Tag: Basuki Tjahaja Purnama

  • Pramono Anung Ingin Anies dan Ahok Hadiri Kampanye Akbarnya, Duduk Bersebelahan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Pramono Anung Ingin Anies dan Ahok Hadiri Kampanye Akbarnya, Duduk Bersebelahan Megapolitan 16 November 2024

    Pramono Anung Ingin Anies dan Ahok Hadiri Kampanye Akbarnya, Duduk Bersebelahan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung berharap, Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan dan Gubernur Jakarta periode 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hadir dalam kampanye akbar dirinya dan calon gubernur pasangannya, Rano Karno.
    Hal ini disampaikan Pramono usai menerima dukungan dari relawan Anies, “Warga Kota”, di Markas Komando Warga Kota, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (16/11/2024).
    “Saya sungguh berharap Mas Anies bisa hadir. Dan bukan hanya Mas Anies, mungkin kalau Pak Ahok juga mau hadir,” kata Pramono.
    Pramono mengatakan, sudah sejak lama dirinya berharap Anies dan Ahok bisa duduk bersama.
    Menurutnya, jika hal itu terwujud, keinginannya merangkul semua pihak sudah berhasil.
    “Pak Anies sama Pak Ahok kalau duduk bersebelahan bagus banget,” kata Pramono.
    “Itu memang hal yang selama ini diharapkan dari saya pribadi. Dalam politik saya kan memang politik yang gembira dan merangkul,” tutur dia.
    Meski begitu, Pramono bilang, dirinya ingin lebih dulu konsentrasi menghadapi debat ketiga Pilkada Jakarta yang akan digelar pada Minggu (17/11/2024).
    “Acaranya (kampanye) kan tanggal 23 (November), tanggal 17 (November) debat, kita konsentrasi debat dulu,” tutur dia.
    Adapun dalam kesempatan yang sama, Pramono menerima dukungan dari relawan Anies Baswedan.
    Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, menegaskan dukungan Anies untuk Pramono-Rano pada Pilkada 2024.
    Dukungan itu terlihat dari pertemuan Anies dengan Pramono-Rano pada Jumat (15/11/2024) kemarin, serta deklarasi dukungan relawan Anies pada hari ini.
    “Kan kita sudah ada deklarasi, sudah memajang foto Mas Anies. Dan Mas Anies sudah bertemu, dan Mas Anies sudah jelas bahwa memberikan dukungan dan doa,” tutur dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ditanya Keinginan Kembali Jadi Gubernur atau Bahkan Presiden, Ahok: Itu Urusan Tuhan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Ditanya Keinginan Kembali Jadi Gubernur atau Bahkan Presiden, Ahok: Itu Urusan Tuhan Megapolitan 16 November 2024

    Ditanya Keinginan Kembali Jadi Gubernur atau Bahkan Presiden, Ahok: Itu Urusan Tuhan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jakarta periode 2014-2017
    Basuki Tjahaja Purnama
    atau Ahok tak menjawab tegas ketika ditanya apakah dirinya masih punya keinginan untuk kembali menjadi gubernur, atau bahkan presiden. Menurut Ahok, nasibnya berada di tangan Tuhan.
    “Urusan Tuhan, bukan urusan saya to?” kata Ahok dalam program
    Gaspol! Kompas.com
    , Jumat (16/11/2024).
    “Kalau reformator tulen, lu takut pun lu harus percaya sejarah itu ada Tuhan yang pelihara,” lanjutnya.
    Paling penting, Ahok bilang, dirinya ingin terus menjadi politikus edukator yang menyampaikan solusi atas berbagai persoalan rakyat.
    Politikus PDI Perjuangan itu tidak ingin rakyat menerima begitu saja ketika pemimpinnya hanya memberikan “
    bare minimum
    ”.
    “Lu jangan mau dapat sembako udah
    happy
    . Lu jangan mau enggak ada yang ngurusin lu, anak lu semua macet, keluarga lu setengah mati, rumah lu bocor, lu enggak tahu mau ngadu ke siapa karena enggak ada pejabat yang ngurus lu,” kata Ahok.
    “Lu bingung, habis selesai pilkada, cuma joget-joget. Begitu lu enggak ada beras, lu bingung cari siapa,” lanjutnya.
    Ahok ingin rakyat mendapat pemimpin yang mau berjuang buat warganya. Oleh karenanya, ia berjanji terus mengedukasi publik bahwa mereka punya hak untuk meminta kesejahteraan kepada pemimpinnya.
    “Bagi saya, saya mau ngajarin rakyat itu harus punya haknya,
    bare minimum
    -nya ini lho, kekeliruannya ini lho,” tutur Ahok.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ahok Ungkap Anies Tak Pernah Masuk Bursa DPP PDI-P untuk Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Ahok Ungkap Anies Tak Pernah Masuk Bursa DPP PDI-P untuk Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024

    Ahok Ungkap Anies Tak Pernah Masuk Bursa DPP PDI-P untuk Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua DPP
    PDI-P

    Basuki Tjahaja Purnama
    alias
    Ahok
    mengungkapkan, mantan Gubernur Jakarta
    Anies Baswedan
    tidak pernah masuk bursa calon gubernur Jakarta dari PDI-P.
    Ahok mengatakan, DPP PDI-P tidak pernah membahas kemungkinan Anies dicalonkan sebagai calon gubernur Jakarta pada
    Pilkada Jakarta
    2024.
    “Enggak pernah dibawa dalam rapat DPP bahwa seorang Anies akan dicalonkan, nggak pernah. Namanya enggak pernah dibahas,” ujar Ahok dalam program
    Gaspol! Kompas.com
    , Jumat (15/11/2024).
    Ahok menuturkan, Ketua Umum PDI-P
    Megawati Soekarnoputri
    sejak awal ingin mengusung kader internal untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta.
    Oleh karena itu, ia memastikan bahwa kabar yang menyebut Anies bakal dideklarasikan sebagai calon gubernur Jakarta dari PDI-P adalah hoaks.
    Seperti diketahui, pada 26 Agustus 2024, sempat tersiar kabar bahwa Anies bakal dideklarasikan oleh PDI-P.
    Bahkan, muncul pula foto pertemuan antara Anies dengan kader PDI-P Rano Karno yang disebut-sebut bakal menjadi calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
    Padahal, hari itu DPP PDI-P hanya membahas kandidat yang akan diusung dari beberapa provinsi lain di luar Jakarta, yaitu Banten, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Tengah.
    “Hari itu suratnya tidak mengumumkan yang Jakarta. Yang orang heboh itu, Anies akan diumumkan, itu hoaks. Belum dibahas,” kata Ahok.
    Pada akhirnya, PDI-P mencalonkan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
    Ia mengungkapkan, Pramono Anung pun sempat menolak untuk dicanlonkan meski pada akhirnya ia bersedia.
    “Tadinya Pram (Pramono Anung) menolak. Sebelum dibawa rapat, Pram dari awal udah nolak. Saya nggak tahu (alasannya), ini kan internal,” kata Ahok.

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024

    Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, dirinya sama sekali tidak menolak nama Anies Baswedan dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta dari partainya.
    “(Anies) dicoret itu bukan gara-gara gua,” ungkap Ahok dalam program
    Gaspol! Kompas.com
    yang tayang di YouTube, Jumat (15/11/2024) malam.
    Sejak awal, Ketua Umum PDI Perjuangan
    Megawati Soekarnoputri
    selalu menekankan bahwa partainya adalah partai kader. Oleh sebab itu, sebisa mungkin para calon kepala daerah yang diusung bersumber dari kader sendiri.
    Dalam proses politik Pilkada Jakarta, Ahok mengungkapkan, ada pihak di internal partai yang mendorong Anies dicalonkan sebagai cagub dari PDI-P. 
    Akan tetapi, Ahok menekankan, dalam setiap rapat tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP), hal itu tidak pernah menjadi pembahasan.
    “Jadi kalau ada yang kubu pro dan kontra (dengan Anies), itu cuma dari luar. Enggak pernah dibawa dalam rapat di DPP bahwa seorang Anies akan dicalonkan,” ujar dia.
    Pada hari di mana Anies ramai diberitakan akan ditunjuk PDI-P menjadi cagub DKI Jakarta, Ahok pun menyebut Megawati sebenarnya sudah memutuskan bahwa Pramono Anung dan Rano Karno yang maju pada Pilkada Jakarta.
    Pasalnya, pada siang hari itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bertemu dengan Megawati dan berdiskusi empat mata.
    “Karena gua lihat WA, ‘Hah? Anies sudah pamitan, sudah ada di kantor DPP (PDI-P) nih. Enggak salah nih?’ ‘Apa benar Ibu setuju Anies’?” ujar Ahok. 
    Ahok akhirnya mendapat jawaban yang lugas dari Megawati.
    “Ibu (Megawati) bilang apa tahu enggak? ’Sudah saya coret tadi,’ Dia bilang begitu. Artinya, sebelum ketemu saya mungkin sudah dicoret,” lanjut dia. 

    Ahok pun menghormati dan menaati keputusan Megawati itu. Keputusan Megawati merupakan amanah dari kongres partai yang mesti ditaati setiap kader. 
    Di sisi lain, Ahok juga tidak mempersoalkan seandainya Megawati menunjuk Anies sekalipun untuk menjadi cagub di DKI Jakarta. Ia menekankan bahwa tak memiliki persoalan apa pun dengan Anies.
    “Kalau itu sih masa lalu, enggak ada masalah. Cuma kalau (PDI-P) enggak sesuai dengan omongannya (mengusung kader sendiri), kita ini (PDI-P) jualannya akan susah,” ujar Ahok.
    “Kami kalah pun harus dapat poin untuk 2029, partai ideologi, partai kader, nasionalis, cuma PDI Perjuangan. Ibu selalu bilang, Presiden itu cuma 10 tahun. Sementara partai ini harus tetap ada ketika bumi ada,” lanjut dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024

    Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Mantan Gubernur DKI Jakarta
    Basuki Tjahaja Purnama
    alias
    Ahok
    mengungkapkan, ia batal dicalonkan
    PDI-P
    pada
    Pilkada Jakarta 2024
    karena Ketua Umum PDI-P
    Megawati Soekarnoputri
    khawatir Ahok bakal kalah telak.
    Ahok menyebutkan, kekhawatiran itu muncul karena adanya potensi pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilkada 2024.
    “Ibu Mega itu pertama mau saya (maju Pilkada Jakarta), dia mau
    fight
    , namun kemudian hasil TSM yang seperti itu, beliau putuskan enggak boleh, sudah pasti dibantai,” ujar Ahok dalam program 
    Gaspol! Kompas.com
    , Jumat (15/11/2024).
    Sebagai gantinya, Megawati meminta Ahok untuk fokus membenahi partai dan menjalankan tugas lain di luar politik elektoral.
    “Makanya ibu langsung bilang, ‘Udah kamu urusin partai aja supaya ada darah segar, perbaiki, terus urus yayasan’,” kata Ahok.
    Ketua DPP PDI-P ini bercerita, saat ini ia ditugaskan sebagai Ketua Yayasan Mega Gotong Royong. 
    “Saya baru tanda tangan notaris, saya ketua Yayasan Mega Gotong Royong yang membawahi kapal dan segala macam di sekolah, pelatihan, advokasi,” ujar dia.
    Meski begitu, Megawati tetap menyemangati Ahok untuk kembali bertarung di masa mendatang.
    “Pak Ahok masih muda kok, lima tahun lagi masih bisa. Kita
    fight
    lagi lima tahun,’ kata Ibu Mega,” ucap dia.
    Pada akhirnya, PDI-P mengusung Pramono Anung dan Rano Karno sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta pada Pilkada Jakarta 2024.

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ahok Ungkap Sempat Ditunjuk Megawati untuk Maju Pilkada Jakarta 2024
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Ahok Ungkap Sempat Ditunjuk Megawati untuk Maju Pilkada Jakarta 2024 Megapolitan 16 November 2024

    Ahok Ungkap Sempat Ditunjuk Megawati untuk Maju Pilkada Jakarta 2024
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Mantan Gubernur DKI Jakarta
    Basuki Tjahaja Purnama
    alias
    Ahok
    mengungkapkan bahwa Ketua Umum
    PDI-P

    Megawati Soekarnoputri
    sempat menunjuknya untuk maju dalam
    Pilkada Jakarta
    2024.
    “Ibu Mega itu ngomong pada saya pertama memang Ibu mau calonin saya. Dia udah ngomong dengan beberapa DPP dan DPP kasih tahu saya,” kata Ahok dalam program
    Gaspol! Kompas.com
    , Jumat (15/11/2024).
    Ahok menuturkan, ketika itu PDI-P sempat mempertimbangkan untuk berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
    Akan tetapi, rencana itu batal setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengambil langkah politik berbeda, yakni merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
    Ahok mengungkapkan, Megawati pun sempat memutuskan agar PDI-P tidak terlibat dalam Pilkada Jakarta dan tidak mengusung kandidat mana pun.
    “Waktu itu saya dengar mau gabung dengan PKB tapi tiba-tiba Cak Imin lebih memilih ke sana (koalisi lain), lalu Ibu putuskan kalau begitu kita enggak usah ikut. Ya sudah,” kata Ahok.
    “Sekarang gua tanya apakah ini seperti Pilpres ada undang-undang yang mengatur harus ikut? Enggak. Kalau enggak, ya sudah jangan ikut. Nah ini putusannya,” ujar ketua DPP PDI-P itu.
    Namun, keputusan itu pun berubah setelah adanya putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang mengubah ketentuan mengenai ambang batas pencalonan kepala daerah.
    Putusan tersebut membuka pintu bagi PDI-P untuk mengusung calonnya sendiri karena perolehan kursi di DPRD Jakarta melampaui ambang batas tersebut.
    PDI-P akhirnya mengusung
    Pramono Anung
    dan Rano Karno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Anies dan Pramono-Rano Tertawa Bersama di Lebak Bulus…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Anies dan Pramono-Rano Tertawa Bersama di Lebak Bulus… Megapolitan 16 November 2024

    Anies dan Pramono-Rano Tertawa Bersama di Lebak Bulus…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Tawa lepas mewarnai pertemuan tiga politikus,
    Pramono Anung
    ,
    Rano Karno
    , dan
    Anies Baswedan
    , Jumat (15/11/2024).
    Pagi itu, Pramono dan Rano mengunjungi kediaman Anies di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
    Momen pertemuan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3 dengan Gubernur Jakarta periode 2017-2022 itu terekam dalam sejumlah foto yang diunggah di akun Instagram Pramono, Rano, dan Anies.
    Dalam unggahan Instagram @aniesbaswedan, pertemuan ini juga dihadiri istri Anies, Fery Farhati.
    Salah satu foto memperlihatkan keempat orang ini tampak tertawa lepas. Pramono yang mengenakan jaket berwarna abu-abu dengan cukin betawi berwarna putih tertawa sampai membungkukan badannya ke arah meja di depannya.
    Sementara Anies yang mengenakan kemeja batik berwarna hitam terlihat tertawa sambil satu tangannya menggenggam tangan kiri Pramono.
    Sedangkan Fery Farhati yang mengenakan baju berwarna biru dongker tertawa sambil memegang bahu Anies.
    Adapun Rano yang duduk di sebelah kanan Pramono tertawa sambil melihat ke arah Anies dan Fery Farhati.
    Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Pramono-Rano, Beni Muhamad Ibnu menyebut momen tertawa lepas ini saat mereka sedang bernostalgia.
    “Cerita Mas Anies dan Mas Pram zaman dulu. Hubungan Mas Pram dan Mas Anies ini kan sudah panjang betul,” ujar Beno saat dikonfirmasi, Jumat.
    Meski begitu, Anies dalam keterangan unggahannya itu mengungkapkan bawa dia dan Pramono-Rano membicarakan soal masa depan Jakarta.

    Ditemani lontong sayur dan kopi buatan @fery.farhati, bikin percakapan makin hangat dan menyenangkan
    ,” tulis Anies.
    Pramono pun mengaku mendapatkan pesan khusus dari Anies usai pertemuan ini, tetapi dia enggan membeberkannya.
    Sosok Anies berpengaruh?
    Survei Litbang Kompas periode 20-25 Oktober 2024 mengungkapkan, Anies merupakan salah satu sosok yang dapat memengaruhi keputusan pemilih pada
    Pilkada Jakarta
    .
    Menurut survei, Presiden Prabowo Subianto menjadi sosok yang paling memengaruhi pemilih pada Pilkada Jakarta 2024.
    Ada 49,7 persen responden mengatakan akan memilih cagub cawagub Pilkada Jakarta yang didukung oleh Prabowo Subianto.
    Sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga menjadi urutan kedua sosok yang paling memengaruhi pemilih pada Pilkada Jakarta 2024.
    Sebanyak 46,6 persen responden mengatakan akan memilih cagub cawagub Pilkada Jakarta yang didukung Joko Widodo.
    Urutan ketiga dan keempat adalah cagub cawagub yang didukung Anies Baswedan dengan dipilih 44,2 persen responden dan cagub cawagub yang didukung Basuki Tjahaja Purnama dengan dipilih 39,9 persen responden.
    “Artinya, tokoh Jokowi dan Presiden Prabowo serta Anies Baswedan masih berpengaruh dalam menentukan pilihan warga Jakarta,” ujar peneliti Litbang Kompas, Bestian Nainggolan, Selasa (5/11/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Ahok Bongkar Kisah di Balik Anies Batal Diusung PDI-P pada Pilkada Jakarta
                        Nasional

    1 Ahok Bongkar Kisah di Balik Anies Batal Diusung PDI-P pada Pilkada Jakarta Nasional

    Ahok Bongkar Kisah di Balik Anies Batal Diusung PDI-P pada Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Ketua DPP
    PDI-P

    Basuki Tjahaja Purnama
    atau
    Ahok
    mengungkapkan cerita di balik batalnya Gubernur DKI Jakarta
    Anies Baswedan
    memperoleh tiket untuk maju pada Pilkada Jakarta 2024 dari PDI-P.
    Ia mengatakan, banyak pihak di internal PDI-P yang tidak memahami isi kepala Ketua Umum PDI-P
    Megawati Soekarnoputri
    saat mencoba membawa nama Anies untuk dijagokan partai banteng dalam kontestasi elektoral di Jakarta.
    “Menurut saya, mereka-mereka yang menarik Anies masuk itu tidak mengenal Ibu Mega,” ujar Ahok dalam program
    Gaspol! Kompas.com
    , Jumat (15/11/2024).
    Ia mengungkapkan, sejak awal Megawati sudah memiliki prinsip untuk menjagokan kadernya sendiri sebagai bagian dari investasi politik jangka panjang dari PDI-P.
    Bahkan, nama Anies tidak pernah dibahas dalam rapat jajaran DPP PDI-P terkait dengan Pilkada Jakarta.
    “Enggak pernah dibawa dalam rapat DPP bahwa seorang Anies akan dicalonkan. Enggak pernah,” ujar Ahok.
    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, bahkan pada 26 Agustus 2024, tidak ada undangan dari PDI-P yang menyebutkan bahwa Anies bakal dideklarasikan sebagai calon gubernur.
    Saat itu, tengah santer kabar bahwa PDI-P akhirnya bersepakat dengan Anies.
    Bahkan, Anies sempat mengunjungi DPP PDI-P, menggunakan baju berwarna merah dan berfoto bersama Rano Karno.
    Melihat dinamika itu, Ahok mengaku sempat bertanya pada Megawati, apa benar partainya bakal mendukung Anies.
    Percakapan itu berlangsung siang hari di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, sebelum Megawati menuju DPP PDI-P kala itu.
    “Jangan main-main
    loh
    , Bu. Anies mau
    diumumin loh,
    Bu. Anies, Bu, sama Rano Karno
    loh
    , Bu, koran
    udah
    ngomong ini, Bu,” kata Ahok.
    “Ibu (Megawati) bilang apa tahu enggak, ’Udah saya coret tadi,’ Dia bilang,” ujar dia.
    Ahok pun menekankan bahwa dirinya bukan pihak yang menjegal langkah Anies untuk mendapatkan tiket maju pada Pilkada DKI Jakarta.
    Sebab, keputusan itu telah lebih dulu diambil Megawati tanpa berdiskusi dengannya.
    “Mungkin (kader) bawah
    putusin
    , sodor ke Ibu, dan dicoret. Jadi dicoret itu bukan gara-gara gua. Jadi Ibu coret itu sebelum ketemu gua dong,” kata Ahok.
    Pada akhirnya, PDI-P pun mengusung kadernya sendiri, Pramono Anung dan Rano Karno, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPK Tetapkan Pejabat BPK Tersangka Korupsi Proyek Jalur Kereta Api – Page 3

    KPK Tetapkan Pejabat BPK Tersangka Korupsi Proyek Jalur Kereta Api – Page 3

    Para tersangka tersebut terdiri atas empat pihak yang diduga sebagai pemberi suap, yakni Direktur PT IPA (Istana Putra Agung) Dion Renato Sugiarto (DRS), Direktur PT DF (Dwifarita Fajarkharisma) Muchamad Hikmat (MUH), Direktur PT KA Manajemen Properti sampai Februari 2023 Yoseph Ibrahim (YOS), dan VP PT KAProperti Manajemen Parjono (PAR).

    Enam tersangka lainnya diduga sebagai penerima suap, yakni Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi (HNO), Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Tengah Putu Sumarjaya, pejabat pembuat komitmen (PPK) BTP Jawa Tengah Bernard Hasibuan (BEN), PPK BPKA Sulawesi Selatan Achmad Affandi (AFF), PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah (FAD), dan PPK BTP Jawa Barat Syntho Pirjani Hutabarat (SYN).

    Pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan dan perbaikan rel kereta diduga terjadi pada tahun anggaran 2021—2022 pada proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan, empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur, Jawa Barat, dan proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera.

    Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak proses administrasi sampai penentuan pemenang tender.

  • KPK Tetapkan Tersangka dari Unsur BPK Terkait Kasus Jalur Kereta

    KPK Tetapkan Tersangka dari Unsur BPK Terkait Kasus Jalur Kereta

    Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menangani kasus dugaan suap pengadaan dan pemeliharaan jalur kereta di Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. KPK mengaku telah menetapkan tersangka dari unsur Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    “Kami menyampaikan terkait jalur kereta sudah ada yang menjadi tersangka (unsur BPK),” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika di gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/11/2024).

    KPK belum merilis secara resmi identitas tersangka yang dimaksud. Namun, lembaga antikorupsi itu mengaku telah mengendus dugaan temuan audit proyek jalur kereta yang dikurangi.

    “Penyidik sedang mendalami adanya upaya untuk menghilangkan atau mengurangi temuan. Dari pihak BPK sudah dilakukan pemanggilan dan penyidikan masih beproses,” ujar Tessa.

    Juru bicara berlatar belakang penyidik ini menyebut tim penyidik KPK memerlukan waktu mendalami dugaan tersebut. Hal itu mengingat audit yang dilakukan ada di beberapa lokasi.

    “Agak lama karena banyaknya audit yang dilakukan yang bersangkutan di beberapa lokasi, sehingga perlu didalami satu per satu,” tutur Tessa.

    Sebelumnya, KPK telah memeriksa lima orang dalam kapasitas selaku saksi terkait kasus pengadaan barang dan jasa di lingkungan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Jawa bagian Barat yang menjadi BTP Kelas 1 Bandung, Kamis (14/11/2024).

    “Saksi hadir semua dan didalami terkait dengan pengaturan lelang dan pemberian fee ke beberapa pihak di antarannya LPD POKJA, PPK, oknum BPK dan lain-lain,” ungkap Tessa.