Tag: Bobby Nasution

  • Sekjend PDIP Klaim Bakal Ditersangkakan, Imbas Disertasinya Bahas Jokowi?

    Sekjend PDIP Klaim Bakal Ditersangkakan, Imbas Disertasinya Bahas Jokowi?

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDIP Hasto Kristiyanto mengaku akan ditersangkakan. Akibat dari disertasinya yang membahas Presiden ke-7 Jokowi.

    “Saya mau ditetapkan tersangka atas peristiwa yang sangat absurd. Sangat tidak jelas,” kata Hasto dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Minggu (24/11/2024).

    Di disertasi Hasto, membahas bagaimana PDIP menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Judulnya “Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan Partai serta Relevansinya terhadap Ketahanan Partai: Studi pada PDI Perjuangan.”

    “Disertasi saya, di situ kan saya menyimpulkam, bahwa Presiden Jokowi yang seharusnya menjadi simbol kebaikan dan otoritas moral,” jelasnya.

    “Itu kan terbukti scara kualitatif dan kuantitatif menjadi core elemen, daru suatu kekuasaan yang berpusat pada gabungan antara feodalisme, dan populisme, dan machiavellian,” sambungnya.

    Saat ditanya Akbar Faizal untuk menegaskan siapa yang akan menersangkakannya, Hasto menyebut nama Jokowi. Meski tak secara gamblang.

    “Dalam pesan itu sangat jelas. Sebaiknya Anda tidak usah turun ke Sumatera Utara mempersoalkan Bobby Nasution. Jakarta dan Jawa Tengah. Semua sudah diset. Bahkan ditambah Jogja. Bahkan buka hanya Jogja. Jokowi kan juga punya orang-orangnya di Jawa Timur,” terangnya.
    (Arya/Fajar)

  • Sekjend PDIP Klaim Bakal Ditersangkakan, Imbas Disertasinya Bahas Jokowi?

    Hasto Ungkap Jokowi Ingin Jadikan Indonesia Negara Kerajaan, Tempatkan Keluarga dan Orang Dekatnya di Pemerintahan

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan Jokowi ingin menjadikan Indonesia negara kerajaan. Mengingkari sebagai negara republik.

    “Ini kan ada bentuk pengingkaran sebagai negara republik. Mau diganti seperti sistem kerajaan,” kata Hasto dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Minggu (24/11/2024).

    Hal tersebut, kata dia terlihat dari upaya Jokowi menempatkan orang terdekatnya di bangku jabatan. Agar kepentingannya bisa diwakili.

    “Menempatkan hukubalang, keluarganya, kemudian mereka yang dekat mewakili kepentingan politiknya,” ucapnya.

    Ia memberi gambaran, sejumlah calon kepala daerah diendorse Jokowi agar terpilih. Misalnya menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilgub Sumut.

    “Bobby Nasution dan Eddy Rahmayadi harusnya berkontestasi secara sehat. Tapi ada mobilisasi daei apa yang disebut Partai Coklat,” ujarnya.

    Kemudian di Jawa Tengah, ada Andika Perkasa dengan Komjen Purnawirawan Lutfi. Jokowi mengampanyekan Lutfi.

    “Du Boyolali ada adik dari saudara David yang sangat dekat dengan Pak Jokowi. Kemudian di Jakarta,” terang Hasto.

    Sejak Jokowi cawe-cawe memenangkan anaknya, Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden. Ia menyebut Jokowi tidak berhenti hingga Pilkada.

    “Jadi ancaman terhadap kedaukatan rakyat ini tidak berhenti,” pungkasnya.
    (Arya/Fajar)

  • Cerita Hasto Kristiyanto Diberitahu Connie Rahakundini soal Dirinya Bakal Ditetapkan Tersangka

    Cerita Hasto Kristiyanto Diberitahu Connie Rahakundini soal Dirinya Bakal Ditetapkan Tersangka

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto hadir dalam acara siniar yang ditayangkan di YouTube akun Akbar Faizal Uncensored, dikutip Minggu (24/11).

    Dalam momen itu, Hasto bercerita kalau dirinya mendengar informasi dari pengamat intelijen Connie Rahakundini bahwa alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu bakal ditetapkan sebagai tersangka terhadap perkara yang tidak jelas.

    Awalnya, Hasto menyebut ancaman terhadap kedaulatan rakyat makin mengkhawatirkan menyambut pilkada serentak 2024. “Jadi, ancaman terhadap kedaulatan rakyat ini tidak berhenti,” katanya, Minggu.

    Pria kelahiran Yogyakarta itu mengatakan mendengar informasi dari Connie akan ditetapkan sebagai tersangka. “Connie menginformasikan ke saya, ini ada bad news, saya mau ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa yang sangat-sangat absurd, tidak jelas,” kata Hasto dikutip dari jpnn.

    Dia bercerita ancaman tersangka dimaksudkan agar dirinya dan PDIP tak bergerak memenangkan jagoan mereka pas pilkada, seperti di Sumatera Utara (Sumut), Jawa Tengah (Jateng), hingga Jawa Timur (Jatim). Termasuk, kata Hasto, pesan dari ancaman tersangka ialah tidak mempersoalkan pencalonan Bobby Nasution di Sumut.

    “Ya, karena dalam pesan itu sangat jelas, sebaiknya saya tidak usah turun ke Sumut mempersoalkan Bobby Nasution. Sebaiknya Jakarta dan Jateng, semua sudah di-set,” katanya.

    Menurut Hasto, upaya mematikan gerak PDIP sangat nyata pas pilkada serentak 2024. Semisal, menghambat logistik dan melakukan intimidasi. Namun, Hasto mengaku bersama PDIP tidak akan takut menghadapi intimidasi dan bakal menjadikan ancaman sebagai kekuatan untuk menang.

  • Kampanye Akbar Bobby-Surya, Riang Gembira dan Gelorakan Semangat Bersama Bangun Sumut

    Kampanye Akbar Bobby-Surya, Riang Gembira dan Gelorakan Semangat Bersama Bangun Sumut

    Menurut Bobby Nasution, selama berkampanye di Sumut, sambutan masyarakat sangat antusias untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1.

    “Perjuangan kita sudah membuktikan bahwa sambutan masyarakat Sumut sangat antusias, dan siap coblos dan memenangkan pasangan nomor satu, Bobby-Surya,” sebutnya.

    Dengan begitu, Bobby berharap kedepannya Sumut menjadi riang gembira.

    “Semoga Sumut ini penuh dengan keberkahan. Dan harus menjadikan masyarakat menjadi prioritas utama dalam membangun Sumatera Utara yang lebih baik lagi,” harapnya.

  • Tim Edy Laporkan Bobby-Surya ke Bawaslu, Diduga Undang Kades Kampanye
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        22 November 2024

    Tim Edy Laporkan Bobby-Surya ke Bawaslu, Diduga Undang Kades Kampanye Medan 22 November 2024

    Tim Edy Laporkan Bobby-Surya ke Bawaslu, Diduga Undang Kades Kampanye
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Tim hukum pemenangan pasangan calon gubernur nomor urut 2,
    Edy Rahmayadi
    dan Hasan Basri, melaporkan pasangan calon gubernur nomor urut 1,
    Bobby Nasution
    dan Surya, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara, Jumat (22/11/2024).
    Laporan ini terkait dugaan bahwa
    Bobby-Surya
    mengundang kepala desa, aparatur sipil negara (ASN), serta kepala dinas di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) untuk ikut berkampanye bersama mereka.
    Kuasa Hukum
    Tim Edy-Hasan
    , Bambang Widjojanto menjelaskan,  peristiwa tersebut terjadi pada 23 Oktober 2024 di Labura.
    “Kejadiannya sudah 23 Oktober, udah lama. Dan harusnya ini menjadi temuan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu, tapi kemudian masyarakat baru melaporkannya kemarin ke tim,” ujarnya usai membuat laporan.
    “Ini kalau dijadikan laporan pelanggaran dimensinya pidana, udah rumit ini. Tapi ini seharusnya menjadi temuan, makanya kemudian kita melaporkan informasi ini, untuk dijadikan temuan dan ditelusuri,” imbuh dia.
    Dalam laporannya, pihaknya melampirkan bukti foto yang menunjukkan kehadiran ASN, kepala desa, dan kepala dinas di Labura saat kampanye Bobby-Surya.
    Dia berharap Bawaslu segera menelusuri persoalan ini.
    “Apa yang menarik di situ? Salah satu pasangan calon, disebut saja pasangan calon nomor 1 itu mengundang diduga keras mengundang kepala desa, karena ada foto-foto dari kepala desa itu dan kemudian sebagiannya kepala dinas dan ASN,” jelas Bambang.
    Mantan Wakil Ketua KPK ini juga menyatakan bahwa laporan ini bukan yang pertama kali disampaikan oleh Tim Edy-Hasan.
    Ia mencatat, intensitas pelanggaran semakin meningkat menjelang Pilkada Sumut yang dijadwalkan 27 November 2024.
    “Ada beberapa kali pelaporan dan kayaknya intensitasnya (pelanggaran) makin tinggi, menjelang pemilihan kepala daerah. Dan itu memang modus operandinya atau polanya kayak begitu,” katanya.
    Di sisi lain, Ranto Sibarani dari tim hukum Bobby-Surya menyatakan, mereka belum mengetahui detail materi laporan yang dituduhkan.
    Namun, ia menegaskan, selama kampanye, Bobby-Surya selalu taat pada aturan.
    “Pertama kan Bobby-Surya selalu menekankan bahwa kita Pilkada ini riang gembira dan taat asas dan taat hukum,” ujarnya saat dihubungi.
    Ranto menghormati laporan yang disampaikan oleh
    tim Edy-Hasan
    , tetapi menekankan bahwa setiap laporan harus dapat dibuktikan.
    “Kalau ada laporan seperti itu silakan ditindaklanjuti oleh penegak hukum, tetapi kita harus ingat ada asas praduga tak bersalah. Jadi selama laporan itu belum ada putusan hukum yang menyatakan terbukti, maka jangan laporan tersebut seakan dianggap kebenaran,” katanya.
    Ia juga menegaskan bahwa jika laporan tersebut tidak benar, pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum.
    “Karena siapapun bisa melaporkan, jadi jika laporan tersebut tidak terbukti, maka kami dari tim hukum akan mempertimbangkan untuk melaporkan balik dengan dugaan laporan palsu atau pencemaran nama baik,” tandasnya.
    Ketua
    Bawaslu Sumut
    , M Aswin Diapari, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari tim Edy-Hasan mengenai Bobby-Surya.
    Saat ini, laporan tersebut sedang dalam tahap kajian oleh tim penanganan pelanggaran Bawaslu Sumut.
    “Itu lagi dikaji oleh tim penanganan pelanggaran Bawaslu Sumut, lagi dikaji jadi belum ada keputusan, apakah dia masuk kualifikasi memenuhi syarat formal dan materil (untuk ditindaklanjuti). Jadi untuk menentukannya itu dibuat dalam rapat pleno,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pilkada Serentak 2024, Said Didu Ajak Pemilih Tak Pilih Calon yang Didukung Jokowi

    Pilkada Serentak 2024, Said Didu Ajak Pemilih Tak Pilih Calon yang Didukung Jokowi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pilkada serentak 2024 yang puncaknya berlangsung pada 27 November mendatang, semakin dekat. Pesan untuk memilih calon kepala daerah baik gubernur, bupati, dan wali kota bermunculan.

    Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu tidak ketinggalan memberikan masukan kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya pada pilkada tahun ini.

    Said Didu secara khusus mengajak warga Indonesia untuk tidak memilih calon kepala daerah yang didukung mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Dia membeberkan sejumlah asalan sehingga publik harus menghindari untuk memilih calon yang didukung Jokowi.

    “Jika ingin negara/daerah :
    1) bebas korupsi
    2) bebas penggusuran rakyat
    3) bebas narkoba
    4) bebas judi online
    5) bebas nepotisme dan dinasti
    6) bebas dari kekuasaan oligarki
    caranya: Jangan pilih calon yang didukung Joko Widodo,” tulis Said Didu dikutip dari media sosialnya, Jumat (22/11).

    Diketahui, pada pilkada serentak 2024 mendatang, Jokowi diketahui terang-terangan mendukung beberapa calon kepala daerah. Dukungan Jokowi terhadap cakada yang paling disorot di antaranya pasangan cagub/cawagub Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono.

    Selain di pilgub Jakarta, Jokowi juga terang-terangan memberikan dukungan terhadap calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.

    Kemudian di Pilgub Sumatera Utara (Sumut) ada menantunya, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Surya, serta beberapa calon kepala daerah lain yang mendapat dukungan langsung dari Jokowi. (fajar)

  • Cerita Hasto Kristiyanto Diberitahu Connie Rahakundini soal Dirinya Bakal Ditetapkan Tersangka

    Cerita Hasto Kristiyanto soal PDIP Sampai Korbankan Kader di Sumut demi Bobby Nasution, Ternyata…

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tampaknya cukup kecewa dengan kader partai yang telah dibesarkan, namun kemudian berkhianat karena ambisi berlebihan.

    Kader PDIP yang disinggung Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tidak lain adalah menantu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution.

    Hasto menyebut, PDIP sampai menyokolahkan Bobby Nasution agar terlihat pantas menjadi kepala daerah. Namun, ia menyebut Bobby justru kini mengkhianati pihak yang membesarkannya.

    Hal itu disampaikan Hasto dalam Forum Demokrasi bertajuk ‘Selamatkan Demokrasi di Sumatera Utara’ yang digelar di Kota Medan, dilansir jawapos, Minggu (17/11).

    “Ketika mau menjadi calon, Bobby Nasution ini saya sekolahkan ke Banyuwangi, yakni kepada Abdullah Azwar Anas,” kata Hasto.

    Hasto mengaku, pihaknya saat itu harus mengorbankan salah seorang kader partai di Sumut. Namun belakangan, Bobby Nasution dinilai punya ambisi berlebihan.

    “Namun, kami pikir karena beliau menantu presiden, ia merasa itu sudah merupakan karunia luar biasa. Tapi ternyata keinginannya banyak sekali. Maka saya sampaikan, kita tidak bisa bersama lagi,” tegas Hasto.

    Ia menyebut, Bobby tidak memiliki kesetiaan sama sekali dan lebih suka berpindah-pindah partai politik. Sebab, Bobby yang sebelumnya merupakan kader PDIP berlabuh ke Partai Golkar, lalu saat ini pindah ke Gerindra.

    Hasto mengungkapkan, berbagai kerusakan demokrasi terjadi di Pilkada Sumut. Namun, ia justru mengapresiasi sikap Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi yang memiliki kesabaran tinggi. Ia menilai, Edy menunjukkan sikap yang kesatria karena membuktikan sikap infanteri.

  • Loyalis Ganjar Balas Kaesang, Sebut PSI Sekedar Pengisi Septic Tank Politik

    Loyalis Ganjar Balas Kaesang, Sebut PSI Sekedar Pengisi Septic Tank Politik

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial Jhon Sitorus menanggapi pernyataan Kaesang Pangarep yang menyebut Jateng is red PSI bukan partai sebelah.

    Jhon mengingatkan bahwa kesuksesan politik keluarga Kaesang tidak lepas dari dukungan PDI Perjuangan (PDIP).

    “Woi Kaesang, bapakmu itu jadi Walikota, Gubernur dan Presiden dua kali itu karena diusung Merah PDI Perjuangan bukan PSI,” ujar Jhon dalam keterangannya di aplikasi X @JhonSitorus_18 (15/11/2024).

    Jhon menambahkan bahwa Gibran Rakabuming, kakak Kaesang, juga berhasil menjadi Wali Kota Solo berkat dukungan PDI Perjuangan.

    “Kakakmu, bisa jadi walikota Solo gara-gara diusung oleh merah PDI Perjuangan, bukan PSI,” ucapnya.

    Blak-blakan, Jhon juga menuturkan bahwa Jokowi kala itu sampai mengemis kepada PDIP agar Gibran diusung.

    “Bapakmu bahkan mengemis ke PDI Perjuangan agar PDI mau mengusung Gibran,” tukasnya.

    Begitu pula dengan Bobby Nasution, kata Jhon, bisa menjabat sebagai Wali Kota Medan karena berkat dukungan PDIP.

    “Iparmu si Bobby, bisa jadi walikota Medan gara-gara diusung oleh merah PDI Perjuangan, bukan PSI,” Jhon menuturkan.

    Jhon juga menyinggung PSI yang disebutnya menumpang popularitas PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi pada Pemilu 2019.

    “PSI juga nebeng ke PDIP di Pemilu 2019 sekalian nebeng ke Jokowi saat masih waras,” sebutnya.

    Ia menegaskan bahwa PSI tidak memiliki pengaruh besar tanpa dukungan tersebut.

    “Jika PDI Perjuangan saja anda rendahkan, berarti PSI hanya sekadar pengisi Septic tank politik negeri ini, mamam tuh sekolam,” tandasnya.

  • 234 SC gelar Rakerwil, deklarasikan BONAR dukung Bobby Nasution 

    234 SC gelar Rakerwil, deklarasikan BONAR dukung Bobby Nasution 

    Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

    234 SC gelar Rakerwil, deklarasikan BONAR dukung Bobby Nasution 
    Dalam Negeri   
    Sigit Kurniawan   
    Jumat, 15 November 2024 – 17:23 WIB

    Elshinta.com – Organisasi Kemasyarakatan 234 Solidarity Community (SC) Sumatra Utara melaksanakan rapat kerja wilayah (Rakerwil) dengan agenda utama mendeklarasikan aksi sosial bertajuk BONAR (Bobby Nasution Ranger) sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pemenangan Bobby Nasution dalam Pilkada di provinsi itu.

    Gerakan BONAR, yang diinisiasi oleh 234 SC mengusung tiga pilar utama meliputi BONAR Sehat, BONAR Bantu, dan BONAR Bersih yang tersebar di berbagai Lokasi di Sumatra Utara.  
    Calon Gubernur Sumut Bobby Nasution mengapresiasi inisiatif BONAR yang peduli dengan kondisi lingkungan yang membutuhkan aksi cepat.

    “Setelah terpilih nanti, karena anak-anak muda sebagai generasi penerus, ini bukan omongan, tapi harus dilibatkan secara langsung. Dan saya minta 234 SC, BONAR harus ikut berpartisipasi di Sumut, dan terlibat dalam pengembangan daerah, termasuk membangun kegiatan usaha,” kata Bobby dalam acara Rakerwil 234 SC Sumut dan deklarasi aksi soail BONAR di Gedung Adora. 

    Octo melanjutkan, melalui gerakan ini, 234 SC melalui kegiatan sosial BONAR berupaya merespons langsung berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat sekaligus mendukung visi pembangunan yang diusung oleh Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan.

    Ketua DPW 234 SC Sumut, Octo Gabriel Manimbo Simangunsong, dalam keterangannya kepada media menyatakan bahwa deklarasi aksi sosial BONAR ini bukan sekadar program temporer, melainkan bentuk nyata komitmen 234 SC untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.

    “Dalam Rakerwil ini, kami mendeklarasikan Aksi Sosial BONAR, Bobby Nasution Ranger, sebagai langkah konkret untuk menjawab keresahan warga Sumatra Utara. Ini adalah bentuk dukungan penuh kami untuk kemenangan Pak Bobby,” ujar Octo.

    Sebelum kegiatan Rakerwil dan Deklarasi resmi, dia mengatakan, 234 SC telah melaksanakan aksi sosial BONAR Bersih, membersihkan lima titik sungai di Kota Medan, BONAR Bantu dengan aksi penambalan jalan  di Simalungun, dan BONAR Sehat mencakup kegiatan deteksi dini penyakit organ perut untuk perempuan di Binjai dan Kota Medan.

    10 Butir Deklarasi
    Terkait dengan deklarasi, Octo dalam sambutannya mengatakan memberikan 10 rekomendasi dari 234 SC meliputi, antara lain memberikan sekolah gratis untuk kepastian Pendidikan bagi Masyarakat kelas bawah di Sumut, penerbitan perda Pendidikan yang bersifat inklusif, mempertahankan dan memperluas program berobat gratis di seluruh provinsi.

    Rekomendasi itu juga mengusulkan program keberlanjutan progam olahraga mulai dari pembinaan hingga fasilitas dan apresiasi atlet, memaksimalkan infrtastruktur layanan public yang berkualias, pemaksimalkan potensi pertanian untuk ketahanan pangan provinsi, hingga menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi di provinsi tersebut.

    “10 Butir Rekomendasi itu kami harapkan dapat direalisasikan Ketika beliau menjabat nanti. Besar harapan kami bila rekomendasi ini segera di tindaklanjuti,” jelas Octo.

    Adapun kegiatan Rakerwil dan Deklarasi BONAR tersebut diketahui dihadiri sedikitnya sekitar 2.000 anggota organisasi kemasyarakatan yang datang dari berbagai kabupaten/ kota di Sumatra utara. Kehadiran ribuan anggota tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dan dukungan yang besar terhadap aksi sosial yang sejalan dengan programkemasyarakatan yang dijalankan Bobby Nasution saat menjabat sebagai Walikota Medan.

    Dia mengharapkan, dukungan dari 234 SC melalui aksi sosial BONAR diharapkan tidak hanya berdampak dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan. Mereka ingin menjadi motor penggerak perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya yang membutuhkan bantuan di bidang kesehatan, infrastruktur, dan kebersihan lingkungan.

    Dengan adanya BONAR, 234 SC berupaya memperkuat nilai gotong royong dalam masyarakat Sumatra Utara. Octo mengatakan bahwa 234 SC ingin menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, dan ia berharap inisiatif ini dapat menginspirasi organisasi lain untuk turut serta.

    Selain mendukung pemenangan Bobby Nasution, 234 SC berharap gerakan ini juga dapat membangun citra positif di masyarakat sebagai organisasi yang peduli dan berkomitmen dalam mengatasi masalah sosial. “Kami ingin hadir sebagai solusi, bukan hanya sebagai organisasi yang bersifat formalitas,” tutup Octo.

    Sumber : Elshinta.Com

  • Unggul di Survey, Bobby Minta Saksi Kawal Suaranya di TPS    
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        15 November 2024

    Unggul di Survey, Bobby Minta Saksi Kawal Suaranya di TPS Regional 15 November 2024

    Unggul di Survey, Bobby Minta Saksi Kawal Suaranya di TPS
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1,
    Bobby Nasution
    , mengadakan konsolidasi dengan para saksi dalam
    Pilkada Sumut
    di Fave Hotel Medan, Kota Medan, Kamis (14/11/2024).
    Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengungkapkan, berdasarkan hasil survei, elektabilitasnya unggul dibanding lawan-lawannya, Edy Rahmayadi dan Hasan Basri.
    Bobby meminta para saksi untuk mengawal keunggulan tersebut hingga pemilihan yang dijadwalkan pada 27 November 2024.

    Alhamdulillah
    , di beberapa lembaga survei, Bobby-Surya unggul dibandingkan paslon lain. Oleh karena itu, kami izin, dalam kesempatan ini saya ingin titip angka-angka ilmiah ini (hasil survei) kepada kakak, abang, dan bapak ibu semua, untuk kita sama- sama jaga dan kawal,” ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Jumat (15/11/2024).
    Lebih lanjut, Bobby berharap agar hasil survei dapat tercermin dalam hasil pemungutan suara. Ia meminta para saksi untuk mengawalnya dengan sungguh-sungguh.
    “Pastikan suara-suara Bobby-Surya bisa masuk dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
    Diketahui, Bobby merupakan menantu mantan Presiden Joko Widodo, memang unggul dari Edy-Hasan dalam beberapa hasil survei.
    Salah satunya adalah Survei Litbang Kompas yang dirilis pada Rabu (6/11/2024), di mana Bobby-Surya menempati posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 44,9 persen, sementara Edy-Hasan hanya memperoleh 28 persen.
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.