Tag: Bima Sakti

  • Tahun Ini Genap Seabad Hubble Buktikan Alam Semesta Tak Cuma Bima Sakti

    Tahun Ini Genap Seabad Hubble Buktikan Alam Semesta Tak Cuma Bima Sakti

    Jakarta

    Pada Tahun Baru 1925, para peserta konferensi astronomi mendengar salah satu presentasi ilmiah paling berpengaruh sepanjang masa. Presentasi itu membuktikan bahwa Nebula Andromeda sangat jauh dari Bumi, yang menunjukkan bahwa Bima Sakti bukanlah seluruh alam semesta, tetapi ‘hanya’ salah satu ‘pulau bintang’ di antara banyak pulau lainnya.

    Butuh waktu lebih lama untuk memahami seberapa banyak jumlahnya, tetapi implikasi yang luas, termasuk untuk asal usul kita dalam Big Bang, perlahan-lahan mulai dikenal.

    Dalam beberapa hal, kisah sains adalah serangkaian penemuan tentang seberapa besar alam semesta, baik dalam ruang maupun waktu yang diperkirakan nenek moyang kita, dan seberapa kecil dan tidak terpusatnya kita jika dibandingkan.

    Seabad yang lalu, Edwin Hubble menyampaikan salah satu yang terpenting dari semua itu. Seperti contoh-contoh sebelumnya, seperti teori evolusi Darwin dan Wallace, karya tersebut awalnya hanya dipahami oleh sebagian kecil orang, tetapi secara bertahap menyebar ke dunia yang lebih luas.

    Karya Hubble telah dipublikasikan di The New York Times beberapa bulan sebelumnya. Tetapi di luar format ilmiah, karyanya dapat dengan mudah diabaikan bahkan ditolak.

    Konferensi American Astronomical Society-lah yang menandai debutnya yang krusial bagi komunitas ini, dan bagaimana pemikirannya akan mengubah semua yang kita kira kita ketahui tentang tempat kita di alam semesta.

    Dikutip dari IFL Science, orang-orang kuno mengira Matahari cukup dekat sehingga mereka membayangkan Icarus melelehkan sayapnya dengan terbang terlalu dekat, sebelum Eratosthenes mengukur ukuran Bumi, dan menunjukkan bahwa Bumi pasti sangat jauh.

    Kemajuan selanjutnya pertama-tama mengungkapkan ukuran Tata Surya, kemudian jarak ke bintang-bintang terdekat dan skala perkiraan untuk Bima Sakti.

    Jauh sebelum ada Hubble, beberapa orang telah mengusulkan bahwa mungkin ada alam semesta di luar galaksi kita, tetapi buktinya lemah.

    Alat penting disediakan oleh Henrietta Leavitt, yang menunjukkan bahwa bintang-bintang tertentu, yang dikenal sebagai variabel Cepheid memiliki hubungan antara jumlah cahaya yang mereka pancarkan dan periode ketika mereka menjadi terang dan memudar. Dengan membandingkan kecerahan nyata variabel Cepheid dan luminositasnya yang dihitung jarak, sebenarnya hal ini dapat diukur.

    Karya Leavitt digunakan untuk membuat peta kasar Bima Sakti dengan mencari jarak ke gugusan bintang yang untungnya mencakup variabel Cepheid. Karyanya mengandalkan data dari Awan Magellan Kecil dan memungkinkan pengukuran perkiraan untuk galaksi ini dan galaksi katai lainnya.

    Namun, jarak ke Awan Magellan tidak jauh lebih besar dari diameter Bima Sakti. Akibatnya, dapat dibayangkan bahwa ini hanyalah perwakilan terjauh dari gugusan yang terungkap dari karya Leavitt.

    Pemikiran dan Teleskop yang Mengubah Sains

    Teleskop pada saat itu tidak memiliki kapasitas untuk menemukan variabel Cepheid yang lebih jauh dan mengukur siklusnya. Lalu, hadir Teleskop Hooker berukuran 2,5 meter dan Teleskop Hubble yang terampil yang mengubah banyak hal.

    Empat tahun setelah kematian Leavitt, Hubble mengungkapkan dampak utama dari karyanya, dengan melaporkan bahwa Nebula Andromeda sekitar 10 kali lebih jauh daripada Awan Magellan.

    Kesimpulan Hubble menghadapi perlawanan keras di antara para astronom selama beberapa tahun, tetapi akhirnya buktinya menjadi sangat kuat.

    Sementara itu, Hubble terus mempelajari galaksi yang lebih jauh lagi, dan membuat penemuan yang membuatnya paling terkenal: bahwa semakin jauh dari kita sebuah galaksi, semakin cepat ia bergerak menjauh. Ini berarti seluruh alam semesta mengembang, memungkinkan perhitungan yang mengungkap waktu karena semuanya sangat kecil.

    Kedua kesimpulan hebat ini bersama-sama menetapkan skala alam semesta yang sebenarnya, dan usianya sekitar 14 miliar tahun. Bintang-bintang terdekat ratusan ribu kali lebih jauh daripada Matahari, tetapi ada galaksi yang miliaran kali lebih jauh lagi. Periode ketika manusia telah mencatat peristiwa mewakili kurang dari sepersejuta waktu alam semesta telah ada.

    Beberapa orang menyangkalnya mentah-mentah, bersikeras bahwa semua perhitungan itu salah. Tetapi semua orang perlu mengakui bahwa manusia bukanlah pusat alam semesta.
    Baik religius maupun ateis, gagasan bahwa semua ini diciptakan hanya untuk kita menjadi sulit dipertahankan. Tetapi sebagai gantinya, kita mendapatkan rasa kagum baru pada luasnya tempat kita hidup, dan kesempatan untuk menemukan lebih banyak misterinya.

    (rns/rns)

  • Saksikan Bentangan Galaksi Bima Sakti pada 2025, Cek Detailnya

    Saksikan Bentangan Galaksi Bima Sakti pada 2025, Cek Detailnya

    Liputan6.com, Yogyakarta – Para pengamat langit dan pencinta astronomi dapat mempersiapkan diri untuk menyaksikan pemandangan menakjubkan bentangan Galaksi Bima Sakti di tahun 2025. Meski galaksi ini selalu ada di sekitar kita, waktu dan lokasi pengamatan yang tepat sangat menentukan keberhasilan pengamatan.

    Mengutip dari berbagai sumber, galaksi Bimasakti terlihat sebagai bentangan cahaya di langit malam karena posisi unik Bumi yang berada di dalamnya. Pemandangan paling menawan dapat disaksikan saat mengamati ke arah rasi bintang Skorpius dan Sagitarius, di mana pusat galaksi berada.

    Akan tetapi, tidak semua lokasi cocok untuk mengamati fenomena ini. Koordinator Pengamatan Bintang Indonesia menjelaskan bahwa pengamatan Bimasakti membutuhkan kondisi langit yang benar-benar gelap dan bebas dari polusi cahaya.

    Telah dijelaskan oleh para ahli astronomi bahwa pengamatan Bimasakti mustahil dilakukan di kawasan perkotaan atau daerah dengan tingkat polusi cahaya tinggi Skala Bortle, yang dikembangkan oleh John Bortle, adalah sistem pengukuran sembilan tingkat yang mengkategorikan tingkat polusi cahaya langit malam.

    Skala 1 menunjukkan langit paling gelap dan ideal untuk pengamatan, sementara skala 9 menandakan langit perkotaan yang sangat tercemar cahaya. Untuk pengamatan optimal di tahun 2025, berikut jadwal terbaik berdasarkan bulan:

    1. Mei 2025

    Mulai Mei, kita dapat menikmati keindahan Bimasakti dari pukul 8 malam hingga 5 pagi waktu setempat. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, carilah lokasi yang jauh dari polusi Cahaya. Cukup dengan mata telanjang, kita bisa menyaksikan jutaan bintang yang membentuk galaksi.

    2. Juni 2025

    Bulan Juni menjadi waktu kedua untuk menyaksikan keindahan Bimasakti membentang luas di langit malam. Dengan rentang waktu pengamatan mulai pukul 7 malam hingga 5 pagi waktu setempat, para pengamat bintang akan dimanjakan oleh pemandangan galaksi kita.

    3. Juli 2025

    Bulan Juli adalah bulan yang sempurna untuk menikmati keindahan Bimasakti secara maksimal. Dengan posisi Bumi yang menguntungkan, kita dapat menyaksikan galaksi kita membentang megah di langit sepanjang malam, mulai dari saat Matahari terbenam hingga fajar menyingsing.

    4. Agustus 2025

    Bulan Agustus menandai akhir dari musim pengamatan Bimasakti yang spektakuler. Seiring berjalannya malam, galaksi kita perlahan-lahan akan tenggelam di ufuk barat. Beberapa lokasi yang direkomendasikan untuk pengamatan di Indonesia termasuk kawasan pegunungan terpencil, pulau-pulau kecil yang jauh dari kota besar, dan taman nasional yang gelap.

     

    Penulis: Ade Yofi Faidzun

  • Detik-detik Perangkat Desa Digerebek Warga di Wonogiri, Ketahuan Hubungan Intim dengan Tetangga – Halaman all

    Detik-detik Perangkat Desa Digerebek Warga di Wonogiri, Ketahuan Hubungan Intim dengan Tetangga – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Wonogiri – Seorang perangkat desa di Desa Kedungombo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, berinisial IS, digerebek oleh warga saat kedapatan berduaan dengan seorang wanita yang bukan istrinya di sebuah rumah kosong.

    Penggerebekan tersebut terjadi pada Kamis malam, 19 Desember 2024, setelah karang taruna setempat melakukan pengintaian.

    Salah satu warga, Kasmo, menjelaskan bahwa perangkat desa tersebut dan tetangga wanita yang bersamanya terjaring dalam tindakan asusila.

    “Keduanya masih berhubungan badan saat diintai oleh karang taruna,” ungkap Kasmo.

    Ia menambahkan, rumah yang digunakan untuk perbuatan tersebut adalah milik kerabat IS dan sudah lama tidak digunakan.

    Ketika karang taruna mengetuk pintu, keduanya tidak segera keluar.

    Setelah itu, mereka dibawa ke RT setempat dan mengakui perbuatan asusila yang dilakukan.

    Tuntutan Warga

    Menyusul kejadian tersebut, warga Desa Kedungombo menginginkan tindakan tegas terhadap IS.

    Mereka meminta Kepala Desa (Kades) untuk mencopot IS dari jabatannya.

    “Jika Kades tidak bisa mencopotnya, kami mendesak agar Kades juga mundur,” tegas Kasmo.

    Pada Senin pagi, 23 Desember 2024, sekitar 200 warga menggeruduk kantor desa untuk menuntut pemecatan IS.

    Pertemuan antara warga, Forkopimcam Baturetno, dan Kades Kedungombo berlangsung dengan suasana panas.

    Warga mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap penanganan kasus ini dan menuntut agar tindakan tegas segera diambil.

    Camat Baturetno, Eko Nur Haryono, mengonfirmasi bahwa IS telah dilaporkan oleh warga.

    “Kami akan segera memproses dan melaporkan ke pimpinan Bupati,” kata Eko.

    (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Calon Bupati Tegal Bima Sakti Nyoblos di TPS 11 Kudaile

    Calon Bupati Tegal Bima Sakti Nyoblos di TPS 11 Kudaile

    TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Calon Bupati (Cabup) Tegal nomor urut 1 Bima Eka Sakti, menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11, Kelurahan Kudaile, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (27/11/2024). 

    Sebelum nyoblos di TPS, Bima Sakti terlebih dahulu sungkem dan memohon doa restu kepada kedua orangtua, pasangan Abasari dan Nanny.

    Setelah sungkem, Bima ditemani sang istri Bito, bergandengan tangan menju TPS diiringi keluarga, tetangga, dan relawan menuju TPS 11 Kudaile yang berjarak sekitar 300 meter dari kediaman. 

    Tampak Bima dan Bito kompak mengenakan setelah baju putih lengan panjang dan celana hitam. 

    Bima Sakti dan istri serta rombongan tiba di TPS 11 sekitar pukul 11.11 WIB, dan langsung masuk antrean pencoblosan. 

    Selesai menyalurkan hak pilihnya, Bima Sakti mengucapkan terima kasih kepada keluarga, kader, simpatisan, relawan, dan mayarakat Kabupaten Tegal yang telah berkontribusi dalam perjalanannya mengikuti kontestasi Pilkada 2024, hingga pencoblosan.

    Bima juga meminta seluruh lapisan masyarakat agar bisa menjaga kedamaian dan kerukunan apapun hasil pada Pilkada Kabupaten Tegal 2024 nanti.

    “Semoga Kabupaten Tegal mendapatkan pemimpin terpilih yang demokratis dan bisa adil untuk semua masyarakat. Salam Pilkada damai,” ujar Bima. 

    Sepulang dari TPS, Bima Sakti selanjutnya melaksanakan salat dzuhur berjemaah bersama keluarga di kediamannya, di Kelurahan Kudaile Slawi. (dta)

     

  • Astronom Kaget Tiba-Tiba Muncul Planet Alien Baru, di Sini Lokasinya

    Astronom Kaget Tiba-Tiba Muncul Planet Alien Baru, di Sini Lokasinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Para astronom telah menemukan sebuah planet baru lahir yang mengorbit sebuah bintang muda. Diketahui, planet bayi itu terbentuk dalam waktu hanya 3 juta tahun, jauh lebih cepat dari perkiraan dalam skala kosmik, sekaligus membuka wawasan baru tentang proses pembentukan planet.

    Melansir Reuters, planet bayi ini diperkirakan memiliki massa sekitar 10 hingga 20 kali massa Bumi, merupakan salah satu planet termuda di luar tata surya kita, yang disebut eksoplanet, dan belum pernah ditemukan sebelumnya.

    Planet ini berada di samping sisa-sisa cakram gas dan debu padat yang mengitari bintang induknya, yang disebut cakram protoplanet, yang menyediakan bahan-bahan untuk pembentukan planet tersebut.

    Planet ini mengorbit bintang muda yang diperkirakan akan menjadi katai oranye, jenis bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dibandingkan Matahari. Dengan massa sekitar 70% dari Matahari dan kecerahan setengahnya, bintang ini berada di galaksi Bima Sakti, sekitar 520 tahun cahaya dari Bumi.

    Sebagai gambaran, satu tahun cahaya setara dengan 5,9 triliun mil atau 9,5 triliun kilometer.

    “Penemuan ini menegaskan bahwa planet-planet bisa berada dalam bentuk yang kohesif dalam waktu 3 juta tahun, yang sebelumnya tidak jelas karena Bumi membutuhkan waktu 10 hingga 20 juta tahun untuk terbentuk,” kata Madyson Barber, salah seorang mahasiswa pascasarjana di departemen fisika dan astronomi di University of North Carolina, Chapel Hill dan sekaligus penulis utama studi yang diterbitkan jurnal Nature minggu ini, dikutip dari Reuters, Sabtu (23/11/2024).

    “Kami tidak benar-benar tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan planet untuk terbentuk. Kami tahu bahwa planet raksasa harus terbentuk lebih cepat daripada hilang cakramnya, karena mereka membutuhkan banyak gas dari cakramnya. Namun, cakram membutuhkan waktu 5 hingga 10 juta tahun untuk menghilang. Jadi, apakah planet terbentuk dalam 1 juta tahun? 5? 10?” tambah astrofisikawan UNC dan rekan penulis studi, Andrew Mann.

    Planet yang dinamai IRAS 04125+2902 b dan TIDYE-1b ini mengorbit bintangnya dalam waktu 8,8 hari, dengan jarak sekitar seperlima jarak yang memisahkan planet terdalam tata surya kita, Merkurius dari Matahari. Massanya berada di antara massa Bumi, planet berbatu terbesar di tata surya kita, dan Neptunus, planet gas terkecil. Massanya kurang padat daripada Bumi dan memiliki diameter sekitar 11 kali lebih besar. Komposisi kimianya tidak diketahui.

    Para peneliti menduga planet itu terbentuk lebih jauh dari bintangnya dan kemudian bermigrasi ke dalam.

    “Membentuk planet besar yang dekat dengan bintang itu sulit karena cakram protoplanet menghilang paling cepat dari yang terdekat dengan bintang, artinya tidak ada cukup material untuk membentuk planet besar sedekat itu dengan cepat,” kata Barber.

    Para peneliti mendeteksinya menggunakan apa yang disebut metode “transit”, mengamati penurunan kecerahan bintang induk saat planet itu lewat di depannya, dari perspektif pengamat di Bumi. Hal itu ditemukan oleh teleskop antariksa Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA.

    “Ini adalah planet transit termuda yang diketahui. Planet ini setara dengan planet-planet termuda yang diketahui,” kata Barber.

    Eksoplanet yang tidak terdeteksi menggunakan metode ini terkadang langsung difoto menggunakan teleskop. Namun, eksoplanet ini biasanya berukuran sangat besar, sekitar 10 kali lebih besar dari planet terbesar di tata surya kita, Jupiter.

    Bintang dan planet terbentuk dari awan gas dan debu antarbintang. “Untuk membentuk sistem bintang-planet, awan gas dan debu akan runtuh dan berputar menjadi lingkungan yang datar, dengan bintang di pusatnya dan cakram yang mengelilinginya. Planet-planet akan terbentuk di cakram tersebut. Cakram tersebut kemudian akan menghilang mulai dari wilayah bagian dalam dekat bintang,” lanjutnya.

    Barber menjelaskan, sebelumnya para peneliti mengira planet transit semuda ini sulit ditemukan karena cakram di sekitarnya akan menghalangi pengamatan. Namun, ia menambahkan, cakram luar tersebut ternyata melengkung dengan cara yang belum diketahui, sehingga menciptakan celah yang memungkinkan deteksi transit.

    (luc/luc)

  • Misteri Emas Soekarno 57 Ton di Bank Swiss, Guntur Akhirnya Buka Suara

    Misteri Emas Soekarno 57 Ton di Bank Swiss, Guntur Akhirnya Buka Suara

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden RI pertama Soekarno dikabarkan memiliki harta berton-ton emas yang disimpan di bank Swiss. Berdasarkan rumor yang beredar, jumlahnya mencapai 57 ton. Namun, hal itu dibantah oleh Putra sulungnya, yaitu Guntur Soekarnoputra.

    Menurutnya, kabar yang beredar tersebut tidak benar. Bantahan itu disampaikan Guntur saat menjawab pertanyaan moderator dalam acara peluncuran bukunya berjudul ‘Sangsaka Melilit Perut Megawati’ di Jakarta, Minggu (3/11/2024).

    “Bohong,” kata Guntur menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab pada acara peluncuran buku itu.

    Ia kembali membantah ketika ditanya Bung Karno memiliki batu intan terbesar di dunia yang dinamakan Intan Kartika. “Bohong juga. Itu salah kaprah semua,” kata pria yang karib dengan sapaan Mas Tok tersebut.

    Guntur meminta ayahnya tidak dianggap sebagai presiden yang kaya raya. Ia mengatakan tidak mungkin Sukarno bisa menyimpan harta berton-ton emas di Swiss.

    “Sekarang katanya banknya emasnya berton-ton. Pikir saja, kalau emas berton-ton disimpan di bank di Swiss, yang saya sendiri pernah ke sana, itu ruang penyimpanan uang di Swiss itu enggak akan muat mau diisi emas segitu banyak. Jadi saya pikir ini bohong semua ini,” kata Guntur.

    Dalam kesempatan itu, Guntur sekaligus meluruskan salah kaprah mengenai Istana Batu Tulis di Bogor. Ia menegaskan lokasi tersebut adalah rumah, bukan istana.

    Ia bercerita Sukarno tidak memiliki rumah hingga meninggal dunia. Melihat kondisi tersebut, Sultan Hamengkubowono IX berinisiatif untuk membantu.

    “Nah atas inisiatif banyak Bapak Hamengkubuwono IX, itu mempunyai ide mengumpulkan kalau sekarang konglomerat Indonesia untuk urunan membuatkan Bung Karno sebuah rumah, dan rumah itu sekarang sudah jadi di mana disebutkan rumah itu terkenal sebagai rumah Batu Tulis,” kata Guntur.

    Ia mengatakan rumah itu diberi nama oleh Hing Puri Bima Sakti. Atas dasar itu, ia kembali menegaskan soal salah kaprah yang menyebut lokasi tersebut Istana Batu Tulis.

    “Tapi celakanya, orang-orang awam kita ini, apalagi yang pengamat sosial politik itu menganggap rumah Batutulis itu Istana. Istana yang termasuk jajaran Kementerian Sekretariat Negara,” kata Guntur.

    “Padahal tidak sama sekali. Bukan (Istana). Rumah Batu Tulis,” imbuh dia.

    Buku terbaru yang diluncurkan Guntur diberinya judul ‘Sangsaka Melilit Perut Megawati: Humaniora, Sejarah, dan Nasionalisme Internasionalisme’.

    Buku itu diluncurkan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) yang ke-80 Guntur. Dia menjelaskan buku itu bercerita tentang kejadian pada 1967, ketika Sukarno sudah tidak menjabat sebagai Presiden RI.

    Selain buku yang baru diluncurkan, Guntur sebelumnya juga sempat menulis sejumlah buku pula. Beberapa di antaranya adalah ‘Intelijen dan Diplomasi Dahulu dan Kini’ (2022), dan Bung Karno Bapakku Kawanku Guruku (1978).

    (pgr/pgr)

  • Ini Speculoos-3b, Planet Baru yang Ditemukan Seukuran Bumi

    Ini Speculoos-3b, Planet Baru yang Ditemukan Seukuran Bumi

    Jakarta

    Para astronom menemukan sebuah planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang katai merah bernama Speculoos-3B. Eksoplanet yang baru ditemukan ini sangat berbeda dengan Bumi, meski memiliki ukuran yang sama.

    Menurut siaran pers NASA, planet terestrial ini dipanaskan radiasi tingkat tinggi yang mungkin membuatnya tidak punya atmosfer. Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai penemuan Speculoos-3b

    Penemuan Speculoos-3b

    Penemuan planet di luar tata surya (eksoplanet) ini berasal dari proyek Speculoos (Search for Planets Eclipsing ULtra-cOOl Stars). Proyek ini adalah jaringan teleskop internasional yang mencari bintang redup di galaksi dan planet berbatu yang mengorbitnya.

    Mengutip laman Astronomy, tujuan proyek Speculoss adalah untuk mengidentifikasi sistem planet dan katai merah yang masih banyak di luar angkasa. Harapannya adalah ditemukan eksoplanet yang bisa dihuni dan tanda-tanda kehidupan.

    Planet Speculoos-3b ini ditemukan peneliti ketika melintasi permukaan bintangnya dan akhirnya menyebabkan peredupan cahaya bintang. Transit tersebut dideteksi jaringan teleskop robot global Speculoos.

    Data dari penemuan Speculoos-3b bisa mengarah pada penelitian lebih lanjut menggunakan teleskop luar angkasa James Webb. Komposisi planet dan lokasinya masih menjadi bahan penelitian selanjutnya.

    “Kami membuat langkah besar dalam studi tentang planet yang mengorbit bintang lain. Langkah selanjutnya adalah menentukan apakah salah satu dari mereka layak huni, atau bahkan dihuni,” kata Steve B. Howell, salah satu penemu planet di NASA Ames Research Center.

    Speculoos-3b Memiliki Siang dan Malam

    Speculoos-3b mengorbit bintang katai merah dalam waktu 17 jam, yang berarti membuat satu tahun di planet ini lebih pendek daripada satu hari di Bumi. Satu sisi selalu menghadap matahari, sedangkan lainnya diselimuti kegelapan. Siang dan malam di planet ini tidak pernah berakhir.

    “Kami percaya planet berputar secara serempak. Sehingga sisi yang sama, yang disebut sisi siang hari, selalu menghadap bintang. Seperti halnya Bulan terhadap Bumi,” ungkap Michaël Gillon, astronom di University of Liège di Belgia dan penulis utama studi yang dipublikasikan di Nature Astronomy tersebut, dikutip dari The Guardian.

    “Di sisi lain, sisi malam planet tersebut akan diliputi kegelapan tanpa akhir,” tambahnya.

    Speculoos-3b merupakan sistem planet kedua yang ditemukan di sekitar bintang serupa. Sebelumnya, terdeteksi tujuh planet berbatu di sekitar Trappist-1, bintang katai merah lainnya yang berjarak 40 tahun cahaya dari Bumi.

    Katai Merah Bisa Bertahan hingga Sekitar 100 Miliar Tahun

    Katai merah atau katai M diyakini mencakup 70% bintang di galaksi Bima Sakti dan bertahan sekitar 100 miliar tahun. Kemampuan ini menyebabkan katai merah bintang berpeluang menjadi bintang terakhir yang bersinar di alam semesta. Katai merah sangat redup dan tersebar di langit, sehingga para astronom harus mengamati bintang ini dalam beberapa minggu untuk mendeteksi planet yang melintas di depannya.

    Panjangnya umur bintang katai merah mengakibatkan planet-planet yang mengorbitnya bersuhu cukup hangat untuk memunculkan kehidupan. Meski begitu dalam kasus Speculoos-3b, kehidupan apapun akan menghadapi lingkungan yang sangat ekstrem.

    Speculoos-3b memiliki orbit planet sempit, yang menandakan planet tersebut dibombardir dengan radiasi. Energi yang diterima hampir 16 kali lebih banyak per detik dibandingkan Bumi.

    Menurut Ilmuwan planet di MI dan salah satu direktur Speculoos Northern Observatory, Julien de Wit, peluang keberadaan atmosfer di sekitar planet Speculoos-3b sangat kecil kemungkinannya dalam lingkungan seperti itu. Hal ini berdampak pada peluang adanya kehidupan di Speculoos-3b yang menjadi sangat kecil.

    (elk/row)

  • Histeris di Markas Pom TNI, Keluarga Desak Kematian Prada Josua Diusut Tuntas

    Histeris di Markas Pom TNI, Keluarga Desak Kematian Prada Josua Diusut Tuntas

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Kedua orang tua Prada Josua Lumban Tobing berteriak histeris di markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pekanbaru, Riau. Mereka mendesak Pom TNI mengautopsi jenazah Josua dan mengusut tuntas penyebab kematian putra sulungnya yang dinilai tak wajar. 

    Prada Josua Lumban Tobing yang bertugas di Batalyon Infanteri 132 Bima Sakti, Kabupaten Kampar, Riau dilaporkan tewas bunuh diri. Alasan Prada Josua mengakhiri hidupnya disebut-sebut karena putus cinta dengan kekasihnya. 

    Namun, pihak keluarga tidak percaya dan menilai kematian Prada Joshua sangat tidaklah wajar. 

    Untuk mengungkap tabir tersebut, kedua orang tua Prada Josua bersama kuasa hukumnya mendatangi Denpom Pekanbaru, Rabu (6/11/2024) siang. Kedatangan mereka untuk mencari keadilan, informasi sekaligus melaporkan kematian Joshua. 

    Kuasa Hukum orang tua Prada Joshua, Freddy Simanjuntak mengungkapkan, Josua tewas pada 30 Juni 2024 lalu. Dia tewas di Batalyon tempat dia bertugas di Bangkinang, Kabupaten Kampar, dalam keadaan tergantung dengan posisi terduduk. 

    “Keluarga korban sudah mengajukan permohonan autopsi kepada pihak rumah sakit Bhayangkara dan Denpom Pekanbaru. Tapi ternyata pada waktu itu tidak disetujui oleh rumah sakit Bhayangkara karena belum ada permohonan tertulis dari pihak penyidik dan Denpom kepada RS Bhayangkara untuk melaksanakan autopsi,” kata Freddy. 

    Untuk itu, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Puspom TNI AD di Jakarta dan laporan itu telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. 

    “Kita dari dalam (Denpom Pekanbaru) tadi sudah diambil keterangan, sudah di BAP dan laporan kita sudah diterima. Pihak Denpom Pekanbaru berjanji akan segera melakukan autopsi,” beberapa Freddy. 

    Keluarga berharap kasus kematian Prada Josua Lumban Tobing dapat segera terungkap. “Karena banyak kejanggalan-kejanggalan dibalik kematian almarhum Joshua,” pungkas Freddy. 

    Wilson Tobing, ayah Prada Joshua memohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Kasad dan Panglima TNI agar dapat memberikan atensinya sehingga kasus ini bisa terungkap. 

    “Kami mohon agas kasus anak kami ini dapat diselesaikan secepat mungkin diproses agar anak saya diautopsi dan hasilnya (diumumkan) transparan dan profesional,” tuturnya. 

  • 8
                    
                        Guntur Soekarnoputra Sebut Istana Batu Tulis Bukan Istana, tapi Rumah
                        Nasional

    8 Guntur Soekarnoputra Sebut Istana Batu Tulis Bukan Istana, tapi Rumah Nasional

    Guntur Soekarnoputra Sebut Istana Batu Tulis Bukan Istana, tapi Rumah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Putra Pertama Presiden Pertama RI Soekarno,
    Guntur Soekarnoputra
    , menilai ada anggapan yang salah kaprah soal
    Istana Batu Tulis
    yang terletak di Bogor, Jawa Barat.
    Menurut Guntur, Istana Batu Tulis semestinya disebut Rumah Batu Tulis, bukan Istana Batu Tulis karena bangunan tersebut adalah rumah pribadi
    Bung Karno
    .
    “Bukan (Istana). (Itu) Rumah Batu Tulis,” kata Guruh dalam acara peluncuran buku “Sangsaka Melilit Perut Megawati” di Jakarta, Minggu (3/11/2024).
    Guruh menjelaskan, bangunan itu menjadi milik Bung Karno karena keprihatinan sejumlah tokoh yang iba terhadap Bung Karno karena sang proklamator tidak mempunyai rumah.
    “Bung Karno itu dari dulu sampai meninggal itu, enggak punya rumah. Nah, melihat kondisi Bung Karno kayak begitu, presiden kok rumah aja enggak punya,” ujar Guntur.
    Ia menuturkan, Sri Sultan Hamengkubuwono IX berinisiatif mengumpulkan sejumlah kongolmerat untuk urunan membuatkan rumah bagi Bung Karno.
    Rumah tersebut adalah bangunan yang kini dikenal sebagai Istana Batu Tulis.
    “Atas inisiatif banyak Bapak Hamengkubuwono IX, itu mempunyai ide mengumpulkan kalau sekarang konglomerat Indonesia untuk urunan (patungan) membuatkan Bung Karno sebuah rumah,” kata Guntur.
    “Dan rumah itu sekarang sudah jadi di mana disebutkan rumah itu terkenal sebagai rumah Batu Tulis,” ujar dia.
    Guntur menyampaikan bahwa rumah itu diberi nama “Hing Puri Bima Sakti” oleh Bung Karno.
    Akan tetapi, banyak pengamat yang justru menyebut rumah tersebut sebagai Istana Batu Tulis.
    Bahkan, ada juga yang menyebut Istana Batu Tulis sebagai bagian dari Istana Kepresidenan yang dikelola oleh Kementerian Sekretariat Negara.
    “Padahal tidak sama sekali (tidak masuk Kemensetneg),” kata Guntur.
    Untuk diketahui, Istana Batu Tulis kini kerap digunakan oleh Ketua Umum PDI-P
    Megawati Soekarnoputri
    untuk sejumlah kegiatan politik.
    Pada 2009 lalu, misalnya, Istana Batu Tulis menjadi lokasi pertemuan antara Megawati dan Prabowo Subianto untuk sepakat maju bersama pada Pemilihan Presiden 2009.
    Pada 2023, Megawati juga menggunakan Istana Batu Tulis sebagai tempat mengumumkan calon presiden yang diusung oleh PDI-P pada Pemilihan Presiden 2024, yakni Ganjar Pranowo.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Gresik Amankan Tersangka Oknum Pesilat Terlibat Kasus Pengeroyokan

    Polisi Gresik Amankan Tersangka Oknum Pesilat Terlibat Kasus Pengeroyokan

    Gresik (beritajatim.com)- Aparat Kepolisian Resort (Polres) Gresik mengamankan tersangka oknum pesilat yang diduga terlibat pengeroyokan. Tersangka ML (17) diamankan karena terbukti melakukan pengeroyokan bersama kelompoknya terhadap dua orang warga Kecamatan Menganti.

    Dua orang yang menjadi korban yakni Alfian Fahrul Fawaid asal Gantang, Kecamatan Menganti, dan Arya Rangga Bima Sakti asal Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, harus mendapatkan perawatan akibat luka pada bagian kepala.

    Pedagang pentol di kawasan Jalan Raya Pelemwatu Menganti itu mendadak dikeroyok puluhan pemuda tak dikenal. Kuat dugaan, para pelaku merupakan oknum perguruan silat yang menggelar sweeping di wilayah Gresik Selatan.

    Kejadian pengeroyokan itu bermula, korban hendak mengemasi dagangannya untuk pulang ke rumah. Tiba-tiba ada rombongan pemotor sedang berkonvoi. Lalu tiga anggota berhenti tepat di depan gerobak.

    Korban Arya menjelaskan bahwa kelompok tersebut langsung menunjuk ke arah kaos yang dipakai. Mereka merasa tersinggung, karena berbeda aliran dengan ajaran perguruan yang diikuti komplotan tersebut.

    “Saya langsung dipukul dan diseret ke tengah jalan. Rekan-rekannya juga ikut menghajar saya,” ujarnya, Senin (14/10/2024).

    Masih menurut Arya, dirinya hanya bisa pasrah dan berupaya melindungi diri. Bahkan, salah satu pelaku sempat memukulnya menggunakan kursi hingga mengenai kepala.

    “Saya dihajar beruntung ada warga yang berdatangan untuk melerai. Para komplotan bergegas melarikan diri mengendarai motor,” paparnya.

    Terkait dengan kejadian ini, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

    “Dari hasil pemeriksaan, memang korban memakai kaos dari perguruan silat yang berbeda. Hal itu yang diduga memicu aksi kekerasan,” ungkapnya.

    Perwira pertama Polri itu menambahkan, ada satu pelaku yang diamankan. Sementara rekannya yang kabur turut melakukan pengeroyokan masuk dalam daftar DPO.

    “Kami mohon waktu untuk proses penyelidikan. Saya menghimbau segera menyerahkan diri karena identitasnya telah kami kantongi,” tandasnya. [dny/ian]