Tag: Bill Gates

  • 3 Profesi Ini Dijamin Tidak Kena PHK Massal, Buruan Serbu!

    3 Profesi Ini Dijamin Tidak Kena PHK Massal, Buruan Serbu!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang begitu pesat selama beberapa tahun terakhir menimbulkan banyak kekhawatiran. Salah satu yang sering disuarakan adalah hilangnya sejumlah pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia dan akan digantikan oleh AI.

    Namun ternyata tidak semua ketakutan itu benar. Karena ada beberapa pekerjaan yang tetap aman dan tidak akan digantikan oleh AI.

    Bill Gates yang merupakan pendiri Microsoft serta seorang filantropis mengatakan setidaknya ada tiga pekerjaan yang tetap aman dari gempuran AI. Mula dari profesi di bidang energi alternatif, biosains kesehatan, dan di bidang pengembangan AI.

    Menurut Gates, dirinya telah berinvestasi dalam semua bidang tersebut. Dia juga mengaku sangat fokus soal AI.

    Selama beberapa kesempatan dia menyelami soal AI. Misalnya pernah mencoba menggunakannya untuk hal serius bukan untuk bermain saja.

    “Tahun 2023 menjadi pertama kalinya saya menggunakan artificial intelligence untuk bekerja dan alasan serius lain, bukan hanya untuk main-main dan membuat lirik lagu parodi untuk teman saya,” jelas Gates.

    Sekarang, dia menilai banyak orang memiliki pemahaman yang lebih baik soal AI. Yakni soal jenis pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan AI maupun yang hanya menggunakan teknologi itu sebagai pelengkap.

    Gates juga mengatakan AI bisa digunakan untuk mengembangkan banyak hal. Misalnya untuk biang penddiikan hingga kesehatan mental.

    Salah satu contohnya chat bot AI bisa digunakan untuk biang kesehatan. Teknologi itu dapat mempermudah pasien mempelajari dan mengetahui risiko soal HIV.

    “Hal ini memotivasi saya untuk memastikan teknologi ini membantu mengurangi dan tidak berkontribusi pada kesenjangan yang ada di dunia,” ungkap Gates.

    (fab/fab)

  • Saham Tesla Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menguap USD116 Miliar

    Saham Tesla Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menguap USD116 Miliar

    Jakarta: Elon Musk, yang pernah menjadi orang terkaya di dunia, kini harus menerima kenyataan pahit. Kekayaannya merosot drastis akibat anjloknya harga saham Tesla. 
     
    Dalam beberapa bulan terakhir, saham pabrikan mobil listrik tersebut terus tertekan, menyebabkan penurunan besar dalam kekayaan bersih Musk. 
    Apa yang sebenarnya terjadi?
    Melansir laman Forbes, Rabu, 5 Maret 2025, kekayaan Musk susut USD116 miliar. Berdasarkan data real-time dari Forbes, kekayaan Elon Musk anjlok sebesar USD7,1 miliar (sekitar Rp111 triliun) hanya dalam satu hari, membuat total kekayaannya kini berada di angka USD347,7 miliar (sekitar Rp5.448 triliun). 
     
    Padahal, pada Desember lalu, kekayaannya sempat mencapai rekor USD464 miliar (sekitar Rp7.272 triliun). Artinya, dalam beberapa bulan saja, Musk kehilangan sekitar USD116,3 miliar (sekitar Rp1.800 triliun).
     

    Saham tesla merosot, apa penyebabnya?
    Turunnya kekayaan Musk ini sejalan dengan anjloknya harga saham Tesla. Pada 17 Desember 2024, saham Tesla sempat mencapai puncak USD480 per lembar. Namun, kini nilainya telah jatuh ke USD272 per lembar, menandai titik terendah sejak Hari Pemilu di AS.

    Penyebab utama kejatuhan saham Tesla adalah kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump terhadap China, Kanada, dan Meksiko. 
    Kebijakan ini memicu gejolak di pasar saham, termasuk indeks S&P 500 yang turun lebih dari 1 persen ke level terendah tahun 2025.
     
    Tesla sangat terdampak karena Tiongkok merupakan pasar terbesar kedua bagi kendaraan listriknya. Selain itu, produsen mobil asal AS ini juga bergantung pada suku cadang impor dari Kanada. 
     
    Chief Financial Officer Tesla, Vaibhav Taneja, telah memperingatkan bahwa kebijakan tarif tersebut bisa memengaruhi bisnis dan profitabilitas perusahaan.
     

    Seberapa besar kerugian Elon Musk?
    Sebagai gambaran, total kerugian kekayaan Musk sebesar USD 116 miliar (Rp1.800 triliun) lebih besar dari total kekayaan pendiri Microsoft, Bill Gates, yang saat ini memiliki USD 108,1 miliar (sekitar Rp1.693 triliun). 
     
    Bahkan, jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari kekayaan orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani, yang memiliki USD 85,6 miliar (sekitar Rp1.340 triliun).

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Rahasia Sukses Bill Gates: Didikan Orang Tua

    Rahasia Sukses Bill Gates: Didikan Orang Tua

    Jakarta

    Bill Gates menilai sebagian besar kesuksesannya berasal dari cara orang tuanya membesarkannya. Ayahnya, William Gates Sr., sangat percaya filosofi pengasuhan yang disebut ‘cinta dan logika’. Sang ayah menetapkan batasan jelas untuk anak-anak dan menegakkannya dengan tenang disertai empati.

    “Jelas bagi saya dunia adalah tempat yang berada di bawah kendalinya,” kata Gates. Ayahnya selalu berusaha tetap tenang dan selalu dapat diprediksi, bahkan ketika anak-anaknya bandel.

    “Dia tidak pernah panik. Dia tidak pernah harus menunjukkan emosi atau menggunakan emosi terhadap saya, bahkan ketika saya bersikap sangat keras kepala,” imbuhnya yang dikutip detikINET dari CNBC.

    Gates adalah anak yang bikin frustrasi. Ia berselisih dengan ibunya, menolak meninggalkan kamar di mana ia menghabiskan berjam-jam membaca buku, bahkan membentak jika ibunya coba memancingnya keluar.

    Orang tuanya khawatir tentang kesulitannya di sekolah, di mana ia sering tak tertarik mengerjakan tugas. Gates menyebabkan begitu banyak kekacauan sehingga mereka membawanya ke terapis.

    Daripada bereaksi berlebihan dengan meninggikan suara atau memberi hukuman keras, ayah Gates selalu menggunakan akal sehat, perhatian, dan ketenangan. Gates Sr. percaya pada aturan yang jelas dan menegakkannya dengan cara yang dapat diprediksi.

    Itu merupakan inti dari filosofi Cinta dan Logika yang pertama kali dipopulerkan tahun 1970-an oleh Foster Cline, psikiater anak, dan Jim Fay, seorang pendidik. Bagi Gates Sr., itu sering kali berarti pulang dari pekerjaannya sebagai pengacara dan dengan tenang meredakan konflik apa pun yang muncul antara Gates dan ibunya.

    Seiring waktu, pengaruh ayahnya yang menenangkan membantu Gates mengendalikan ledakan emosinya dengan lebih baik. Sang ibu Mary Gates cenderung lebih bersemangat dan membantu membentuk motivasi putranya untuk berhasil.

    “Ada sesuatu tentang hubungan saya dengan ibu yang membuat saya sangat ingin berhasil sehingga tidak akan ada pertanyaan tentang kekecewaan,” kata Gates.

    Dia juga memuji orang tuanya karena berpikiran terbuka menghadapi anak yang sulit. Mereka memberi kebebasan mengeksplorasi minat dan keingintahuan, termasuk menghabiskan waktu di kamar untuk membaca atau pergi mendaki dengan teman. Mereka selalu mendorong keingintahuannya dan menghormati minatnya.

    “Itu cara yang sangat menakjubkan bahwa mereka menghadapi apa pun kecenderungan alami saya dan benar-benar mendorongnya maju,” katanya. Bill Gates pun kemudian mengadopsi filosofi ayahnya ketika dia dan istrinya Melinda memiliki tiga anak.

    (fyk/fyk)

  • Kelakuan Bill Gates Remaja Terungkap, Menyelinap Pulang Jam 2 Pagi

    Kelakuan Bill Gates Remaja Terungkap, Menyelinap Pulang Jam 2 Pagi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Seperti remaja pada umumnya, Bill Gates mengaku pernah menyelinap dari rumah sampai jam dua pagi. Dia melakukannya untuk menulis code komputer.

    Alasan Gates kabur karena tidak ada komputer besar dan mahal di rumah mereka saat itu. Selain itu, ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahami teknologi.

    Orang tuanya terlalu sibuk dengan karier mereka sendiri, ayahnya adalah seorang pengacara dan ibunya adalah seorang aktivis masyarakat. Orang tuanya bahkan tak sadar bahwa anak remaja mereka menyelinap keluar rumah, demikian penuturan Gates, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (24/2/2025).

    “Saya beruntung karena mendapat perlakuan bebas,” kata Gates.

    Gates mendapatkan kesepakatan dengan sebuah perusahaan lokal di Seattle yang memberinya waktu tak terbatas untuk menggunakan komputer, dan menghabiskan waktu sekitar empat bulan untuk menulis kode perangkat lunak, dalam buku barunya, “Source Code,” yang diterbitkan awal bulan ini.

    Pengalaman ini sangat berharga bagi progress Gates sebagai pembuat kode yang terampil.

    “Kami masih anak-anak… tak satu pun dari kami yang memiliki pengalaman menggunakan komputer,” tulis Gates.

    “Tanpa keberuntungan berupa waktu luang di depan komputer, sebut saja 500 jam pertama saya, 9.500 jam berikutnya mungkin tidak akan pernah terjadi,” ujar pendiri Microsoft itu.

    Ketika Gates semakin mahir dalam coding, ia mulai berpikir tentang kemungkinan penerapan keterampilan barunya di dunia nyata, seperti menulis perangkat lunak untuk komputer pribadi dan ide meluncurkan Microsoft.

    Ide tersebut tidak akan pernah ia alami, jika ia hanya berdiam diri di kamar tidur setiap malam, kata dia.

    Kebebasan dari orang tua

    Dalam buku tersebut, Gates menulis tentang beberapa kebebasan yang diberikan oleh orang tuanya yang berpikiran terbuka. Seperti mengizinkannya menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca dan berpikir di kamarnya, serta membiarkannya pergi mendaki gunung selama seminggu di pegunungan sekitar Seattle tanpa pengawasan orang dewasa.

    Pada usia 13 tahun, ia mulai rutin naik bus lintas kota selama 20 menit ke sebuah kantor untuk mengerjakan coding perangkat lunak hingga larut malam, tanpa sepengetahuan orang tuanya.

    “Mengapa saya membuang-buang waktu di sini ketika saya bisa berada di depan komputer?” kenangnya.

    Sebuah perusahaan lokal, Computer Center Corp, menugaskan Gates dan teman-temannya di klub komputer di Seattle’s Lakeside School, termasuk salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen, untuk mengidentifikasi kesalahan (bug) dalam kode pemrograman.

    Perusahaan memberi mereka waktu tak terbatas untuk menulis dan menguji kode mereka sendiri, termasuk akses setelah jam kerja.

    “Tidak ada yang bertanya-tanya mengapa ada anak kecil yang keluar sendirian pada jam segitu,” tulis Gates. Kadang-kadang ia berjalan kaki selama 45 menit ke rumah jika ia ketinggalan bus terakhir pada jam 2 pagi.

    Ketika orang tuanya tahu mereka mereka hanya berkata, “Hei, ayolah, kamu harus tidur. Kamu tidak seharusnya melakukan hal seperti itu,” ujar Gates.

    Mengenai ketiga anaknya yang kini sudah dewasa, Gates mengatakan bahwa ia ingin mengetahui jika mereka menyelinap keluar di tengah malam.

    “Saya jelas merupakan orang tua yang lebih jeli, dengan bantuan besar dari [mantan istri Melinda French Gates],” katanya.

    Anak-anaknya “tumbuh dengan sangat baik,” kata Gates. “Jadi, saya kira, ada banyak jalan menuju kesuksesan,”.

    (dem/dem)

  • Kelakuan Bill Gates di Usia 13 Tahun, Jauh dari Kebiasaan Remaja Umumnya

    Kelakuan Bill Gates di Usia 13 Tahun, Jauh dari Kebiasaan Remaja Umumnya

    Jakarta

    Seperti remaja badung pada umumnya, Bill Gates mengaku pernah menyelinap dari rumah jam sampai dua pagi. Bedanya, dia melakukannya untuk menulis code komputer. Hmm, baik.

    Ditulis CNBC, alasan Gates kabur adalah tidak ad yang memiliki komputer besar dan mahal di rumah mereka saat itu. Selain itu, ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahami teknologinya.

    Orang tuanya terlalu sibuk dengan karier mereka sendiri. Diketahui bahwa ayahnya adalah seorang pengacara, dan ibunya adalah seorang aktivis sipil. Alhasil itu membuatnya tidak pernah ketahuan tiap pergi diam-diam dari rumah.

    Gates beruntung mendapatkan kesepakatan dengan perusahaan lokal di daerah Seattle yang memberinya waktu komputer tanpa batas, dan menghabiskan sekitar empat bulan dengan fokus penuh pada penulisan kode perangkat lunak, menurut memoar barunya ‘Source Code’. Pengalaman itu sangat berharga bagi perkembangannya sebagai pembuat kode yang terampil.

    “Kami masih anak-anak … tidak seorang pun dari kami memiliki pengalaman komputer yang sesungguhnya. Tanpa keberuntungan berupa waktu luang di depan komputer itu – sebut saja 500 jam pertama saya – 9.500 jam berikutnya mungkin tidak akan pernah terjadi sama sekali,” tulis Gates.

    Seiring Gates menjadi lebih ahli dalam membuat kode, ia mulai memikirkan kemungkinan penerapan keterampilan barunya di dunia nyata. Dia mulai coding untuk perangkat lunak pada komputer pribadi, Microsoft. Kata Gates, ini adalah sebuah pencerahan yang mungkin tidak pernah ia alami, jika ia tetap berada di kamar tidurnya setiap malam.

    “Mengapa saya membuang-buang waktu di sini ketika saya bisa berada di depan komputer?” pikir Gates.

    Dalam buku tersebut, laki-laki kelahiran 28 Oktober 1955 itu menulis tentang beberapa kebebasan yang diberikan oleh orang tuanya yang berpikiran terbuka. Mereka mengizinkannya menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca dan berpikir di kamarnya, serta membiarkannya melakukan pendakian selama seminggu di pegunungan sekitar Seattle tanpa pengawasan orang dewasa.

    Pada usia 13 tahun, ia mulai rutin naik bus lintas kota selama 20 menit ke kantor untuk mengerjakan kode perangkat lunak larut malam. Semua tanpa sepengetahuan orang tuanya.

    Sebuah perusahaan lokal, Computer Center Corp., telah menugaskan Gates dan teman-temannya di klub komputer di Lakeside School Seattle, termasuk calon pendiri Microsoft Paul Allen, untuk mengidentifikasi bug dalam kode pemrogramannya. Perusahaan memberi mereka waktu tak terbatas untuk menulis dan menguji kode mereka sendiri. Sebagai gantinya, mereka mendapat akses perangkat di luar jam kerjanya.

    “Tidak seorang pun tampak heran mengapa seorang anak keluar sendirian pada jam itu,” tulis Gates.

    Ia terkadang berjalan kaki 45 menit pulang jika ia ketinggalan bus terakhir malam itu pukul 2 pagi. Dia pun menulis ulang kode di kepalanya. Mengabaikan para mahasiswa yang baru keluar dari bar atau kedai kopi.

    Sampai suatu hari, orang tuanya akhirnya mengetahuinya. “Mereka berkata ‘Hei, ayolah, kamu harus tidur. Kamu tidak seharusnya melakukan hal-hal itu’,” kisahnya.

    Bicara soal ketiga anaknya sendiri, yang sekarang sudah dewasa, Gates mengatakan dia ingin berpikir bahwa dia akan tahu jika mereka keluar diam-diam di tengah malam. Itu juga sesuatu yang tidak akan pernah dia setujui sebagai seorang ayah.

    “Saya jelas merupakan orang tua yang lebih jeli, dengan bantuan besar darinya (mantan istri Gates, Melinda French — red),” katanya.

    “(Anak-anak) semuanya tumbuh dengan sangat baik. Jadi, saya kira, ada banyak jalan menuju kesuksesan,” simpul sang filantropi.

    (ask/rns)

  • Beberkan Tanda Kiamat, Bill Gates Tunjuk Indonesia

    Beberkan Tanda Kiamat, Bill Gates Tunjuk Indonesia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri Microsoft dan seorang filantropis Bill Gates mengungkapkan tanda gas rumah kaca yang dihasilkan Bumi. Dalam pemaparannya, dia juga membawa nama Indonesia.

    Dia mengungkapkan aktivitas Bumi menghasilkan 51 miliar ton gas rumah kaca setiap tahun. Setidaknya 7% di antaranya berasal dari produksi lemak dan minyak hewan dan tumbuhan.

    Masyarakat Bumi, Gates meminta untuk bisa memperbaiki angka tersebut agar bisa memperbaiki masalah terkait perubahan iklim. “Untuk memerangi perubahan iklim, kita harus mengubah angka tersebut ke nol,” kata dia.

    Namun, dia tak serta merta melarang penggunaan lemak hewan. Sebab Gates menyadari menghilangkan ketergantungan manusia akan lemak hewan tidak realistis.

    Lemak hewan sendiri menyimpan nutrisi dan kalori yang dibutuhkan manusia. Ternyata da cara untuk tetap bisa menggunakannya tanpa harus menghasilkan emisi, menyiksa hewan dan menghasilkan zat kimia berbahaya melalui startup bernama Savor yang juga dia danai.

    Savor menciptakan lemak dari sebuah proses dengan karbondioksida dari udara dan hidrogen dari air. Berikutnya senyawa dipanaskan dan dioksidasi menjadi pemisahan komponen asam yang menciptakan formulasi lemak.

    Menurut Gates, lemak yang dihasilkan memiliki molekul yang sama dengan susu, keju, sapi dan juga minyak nabati.

    Selain terkait lemak hewan, Gates menyoroti soal dampak dari minyak sawit. Ini dikonsumsi dalam makanan sehari, mulai dari kue, mie instan, krim kopi, makanan beku hingga make up, dan sabun badan.

    Sawit asli dari Afrika Barat dan Tengah ternyata berasal dari pohon yang ada di garis khatulistiwa. Pada akhirnya menyebabkan penggundulan hutan karena mengubahnya menjadi lahan sawit.

    Dampaknya membuat perubahan iklim, karena pembakaran hutan akan menciptakan emisi yang terlalu banyak di atmosfer serta mengakibatkan peningkatan suhu.

    Topik ini juga yang membuatnya menyoroti Indonesia. Bersama Malaysia, terjadi kejadian serupa di dua negara dan pada akhirnya menyumbangkan emisi secara global.

    “Pada 2018, kehancuran yang terjadi di Malaysia dan Indonesia saja sudah cukup parah hingga menyumbang 1,4% emisi global. Angka itu lebih besar dari seluruh negara bagian California dan hampir sama besarnya dengan industri penerbangan di seluruh dunia,” jelas Gates.

    Namun kembali, dia menyadari minyak sawit tak mudah untuk digantikan. Ini disebabkan harganya yang murah, tidak berbau, dan melimpah.

    Gates menjelaskan sejumlah perusahaan berusaha mengatasi masalah tersebut. Misalnya C16 Bioscience, Gates sudah pernah membicarakannya sejak 2017 lalu.

    C16 menembakkan produk dari mikroba ragi liar dengan proses fermentasi yang tidak menghasilkan emisi sama sekali. Hasilnya memang berbeda secara kimiawi, namun kandungannya terdapat asam lemak yang sama jadi bisa juga digunakan.

    “Minyak ini sama alaminya dengan minyak sawit, hanya saja tumbuh pada jamur, bukan pada pohon. Sama dengan Savor, proses C16 sepenuhnya bebas dari pertanian. ‘Pertanian’-nya adalah sebuah laboratorium di tengah kota Manhattan,” tuturnya.

    (mkh/mkh)

  • Bill Gates Kasih Peringatan Petaka, Dunia Makin Suram

    Bill Gates Kasih Peringatan Petaka, Dunia Makin Suram

    Jakarta, CNBC Indonesia – Bill Gates memberikan warning kepada generasi muda bahwa ada banyak tantangan yang akan mereka hadapi di masa depan.

    Ia mengatakan jika saat ini dirinya berada di usia muda, akan ada banyak hal yang lebih menakutkan dari hanya sekadar bom atom.

    Gates, pendiri Microsoft dan Gates Foundation, berbagi perspektifnya tentang risiko yang terus berkembang di tengah masyarakat sekarang.

    “Hari ini saya pikir kita akan menambahkan (kekhawatiran) soal perubahan iklim, bioterorisme/pandemi, dan menjaga kendali atas AI dalam beberapa bentuk,” ujar Gates dalam sebuah wawancara, dikutip dari Business Insider, Rabu (19/2/2025).

    “Jadi, Anda tahu, sekarang kita memiliki empat catatan kaki,” imbuhnya.

    Gates juga menggambarkan polarisasi sosial sebagai sebuah masalah, dan menambahkan generasi muda sekarang seharusnya “takut” akan hal-hal tersebut.

    Ini bukan pertama kalinya Gates mengidentifikasi masalah-masalah di era modern. Dalam sebuah posting blog di 2023, Gates mengatakan bahwa seiring bertambahnya jumlah keluarganya, bertambah pula keinginannya untuk memperbaiki dunia.

    “Seorang cucu membuat Anda berpikir tentang bagaimana kita memastikan masa depan yang lebih baik, politik, kesehatan, iklim, dan lain-lain,” tulisnya.

    Gates berpendapat bahwa masyarakat sedang mengalami kelangkaan kecerdasan. Namun ia percaya bahwa AI dapat memberikan solusi, bukan masalah.

    Meskipun beberapa orang telah memperingatkan potensi bencana AI, Gates berpikir bahwa AI dapat dimanfaatkan secara produktif.

    “Kita tidak memiliki banyak ahli medis, Anda tahu, orang-orang yang bisa menguasai segala hal, atau orang-orang yang bisa memberikan les matematika di pusat kota,” kata Gates.

    “Dan kita memiliki kekurangan kecerdasan, jadi kita menggunakan sistem pasar ini untuk mengalokasikannya,” imbuhnya.

    Terlepas dari tantangan-tantangan yang ada, Gates mengatakan bahwa ia masih berharap masyarakat di masa depan bisa mendapat kualitas hidup yang lebih baik dan mengatasi risiko-risiko yang ada.

    “Alzheimer, obesitas, kita akan memiliki obat untuk HIV, kita akan menyingkirkan polio, campak, malaria. Laju inovasi saat ini lebih besar dari sebelumnya,” ujar dia.

    Meskipun rasa takut sering kali menjadi halangan, Gates percaya bahwa rasa takut bisa menjadi kekuatan yang membangkitkan semangat bagi generasi muda.

    (fab/fab)

  • Pengakuan Bill Gates Liar Banget di Masa Remaja

    Pengakuan Bill Gates Liar Banget di Masa Remaja

    Jakarta

    Dikenal genius sejak kecil, Bill Gates ternyata juga bandel di masa mudanya. Sang pendiri Microsoft belakangan memang banyak melakukan wawancara terkait penerbitan buku biografinya yang berjudul Source Code.

    Saat remaja, dia mengaku pernah mencoba alkohol, ganja, sampai LSD. Dia menghisap ganja di masa SMA agar terlihat keren di mata wanita. “Itu tidak berhasil tapi aku mencobanya,” cetusnya seperti dikutip detikINET dari Benzinga.

    Bill Gates mengaku terpengaruh Paul Allen, sobatnya yang bersamanya mendirikan Microsoft, juga idolanya musisi Jimi Hendrix. “Semua yang kulakukan, aku menyalahkan dia (Paul) dan Jimi Hendrix,” katanya dalam wawancara dengan majalah People.

    Gates yang saat ini berusia 69 tahun, mengungkap bahwa Paul yang memperkenalkannya pada seks, narkoba dan rock n roll. “Dia jauh lebih berpengalaman dariku di semua hal itu, di mana aku belum pernah mencoba dua yang pertama dan tak tahu sama sekali mengenai yang ketiga,” papar Gates.

    Saat pertama kalinya mencoba LSD, Gates berkisah dampaknya berlangsung lama di kepalanya. Paul juga menyuruhnya minum alkohol. “Dia memberiku banyak whisky yang rasanya tidak kusukai karena di malam itu, aku minum terlalu banyak,” tutur Gates.

    Paul Allen dua tahun lebih tua dari Bill Gates dan sama-sama pintar, tapi ternyata bandel. Gates mengaku berhenti memakai LSD saat berusia sekitar 21 tahun. Sekitar 10 tahun kemudian, dia menjadi miliarder termuda di dunia berkat kesuksesan Microsoft.

    Di buku biografinya itu, Bill Gates memang mengungkap banyak kisah riwayat hidupnya dengan cukup mendetail, terutama pada masa-masa sebelum dia mendirikan Microsoft.

    (fyk/fyk)

  • Bill Gates Bawa-Bawa Indonesia, Beberkan Tanda Kiamat Bumi

    Bill Gates Bawa-Bawa Indonesia, Beberkan Tanda Kiamat Bumi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Setiap tahun, aktivitas di Bumi menghasilkan 51 miliar ton gas rumah kaca. Sebanyak 7% berasal dari produksi lemak dan minyak dari hewan dan tumbuhan.

    Hal tersebut diungkap pendiri Microsoft sekaligus filantropis kawakan, Bill Gates, melalui blog personalnya.

    “Untuk memerangi perubahan iklim, kita harus mengubah angka tersebut ke nol,” kata dia, dikutip, Sabtu (2/3/2024).

    Kendati demikain, Gates sadar bahwa rencana untuk menghilangkan konsumsi lemak hewan bagi manusia tidak realistis. Pasalnya, manusia sudah tergantung dengan lemak hewan dengan alasan yang logis.

    Lemak hewan menyimpan nutrisi dan kalori yang dibutuhkan oleh manusia. Namun, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengambil lemak tanpa memproduksi emisi, menyiksa hewan, dan menghasilkan zat kimia berbahaya.

    Solusinya, kata Gates, sudah ditemukan oleh startup bernama ‘Savor’. Gates turut menjadi salah satu investornya.

    Savor menciptakan lemak dari sebuah proses yang melibatkan karbondioksida dari udara dan hidrogen dari air. Senyawa tersebut lalu dipanaskan dan dioksidasi sehingga terjadi pemisahan komponen asam yang menciptakan formulasi lemak.

    Gates mengklaim lemak yang dihasilkan memiliki molekuk serupa yang ditemukan dari susu, keju, sapi, dan minyak nabati.

    Indonesia dan Malaysia Biang Kerok Masalah Sawit

    Selain produksi lemak hewan yang merusak lingkungan, Gates juga menyoroti faktor yang menciptakan dampak lebih besar yakni minyak sawit.

    “Saat ini, minyak sawit adalah lemak nabati yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Sebagian ditemukan pada makanan sehari-hari seperti kue, mie instan, krim kopi, makanan beku, hingga makeup, sabun badan, odol, deterjen, deodoran, makanan kucing, formula bayi, dan sebagainya. Bahkan, minyak sawit juga digunakan untuk biofuel dan mesin diesel,” ia menuturkan.

    Gates menegaskan bahwa masalah pada minyak sawit bukan soal penggunaannya, tetapi bagaimana proses menghasilkannya. Mayoritas jenis sawit asli jenis Afrika Barat dan Tengah tidak tumbuh di banyak wilayah. Pohon itu hanya tumbuh subur di tempat-tempat yang dilewati garis khatulistiwa.

    “Hal ini menyebabkan penggundulan hutan di area-area khatulistiwa untuk mengonversinya menjadi lahan sawit,” kata Gates.

    Proses ini berdampak buruk bagi keragaman alam dan menyebabkan pukulan telak bagi perubahan iklim. Pembakaran hutan menciptakan emisi yang banyak di atmosfer dan mengakibatkan peningkatan suhu.

    “Pada 2018, kehancuran yang terjadi di Malaysia dan Indonesia saja sudah cukup parah hingga menyumbang 1,4% emisi global. Angka itu lebih besar dari seluruh negara bagian California dan hampir sama besarnya dengan industri penerbangan di seluruh dunia,” Gates menjelaskan.

    Sayangnya, Gates mengakui bahwa peran minyak sawit sulit tergantikan. Sebab, komoditas sawit murah, tidak berbau, dan melimpah.

    “Minyak sawit juga satu-satunya minyak nabati dengan keseimbangan lemak jenuh dan tak jenuh yang hampir sama, itulah sebabnya minyak ini sangat serbaguna. Jika lemak hewan adalah bahan utama dalam beberapa makanan, maka minyak sawit adalah pemain tim yang dapat bekerja untuk membuat hampir semua makanan dan barang-barang non-makanan menjadi lebih baik,” Gates menjelaskan.

    Untuk alasan-alasan tersebut, Gates mengatakan sudah ada perusahaan-perusahaan yang mencoba mengatasinya. Salah satunya C16 Biosciences yang berupaya membuat alternatif minyak sawit.

    Sejak 2017, Gates mengatakan C16 mengembangkan produk dari mikroba ragi liar menggunakan proses fermentasi yang tidak menghasilkan emisi sama sekali.

    Meski secara kimiawi berbeda dari minyak sawit konvensional, namun minyak C16 mengandung asam lemak yang sama, sehingga dapat digunakan untuk aplikasi serupa.

    “Minyak ini sama alaminya dengan minyak sawit, hanya saja tumbuh pada jamur, bukan pada pohon. Sama dengan Savor, proses C16 sepenuhnya bebas dari pertanian. ‘Pertanian’-nya adalah sebuah laboratorium di tengah kota Manhattan,” kata Gates.

    (fsd/fsd)

  • Bill Gates soal Larangan Medsos Remaja di Bawah 16 Tahun: Cerdas

    Bill Gates soal Larangan Medsos Remaja di Bawah 16 Tahun: Cerdas

    Jakarta

    Co-Founder Microsoft Bill Gates sebut larangan pemakaian media sosial untuk anak di bawah 16 tahun adalah ‘hal cerdas’. Dia mengomentari kebijakan Australia untuk menerapkan ban semua platform teknologi pada mereka yang berusia 16 tahun ke bawah.

    Dikutip dari MSN, berdasarkan aturan baru yang akan berlaku penuh dalam setahun, platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook akan diminta memblokir pengguna di bawah 16 tahun atau menghadapi denda hingga AUD 49,5 juta (sekitar Rp 506 miliar lebih).

    Berbicara tentang hubungannya sendiri dengan teknologi saat masih anak-anak, Gates mengatakan kepada BBC bahwa segala sesuatu yang muncul dapat digunakan secara berlebihan. Misalnya, ada saja orang yang menganggap anak-anak mereka terlalu banyak membaca sehingga mereka harus keluar dan bermain.

    Nah, ketika ditanya bahwa hal yang sama berlaku untuk ponsel, miliarder itu melanjutkan.

    “Saya pikir itu legit, hal yang sama berlaku untuk video game, jejaring sosial, bahkan lebih. Kita tahu kita harus banyak berpikir, terutama tentang bagaimana anak-anak menggunakannya, tetapi juga ketika orang dewasa melakukannya,” ujarnya.

    Menariknya, Gates sempat ditanya apakah ia punya pandangan sendiri soal usia berapa cucunya sendiri boleh mengakses media sosial, ia menjawabnya.

    “Saya pikir ide untuk menahan anak-anak sampai usia 16 tahun, yang tampaknya akan dicoba dilakukan Australia, saya pikir akan menarik untuk melihat apakah itu bermanfaat. Saya pikir ada kemungkinan besar itu adalah hal yang cerdas,” ungkapnya.

    Di Indonesia sendiri, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bakal menerapkan aturan pembatasan usia mengakses media sosial. Dalam menyusun regulasi pembatasan anak-anak akses medsos, Menkomdigi berkoordinasi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama serta Menteri Kesehatan.

    Sementara itu, Tim Penguatan Regulasi Perlindungan Anak di Ranah Digital yang dibentuk oleh Menkomdigi diisi oleh perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, dam perwakilan LSM anak.

    Komdigi mengutip data National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) yang mencatat konten kasus pornografi anak Indonesia dalam empat tahun terakhir mencapai 5.566.015 kasus. Jumlah ini merupakan yang terbanyak ke-4 di dunia dan tertinggi ke-2 di ASEAN.

    Data Badan Pusat Statistik tahun 2021 juga mencatat bahwa 89% anak usia lima tahun ke atas menggunakan internet hanya untuk mengakses media sosial, sehingga berisiko terpapar konten berbahaya.

    (ask/ask)