Tag: Budi Gunadi Sadikin

  • Menkes Gelontorkan Anggaran Rp50 Miliar untuk Tangani Banjir Sumatra

    Menkes Gelontorkan Anggaran Rp50 Miliar untuk Tangani Banjir Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan telah menggelontorkan lebih dari Rp50 miliar untuk menangani bencana di Sumatra-Aceh. Hal ini dia sampaikan usai konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

    Budi menjelaskan anggaran yang diberikan akan terus bertambah seiring berjalannya proses penanganan di provinsi tersebut. Anggaran itu merupakan permintaan Kemenkes yang diajukan ke BNPB untuk nantinya disampaikan ke Kementerian Keuangan.

    “Ordernya kira-kira kalau saya lihat itu masih puluhan miliar, yang jelas di atas Rp50 miliar dan bergerak terus,” ucapnya.

    Budi mengatakan Kemenkes akan menambah anggaran hingga Rp500 miliar untuk merevitalisasi fasilitas kesehatan yang terdampak, termasuk membeli alat-alat kesehatan. 

    “Nah alat-alat kesehatan yang mahal-mahal nih, CT Scan, MRI itu mahal-mahal semua itu kan miliaran,” jelasnya.

    Budi menyampaikan saat ini teknisi alat kesehatan dikerahkan untuk menilai tingkat kerusakan. Jika dirasa dapat diperbaiki, maka tidak perlu membeli alat kesehatan yang baru. 

    Namun jika dirasa perlu membeli alat kesehatan yang baru, pemerintah akan mencacat dalam anggaran. 

    Selain itu, anggaran juga diperuntukkan bagi rumah tenaga kesehatan yang terdampak, termasuk rumah Kepala Dinas Kesehatan. 

    Adapun pendataan sedang dilakukan oleh Kementerian PU dan BNPB di mana anggaran diberikan sesuai kategori kerusakan.

  • Pramono Pastikan DKI Siaga ‘Super Flu’, Antisipasi Lonjakan Kasus

    Pramono Pastikan DKI Siaga ‘Super Flu’, Antisipasi Lonjakan Kasus

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersiap menghadapi kemungkinan penyebaran ‘super flu’ atau influenza A (H3N2) subclade K.

    Meski hingga kini belum ditemukan di DKI, ia meminta langkah antisipasi perlu dilakukan demi mencegah potensi kewalahan imbas kenaikan beban kunjungan pasien di rumah sakit.

    “Saya secara khusus sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani untuk mempersiapkan itu. Memang sampai hari ini dari laporan yang ada di Jakarta belum ada. Toh kalau ada pun kita juga harus bersiap,” beber Pramono, di Taman Gapura Muka Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2025).

    Ia juga menyebut pihaknya sudah terus berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin untuk memantau update kondisi pasien ‘super flu’ di Indonesia. Mengingat, hingga akhir Desember 2025, teridentifikasi 65 kasus ‘super flu’ di sejumlah wilayah.

    “Jakarta untuk mengantisipasi itu sudah kami lakukan karena memang secara khusus saya sudah memanggil Ibu Kepala Dinas Kesehatan untuk hal yang berkaitan dengan superflu itu,” kata Pramono.

    Meski begitu, Pramono meminta masyarakat tetap tenang lantaran hingga saat ini tren kasus influenza secara keseluruhan relatif terkendali. Terlebih, Varian H3N2 subclade K ini dipastikan Kemenkes RI tidak lebih mematikan dari COVID-19.

    Berdasarkan analisis epidemiologi yang dirilis Kemenkes RI, Jawa Timur mencatat 23 kasus, diikuti Kalimantan Selatan 18 kasus, serta Jawa Barat 10 kasus. Sementara itu, Sumatera Selatan melaporkan 5 kasus, dan masing-masing satu kasus tercatat di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.

    Kemenkes mengungkapkan, kasus super flu paling awal terdeteksi di Jawa Tengah, sedangkan temuan terbaru terjadi di Jawa Barat. Pola penyebaran ini menjadi dasar penguatan kewaspadaan di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi.

    (naf/naf)

  • ‘Super Flu’ Sudah Ada di RI, Akankah Sekolah Kembali Online? Ini Kata Kemenkes

    ‘Super Flu’ Sudah Ada di RI, Akankah Sekolah Kembali Online? Ini Kata Kemenkes

    Jakarta

    Kasus influenza A Subclade K atau ‘super flu’ belakangan menjadi sorotan banyak pihak. Lalu, sebagai tindakan preventif, akankah diterapkan sistem sekolah online seperti pada era COVID-19?

    Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan saat ini pihaknya tengah melihat perkembangan situasi dari super flu ini. Pasalnya, keputusan penetapan sekolah online bukanlah hal sederhana.

    “Belum ya. Jadi kita nanti lihat situasi, karena kita nggak bisa sembrono juga, gegabah. Keputusan kebijakan kita ditentukan dengan data dan fakta yang sudah ada,” kata Aji saat ditemui di kantor BNPB, di Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

    “Tapi kami tidak lengah. Tidak juga menganggap enteng. Tidak underestimate, kewaspadaan itu tetap kami lakukan,” sambungnya.

    Kemenkes juga aktif melihat perkembangan super flu yang ada di luar negeri melalui data-data yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

    Pesan Menkes ke Masyarakat

    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kepada masyarakat untuk tidak khawatir dan panik dalam menghadapi subclade K.

    “Dia penularannya cepet, tapi kematiannya sangat rendah. Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin. Di Indonesia kita juga sudah identifikasi, terkahir jumlahnya puluhan. Nggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa,” kata Menkes.

    “Tapi nggak usah panik, karena sama seperti flu biasa bukan seperti COVID-19 yang dulu-dulu,” sambungnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video ‘Super Flu’ Subclade K Masuk RI, Ngaruh ke Kondisi Epidemi Influenza?”
    [Gambas:Video 20detik]
    (dpy/up)

  • Menkes: 87 Rumah Sakit Terdampak Banjir Sumatra Mulai Beroperasi Kembali

    Menkes: 87 Rumah Sakit Terdampak Banjir Sumatra Mulai Beroperasi Kembali

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kondisi terkini fasilitas kesehatan yang terdampak di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh akibat bencana hidrometeorologi. 

    Dia menyebut ada 87 rumah sakit yang terdampak, 9 diantaranya sempat berhenti beroperasi pada 1 Desember 2025. Lokasinya terletak di Aceh sebanyak 8 rumah sakit, dan 1 di Sumatra Utara. 

    Namun kembali beroperasi dalam jangka waktu dua minggu, meskipun layanan belum berlangsung maksimal. 

    “Tapi dalam dua minggu 87 RSUD di daerah bencana termasuk sembilan yang banjirnya setinggi pinggang lebih yang benar-benar alatnya udah enggak karu-karuan itu bisa mulai beroperasi,” katanya saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

    Selain rumah sakit, terdapat 867 puskesmas yang terdampak. 152 harus berhenti beroperasi pada 1 Desember 2025. Kendati demikian, pada awal Januari 2026, hanya 3 puskemas yang belum beroperasi.

    Lokasinya berada di Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Tengah. Di Aceh Timur, katanya, bangunan puskesmas hancur karena dihantam kayu-kayu yang terbawa hanyut banjir.

    Dia mengatakan percepatan puskesmas agar masyarakat dapat segera dilayani, di mana petugas akan mendatangi lokasi pengungsian.

    “Karena dia fungsinya adalah memastikan masyarakat di tiga provinsi yang terdampak dan juga ratusan ribu yang masih ada di seribuan posko pengungsian, itu layanan kesehatannya kita bisa layani agar mereka tidak ke rumah sakit,” jelasnya.

    Alasannya adalah akses ke rumah sakit lebih sulit dan jumlah yang terbatas, sehingga petugas puskesmas dikerahka ke tenda pengungsian.

    Dalam pelaksanaannya, Budi menuturkan telah melibatkan 4.000 relawan karena kekurangan tenaga kesehatan. Sebab, tenaga kesehatan di tiga provinsi itu terdampak, di mana rumah-rumah mereka juga hancur.

    “4.000 relawan itu sudah kita kirim dan kita puter setiap 2 minggu sampai 3 minggu berotasi. Jadi setiap saat ada 700-900 relawan kesehatan dengan tugasnya memberikan layanan kesehatan terutama di posko-posko pengungsian tadi,” terangnya.

    Sampai saat ini, Kemenkes tengah memperbaiki peralatan kesehatan yang rusak seperti MRI hingga alat cuci darah. Namun jika dirasa tidak memungkinkan, Kemenkes akan menyediakan alat kesehatan yang baru.

  • Soal Bullying di PPDS Unsri, Menkes Pastikan Pelaku Dihukum!

    Soal Bullying di PPDS Unsri, Menkes Pastikan Pelaku Dihukum!

    Jakarta

    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya telah menghukum para pelaku perundungan atau bullying di program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri).

    “Udah kita hukum, udah ketahuan,” kata Menkes Budi saat ditemui di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

    Senada, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman mengatakan sanksi tersebut berupa teguran kepada pelaku dan penundaan untuk kelulusan.

    “Kemudian yang menjadi korban itu sudah kami ajak lagi untuk bergabung kembali. Untuk mengikuti melanjutkan pendidikannya lagi,” kata Aji.

    Sebelumnya, korban sempat memutuskan untuk resign dari PPDS karena perundungan-perundungan yang dilakukan oleh seniornya. Berikut bentuk perundungan yang terjadi.

    Uang semesteran seniorClubbing dan party seniorAlat olahraga, sewa padel, sepeda, club sepakbola seniorMembeli skincareMenanggung makan minum seniorTiket konser, tiket pesawatBiaya sewa rumah dan kosan seniorBiaya perpisahan seniorBiaya penelitian ilmiah dan seminar seniorAntar jemput anak seniorMembelikan alkes seniorBarang mewah lainnya

    Modus kejahatan ini dilakukan dengan meminta uang tunai atau cash kepada junior dengan cara yang rapi dan sembunyi-sembunyi.

    (dpy/up)

  • Update ‘Super Flu’, Menkes Ungkap Kondisi Terkini 62 Pasien RI

    Update ‘Super Flu’, Menkes Ungkap Kondisi Terkini 62 Pasien RI

    Jakarta

    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan 62 pasien kasus influenza varian H3N2 subclade K sudah dalam keadaan sehat.

    “Sehat,” kata Menkes singkat saat ditemui di kantor BNPB Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

    Menkes menyadari ada kekhawatiran di masyarakat terkait super flu ini. Namun, dirinya menegaskan bahwa tingkat kematian dari infeksi subclade K sangat rendah.

    “Dia penularannya cepet, tapi kematiannya sangat rendah. Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin,” kata Menkes.

    “Di Indonesia kita juga sudah identifikasi, terakhir jumlahnya puluhan. Nggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa,” sambungnya.

    Menkes berpesan ke masyarakat untuk terus hati-hati dan sadar bahwa subclade K ada di sekitar kita.

    “Tapi nggak usah panik, karena sama seperti flu biasa bukan seperti COVID-19 yang dulu-dulu,” katanya.

    Gejala Super Flu

    Senada, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman membeberkan gejala-gejala dari super flu yang dialami oleh pasien melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

    “Demam, batuk pilek, ada nyeri tenggorokan, ada beberapa sesak napas. Jadi seperti flu biasa, tapi emang mayoritas demam,” kata Aji.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/up)

  • Menkes soal Super Flu: Flu Biasa, Tak Seperti Covid-19 yang Mematikan

    Menkes soal Super Flu: Flu Biasa, Tak Seperti Covid-19 yang Mematikan

    Menkes soal Super Flu: Flu Biasa, Tak Seperti Covid-19 yang Mematikan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan influenza A (H3N2) subclade K atau “super flu” merupakan flu biasa.
    Budi menyebutkan, super glu tidak mematikan seperti Covid-19 varian delta yang bisa mematikan.
    “Karena ini sama seperti flu biasa bukan seperti Covid-19 yang dulu-dulu yang varian Delta mematikan,” ujar Budi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
    Budi menjelaskan,
    super flu
    ini bukan virus baru, melainkan influenza tipe A dengan subclade K.
    Super flu juga berbeda dari Covid-19 yang merupakan virus baru.
    “Covid-19 itu nama virusnya. Tapi variannya kan ada yang Delta, Omicron, ada yang Beta, Alpha, segala macam. Jadi ini sebenarnya virus H3N2. Namanya, nama ininya, populernya Influenza A,” kata Budi.
    Budi juga mengatakan, super flu sudah ada sejak lama dan sering terjadi di musim dingin.
    “Ya dia penularannya cepat, tetapi kematiannya sangat rendah dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin, di negara-negara maju tuh selalu terjadi kenaikan,” ujar dia.
    Budi menambahkan, kasus
    super flu di Indonesia
    masih berjumlah puluhan dan bisa diobati dengan pengobatan biasa.
    “Yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan ya. Dan enggak parah sih. Artinya bisa dengan pengobatan biasa tetap sembuh,” kata Menkes.
    Diketahui,
    Kementerian Kesehatan
    (Kemenkes) RI mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu.
    Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine menyampaikan, kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
    “Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” kata Prima dalam siaran pers, Senin (5/1/2026).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kemenkes Salurkan Bantuan Kesehatan-Starlink ke Korban Bencana Sumatera

    Kemenkes Salurkan Bantuan Kesehatan-Starlink ke Korban Bencana Sumatera

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengintensifkan respons kesehatan menyusul dampak cuaca ekstrem berupa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Bencana tersebut mengakibatkan terganggunya pelayanan kesehatan serta terputusnya akses komunikasi di sejumlah wilayah terdampak.

    Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan infrastruktur.

    “Kami bergerak cepat agar pelayanan kesehatan dasar tetap bisa diakses masyarakat, terutama di daerah yang infrastrukturnya terdampak parah,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

    Sejak awal kejadian, Kemenkes telah mengirimkan logistik kesehatan prioritas berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai, serta oxygen concentrator. Bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan medis darurat dan menopang operasional fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

    Selain dukungan medis, Kemenkes menyalurkan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil sebagai langkah pencegahan risiko masalah gizi selama masa tanggap darurat.

    “Kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil harus dilindungi sejak awal agar tidak muncul masalah kesehatan lanjutan,” ujar Budi.

    Pada 1 Desember 2025, Kemenkes memperkuat respons dengan mengirimkan tenaga kesehatan dan logistik tambahan ke tiga provinsi terdampak. Dukungan tersebut meliputi 103 unit oxygen concentrator, ribuan paket makanan tambahan, serta perlengkapan medis seperti masker bedah dan alat pelindung diri bagi petugas lapangan.

    Kemenkes juga menyiagakan Emergency Medical Team (EMT) dari rumah sakit vertikal dan daerah untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan di titik-titik dengan beban layanan tinggi.

    Untuk mengatasi kendala komunikasi akibat rusaknya infrastruktur, Kemenkes memasang perangkat Starlink di sejumlah lokasi terdampak guna mendukung koordinasi respons kesehatan.

    “Koordinasi di lapangan harus tetap berjalan, dan teknologi komunikasi darurat sangat membantu percepatan respons kesehatan,” ungkap Budi.

    Selama masa tanggap bencana, akses layanan kesehatan esensial dijaga melalui penguatan pos kesehatan, layanan kesehatan keliling, serta posko kesehatan di area pengungsian. Kemenkes juga memperluas cakupan imunisasi anak guna mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di tengah kondisi darurat.

    Upaya promotif dan preventif turut diperkuat melalui kegiatan edukasi kesehatan oleh Direktorat Promosi Kesehatan di sejumlah kabupaten di Aceh pada 18-23 Desember 2025. Selain itu, layanan kesehatan jiwa melalui Mobile Clinic dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah untuk membantu pemulihan psikologis para penyintas.

    Budi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular di lokasi pengungsian. Kemenkes memastikan dukungan kesehatan akan terus diberikan hingga kondisi kembali normal dan layanan kesehatan pulih sepenuhnya.

    “Kondisi pascabencana rawan memicu wabah, sehingga kewaspadaan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus terus dijaga,” tutupnya.

    (akd/ega)

  • Viral RS di Malaysia Punya Ruangan Khusus Pasien Indonesia, Ini Kata Kemenkes

    Viral RS di Malaysia Punya Ruangan Khusus Pasien Indonesia, Ini Kata Kemenkes

    Jakarta

    Viral di media sosial X unggahan foto yang menunjukkan salah satu rumah sakit swasta di Malaysia memiliki ruangan khusus untuk pasien yang berasal dari Indonesia.

    “Tadi buat medical checkup kat Sunway. They even have a special office for Indonesians patients now,” tulis salah satu akun di X, dikutip Senin (29/12/2025).

    Ditanya mengenai hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman mengatakan pemerintah telah memiliki strategi khusus untuk menekan angka pasien yang berobat ke LN, sehingga perlahan juga ‘menutup’ kebocoran devisa.

    “Strategi ke depan untuk menekan pasien berobat ke luar negeri yakni dengan membangun ekosistem pelayanan kesehatan dengan pembangunan RS berkelas internasional dengan bangunan, fasilitas, alkes dan SDM kesehatannya,” kata Aji saat dihubungi, Senin (29/12/2025).

    “Selain itu juga memajukan program wisata medis, di mana terdapat 3 pilar dari sektor kesehatan, yaitu mutu dan keselamatan pasien, kepercayaan dan keberlanjutan, serta akselerasi pasar melalui kolaborasi dan inovasi,” sambungnya.

    Menurut Aji, masih banyaknya pasien yang memilih berobat ke luar negeri lebih karena faktor non-klinis medis yang ditawarkan rumah sakit negara tetangga dianggap lebih mumpuni.

    “Lebih ke faktor non klinis medis. Soal persepsi, mencari second opinion dan testimoni layanan yang merasa lebih baik, cepat dan nyaman,” katanya.

    Disorot Presiden dan Menkes

    Masih banyaknya jumlah pasien yang berobat ke luar negeri juga menjadi perhatian pemerintah, baik Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

    “Kalau masyarakat masih merasa tenaga medis Malaysia lebih bagus, atau memilih ke Thailand untuk berobat, itu artinya kualitas layanan kita masih perlu diperbaiki. Kita tidak boleh denial, harus menerima sebagai masukan” beber Menkes Budi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Di sisi lain, Menkes juga melihat adanya tren positif pada pelayanan kesehatan di Tanah Air seperti meningkatnya pasien luar negeri yang datang ke Indonesia untuk layanan gigi dan estetika di Bali atau Batam.

    “Target kita, orang ASEAN sakit jantung bisa memilih Indonesia. Orang Papua Nugini hingga Fiji bisa terapi kanker di Indonesia. Saat itu tercapai, barulah publik mengakui kualitas kita,” kata Menkes.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/kna)

  • Menkes Soroti 6 Desa Masih Terisolir Pascabencana di Aceh

    Menkes Soroti 6 Desa Masih Terisolir Pascabencana di Aceh

    Jakarta

    Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih adanya desa-desa yang terisolasi pascabencana di Aceh. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi rumah sakit rujukan, melainkan menjangkau masyarakat di wilayah yang aksesnya sama sekali terputus.

    “Itu yang nggak bisa jalan. Tahap ketiga sekarang kita mulai ini terkait desa-desa yang terisolasi,” kata Menkes dalam arahannya dengan para relawan melalui zoom, Selasa (24/12/2025).

    Menkes menjelaskan pemerintah tengah merevitalisasi layanan kesehatan secara bertahap. Tahap pertama difokuskan pada rumah sakit karena menjadi titik paling parah terdampak bencana.

    “Layanan kesehatan kita mulai dari rumah sakit duluan. Itu yang paling berat. Tapi alhamdulillah dalam dua minggu sudah mulai berjalan,” ujarnya.

    Tahap kedua diarahkan ke layanan kesehatan tingkat pertama, yakni puskesmas pembantu dan fasilitas kesehatan dasar lainnya. Menurut Menkes, terdapat lebih dari 300 titik layanan yang tersebar di seluruh kecamatan.

    “Ini kita harapkan sekitar 2,5 minggu lagi selesai. Mereka semua beroperasi, meskipun tidak 100 persen. Ada yang 25 persen, 50 persen, 75 persen. Tapi yang penting beroperasi dulu untuk layanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

    6 Desa Tak Bisa Diakses

    Adapun tahap ketiga, yang kini menjadi fokus utama, adalah penanganan desa-desa yang masih total terisolasi. Menkes menyebut sedikitnya terdapat enam desa yang hingga kini belum memiliki akses sama sekali.

    “Ada enam desa terisolasi. Orang jalannya saja susah. Aksesnya belum ada sama sekali. Makanannya pun masih harus di-drop,” ungkap Menkes.

    Enam desa tersebut yakni Serule, Desa Alupayung, Jambur Konya, Kelitu, Sintep, dan Gegara. Seluruh wilayah itu belum bisa dilalui kendaraan dan masih mengandalkan distribusi logistik dari udara maupun jalur darurat.

    Untuk menjangkau wilayah tersebut, Menkes meminta agar tim relawan kesehatan khusus segera diterjunkan. Namun ia menegaskan, relawan yang dikirim harus benar-benar tangguh, mandiri, dan siap bertahan di kondisi ekstrem.

    “Saya minta ini nggak boleh relawan yang cengeng-cengeng. Harus yang kuat, berani, tahan banting. Karena mereka di-drop dua minggu sendiri,” tegasnya.

    Tim relawan tersebut akan diatur bersama pusat krisis kesehatan dan lembaga kebencanaan. Para relawan akan diterjunkan dan tinggal di lokasi selama dua pekan penuh.

    “Mereka harus hidup mandiri. Kita bekali tenda, genset, starlink, makanan, BBM, obat-obatan, dan logistik selama dua minggu,” kata Menkes.

    Lebih dari sekadar memberikan layanan pengobatan, relawan juga diharapkan aktif membantu pemulihan kehidupan warga.

    “Kerjanya bukan cuma ngobatin atau nunggu pasien. Tapi harus punya inisiatif, bersihin rumah, bangun ini-itu. Betul-betul relawan kelas A,” minta Menkes.

    Menkes bahkan mengibaratkan tim tersebut seperti pasukan khusus relawan yang dilepas mandiri di lapangan. Selain fisik yang kuat, aspek psikologis juga menjadi perhatian utama.

    “Relawan itu harus bisa membangkitkan motivasi masyarakat. Jangan datang malah sedih, nangis. Kalau relawannya nangis, masyarakat bisa tambah tertekan,” kata Menkes.

    Ia menambahkan, pemerintah juga telah mengidentifikasi puluhan desa lain yang berpotensi masih terisolasi.

    “Kita sudah identifikasi mungkin masih ada lebih dari 50 desa terisolasi. Rencananya akan kita drop dari puskesmas-puskesmas terdekat dengan paket yang sama,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)