Tag: Bill Gates

  • Bill Gates Punya Kapal Pesiar Mewah Tapi Tak Pernah Ditumpangi

    Bill Gates Punya Kapal Pesiar Mewah Tapi Tak Pernah Ditumpangi

    Jakarta

    Bill Gates dengan kekayaannya yang melimpah punya beragam barang mewah, termasuk kapal pesiar jumbo. Salah satunya yatch Breakthrough yang bernilai USD 645 juta. Namun kapal bertenaga hidrogen itu belum pernah ia pakai.

    Dirancang mewah dan punya teknologi berkelanjutan canggih, superyacht Breakthrough pun dijual dan akan segera mendapatkan pemilik baru. Kabarnya, Bill Gates belum pernah sekali pun menaiki kapal bertenaga hidrogen tersebut.

    Dibangun oleh galangan kapal Belanda Feadship, kapal sepanjang 119 meter ini dirancang sebagai superyacht pertama di dunia dengan propulsi hidrogen, yang hanya mengeluarkan air selama pengoperasiannya.

    Fasilitasnya pun sangat lengkap. Dikutip detikINET dari NY Post, Jumat (17/4/2025), selain sistem energi hijaunya, kapal pesiar ini memiliki kolam renang, helipad, spa, pusat kebugaran, dan dua suite yang luas.

    Bill Gates sekarang dikatakan sedang bersiap untuk menjualnya kepada warga negara Kanada Patrick Dovigi, mantan kiper NHL dan pendiri Green For Life Environmental, perusahaan pengelolaan limbah yang bernilai lebih dari USD 8 miliar.

    Dovigi tidak asing dengan dunia kapal pesiar. Tahun 2023, ia membeli superyacht AHPO seharga USD 362 juta, tapi menjualnya kurang dari dua tahun kemudian. Dengan enam lantai dan berbagai ruang mewah, AHPO sekarang dipasarkan seharga USD 370 juta.

    Breakthrough pertama kali terdaftar bulan Mei 2024 dan disebut Jamie Edmiston, CEO Edmiston Yachts, sebagai yacht paling luar biasa yang pernah dibuat. Di antara fitur menonjol dari desainnya adalah lounge observasi panorama, tangga spiral, dan area sosial luar ruangan.

    “Yacht paling luar biasa yang pernah dibuat yang akan mengubah semuanya,” katanya kala itu.

    Bill Gates sendiri selain kapal pesiar juga punya pesawat pribadi. Tak seperti Breakthrough ini, sang pendiri Microsoft terhitung sering menggunakan jet kepunyaannya itu untuk bepergian.

    (fyk/fay)

  • Bill Gates Menyesal Bercerai, Mantan Istri Tanggapi Dingin

    Bill Gates Menyesal Bercerai, Mantan Istri Tanggapi Dingin

    Jakarta

    Bill Gates belum lama ini menyebut perceraiannya dengan Melinda French Gates adalah penyesalan terbesarnya. Ketika dimintai komentarnya tentang hal itu, Melinda menanggapi dingin dan menyebut perceraian mereka memang diperlukan. Kini, dia pun sudah bahagia.

    Dalam wawancara panjang dengan Sunday Times, Melinda sama sekali tidak menyebut nama mantan suaminya itu, hanya memanggil dia. “Jika Anda tidak dapat menjalankan nilai-nilai Anda dalam hubungan Anda yang paling intim, itu (perceraian) perlu,” katanya.

    “Saya bahkan tak tahu harus apa dengan pernyataan itu, jadi saya takkan mengomentari apa yang dikatakannya. Ia memiliki hidupnya sendiri. Saya memiliki hidup saya sendiri sekarang. Saya sangat bahagia,” lanjut perempuan usia 60 tahun itu.

    Melinda mengisahkan ia mengalami serangan panik saat perceraian mereka. “Ketika Anda meninggalkan pernikahan, itu sangat, sangat sulit. Dan negosiasinya sulit,” ungkapnya seperti dikutip detikINET dari Independent.

    Ia mengaku sebenarnya sudah mulai menemui terapis tahun 2014 kala mengalami serangan panik pertamanya saat makan siang dengan Bill Gates. “Tidak, itu tidak berarti saya terluka. Itu berarti saya telah melalui beberapa hal sulit yang perlu saya cari tahu (mengapa),” jelasnya.

    Pasangan itu, yang menikah pada tahun 1994, memiliki tiga orang anak yang sekarang sudah dewasa yaitu Jennifer, 28 tahun, Rory, 25 tahun, dan Phoebe, 22 tahun, serta dua orang cucu dari Jennifer dan suaminya.

    Bill telah menjalin hubungan dengan Paula Hurd, janda mantan CEO Oracle Mark Hurd, sejak 2022. Akan tetapi Melinda mengaku saat ini masih lajang dan bahwa dia menikmati kencan. “Banyak teman yang mengenalkan saya kepada orang lain dan itu menyenangkan,” cetusnya.

    (fyk/fyk)

  • Deretan Miliarder Ini Ketiban Sial Gara-Gara Ulah Trump – Page 3

    Deretan Miliarder Ini Ketiban Sial Gara-Gara Ulah Trump – Page 3

    Tidak hanya tiga miliarder di atas, sejumlah miliarder lainnya juga merasakan dampak negatif dari kebijakan tarif Trump. Warren Buffett, investor kawakan yang dikenal dengan portofolionya yang besar, diperkirakan mengalami kerugian sekitar USD 10 miliar. Jensen Huang, CEO Nvidia, juga mengalami penurunan kekayaan sebesar USD 7,4 miliar. Bahkan Bill Gates pun mencatat kerugian USD 774 juta hanya dalam satu hari.

    Ernest Garcia III, CEO Carvana Co., mengalami kerugian yang cukup besar, yaitu USD 1,4 miliar setelah saham perusahaannya anjlok hingga 20 persen. Hal ini menunjukkan betapa luasnya dampak kebijakan tarif Trump terhadap berbagai sektor, termasuk sektor teknologi dan otomotif.

    Total kerugian 500 orang terkaya di dunia diperkirakan mencapai USD 208 miliar, atau setara dengan Rp 3.444 triliun hingga Rp 3.452 triliun (tergantung sumber). Angka ini menunjukkan betapa besarnya guncangan yang ditimbulkan oleh kebijakan tersebut terhadap perekonomian global.

  • Bill Gates Pamer Coding-an Awal Microsoft, Setumpuk dan Panjang Banget!

    Bill Gates Pamer Coding-an Awal Microsoft, Setumpuk dan Panjang Banget!

    Jakarta

    Sebagai founder of Microsoft, Bill Gates dengan bangga membagikan tampilan source code original. Terlihat tumpukan kertas tebal dan panjangan yang dia pamerkan.

    Dia membagikan momen itu dalam 50 tahun anniversary di blog Gates Notes. Dengan semangat, dia menyebut file itu sebagai ‘kode terkeren yang pernah saya tulis’.

    Membagikan foto dirinya memegang setumpuk besar kertas yang menunjukkan kode tersebut, Gates menulis bahwa ia terinspirasi oleh majalah Popular Electronics edisi Januari 1975. Majalah tersebut menampilkan foto sampul Altair 8800, komputer pribadi inovatif yang dibuat oleh perusahaan kecil bernama MITS.

    Dikutip dari CNET, Gates dan rekan-rekan pendiri Microsoft bekerja siang malam selama dua bulan untuk menciptakan coding tersebut. Gates dan Allen kemudian menyampaikan kode tersebut kepada presiden MITS, yang setuju untuk melisensikan perangkat lunak tersebut.

    “Altair BASIC menjadi produk pertama dari perusahaan baru kami, yang kami putuskan untuk disebut Micro-Soft. Kami kemudian menghilangkan tanda hubungnya,” jelas pendiri Gates Foundation itu.

    Lebih lanjut, meski pemrograman komputer telah berkembang pesat selama 50 tahun terakhir, dirinya masih sangat bangga dengan hasilnya.

    Bill Gates memang bekerja keras sejak muda demi membesarkan Microsoft. Namun menariknya, saat diminta berandai-andai seandainya ia memulai Microsoft saat ini, Gates menyebut dia akan mengambil jalur yang sangat berbeda.

    Menurut CNBC, pria berusia 68 tahun itu bakal terjun di bidang kecerdasan buatan atau AI, yang memang sedang menjadi tren saat ini.

    “Saat ini, seseorang dapat mengumpulkan miliaran dolar untuk perusahaan AI baru, hanya dengan beberapa ide sketsa,” katanya.

    Jika memperoleh cukup modal, ia akan mempertimbangkan untuk coba membangun pesaing perusahaan AI besar seperti Google, Nvidia, atau OpenAI. Jika tidak, ia akan coba menemukan industri khusus tempat AI dapat bermanfaat, tumbuh dengan cara terfokus, dengan persaingan minimal.

    Tapi melihat tumpukan coding yang dibuat Bill Gates memang menakjubkan ya, detikers. Bayangkan jika Gates memilih jalan lain, mungkin software sejenis yang paling dikenal di dunia bakal dimiliki perusahaan dengan nama berbeda.

    (ask/ask)

  • Tanda Kiamat Makin Cepat, Pakar Beberkan Fakta Mengerikan

    Tanda Kiamat Makin Cepat, Pakar Beberkan Fakta Mengerikan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ledakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang selama ini dianggap sebagai penyelamat masa depan justru bisa menjadi biang kerok tanda kiamat bagi Bumi.

    Menurut laporan terbaru Greenpeace, emisi dari produksi semikonduktor, inti dari teknologi AI, meningkat lebih dari 4 kali lipat sepanjang tahun 2024.

    Dalam analisis berdasarkan data perusahaan dan sumber terbuka, Greenpeace menyoroti lonjakan emisi karbon dari raksasa teknologi seperti Nvidia dan Microsoft yang mengandalkan produsen chip seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), SK Hynix, Samsung Electronics, dan Micron Technology.

    “Industri AI kini jadi penyumbang utama emisi karbon global,” tulis Greenpeace dalam laporannya.

    Lembaga itu menyebut sebagian besar pabrik chip ini berlokasi di Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, wilayah dengan ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil untuk pasokan listriknya.

    Greenpeace bahkan menantang narasi populer dari para investor besar seperti Bill Gates, bahwa AI akan mempercepat transisi energi hijau.

    “Kenyataannya, ledakan AI justru mengancam target dekarbonisasi yang dicanangkan perusahaan-perusahaan teknologi terbesar dunia,” tulis laporan itu.

    Sementara TMSC mengklaim bahwa emisi per unit produksi mereka menurun pada 2024, meski total emisi melonjak drastis.

    Ironisnya, untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan listrik industri chip, pemerintah di Asia Timur justru menggandakan jejak karbon mereka.

    Korea Selatan misalnya, berencana membangun pembangkit listrik tenaga gas alam cair (LNG) sebesar 4 gigawatt di dekat kawasan industri semikonduktor. Taiwan juga mengusulkan pembangunan terminal LNG baru demi menjamin pasokan listrik bagi industri chip.

    Laporan Greenpeace menunjukkan bahwa emisi global dari industri chip AI naik 357% pada 2024, melampaui lonjakan penggunaan listrik sebesar 351%.

    Dari laporan tersebut, terlihat bahwa Jepang menjadi penyumbang utama peningkatan intensitas emisi, seiring berkembangnya industri chip di Negeri Sakura.

    Di Taiwan, lebih dari 83% listrik dihasilkan dari bahan bakar fosil, sedangkan di Jepang dan Korea Selatan, angkanya masing-masing 68,6% dan 58,5%.

    (fab/fab)

  • Bill Gates Cuma Akan Wariskan 1% Harta ke Anak-anaknya

    Bill Gates Cuma Akan Wariskan 1% Harta ke Anak-anaknya

    Jakarta

    Bill Gates mengaku hanya akan akan mewariskan sedikit uang kepada ketiga anaknya, yaitu 1% saja dari total kekayaannya. Namun sedikit bagi sang pendiri Microsoft itu masih begitu besar bagi rakyat jelata.

    Dengan kekayaan sekitar USD 150 miliar menurut Bloomberg, berarti jatah total untuk ketiga anaknya atau 1% adalah USD 1,5 miliar. Itu berarti, setiap anak pria berusia 69 tahun itu akan memperoleh sekitar USD 500 juta atau sekitar Rp 847,8 miliar.

    Soal warisan pada anaknya ini ia utarakan dalam podcast Raj Shamani. Dari pernikahan dengan mantan istrinya Melinda, Gates dikaruniai 3 anak yaitu Jennifer, 28 tahun, Rory yang berusia 25 tahun dan Phoebe 22 tahun.

    “Anak-anak saya mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang hebat, tetapi kurang dari satu persen dari total kekayaan karena saya memutuskan itu bukan bantuan untuk mereka,” kata Gates yang dikutip detikINET dari Daily Mail, Rabu (9/4/2025).

    “Ini bukan dinasti, saya tidak meminta mereka untuk menjalankan Microsoft. Saya ingin memberi mereka kesempatan untuk memiliki penghasilan dan kesuksesan mereka sendiri,” imbuhnya.

    Bill Gates pernah memberitahu Daily Mail tahun 2011 bahwa ia akan mewariskan sekitar USD 10 juta kepada anak-anaknya. Saat itu, kekayaannya sekitar USD 56 miliar. “Itu akan menjadi bagian sangat kecil dari kekayaan saya. Itu berarti mereka harus menjadi diri mereka sendiri,” kata dia saat itu.

    Saat ini, Gates adalah orang terkaya keenam dunia. Namun, ia berencana menyumbangkan sebagian besar kekayaan untuk tujuan amal. “Anda tak ingin anak-anak Anda bingung tentang dukungan dan cinta Anda kepada mereka,” kata Gates dalam podcast tersebut.

    “Jadi, saya pikir menjelaskan filosofi sejak awal adalah bahwa Anda akan memperlakukan mereka semua setara dan memberi mereka kesempatan luar biasa, tapi tujuan tertinggi untuk sumber daya ini adalah untuk kembali kepada yang paling membutuhkan melalui yayasan,” paparnya.

    Putri bungsu Gates baru-baru ini membuka diri tentang bagaimana statusnya sebagai ‘bayi nepo istimewa’ menimbulkan perasaan insecure intens selama masa kuliahnya.

    Phoebe yang mempelajari Biologi Manusia di Universitas Stanford dan lulus tahun lalu itu, membahas kesuksesan luar biasa ayahnya dan tekanan yang ditimbulkannya pada podcast barunya, The Burnouts. “Saya memiliki begitu banyak rasa insecure dan keinginan besar untuk membuktikan diri di Stanford,” katanya.

    (fyk/fay)

  • Harta Elon Musk hingga Bill Gates Lenyap Rp3.463 Triliun Akibat Tarif Trump

    Harta Elon Musk hingga Bill Gates Lenyap Rp3.463 Triliun Akibat Tarif Trump

    PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak 500 orang terkaya di dunia kehilangan sebagian besar kekayaannya dalam waktu singkat akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mengobarkan perang dagang global.

    Donald Trump secara resmi mengumumkan penerapan tarif impor minimal 10 persen terhadap banyak negara, termasuk Indonesia. Dampaknya, nilai pasar berbagai perusahaan besar merosot tajam, dan kekayaan para miliarder dunia menyusut drastis.

    Total Kekayaan Hilang Setara Rp3.463 Triliun

    Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index per 5 April 2025, total kekayaan yang lenyap dalam sehari mencapai 208 miliar dolar AS, yang jika dikonversi dengan kurs Rp16.652 per dolar AS, setara dengan Rp3.463 triliun. Sebagian besar miliarder yang terdampak adalah warga negara Amerika Serikat.

    Elon Musk Paling Terpukul

    Orang paling terdampak dalam daftar ini adalah Elon Musk, pendiri dan CEO Tesla yang saat ini juga menjabat sebagai penasihat dalam pemerintahan Trump. Dalam sehari, Musk kehilangan kekayaan sebesar 19,9 miliar dolar AS (sekitar Rp331,35 triliun).

    Secara total, penurunan kekayaannya sejak awal tahun (year to date/YTD) mencapai 130 miliar dolar AS, sehingga kini kekayaan bersihnya berada di angka USD 302 miliar (sekitar Rp5.028 triliun).

    Daftar Miliarder yang Kehilangan Harta

    Selain Elon Musk, sejumlah nama besar lainnya juga merugi triliunan rupiah:

    Jeff Bezos – Pendiri Amazon kehilangan 7,59 miliar dolar AS (sekitar Rp126,38 triliun), dengan total kekayaan kini 193 miliar dolar AS (Rp3.213 triliun). Mark Zuckerberg – CEO Meta kehilangan 9,44 miliar dolar AS (Rp157,18 triliun), kekayaannya kini 179 miliar dolar AS (Rp2.978 triliun). Bernard Arnault – Konglomerat asal Prancis yang menaungi Louis Vuitton dan Christian Dior kehilangan 5,23 miliar dolar AS (Rp87 triliun), total kekayaannya tersisa 158 miliar dolar AS (Rp2.630 triliun). Bill Gates – Pendiri Microsoft kehilangan 6,45 miliar dolar AS (Rp107,44 triliun), kini memiliki kekayaan 155 miliar dolar AS (Rp2.580 triliun). Warren Buffett – Bos Berkshire Hathaway kehilangan 10,7 miliar dolar AS (Rp178,18 triliun). Namun, tetap mencatat kenaikan YTD sebesar 12,7 miliar dolar AS (Rp214 miliar), dengan total kekayaan 155 miliar dolar AS (Rp2,6 triliun). Larry Ellison – Mantan CEO Oracle kehilangan 10,1 miliar dolar AS (Rp168,18 triliun), kini memiliki kekayaan 150 miliar dolar AS (Rp2.497 triliun). Larry Page – Pendiri Google kehilangan 4,65 miliar dolar AS (Rp77,41 triliun), dengan total kekayaan 134 miliar dolar AS (Rp2.232 triliun). Steve Ballmer – Mantan CEO Microsoft kehilangan 4,36 miliar dolar AS (Rp72,60 triliun), kekayaannya kini 127 miliar dolar AS (Rp2.113 triliun). Sergey Brin – Pendiri Google lainnya kehilangan 4,38 miliar dolar AS (Rp72,93 triliun), dengan total kekayaan 126 miliar dolar AS (Rp2.096 triliun). Wall Street Terguncang, Pasar Saham Anjlok

    Kebijakan Trump memicu kejatuhan besar di pasar saham AS. Dalam dua hari terakhir, ketiga indeks utama mengalami penurunan tajam:

    Dow Jones turun 9,3% S&P 500 turun 10,5% Nasdaq Composite anjlok 11,4% dan resmi memasuki wilayah bear market — tanda penurunan signifikan dan berkelanjutan di pasar saham.

    Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak masa puncak kepanikan pandemi COVID-19 dan menjadi salah satu penurunan kekayaan miliarder terbesar dalam 13 tahun terakhir.

    Tarif Resiprokal dan Dampaknya pada Global

    Pemerintahan Trump memberlakukan tarif resiprokal yang tinggi terhadap banyak negara mitra dagang. Indonesia, misalnya, dikenai tarif impor sebesar 32%, sementara Vietnam mencapai 46% dan Thailand 37%.

    Tarif resiprokal adalah kebijakan di mana tarif impor suatu negara disesuaikan dengan tarif yang diberlakukan negara mitranya. Tujuannya, menurut Trump, adalah untuk menciptakan perdagangan yang lebih adil dan menurunkan defisit perdagangan Amerika.

    Akan tetapi, kebijakan ini justru memicu kekhawatiran resesi global dan menciptakan guncangan besar di pasar modal, terutama karena perusahaan-perusahaan besar AS bergantung pada rantai pasok global dan pasar internasional.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Pegawai Protes Microsoft Cuan dari Genosida Israel, Dipecat

    Pegawai Protes Microsoft Cuan dari Genosida Israel, Dipecat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dua karyawan Microsoft dipecat karena menyuarakan protes soal Israel. Kedua diketahui melakukan demo saat perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan pekan lalu.

    Salah satu yang dipecat adalah Ibtihal Aboussad. Dia adalah salah satu yang menyuarakan pendapatnya saat perayaan pada Jumat lalu.

    Aboussad diketahui menuding CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman sebagai pencari untung dari perang. Selain itu meminta raksasa teknologi menghentikan penggunaan AI sebagai alat genosida.

    Dalam email yang dikirimkan, Microsoft Kanada mengatakan Aboussad melakukan pelanggaran yang dirancang untuk mencari perhatian serta mengganggu acara perayaan ulang tahun perusahaan.

    Dia juga dipecat karena melakukan ‘tindakan pelanggaran’. Tindakan yang dilakukannya juga disebut agresif.

    “Hari ini Anda menyela pidato CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman dalam acara ulang tahun ke-50 perusahaan di Redmond, Seattle, dengan berteriak dan menuduh CEO di depan ribuan hadirin dan mengatakan tuduhan tidak beralasan serta tidak pantas pada CEO, perusahaan dan Microsoft secara umum,” jelas email itu dikutip dari The Verge, Rabu (9/4/2025).

    “Meski CEO tenang dan meredakan masalah, tindakan Anda agresif dan membuat perlu dikawal keluar ruangan oleh petugas,” lanjut isi email pemecatan.

    Microsoft menyebut tindakan Aboussad yang belum meminta maaf kepada perusahaan karena perilakunya sangat mengkhawatiran. Dia dituliskan tidak menyesal dengan apa yang dilakukannya.

    “Mengkhawatiran Anda belum meminta kepada perusahaan dan fakta Anda tidak memperlihatkan penyesalan pada dampak yang telah dan akan timbul,” kata Microsoft.

    Sementara Vaniya Agrawal juga melakukan protes. Dia juga demo di depan Bill Gates yang juga pendiri Microsoft, mantan CEO Steve Ballmer dan CEO Satya Nadella dalam perayaan ulang tahun di hari berbeda.

    Baik Aboussad dan Agrawal diketahui juga mengirimkan email terpisah kepada ribuan pekerja lainnya. Keduanya meminta Microsoft untuk memutuskan kontrak kerja yang dilakukan dengan pemerintah Israel.

    (dem/dem)

  • Saat Bill Gates Ramalkan AI bakal Gantikan Dokter hingga Guru – Page 3

    Saat Bill Gates Ramalkan AI bakal Gantikan Dokter hingga Guru – Page 3

    Kondisi ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada dokter. Asisten virtual AI, bisa jadi akan mampu menganalisis gejala, merekomendasikan perawatan, hingga memantau penyakit kronis dengan efisiensi yang lebih tinggi.

    Tak hanya itu, tutor AI di sisi lain, diyakini Gates akan mampu meningkatkan pendidikan. Mulai dari menawarkan pengalaman belajar yang dipersonalisasi, beradaptasi dengan kebutuhan siswa, dan menjadikan pengajaran berkualitas tinggi untuk diakses universal.

    Namun, Gates mengakui, beberapa profesi akan menolak otomatisasi penuh. Ia percaya, pakar energi, ahli biologi, hingga pembuat kode atau engineer akan terus memainkan peran penting. Pasalnya, bidang mereka melibatkan kompleksitas yang tidak bisa diatasi dengan mudah oleh AI.

  • Bill Gates Ramal Manusia Tak Lagi Dibutuhkan di Pekerjaan Ini

    Bill Gates Ramal Manusia Tak Lagi Dibutuhkan di Pekerjaan Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam beberapa tahun terakhir, Bill Gates diketahui sering membicarakan soal Artificial Intelligence (AI) dan perkembangan teknologi di masa depan. Salah satunya dia meramalkan teknologi itu akan berubah menjadi free intelligence atau kecerdasan gratis dalam waktu 10 tahun lagi.

    Filantropis dan pendiri Microsoft tersebut mengatakan perubahan besar bakal terjadi nanti, saat keahlian yang masih mengandalkan tenaga manusia seperti dokter dan guru akan menjadi hal yang umum dan gratis.

    “Dengan AI, dalam dekade berikutnya, ini menjadi hal umum dan gratis, nasihat medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” kata Gates, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (4/4/2025).

    Bill Gates memprediksi teknologi AI akan bisa diakses oleh hampir setiap aspek kehidupan manusia, termasuk obat-obatan, diagnosis, tutor hingga asisten virtual yang tersedia dalam jangkauan lebih luas lagi.

    Meski begitu, dia mengingatkan kemajuan itu bukan hanya berarti baik. Namun sangat menakutkan karena tidak ada batasan serta terjadi sangat cepat.

    Dalam acara The Tonight Show, Gates juga menyinggung soal isu AI yang akan menggantikan manusia. Menurutnya ada sejumlah pekerjaan yang tidak mungkin tergantikan.

    Salah satu yang dicontohkannya adalah orang tidak mungkin ingin melihat mesin bermain bisbol. “Akan ada beberapa hal yang disimpan untuk diri kita sendiri,” kata dia.

    “Namun untuk membuat dan memindahkan sesuatu serta menanam makanan, seiring berjalannya waktu akan menjadi masalah yang bisa dipecahkan,” Gates melanjutkan.

    Gates telah meramalkan AI bertahun-tahun lalu. Bahkan dalams ebuah kesempatan dia memastikan akan berfokus pada AI jika ada pilihan untuk memulai hidupnya dari awal.

    (hsy/hsy)