Tag: Bobby Rasyidin

  • KAI Group layani 27,25 juta pelanggan selama Nataru 2025/2026

    KAI Group layani 27,25 juta pelanggan selama Nataru 2025/2026

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama seluruh entitas KAI Group mencatat kinerja positif dengan melayani 27.256.397 pelanggan selama angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    “Pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Group melayani 27.256.397 pelanggan, meningkat 7,6 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 (19 Desember 2024–5 Januari 2025) yang melayani 25.326.114 pelanggan,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

    Bobby menyampaikan capaian tersebut mencerminkan peran perkeretaapian sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan akhir tahun.

    Konektivitas layanan antarkota dan antarmoda membantu menjaga kelancaran perjalanan keluarga, aktivitas sosial, serta pergerakan ekonomi di berbagai wilayah.

    “Selama masa Nataru, KAI Group berupaya memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman. Kereta api hadir sebagai penghubung berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan antarkota, mobilitas perkotaan, hingga konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata,” ujar Bobby.

    Secara rinci, layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 4.179.095 pelanggan. Pada segmen perkotaan, KAI Commuter melalui Commuter Line Jabodetabek, Area II Bandung, Area VI Yogyakarta, dan Area VIII Surabaya melayani 20.611.818 pelanggan, menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan aglomerasi.

    Konektivitas antarmoda tercermin melalui layanan KAI Bandara yang melayani KA Bandara YIA serta KA Srilelawangsa yang terhubung langsung dengan Bandara Kualanamu, dengan total 411.955 pelanggan selama periode Nataru.

    Pada layanan transportasi perkotaan, LRT Jabodebek melayani 1.321.733 pelanggan, sementara LRT Sumsel melayani 321.105 pelanggan, memperkuat keterhubungan mobilitas masyarakat di kawasan urban.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kaleidoskop 2025: Deretan Peristiwa Transportasi, Polemik Utang Whoosh hingga Bandara IMIP

    Kaleidoskop 2025: Deretan Peristiwa Transportasi, Polemik Utang Whoosh hingga Bandara IMIP

    Bisnis.com, Jakarta — Warna-warni peristiwa di sektor transportasi terjadi sepanjang 2025, bahkan sejak hari pertama pergantian tahun. Mulai dari rencana penutupan Stasiun Karet, macet horor di Pelabuhan Tanjung Priok, persoalan utang kereta cepat Whoosh, hingga perkara Bandara IMIP.

    Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh menjadi sorotan utama tahun ini, setelah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebutnya sebagai potensi “bom waktu” bagi keberlanjutan bisnis perusahaan.

    Usai Lebaran, regulator dan operator pelabuhan mendapat pukulan keras imbas penumpukan kendaraan yang menyebabkan macet horor di area Pelabuhan Tanjung Priok yang terjadi berhari-hari.

    Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus terhadap transportasi massal.

    Misalnya, permintaan kenaikan status bandara internasional, melanjutkan proyek strategis nasional (PSN) sektor transportasi, dan pengadaan tambahan gerbong KRL untuk mengurai kepadatan.

    Berikut Sejumlah Sorotan Peristiwa di Sektor Transportasi Sepanjang 2025

    Nasib Stasiun Karet

    Isu penutupan Stasiun Karet mulai muncul sejak 1 Januari 2025 dari Erick Thohir, yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri BUMN.

    Rencana penutupan Stasiun Karet itu pun dibenarkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Alasannya, jaraknya terlalu dekat dengan Stasiun BNI City sehingga dinilai kurang efektif.

    Dalam perkembangannya, rencana tersebut terus mundur bahkan hingga penghujung 2025. Alih-alih ditutup, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutnya sebagai “integrasi”, meski nantinya naik-turun penumpang tidak lagi dilakukan di Stasiun Karet.

    Hingga kini, belum ada kabar resmi dan spesifik mengenai kapan pembukaan integrasi stasiun tersebut dimulai.

    Macet Horor Tanjung Priok

    Kemacetan parah terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sejak Rabu malam (16/4/2025) dan berangsur lancar mulai 19 April 2025. Musababnya, ada tiga kapal besar sandar di NPCT1 dengan total volume bongkar muat mencapai lebih dari 4.000 TEUs.

    Banyaknya kapal yang bersandar terpantau terjadi selang sepekan usai masa pembatasan angkutan barang selama periode Idulfitri berakhir pada 8 April 2025. Di samping itu, para pengusaha mengejar pengiriman barang menjelang perayaan Paskah.

    Belajar dari hal tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyiapkan langkah antisipasi dan strategi menghadapi potensi penumpukan kapal usai masa pembatasan angkutan barang selama Nataru berakhir.

    Prabowo Sulap 40 Bandara Jadi Internasional

    Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu kurang dari dua minggu menerbitkan beleid yang menyatakan kenaikan status bandara komersial menjadi internasional. Total, kini Indonesia memiliki 40 bandara internasional—meski belum seluruhnya memenuhi persyaratan.

    Melalui kebijakan ini pula, muncul perkara baru terkait bandara di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

    Fakta Bandara IMIP

    Kisruh Bandara IMIP bermula saat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau simulasi pertahanan terintegrasi TNI di area objek vital nasional Bandara IMIP, yang terletak dekat jalur laut strategis (Alur Laut Kepulauan Indonesia II dan III).

    Ia menyoroti absennya petugas bea cukai maupun imigrasi di bandara tersebut, meski telah ditetapkan sebagai bandara internasional.

    “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik. Kita harus tegakkan semua ketentuan tanpa melihat latar belakang dari mana pun asalnya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan.

    Nyatanya, meski telah berganti status, Bandara IMIP belum memiliki izin pelayanan internasional. Bahkan, pihak IMIP menyampaikan keberatan untuk menjadikan bandara mereka sebagai bandara internasional. Hal itu tertuang dalam Surat Nomor 810/IMIP-KIP/MWL/IX/2025 yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Keimigrasian tertanggal 15 September 2025.

    Kementerian Perhubungan kemudian menerbitkan KM Nomor 55/2025 pada 13 Oktober 2025 yang mengembalikan status Bandara IMIP menjadi melayani penerbangan domestik.

    Beleid tersebut sekaligus menjadi titik terang status Bandara IMIP, termasuk perlu atau tidaknya petugas kepabeanan dan imigrasi di lokasi tersebut.

    Polemik Utang Whoosh

    Saling lempar tanggung jawab utang KCJB alias Whoosh yang disebut sebagai “bom waktu” berlangsung cukup intens sejak Agustus lalu. Pada saat yang sama, Kementerian Keuangan atau pemerintah pusat angkat tangan dan tidak ingin terlibat dalam pembayaran utang tersebut.

    Bos Danantara Rosan P. Roeslani, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, hingga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipanggil bergilir ke Istana Negara oleh Prabowo.

    Bak bola liar, isu melebar dan saling menyalahkan terjadi, di saat Whoosh sudah terlanjur beroperasi.

    Prabowo pada akhirnya meminta agar seluruh pihak berhenti menambah kegaduhan atas masalah keuangan proyek era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Pasalnya, pemerintah disebutnya bakal bertanggung jawab.

    “Enggak usah khawatir, apa itu ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya,” kata Prabowo saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

    Pada akhirnya, skema penggunaan APBN menjadi solusi untuk menangani kewajiban kereta cepat senilai Rp1,2 triliun per tahun.

    Danantara Suntik Modal Garuda Cs

    Danantara menyuntikkan dana senilai Rp23,7 triliun pada awal Desember kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan pesawat.

    Sebanyak 47% atau sekitar Rp11,2 triliun digunakan untuk penyehatan dan pemeliharaan armada PT Citilink Indonesia. Kemudian sekitar 37% atau Rp8,7 triliun dialokasikan untuk pemeliharaan pesawat Garuda Indonesia.

    Sebagian injeksi modal juga digunakan untuk memenuhi kewajiban utang Citilink kepada Pertamina senilai US$225 juta.

    Tarif Transjakarta Bakal Naik

    Tarif Transjakarta diperkirakan bakal naik usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi transportasi seperti Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta.

    Khusus Transjakarta, subsidi turun menjadi Rp3,75 triliun pada 2026 dari alokasi 2025 sebesar Rp4,51 triliun.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa penyusutan tersebut sejalan dengan penurunan APBD Jakarta akibat pemangkasan pemerintah pusat terhadap pendapatan dari Transfer ke Daerah (TKD).

    Sebelumnya, mencuat rencana kenaikan tarif Transjakarta dari Rp3.500 per perjalanan menjadi Rp5.000 atau lebih tinggi, mengingat tarif tersebut tidak berubah selama 20 tahun.

    Meski demikian, hingga kini Pemprov DKI Jakarta maupun Transjakarta belum menyampaikan kepastian waktu kenaikan tarif.

    Kehadiran KRL Baru

    Masyarakat Jabodetabek pengguna KRL bersiap menikmati kereta-kereta baru. Selain sejumlah kereta baru yang telah tiba dari China maupun INKA, Prabowo juga meminta pengadaan 30 rangkaian kereta untuk tahun depan.

    Ia mengungkapkan bahwa tambahan gerbong menjadi solusi transportasi, terutama bagi masyarakat kelas menengah dan bawah. Dengan demikian, layanan kereta api, khususnya KRL Jabodetabek, akan diperluas dan ditambah rangkaiannya.

    “Rp5 triliun saya setujui. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat,” ujarnya saat hendak meresmikan wajah baru Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11/2025).

    Presiden juga memberikan tenggat waktu satu tahun untuk menghadirkan 30 kereta tersebut. Sementara itu, kereta China seri CLI-125 dan CLI-225 telah mulai beroperasi pada semester II/2025.

  • Ini Alasan Pemerintah Bangun Stasiun Jatake, Siap Operasi Januari 2026

    Ini Alasan Pemerintah Bangun Stasiun Jatake, Siap Operasi Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan telah merampungkan uji prasarana dan kesiapan operasional Stasiun Jatake. 

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, kini stasiun baru ini masuk tahapan finalisasi bersama DJKA, sebelum mulai melayani masyarakat pada Januari 2026 mendatang.  

    Bobby menjelaskan, sejatinya Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas dan kualitas layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta. Terlebih, semakin meningkatnya jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung—Tanah Abang atau Green Line. 

    “Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025) 

    Dalam catatan KAI,  Lintas Rangkasbitung terus mengalami pertumbuhan penumpang yang signifikan, dari 43.317.716 pengguna pada 2022, meningkat menjadi 62.085.471 pengguna pada 2023. 

    Kemudian sebanyak 69.999.362 pengguna pada 2024, dan mencapai 70.496.181 pengguna sepanjang Januari–November 2025.

    “Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang andal terus meningkat,” tambah Bobby.

    Stasiun Jatake sendiri dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan fungsi transportasi dan aktivitas kawasan.

    Stasiun ini berlokasi di Kelurahan Jatake–Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, atau berada di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parung Panjang. 

    Berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi, Stasiun Jatake berada di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. 

    Stasiun ini memiliki peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter, serta diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

    Area luar dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tengah mempercepat persiapan operasional Stasiun Jatake agar dapat mulai melayani penumpang sebelum akhir tahun ini. 

    Nyatanya, pembukaan stasiun baru ini harus mundur ke awal Januari 2026. Padahal Dudy mengakui telah berjanji membuka stasiun baru di lintas Green Line atau rute Tanah Abang–Rangkasbitung sebelum pergantian tahun.

    “Saya janjinya tahun ini, kan masih ada beberapa hari ya, saya coba cek lagi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/12/2025). 

  • KAI Pastikan Kesiapan Stasiun Jatake, Target Beroperasi Januari 2026

    KAI Pastikan Kesiapan Stasiun Jatake, Target Beroperasi Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan kesiapan pengoperasian Stasiun Jatake yang berlokasi di Kelurahan Jatake–Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. 

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan stasiun baru di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026, seiring rampungnya tahapan finalisasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

    Menurutnya, pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi penguatan layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta. Perseroan mencatat jumlah pengguna Commuter Line lintas Rangkasbitung terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Pada 2022, jumlah pengguna tercatat sebanyak 43,31 juta orang, lalu meningkat menjadi 62,08 juta pengguna pada 2023. Tren kenaikan berlanjut pada 2024 dengan 69,99 juta pengguna, serta mencapai 70,49 juta pengguna sepanjang Januari–November 2025.

    “Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung mobilitas harian yang lebih tertata dan efisien,” ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).

    Adapun, Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan. Stasiun ini dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi.

    Berlokasi di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, Stasiun Jatake dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter. Stasiun tersebut diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan fasilitas Stasiun Jatake dirancang untuk menunjang kebutuhan pengguna Commuter Line secara menyeluruh. Di dalam area stasiun tersedia ruang aktivitas penumpang, zona komersial, serta perkantoran KAI.

    Sementara itu, area luar stasiun dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi. Anne menyebut Stasiun Jatake diproyeksikan menjadi simpul layanan baru sekaligus penggerak aktivitas ekonomi kawasan sekitar.

    Dari sisi layanan, Stasiun Jatake akan melayani Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Penambahan stasiun ini diharapkan memperkuat distribusi penumpang dan meningkatkan kelancaran perjalanan masyarakat.

    Hingga akhir November 2025, progres pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 98,56%, mencakup prasarana dan fasilitas pendukung. Saat ini, KAI bersama DJKA Kemenhub tengah melakukan berbagai uji prasarana dan kesiapan operasional guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan sebelum stasiun resmi melayani pengguna.

  • Perkuat Kereta Api Nasional, Seskab Teddy Usulkan Revitalisasi Stasiun Gambir

    Perkuat Kereta Api Nasional, Seskab Teddy Usulkan Revitalisasi Stasiun Gambir

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menegaskan besarnya perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik.

    Perhatian tersebut tercermin dari dorongan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperbarui dan mengembangkan Stasiun Gambir agar lebih representatif sebagai simpul mobilitas utama di pusat Jakarta.

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian serius pada sektor perkeretaapian guna memastikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.

    Hal ini menjadi semakin penting pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan pergerakan nasional dalam jumlah besar.

    “Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional. Karena itu saya mengusulkan agar Stasiun Gambir direnovasi, diperbaiki, dipercantik, dan dibuat semakin nyaman,” ujar Teddy saat menyampaikan arahannya kepada jajaran PT KAI, Rabu (24/12/2025).

    Teddy menilai, Stasiun Gambir selama puluhan tahun belum mengalami perubahan signifikan, padahal perannya sangat strategis sebagai stasiun utama kereta api jarak jauh di Jakarta. Momentum perhatian Presiden terhadap sektor perkeretaapian dinilai tepat untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju.

    Dia menekankan bahwa penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan perlu dilakukan agar Stasiun Gambir tidak hanya berfungsi sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang modern dan representatif.

    Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan bahwa KAI telah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap. Pengembangan ini diarahkan untuk menjadikan Gambir sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) sekaligus simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

    “Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan, penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, serta integrasi dengan kawasan Medan Merdeka,” kata Bobby.

    Selain itu, Stasiun Gambir juga akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, dan layanan bus secara terintegrasi. Penataan kawasan akan mencakup integrasi dengan ruang publik dan taman kota di sekitar Monumen Nasional.

    Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume penumpang yang tinggi.

    Hingga 23 Desember 2025 sore, tercatat sebanyak 156.002 penumpang keberangkatan dan 147.071 penumpang kedatangan kereta api jarak jauh dilayani di stasiun tersebut.

    Tingginya volume penumpang tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional dan memperkuat urgensi pengembangan lanjutan sesuai dengan arahan Presiden.

    “KAI akan melaksanakan arahan pemerintah secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” tandas Bobby.

  • Seskab Teddy Usul Stasiun Gambir Dipermak

    Seskab Teddy Usul Stasiun Gambir Dipermak

    Jakarta

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) melanjutkan pengembangan dan penataan Stasiun Gambir agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta.

    Teddy menyampaikan bahwa penguatan perkeretaapian nasional menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan puluhan juta pergerakan nasional.

    “Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

    Menurutnya, momentum kebijakan dan perhatian Prabowo terhadap perkeretaapian nasional saat ini menjadi kesempatan membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju. Tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang representatif.

    “Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” tambah Teddy.

    Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

    “Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby.

    Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless.

    Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional. Penataan tata ruang luar gedung kawasan dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota.

    Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi.

    Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat akan melayani 156.002 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.

    Data tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional sekaligus memperkuat urgensi pengembangan lanjutan kawasan stasiun sesuai dengan arahan pemerintah.

    “KAI akan melaksanakan arahan pemerintah tersebut secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” tutup Bobby.

    (acd/acd)

  • Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini

    Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini

    Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut jumlah penumpang kereta api mulai mengalami peningkatan seiring arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
    Kenaikan tersebut terlihat dari lonjakan penjualan tiket
    kereta api
    dalam beberapa hari terakhir.
    Hal itu disampaikan Sigit usai meninjau situasi arus mudik di
    Stasiun Pasar Senen
    , Jakarta, Selasa (23/12/2025).
    “Dan memang saat ini juga sudah meningkat dari hari biasanya. Tadi dilaporkan yang biasanya 70.000 sampai 80.000 (penumpang), per hari ini, tadi sudah ada yang di atas 200 ya, 200.000, 219.000 dan akan terus meningkat sampai dengan tanggal 28 Desember nanti,” kata Kapolri, Selasa.
    Menurut dia, Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu stasiun terpadat dan favorit masyarakat untuk mudik karena menawarkan berbagai kenyamanan.
    Selain ketepatan waktu, fasilitas penunjang di stasiun dinilai cukup lengkap.
    “Tadi kami sempat berbincang-bincang langsung kepada masyarakat, dan memang mereka rata-rata memilih kereta menjadi salah satu pilihan favorit,” jelasnya.
    “Karena memang ada beberapa kenyamanan yang mereka rasakan sehingga kemudian mereka bertahan. Antara lain tepat waktu, dan kemudian kita lihat tadi di tempat-tempat sambil menunggu, ada juga tempat-tempat untuk main anak, ada tempat laktasi, ada tempat kesehatan,” sambung dia.
    Kapolri menambahkan, peningkatan jumlah penumpang tersebut juga diantisipasi dengan kesiapan sarana dan prasarana, terutama menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
    Salah satu kesiapan itu dimulai dari perbaikan jalur kereta.
    Selain itu, lebih dari 2.000 personel tambahan telah direkrut untuk memperkuat pengamanan dan kesiapsiagaan, khususnya dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di sepanjang jalur kereta.
    “Titik-titik yang kemungkinan akan terjadi masalah karena dampak hujan yang tinggi, tadi sudah terdeteksi dan sudah dipersiapkan personelnya,” ungkap Sigit.
    Sigit menegaskan, kesiapan personel, peralatan, dan respons cepat menjadi kunci agar gangguan di jalur kereta api dapat segera diatasi selama periode libur
    Nataru
    .
    Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tingkat okupansi kursi
    penumpang kereta api
    telah mencapai 86 persen hingga 4 Januari 2026 dari total 3,5 juta tempat duduk yang disediakan.
    “Untuk kursi penumpang biasa yang sudah melakukan pembelian itu adalah 86 persen sampai dengan 4 Januari. Dari 3,5 juta tempat duduk yang kita sediakan,” ungkap Bobby.
    Ia menambahkan, puncak keberangkatan penumpang diperkirakan terjadi pada 25 Desember, 28 Desember, dan 1 Januari.
    Namun, masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket karena masih tersedia sisa kursi setiap harinya.
    “Rata-rata yang seperti saya sampaikan tadi adalah 86 persen
    occupancy rate
    ,
    load factor
    -nya. Plus dengan rata-rata per hari itu yang
    go show
    itu 5 sampai 6 persen. Berarti itu ada sisa sekitar 8 sampai 9 persen rata-rata setiap harinya,” terang dia.

    Bobby juga mengungkapkan masih adanya program angkutan motor gratis bagi penumpang KA.
    Saat ini, tingkat keterisian program tersebut baru mencapai 41 persen, sehingga masih ada 59 persen kapasitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual

    86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual

    86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 86 persen tiket kereta api untuk periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah ludes terjual hingga 4 Januari 2026.
    Angka tersebut berasal dari total 3,5 juta tempat duduk yang disediakan selama masa
    libur akhir tahun
    .
    “Untuk kursi penumpang biasa yang sudah melakukan pembelian itu adalah 86 persen sampai dengan 4 Januari. Dari 3,5 juta tempat duduk yang kita sediakan,” kata Direktur Utama
    PT KAI
    Bobby Rasyidin ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
    Bobby mengatakan, meski tingkat keterisian sudah cukup tinggi, masih terdapat sisa kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik melalui pembelian langsung maupun tiket go show.
    Adapun tambahan penumpang go show sekitar 5-6 persen per hari, masih tersedia sisa kapasitas sekitar 8-9 persen setiap harinya.
    Bobby juga menyebutkan, puncak kepadatan penumpang diperkirakan terjadi pada 25 Desember, 28 Desember, dan 1 Januari.
    Sementara itu, untuk program
    angkutan motor gratis
    , KAI mencatat tingkat keterisian baru mencapai 41 persen.
    Artinya, masih tersedia 59 persen kapasitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
    “Untuk program angkutan motor gratis ini itu statusnya sekarang itu masih 41 persen. Jadi
    available seat
    -nya itu masih ada 59 persen,” ujar Bobby.
    Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, program angkutan motor gratis merupakan salah satu program pemerintah dalam mendukung kelancaran angkutan Natal Tahun Baru.
    Program ini disiapkan untuk mengangkut 5.500 sepeda motor roda dua dengan kapasitas sekitar 12.700 penumpang.
    “Program ini adalah sebagai bagian dari bentuk kehadiran pemerintah dalam rangka penyelenggaraan angkutan Nataru di mana program ini untuk meringankan biaya bagi para saudara-saudara kita yang akan melaksanakan perjalanan selama Nataru,” kata Dudy.
    Selain membantu menekan biaya perjalanan, program tersebut juga bertujuan mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum serta mengurangi penggunaan sepeda motor di jalan raya selama periode libur akhir tahun.
    Ke depan, Kemenhub bersama PT KAI berencana meningkatkan kapasitas dan cakupan program angkutan motor gratis agar animo masyarakat semakin besar dan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rel Kereta Sepanjang 600 Km Dibangun 2026, Prioritas Wilayah Ini

    Rel Kereta Sepanjang 600 Km Dibangun 2026, Prioritas Wilayah Ini

    Jakarta

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengejar reaktivasi dan pembangunan rel kereta sepanjang hingga 600 kilometer (km) pada tahun 2026. Hal ini selaras dengan target pengoperasian jalur kereta sepanjang 12.100 km.

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, target tersebut sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.

    “Hari ini kurang lebih KAI beroperasi di atas 7.000 kilometer panjang rel kereta, dan targetnya sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita ingin mereaktivasi hingga 12.000 kilometer rel kereta di seluruh wilayah,” kata AHY di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

    Tidak hanya angkutan penumpang, AHY juga menekankan, kereta barang juga menjadi salah satu prioritas pengembangan. Sebab, biaya transportasi logistik sangat bergantung pada ketersediaan rel dan kereta barang.

    Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, reaktivasi maupun pembangunan rel kereta baru akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan target keseluruhannya rampung setidaknya di 2029.

    “Kita kejar (di tahun depan) sekitar 500-600 km. Kita harus mulai dong (segera). Diperintahkan sama Pak Prabowo kan sampai 12.000. Ya, berarti ya itu (sampai 2029),” ujar Bobby.

    Area Jawa Barat Jadi Prioritas

    Bobby menjelaskan, pihaknya memiliki titik-titik prioritas untuk reaktivasi jalur kereta. Hal ini khususnya pada jalur-jalur yang padat kendaraan bermotor.

    Beberapa di antaranya yang menjadi prioritas utama ialah jalur Cianjur-Bandung. Kemudian juga jalur Bandung ke arah selatan, melewati Soreang ke Ciwidey.

    “Itu prioritas pertama kita dulu. Itu yang akan kita reaktivasi dulu. Trasenya itu adalah trasenya, groundkaart-nya adalah groundkaart (lahan negara yang dikelola) KAI,” kata dia.

    Sebagai informasi, target pengoperasian jalur kereta sepanjang 12.100 km tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) Tahun 2030. Pembangunan rel kereta ini akan tersebar di lima pulau Indonesia.

    Dikutip dari unggahan akun resmi @danantara.indonesia, Selasa (18/11/2025) berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, lima pulau tersebut yakni, Jawa-Bali sepanjang 6.800 km, Sumatera 2.900 km, Kalimantan 1.400 km, Sulawesi 500 km, dan Papua 500 km.

    Lihat juga Video: Kedua Jalur Rel 2 Arah Bandung Sudah Bersih dari Longsoran

    (acd/acd)

  • Tiket KA Jarak Jauh Hampir Ludes, Terjual 82,8% Jelang Nataru 2025/2026

    Tiket KA Jarak Jauh Hampir Ludes, Terjual 82,8% Jelang Nataru 2025/2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 hampir habis menjelang Nataru 2025/2026. 

    KAI melaporkan, tiket KA jarak jauh telah terjual sebanyak 2.285.293 tiket, atau 82,8% dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk, per Selasa (23/12/2025) pukul 08.00 WIB. 

    “KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI agar memperoleh pilihan jadwal, rute, dan layanan yang sesuai selama periode Natal dan Tahun Baru,” tulis KAI dalam keterangan resmi, Selasa (23/12/2025). 

    Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 330.609 tiket, setara 44,4 persen dari total 745.056 tempat duduk.

    Dengan demikian secara total, penjualan tiket pada periode tersebut telah mencapai 2.615.902 tiket dari total sekitar 3.506.104 tempat duduk yang KAI sediakan, guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

    Pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30% yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut. 

    Hingga 23 Desember 2025 Pukul 08.00 WIB tiket kereta ekonomi komersial dengan tarif diskon telah terjual sebanyak 923.705 tiket atau 61,56%.

    Melihat data harian jumlah pengguna KA jarak jauh, sejak masa angkutan Nataru mulai pada 18 Desember 2025, tercatat terjadi kenaikan setiap harinya. 

    Puncaknya pada Senin (22/12/2025), yang mencatatkan 227.087 penumpang. Jauh lebih tinggi dari 18 Desember yang hanya 157.301 penumpang. 

    Adapun dalam menghadapi Nataru 2025/2026 yang juga dalam musim hujan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memastikan titik-titik lokasi rawan banjir telah diantisipasi. 

    Bobby menyampaikan, pihaknya telah melakukan mitigasi terhadap titik rawan, termasuk di wilayah DAOP 4 Semarang. Utamanya, di km 2 atau sekitaran Kaligawe, yang menjadi tempat langganan banjir karena hujan maupun rob.  

    Pada titik tersebut, KAI telah meninggikan rel hingga 30 cm agar air tak merendam rel dan kereta tetap dapat melaju. Mengingat, BMKG telah mengimbau adanya curah hujan tinggi selama masa liburan akhir tahun.  

    “Relnya yang biasa setiap tahun terendam banjir, itu kita sudah naikkan 30 cm. Tidak akan banjir lagi [rel] Kaligawe insyaallah,” ujarnya kepada wartawan di Stasiun Gambir, dikutip pada Jumat (19/12/2025).  

    Berikut data harian jumlah pelanggan KA JJ dan Lokal:

    * 18 Desember 2025: 157.301 pelanggan (data tetap)

    * 19 Desember 2025: 202.369 pelanggan (data tetap)

    * 20 Desember 2025: 209.925 pelanggan (data tetap)

    * 21 Desember 2025: 223.654 pelanggan (data tetap)

    * 22 Desember 2025: 227.087 pelanggan (data tetap)

    * 23 Desember 2025: 192.091 pelanggan (data dinamis)

    * 24 Desember 2025: 186.330 pelanggan (data dinamis)

    * 25 Desember 2025: 165.051 pelanggan (data dinamis)

    * 26 Desember 2025: 139.227 pelanggan (data dinamis)

    * 27 Desember 2025: 135.087  pelanggan (data dinamis)

    * 28 Desember 2025: 160.817 pelanggan (data dinamis)

    * 29 Desember 2025: 114.624 pelanggan (data dinamis)

    * 30 Desember 2025: 100.239 pelanggan (data dinamis)

    * 31 Desember 2025: 82.280 pelanggan (data dinamis)

    * 1 Januari 2026: 80.873 pelanggan (data dinamis)

    * 2 Januari 2026: 74.297 pelanggan (data dinamis)

    * 3 Januari 2026: 78.675 pelanggan (data dinamis)

    * 4 Januari 2026: 85.975 pelanggan (data dinamis).