Tag: Bill Gates

  • Penganti HP Sudah Ada, Apple Beda sendiri

    Penganti HP Sudah Ada, Apple Beda sendiri

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi yang semakin pesat di dunia membuat teknologi ponsel pintar (smartphone) pun terancam eksistensinya. Hal ini diungkap oleh pendiri Tesla Elon Musk, pendiri Microsoft Bill Gates, CEO Meta (Facebook) Mark Zuckerberg dan pendiri OpenAI Sam Altman.

    Keempatnya memiliki visi yakni dunia yang akan didominasi oleh teknologi yang dapat dikenakan, antarmuka otak, dan realitas tertambah.

    Elon Musk, melalui perusahaannya Neuralink, berupaya keras untuk membuat telepon pintar tidak lagi dibutuhkan dengan menciptakan antarmuka otak-komputer.

    Implan ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan teknologi hanya menggunakan pikiran mereka, tanpa layar, tanpa gesekan, tanpa masukan fisik. Sejauh ini, dua subjek manusia telah menerima implan tersebut, yang menunjukkan kelayakan awal konsep ini.

    Sedangkan Bill Gates tengah menjajaki arah yang berbeda, mendukung Chaotic Moon dan tato elektroniknya. Tato yang dikemas dengan nanosensor ini mampu mengumpulkan, mengirim, dan menerima data. Potensinya berkisar dari pemantauan kesehatan hingga pelacakan dan komunikasi GPS, mengubah tubuh manusia menjadi platform teknologi.

    Sementara Mark Zuckerberg, berfokus pada kacamata augmented reality (AR). Ia memperkirakan kacamata ini akan menggantikan telepon pintar sebagai perangkat komputasi utama pada 2030, di mana dengan AR ini dapat menangani sebagian besar tugas digital yang kita andalkan pada telepon saat ini. Idenya pun sederhana yakni melapisi dunia digital langsung ke bidang penglihatan.

    Adapun Sam Altman, saat ini tengah mengajak beberapa pihak dalam proyek pengganti ponsel pintar, termasuk istri mendiang pendiri Apple Steve Jobs, yakni Laurene Powell Jobs.

    Terkait ini sudah dilaporkan sejak 2023. Tahun lalu, Business Insider juga menyebutkan Altman tengah mengerjakan startup perangkat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru bersama Laurene dan Jony Ive yang merupakan mantan kepala desain Apple.

    The Times menyebutkan CEO Airbnb, Brian Chesky yang mengatur pertemuan Altman dan Ive tahun lalu. Akhirnya keduanya beberapa kali bertemu untuk makan malam dan membahas potensi meluncurkan perangkat komputasi berbasis AI.

    Keinginan untuk mengembangkan perangkat berbasis AI sudah diungkapkan Altman sejak lama. Termasuk saat berbicara dalam acara Tech Live The Wall Street Journal pada 2023.

    “Saya pikir setiap teknologi baru yang cukup besar memungkinan sejumlah platform komputasi baru. Ada banyak ide, namun semuanya masih tahap awal,” kata Altman kala itu.

    Tim Cook dan Apple Beda Pendapat

    Berbeda dengan Musk, Gates, Zuckerberg, dan Altman. Bos Apple Tim Cook belum mengikuti jejak mereka dan tetap yakin bahwa ponsel pintar tetap dapat eksis dan tetap dibutuhkan di masa depan.

    Cook melihat ponsel pintar sebagai hal yang penting dalam kehidupan modern, bukan sesuatu yang harus dibuang, tetapi sesuatu yang harus terus disempurnakan.

    Fokusnya tetap pada kualitas dan kegunaan, memposisikan Apple untuk meningkatkan perangkatnya secara bertahap sambil tetap menggabungkan teknologi masa depan seperti AR dan AI.

    Kesenjangan ini menunjukkan perpecahan yang lebih dalam dalam filosofi antara disrupsi vs literasi. Beberapa tokoh paling berpengaruh dalam teknologi membayangkan lompatan melampaui perangkat fisik dan menggantinya dengan perangkat yang dikenakan, tertanam, atau bahkan ditanamkan.

    Sementara itu, Apple bertaruh untuk meningkatkan apa yang sudah digunakan miliaran orang.

    Pertanyaannya bukan hanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetapi apakah masyarakat akan mengadopsi alat-alat baru yang hebat ini dengan sukarela atau lebih memilih kenyamanan telepon pintar yang sudah dikenal selama bertahun-tahun yang akan datang.

    Musk, Gates, Zuckerberg, dan Altman mempromosikan teknologi transformasional, namun tantangan dunia nyata masih menghalangi, mulai dari masalah privasi dan implikasi etika hingga adopsi dan regulasi pasar.

    Sedangkan Apple menanggapi dengan strategi yang berbeda yakni memperkuat strategi yang ada saat ini. Dengan setiap literasi, perusahaan ini bertujuan untuk menjaga agar ponsel pintar tetap relevan bahkan saat industri mulai mencari penggantinya.

    Pada akhirnya, masalahnya mungkin bukan apakah telepon pintar akan hilang, tetapi bagaimana dan siapa yang memimpin transisi ketika telepon pintar itu hilang.

    (haa/haa)

  • Bill Gates Ramal 10 Tahun Lagi, Manusia Bakal Kerja 2 Hari Seminggu

    Bill Gates Ramal 10 Tahun Lagi, Manusia Bakal Kerja 2 Hari Seminggu

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan zaman membuat teknologi di dunia semakin canggih dan dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup umat manusia di dunia, di mana salah satunya dapat mengubah gaya hidup.

    Salah satu teknologi yang sudah mulai merubah gaya hidup manusia yakni kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bahkan, miliarder sekaligus salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates pun mengakui hal ini.

    Gates mengatakan bahwa kecerdasan buatan mungkin akan segera mengotomatiskan hampir segalanya dan dengannya, mengantar terwujudnya sistem kerja dua hari dalam seminggu setidaknya sepuluh tahun mendatang atau dalam satu dekade mendatang.

    “Jika Anda tidak menyukai rutinitas kerja mingguan dari jam 09:00 sampai jam 17:00, ada kabar baik, saya memperkirakan bahwa dalam sepuluh tahun lagi, manusia mungkin dapat bekerja dua hari dalam seminggu, dan semua ini berkat AI,” kata Bill Gates, dikutip dari Fortune.

    Dengan laju inovasi saat ini, Gates memprediksi bahwa manusia tidak akan lagi dibutuhkan “untuk sebagian besar hal,” sehingga pemikiran ulang tentang tempat kerja akan segera diperlukan.

    “Bagaimana pekerjaan nanti? Haruskah kita bekerja hanya dua atau tiga hari seminggu?” kata Gates kepada Jimmy Fallon di The Tonight Show, dilansir dari Fortune.

    Ini bukan pertama kalinya miliarder itu menyinggung pemangkasan minggu kerja. Pada 2023, ketika ChatGPT masih dalam tahap awal, Gates mengatakan masyarakat mungkin akhirnya sampai pada skenario di mana mereka dapat bekerja tiga hari seminggu adalah hal yang benar terjadi, dan dunia harus mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan lebih banyak waktu luang.

    “Jika Anda memperluas wawasan, tujuan hidup bukan hanya untuk melakukan pekerjaan,” ujar Gates.

    Pengurangan jam kerja mungkin menjadi kabar baik bagi banyak pekerja di dunia yang berjuang melawan kelelahan, keletihan, dan keputusasaan, terutama setelah pandemi. Ada indikasi bahwa peralihan menjadi bekerja empat hari selama seminggu sangat bermanfaat.

    Satu perusahaan menemukan bahwa pemotongan jam kerja satu hari meningkatkan produktivitas hingga 24% dan mengurangi kelelahan pekerjanya hingga setengahnya.

    Meskipun penerapan lembar kerja yang dipersingkat belum menjadi tren, tetapi tren ini terus berubah. Contoh saja pemerintah Tokyo baru-baru ini mengumumkan perubahan sistem bekerja menjadi empat hari dalam seminggu, di mana dampaknya sebagian dapat membantu meningkatkan angka kelahiran di Jepang.

    Saat AI mulai menyasar tempat kerja, Gates mengakui akan ada profesi yang mengalami lebih banyak perubahan dibanding profesi lainnya. Dalam percakapannya dengan Fallon, ia memilih dokter dan guru sebagai dua jalur yang akan mengalami penggantian, tetapi demi manfaat masyarakat secara keseluruhan.

    “Dengan AI, selama dekade berikutnya, (kecerdasan) akan menjadi hal yang gratis dan biasa seperti nasihat medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” ungkap Gates.

    Namun menurutnya, tidak semua kegiatan dapat digantikan dengan AI. Manusia akan mempertahankan beberapa kegiatan seperti bermain bisbol profesional, dan lain-lainnya.

    “Akan ada beberapa hal yang kita simpan untuk diri kita sendiri, tetapi dalam hal membuat sesuatu, memindahkan sesuatu, dan menanam makanan, seiring waktu, hal-hal tersebut pada dasarnya akan menjadi masalah yang terpecahkan,” pungkas Gates.

    (haa/haa)

  • Bill Gates Ramal Hari Kerja Bakal Dua Kali Seminggu, Kapan?

    Bill Gates Ramal Hari Kerja Bakal Dua Kali Seminggu, Kapan?

    Jakarta

    Bill Gates memprediksi manusia hanya akan menjalani dua hari kerja dalam seminggu. Berkat kecerdasan buatan yang terus berkembang, hal ini mampu diwujudkan dalam waktu dekat, yakni 10 tahun lagi.

    Dengan laju inovasi saat ini, Founder Microsoft tersebut memprediksi manusia tidak akan lagi dibutuhkan ‘untuk sebagian besar hal’. Karena itu, pemikiran ulang tentang cara kerja akan segera terjadi.

    “Seperti apa pekerjaan nanti? Haruskah kita bekerja hanya 2 atau 3 hari seminggu?” miliarder itu mengatakan kepada Jimmy Fallon di The Tonight Show.

    Ini bukan pertama kalinya miliarder itu menyinggung tentang pemendekan minggu kerja. Pada tahun 2023, ketika ChatGPT masih dalam tahap awal, Gates mengatakan masyarakat mungkin akhirnya sampai pada skenario di mana bekerja tiga hari seminggu menjadi normal. Dia mengatakan dunia harus mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan lebih banyak waktu luang dari kemajuan teknologi ini.

    “Jika Anda memperbesarnya, tujuan hidup bukan hanya untuk melakukan pekerjaan,” katanya kepada podcast ‘What Now?’ milik Trevor Noah.

    Saat AI membidik tempat kerja, Gates mengakui akan ada profesi yang mengalami lebih banyak perubahan daripada yang lain. Dalam percakapannya dengan Fallon, ia menyebut dokter dan guru sebagai dua jalur yang akan mengalami penggantian.

    “Dengan AI, selama dekade berikutnya, (kecerdasan) akan menjadi hal yang gratis dan biasa — nasihat medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” kata Gates.

    Meskipun ia mengatakan manusia akan menyisakan beberapa pekerjaan contohnya pemain bisbol profesional. Demikian melansir Fortune.

    Kalau menurutmu bagaimana, detikers? Apakah wacana bekerja dua hari dalam seminggu bisa direalisasikan seperti kata Bill Gates? Tulis di kolom komentar di bawah, ya.

    (ask/ask)

  • Bill Gates Ungkap Tanda Kiamat, Blak-blakan Sebut Indonesia

    Bill Gates Ungkap Tanda Kiamat, Blak-blakan Sebut Indonesia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri Microsoft Bill Gates mengungkapkan aktivitas di Bumi menghasilkan 51 miliar ton gas rumah kaca setiap tahunnya. Filantropis tersebut melalui blognya menjelaskan sebanyak 7% berasal dari produksi lemak dan minyak dari hewan dan tumbuhan.

    “Untuk memerangi perubahan iklim, kita harus mengubah angka tersebut ke nol,” kata dia, dikutip, Selasa (1/4/2025).

    Kendati demikian, ia menyadari bahwa rencana untuk menghilangkan konsumsi lemak hewan bagi manusia tidak realistis. Pasalnya, manusia sudah tergantung dengan lemak hewan dengan alasan yang logis.

    Lemak hewan memiliki nutrisi dan kalori yang dibutuhkan oleh manusia. Namun, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengambil lemak tanpa memproduksi emisi, menyiksa hewan, dan menghasilkan zat kimia berbahaya.

    Gates pun mengungkapkan bahwa solusinya sudah ditemukan oleh startup bernama ‘Savor’. Gates turut menjadi salah satu investornya.

    Savor menciptakan lemak dari sebuah proses yang melibatkan karbondioksida dari udara dan hidrogen dari air. Senyawa tersebut lalu dipanaskan dan dioksidasi sehingga terjadi pemisahan komponen asam yang menciptakan formulasi lemak.

    Gates mengklaim lemak yang dihasilkan memiliki molekul serupa yang ditemukan dari susu, keju, sapi, dan minyak nabati.

    Indonesia dan Malaysia

    Tak hanya itu, Gates juga menyoroti faktor yang menciptakan dampak lebih besar yakni minyak sawit.

    “Saat ini, minyak sawit adalah lemak nabati yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Sebagian ditemukan pada makanan sehari-hari seperti kue, mie instan, krim kopi, makanan beku, hingga makeup, sabun badan, odol, deterjen, deodoran, makanan kucing, formula bayi, dan sebagainya. Bahkan, minyak sawit juga digunakan untuk biofuel dan mesin diesel,” ia menuturkan.

    Menurut Gates, masalah pada minyak sawit bukan soal penggunaannya, tetapi bagaimana proses menghasilkannya. Mayoritas jenis sawit asli jenis Afrika Barat dan Tengah tidak tumbuh di banyak wilayah. Pohon itu hanya tumbuh subur di tempat-tempat yang dilewati garis khatulistiwa.

    “Hal ini menyebabkan penggundulan hutan di area-area khatulistiwa untuk mengonversinya menjadi lahan sawit,” kata Gates.

    Proses ini dapat berdampak buruk bagi keragaman alam dan menyebabkan pukulan telak bagi perubahan iklim. Pembakaran hutan menciptakan emisi yang banyak di atmosfer dan mengakibatkan peningkatan suhu.

    “Pada 2018, kehancuran yang terjadi di Malaysia dan Indonesia saja sudah cukup parah hingga menyumbang 1,4% emisi global. Angka itu lebih besar dari seluruh negara bagian California dan hampir sama besarnya dengan industri penerbangan di seluruh dunia,” Gates menjelaskan.

    Sayangnya, Gates mengakui bahwa peran minyak sawit sulit tergantikan. Sebab, komoditas sawit murah, tidak berbau, dan melimpah.

    “MInyak sawit juga satu-satunya minyak nabati dengan keseimbangan lemak jenuh dan tak jenuh yang hampir sama, itulah sebabnya minyak ini sangat serbaguna. Jika lemak hewan adalah bahan utama dalam beberapa makanan, maka minyak sawit adalah pemain tim yang dapat bekerja untuk membuat hampir semua makanan dan barang-barang non-makanan menjadi lebih baik,” Gates menjelaskan.

    Untuk alasan-alasan tersebut, Gates mengatakan sudah ada perusahaan-perusahaan yang mencoba mengatasinya. Salah satunya C16 Biosciences yang berupaya membuat alternatif minyak sawit.

    Sejak 2017, Gates mengatakan C16 mengembangkan produk dari mikroba ragi liar menggunakan proses fermentasi yang tidak menghasilkan emisi sama sekali.

    Meski secara kimiawi berbeda dari minyak sawit konvensional, namun minyak C16 mengandung asam lemak yang sama, sehingga dapat digunakan untuk aplikasi serupa.

    “Minyak ini sama alaminya dengan minyak sawit, hanya saja tumbuh pada jamur, bukan pada pohon. Sama dengan Savor, proses C16 sepenuhnya bebas dari pertanian. ‘Pertanian’-nya adalah sebuah laboratorium di tengah kota Manhattan,” kata Gates.

    (luc/luc)

  • Bill Gates Ramal Hari Kerja Bakal Dua Kali Seminggu, Kapan?

    Bill Gates Prediksi Orang Cuma Kerja Dua Hari Seminggu, Kapan?

    Jakarta

    Miliarder teknologi Bill Gates tampil di acara The Tonight Show bersama Jimmy Fallon pada Februari, dan membuat sejumlah prediksi untuk masa depan dan peran yang mungkin dimainkan oleh kecerdasan buatan (AI).

    Dalam acara talkshow yang tayang di stasiun TV NBC tersebut, Gates mendasarkan prediksinya pada pengalamannya tentang perubahan yang telah disaksikannya dalam komputasi sepanjang kariernya. Dulu komputer mahal, tetapi sekarang tidak.

    Ia percaya bahwa hal ini juga akan terjadi pada AI. Ia menjelaskan bahwa ada banyak ketidakpastian, tetapi optimismenya tentang AI tidak diamini banyak orang di seluruh dunia.

    “Era yang baru saja kita mulai adalah era ketika kecerdasan itu langka. Anda tahu, dokter hebat, guru hebat… Dan dengan AI selama dekade berikutnya, itu akan menjadi gratis. Hal yang biasa, Anda tahu? Saran medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat. Dan itu sangat mendalam karena memecahkan semua masalah khusus ini, seperti kita tidak memiliki cukup dokter atau, Anda tahu, profesional kesehatan mental,” kata Gates kepada Fallon selama acara tersebut.

    Dikutip dari IFL Science, prediksinya ini menuai kritikan. Publik juga menyindir pendiri Microsoft tersebut dengan pendapat bahwa guru dan dokter berbakat itu langka.

    Yang pertama adalah bahwa kebutuhan akan lebih banyak orang dalam profesi yang penting bagi masyarakat yang sukses bersifat struktural. Kurangnya guru, profesional kesehatan mental, dokter, dan sebagainya, mencerminkan kurangnya investasi dan dukungan dalam profesi tersebut.

    Yang kedua adalah fakta bahwa AI secara umum memperburuk profesi tersebut. Chatbot AI milik Google, Gemini, telah ditempatkan di atas semua hasil pencarian, dan kerap memberikan pernyataan yang salah.

    Algoritme pembelajaran mesin medis telah membuat langkah besar dalam memprediksi kondisi tertentu, tetapi secara umum terus bias terhadap wanita dan orang kulit berwarna dengan tidak mengidentifikasi penyakit. Mengingat bahwa kesenjangan kesehatan seperti ini sudah ada dalam bidang kedokteran, penerapan AI kemungkinan akan memperburuknya.

    “(AI) membawa banyak perubahan. Anda tahu, seperti apa pekerjaan nantinya? Haruskah kita hanya bekerja 2 atau 3 hari seminggu? Jadi saya suka cara AI mendorong inovasi, tetapi saya pikir itu masih belum diketahui. Apakah kita dapat membentuknya? Jadi, wajar saja, orang-orang berkata, ‘Wah, ini agak menakutkan.’ Ini benar-benar wilayah yang baru,” lanjut Gates.

    Fallon kemudian bertanya, “Apakah kita masih membutuhkan manusia?”, dan Gates menjawab, “Tidak untuk sebagian besar hal.”

    Gagasan bekerja lebih sedikit merupakan sesuatu yang diinginkan kebanyakan orang. Telah terbukti berkali-kali bahwa minggu kerja empat hari dapat memberikan banyak manfaat bagi pekerja tanpa mengurangi produktivitas perusahaan.

    Dalam satu program percontohan berbasis di Inggris yang menguji coba minggu yang lebih pendek ini, hasilnya sangat baik sehingga 86% perusahaan yang mencobanya memutuskan untuk mempertahankannya.

    Kritik utama di sini adalah bahwa banyak orang, sejauh ini, belum menemukan manfaat praktis dari iterasi AI saat ini, pada dasarnya, AI tidak membuat beban kerja sehari-hari menjadi lebih baik.

    Selain itu, AI tidak dirancang untuk menggantikan pekerjaan yang membosankan atau berbahaya. AI sebagian besar dilatih untuk melakukan tugas-tugas kreatif, seperti menulis atau membuat karya seni, sesuatu yang mungkin dilakukan manusia jika mereka bekerja lebih sedikit.

    Model-model AI telah menghadapi tuduhan dilatih menggunakan karya seni curian. Sementara perusahaan induk Facebook, Meta, telah kedapatan menggunakan materi bajakan untuk mengembangkan program-program AI-nya.

    Dalam wawancara tersebut, Gates juga menyebutkan betapa samarnya solusi iklim yang mungkin akan muncul dalam beberapa tahun mendatang, dan itu adalah awan hitam lain yang membayangi AI. Saat ini, tidak ada alternatif untuk penggunaan air yang berlebihan dan jejak karbon yang mengkhawatirkan, dengan perusahaan-perusahaan seperti Microsoft gagal mencapai tujuan iklim mereka dalam mengejar AI.

    Memprediksi masa depan selalu berupa tebak-tebakan dan tebakan-tebakan tersebut dipengaruhi oleh bias dan pandangan dunia yang melekat pada Nostradamus. AI tentu saja membentuk dunia kita. Apakah itu menjadi lebih baik atau lebih buruk, hanya waktu yang dapat menjawabnya.

    (rns/rns)

  • Bill Gates Prediksi AI Geser Dokter dan Guru dalam 10 Tahun – Page 3

    Bill Gates Prediksi AI Geser Dokter dan Guru dalam 10 Tahun – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Miliarder Bill Gates prediksi kemajuan kecerdasan buatan pada dekade berikutnya akan membuat manusia tidak akan lagi dibutuhkan untuk sebagian besar hal di dunia.

    Ia menyampaikan hal itu saat wawancara the Tonight Show NBC pada Februari, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (29/3/2025).

    Ia menuturkan, saat ini keahlian masih langka. Gates menunjuk pada spesialis yang masih diandalkan di banyak bidang termasuk dokter dan guru. “Namun, dengan AI selama dekade berikutnya, itu akan menjadi hal umum dan gratis, nasihat medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” kata Gates.

    Gates menuturkan, dengan kata lain, dunia memasuki era baru yang disebut sebagai “kecerdasan gratis”. Ia menuturkan, hasilnya akan menjadi kemajuan pesat dalam teknologi bertenaga AI yang dapat diakses dan menyentuh hampir setiap aspek kehidupan. Hal ini mulai dari obat-obatan dan diagnosis yang lebih baik hingga tutor AI dan asisten virtual yang tersedia secara luas.

    “Ini sangat mendalam, dan bahkan sedikit menakutkan, terjadi sangat cepat, dan tidak ada batasan atas,” ujar Gates.

    Perdebatan tentang bagaimana tepatnya sebagian besar manusia akan cocok dengan masa depan yang didukung AI ini masih berlangsung. Beberapa ahli menuturkan, AI akan membantu manusia bekerja lebih efisien daripada menggantikan sama sekali. Selain itu, memacu pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada penciptaan lebih banyak lapangan kerja.

     

     

  • Bill Gates Ramal Hari Kerja Bakal Dua Kali Seminggu, Kapan?

    Bill Gates Ramal AI Akan Gantikan Banyak Pekerjaan, Kecuali…

    Jakarta

    Dalam dekade berikutnya dari sekarang, kemajuan dalam kecerdasan buatan atau AI akan berarti manusia takkan lagi dibutuhkan untuk sebagian besar hal di dunia. Demikian dikatakan oleh pendiri Microsoft, Bill Gates.

    Pria berusia 69 tahun itu mengatakannya ke komedian Jimmy Fallon saat wawancara di The Tonight Show. Saat ini, keahlian manusia masih diperlukan dalam beberapa bidang, misalnya guru atau dokter yang hebat.

    “Namun dengan AI, selama dekade berikutnya, itu akan menjadi hal yang umum dan gratis, (seperti) nasihat medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” kata Gates.

    Dengan kata lain, dunia memasuki era baru yang disebut Gates sebagai kecerdasan gratis berkat menjamurnya AI. Kemajuan pesat AI akan menyentuh hampir tiap aspek kehidupan, mulai obat-obatan dan diagnosis lebih baik hingga tutor AI dan asisten virtual yang tersedia luas.

    “Ini sangat mendalam dan bahkan sedikit menakutkan karena terjadi sangat cepat dan tidak ada batasan,” kata Gates yang dikutip detikINET dari CNBC, Sabtu (29/3/2025).

    Perdebatan tentang bagaimana peran manusia dalam masa depan AI masih berlangsung. Beberapa ahli mengatakan AI akan membantu manusia bekerja lebih efisien daripada menggantikan mereka dan memacu pertumbuhan ekonomi,

    Yang lain, seperti CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman, menyebut kemajuan teknologi beberapa tahun ke depan akan mengubah sebagian besar pekerjaan di hampir tiap industri. “Alat-alat ini hanya akan menambah kecerdasan manusia untuk sementara waktu,” tulis Suleyman di buku The Coming Wave yang diterbitkan di 2023.

    “Alat-alat ini akan membuat kita lebih cerdas dan lebih efisien untuk sementara waktu dan akan membuka sejumlah besar pertumbuhan ekonomi, tapi pada dasarnya alat-alat ini memang menggantikan tenaga kerja,” paparnya.

    Gates sendiri optimistis tentang manfaat menyeluruh yang dapat diberikan AI bagi umat manusia, seperti pengobatan terobosan untuk penyakit mematikan, solusi inovatif perubahan iklim dan pendidikan berkualitas tinggi untuk semua orang.

    Saat berbicara dengan Fallon, Gates menegaskan kembali keyakinannya bahwa walaupun banyak profesi bisa digantikan AI, jenis pekerjaan tertentu kemungkinan tidak akan pernah tergantikan oleh AI. Misalnya, orang mungkin tidak ingin melihat mesin bermain bisbol.

    Gates sudah meramalkan potensi AI bertahun-tahun lalu. “Pekerjaan dalam AI saat ini berada pada tingkat sangat mendalam,” kata Gates tahun 2017 di Universitas Columbia.

    Ia menunjuk pada tonggak sejarah dari lab AI DeepMind Google dengan program komputer yang dapat mengalahkan manusia di permainan papan Go. Saat itu, teknologi AI masih jauh dari teks generatif ala ChatGPT.

    (fyk/rns)

  • Bill Gates Ramal 10 Tahun Lagi, Manusia Bakal Kerja 2 Hari Seminggu

    Bill Gates Tiba-Tiba Kasih Peringatan ke Donald Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri Microsoft sekaligus filantropis kesehatan global, Bill Gates, memberi peringatan kepada Presiden Donald Trump. Hal ini terkait dengan dana kesehatan global yang saat ini dihentikan oleh Gedung Putih dalam program efisiensinya.

    Dua orang sumber mengatakan kepada Reuters, Selasa, Gates secara pribadi melobi pejabat pemerintahan Trump untuk terus mendanai program kesehatan di seluruh dunia, mulai dari vaksinasi anak hingga pengobatan HIV. Ia turut mewanti-wanti bahwa yayasannya tidak dapat turun tangan untuk mengisi kesenjangan tersebut.

    “Gates, miliarder pendiri Microsoft yang menjadi filantropis kesehatan global, bertemu dengan Dewan Keamanan Nasional serta anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat dalam beberapa minggu terakhir untuk mendesak kasus tersebut,” kata sumber tersebut dikutip dari Reuters, Kamis (27/3/2025).

    Hal yang sama juga diutarakan Yayasan Gates. Mereka mengatakan Gates sedang membahas bagaimana Washington dan yayasan itu terus dapat memenuhi bantuan kesehatan dunia.

    “Bill baru-baru ini berada di Washington D.C. untuk bertemu dengan para pengambil keputusan guna membahas dampak penyelamatan nyawa dari bantuan internasional AS dan perlunya rencana strategis untuk melindungi orang-orang paling rentan di dunia sekaligus menjaga kesehatan dan keamanan Amerika,” kata juru bicara Yayasan Gates, organisasi amal miliknya.

    Segera setelah pelantikannya pada 20 Januari, Presiden Donald Trump bergerak untuk membubarkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID). Ia memotong lebih dari 80% kontrak dan membekukan miliaran dolar untuk segala hal mulai dari bantuan pangan darurat hingga pencegahan malaria.

    Meski begitu, Pemerintahan Trump melalui Departemen Luar Negeri, sedang meninjau jenis bantuan asing apa yang akan tetap berada di bawah kebijakan ‘America First’, dengan daftar sekitar 30 proyek kesehatan global untuk dipertimbangkan.

    Didirikan pada tahun 2000, Gates Foundation memiliki anggaran tahunan lebih dari US$8 miliar (Rp 132 triliun). Gates telah bertemu secara teratur dengan pejabat keamanan di pemerintahan sebelumnya mengenai bidang-bidang utama seperti malaria atau Covid-19.

    Yayasan Gates mengaku diskusi di Washington difokuskan pada organisasi-organisasi seperti Gavi, Vaccine Alliance, serta Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria, dan lain-lain.

    Isu-isu ini masuk dalam daftar pendek untuk ditinjau oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Trump. AS memberikan sekitar US$ 300 juta (Rp 4,9 triliun) setiap tahunnya kepada Gavi, aliansi vaksin dunia dan lebih dari US$ 1 miliar (Rp 16,4 triliun) kepada Global Fund, lembaga pembiayaan proyek penetasan AIDS, Tuberculosis and Malaria.

    “Pada saat yang sama, banyak prioritas utama Yayasan Gates seperti pemberantasan polio dan pemberantasan malaria akan terdampak oleh penarikan bantuan AS. Dalam kasus seperti itu, Yayasan perlu memutuskan apakah dan bagaimana ia dapat menjaga program-program tersebut tetap pada jalurnya,” kata seorang sumber yang dekat dengan organisasi tersebut.

    (dem/dem)

  • Manusia Rp 3.500 Triliun Mau Gelar Pernikahan Mewah di Italia

    Manusia Rp 3.500 Triliun Mau Gelar Pernikahan Mewah di Italia

    Jakarta

    Pendiri raksasa e-commere Amazon Jeff Bezos, orang terkaya kedua dunia setelah Elon Musk, dan tunangannya Lauren Sanchez akhirnya mengirimkan undangan pernikahan mereka setelah hampir dua tahun mereka bertunangan.

    Menurut Page Six, Bezos yang hartanya menurut Forbes saat ini tembus USD 212 miliar atau hampir Rp 3.500 triliun itu dan Sanchez akan menikah di Venesia, Italia, pada musim panas tahun ini.

    Bezos yang berusia 61 tahun dan Sanchez 55 tahun, bertunangan pada Mei 2023, empat tahun setelah miliarder itu mengakhiri pernikahannya selama 25 tahun dengan istrinya MacKenzie Scott. Pada tahun yang sama atau 2019 itu, Sanchez berpisah dari suaminya Patrick Whitesell.

    Sanchez dan Bezos akan menikah di kapal pesiar mereka yang senilai USD 500 juta, Koru, di lepas pantai Italia pada bulan Juni. Sebelumnya, dikutip detikINET dari New York Post, pasangan itu dikabarkan akan menikah di Colorado pada bulan Desember 2024 silam, tetapi pemilik Washington Post membantah informasi palsu tersebut.

    Menurut Sanchez kepada Vogue, Bezos melamar dengan berlian berkilau 20 karat senilai USD 2,5 juta. Dia mengatakan sedikit pingsan selama momen besar itu.

    Setelah pertunangan mereka, pasangan itu merayakannya di kapal pesiar mewah mereka di Positano, Italia dengan tamu-tamu bintang termasuk Bill Gates, Ari Emanuel, Leonardo DiCaprio, Tobey Maguire, Andrew Garfield, Ratu Yordania Rania Al Abdullah, dan Kris Jenner.

    Sanchez, seorang mantan jurnalis, terlihat awal bulan ini di Pesta Oscar Vanity Fair di karpet merah dengan gaun mewah karya Oscar de la Renta. Pasangan itu juga menghadiri pelantikan kedua Presiden Trump di Washington, DC awal tahun ini.

    Calon istri Bezos itu juga akan bergabung dengan Oprah Winfrey, Katy Perry, dan Gayle King dengan kru yang semuanya perempuan ke luar angkasa bersama perusahaan antariksa milik Bezos, Blue Origin, pada musim semi ini. Misi tersebut akan menandai penerbangan manusia ke-11 untuk program New Shepard dari perusahaan roket milik Bezos.

    (fyk/fyk)

  • Bill Gates Ramal Hari Kerja Bakal Dua Kali Seminggu, Kapan?

    5 Hal yang Bikin Bill Gates Tak Mau Keluar Uang, Never!

    Jakarta

    Bill Gates memang bergelimang harta, tapi dia tidak akan mengeluarkan uangnya untuk sejumlah hal. Diperkirakan, kekayaan bersih William Henry Gates III mencapai USD 108,9 miliar atau sekitar Rp 1.791 triliun, namun dirinya tetap bersahaja.

    Dari pakaian yang dia kenakan pun, terlihat Founder of Microsoft ini terlihat sederhana. Lantas, apa saja hal yang tidak akan membuat Gates mengeluarkan uangnya? Dirangkum dari Nasdaq, Kamis (13/3/2025) berikut ini di antaranya:

    1. Pengeluaran yang berlebihan

    Seperti Warren Buffett, orang lain dalam daftar orang terkaya di dunia, Bill Gates sangat cermat dalam pengeluarannya. Dia menekankan pentingnya berhati-hati dalam mengelola uang daripada menghabiskannya secara berlebihan.

    Kebijakan Gates dalam hal uang dan pengeluaran mencerminkan filosofi moderasi dan kehati-hatian, bahkan dengan status miliardernya. Ia sederhana dan tidak pernah lupa untuk memperhitungkan pandangan ke depan dalam hal keuangan dan penghematan.

    2. Barang mewah untuk anak

    Percaya pada nilai pendidikan dan amal, Gates menekankan investasi di bidang-bidang ini daripada barang-barang mewah untuk anak-anaknya. Gates sering bicara tentang bagaimana bukanlah ide terbaik bagi anak-anak untuk memberi mereka banyak uang.

    Sebaliknya, ia menganjurkan agar anak-anak dan orang dewasa muda sama-sama belajar tentang nilai uang ketimbang membiarkan apa pun dan semua yang mereka inginkan diberikan kepada mereka.

    3. Makanan berlebihan

    Baginya, kepraktisan dan kebutuhan makanan, khususnya penyediaan ketahanan pangan di negara-negara berkembang, lebih penting ketimbang makan mewah dan berlebihan. Kata Gates, makan berlebihan identik dengan pengeluaran berlebihan.

    4. Yacht dan Lamborghini

    Gates memiliki reputasi tidak memiliki barang-barang yang sangat mewah seperti kapal pesiar dan Lamborghini, seperti yang pernah dijelaskan oleh Luxury Launches. Meskipun demikian, hal itu tidak serta-merta menghentikan Gates untuk menyelenggarakan pesta ulang tahunnya yang ke-66 di atas kapal pesiar super sewaan pada tahun 2021, bersama pendiri Amazon Jeff Bezos.

    Ia juga pemilik Porsche 959. Tapi tidak begitu banyak mobil yang ia miliki. Jadi, dapat dikatakan bahwa ia tidak berfoya-foya mengingat kekayaan bersihnya yang besar.

    5. Eksplorasi ruang angkasa

    Gates telah menyatakan skeptisismenya tentang ambisi Elon Musk untuk menjajah Mars. Dia terang-terangan mempertanyakan apakah itu merupakan penggunaan uang yang baik.

    Ia percaya bahwa mendanai pengembangan vaksin merupakan penggunaan uang yang lebih baik daripada menempatkan orang di Planet Merah.

    “Sebenarnya cukup mahal untuk pergi ke Mars,” katanya dalam sebuah wawancara pada tahun 2023.

    “Anda dapat membeli vaksin campak dan menyelamatkan nyawa dengan biaya seribu dolar per nyawa yang diselamatkan. Itu hanya semacam landasan bagi Anda, jangan pergi ke Mars,” imbuhnya.

    (ask/fay)