Tag: Budi Arie Setiadi

  • Budi Arie Sebut Butuh Rp 400 Triliun untuk Wujudkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        10 April 2025

    Budi Arie Sebut Butuh Rp 400 Triliun untuk Wujudkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih Nasional 10 April 2025

    Budi Arie Sebut Butuh Rp 400 Triliun untuk Wujudkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Koperasi (Menkop)
    Budi Arie Setiadi
    menuturkan, pembentukan 80.000
    Koperasi Desa
    (Kopdes) Merah Putih membutuhkan anggaran mencapai Rp 400 triliun.
    Negara membutuhkan anggaran Rp 5 miliar untuk membangun satu Kopdes Merah Putih.
    “Ya kalau misalnya 80.000 dikali Rp 5 miliar itu Rp 400 triliun,” ujar Budi Arie saat ditemui awak media di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2025).
    Budi Arie yakin, negara tidak membutuhkan investasi dari luar untuk membantu mendanai pembentukan 80.000 Kopdes Merah Putih.
    “Enggak (butuh investasi luar) lah,” kata Budi Arie dengan yakin.
    Budi menyebut, mekanisme pembangunan Kopdes Merah Putih belum dibicarakan.
    Namun, pembentukan kelembagaan direncanakan selesai Juni 2025.
    Ke depannya, Kementerian Koperasi akan melakukan konsolidasi ke desa-desa untuk memberikan arahan terkait pembentukan Kopdes ini.
    “Jadi nanti kami konsolidasi terus supaya pembentukan Kopdes Merah Putih sesuai dengan perintah dan instruksi Presiden, dan bisa diwujudkan dalam tempo yang tidak lama,” ucapnya.
    Adapun, pembentukan Kopdes ini harus optimal sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terbit pada akhir Maret 2025.
    Kementerian Desa diminta untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap 80.000 Kopdes Merah Putih ketika program ini sudah terbentuk nantinya.
    “Kopdes Merah Putih ini wujud dari daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dan guncangan dinamika global. Ketahanan pangan kita harus kuat,” jelasnya.
    Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, 80.000 Kopdes Merah Putih bakal dibangun menggunakan
    Dana Desa
    .
    “Pembangunan desa, termasuk (80.000) Koperasi Desa (Merah Putih) ini nanti akan menggunakan Dana Desa,” kata Sri Mulyani dalam Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Butuh Waktu, Emang Bikin Martabak?

    Butuh Waktu, Emang Bikin Martabak?

    Jakarta

    Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh wilayah di Indonesia. Ditargetkan pada akhir bulan Juni 2025 proses administrasi dan kelembagaan kopdes rampung.

    Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan, pihaknya saat ini terus menggeber persiapan administrasi dari kopdes tersebut. Proses pembangunan kopdes ini terus berjalan dan akan dilakukan secara bertahap.

    “Nanti pembangunannya pasti perlu waktu kan, emang bikin martabak? Tumplek jadi? Kan mesti dievaluasi, dilihat tanahnya gimana, lokasi gimana, gedungnya gimana. Perlu waktu, pasti bertahap,” kata Budi, ditemui di Kantor Kemenko Pangan Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2025).

    Pembangunan 80.000 kopdes ini selaras dengan penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inpres ini telah diteken Prabowo sejak 27 Maret lalu.

    Ditargetkan, proses administrasi dan legal kelembagaan bisa rampung pada akhir Juni 2025. Dengan demikian, pembangunan Kopdes Merah Putih di tiap-tiap daerah juga bisa segera dimulai.

    “Pembentukan itu kan artinya kelembagaannya. Belum bangunannya, belum fisiknya. Jadi target dari tim ini adalah dalam waktu yang singkat, segera Kita melakukan konsolidasi. Nanti 80 ribu pembentukan Kopdes Merah Putih itu sudah bisa terwujud,” ujarnya.

    “Ibaratnya akta-nya dia gimana mau dibangun, gimana mau ada pinjaman kalau secara legal belum ada. Jadi targetnya akhir Juni, secepatnya seluruh 80 ribu pembentukan Kopdes Merah Putih itu sudah terbentuk di seluruh Indonesia,” sambungnya.

    Budi menambahkan, saat ini total sudah ada sekitar 32 ribu desa yang sudah memiliki koperasi dan ada sekitar 52 ribu desa yang tidak punya koperasi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan kajian untuk kemungkinan transformasi dari koperasi yang sudah ada.

    Modal awal untuk pembentukan kopdes ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar per unit. Budi sendiri belum dapat memastikan dari mana sumber pendanaannya nanti, apakah dari APBN, APBD, atau sumber lainnya. Hal ini akan dibahas lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan.

    Di sisi lain, Kopdes Merah Putih ini nantinya dirancang juga bisa dioperasikan sebagai koperasi simpan pinjam. Namun fungsi ini akan dibahas lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

    Nantinya, juga akan ada pendampingan dan pelatihan dari perbankan agar pengelolaan lebih profesional dan tidak terjadi gagal bayar.

    “Nanti misalnya bank membantu pelatihan, ngawal keuangannya, pinjamannya kan ada ke himbara dan sebagainya. Tapi bukan saya yang ngomong kalau itu. (Biar tidak terjadi gagal bayar?) Karena makannya kan ada pendampingan,” ujar Budi.

    (acd/acd)

  • Prabowo Mau Bikin 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Butuh Modal Rp 400 T

    Prabowo Mau Bikin 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Butuh Modal Rp 400 T

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia. Modal yang dibutuhkan kopdes ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar, atau bila diakumulasikan sekitar Rp 400 triliun.

    Pembangunan 80.000 kopdes ini selaras dengan penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inpres ini telah diteken Prabowo sejak 27 Maret lalu.

    Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan, satu unit kopdes diperkirakan membutuhkan modal awal sebesar Rp 5 miliar per kopdes. Artinya, apabila diakumulasikan nilai modalnya bisa mencapai Rp 400 triliun.

    “Kalau misalnya 80.000 dikalikan Rp 5 miliar itu artinya sekitar Rp 400 triliun (modal keseluruhan),” kata Budi, ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2025).

    Budi sendiri belum dapat memastikan dari mana sumber pendanaannya nanti, apakah dari APBN, APBD, atau sumber lainnya. Hal ini akan dibahas lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan.

    Di sisi lain, kopdes ini nantinya dirancang juga bisa dioperasikan sebagai koperasi simpan pinjam. Namun fungsi ini akan dibahas lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

    Nantinya, tambah dia, juga akan ada pendampingan dan pelatihan dari bank agar pengelolaan lebih profesional dan tidak terjadi gagal bayar.

    “Nanti misalnya bank membantu pelatihan, ngawal keuangannya, pinjamannya kan ada ke Himbara dan sebagainya. Tapi bukan saya yang ngomong kalau itu . (Biar tidak terjadi gagal bayar?) Karena makannya kan ada pendampingan,” ujarnya.

    Budi mengatakan, saat ini proses administrasi dan pembentukan kelembagaan kopdes terus digeber. Salah satunya diwujudkan melalui rapat koordinasi (rakor) yang dilangsungkan hari ini bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan kementerian/lembaga (KL) lainnya. Ditargetkan, proses administrasi dan legal kelembagaan bisa rampung pada akhir Juni 2025. Dengan demikian, pembangunan Kopdes Merah Putih di tiap-tiap daerah juga bisa segera dimulai.

    “Pembentukan itu kan artinya kelembagaannya. Belum bangunannya, belum fisiknya. Jadi target dari tim ini adalah dalam waktu yang singkat, segera kita melakukan konsolidasi. Nanti 80 ribu pembentukan Kopdes Merah Putih itu sudah bisa terwujud,” ujar Budi.

    “Ibaratnya aktanya dia gimana mau dibangun, gimana mau ada pinjaman kalau secara legal belum ada. Jadi targetnya akhir Juni, secepatnya seluruh 80 ribu pembentukan Kopdes Merah Putih itu sudah terbentuk di seluruh Indonesia,” sambungnya.

    Namun, Budi menekankan, pembangunan 80.000 kopdes ini akan dilakukan secara bertahap. Untuk awalannya juga perlu dilakukan evaluasi menyangkut lokasi dan titik-titiknya. Selaras dengan itu, pihaknya juga menggodok petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis).

    “Nunggu juklak juknis dari Kemenkop dulu. Saya sudah bilang nanti saya rapat, jam 2 ini di internal Kementerian Koperasi Untuk membahas, memutuskan juklak juknis pembentukan Koperasi Desa Merah Putih,” kata dia.

    Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga pernah menyinggung tentang modal awal Kopdes Merah Putih. Zulhas menjelaskan, skema pembiayaan dan sumber modal Kopdes Merah Putih sedang dalam pembahasan. Modal Kopdes Merah Putih diperkirakan antara Rp 3 miliar-Rp 5 miliar.

    “Itu lagi kita matangkan, tapi nilainya kira-kira Rp 3 miliar-Rp 5 miliar. Tapi dari mana sumbernya, APBD, APBN, lagi kita matangkan. Juli sudah terbentuk (Inpres). Sekarang sudah mulai. Itu yang membangun nanti pemerintahan desa. Jadi, sekarang kita sudah mulai bentuk. Begitu Inpres jadi, langsung jalan,” ujar Zulhas saat open house di kediamannya, Senin (31/3).

    (acd/acd)

  • Kopdes Merah Putih, Jurus Pemerintah Bikin Desa Makin Mandiri

    Kopdes Merah Putih, Jurus Pemerintah Bikin Desa Makin Mandiri

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah semakin gencar mendorong kemandirian ekonomi desa lewat inisiatif Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program ini diyakini mampu memperkuat perekonomian nasional dari akar rumput, terutama di tengah gejolak ekonomi global yang tak menentu.

    Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan Kopdes Merah Putih bukan hanya proyek biasa, melainkan langkah strategis untuk menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

    “Momentum Lebaran ini menjadi titik balik untuk mempertegas komitmen membangun Kopdes Merah Putih demi memperkuat daya tahan ekonomi nasional,” ujar Budi Arie dalam keterangan resmi, Rabu (9/4/2025).

    Menurut Budi Arie, Kopdes Merah Putih memiliki tujuan utama untuk memberdayakan masyarakat desa agar mampu mandiri secara ekonomi. Ketika desa-desa kuat, maka secara otomatis ketahanan ekonomi nasional pun akan semakin solid.

    “Ini adalah upaya konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong-royong,” lanjutnya terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

    Pemerintah menargetkan peluncuran resmi Kopdes Merah Putih pada Sabtu (12/7/2025), bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan program ini bisa diluncurkan tepat waktu.

    Budi Arie juga mengajak semua pihak, baik dari kalangan swasta, organisasi masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi demi menyukseskan program prioritas ini. “Dengan waktu yang semakin singkat menuju peluncuran, kita harus bekerja keras, cerdas, dan ikhlas,” tegasnya.

    Kesuksesan Kopdes Merah Putih sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah berharap program ini menjadi bentuk nyata dari semangat gotong royong dalam memperkuat ekonomi rakyat, dimulai dari desa.

    Dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal, Kopdes Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk generasi mendatang.

  • Sudah Saatnya Prabowo Copot Menteri Tebar Pesona dan Kemaruk

    Sudah Saatnya Prabowo Copot Menteri Tebar Pesona dan Kemaruk

    GELORA.CO – Perombakan Kabinet Merah Putih sudah layak dilakukan jelang semester pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan mengatakan, pergantian menteri, khususnya di sektor ekonomi penting dilakukan untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu

    “Ini memang waktunya Pak Prabowo bersih-bersih. Kenapa? Banyak ahli memprediksi ke depan, tantangan kita makin besar terutama dari sisi ekonomi,” kata komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu, 6 April 2025.

    Selain dari segi tantangan ekonomi, sosok yang akrab disapa Kang Tamil ini menilai ada beberapa menteri Prabowo yang tidak menunjukkan kinerja positif. Bahkan beberapa di antaranya hanya mementingkan popularitas.

    Sejumlah menteri yang layak di-reshuffle adalah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto; Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, dan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

    “Saya sangat setuju mereka di-reshuffle. Banyak menteri Pak Prabowo yang mumpuni, tapi banyak juga yang kemaruk mendapat jabatan. Nah, sifat kemaruk ini membuat kehebohan di ruang publik yang bermuara pada kegaduhan,” terang Kang Tamil.

    Akademisi Universitas Dian Nusantara ini melihat, para menteri tersebut lebih mementingkan popularitas pribadi, sehingga narasi yang dibangun sering berujung kegaduhan di masyarakat yang tidak menguntungkan bagi Prabowo.

    “Setelah hampir lima bulan pemerintahan Pak Prabowo, kita bisa melihat cukup jomplang. Ada menteri yang memang bekerja baik, ada menteri yang enggak ada kerjanya dan cuma tebar pesona di media sosial,” pungkasnya. 

  • Pemerintah akan bentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa

    Pemerintah akan bentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa

    Senin, 3 Maret 2025 21:27 WIB

    Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedjua kiri), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yandri Susanto (kedua kanan), Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri) dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi (kanan) memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/3/2025). Pemerintah akan membentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa yang bertujuan untuk menampung hasil pertanian di desa dan memangkas mata rantai distribusi dengan anggaran 3-5 miliar. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) bersama Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (kedua kiri), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto (kedua kanan), Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri) dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi (kanan) memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/3/2025). Pemerintah akan membentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa yang bertujuan untuk menampung hasil pertanian di desa dan memangkas mata rantai distribusi dengan anggaran 3-5 miliar. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.

  • Luhut, Budi Arie dan Pratikno Temui Jokowi Jelang 6 Bulan Pemerintahan Prabowo, Said Didu Beri Komentar Menohok

    Luhut, Budi Arie dan Pratikno Temui Jokowi Jelang 6 Bulan Pemerintahan Prabowo, Said Didu Beri Komentar Menohok

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi hingga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menemui Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediaman kawasan Sumber, Kota Solo, Jawa Tengah.

    Luhut dan Pratikno datang di hari lebaran yakni 31 Maret 2025 di jam berbeda. Di era Jokowi, Luhut sempat menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia dan Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia.

    Adapun Pratikno sebagai Menteri Sekretaris Negara Indonesia dan Plt Sekretaris Kabinet Indonesia.

    Sedangkan Budi Arie datang besoknya 1 April 2025. Di masa Jokowi, Budi Arie pernah menduduki jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia.

    Selain ketiga tokoh nasional itu, Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo juga datang di momen hari raya lebaran itu. Di hari yang sama, Didit juga mengunjungi Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Begitu pun dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi.

    Kunjungan sejumlah tokoh nasional itu ditanggapi oleh Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu melalui cuitan di media sosial X pribadinya.

    “Tepat 20 hari menjelang 6 bulan pemerintahan Prabowo, TRIO ‘diehard’ Jokowi (LBP, Pratikno, dan Budi Arie) dipanggil/menghadap Jokowi di Solo,” tulisnya dikutip Kamis (3/4/2025).

  • Jokowi Dukung Penuh 80.000 Kopdes Merah Putih untuk Desa Maju

    Jokowi Dukung Penuh 80.000 Kopdes Merah Putih untuk Desa Maju

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung penuh pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

    Menurutnya, Jokowi selalu berpihak pada program-program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, termasuk inisiatif ini.

    “Kalau untuk rakyat, Pak Jokowi selalu tegas dan setia di garis rakyat. Beliau mendukung penuh pendirian Kopdes Merah Putih dengan syarat dikelola secara profesional dan transparan agar dapat memajukan desa serta mensejahterakan warga,” ujar Menteri Budi Arie seusai bertemu dengan Jokowi di kediamannya di Solo, Selasa (1/4/2025), pada hari kedua Idulfitri 1446 H.

    Budi Arie menekankan, Jokowi sangat peduli terhadap fiskal dan anggaran, sehingga ia berharap Kopdes Merah Putih dikelola dengan profesional dan akuntabel agar tujuannya dapat tercapai.

    “Pembentukan Kopdes Merah Putih akan dilakukan dengan penuh kecermatan dan mitigasi risiko tinggi. Saya jelaskan bahwa Kopdes ini adalah instrumen untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem yang saat ini mencapai 3,1 juta orang, memberantas rentenir, dan memajukan desa,” jelasnya.

    Lebih lanjut Budi Arie menyebut, saat ini kondisi Indonesia sangat baik, dengan ketersediaan pangan cukup dan harga yang stabil. Dalam situasi ini, Kopdes Merah Putih dapat menjadi gerakan sosial ekonomi yang memperkuat ketahanan pangan nasional.

    “Saat ini kondisi negara sangat baik. Stabilitas pasokan dan harga terjaga. Di beberapa negara tetangga, harga beras mengalami fluktuasi, bahkan di Jepang sudah mencapai Rp 98.000 per kg. Karena itu, keberadaan Kopdes Merah Putih harus menjadi gerakan sosial ekonomi yang sadar akan pentingnya ketahanan pangan bagi negara,” pungkas Budi Arie. 

    Dengan dukungan penuh dari Jokowi, diharapkan Kopdes Merah Putih dapat menjadi pilar utama dalam memajukan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ekonomi nasional.

  • Kata Budi Arie soal Antrean Panjang di Rumah Jokowi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 April 2025

    Kata Budi Arie soal Antrean Panjang di Rumah Jokowi Regional 1 April 2025

    Kata Budi Arie soal Antrean Panjang di Rumah Jokowi
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Menteri Koperasi dan UKM
    Budi Arie Setiadi
    memberikan komentar terkait antrean panjang warga yang ingin bersilaturahmi dengan mantan Presiden RI, Joko Widodo (
    Jokowi
    ), pada momen Lebaran tahun ini.
    Dalam dua hari terakhir, yaitu Senin (31/3/2025) dan Selasa (1/4/2025), antrean di rumah Jokowi terlihat mengular dari pagi hingga petang.
    Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa warga rela menghadapi cuaca hujan untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan Jokowi.
    “Soal antrean? Pak Jokowi masih di hati rakyat karena rakyat masih di hati Pak Jokowi,” ujar Budi saat diwawancarai setelah menemui Jokowi.
    Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) ini juga menegaskan bahwa berbagai
    fitnah
    yang ditujukan kepada Jokowi tidak akan mempengaruhi dukungan masyarakat.
    “Banyak fitnah? Biasa, fitnah tidak membunuh. Nanti yang fitnah akan kebakar sendiri,” tambahnya.
    Saat ditanya mengenai perannya dalam pemerintahan Jokowi, Budi menyatakan, “Pak Luhut saksi hidup, kalau Pak Budi? Saya saksi setengah hidup.”
    Ia juga mengungkapkan bahwa pembicaraan politik, termasuk mengenai pembentukan Partai Super Terbuka (Tbk), akan dibahas setelah Lebaran 1445 H.
    “Politik nanti setelah Lebaran. Tidak kami ngomongin masyarakat,” tegasnya.
    Di sisi lain, Budi mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan Jokowi, mereka membahas program
    Koperasi Desa Merah Putih
    yang dinilai mampu memberantas praktik rentenir.
    “Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memang instrumen untuk memberantas rentenir tengkulak, yang menyengsarakan masyarakat. Ya tadi saya sampaikan,” katanya.
    Budi juga menambahkan bahwa Jokowi berpesan agar Kopdes Merah Putih dijalankan dengan hati-hati agar dapat menjadi instrumen untuk kemajuan desa.
    “Yang penting hati-hati dan melakukannya dengan baik supaya menjadi instrumen untuk kemajuan masyarakat desa di seluruh Indonesia. Beliau sangat concern dengan kemajuan masyarakat desa,” ujarnya.
    “Pokoknya beliau terus memberi yang terbaik pikiran-pikiran dan saran untuk kemajuan Indonesia,” tutup Budi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Zulhas Sebut 70.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi Juli

    Zulhas Sebut 70.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi Juli

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan sebanyak 70.000 koperasi desa (Kopdes) Merah Putih sudah terbentuk dan mulai beroperasi pada Juli 2025.

    Zulhas menyatakan saat ini pihaknya tengah menunggu Instruksi Presiden (inpres) terkait pembentukan kopdes Merah Putih, yang bertujuan untuk mempercepat rantai pasok dari kota ke desa.

    “Mungkin Juni-Juli udah bisa 70 ribu. Jadi, koperasi ini akan memangkas rantai pasok desa bisa langsung ke kota. Barang dari kota bisa langsung ke desa,” kata Zulhas, dikutip dari Antara, Senin (31/3/2025).

    Nantinya, pembiayaan diberikan kepada koperasi berkisar Rp3 miliar – Rp5 miliar, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk pinjaman bagi anggota koperasi, serta untuk menyerap hasil panen para petani, sehingga dapat memacu ekonomi di level desa.

    “Tapi, dari mana sumbernya, APBD atau APBN, lagi kita matangkan,” ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

    Menurut Zulhas, untuk inpres pembentukan kopdes Merah Putih akan rampung selama satu bulan.

    “Mudah-mudahan sebulan selesai,” kata dia pula.

    Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi memastikan koperasi desa Merah Putih dikelola dengan transparan, akuntabel, dan profesional.

    “Kita juga ingin ini prudent, karena saya berkali-kali wanti-wanti, koperasi desa Merah Putih ini harus dikelola dengan transparan, profesional, dan akuntabel,” kata Menkop.

    Lebih lanjut, Budi mengingatkan bahwa tata kelola koperasi desa Merah Putih ini nantinya harus tepat dan baik, sehingga, regulasi dan landasan hukumnya harus kuat.

    Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. 

    Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mempercepat pengentasan kemiskinan di desa.

    Dalam SE tersebut, Presiden Prabowo menargetkan pembentukan 70.000 koperasi desa yang akan diluncurkan secara resmi pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

    “Arahan ini dipertegas dalam rapat terbatas dengan menetapkan target pembentukan 70.000 koperasi desa di seluruh Indonesia, yang akan diluncurkan secara resmi pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional,” demikian isi SE tersebut dikutip, Rabu (19/3/2025).  

    Adapun, proses pembentukan koperasi ini telah dimulai sejak Maret 2025 dan akan berlangsung hingga Juni 2025 dengan tahapan yang diawali dengan sosialisasi dan persiapan yang  dilakukan kepada pemerintah daerah hingga tingkat desa.   

    Nantinya, akan ada musyawarah desa sehingga setiap desa yang ditargetkan mengadakan musyawarah untuk menyepakati pendirian koperasi.