Tag: Bill Gates

  • Besok Bill Gates ke Indonesia Beri Penghargaan Program MBG, Prabowo Akui Saat Ini Belum Pantas – Halaman all

    Besok Bill Gates ke Indonesia Beri Penghargaan Program MBG, Prabowo Akui Saat Ini Belum Pantas – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tokoh teknologi dunia dan filantropis, Bill Gates, akan berkunjung ke Indonesia pada Rabu besok, 7 Mei 2025. 

    Kunjungan pendiri Microsoft ini disebut sebagai bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

    Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5/2025).

    Menurut Prabowo, permintaan pertemuan dengan Bill Gates sudah diajukan sejak November 2024 lalu.

    “Tanggal 7 yaitu, lusa, tokoh dunia namanya Bill Gates akan datang ke kita minta ketemu saya, sudah lama beliau minta ketemu, kalau tidak salah surat dari November,” ujar Prabowo di hadapan para menteri kabinet.

    Meski merasa terhormat dengan perhatian dunia internasional terhadap program unggulan pemerintahannya, Prabowo menegaskan bahwa apresiasi dari Bill Gates belum layak atau pantas diterima saat ini.

    Ia menilai keberhasilan program MBG baru bisa diukur berhasil atau tidak ketika target 82,9 juta penerima manfaat, termasuk pelajar dna ibu hamil, dapat terealisasi pada akhir 2025 ini.

    “Saya merasa sangat besar hati saya merasa jangan muji kita, kita belum berhasil, kita berhasil insyaallah Desember 2025. Kalau kita bisa selenggarakan antar makanan tiap hari ke 82,9 juta rakyat kita, dalam keadaan bersih keadaan aman keadaan bergizi, pada saat itu lah boleh kita terima ucapan selamat,” tegas Prabowo.

    Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu prioritas nasional yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi kronis dan kemiskinan di kalangan anak-anak Indonesia. Target pemerintah adalah menjangkau hampir 83 juta anak hingga akhir tahun 2025.

    Kedatangan Bill Gates ke Jakarta disebut tidak hanya untuk memberi penghargaan, tetapi juga membawa bantuan. Namun Prabowo belum merinci bentuk bantuan yang dimaksud. Ia menegaskan bahwa program ini tetap akan dijalankan sepenuh hati, terlepas dari ada atau tidaknya dukungan luar.

    “Hanya saya katakan bahwa kita diberi bantuan (atau) tidak diberi bantuan, diberi penghargaan (atau) tidak diberi penghargaan, kita melaksanakan ini karena ini benar, dan ini suatu investasi di anak kita, dan kita harus kurangi kemiskinan di rakyat kita,” kata Presiden menutup pernyataannya.

    Kunjungan Bill Gates ke Indonesia diprediksi akan menarik perhatian internasional dan menempatkan Indonesia dalam sorotan global, terutama dalam upaya pengentasan gizi buruk lewat program makan bergizi yang masif dan terstruktur. Program MBG pun kini menjadi simbol tekad pemerintah dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan kuat.

  • Prabowo Bangga Program MBG Banyak Dibahas Pemimpin Dunia

    Prabowo Bangga Program MBG Banyak Dibahas Pemimpin Dunia

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto merasa bangga lantaran program unggulan pemerintahannya Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak dibahas oleh pemimpin negara-negara lain. Hal ini disampaikan Prabowo saat sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta hari ini.

    “On the whole MBG ini adalah sesuatu cukup membanggakan, banyak pimpinan negara yang dibahas adalah MBG,” kata Prabowo, Senin (5/5/2025).

    Hal ini dapat dilihat dari rencana Pendiri Microsoft, Bill Gates mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan Prabowo. Menurut Prabowo, Bill Gates ingin menyatakan dukungan serta penghargaan atas program MBG.

    “Tanggal 7 yaitu, lusa, tokoh dunia namanya bill gates akan datang ke kita minta ketemu saya sudah lama beliau minta ketemu. Kalau tidak salah surat dari November, minta ketemu antara lain mau menyatakan dukungan dan penghargaan atas MBG kita,” jelas Prabowo.

    Atas dasar tersebut, Prabowo merasa besar hati. Kendati demikian, program MBG dinilai belum seratus persen berhasil karena sasaran penerimanya belum mencapai 82,9 juta orang.

    “Saya merasa sangat besar hati, saya merasa jangan muji kita. Kita belum berhasil, kita berhasil Insyaallah Desember 2025. kalau kita bisa selenggarakan antar makanan tiap hari ke 82,9 juta rakyat kita, dalam keadaan bersih keadaan aman keadaan bergizi. Pada saat itu lah boleh kita terima ucapan selamat,” terang Prabowo.

    Lebih lanjut, kedatangan Bill Gates untuk memberikan bantuan ke program MBG. Prabowo menegaskan, program MBG akan tetap berjalan dengan ada atau tidaknya bantuan maupun penghargaan.

    “Bahkan beliau mau bantu kita. Saya tidak tahu bentuknya apa. Hanya saya katakan bahwa kita diberi bantuan (atau) tidak diberi bantuan, diberi penghargaan (atau) tidak diberi penghargaan kita laksanakan ini (MBG). Karena ini benar, dan ini suatu investasi di anak kita, dan kita harus kurangi kemiskinan di rakyat kita,” jelas Prabowo.

    (acd/acd)

  • Prabowo bertemu Bill Gates pada Rabu, ingin beri penghargaan MBG

    Prabowo bertemu Bill Gates pada Rabu, ingin beri penghargaan MBG

    Saya merasa sangat besar hati, tetapi saya merasa jangan, jangan muji kita, kita belum berhasil.

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku akan bertemu dengan filantropis dan investor asal Amerika Serikat yang juga pendiri Microsoft, Bill Gates, Rabu (7/5), yang ingin memberi penghargaan atas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Saat memberi arahan pada Sidang Kabinet Paripurna tentang 6 bulan pemerintahan Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo menyebutkan banyak pimpinan negara dan tokoh dunia, termasuk Bill Gates, yang ingin berkunjung ke Indonesia dan menemuinya guna membahas MBG yang menyasar hingga 82,9 juta jiwa penduduk Indonesia.

    “Pada tanggal 7 Mei, yaitu lusa, tokoh dunia namanya Bill Gates akan datang ke sini, minta ketemu saya sudah cukup lama. Beliau minta ketemu, kalau tidak salah suratnya dari November. Beliau minta ketemu, antara lain, mau menyatakan dukungan dan penghargaan atas makan bergizi kita,” kata Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

    Atas informasi soal rencana kedatangan Bill Gates tersebut, Prabowo lantas disambut oleh tepuk tangan dari anggota Kabinet Merah Putih.

    Meski merasa sangat berbesar hati akan menerima penghargaan itu, Presiden merasa pelaksanaan MBG belum sepenuhnya berhasil karena belum menyasar total penerima manfaat program sebanyak 82,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

    “Saya merasa sangat besar hati, tetapi saya merasa jangan, jangan muji kita, kita belum berhasil. Kita berhasil insyaallah pada bulan Desember 2025,” kata Presiden.

    Kepala Negara menilai penyelenggaraan MBG bisa dikatakan berhasil jika pemerintah sukses mengantarkan makanan setiap hari dalam keadaan bersih, aman, dan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil.

    Prabowo juga mengaku tidak mengetahui bentuk penghargaan yang ingin diberikan Bill Gates. Namun, MBG akan terus berjalan meskipun pemerintah tidak diberi bantuan maupun penghargaan.

    “Bahkan, beliau mau bantu kita, saya tidak tahu bentuknya apa hanya saya katakan bahwa ‘kita diberi bantuan, tidak diberi bantuan, diberi penghargaan, tidak diberi penghargaan, kita laksanakan ini karena kita yakin bahwa ini benar dan ini adalah suatu investasi di anak-anak kita’,” kata Presiden.

    Adapun Sidang Kabinet Paripurna pada hari Senin ini diikuti oleh hampir seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan, yang membahas tentang 6 bulan pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Sidang Kabinet Paripurna ini merupakan sidang kali ketiga yang digelar pada tahun ini. Sebelumnya, Presiden Prabowo menggelar Sidang Kabinet Paripurna pada tanggal 21 Maret lalu guna membahas berbagai persiapan pemerintah menghadapi Idulfitri 1446 Hijriah.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025

  • Prabowo Bertemu Bill Gates Lusa, Mau Kasih Penghargaan Soal MBG

    Prabowo Bertemu Bill Gates Lusa, Mau Kasih Penghargaan Soal MBG

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tokoh filantropi dunia Bill Gates dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada Rabu, 7 Mei 2025 untuk bertemu langsung dengan dirinya.

    Prabowo mengatakan bahwa pertemuan ini disebut-sebut sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas program makan bergizi yang tengah digencarkan oleh pemerintah.

    “Tanggal 7, yaitu besok lusa tokoh dunia namanya Bill Gates akan datang ke kita minta ketemu saya sudah cukup lama minta ketemu, kalau tidak salah suratnya dari November ini minta ketemu saya,” ujar Prabowo di Kantor Presiden, Senin (5/5/2025).

    Prabowo menyampaikan bahwa dia merasa besar hati atas rencana kunjungan tersebut. Namun, dua juga menekankan bahwa apresiasi seharusnya diberikan setelah program benar-benar mencapai target dan hasil yang diharapkan.

    “Saya merasa besar hati, tapi saya juga merasa jangan dulu muji kita. Kita belum berhasil. Kita berhasil insyaallah Desember 2025 kalau kita buktikan bahwa kita bisa menyelenggarakan 82,9 juta paket makan bergizi,” tegas Prabowo.

    Menurut Presiden, saat ini pemerintah tengah menargetkan distribusi makanan bergizi setiap hari kepada 82,9 juta warga Indonesia dalam kondisi bersih, aman, dan sesuai standar gizi. Ia menilai, baru setelah itu Indonesia pantas menerima ucapan selamat atau penghargaan.

    Kendati demikian, Prabowo menyambut baik niat baik Bill Gates yang disebutnya ingin menyatakan solidaritas dan bahkan menawarkan bantuan untuk mendukung program tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa program ini bukan semata-mata bergantung pada bantuan luar negeri.

    “Saya tidak tahu bentuk bantuannya seperti apa. Tapi saya katakan bahwa, diberi bantuan atau tidak, diberi penghargaan atau tidak, kita laksanakan ini karena kita yakin ini benar. Ini adalah investasi di anak-anak kita. Kita harus mengurangi kemiskinan di rakyat kita,” tutur Prabowo dengan nada haru.

  • Putri Bill Gates Sebut Ayahnya Punya Sindrom Asperger

    Putri Bill Gates Sebut Ayahnya Punya Sindrom Asperger

    Jakarta

    Putri bungsu Bill Gates dan mantan istrinya Melinda, Phoebe Gates, tampaknya mengungkapkan bahwa sang ayah memiliki sindrom Asperger. Di podcast Call Her Daddy, pembawa acara Alex Cooper bertanya ke wanita berusia 22 tahun itu tentang pengalamannya membawa pria ke rumah dan bertemu ayahnya.

    “Bagi pria itu, menakutkan. Bagi saya, itu lucu karena ayah saya cukup canggung secara sosial. Seperti yang pernah dikatakannya sebelumnya, dia menderita Asperger. Jadi, bagi saya, itu sangat lucu,” cetus Phoebe yang dikutip detikINET dari Independent.

    Bill Gates yang berusia 69 tahun sebenarnya tak pernah berbicara di depan umum bahwa dia punya sindrom Asperger, diagnosis yang sebelumnya diberikan ke beberapa orang autis. Istilah itu kini digabung dengan kondisi lain menjadi gangguan spektrum autisme (ASD).

    Orang dengan ASD mungkin mengalami kesulitan sosial dan komunikasi, minat obsesif, dan perilaku berulang. Di memoarnya tahun 2025, Source Code, Gates yakin ia akan didiagnosis dengan suatu bentuk ASD jika ia adalah seorang anak yang dibesarkan saat ini.

    “Jika saya tumbuh dewasa saat ini, saya mungkin akan didiagnosis dengan spektrum autisme. Selama masa kecil saya, fakta bahwa otak beberapa orang memproses informasi secara berbeda dari yang lain tidak dipahami secara luas,” tulisnya.

    “Orang tua saya tidak memiliki petunjuk atau buku teks untuk membantu mereka memahami mengapa putra mereka jadi begitu terobsesi dengan proyek-proyek tertentu, melewatkan isyarat sosial, dan bisa bersikap kasar dan tidak pantas tanpa menyadari pengaruhnya terhadap orang lain,” lanjutnya.

    Pengujian formal untuk ASD baru diperkenalkan pada tahun 1980-an, dan pada saat itu, Bill sudah berusia akhir 20-an dan awal 30-an. Bill juga mengaku dia menyadari bahwa ia berbeda dari teman-temannya saat tumbuh dewasa.

    “Saya selalu tahu bahwa saya berbeda dalam hal-hal yang membingungkan orang-orang dalam hal tingkat energi dan intensitas saya. Dan itu sedikit membingungkan saat Anda masih kecil, bahwa Anda berbeda atau orang-orang bereaksi terhadap Anda dengan cara tertentu atau keterampilan sosial Anda, Anda salah dalam berbagai hal,” kata sang pendiri Microsoft.

    (fyk/afr)

  • Anaknya Buka Bisnis, Bill Gates Sempat Was-was Uangnya Dipinjam

    Anaknya Buka Bisnis, Bill Gates Sempat Was-was Uangnya Dipinjam

    Jakarta

    Phoebe Gates menjadi salah satu pendiri aplikasi bernama Phia. Bill Gates sempat was-was uangnya bakal dipinjam untuk pendanaan start up milik putrinya.

    Baru-baru ini, putri bungsu Bill meluncurkan aplikasi di mana para pengguna dapat membandingkan harga untuk barang apa pun di sejumlah besar situs web e-commerce. Phoebe juga baru saja meluncurkan podcast bersama teman dan mitra bisnisnya, Sophia Kianni, yang disebut ‘The Burnouts with Phoebe & Sophia’.

    Tampaknya Phoebe begitu yakin dengan idenya, dia bahkan tidak meminta apapun dari ayahnya. Bill berbicara kepada New York Times tentang reaksinya ketika Phoebe bercerita tentang bisnisnya, dan mengungkapkan bahwa awalnya dia merasa gentar saat Phoebe terjun ke bisnis e-commerce. Selain pasar yang kompetitif, Bill khawatir Phoebe akan meminta investasi.

    “Saya pikir, ‘Wah, dia pasti akan datang dan meminta’,” kenangnya.

    Namanya juga orang tua, dia menegaskan bahwa jika Phoebe meminta investasi, dia pun mungkin akan menanamkan uangnya. Tapi ternyata Phoebe tidak memohon apa-apa, sebagaimana dikutip dari Buzz Feed.

    “Lalu saya akan mengawasinya dan melakukan tinjauan bisnis, yang menurut saya sulit, dan saya mungkin akan bersikap terlalu baik tetapi bertanya-tanya apakah itu hal yang benar untuk dilakukan. Untungnya, itu tidak pernah terjadi,” ujar founder Microsoft tersebut.

    Dalam sebuah wawancara Phoebe juga menanggapi perkataan orang-orang yang menyebut bisnisnya sukses karena kedua orang tuanya.

    “Sebagian besar dari itu benar. Saya tidak akan pernah bisa kuliah di Stanford, atau memiliki pendidikan yang luar biasa, atau merasakan dorongan untuk melakukan sesuatu, jika bukan karena orang tua saya. Namun, saya juga merasakan tekanan internal yang sangat besar,” ucapnya.

    Phia yang didirikan Phoebe adalah alat untuk membantu harga terbaik di dunia fesyen. Dengan kata lain, kecerdasan buatan ini menawarkan bantuan memilih pakaian sesuai selera dan isi kantong. Phia dapat digunakan pada lebih dari 40.000 situs belanja.

    Per 24 April 2025, aplikasi ini sudah mulai masuk fase pre-launch dan kini aplikasi ini telah dapat diunduh gratis di iOS. Phia juga tersedia untuk diunduh di Chrome.

    Orang-orang dapat mengetuk tombol ‘Should I Buy This?’ pada ekstensi peramban Phia untuk mendapatkan pengecekan harga instan. Kemudian, Phia akan menunjukkan apakah harganya tinggi, wajar, atau sedang. Jika dianggap terlalu mahal, alat tersebut akan memberikan pencocokan harga yang lebih baik dan alternatif serupa.

    (ask/ask)

  • AI Bisa Bikin Manusia Cuma Kerja Dua Hari dalam Sepekan

    AI Bisa Bikin Manusia Cuma Kerja Dua Hari dalam Sepekan

    Bisnis.com, JAKARTA – Bill Gates memprediksi di masa mendatang akan ada perubahan dramatis dalam jumlah hari kerja. Dia membayangkan hanya dua hari kerja dalam dekade berikutnya karena kemajuan AI. 

    Saat kecerdasan buatan mengambil alih sebagian besar tugas manusia, Gates meramalkan dunia dengan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik. 

    Masa depan dengan akhir pekan penuh, tiga hari kerja seminggu, dan berakhirnya sistem kerja klasik dari jam 9 sampai jam 5 mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat. 

    Namun, menurut pendiri Microsoft dan visioner teknologi Bill Gates, kecerdasan buatan siap mengubah tenaga kerja global, yang berpotensi mengurangi jam kerja standar menjadi hanya dua hari dalam dekade berikutnya.

    Dalam penampilannya baru-baru ini di The Tonight Show bersama Jimmy Fallon, Gates membuat prediksi yang berani: AI berkembang sangat pesat sehingga hanya dalam sepuluh tahun, mesin akan mampu menangani “sebagian besar hal” yang saat ini dilakukan oleh manusia. 

    Pergeseran itu menurutnya, akan membebaskan orang dari rutinitas lima hari yang melelahkan dan membuka kemungkinan baru untuk bersantai, berkreasi, dan menyeimbangkan diri.

    Selama beberapa dekade, lima hari kerja sepekan telah mengakar kuat dalam masyarakat modern. Jutaan orang bangun setiap hari kerja untuk bekerja dan menyelesaikan 40 jam kerja. Namun, Gates yakin hal itu akan segera berubah.

    Dia membayangkan dunia di mana AI tidak hanya akan membantu, tetapi juga menggantikan manusia dalam sebagian besar peran, mulai dari manufaktur dan logistik hingga bidang seperti kedokteran dan pendidikan. 

    “AI akan mampu memecahkan semua masalah khusus seperti kita kekurangan dokter atau profesional kesehatan mental. AI membawa banyak perubahan,” kata Gates dilansir Economic Times, Senin (28/4/2025). 

    Perubahan itu, menurutnya, dapat memicu perbincangan seputar pendefinisian ulang ketenagakerjaan secara menyeluruh, dengan minggu kerja menjadi hanya dua atau tiga hari sepekan menjadi norma baru. 

    AI, dalam visi ini, tidak hanya akan menjadi alat, tapi AI juga akan menjadi katalisator bagi perubahan besar dalam cara pandang kita terhadap waktu, produktivitas, dan kepuasan pribadi.

    Namun, ramalan Gates bergantung pada kedatangan Kecerdasan Umum Buatan (AGI), sebuah titik hipotetis ketika sistem AI mampu menyamai atau melampaui kecerdasan manusia di hampir semua domain.

    Sementara Gates optimis tentang potensi AGI untuk memecahkan masalah dan mendorong inovasi, dia mengakui transformasi tersebut tidak akan berjalan tanpa turbulensi. 

    Lantas apa yang akan terjadi pada manusia?

    Mimpi tentang minggu kerja yang lebih pendek menimbulkan pertanyaan mendesak, yakni bagaimana dengan jutaan orang yang mata pencahariannya bergantung pada pekerjaan yang mungkin akan ditinggalkan oleh AI?

    “Kita akan memutuskan [mana yang perlu AI]. Seperti halnya bisbol, kita tidak ingin menonton komputer bermain bisbol, jadi akan ada beberapa hal yang kita simpan untuk diri kita sendiri,” candanya. 

    Namun, lanjutnya, dalam hal membuat sesuatu, memindahkan sesuatu, bahkan sampai menanam sumber pangan, mesin pada akhirnya akan mendominasi.

    Adapun, para ahli seperti Geoffrey Hinton, yang disebut sebagai “Bapak AI”, telah memperingatkan tentang kesenjangan kekayaan yang sangat besar yang dapat muncul saat AI memusatkan kekuasaan dan modal di tangan segelintir orang. 

    Gates sendiri telah mengakui kekhawatiran ini di masa lalu, mengadvokasi sistem yang mendukung orang-orang bahkan di masa depan tanpa pekerjaan.

    Di samping itu, CEO yang didukung Jeff Bezos dan bahkan Vatikan, juga telah menyatakan keraguan etis. Siapa yang mengendalikan AI? Siapa yang diuntungkan olehnya? Dan bagaimana kita memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak melampaui kesejahteraan manusia?

    Prediksi Bill Gates tentang dua hari kerja seminggu mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah saat ini, tetapi dengan AI yang berkembang pesat, benih-benih transformasi itu sudah mulai disemai. 

    Apakah masa depan ini akan membawa lebih banyak kebebasan atau lebih banyak ketakutan akan bergantung tidak hanya pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada bagaimana masyarakat memilih untuk mengelola peningkatannya.

    Namun, satu hal yang pasti bahwa tempat kerja masa depan mungkin tidak akan terlihat seperti saat ini, dan kita semua mungkin harus mulai memikirkan kembali apa sebenarnya arti “bekerja”.

  • Anak Miliarder Bill Gates Buka Usaha, Bisnisnya Bikin Penasaran

    Anak Miliarder Bill Gates Buka Usaha, Bisnisnya Bikin Penasaran

    Jakarta

    Anak Bill Gates, Phoebe Gates, membuka bisnis bersama rekannya Sophia Kianni. Tak beda jauh dari ayahnya yang akrab dengan dunia teknologi, Phoebe pun demikian. Duh jadi penasaran nih!

    Rupanya, Phoebe mendirikan aplikasi belanja (shopping app) menggunakan kecerdasan buatan (AI). Per 24 April 2025, aplikasi ini sudah mulai masuk fase pre-launch dan kini aplikasi ini telah dapat diunduh gratis di iOS.

    Ditulis People seperti dilansir, Minggu (27/4/2025) aplikasi bernama Phia yang didirikan Phoebe adalah alat untuk membantu harga terbaik di dunia fesyen. Dengan kata lain, kecerdasan buatan ini menawarkan bantuan memilih pakaian sesuai selera dan isi kantong. Phia dapat digunakan pada lebih dari 40.000 situs belanja. Phia juga tersedia untuk diunduh di Chrome.

    Orang-orang dapat mengetuk tombol ‘Should I Buy This?’ pada ekstensi peramban Phia untuk mendapatkan pengecekan harga instan.

    Kemudian, Phia akan menunjukkan apakah harganya tinggi, wajar, atau sedang. Jika dianggap terlalu mahal, alat tersebut akan memberikan pencocokan harga yang lebih baik dan alternatif serupa.

    “Sangat menyenangkan untuk mewujudkan visi yang memenuhi kebutuhan pelanggan secara langsung, dan menggabungkan inovasi dengan hasrat kami. Berbelanja barang yang Anda sukai seharusnya tidak sulit, mahal, atau membuang-buang waktu. Itulah sebabnya kami membangun Phia — untuk membuat pencarian penawaran terbaik menjadi mudah,” Phoebe (22), dan Kianni (23), memberi tahu People dalam sebuah pernyataan.

    Dia mengatakan pengguna dapat menganggap Phia sebagai asisten belanja pribadi yang selalu menemani Anda di ponsel atau laptop. Dia juga dapat memastikan pengguna tidak pernah membayar berlebihan jika dirasa bisa dihemat.

    “Phia seperti Google Flights untuk fashion — alat bertenaga AI yang membandingkan harga di lebih dari 40.000 situs ritel dan barang bekas dalam hitungan detik. Tanpa iklan, tanpa pencarian tanpa henti — hanya opsi terbaik dalam satu klik, sehingga Anda bisa mendapatkan harga terbaik setiap saat,” kata mereka.

    Kisah Phoebe, anak bungsu Bill dan Melinda French Gates, dan Sophia dimulai di Stanford University. Keduanya adalah teman sekamar dan sahabat karib.

    Hubungan kerja mereka berkembang beberapa saat kemudian setelah pasangan itu mendaftar untuk salah satu kelas Lean Launchpad yang terkenal di Stanford, tetapi ditolak.

    Namun, mereka akhirnya mengambil kelas kewirausahaan lain bersama-sama yang berjalan dengan sangat baik, kata Phoebe.

    (ask/fay)

  • Bill Gates Bilang Profesi Guru dan Dokter 10 Tahun Lagi Punah

    Bill Gates Bilang Profesi Guru dan Dokter 10 Tahun Lagi Punah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Diskusi soal pekerjaan apa yang akan digantikan Artificial Intelligence (AI) terus terdengar. Pendiri Microsoft, Bill Gates punya pandangan sendiri soal hal tersebut.

    Dalam wawancara The Tonight Show, Gates mengatakan dua keahlian yang mungkin tidak membutuhkan jasa manusia lagi adalah dokter dan guru. Dengan AI. Dua profesi itu menjadi hal umum dan gratis.

    “Namun dengan AI, selama dekade berikutnya, hal itu jadi hal umum dan gratis, saran medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” kata Gates dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (23/4/2025).

    Artinya dunia bakal memasuki sebagai kecerdasan gratis. Yakni saat teknologi AI bisa diakses dan menyentuh tiap aspek kehidupan manusia.

    Misalnya saja obat-obatan, diagnosis, pengajaran, hingga asisten virtual yang dilakukan dengan teknologi AI.

    “Ini mendalam dan sedikit menakutkan karena terjadi dengan cepat dan tidak ada batasan,” jelasnya dalam wawancara lain dengan seorang profesor Universitas Harvard, Arthur Brooks.

    Meski begitu, dia meyakini ada beberapa hal yang memang tidak bisa digantikan oleh tenaga mesin. Beberapa aktivitas dan pekerjaan memang hanya bisa dilakukan oleh manusia saja.

    Gates mencontohkan permainan bisbol. Tidak mungkin mesin bermain bisbol dan menggantikan orang.

    “Namun untuk membuat dan memindahkan sesuatu serta menanam makanan, seiring berjalannya waktu akan menjadi masalah yang bisa dipecahkan,” Gates melanjutkan.

    (dem/dem)

  • Mimpi Buat Mantan Istri Putuskan Cerai dari Bill Gates

    Mimpi Buat Mantan Istri Putuskan Cerai dari Bill Gates

    Jakarta, CNBC Indonesia – Melinda French mengungkapkan alasan mengapa dirinya mantap menceraikan suaminya yang juga pendiri Microsoft Bill Gates. Menurutnya ini karena sebuah mimpi buruk yang didapatkan sebelum berpisah.

    Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan beberapa mimpi menjadi perhatiannya. Salah satunya mimpi saat dia dan keluarganya, termasuk Bill Gates berada di sebuah tebing.

    “Mantan suami saya Bill dan anak-anak berada di tepi tebing, namun bagian tebing tempat saya runtuh. Dan saya terjatuh dalam lubang dan mereka masih ada di tepi tebing bersama-sama dan aman,” kata dia dikutip dari Huff Post, Rabu (23/4/2025).

    Mimpi itu membuatnya yakin tak perlu khawatir dengan keadaan anak-anaknya. Namun, saat terbangun Melinda yakin dirinya harus berpisah dengan Bill.

    “Namun saya tahu saat terbangun, ‘oh ini artinya saya harus berpisah dan melakukan hal lain’. Saya harus memahami ini dan akan sendirian memahaminya,” ucap Melinda.

    Kemudian Melinda meminta cerai pada 2021. Keputusan itu mengagetkan banyak pihak karena keduanya dikenal sebagai pasangan harmonis setelah menikah selama 27 tahun.

    Keduanya memiliki tiga anak bersama yakni Jennifer, Rory, dan Phoebe. Dalam beberapa kesempatan, keduanya pernah buka suara melewati perpisahan yang sangat menyedihkan.

    Gates mengatakan menyesali perceraiannya dengan Melinda. Bahkan sangat menyedihkan bagi keduanya selama dua tahun usai berpisah.

    “Anda harus menempatkannya pada urutan teratas. Ada yang lain, namun tidak ada yang lebih penting. Perceraian menyedihkan bagi saya dan Melinda setidaknya dalam dua tahun,” jelas Gates kepada Times.

    Melinda juga pernah mengatakan perceraian dengan Gates sangat menyedihkan. Namun karena berbarengan dengan pandemi Covid-19, membuatnya bisa melakukan apapun yang perlu dilakukan.

    “Ini adalah sesuatu yang menyakitkan. Pada akhirnya, saya mulai perjalanan healing dan rasanya saya sudah mulai move on. Saya sudah membuka lembaran baru. Ini tahun 2022 dan saya bersemangat menyambut kehidupan yang akan datang,” lanjut Melinda.

    (dem/dem)