukarela. Kemudian juga organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ngirim. Terima kasih”.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo terima laporan RS, puskesmas di Sumatera mulai beroperasi

    Prabowo terima laporan RS, puskesmas di Sumatera mulai beroperasi

    Ada sekitar 500 puskesmas dari total 1.000 puskesmas di wilayah terdampak bencana yang tidak beroperasi setelah adanya banjir bandang dan longsor

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sejumlah rumah sakit dan puskesmas di daerah-daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera secara bertahap mulai beroperasi.

    “Ada 41 (rumah sakit) yang tidak beroperasi pada saat 26 November, sekarang (15/12), alhamdulilah 100 persen sudah mulai beroperasi, walaupun bertahap, Pak. Baru IGD (instalasi gawat darurat) dulu, ruang operasinya dulu. Yang terakhir, Rumah Sakit Tanjung Pura, Langkat, yang Bapak (sempat) datang. Kemarin banjir, hari ini Bapak bisa telepon bupatinya, ini sudah beroperasi, Pak. Sudah bersih (dari lumpur dan material bawaan banjir, red.),” kata Menkes Budi Gunadi kepada Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12), sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden, Selasa.

    Kemudian, Menkes lanjut melaporkan, ada sekitar 500 puskesmas dari total 1.000 puskesmas di wilayah terdampak bencana yang tidak beroperasi setelah adanya banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025.

    “(Sekarang, red.) 414 sudah beroperasi. Masih ada yang tidak beroperasi sekitar 50-an. Ada yang (bangunannya, red.) hanyut, ada yang hilang, dan lain sebagainya,” ujar Budi Gunadi.

    Oleh karena itu, langkah yang saat ini dikerjakan oleh Kementerian Kesehatan, salah satunya mengoperasikan kembali puskesmas di daerah-daerah terdampak bencana setidaknya dalam waktu 2 minggu ke depan.

    “Dia (puskesmas, red.) penting untuk melayani kesehatan masyarakat yang masih tinggal di rumah, dan juga melayani kesehatan masyarakat, (jumlahnya, red.) 800.000 yang ada di posko pengungsian. Kami butuh bantuan Bapak supaya ini bisa dijalankan,” ujar Menkes kepada Presiden.

    Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat pada 25 November 2025. Hingga Senin (15/12), jumlah korban jiwa di tiga provinsi mencapai 1.030 jiwa, dan 206 warga dinyatakan hilang. Kemudian, jumlah pengungsi, per 15 Desember, mencapai 608.940 orang.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Sambas
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.